QS. Al Hajj (Haji) – surah 22 ayat 56 [QS. 22:56]

اَلۡمُلۡکُ یَوۡمَئِذٍ لِّلّٰہِ ؕ یَحۡکُمُ بَیۡنَہُمۡ ؕ فَالَّذِیۡنَ اٰمَنُوۡا وَ عَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ فِیۡ جَنّٰتِ النَّعِیۡمِ
Al-mulku yauma-idzil(n)-lillahi yahkumu bainahum faal-ladziina aamanuu wa’amiluush-shaalihaati fii jannaatinna’iim(i);

Kekuasaan di hari itu ada pada Allah, Dia memberi keputusan di antara mereka.
Maka orang-orang yang beriman dan beramal saleh adalah di dalam surga yang penuh kenikmatan.
―QS. 22:56
Topik ▪ Iman ▪ Keutamaan Iman ▪ Ikhlas dalam berbuat
22:56, 22 56, 22-56, Al Hajj 56, AlHajj 56, Al-Haj 56, Alhaj 56, Al Haj 56, Al-Hajj 56

Tafsir surah Al Hajj (22) ayat 56

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al Hajj (22) : 56. Oleh Kementrian Agama RI

Orang-orang yang beriman kepada Alquran, mengamalkan segala yang terkandung di dalamnya, beriman kepada Muhammad sebagai Rasul Allah, mengamalkan hadis-hadis-Nya melaksanakan perintah-perintah Allah dan menghentikan larangan-larangan, akan diberi balasan surga yang penuh kenikmatan.
Mereka memperoleh apa yang dikehendakinya, merasakan kebahagiaan, kesenangan yang belum pernah mereka rasakan selama hidup di dunia.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Pada hari ketika Allah mengadili para hamba-Nya, kekuatan mutlak berada di tangan-Nya.
Pada saat itu, orang-orang yang beriman dan berbuat baik akan dikekalkan dalam surga yang menyediakan berbagai jenis kesenangan.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Kekuasaan di hari itu) yaitu hari kiamat (hanyalah bagi Allah) semata.

Makna Istiqrar atau tetap yang terkandung sebelum lafal Yaumaidzin adalah ‘Amil yang menashabkan Zharaf atau lafal Yaumaidzin.

Maksudnya, kekuasaan pada hari kiamat itu hanyalah tetap bagi Allah semata (Dia memberi keputusan di antara mereka) antara kaum Mukminin dan orang-orang kafir, pengertian ini dijelaskan oleh firman selanjutnya, yaitu, (Maka orang-orang yang beriman dan beramal saleh adalah di dalam surga yang penuh kenikmatan) penuh dengan anugerah dari Allah.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Kerajaan dan kekuasaan pada hari itu kepunyaan Allah semata.
Dia memberi keputusan di antara orang-orang Mukmin dan orang-orang kafir.
Orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya serta mengerjakan amal-amal shalih, mereka mendapatkan kenikmatan yang abadi di dalam surga.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Kekuasaan di hari itu ada pada Allah.
Dia memberi keputusan di antara mereka.

Sama halnya dengan pengertian yang terdapat di dalam firman-Nya:

Yang menguasai hari pembalasan.
(Q.S. Al-Fatihah [1]: 4)

Dan firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Kerajaan yang hak pada hari itu adalah kepunyaan Tuhan Yang Maha Pemurah.
Dan adalah (hari itu) satu hari yang penuh kesukaran bagi orang-orang kafir.
(Q.S. Al-Furqaan [25]: 26)

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

maka orang-orang yang beriman dan beramal saleh.

Yakni hati mereka beriman dan mereka membenarkan Allah dan Rasul­Nya, serta mengamalkan apa yang telah mereka ketahui dan hati mereka selaras dengan ucapan dan amal perbuatannya.

berada di dalam surga yang penuh kenikmatan.

Yakni bagi mereka kenikmatan yang abadi yang tidak pernah beralih.


Informasi Surah Al Hajj (الحجّ)
Surat Al Hajj, termasuk golongan surat-surat Madaniyyah, terdiri atas 78 ayat, sedang me­nurut pendapat sebahagian ahli tafsir termasuk golongan surat-surat Makkiyyah.
Sebab perbe­daan ini ialah karena sebahagian ayat-ayat surat ini ada yang diturunkan di Mekah dan sebahagian lagi diturunkan di Madinah.

Dinamai surat ini “Al Hajj”,
karena surat ini mengemukakan hal-hal yang berhubungan dengan ibadat haji, seperti ihram, thawaf, sa’i, wuquf di Arafah, mencukur rambut, syi’ar·syi’ar Allah, faedah-faedah dan hikmah-hikmah disyari’atkannya haji.
Ditegaskan pula bahwa ibadat haji itu telah disyari’atkan di masa Nabi Ibrahim ‘alaihis salam, dan Ka’bah didirikan oleh Nabi Ibrahim ‘alaihis salam bersama puteranya Ismail ‘alaihis salam

Menurut Al Ghaznawi, surat Al Hajj termasuk di antara surat-surat yang ajaib, diturunkan di malam dan di siang hari, dalam musafir dan dalam keadaan tidak musafir, ada ayat-ayat yang diturunkan di Mekah dan ada pula yang diturunkan di Madinah, isinya ada yang berhubungan dengan peperangan dan ada pula yang berhubungan dengan perdamaian, ada ayat-ayatnya yang muhkam dan ada pula yang mutasyabihaat.

Keimanan:

Keimanan tentang adanya kebangkitan dan huru-hara hari kiamat
dan susunan alam semesta dapat diambil bukti-bukti tentang adanya Allah Maha Pencipta.

Hukum:

Kewajiban berhaji bagi kaum muslimin dan haji telah disyariatkan pada masa Ibrahim a.s
hukum berkata dusta
larangan menyembah berhala
binatang-binatang yang halal dimakan
hukum menghalang-halangi manusia dari jalan Allah dan Mas­jidil-haram
keizinan berperang untuk mempertahankan diri dan agama
hukum­ hukum yang berhubungan dengan haji.

Lain-lain:

Membantah kebenaran tanpa pengetahuan adalah perbuatan yang tercela
tanda­ tanda takwa yang sampai ke hati
tiap-tiap agama yang dibawa rasul-rasul sejak dahulu mempunyai syari’at tertentu dan cara melakukannya
pahala orang yang mati dalam berhijrah di jalan Allah
sikap orang-orang kafir bila mendengar ayat­ ayat Al Qur’an
anjuran berjihad dengan sesungguhnya
celaan Islam terhadap orang-orang yang tidak tetap pendiriannya dan selalu mencari keuntungan untuk diri sendiri

Ayat-ayat dalam Surah Al Hajj (78 ayat)

Audio

Qari Internasional

Q.S. Al-Hajj (22) ayat 56 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Al-Hajj (22) ayat 56 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Al-Hajj (22) ayat 56 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Al-Hajj - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 78 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 22:56
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Al Hajj.

Surah Al-Hajj (bahasa Arab:الحجّ, al-Hajj, "Haji") adalah surah ke-22 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri dari 78 ayat .
Sebagian ayat dari surah ini diturunkan di Mekkah dan sebagian lagi di Madinah, oleh karena itu para ahli tafsir berbeda pendapat mengenai golongan surah ini (Makkiyah atau Madaniyah)

Surah ini dinamai surah ini Al-Hajj, karena surah ini mengemukakan hal-hal yang berhubungan dengan ibadah haji, seperti ihram, thawaf, sa'i, wuquf di Arafah, mencukur rambut, syi'ar-syi'ar Allah, faedah-faedah dan hikmah-hikmah disyari'atkannya haji.
Ditegaskan pula bahwa ibadat haji itu telah disyari'atkan pada masa Nabi Ibrahim, dan Ka'bah didirikan oleh Nabi Ibrahim bersama puteranya Ismail.

Menurut Al Ghaznawi, surah Al-Hajj termasuk di antara surah-surah yang ajaib, diturunkan di malam dan di siang hari, dalam musafir dan dalam keadaan tidak musafir, ada ayat-ayat yang diturunkan di Mekah dan ada pula yang diturunkan di Madinah, isinya ada yang berhubungan dengan peperangan dan ada pula yang berhubungan dengan perdamaian, ada ayat-ayatnya yang muhkam dan ada pula yang mutasyabihaat.

Nomor Surah 22
Nama Surah Al Hajj
Arab الحجّ
Arti Haji
Nama lain -
Tempat Turun Madinah & Makkah
Urutan Wahyu 103
Juz Juz 17
Jumlah ruku' 10 ruku'
Jumlah ayat 78
Jumlah kata 1282
Jumlah huruf 5315
Surah sebelumnya Surah Al-Anbiya
Surah selanjutnya Surah Al-Mu’minun
4.8
Ratingmu: 4.4 (12 orang)
Sending









Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Email: [email protected]
Made with in Yogyakarta


Ikuti RisalahMuslim