Search
Generic filters
Filter by Custom Post Type
Filter berdasar surah
Pilih atau Semua
Abasa
Ad Dukhaan
Adh Dhuhaaa
Adz Dzaariyaat
Al 'Alaq
Al 'Ashr
Al A'laa
Al A'raaf
Al Aadiyaat
Al Ahqaaf
Al Ahzab
Al An 'aam
Al Anbiyaa
Al Anfaal
Al Ankabut
Al Balad
Al Baqarah
Al Bayyinah
Al Buruuj
Al Fajr
Al Falaq
Al Fath
Al Fatihah
Al Fiil
Al Furqaan
Al Ghaasyiyah
Al Haaqqah
Al Hadid
Al Hajj
Al Hasyr
Al Hijr
Al Hujurat
Al Humazah
Al Ikhlas
Al Infithar
Al Insaan
Al Insyiqaaq
Al Israa
Al Jaatsiyah
Al Jinn
Al Jumu'ah
Al Kaafiruun
Al Kahfi
Al Kautsar
Al Lahab
Al Lail
Al Ma'aarij
Al Maa'idah
Al Maa'un
Al Mu'min
Al Mu'minuun
Al Muddatstsir
Al Mujaadilah
Al Mulk
Al Mumtahanah
Al Munafiquun
Al Mursalat
Al Muthaffifin
Al Muzzammil
Al Qaari'ah
Al Qadr
Al Qalam
Al Qamar
Al Qashash
Al Qiyaamah
Al Waaqi'ah
Al Zalzalah
Alam Nasyrah
Ali Imran
An Naazi'at
An Nabaa
An Nahl
An Najm
An Naml
An Nas
An Nashr
An Nisaa'
An Nuur
Ar Ra'd
Ar Rahmaan
Ar Rum
As Sajdah
Ash Shaff
Ash Shaffaat
Asy Shyuura
Asy Syams
Asy Syu'araa
At Taghaabun
At Tahrim
At Takaatsur
At Takwir
At Taubah
At Tin
Ath Thaariq
Ath Thalaaq
Ath Thuur
Az Zukhruf
Az Zumar
Faathir
Fushshilat
Hud
Ibrahim
Luqman
Maryam
Muhammad
Nuh
Qaaf
Quraisy
Saba
Shaad
Thaa Haa
Yaa Siin
Yunus
Yusuf

💡 Langsung kunjungi https://risalahmuslim.id/2-255 atau cari dengan ketik nomer_surah:nomer_ayat. Contoh: 2:255

Al Hajj

Al Hajj (Haji) surah 22 ayat 49


قُلۡ یٰۤاَیُّہَا النَّاسُ اِنَّمَاۤ اَنَا لَکُمۡ نَذِیۡرٌ مُّبِیۡنٌ
Qul yaa ai-yuhaannaasu innamaa anaa lakum nadziirun mubiinun;

Katakanlah:
“Hai manusia, sesungguhnya aku adalah seorang pemberi peringatan yang nyata kepada kamu”.
―QS. 22:49
Topik ▪ Kekufuran manusia akan nikmat Allah
22:49, 22 49, 22-49, Al Hajj 49, AlHajj 49, Al-Haj 49, Alhaj 49, Al Haj 49, Al-Hajj 49
Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al Hajj (22) : 49. Oleh Kementrian Agama RI

Allah subhanahu wa ta'ala memerintahkan kepada Nabi Muhammad ﷺ agar menyampaikan kepada orang-orang yang minta disegerakan datangnya azab yang akan menimpa mereka itu bahwa menimpakan azab itu bukanlah tugas para Rasul.
Tugas para Rasul hanyalah menyampaikan peringatan dan ancaman Allah kepada manusia, termasuk di dalamnya mereka sendiri.
Dan juga menyampaikan bahwa tindakan-tindakan yang telah dilakukan orang-orang musyrik itu telah membawa mereka ke ambang pintu azab yang dijanjikan itu.

Para Rasul tidak berwenang menilai perbuatan hamba dan memberi taufik itu hanyalah Allah sendiri.
Allah berfirman:

"Bukanlah kewajibanmu menjadikan mereka mendapat petunjuk akan tetapi Allahlah yang memberi petunjuk (memberi taufik) siapa yang dikehendaki-Nya".
(Q.S.
Al Baqarah: 272)

Seandainya Allah subhanahu wa ta'ala berkehendak menimpakan azab yang dijanjikan itu, tentu Dia telah melakukannya, dan melakukannnya itu adalah mudah bagi-Nya, karena itu janganlah sekali-kali meminta kepada Rasul agar azab itu disegerakan atau ditangguhkan, karena semuanya itu adalah wewenang Allah subhanahu wa ta'ala

Dengan adanya penyampaian ancaman dan peringatan itu, tentulah manusia yang hatinya mungkin terbuka untuk menerima petunjuk Allah, mempunyai kesempatan untuk menghindarkan diri dari azab Allah yang diancamkan itu, yaitu dengan melakukan semua yang diperintahkan Allah, menghentikan semua yang dilarang dan berusaha menghapuskan segala dosanya dengan mengerjakan amal yang saleh.
Jika mereka tetap dalam kekafiran, tentulah Allah akan melaksanakan ancaman-Nya itu kepada mereka dengan menimpakan azab yang pedih kepada mereka.

Al Hajj (22) ayat 49 - dibacakan oleh Shaykh Mishari Alafasy Al Hajj (22) ayat 49 - dibacakan oleh Syaikh Sa'ad Al-Ghamidi Al Hajj (22) ayat 49 - dibacakan oleh Syaikh Muhammad Ayyub

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Katakan, wahai Nabi, kepada orang-orang yang melakukan pendustaan dan memintamu untuk mempercepat azab, "Aku tidak berhak untuk membalas amal perbuatan kalian.
Aku hanyalah pemberi peringatan akan datangnya azab Allah dengan peringatan yang jelas.
Hanya Allahlah yang akan menghitung dan membalas kamu sekalian."

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Katakanlah, "Hai manusia!) yakni penduduk Mekah (Sesungguhnya aku adalah seorang pemberi peringatan yang nyata kepada kalian") dan jelas peringatannya, dan aku adalah pembawa berita gembira bagi orang-orang yang beriman.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Katakanlah, wahai Rasul :
Hai manusia, aku tidak lain hanyalah pemberi peringatan kepada kalian, penyampai risalah dari Allah.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Allah subhanahu wa ta'ala berfirman kepada Nabi-Nya saat orang-orang kafir meminta kepadanya agar disegerakan datangnya azab yang telah dijanjikannya:

Katakanlah, "Hai manusia, sesungguhnya aku adalah seorang pemberi peringatan yang nyata kepada kalian."

Yakni sesungguhnya Allah mengutusku kepada kalian hanyalah sebagai pemberi peringatan di hadapan azab yang keras, dan tiada hak bagi saya untuk memperhitungkan kalian barang sedikit pun, segala urusan kalian dikembalikan kepada Allah, Jika Dia menghendaki, tentulah Dia menye­gerakan azab-Nya kepada kalian, dan jika Dia menghendaki yang lain, tentulah Dia menangguhkannya dari kalian.
Jika Dia menghendaki akan memberikan ampunan kepada orang yang bertobat kepada-Nya, tentulah Dia menerima tobatnya.
Dan jika Dia menghendaki kesesatan bagi orang-orang yang telah ditetapkan-Nya termasuk orang-orang yang celaka, tentulah Dia melakukan hal tersebut.
Dia Maha Melaksanakan segala sesuatu yang dikehendaki-Nya, yang diingini-Nya, dan yang dipilih-Nya.

tidak ada yang dapat menolak ketetapan-Nya, dan Dialah Yang Mahacepat hisab-Nya.
(Ar Ra'du:41)

Informasi Surah Al Hajj (الحجّ)
Surat Al Hajj, termasuk golongan surat-surat Madaniyyah, terdiri atas 78 ayat, sedang me­nurut pendapat sebahagian ahli tafsir termasuk golongan surat-surat Makkiyyah.
Sebab perbe­daan ini ialah karena sebahagian ayat-ayat surat ini ada yang diturunkan di Mekah dan sebahagian lagi diturunkan di Madinah.

Dinamai surat ini "Al Hajj",
karena surat ini mengemukakan hal-hal yang berhubungan dengan ibadat haji, seperti ihram, thawaf, sa'i, wuquf di Arafah, mencukur rambut, syi'ar·syi'ar Allah, faedah-faedah dan hikmah-hikmah disyari'atkannya haji.
Ditegaskan pula bahwa ibadat haji itu telah disyari'atkan di masa Nabi Ibrahim 'alaihis salam, dan Ka'bah didirikan oleh Nabi Ibrahim 'alaihis salam bersama puteranya Ismail 'alaihis salam

Menurut Al Ghaznawi, surat Al Hajj termasuk di antara surat-surat yang ajaib, diturunkan di malam dan di siang hari, dalam musafir dan dalam keadaan tidak musafir, ada ayat-ayat yang diturunkan di Mekah dan ada pula yang diturunkan di Madinah, isinya ada yang berhubungan dengan peperangan dan ada pula yang berhubungan dengan perdamaian, ada ayat-ayatnya yang muhkam dan ada pula yang mutasyabihaat.

Keimanan:

Keimanan tentang adanya kebangkitan dan huru-hara hari kiamat
dan susunan alam semesta dapat diambil bukti-bukti tentang adanya Allah Maha Pencipta.

Hukum:

Kewajiban berhaji bagi kaum muslimin dan haji telah disyariatkan pada masa Ibrahim a.s
hukum berkata dusta
larangan menyembah berhala
binatang-binatang yang halal dimakan
hukum menghalang-halangi manusia dari jalan Allah dan Mas­jidil-haram
keizinan berperang untuk mempertahankan diri dan agama
hukum­ hukum yang berhubungan dengan haji.

Lain-lain:

Membantah kebenaran tanpa pengetahuan adalah perbuatan yang tercela
tanda­ tanda takwa yang sampai ke hati
tiap-tiap agama yang dibawa rasul-rasul sejak dahulu mempunyai syari'at tertentu dan cara melakukannya
pahala orang yang mati dalam berhijrah di jalan Allah
sikap orang-orang kafir bila mendengar ayat­ ayat Al Qur'an
anjuran berjihad dengan sesungguhnya
celaan Islam terhadap orang-orang yang tidak tetap pendiriannya dan selalu mencari keuntungan untuk diri sendiri


Gambar Kutipan Surah Al Hajj Ayat 49 *beta

Surah Al Hajj Ayat 49



Statistik
  • Rating RisalahMuslim

Surah Al Hajj

Surah Al-Hajj (bahasa Arab:الحجّ, al-Hajj, "Haji") adalah surah ke-22 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri dari 78 ayat .
Sebagian ayat dari surah ini diturunkan di Mekkah dan sebagian lagi di Madinah, oleh karena itu para ahli tafsir berbeda pendapat mengenai golongan surah ini (Makkiyah atau Madaniyah)

Surah ini dinamai surah ini Al-Hajj, karena surah ini mengemukakan hal-hal yang berhubungan dengan ibadah haji, seperti ihram, thawaf, sa'i, wuquf di Arafah, mencukur rambut, syi'ar-syi'ar Allah, faedah-faedah dan hikmah-hikmah disyari'atkannya haji.
Ditegaskan pula bahwa ibadat haji itu telah disyari'atkan pada masa Nabi Ibrahim, dan Ka'bah didirikan oleh Nabi Ibrahim bersama puteranya Ismail.

Menurut Al Ghaznawi, surah Al-Hajj termasuk di antara surah-surah yang ajaib, diturunkan di malam dan di siang hari, dalam musafir dan dalam keadaan tidak musafir, ada ayat-ayat yang diturunkan di Mekah dan ada pula yang diturunkan di Madinah, isinya ada yang berhubungan dengan peperangan dan ada pula yang berhubungan dengan perdamaian, ada ayat-ayatnya yang muhkam dan ada pula yang mutasyabihaat.

Nomor Surah22
Nama SurahAl Hajj
Arabالحجّ
ArtiHaji
Nama lain-
Tempat TurunMadinah & Makkah
Urutan Wahyu103
JuzJuz 17
Jumlah ruku'10 ruku'
Jumlah ayat78
Jumlah kata1282
Jumlah huruf5315
Surah sebelumnyaSurah Al-Anbiya
Surah selanjutnyaSurah Al-Mu’minun
4.7
Rating Pembaca: 4.5 (29 votes)
Sending