QS. Al Hajj (Haji) – surah 22 ayat 47 [QS. 22:47]

وَ یَسۡتَعۡجِلُوۡنَکَ بِالۡعَذَابِ وَ لَنۡ یُّخۡلِفَ اللّٰہُ وَعۡدَہٗ ؕ وَ اِنَّ یَوۡمًا عِنۡدَ رَبِّکَ کَاَلۡفِ سَنَۃٍ مِّمَّا تَعُدُّوۡنَ
Wayasta’jiluunaka bil ‘adzaabi walan yukhlifallahu wa’dahu wa-inna yauman ‘inda rabbika kaalfi sanatin mimmaa ta’udduun(a);

Dan mereka meminta kepadamu agar azab itu disegerakan, padahal Allah sekali-kali tidak akan menyalahi janji-Nya.
Sesungguhnya sehari disisi Tuhanmu adalah seperti seribu tahun menurut perhitunganmu.
―QS. 22:47
Topik ▪ Zuhud ▪ Kerendahan dunia ▪ Energi angin
22:47, 22 47, 22-47, Al Hajj 47, AlHajj 47, Al-Haj 47, Alhaj 47, Al Haj 47, Al-Hajj 47

Tafsir surah Al Hajj (22) ayat 47

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al Hajj (22) : 47. Oleh Kementrian Agama RI

Dalam ayat ini Allah subhanahu wa ta’ala menerangkan bahwa orang-orang musyrik Mekah yang mendustakan ayat-ayat Allah itu, mengingkari seruan Nabi Muhammad ﷺ, tidak percaya kepada adanya hari kiamat, mereka meminta kepada Nabi Muhammad ﷺ agar kepada mereka ditimpakan pula azab seperti yang telah ditimpakan kepada umat-umat yang dahulu.
Permintaan itu mereka lakukan, karena yakin bahwa azab itu tidak akan datang.

Permintaan mereka dijawab Allah bahwa azab yang mereka minta itu pasti datang, karena hal itu merupakan sunatullah.
Allah sekali-kali tidak akan memungkiri janji-Nya.
Hanya saja azab itu didatangkan kepada mereka menurut waktu yang telah ditentukan Allah, tidak menurut waktu yang mereka kehendaki.
Waktu kedatangan azab itu hanya Allah sajalah yang mengetahuinya, sebagaimana waktu kedatangan azab kepada umat-umat yang dahulu, yang datang secara tiba-tiba, tanpa diketahui oleh seorangpun dari mana dan kapan akan datang azab itu.

Sebagaimana firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Maka apakah penduduk negeri-negeri itu merasa aman dari kedatangan siksaan Kami kepada mereka di malam hari di waktu mereka sedang tidur?
Atau apakah penduduk negeri-negeri itu merasa aman dari kedatangan siksan Kami kepada mereka di waktu matahari sepenggalahan naik ketika mereka sedang bermain?.
Maka apakah mereka merasa aman dari azab Allah (yang tidak terduga-duga)?
Tiadalah yang merasa aman dari azab Allah kecuali orang-orang yang merugi.

(Q.S.
Al A’raf: 97-98)

Jika orang-orang musyrik Mekah merasa bahwa telah lama masa berlalu, tetapi azab yang dijanjikan itu belum datang, sehingga mereka berpendapat bahwa azab itu tidak akan datang lagi, maka hendaklah mereka ingat bahwa seribu tahun menurut perasaan mereka adalah sama dengan sehari di sisi Allah.
Karena itu hendaklah mereka ingat bahwa Allah subhanahu wa ta’ala pasti menepati janji-Nya setelah berjalan waktu yang lama itu menurut perasaan mereka.
Allah subhanahu wa ta’ala melambatkan kedatangan azab itu bukanlah berarti bahwa Dia telah menyalahi janji yang telah dijanjikan-Nya itu.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Rasa sombong yang ada dalam hati pun kemudian membuat semua orang kafir Makkah tidak mau mempedulikan pelajaran-pelajaran yang ada.
Dengan nada menantang dan mengejek, mereka meminta kepadamu, wahai Nabi, untuk mempercepat azab yang pernah kamu janjikan.
Azab itu pasti terjadi.
Hanya saja, azab itu terjadi pada waktu yang telah ditentukan oleh Allah, baik di dunia maupun di akhirat.
Allah tidak mungkin melanggar janji-Nya, walaupun telah berlalu bertahun-tahun lamanya.
Karena satu hari menurut-Nya sama dengan seribu tahun menurut perhitungan kalian[1].

[1] Ayat ini sebenarnya telah mendahului penemuan hukum relativisme.
Yaitu, bahwa waktu yang ada ini adalah nisbi.
Dari itu, konsep tentang adanya waktu kosmos yang mutlak, seperti yang diyakini orang sebelum ditemukannya hukum ini, tidak dapat dipertahankan keabsahannya.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Dan mereka meminta kepadamu agar azab itu disegerakan, padahal Allah sekali-kali tidak akan menyalahi janji-Nya) untuk menurunkan azab itu, maka Dia menurunkannya dalam perang Badar.

(Sesungguhnya sehari di sisi Rabbmu) hari-hari di akhirat disebabkan pedihnya azab (adalah seperti seribu tahun dari tahun-tahun yang kalian hitung) dapat dibaca Ya’udduuna dan Ta’udduuna, yakni menurut perhitungan tahun-tahun di dunia.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Kaum kafir Quraisy meminta kepadamu, wahai Rasul, (karena kejahilan mereka yang sangat parah) agar adzab yang kamu peringatkan terhadap mereka, ketika mereka tetap dalam kekafiran mereka, disegerakan kedatangannya.
Allah tidak akan menyelisihi adzab yang diancamkan kepada mereka, karena itu pasti terjadi.
Sungguh Allah telah menyegerakan hal itu bagi mereka di dunia dalam peristiwa Badar.
Sesungguhnya sehari di sisi Allah (yaitu Hari Kiamat) adalah seperti seribu tahun dari tahun-tahun dunia yang kalian hitung.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman kepada Nabi-Nya:

Dan mereka meminta kepadamu agar azab itu disegerakan

Yakni orang-orang kafir yang atheis lagi mendustakan Allah, Kitab-Nya Rasul-Nya dan hari kemudian meminta kepada Nabi ﷺ agar azab itu disegerakan menimpa mereka.
Pengertian ayat ini sama dengan apa yang disebutkan dalam ayat lain melalui firman-Nya:

Dan (ingatlah) ketika mereka (orang-orang musyrik) berkata “Ya Allah, jika betul (Al-Qur’an) ini, dialah yang benar dari sisi Engkau, maka hujanilah kami dengan batu dari langit, atau datangkanlah kepada kami azab yang pedih” (Al Anfaal:32)

Dan firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Dan mereka berkata, “Ya Tuhan kami, cepatkanlah untuk kami azab yang diperuntukkan pada kami sebelum hari berhisab.” (Shaad:16)

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

padahal Allah sekali-kali tidak akan menyalahi janji-Nya.

Yaitu janji yang telah diikrarkan-Nya, bahwa Dia akan menegakkan hari kiamat dan mengadakan pembalasan terhadap musuh-musuh-Nya serta memuliakan kekasih-kekasih-Nya.

Al-Asmu’i mengatakan bahwa ketika ia berada di majelis Abu Amr ibnul Ala, tiba-tiba datanglah Amr ibnu Ubaid dan berkata, “Hai Abu Amr, apakah Allah akan menyalahi mi’ad (ancaman)-Nya?”
Abu Amr ibnul Ala menjawab, “Tidak,” seraya menyebutkan ayat yang menyangkut ancaman-Nya.
Maka Amr ibnu Ubaid berkata kepadanya, “Apakah kamu bukan orang Arab?
Sesungguh­nya orang-orang Arab menilai bahwa mencabut kembali suatu janji merupakan perbuatan tercela, sedangkan mencabut suatu ancaman merupakan perbuatan yang mulia.

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Sesungguhnya sehari di sisi Tuhanmu adalah seperti seribu tahun dari tahun-tahun yang kalian hitung.

Yakni Allah subhanahu wa ta’ala tidak akan menyegerakan azab-Nya, karena sesungguhnya seribu tahun bagi makhluk-Nya sama halnya dengan satu hari bagi-Nya bila dikaitkan dengan keadaan-Nya.
Sebab Dia Mahakuasa untuk melakukan pembalasan, dan bahwa sesungguhnya tiada suatu pun yang dapat luput dari azab-Nya, sekalipun Dia menangguhkannya.


Informasi Surah Al Hajj (الحجّ)
Surat Al Hajj, termasuk golongan surat-surat Madaniyyah, terdiri atas 78 ayat, sedang me­nurut pendapat sebahagian ahli tafsir termasuk golongan surat-surat Makkiyyah.
Sebab perbe­daan ini ialah karena sebahagian ayat-ayat surat ini ada yang diturunkan di Mekah dan sebahagian lagi diturunkan di Madinah.

Dinamai surat ini “Al Hajj”,
karena surat ini mengemukakan hal-hal yang berhubungan dengan ibadat haji, seperti ihram, thawaf, sa’i, wuquf di Arafah, mencukur rambut, syi’ar·syi’ar Allah, faedah-faedah dan hikmah-hikmah disyari’atkannya haji.
Ditegaskan pula bahwa ibadat haji itu telah disyari’atkan di masa Nabi Ibrahim ‘alaihis salam, dan Ka’bah didirikan oleh Nabi Ibrahim ‘alaihis salam bersama puteranya Ismail ‘alaihis salam

Menurut Al Ghaznawi, surat Al Hajj termasuk di antara surat-surat yang ajaib, diturunkan di malam dan di siang hari, dalam musafir dan dalam keadaan tidak musafir, ada ayat-ayat yang diturunkan di Mekah dan ada pula yang diturunkan di Madinah, isinya ada yang berhubungan dengan peperangan dan ada pula yang berhubungan dengan perdamaian, ada ayat-ayatnya yang muhkam dan ada pula yang mutasyabihaat.

Keimanan:

Keimanan tentang adanya kebangkitan dan huru-hara hari kiamat
dan susunan alam semesta dapat diambil bukti-bukti tentang adanya Allah Maha Pencipta.

Hukum:

Kewajiban berhaji bagi kaum muslimin dan haji telah disyariatkan pada masa Ibrahim a.s
hukum berkata dusta
larangan menyembah berhala
binatang-binatang yang halal dimakan
hukum menghalang-halangi manusia dari jalan Allah dan Mas­jidil-haram
keizinan berperang untuk mempertahankan diri dan agama
hukum­ hukum yang berhubungan dengan haji.

Lain-lain:

Membantah kebenaran tanpa pengetahuan adalah perbuatan yang tercela
tanda­ tanda takwa yang sampai ke hati
tiap-tiap agama yang dibawa rasul-rasul sejak dahulu mempunyai syari’at tertentu dan cara melakukannya
pahala orang yang mati dalam berhijrah di jalan Allah
sikap orang-orang kafir bila mendengar ayat­ ayat Al Qur’an
anjuran berjihad dengan sesungguhnya
celaan Islam terhadap orang-orang yang tidak tetap pendiriannya dan selalu mencari keuntungan untuk diri sendiri

Ayat-ayat dalam Surah Al Hajj (78 ayat)

Audio

Qari Internasional

Q.S. Al-Hajj (22) ayat 47 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Al-Hajj (22) ayat 47 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Al-Hajj (22) ayat 47 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Al-Hajj - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 78 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 22:47
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Al Hajj.

Surah Al-Hajj (bahasa Arab:الحجّ, al-Hajj, "Haji") adalah surah ke-22 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri dari 78 ayat .
Sebagian ayat dari surah ini diturunkan di Mekkah dan sebagian lagi di Madinah, oleh karena itu para ahli tafsir berbeda pendapat mengenai golongan surah ini (Makkiyah atau Madaniyah)

Surah ini dinamai surah ini Al-Hajj, karena surah ini mengemukakan hal-hal yang berhubungan dengan ibadah haji, seperti ihram, thawaf, sa'i, wuquf di Arafah, mencukur rambut, syi'ar-syi'ar Allah, faedah-faedah dan hikmah-hikmah disyari'atkannya haji.
Ditegaskan pula bahwa ibadat haji itu telah disyari'atkan pada masa Nabi Ibrahim, dan Ka'bah didirikan oleh Nabi Ibrahim bersama puteranya Ismail.

Menurut Al Ghaznawi, surah Al-Hajj termasuk di antara surah-surah yang ajaib, diturunkan di malam dan di siang hari, dalam musafir dan dalam keadaan tidak musafir, ada ayat-ayat yang diturunkan di Mekah dan ada pula yang diturunkan di Madinah, isinya ada yang berhubungan dengan peperangan dan ada pula yang berhubungan dengan perdamaian, ada ayat-ayatnya yang muhkam dan ada pula yang mutasyabihaat.

Nomor Surah22
Nama SurahAl Hajj
Arabالحجّ
ArtiHaji
Nama lain-
Tempat TurunMadinah & Makkah
Urutan Wahyu103
JuzJuz 17
Jumlah ruku'10 ruku'
Jumlah ayat78
Jumlah kata1282
Jumlah huruf5315
Surah sebelumnyaSurah Al-Anbiya
Surah selanjutnyaSurah Al-Mu’minun
4.5
Ratingmu: 4.3 (27 orang)
Sending







Pembahasan ▪ qs 22 ayat 47 ▪ surat al-Hajj ayat 47 ▪ terjemahan hajj 47

Video

Panggil Video Lainnya

RisalahMuslim di  







Email: [email protected]
Made with in Yogyakarta