Search
Generic filters
Cari Kategori
🙏 Pilih semua
Quran
Hadits
Kamus
Podcast
Soal Agama
Artikel, Doa, dll.

QS. Al Hasyr (Pengusiran) – surah 59 ayat 16 [QS. 59:16]

کَمَثَلِ الشَّیۡطٰنِ اِذۡ قَالَ لِلۡاِنۡسَانِ اکۡفُرۡ ۚ فَلَمَّا کَفَرَ قَالَ اِنِّیۡ بَرِیۡٓءٌ مِّنۡکَ اِنِّیۡۤ اَخَافُ اللّٰہَ رَبَّ الۡعٰلَمِیۡنَ
Kamatsalisy-syaithaani idz qaala lila-insaaniikfur falammaa kafara qaala innii bariyun minka innii akhaafullaha rabbal ‘aalamiin(a);
(Bujukan orang-orang munafik itu) seperti (bujukan) setan ketika ia berkata kepada manusia,
“Kafirlah kamu!”
Kemudian ketika manusia itu menjadi kafir ia berkata,
“Sesungguhnya aku berlepas diri dari kamu, karena sesungguhnya aku takut kepada Allah, Tuhan seluruh alam.”

―QS. Al Hasyr [59]: 16

Daftar isi

(The hypocrites are) like the example of Satan when he says to man,
"Disbelieve."
But when he disbelieves, he says,
"Indeed, I am disassociated from you.
Indeed, I fear Allah, Lord of the worlds."
― Chapter 59. Surah Al Hasyr [verse 16]

كَمَثَلِ seperti/perumpamaan

Like (the) example
ٱلشَّيْطَٰنِ syaitan

(of) the Shaitaan,
إِذْ ketika

when
قَالَ dia berkata

he says
لِلْإِنسَٰنِ kepada manusia

to man,
ٱكْفُرْ kafirlah kamu

"Disbelieve."
فَلَمَّا maka tatkala

But when
كَفَرَ (manusia) kafir

he disbelieves,
قَالَ dia berkata

he says,
إِنِّى sesungguhnya aku

"Indeed, I am
بَرِىٓءٌ berlepas diri

disassociated
مِّنكَ dari kamu

from you.
إِنِّىٓ sesungguhnya aku

Indeed, [I]
أَخَافُ takut

I fear
ٱللَّهَ Allah

Allah,
رَبَّ Tuhan/Pemlihara

(the) Lord
ٱلْعَٰلَمِينَ Alam semesta

(of) the worlds."

Tafsir Quran

Surah Al Hasyr
59:16

Tafsir QS. Al-Hasyr (59) : 16. Oleh Kementrian Agama RI

Ayat ini menjelaskan bahwa perbuatan khianat orang-orang munafik yang berjanji akan menolong Bani Nadhir bila diserang kaum Muslimin dan ikut mereka bila diusir dari Madinah, adalah seperti perbuatan setan.

Setan selalu merayu manusia agar mengingkari Allah dan tidak mengikuti agama yang telah disampaikan rasul-Nya.

Akan tetapi, bila manusia itu memerlukan pertolongan dalam menghadapi kesengsaraan dan malapetaka yang datang kepada mereka, setan berlepas diri dan tidak menepati janjinya.
Mereka bahkan berkata,
"Sesungguhnya aku takut kepada Allah Tuhan semesta alam."

Allah menyamakan orang-orang munafik dengan setan untuk menunjukkan bahwa sifat-sifat orang-orang munafik itu sama dengan sifat-sifat setan.
Setan yang durhaka mematuhi hukum-hukum Allah, percaya bahwa Allah itu ada, Maha Esa, dan hanya Dia yang berhak disembah.

Setan juga percaya bahwa syaratsyarat memperoleh kebahagiaan hidup di dunia dan di akhirat hanya dengan mengikuti agama Allah.
Akan tetapi, mereka adalah kaum yang fasik.

Mereka mengetahui kebenaran sesuatu tetapi tidak melaksanakannya.
Demikian pula halnya dengan orang-orang munafik, mereka tahu mana yang benar dan mana yang salah, tetapi mereka tidak melaksanakan kebenaran itu.

Mereka bahkan melakukan perbuatan-perbuatan menghasut dan terlarang.
Allah ﷻ berfirman:

وَقَالَ الشَّيْطٰنُ لَمَّا قُضِيَ الْاَمْرُ اِنَّ اللّٰهَ وَعَدَكُمْ وَعْدَ الْحَقِّ وَوَعَدْتُّكُمْ فَاَخْلَفْتُكُمْ وَمَا كَانَ لِيَ عَلَيْكُمْ مِّنْ سُلْطٰنٍ اِلَّآ اَنْ دَعَوْتُكُمْ فَاسْتَجَبْتُمْ لِيْ فَلَا تَلُوْمُوْنِيْ وَلُوْمُوْٓا اَنْفُسَكُمْ مَآ اَنَا۠ بِمُصْرِخِكُمْ وَمَآ اَنْتُمْ بِمُصْرِخِيَّ اِنِّيْ كَفَرْتُ بِمَآ اَشْرَكْتُمُوْنِ مِنْ قَبْلُ اِنَّ الظّٰلِمِيْنَ لَهُمْ عَذَابٌ اَلِيْمٌ

Dan setan berkata ketika perkara (hisab) telah diselesaikan,
"Sesungguhnya Allah telah menjanjikan kepadamu janji yang benar, dan aku pun telah menjanjikan kepadamu, tetapi aku menyalahinya.

Tidak ada kekuasaan bagiku terhadapmu, melainkan (sekedar) aku menyeru kamu lalu kamu mematuhi seruanku, oleh sebab itu janganlah kamu mencerca aku, tetapi cercalah dirimu sendiri.
Aku tidak dapat menolongmu, dan kamu pun tidak dapat menolongku.
Sesungguhnya aku tidak membenarkan perbuatanmu mempersekutukan aku (dengan Allah) sejak dahulu."
Sungguh, orang yang zalim akan mendapat siksaan yang pedih.
(Ibrahim [14]: 22)

Jadi bentuk perumpamaan dalam ayat ini ialah orang-orang munafik diserupakan dengan setan.
Orang-orang Yahudi Bani Nadhir disamakan dengan orang-orang yang teperdaya oleh bujukan setan.
Ketakutan mereka kepada kaum Muslimin disamakan dengan ketakutan mereka kepada Allah, bahkan lebih dari itu.

Tafsir QS. Al Hasyr (59) : 16. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Permisalan orang-orang munafik dalam merayu Banu Nadlir untuk membangkang kepada Rasulullah adalah seperti setan yang merayu manusia untuk tidak beriman dengan mengatakan,
"Kafirlah!"
Tetapi, setelah manusia itu kafir, setan berkata lagi,
"Aku tidak bertanggung jawab atas dirimu.
Aku takut kepada Allah, Tuhan seluruh alam. "

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Perumpamaan orang-orang munafik itu dalam menjerumuskan kaum Yahudi ke dalam peperangan, begitu juga janji mereka kepada kaum Yahudi untuk menolong mereka melawan Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam adalah seperti setan ketika menghiasi perbuatan kufur manusia dan menyeru mereka untuk kafir.
Namun, ketika manusia telah kafir, mereka malah berkata,
"Sesungguhnya aku berlepas diri dari kalian.


Sesungguhnya, aku takut kepada Allah, Tuhan segenap makhluk."

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:


Dan juga perumpamaan mereka dalam hal mendengar dari orang-orang munafik, tetapi orang-orang munafik itu tidak mau mengikuti jejak mereka sesudahnya


(seperti halnya setan, ia berkata kepada manusia,
"Kafirlah kamu,"
maka tatkala manusia itu telah kafir, ia berkata,
"Sesungguhnya aku berlepas diri dari kamu karena sesungguhnya aku takut kepada Allah, Rabb semesta alam.") Padahal ia dusta dan hanya ria belaka.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

(Bujukan orang-orang munafik itu adalah) seperti (bujukan) setan ketika dia berkata kepada manusia,
"Kafirlah kamu,"
Maka tatkala manusia itu telah kafir, ia berkata,
"Sesungguhnya aku berlepas diri dari kamu."
(QS. Al-Hasyr [59]: 16)

Yakni perumpamaan orang-orang Yahudi yang terbujuk oleh janji pertolongan dari sebagian orang-orang munafik, dan ucapan orang-orang munafik kepada mereka,
"Jika kamu diperangi, maka kami akan membantumu."
Kemudian setelah peristiwanya terjadi dan dijumpai mereka telah dikepung dan diperangi, maka orang-orang munafik itu berlepas diri dari mereka dan menyerahkan mereka kepada kehancuran.

Perumpamaan mereka dalam hal ini sama dengan setan ketika merayu manusia —semoga Allah melindungi kita dari godaannya—,
"Kafirlah kamu."
Maka tatkala manusia itu terpengaruh oleh rayuannya dan mau kafir, berlepas dirilah setan darinya dan berbalik mencelanya, lalu berkata:

Sesungguhnya aku takut kepada Allah, Tuhan semesta alam.
(QS. Al-Hasyr [59]: 16)

Sehubungan dengan hal ini ada sebagian ulama yang mengetengahkan kisah yang dialami oleh sebagian ahli ibadah Bani Israil sebagai contoh dari perumpamaan dalam ayat ini, tetapi bukan berarti sebagai makna yang dimaksud semata dari misal ini, bahkan menyangkut pula berbagai misal yang serupa lainnya.

Untuk itu Ibnu Jarir mengatakan, telah menceritakan kepada kami Khallad ibnu Aslam, telah menceritakan kepada kami An-Nadr ibnu Syamil, telah menceritakan kepada kami Syu’bah, dari Abu Ishaq;
ia pernah mendengar Abdullah ibnu Nahik mengatakan bahwa ia pernah mendengar Ali r.a. bercerita seperti berikut:

Di masa lalu pernah ada seorang rahib yang beribadah selama enam puluh tahun.
Lalu setan bermaksud untuk menggodanya, tetapi tidak berhasil.
Maka setan mendekati seorang wanita dan membuat wanita itu menjadi gila, sedangkan wanita itu mempunyai banyak saudara laki-laki.
Kemudian setan berkata kepada saudara-saudara lelaki perempuan itu,
"Pergilah kamu kepada pendeta ini, dialah yang akan mengobatinya."

Ali r.a. melanjutkan kisahnya, bahwa lalu mereka datang dengan membawa saudara perempuan mereka yang gila itu kepada si rahib.
Maka si rahib mengobatinya dan merawatnya di dalam rumahnya.
Dan pada suatu hari ketika si rahib sedang sendirian bersama pasiennya, tiba-tiba ia terpesona dengan kecantikannya, akhirnya ia menggaulinya hingga mengandung.
Maka untuk menutupi rasa malunya ia terpaksa membunuhnya, tidak lama kemudian saudara-saudaranya datang.
Maka setan berkata kepada si rahib,
"Aku adalah temanmu, kamu telah membuatku susah, akulah yang melakukan semua ini kepadamu.
Maka taatilah aku, niscaya aku dapat menyelamatkanmu dari perbuatanmu itu.
Sekarang bersujudlah kepadaku!"
Akhirnya si rahib mau bersujud.
Setelah bersujud kepada setan, maka setan berkata kepadanya,
"Sesungguhnya aku berlepas diri dari kamu, sesungguhnya aku takut kepada Allah, Tuhan semesta alam."

Ali r.a. melanjutkan, bahwa yang demikian itu disebutkan oleh firman-Nya:
(Bujukan orang-orang munafik itu adalah) seperti (bujukan) setan ketika dia berkata kepada manusia,
"Kafirlah kamu!"
Maka tatkala manusia itu telah kafir, ia berkata,
"Sesungguhnya aku berlepas diri dari kamu karena sesungguhnya aku takut kepada Allah, Tuhan semesta alam." (QS. Al-Hasyr [59]: 16)

Ibnu Jarir mengatakan, telah menceritakan kepadaku Yahya ibnu Ibrahim Al-Mas’udi, telah menceritakan kepada kami ayahku, dari ayahnya, dari kakeknya, dari Al-A’masy, dari Imarah, dari Abdur Rahman ibnu Yazid, dari Abdullah ibnu Mas’ud r.a. sehubungan dengan ayat ini:
(Bujukan orang-orang munafik itu adalah) seperti (bujukan) setan ketika dia berkata kepada manusia,
"Kafirlah kamu!"
Maka tatkala manusia itu telah kafir, ia berkata,
"Sesungguhnya aku berlepas diri dari kamu karena sesungguhnya aku takut kepada Allah, Tuhan semesta alam." (QS. Al-Hasyr [59]: 16)

Dahulu pernah ada seorang wanita penggembala ternak kambing, ia mempunyai empat saudara laki-laki, dan bila malam tiba wanita penggembala itu menginap di biara seorang rahib.
Rahib turun dari biaranya dan berbuat lacur (mesum) dengan wanita penggembala itu, yang lama-kelamaan hamil.

Lalu setan mendatanginya dan berkata kepadanya,
"Bunuh saja wanita ini dan langsung kamu kubur, karena sesungguhnya kamu adalah seorang lelaki yang dipercaya dan perkataanmu didengar."
Akhirnya si rahib membunuh wanita itu, lalu mengebumikannya.
Di lain waktu setan mendatangi semua saudara lelaki wanita itu dalam mimpinya dan mengatakan kepada mereka,
"Sesungguhnya si rahib penunggu biara itu telah berbuat mesum dengan saudara perempuanmu;
dan setelah saudara perempuanmu hamil, si rahib itu membunuhnya dan menguburnya di tempat anu."

Pada keesokan harinya seseorang dari mereka mengatakan,
"Demi Allah, tadi malam aku bermimpi sesuatu yang saya sendiri tidak tahu apakah aku harus menceritakannya kepada kalian ataukah tidak."
Mereka menjawab,
"Tidak, bahkan kamu harus menceritakannya kepada kami."
Lalu ia menceritakan mimpinya itu kepada mereka.
Yang lain berkata,
"Demi Allah, aku pun telah bermimpi sama dengan itu."
Yang lainnya lagi berkata,
"Aku pun bermimpi sama dengan itu."
Mereka berkata,
"Demi Allah, ini adalah sesuatu yang tiada lain pasti kejadiannya."

Lalu mereka berangkat dan bersiap-siap untuk mengadukan perkara si rahib itu kepada raja mereka.
Mereka mendatangi rahib itu dan menurunkannya dari biaranya, lalu membawanya pergi.
Di tengah jalan, setan menemui rahib itu dan berkata kepadanya,
"Sesungguhnya akulah yang menjerumuskan dirimu ke dalam perkara ini, dan tidak ada yang dapat menyelamatkan dirimu dari perkara ini selain aku.
Maka sekarang bersujudlah kamu kepadaku sekali saja, aku akan menyelamatkan dirimu dari kesulitanmu ini."
Akhirnya si rahib itu mau bersujud kepadanya.
Setelah mereka mendatangkan rahib itu kepada raja mereka, setan berlepas diri darinya.
Akhirnya si rahib ditangkap, lalu dihukum mati.

Hal yang semisal telah diriwayatkan dari Ibnu Abbas, Tawus, dan Muqatil ibnu Hayyan.
Dan menurut riwayat yang terkenal di kalangan banyak ulama, rahib ini bernama Barsisa;
hanya Allah-lah Yang Maha Mengetahui.

Kisah ini berbeda dengan kisah Juraij si ahli ibadah, karena Juraij dituduh oleh seorang wanita yang mengakui bahwa dirinya dihamili oleh Juraij, dan bahwa kandungannya adalah hasil hubungannya dengan Juraij.
Kemudian kasusnya dilaporkan kepada penguasa setempat, maka Juraij dipecat dan diturunkan dari biara tempat ibadahnya, sedangkan biaranya dirusak.
Juraij hanya dapat berkata,
"Mengapa kalian ini?"
Mereka berkata,
"Hai musuh Allah, engkau telah berbuat mesum dengan wanita ini!"

Juraij menjawab,
"Bersabarlah kalian."
Kemudian ia mengambil bayi wanita itu yang masih merah, lalu bertanya kepadanya,
"Hai bayi, siapakah sebenarnya ayahmu?"
Maka dengan serta merta bayi yang masih merah itu menjawab,
"Ayahku adalah penggembala."
Wanita itu telah menyerahkan dirinya kepada si penggembala, akhirnya dari hasil hubungannya ia mengandung (lalu melemparkan tuduhannya kepada si Juraij).
Ketika Bani Israil menyaksikan kebenaran ini, maka mereka semuanya menghormati Juraij dengan penghormatan yang berlebihan.
Dan mereka mengatakan,
"Kami akan membangun kembali biaramu dari emas."
Juraij menjawab,
"Jangan, tetapi kembalikanlah seperti semula, yaitu dengan tanah liat."

Unsur Pokok Surah Al Hasyr (الحشر)

Surat Al-Hasyr terdiri atas 24 ayat, termasuk golongan surat Madaniyyah, diturunkan sesudah surat Al-Bayyinah.

Dinamai surat ini "Al Hasyr" (pengusiran) diambil dari perkataan "Al Hasyr " yang terdapat pada ayat 2 surat ini.
Di dalam surat ini disebutkan kisah pengusiran suatu suku Yahudi yang bernama Bani Nadhir yang berdiam di sekitar kota Madinah.

Keimanan:

▪ Apa yang berada di langit dan di bumi semuanya bertasbih memuji Allah.
▪ Allah pasti mengalahkan musuh-Nya dan musuh-musuh Rasul-Nya.
▪ Allah mempunyai Al Asmaa-ul Husna.
▪ Keagungan Alquran dan ketinggian martabatnya.

Hukum:

▪ Cara pembagian harta fai’.
▪ Perintah bertakwa dan menyiapkan diri untuk kehidupan ukhrawi.

Lain-lain:

▪ Beberapa sifat orang-orang munafik dan orang-orang ahli kitab yang tercela.
▪ Peringatan-peringatan untuk kaum muslimin.

Audio Murottal

QS. Al-Hasyr (59) : 1-24 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 24 + Terjemahan Indonesia



QS. Al-Hasyr (59) : 1-24 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 24

Gambar Kutipan Ayat

Surah Al Hasyr ayat 16 - Gambar 1 Surah Al Hasyr ayat 16 - Gambar 2
Statistik QS. 59:16
  • Rating RisalahMuslim
4.9

Ayat ini terdapat dalam surah Al Hasyr.

Surah Al-Hasyr (Arab: الحشر , “Pengusiran”) adalah surah ke-59 dalam Alquran.
Surah ini tergolong surah Madaniyah yang terdiri atas 24 ayat.
Dinamakan Al Hasyr yang berarti pengusiran diambil dari perkataan Al Hasyr yang terdapat pada ayat ke-2 surat ini.
Di dalam surat ini disebutkan kisah pengusiran suatu suku Yahudi yang bernama Bani Nadhir yang berdiam di sekitar kota Madinah.

Nomor Surah 59
Nama Surah Al Hasyr
Arab الحشر
Arti Pengusiran
Nama lain Bani Nadhir
Tempat Turun Madinah
Urutan Wahyu 101
Juz Juz 28
Jumlah ruku’ 3 ruku’
Jumlah ayat 24
Jumlah kata 448
Jumlah huruf 971
Surah sebelumnya Surah Al-Mujadilah
Surah selanjutnya Surah Al-Mumtahanah
Sending
User Review
4.7 (11 suara)
Bagi ke FB
Bagi ke TW
Bagi ke WA
Tags:

59:16, 59 16, 59-16, Surah Al Hasyr 16, Tafsir surat AlHasyr 16, Quran Al-Hashr 16, AlHashr 16, Al Hashr16, Al-Hasyr 16, Surah Al Hasyr ayat 16

Video Surah

59:16


More Videos

Kandungan Surah Al Hasyr

۞ QS. 59:1 • Al Hakim (Maha Bijaksana) • Al ‘Aziz (Maha Mulia)

۞ QS. 59:2 • Pertolongan Allah Ta’ala kepada orang mukmin • Tidak berkumpul dua agama di semenanjung Arab • Azab orang kafir

۞ QS. 59:3 • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Azab orang kafir • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia

۞ QS. 59:4 • Siksaan Allah sangat pedih • Azab orang kafir • Maksiat dan dosa

۞ QS. 59:5 • Azab orang kafir

۞ QS. 59:6 • Kekuasaan Allah • Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Al Qadiir (Maha Penguasa)

۞ QS. 59:7 • Siksaan Allah sangat pedih • Maksiat dan dosa

۞ QS. 59:8 • Perbedaan derajat manusia sesuai dengan amalnya

۞ QS. 59:10 Ar Rabb (Tuhan) • Al Ra’uf (Maha Kasih) • Al Rahim (Maha Penyayang) • Berdoa untuk mayit • Memohon ampun

۞ QS. 59:11 • Keluasan ilmu Allah • Sifat orang munafik • Sikap orang munafik terhadap Islam

۞ QS. 59:12 • Sifat orang munafik • Sikap orang munafik terhadap Islam

۞ QS. 59:13 • Kebodohan orang kafir • Sifat orang munafik

۞ QS. 59:15 • Azab orang kafir

۞ QS. 59:16 Tauhid Rububiyyah • Ar Rabb (Tuhan) • Terputusnya hubungan antara orang musyrik dengan tuhan mereka • Sifat iblis dan pembantunya • Syetan menyesatkan dan menghinakan manusia

۞ QS. 59:17 • Keabadian neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Mereka yang kekal dalam neraka • Pahala jin dan balasannya • Siksa orang kafir

۞ QS. 59:18 • Al Khabir (Maha Waspada) • Mempersiapkan diri menghadapi hari kiamat • Mempersiapkan diri menghadapi kematian • Menghitung amal kebaikan •

۞ QS. 59:19 • Allah menggerakkan hati manusia • Azab orang kafir • Balasan dari perbuatannya

۞ QS. 59:20 • Sifat ahli surga • Perbedaan derajat manusia sesuai dengan amalnya

۞ QS. 59:22 Tauhid Uluhiyyah • Allah memiliki kunci alam ghaib • Keluasan ilmu Allah • Al Rahman (Maha Pengasih) • Al Rahim (Maha Penyayang)

۞ QS. 59:23 Tauhid Uluhiyyah • Kesombongan hak Allah semata • Mensucikan Allah dari segala sekutu • Al Jabbar (Maha Pemaksa) • Al Salam (Maha Penyelamat)

۞ QS. 59:24 • Berdoa dengan Asma’ul Husna • Al Bari’ (Maha Pencipta) • Al Hakim (Maha Bijaksana) • Al Khaliq (Maha Pencipta) • Al ‘Aziz (Maha Mulia)

Ayat Pilihan

Dan Dia (pula) yang menjadikan malam & siang silih berganti bagi orang yang ingin mengambil pelajaran atau orang yang ingin bersyukur.
QS. Al-Furqan [25]: 62

Kami turunkan hujan untuk tumbuhkan tanaman.
Dengan hujan itu, tanah yang tadinya kering & mati menjadi hidup.
Air itu juga dapat dimanfaatkan untuk memberi minum makhluk ciptaan yang berupa binatang-binatang ternak & manusia yang banyak.
QS. Al-Furqan [25]: 49

Jikalau Tuhanmu menghendaki,
tentu Dia menjadikan manusia umat yang satu,
tetapi mereka senantiasa berselisih pendapat,
kecuali orang-orang yang diberi rahmat oleh Tuhanmu.
Dan untuk itulah Allah menciptakan mereka.
QS. Hud [11]: 118-119

Dan barang siapa yang memelihara kehidupan seorang manusia,
maka seolah-olah dia telah memelihara kehidupan manusia semuanya.
QS. Al-Ma’idah [5]: 32

Hadits Shahih

Podcast

Doa Sehari-hari

Soal & Pertanyaan Agama

Dalam surah Alquran, At-Tin artinya ...

Correct! Wrong!

Allah Subhanahu Wa Ta`ala Melihat semua apa yang di lakukan oleh hambanya, karena Allah bersifat ...

Correct! Wrong!

Penjelasan:
البصير

Allah itu Al-Bashir, artinya adalah Allah itu Maha Melihat segala sesuatu. Kita sebagai manusia hanya memiliki penglihatan yang terbatas. Namun Allah bisa melihat segala sesuatu baik dimasa lalu, masa sekarang dan masa yang akan datang.

Allah selalu mengawasi kita semua, sehingga jangan pernah kita berfikir jika kita melakukan kejahatan yang tidak orang lain lihat maka tidak ada yang bisa mengetahui kejahatan itu. Karena Allah itu Maha Melihat.

Dalam memutuskan suatu perkara, Dinda sangat adil karena Dinda meneladani sifat Allah ...

Correct! Wrong!

Penjelasan:
العدل

Allah itu Al-Adl, artinya adalah Allah itu Maha Adil kepada seluruh makhluk-makhluk-Nya. Keadilan Allah bersifat sempurna dan berlaku untuk semua ciptaan-Nya.

Jangan pernah sedikit pun terbesit dalam hati kita untuk berfikir bahwa 'hidup ini tidak adil.' Karena semua telah ditentukan Allah dengan keadilan-Nya. Siapa pun manusia yang murka dengan ketentuan Allah maka Allah pun akan murka kepadanya, dan siapa pun manusia yang ridho maka Allah pun akan ridho kepadanya. Dan siapa pun manusia yang telah diridhoi Allah, maka senantiasa dibukakan jalan keluar yang tidak pernah terduga dalam pikiran manusia.

+

Array

Salah satu cara mengagungkan tanda-tanda kebesaran Allah Subhanahu Wa Ta`ala yaitu dengan ...

Correct! Wrong!

Tata cara membaca Alquran dimulai dengan ...

Correct! Wrong!

Penjelasan:
Isti'adzah atau juga biasa dikenal dengan istilah ta'awwudz secara bahasa adalah memohon perlindungan, pemeliharaan dan penjagaaan.

Basmalah berarti mengucapkan kalimat 'Bismillahirrahmanirrahim', terjemahannya yaitu 'Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang'.

Pendidikan Agama Islam #24
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #24 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #24 2

Belajar lagi yaa...

Share your Results:

Soal Agama Islam

Pendidikan Agama Islam #14

Ketika Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam masih remaja, baginda telah bekerja mengambil upah sebagai pengembala binatang ternak. Apakah binatang tersebut? … Dalam Islam, teladan yang baik disebut juga dengan istilah … Dalam Islam, pengendalian diri atau kontrol terhadap diri, disebut juga dengan … Pengertian Mujahadah An-Nafs adalah … Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda bahwa berjihad (berjuang) yang paling utama adalah melawan …

Pendidikan Agama Islam #12

Masyarakat Mekkah pada awal nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam berdakwah waktu itu sedang dilanda berbagai krisis, dan yang paling menonjol adalah krisis … Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam lahir pada bulan … Nama isteri Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam selepas Khadijah ialah … Nama anak lelaki Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam yaitu … … Nama Ibu susuan Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam yaitu … …

Pendidikan Agama Islam #24

Allah Subhanahu Wa Ta`ala Melihat semua apa yang di lakukan oleh hambanya, karena Allah bersifat … Dalam memutuskan suatu perkara, Dinda sangat adil karena Dinda meneladani sifat Allah … Salah satu cara mengagungkan tanda-tanda kebesaran Allah Subhanahu Wa Ta`ala yaitu … dengan … Tata cara membaca Alquran dimulai dengan … Dalam surah Alquran, At-Tin artinya …

Kamus Istilah Islam

Al-Muddassir

Apa itu Al-Muddassir? Surah Al-Muddassir adalah surah ke-74 dalam Alquran. Surah ini tergolong surah Makkiyah terdiri atas 56 ayat, diturunkan setelah surat Al Muzzammil. Dinamai Al Muddatstsir diam...

Ayub `alaihis salam

Siapa itu Ayub `alaihis salam? Ayyub adalah seorang nabi yang ditugaskan berdakwah kepada Bani Israil dan Kaum Amoria di Haran, Syam. Ia diangkat menjadi nabi pada tahun 1500 SM dan Namanya disebut...

wukuf

Apa itu wukuf? wu.kuf salah satu upacara menunaikan ibadah haji dengan berdiam di Arafah ketika mulai waktu tergelincir sampai terbenam matahari tanggal 9 Zulhijah … • wuquf