Search
Exact matches only
Cari di judul
Cari di Arti & Tafsir
Search in comments
Search in excerpt
Filter by Custom Post Type
Filter berdasar surah
Pilih atau Semua
Abasa
Ad Dukhaan
Adh Dhuhaaa
Adz Dzaariyaat
Al 'Alaq
Al 'Ashr
Al A'laa
Al A'raaf
Al Aadiyaat
Al Ahqaaf
Al Ahzab
Al An 'aam
Al Anbiyaa
Al Anfaal
Al Ankabut
Al Balad
Al Baqarah
Al Bayyinah
Al Buruuj
Al Fajr
Al Falaq
Al Fath
Al Fatihah
Al Fiil
Al Furqaan
Al Ghaasyiyah
Al Haaqqah
Al Hadid
Al Hajj
Al Hasyr
Al Hijr
Al Hujurat
Al Humazah
Al Ikhlas
Al Infithar
Al Insaan
Al Insyiqaaq
Al Israa
Al Jaatsiyah
Al Jinn
Al Jumu'ah
Al Kaafiruun
Al Kahfi
Al Kautsar
Al Lahab
Al Lail
Al Ma'aarij
Al Maa'idah
Al Maa'un
Al Mu'min
Al Mu'minuun
Al Muddatstsir
Al Mujaadilah
Al Mulk
Al Mumtahanah
Al Munafiquun
Al Mursalat
Al Muthaffifin
Al Muzzammil
Al Qaari'ah
Al Qadr
Al Qalam
Al Qamar
Al Qashash
Al Qiyaamah
Al Waaqi'ah
Al Zalzalah
Alam Nasyrah
Ali Imran
An Naazi'at
An Nabaa
An Nahl
An Najm
An Naml
An Nas
An Nashr
An Nisaa'
An Nuur
Ar Ra'd
Ar Rahmaan
Ar Rum
As Sajdah
Ash Shaff
Ash Shaffaat
Asy Shyuura
Asy Syams
Asy Syu'araa
At Taghaabun
At Tahrim
At Takaatsur
At Takwir
At Taubah
At Tin
Ath Thaariq
Ath Thalaaq
Ath Thuur
Az Zukhruf
Az Zumar
Faathir
Fushshilat
Hud
Ibrahim
Luqman
Maryam
Muhammad
Nuh
Qaaf
Quraisy
Saba
Shaad
Thaa Haa
Yaa Siin
Yunus
Yusuf

💡 Ketik [nomer surah]-[nomer ayat], contoh: 2-255 atau albaqarah 255 atau ke www.risalahmuslim.id/2-255

Al Hajj

Al Hajj (Haji) surah 22 ayat 39


اُذِنَ لِلَّذِیۡنَ یُقٰتَلُوۡنَ بِاَنَّہُمۡ ظُلِمُوۡا ؕ وَ اِنَّ اللّٰہَ عَلٰی نَصۡرِہِمۡ لَقَدِیۡرُۨ
Udzina lil-ladziina yuqaataluuna biannahum zhulimuu wa-innallaha ‘ala nashrihim laqadiirun;

Telah diizinkan (berperang) bagi orang-orang yang diperangi, karena sesungguhnya mereka telah dianiaya.
Dan sesungguhnya Allah, benar-benar Maha Kuasa menolong mereka itu,
―QS. 22:39
Topik ▪ Iman ▪ Pertolongan Allah Ta’ala kepada orang mukmin ▪ Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir
22:39, 22 39, 22-39, Al Hajj 39, AlHajj 39, Al-Haj 39, Alhaj 39, Al Haj 39, Al-Hajj 39
Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al Hajj (22) : 39. Oleh Kementrian Agama RI

Ayat ini membolehkan orang-orang yang beriman memerangi orang-orang kafir.
jika mereka telah berbuat aniaya di muka bumi, menganiaya manusia, berbuat sewenang-wenang dan menentang agama Allah, dan orang-orang yang beriman telah teraniaya oleh mereka.

Sejak Nabi Muhammad ﷺ menyampaikan risalahnya dan melakukan dakwahnya kepada orang-orang Quraisy, maka sejak itu pula sikap mereka berubah terhadap Nabi dan para sahabat.
Semula mereka menganggap Muhammad sebagai seorang kepercayaan, orang yang adil yang dapat menyelesaikan perkara-perkara yang terjadi di antara mereka.
Tetapi setelah Nabi Muhammad ﷺ menyampaikan risalahnya, mereka lalu mengancam, menyakiti dan melakukan tindakan-tindakan yang merugikan Nabi ﷺ dan para sahabat dan sebagainya.
Pernah juga mereka melempari Nabi dengan kotoran binatang menganiaya para sahabat, sehingga penderitaan yang dialami Nabi dan para sahabat hampir-hampir tidak tertahankan lagi.
Para sahabat pernah mengadu hal itu kepada Nabi ﷺ dan meminta kepada Rasulullah agar kepada mereka diberikan perintah untuk membalas tindakan-tindakan orang-orang kafir itu.
Rasulullah berusaha menenangkan dan menyabarkan hati para sahabat, karena belum ada perintah dari Allah atau ayat yang diturunkan untuk mengadakan perlawanan dan mempertahankan diri.
Semakin hari penderitaan itu dirasakan semakin berat dan untuk menghindarkan diri dari terjadinya bentrokan dengan orang-orang kafir, maka pernah beberapa kali kaum Muslimin melakukan hijrah, seperti hijrah ke Habsyah, ke Madinah dan akhirnya Rasulullah dan para sahabat bersama-sama hijrah ke Madinah.

Setelah kaum Muslimin hijrah ke Madinah, barulah turun ayat-ayat yang memerintahkan kaum Muslimin memerangi orang-orang yang berbuat aniaya dan berusaha menghancurkan agama Islam dan orang-orang yang beriman.
Ayat ini adalah ayat yang pertama kali diturunkan yang berhubungan dengan perintah berperang.

Berkata Dahhak, "Para sahabat minta izin kepada Rasulullah ﷺ memerangi orang-orang kafir yang menyakiti mereka di Mekah, maka turunlah ayat 38 surat ini.
Setelah hijrah ke Madinah maka turunlah ayat 39 ini, yang merupakan ayat Qital yang pertama kali diturunkan.

Dan dalam hadis disebutkan:

Dari Ibnu Abbas, bahwasanya ia berkata, "Tatkala diusir Rasulullah ﷺ dari Mekah, Abu Bakar berkata, "Mereka telah mengusir Nabi mereka sesungguhnya kita kepunyaan Allah, sesungguhnya kita kembali kepada-Nya benar-benar hancurlah kaum itu".
Maka Allah menurunkan ayat ini yang artinya: Telah diizinkan (berperang) bagi orang-orang yang diperangi, karena sesungguhnya mereka telah dianiaya.
Dan Allah sesungguhnya adalah Maha Kuasa menolong mereka.
Berkata Abu Bakar, "Maka tahulah aku sesungguhnya akan ada peperangan".

(H.R.
Ahmad, Tirmizi, Nasai dan Ibnu Majah)

Ayat ini mengizinkan berperang dan ini diturunkan setelah Allah melarang orang-orang beriman berperang dalam waktu yang lama dan setelah Rasulullah berusaha beberapa kali menyebarkan dan menahan semangat orang-orang beriman menghadapi segala macam tindakan orang-orang kafir yang menyakitkan hati mereka.
Karena itu dapat diambil kesimpulan bahwa izin berperang itu diberikan kepada kaum Muslimin, jika perang itu merupakan satu-satunya jalan keluar bagi kesulitan yang tidak dapat diatasi lagi.
Dengan perkataan yang lain: bahwa peperangan itu dibolehkan untuk mempertahankan diri dan untuk menegakkan dan membela kalimat Allah.

Sebenarnya Allah subhanahu wa ta'ala Maha Kuasa membela dan memenangkan orang-orang yang beriman, tanpa melakukan sesuatu peperangan dan tanpa mengalami kesengsaraan dan penderitaan.
Akan tetapi Allah subhanahu wa ta'ala hendak menguji hati para hamba-Nya yang mukmin, sampai di mana ketabahan dan kesabaran mereka dalam menghadapi cobaan-cobaan Allah, sampai di mana ketaatan dan kepatuhan mereka dalam melaksanakan perintah-perintah Allah.
Betapa banyak orang yang semula dianggap baik imannya, tetapi setelah mengalami sedikit cobaan saja, mereka kembali menjadi kafir.
Dengan adanya perintah jihad itu, maka ada kesempatan bagi orang-orang yang beriman untuk memperoleh balasan Allah yang paling besar.
yaitu balasan yang disediakan bagi orang-orang yang mati syahid dalam mempertahankan agama Allah.

Al Hajj (22) ayat 39 - dibacakan oleh Shaykh Mishari Alafasy Al Hajj (22) ayat 39 - dibacakan oleh Syaikh Sa'ad Al-Ghamidi Al Hajj (22) ayat 39 - dibacakan oleh Syaikh Muhammad Ayyub

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Allah mengizinkan orang-orang Mukmin yang diperangi oleh orang-orang musyrik untuk balas memerangi disebabkan oleh telah sekian lamanya mereka bersabar dalam menghadapi kezaliman.
Allah sungguh Mahakuasa untuk menolong kekasih-kekasih-Nya yang beriman[1].

[1] Ayat ini telah mendahului hukum positif dalam masalah hukum membela diri.
Intinya, bahwa membela diri adalah hal yang dibolehkan, apa pun akibatnya.
Seseorang yang mempertahankan jiwa, harta atau negaranya tidak akan dituntut di depan Allah dan hukum, meskipun hal itu dapat mengakibatkan terjadinya pembunuhan dan hilangnya nyawa.
Demikianlah, ayat ini menegaskan kepada umat Islam bahwa mereka diperkenankan untuk melakukan tindakan defensif jika ada yang menyerang mereka.
Oleh karenanya, peperangan yang dilakukan kaum Muslim lebih bersifat defensif, bukan ofensif.
Dan mereka diperintahkan untuk menegakkan kebenaran Islam dengan argumentasi dan bukti yang jelas dan kuat, bukan melalui serangan ataupun paksaan.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Telah diizinkan bagi orang-orang yang diperangi) yaitu orang-orang Mukmin untuk berperang.
Ayat ini adalah ayat pertama yang diturunkan sehubungan dengan masalah jihad (karena sesungguhnya mereka) (telah dianiaya) oleh orang-orang kafir.
(Dan sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuasa menolong mereka).

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Kaum muslimin pada mulanya dilarang memerangi kaum kafir, diperintahkan bersabar menghadapi segala gangguan yang menimpa mereka.
Namun tatkala gangguan kaum kafir telah mencapai puncaknya, dan Nabi telah keluar dari Makkah berhijrah ke Madinah, serta Islam telah memiliki kekuatan, maka Allah mengizinkan kaum muslimin untuk berperang, karena mereka telah dizhalimi dan dimusuhi.
Dan Allah Mahakuasa menolong mereka dan menaklukkan musuh mereka.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Al-Aufi telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas, bahwa ayat ini diturunkan berkenaan dengan Nabi Muhammad ﷺ dan para sahabatnya saat mereka diusir dari Mekah.

Mujahid, Ad-Dahhak, dan lain-lainnya dari kalangan ulama Salaf —seperti Ibnu Abbas, Urwah ibnuz Zubair, Zaid ibnu Aslam, Muqatil ibnu Hayyan, dan Qatadah serta lain-lainnya lagi— mengatakan bahwa ayat ini diturunkan berkenaan dengan perintah jihad.
Sebagian ulama menyimpulkan dari ayat ini bahwa surat Al-Hajj ini adalah Madaniyah.

Ibnu Jarir mengatakan, telah menceritakan kepadaku Yahya ibnu Daud Al-Wasiti, telah menceritakan kepada kami Ishaq ibnu Yusuf, dari Sufyan, dari Al-A'masy, dari Muslim Al-Batin, dari Sa'id ibnu Jubair, dari Ibnu Abbas yang mengatakan bahwa ketika Nabi ﷺ keluar dari Mekah,

Abu Bakar berkata, "Mereka mengusir nabinya.
Inna Lillahi Wainna Ilaihi Raji'un, tentulah mereka pasti binasa." Ibnu Abbas mengatakan bahwa lalu Allah subhanahu wa ta'ala menurunkan firman-Nya: Telah diizinkan (berperang) bagi orang-orang yang diperangi, karena sesungguhnya mereka telah dianiaya.
Dan sesungguh­nya Allah benar-benar Mahakuasa menolong mereka itu.
(Al Hajj:39) Abu Bakar r.a.
berkata, "Maka saya mengetahui bahwa bakal terjadi peperangan."

Imam Ahmad meriwayatkannya dari Ishaq ibnu Yusuf Al-Azraq dengan lafaz yang sama, dan dia menambahkan, bahwa Ibnu 'Abbas telah mengatakan bahwa ayat ini merupakan mula-mula ayat yang diturunkan berkenaan dengan peperangan.

Imam Turmuzi dan Imam Nasai telah meriwayatkannya di dalam kitab tafsir, bagian dari kitab sunan masing-masing, juga Ibnu Abu Hatim melalui hadis Ishaq ibnu Yusuf.
Imam Turmuzi menambahkan Waki', keduanya menerima hadis ini dari Sufyan As-Sauri dengan sanad yang sama.
Imam Turmuzi mengatakan bahwa hadis ini berpredikat hasan, dan telah diriwayatkan bukan hanya oleh seorang saja dari As-Sauri, tetapi di dalam sanadnya tidak terdapat Ibnu Abbas.

Dan sesungguhnya Allah benar-benar Mahakuasa menolong mereka itu.
(Al Hajj:39)

Yakni Dia mampu menolong hamba-hamba-Nya yang mukmin tanpa melibatkan mereka dalam peperangan, tetapi Dia berkehendak agar hamba-hamba-Nya mencurahkan jerih payah mereka dalam bertaat kepada-Nya, seperti yang disebutkan dalam ayat-ayat lain melalui firman-Nya:

Apabila kalian bertemu dengan orang-orang kafir (di medan perang), Maka pancunglah batang leher mereka.
Sehingga apabila kalian telah mengalahkan mereka, maka tawanlah mereka dan sesudah itu kalian boleh membebaskan mereka atau menerima tebusan sampai perang berhenti.
Demikianlah, apabila Allah menghendaki niscaya Allah akan membinasakan mereka, tetapi Allah hendak menguji sebagian kalian dengan sebagian yang lain.
Dan orang-orang yang gugur pada jalan Allah, Allah tidak akan menyia-nyiakan amal mereka.
Allah akan memberi pimpinan kepada mereka dan memperbaiki keadaan mereka, dan memasukkan mereka ke dalam surga yang telah diperkenal-kan-Nya kepada mereka.
(Muhammad:4-6)

Perangilah mereka, niscaya Allah akan menyiksa mereka dengan (perantaraan) tangan-tangan kalian dan Allah akan menghinakan mereka dan menolong kalian terhadap mereka, serta melegakan hati orang-orang yang beriman, dan meng­hilangkan panas hati orang-orang mukmin.
Dan Allah menerima tobat orang yang dikehendaki-Nya.
Allah Maha Mengetahui lagi Mahabijaksana.
(At Taubah:14-15)

Apakah kalian mengira bahwa kalian akan dibiarkan (begitu saja), sedangkan Allah belum mengetahui (dalam kenyataan) orang-orang yang berjihad di antara kalian dan tidak mengambil menjadi teman yang setia selain Allah, Rasul-Nya, dan orang-orang yang beriman.
Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kalian kerjakan.
(At Taubah:16)

Apakah kalian mengira bahwa kalian akan masuk surga, padahal belum nyata bagi Allah orang-orang yang berjihad di antara kalian dan belum nyata orang-orang yang sabar.
(Ali Imran:142)

Dan firman Allah subhanahu wa ta'ala:

Dan sesungguhnya Kami benar-benar akan menguji kalian agar Kami mengetahui orang-prang yang berjihad dan bersabar di antara kalian dan agar Kami menyatakan (baik buruknya) hal ikhwalmu.
(Muhammad:31)

Karena itulah Ibnu Abbas mengatakan sehubungan dengan firman-Nya: Dan sesungguhnya Allah benar-benar Mahakuasa menolong mereka itu.
(Al Hajj:39) bahwa memang Allah telah melakukannya.

Sesungguhnya Allah mensyariatkan jihad hanyalah dalam waktu yang sesuai dengannya, karena sesungguhnya ketika kaum muslim berada di Mekah, jumlah kaum Musyrik jauh lebih banyak.
Seandainya kaum muslim diperintahkan untuk memerangi kaum musyrik, tentulah amat berat bagi mereka melakukannya, mengingat jumlah mereka hanya sepersepuluh jumlah kaum musyrik, bahkan kurang dari itu.
Karena itulah setelah penduduk Yasrib (Madinah) berbaiat kepada Rasulullah ﷺ di malam 'Aqabah, yang saat itu jumlah mereka ada delapan puluh orang lebih, mereka berkata, "Wahai Rasulullah, bolehkan kami menyerang penduduk lembah ini?"
Mereka bermaksud orang-orang yang ada di Mina di malam-malam Mina.
Maka Rasulullah ﷺ bersabda, "Sesungguhnya aku belum diperintahkan untuk melakukannya."

Setelah kaum musyrik bersikap kelewat batas dan mengusir Nabi ﷺ dari kalangan mereka, bahkan hampir saja mereka membunuhnya, sebagian di antara para sahabatnya berpencar, pergi meninggalkan Mekah, sebagian di antara mereka berhijrah ke Abesinia, dan sebagian lainnya ke Madinah.
Setelah mereka semua berada di Madinah, lalu Rasulullah ﷺ datang kepada mereka.
Maka mereka bersatu dibawah pimpinan Rasulullah ﷺ dan menolong beliau.
Sehingga jadilah Madinah merupakan kota Islam dan bentengnya, tempat kaum muslim berlindung.
Saat itulah Allah memerintahkan berjihad melawan musuh-musuh mereka.
Dan ayat ini merupakan awal ayat jihad yang diturunkan, yaitu firman-Nya: Telah diizinkan (berperang) bagi orang-orang yang diperangi, karena sesungguhnya mereka telah dianiaya.
Dan sesungguh­nya Allah benar-benar Mahakuasa menolong mereka itu, (yaitu) orang-orang yang telah diusir dari kampung halaman mereka tanpa alasan yang benar.
(Al Hajj:39-40)

Al-Aufi telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas, bahwa mereka diusir dari Mekah ke Madinah tanpa alasan yang benar, yakni Muhammad dan para sahabatnya.

Asbabun Nuzul
Sebab-Sebab Diturunkannya Surah Al Hajj (22) Ayat 39

Diriwayatkan oleh Ahmad, at-Tirmidzi, dan al-Hakim, yang bersumber dari Ibnu ‘Abbas.
Menurut at-Tirmidzi, hadits ini hasan, sedang menurut al-Hakim hadits ini shahih.
Bahwa ketika Nabi ﷺ hijrah dari Mekah, berkatalah Abu Bakr: “Mereka telah mengusir nabi mereka.
Mereka pasti akan dibinasakan.” Maka turunlah ayat ini (al-Hajj: 39) yang memberi kelonggaran untuk berperang bilamana umat Islam dianiaya.

Sumber : Asbabun Nuzul-K.H.Q.Shaleh – H.A.A Dahlan dkk.

Informasi Surah Al Hajj (الحجّ)
Surat Al Hajj, termasuk golongan surat-surat Madaniyyah, terdiri atas 78 ayat, sedang me­nurut pendapat sebahagian ahli tafsir termasuk golongan surat-surat Makkiyyah.
Sebab perbe­daan ini ialah karena sebahagian ayat-ayat surat ini ada yang diturunkan di Mekah dan sebahagian lagi diturunkan di Madinah.

Dinamai surat ini "Al Hajj",
karena surat ini mengemukakan hal-hal yang berhubungan dengan ibadat haji, seperti ihram, thawaf, sa'i, wuquf di Arafah, mencukur rambut, syi'ar·syi'ar Allah, faedah-faedah dan hikmah-hikmah disyari'atkannya haji.
Ditegaskan pula bahwa ibadat haji itu telah disyari'atkan di masa Nabi Ibrahim 'alaihis salam, dan Ka'bah didirikan oleh Nabi Ibrahim 'alaihis salam bersama puteranya Ismail 'alaihis salam

Menurut Al Ghaznawi, surat Al Hajj termasuk di antara surat-surat yang ajaib, diturunkan di malam dan di siang hari, dalam musafir dan dalam keadaan tidak musafir, ada ayat-ayat yang diturunkan di Mekah dan ada pula yang diturunkan di Madinah, isinya ada yang berhubungan dengan peperangan dan ada pula yang berhubungan dengan perdamaian, ada ayat-ayatnya yang muhkam dan ada pula yang mutasyabihaat.

Keimanan:

Keimanan tentang adanya kebangkitan dan huru-hara hari kiamat
dan susunan alam semesta dapat diambil bukti-bukti tentang adanya Allah Maha Pencipta.

Hukum:

Kewajiban berhaji bagi kaum muslimin dan haji telah disyariatkan pada masa Ibrahim a.s
hukum berkata dusta
larangan menyembah berhala
binatang-binatang yang halal dimakan
hukum menghalang-halangi manusia dari jalan Allah dan Mas­jidil-haram
keizinan berperang untuk mempertahankan diri dan agama
hukum­ hukum yang berhubungan dengan haji.

Lain-lain:

Membantah kebenaran tanpa pengetahuan adalah perbuatan yang tercela
tanda­ tanda takwa yang sampai ke hati
tiap-tiap agama yang dibawa rasul-rasul sejak dahulu mempunyai syari'at tertentu dan cara melakukannya
pahala orang yang mati dalam berhijrah di jalan Allah
sikap orang-orang kafir bila mendengar ayat­ ayat Al Qur'an
anjuran berjihad dengan sesungguhnya
celaan Islam terhadap orang-orang yang tidak tetap pendiriannya dan selalu mencari keuntungan untuk diri sendiri


Gambar Kutipan Surah Al Hajj Ayat 39 *beta

Surah Al Hajj Ayat 39



Statistik
  • Rating RisalahMuslim

Surah Al Hajj

Surah Al-Hajj (bahasa Arab:الحجّ, al-Hajj, "Haji") adalah surah ke-22 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri dari 78 ayat .
Sebagian ayat dari surah ini diturunkan di Mekkah dan sebagian lagi di Madinah, oleh karena itu para ahli tafsir berbeda pendapat mengenai golongan surah ini (Makkiyah atau Madaniyah)

Surah ini dinamai surah ini Al-Hajj, karena surah ini mengemukakan hal-hal yang berhubungan dengan ibadah haji, seperti ihram, thawaf, sa'i, wuquf di Arafah, mencukur rambut, syi'ar-syi'ar Allah, faedah-faedah dan hikmah-hikmah disyari'atkannya haji.
Ditegaskan pula bahwa ibadat haji itu telah disyari'atkan pada masa Nabi Ibrahim, dan Ka'bah didirikan oleh Nabi Ibrahim bersama puteranya Ismail.

Menurut Al Ghaznawi, surah Al-Hajj termasuk di antara surah-surah yang ajaib, diturunkan di malam dan di siang hari, dalam musafir dan dalam keadaan tidak musafir, ada ayat-ayat yang diturunkan di Mekah dan ada pula yang diturunkan di Madinah, isinya ada yang berhubungan dengan peperangan dan ada pula yang berhubungan dengan perdamaian, ada ayat-ayatnya yang muhkam dan ada pula yang mutasyabihaat.

Nomor Surah 22
Nama Surah Al Hajj
Arab الحجّ
Arti Haji
Nama lain -
Tempat Turun Madinah & Makkah
Urutan Wahyu 103
Juz Juz 17
Jumlah ruku' 10 ruku'
Jumlah ayat 78
Jumlah kata 1282
Jumlah huruf 5315
Surah sebelumnya Surah Al-Anbiya
Surah selanjutnya Surah Al-Mu’minun
4.9
Rating Pembaca: 4.3 (9 votes)
Sending







✔ sebab nuzul ayat 39 surah al- hajj

Anda perlu login mengelola Bookmark.

📖 Lihat Semua Bookmark-ku