Search
Exact matches only
Cari di judul
Cari di Arti & Tafsir
Search in comments
Search in excerpt
Filter by Custom Post Type
Filter berdasar surah
Pilih atau Semua
Abasa
Ad Dukhaan
Adh Dhuhaaa
Adz Dzaariyaat
Al 'Alaq
Al 'Ashr
Al A'laa
Al A'raaf
Al Aadiyaat
Al Ahqaaf
Al Ahzab
Al An 'aam
Al Anbiyaa
Al Anfaal
Al Ankabut
Al Balad
Al Baqarah
Al Bayyinah
Al Buruuj
Al Fajr
Al Falaq
Al Fath
Al Fatihah
Al Fiil
Al Furqaan
Al Ghaasyiyah
Al Haaqqah
Al Hadid
Al Hajj
Al Hasyr
Al Hijr
Al Hujurat
Al Humazah
Al Ikhlas
Al Infithar
Al Insaan
Al Insyiqaaq
Al Israa
Al Jaatsiyah
Al Jinn
Al Jumu'ah
Al Kaafiruun
Al Kahfi
Al Kautsar
Al Lahab
Al Lail
Al Ma'aarij
Al Maa'idah
Al Maa'un
Al Mu'min
Al Mu'minuun
Al Muddatstsir
Al Mujaadilah
Al Mulk
Al Mumtahanah
Al Munafiquun
Al Mursalat
Al Muthaffifin
Al Muzzammil
Al Qaari'ah
Al Qadr
Al Qalam
Al Qamar
Al Qashash
Al Qiyaamah
Al Waaqi'ah
Al Zalzalah
Alam Nasyrah
Ali Imran
An Naazi'at
An Nabaa
An Nahl
An Najm
An Naml
An Nas
An Nashr
An Nisaa'
An Nuur
Ar Ra'd
Ar Rahmaan
Ar Rum
As Sajdah
Ash Shaff
Ash Shaffaat
Asy Shyuura
Asy Syams
Asy Syu'araa
At Taghaabun
At Tahrim
At Takaatsur
At Takwir
At Taubah
At Tin
Ath Thaariq
Ath Thalaaq
Ath Thuur
Az Zukhruf
Az Zumar
Faathir
Fushshilat
Hud
Ibrahim
Luqman
Maryam
Muhammad
Nuh
Qaaf
Quraisy
Saba
Shaad
Thaa Haa
Yaa Siin
Yunus
Yusuf

💡 Ketik [nomer surah]-[nomer ayat], contoh: 2-255 atau albaqarah 255 atau ke www.risalahmuslim.id/2-255

Al Hajj

Al Hajj (Haji) surah 22 ayat 62


ذٰلِکَ بِاَنَّ اللّٰہَ ہُوَ الۡحَقُّ وَ اَنَّ مَا یَدۡعُوۡنَ مِنۡ دُوۡنِہٖ ہُوَ الۡبَاطِلُ وَ اَنَّ اللّٰہَ ہُوَ الۡعَلِیُّ الۡکَبِیۡرُ
Dzalika biannallaha huwal haqqu wa-anna maa yad’uuna min duunihi huwal baathilu wa-annallaha huwal ‘alii-yul kabiir(u);

(Kuasa Allah) yang demikian itu, adalah karena sesungguhnya Allah, Dialah (Tuhan) Yang Haq dan sesungguhnya apa saja yang mereka seru selain dari Allah, itulah yang batil, dan sesungguhnya Allah, Dialah Yang Maha Tinggi lagi Maha Besar.
―QS. 22:62
Topik ▪ Iman adalah ucapan dan perbuatan
22:62, 22 62, 22-62, Al Hajj 62, AlHajj 62, Al-Haj 62, Alhaj 62, Al Haj 62, Al-Hajj 62
Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al Hajj (22) : 62. Oleh Kementrian Agama RI

Sifat-sifat yang demikian itu, yaitu kekuasaan yang sempurna, ilmu yang luas dan sempurna yang meliputi segala macam ilmu ada pada Allah subhanahu wa ta'ala, karena Dialah yang wajibul wujud, pasti adanya, mempunyai segala macam sifat kesempurnaan, tidak mempunyai kekurangan sedikitpun.
Dialah yang memiliki agama yang benar, yang disampaikan oleh Nabi-nabi dan Rasul-rasul yang diutus-Nya, yang paling akhir ialah Nabi Muhammad ﷺ.
Dialah Tuhan Yang Maha Esa, tiada seorangpun yang menjadi syarikat bagi-Nya.
Karena itu beribadat kepada-Nya itu adalah suatu yang hak, sesuatu yang paling benar, demikian pula pertolongan-Nya, janji-Nya adalah suatu yang hak.
Segala yang disembah selain Allah adalah sembahan yang batal, dan ibadah itu merupakan ibadat yang tak ada dasarnya.
Dia berkuasa menciptakan segala yang dikehendaki-Nya.
Jika Dia ingin menciptakan sesuatu, cukuplah Dia mengatakan, "Jadilah" Maka wujudlah barang itu.

Sesungguhnya Allah Maha Tinggi, semua berada di bawah-Nya dan Dia di atas segala sesuatu.
Tidak ada sesuatupun yang menyamainya dalam kekuatan, ketinggian dan kebesaran.

Al Hajj (22) ayat 62 - dibacakan oleh Shaykh Mishari Alafasy Al Hajj (22) ayat 62 - dibacakan oleh Syaikh Sa'ad Al-Ghamidi Al Hajj (22) ayat 62 - dibacakan oleh Syaikh Muhammad Ayyub

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Pertolongan yang diterima oleh orang-orang yang teraniaya itu hanya bisa didapatkan dari Allah semata.
Adapun kekuasan-Nya yang penuh untuk mengendalikan alam sebagaimana kalian rasakan itu, dasarnya adalah bahwa Dia adalah satu-satunya Tuhan yang benar.
Sedangkan berhala-berhala yang disembah oleh orang-orang musyrik itu adalah sesuatu yang tidak benar dan palsu.
Allah Mahabesar kekuasaan-Nya dan Mahatinggi derajat-Nya di atas yang lain.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Demikian itu) yakni kemenangan itu pun (adalah karena sesungguhnya Allah, Dialah Tuhan yang hak) yang semestinya (dan sesungguhnya apa saja yang mereka seru) dapat dibaca Yad'uuna dan Tad'uuna, maksudnya apa saja yang mereka sembah (selain dari Allah) yakni berhala-berhala (itulah yang batil) yakni yang akan lenyap (dan sesungguhnya Allah, Dialah Yang Maha Tinggi) atas segala sesuatu dengan kekuasaan-Nya (lagi Maha Besar) artinya segala sesuatu selain-Nya adalah kecil.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Hal itu karena Allah adalah sembahan yang hak yang tidak semestinya ibadah dilakukan kecuali karena-Nya, dan bahwa apa yang disembah orang-orang musyrik selain Allah berupa berhala-berhala dan tandingan-tandingan adalah batil yang tidak bisa memberi manfaat dan memberi mudharat.
Sesungguhnya Allahlah yang Mahatinggi atas makhluk-Nya, baik Dzat, kekuasaan maupun kekuatan-Nya, Mahasuci dari keserupaan dan tandingan, Mahabesar dalam dzat, nama dan sifat-Nya.
Jadi, Dia lebih besar dibandingkan segala sesuatu.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Setelah dijelaskan bahwa Dialah Yang Mengatur alam wujud ini dan Yang Menguasainya lagi Yang Menentukannya, tiada yang memper­tanyakan apa yang telah diputuskan-Nya.
Maka Allah berfirman:

Yang demikian itu adalah karena sesungguhnya Allah, Dialah (Tuhan) Yang Hak.

Yakni Tuhan Yang Mahahak, tiada sesuatu pun yang berhak untuk disembah selain Dia semata yang mempunyai kekuasaan Yang Mahabesar.
Segala sesuatu yang dikehendaki-Nya pasti ada, dan apa yang tidak dikehendaki-Nya pasti tidak akan ada.
Segala sesuatu bergantung dan berhajat kepada-Nya, lagi hina di hadapan-Nya.

dan sesungguhnya apa saja yang mereka seru selain Allah, itulah yang batil.

Yaitu semua berhala, tandingan-tandingan, dan sekutu-sekutu serta semua yang disembah selain Allah subhanahu wa ta'ala itu adalah batil karena tidak memiliki mudarat, tidak pula manfaat.

Firman Allah subhanahu wa ta'ala:

dan sesungguhnya Allah, Dialah Yang Mahatinggi lagi Mahabesar.

Sama pengertiannya dengan firman-Nya dalam ayat yang lain, yaitu:

dan Allah Mahatinggi lagi Mahabesar.
(Al Baqarah:255)

Dan firman Allah subhanahu wa ta'ala:

Yang Mahabesar lagi Mahatinggi.
(Ar Ra'du:9)

Segala sesuatu berada di bawah kekuasaan dan pengaruh-Nya serta kebesaran-Nya.
Tiada Tuhan selain Dia, dan tiada Rabb selain Dia.
Dialah Yang Mahabesar, tiada sesuatu pun yang lebih besar daripada-Nya.
Dia Mahatinggi, tiada sesuatu pun yang lebih tinggi daripada-Nya.
Dia Mahaagung tiada yang lebih agung daripada-Nya.
Mahatinggi lagi Mahasuci Allah dari semua yang dikatakan oleh orang-orang yang zalim (musyrik) lagi kelewat batas dengan ketinggian yang setinggi-tingginya.

Kata Pilihan Dalam Surah Al Hajj (22) Ayat 62

ALIYY
عَلِىّ

Lafaz ini berasal dari perkataan 'alaa, jamaknya 'aliyyun dan 'iiyah, artinya yang tinggi, yang keras, dan amat kuat, berkedudukan tinggi yang mulia.

Al Fayruz berkata,
"Apabila lafaz al 'aliy disandarkan kepada Allah, maknanya salah satu nama dari nama- nama Allah yang bermakna Dia begitu tinggi dan jauh untuk diketahui hakikatnya oleh para ahli sufi dan oleh ilmu ahli makrifat."

Lafaz 'aliy disebut sebanyak 11 kali di dalam Al Qur'an, yaitu dalam surah:
-Al Baqarah (2), ayat 255;
-An Nisaa' (4), ayat 34;
-Maryam (19), ayat 50, 57;
-Al Hajj (22), ayat 62;
-Luqman (31), ayat 30;
-Saba' (34), ayat 23;
-Al Mu'min (40), ayat 12;
-Asy Syuura (42), ayat 4, 51;
-Az Zukhruf (43), ayat 4.

At Tabari berkata,
"Al uliy, wazannya (bentuk katanya) adalah al fa'il dari ungkapan 'alaa-ya'lu-'uluwwan maknanya apabila ia naik, dan ism fa'ilnya ialah 'ali dan 'aliy.

Makna 'aliy adalah yang memiliki ketinggian di atas makhluk Nya dengan kekuasaannya. Terdapat perbedaan pendapat berkenaan lafaz al 'aliy.

- Sebahagian ulama berpendapat, makna al 'aliy adalah yang maha tinggi dari segala apa yang serupa dengannya dan mereka tidak ber­sepakat jika ia diberi makna yang tinggi tempatnya karena makna itu bisa diartikan Allah berada di suatu tempat dan tidak berada di suatu tempat.

- Sebahagian yang lain mengatakan, makna al 'aliy adalah yang Maha Tinggi diatas makhluk Nya dengan ketinggian tempatnya dari tempat makhluk­ Nya karena Allah di atas seluruh makhluk Nya dan makhluk Nya berada di bawah Nya, sebagaimana Allah me­nyifatkan diri Nya di atas Al Arsy, yaitu yang tinggi tempatnya di atas mereka.

Ibn 'Atiyyah berkata,
"Pendapat kedua di atas adalah dari kalangan Mufassirin yang jahil karena sepatutnya ianya (makna Al 'aliy) jangan diperselisihkan."

Asy Syawkani berkata,
"Makna lafaz al 'aliy adalah ke­ tinggian, kekuasaan dan kedudukan Nya."

Kesimpulannya, lafaz al 'aliy adalah salah satu nama dari nama-nama Allah yang bermakna yang Maha Tinggi dari segala tasybih (penyerupaan) dan tamthil (pe­ nyamaan dengan yang lain) lagi Maha Mulia dari segala sesuatu.

Sumber : Kamus Al Qur'an, PTS Islamika SDN. BHD.Hal:378-379

Informasi Surah Al Hajj (الحجّ)
Surat Al Hajj, termasuk golongan surat-surat Madaniyyah, terdiri atas 78 ayat, sedang me­nurut pendapat sebahagian ahli tafsir termasuk golongan surat-surat Makkiyyah.
Sebab perbe­daan ini ialah karena sebahagian ayat-ayat surat ini ada yang diturunkan di Mekah dan sebahagian lagi diturunkan di Madinah.

Dinamai surat ini "Al Hajj",
karena surat ini mengemukakan hal-hal yang berhubungan dengan ibadat haji, seperti ihram, thawaf, sa'i, wuquf di Arafah, mencukur rambut, syi'ar·syi'ar Allah, faedah-faedah dan hikmah-hikmah disyari'atkannya haji.
Ditegaskan pula bahwa ibadat haji itu telah disyari'atkan di masa Nabi Ibrahim 'alaihis salam, dan Ka'bah didirikan oleh Nabi Ibrahim 'alaihis salam bersama puteranya Ismail 'alaihis salam

Menurut Al Ghaznawi, surat Al Hajj termasuk di antara surat-surat yang ajaib, diturunkan di malam dan di siang hari, dalam musafir dan dalam keadaan tidak musafir, ada ayat-ayat yang diturunkan di Mekah dan ada pula yang diturunkan di Madinah, isinya ada yang berhubungan dengan peperangan dan ada pula yang berhubungan dengan perdamaian, ada ayat-ayatnya yang muhkam dan ada pula yang mutasyabihaat.

Keimanan:

Keimanan tentang adanya kebangkitan dan huru-hara hari kiamat
dan susunan alam semesta dapat diambil bukti-bukti tentang adanya Allah Maha Pencipta.

Hukum:

Kewajiban berhaji bagi kaum muslimin dan haji telah disyariatkan pada masa Ibrahim a.s
hukum berkata dusta
larangan menyembah berhala
binatang-binatang yang halal dimakan
hukum menghalang-halangi manusia dari jalan Allah dan Mas­jidil-haram
keizinan berperang untuk mempertahankan diri dan agama
hukum­ hukum yang berhubungan dengan haji.

Lain-lain:

Membantah kebenaran tanpa pengetahuan adalah perbuatan yang tercela
tanda­ tanda takwa yang sampai ke hati
tiap-tiap agama yang dibawa rasul-rasul sejak dahulu mempunyai syari'at tertentu dan cara melakukannya
pahala orang yang mati dalam berhijrah di jalan Allah
sikap orang-orang kafir bila mendengar ayat­ ayat Al Qur'an
anjuran berjihad dengan sesungguhnya
celaan Islam terhadap orang-orang yang tidak tetap pendiriannya dan selalu mencari keuntungan untuk diri sendiri


Gambar Kutipan Surah Al Hajj Ayat 62 *beta

Surah Al Hajj Ayat 62



Statistik
  • Rating RisalahMuslim

Surah Al Hajj

Surah Al-Hajj (bahasa Arab:الحجّ, al-Hajj, "Haji") adalah surah ke-22 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri dari 78 ayat .
Sebagian ayat dari surah ini diturunkan di Mekkah dan sebagian lagi di Madinah, oleh karena itu para ahli tafsir berbeda pendapat mengenai golongan surah ini (Makkiyah atau Madaniyah)

Surah ini dinamai surah ini Al-Hajj, karena surah ini mengemukakan hal-hal yang berhubungan dengan ibadah haji, seperti ihram, thawaf, sa'i, wuquf di Arafah, mencukur rambut, syi'ar-syi'ar Allah, faedah-faedah dan hikmah-hikmah disyari'atkannya haji.
Ditegaskan pula bahwa ibadat haji itu telah disyari'atkan pada masa Nabi Ibrahim, dan Ka'bah didirikan oleh Nabi Ibrahim bersama puteranya Ismail.

Menurut Al Ghaznawi, surah Al-Hajj termasuk di antara surah-surah yang ajaib, diturunkan di malam dan di siang hari, dalam musafir dan dalam keadaan tidak musafir, ada ayat-ayat yang diturunkan di Mekah dan ada pula yang diturunkan di Madinah, isinya ada yang berhubungan dengan peperangan dan ada pula yang berhubungan dengan perdamaian, ada ayat-ayatnya yang muhkam dan ada pula yang mutasyabihaat.

Nomor Surah 22
Nama Surah Al Hajj
Arab الحجّ
Arti Haji
Nama lain -
Tempat Turun Madinah & Makkah
Urutan Wahyu 103
Juz Juz 17
Jumlah ruku' 10 ruku'
Jumlah ayat 78
Jumlah kata 1282
Jumlah huruf 5315
Surah sebelumnya Surah Al-Anbiya
Surah selanjutnya Surah Al-Mu’minun
4.8
Rating Pembaca: 4.2 (28 votes)
Sending








Anda perlu login mengelola Bookmark.

📖 Lihat Semua Bookmark-ku