Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

QS. Al Hadid (Besi) – surah 57 ayat 22 [QS. 57:22]

مَاۤ اَصَابَ مِنۡ مُّصِیۡبَۃٍ فِی الۡاَرۡضِ وَ لَا فِیۡۤ اَنۡفُسِکُمۡ اِلَّا فِیۡ کِتٰبٍ مِّنۡ قَبۡلِ اَنۡ نَّبۡرَاَہَا ؕ اِنَّ ذٰلِکَ عَلَی اللّٰہِ یَسِیۡرٌ
Maa ashaaba min mushiibatin fiil ardhi walaa fii anfusikum ilaa fii kitaabin min qabli an nabraahaa inna dzalika ‘alallahi yasiirun;
Setiap bencana yang menimpa di bumi dan yang menimpa dirimu sendiri, semuanya telah tertulis dalam Kitab (Lauh Mahfuzh) sebelum Kami mewujudkannya.
Sungguh, yang demikian itu mudah bagi Allah.

―QS. Al Hadid [57]: 22

No disaster strikes upon the earth or among yourselves except that it is in a register before We bring it into being – indeed that, for Allah, is easy –
― Chapter 57. Surah Al Hadid [verse 22]

مَآ tidak

Not
أَصَابَ menimpa

strikes
مِن dari

any
مُّصِيبَةٍ bencana

disaster
فِى pada

in
ٱلْأَرْضِ bumi

the earth
وَلَا dan tidak

and not
فِىٓ pada

in
أَنفُسِكُمْ diri kalian sendiri

yourselves,
إِلَّا kecuali

but
فِى pada

in
كِتَٰبٍ kitab

a Register
مِّن dari

before *[meaning includes next or prev. word]
قَبْلِ sebelum

before *[meaning includes next or prev. word]
أَن bahwa

that
نَّبْرَأَهَآ Kami menciptakannya

We bring it into existence.
إِنَّ sesungguhnya

Indeed,
ذَٰلِكَ demikian/itu

that
عَلَى atas

for
ٱللَّهِ Allah

Allah
يَسِيرٌ mudah

(is) easy.

Tafsir

Alquran

Surah Al Hadid
57:22

Tafsir QS. Al Hadid (57) : 22. Oleh Kementrian Agama RI


Ayat ini menerangkan bahwa semua bencana dan malapetaka yang menimpa permukaan bumi, seperti gempa bumi, banjir dan bencana alam yang lain serta bencana yang menimpa manusia, seperti kecelakaan, penyakit dan sebagainya telah ditetapkan akan terjadi sebelumnya dan tertulis di Lauh Mahfudz, sebelum Allah menciptakan makhluk-Nya.
Hal ini berarti tidak ada suatu pun yang terjadi di alam ini yang luput dari pengetahuan Allah dan tidak tertulis di Lauh Mahfudz.

Menetapkan segala sesuatu yang akan terjadi itu adalah sangat mudah bagi Allah, karena Dia Maha Mengetahui segala sesuatu, baik yang telah ada maupun yang akan ada nanti, baik yang besar maupun yang kecil, yang tampak dan yang tidak tampak.


Ayat ini merupakan peringatan sebagian kaum Muslimin yang masih percaya kepada tenung, suka meminta sesuatu kepada kuburan yang dianggap keramat, menanyakan sesuatu yang akan terjadi kepada dukun dan sebagainya.

Hendaklah mereka hanya percaya kepada Allah saja, karena hanyalah Dia yang menentukan segala sesuatu.
Mempercayai adanya kekuatan-kekuatan gaib, selain dari kekuasaan Allah termasuk memperserikatkan-Nya dengan makhluk ciptaan-Nya dan berarti tidak percaya kepada tauhid rububiyyah yang ada pada Allah.

Tafsir QS. Al Hadid (57) : 22. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Semua musibah yang terjadi di bumi seperti kekeringan, kurangnya buah-buahan dan lain-lain, atau yang terjadi pada diri kalian seperti sakit, miskin, mati dan lain-lain, telah tercatat dalam al-Lawh al-Mahfuzh dan telah ada dalam ilmu Allah sejak sebelum semuanya terjadi.
Hal itu sangat mudah bagi Allah, karena ilmu-Nya meliputi segala sesuatu.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Wahai sekalian manusia, tidaklah terjadi musibah di bumi, tidak juga musibah itu menimpa diri kalian berupa penyakit, kelaparan, dan sakit kecuali tercatat di Lauh Mahfuz sebelum semua makhluk ini diciptakan.
Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Tiada suatu bencana pun yang menimpa di bumi) seperti kekeringan


(dan tidak pula pada diri kalian sendiri) seperti sakit dan kematian anak


(melainkan telah tertulis dalam Kitab) di Lohmahfuz


(sebelum Kami menciptakannya) sebelum Kami menciptakan semuanya.
Demikian pula mengenai hal yang menyangkut nikmat dikatakan seperti itu.


(Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah).

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:


Allah subhanahu wa ta’ala menceritakan tentang takdir yang telah ditetapkan-Nya atas makhluk-Nya sebelum Dia menciptakan semuanya.
Untuk itu Dia berfirman:

Tiada suatu bencana pun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri.
(QS. Al-Hadid [57]: 22)

Maksudnya, di jagat raya ini dan juga pada diri kalian.

melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauh Mahfuz) sebelum Kami menciptakannya.
(QS. Al-Hadid [57]: 22)

Yakni sebelum Kami ciptakan manusia dan makhluk lainnya.
Sebagian ulama tafsir mengatakan bahwa damir yang terdapat pada lafaz nabra-aha merujuk kepada nufus (yakni anfusikum).
Menurut pendapat yang lain, kembali kepada musibah.
Tetapi pendapat yang terbaik ialah yang mengatakan kembali kepada makhluk dan manusia, karena konteks pembicaraan berkaitan dengannya.
Seperti yang dikatakan oleh Ibnu Jarir, telah menceritakan kepadaku Ya’qub, telah menceritakan kepada kami Ibnu Aliyyah, dari Mansur ibnu Abdur Rahman yang mengatakan,
"Ketika aku sedang duduk bersama Al-Hasan, tiba-tiba datanglah seorang lelaki yang menanyakan kepadanya tentang makna firman-Nya:
‘Tiada suatu bencana pun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauh Mahfuz) sebelum Kami menciptakannya’ (QS. Al-Hadid [57]: 22)
Maka kusampaikan kepadanya pertanyaan lelaki itu, lalu Al-Hasan menjawab, ‘Subhanallah, siapakah yang meragukan hal ini;
semua musibah yang terjadi di antara langit dan bumi, maka telah berada di dalam kitab Allah (Lauh Mahfuz) sebelum Dia menciptakan manusia."

Qatadah mengatakan bahwa makna yang dimaksud dengan ‘musibah’ di sini ialah musim paceklik atau kekeringan.

dan (tidak pula) pada dirimu sendiri.
(QS. Al-Hadid 22)

Yakni berupa rasa sakit dan penyakit.
Qatadah mengatakan bahwa telah diceritakan kepada kami bahwa tiada seorang pun yang terkena luka karena batang dan tidak pula musibah yang menimpa telapak kaki (tertusuk duri) dan tidak pula terkilirnya urat, melainkan karena perbuatan dosa (yang bersangkutan), dan apa yang dimaafkan oleh Allah darinya adalah lebih banyak.

Ayat yang mulia ini juga merupakan dalil yang paling akurat yang membantah golongan Qadariyah yang menafikan adanya pengetahuan Allah yang terdahulu.
Semoga Allah mengutuk mereka.

Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abu Abdur Rahman, telah menceritakan kepada kami Haiwah dan Ibnu Lahi’ah.
Keduanya mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abu Hani’ Al-Khaulani, bahwa ia pernah mendengar Abu Abdur Rahman Al-Habli mengatakan bahwa ia pernah mendengar Abdullah ibnu Amr ibnul As mengatakan bahwa ia pernah mendengar Rasulullah ﷺ bersabda:
Allah telah menetapkan ukuran-ukuran (semua makhluk-Nya) sebelum menciptakan langit dan bumi dalam jarak lima puluh ribu tahun.

Imam Muslim meriwayatkannya di dalam kitab sahihnya melalui hadis Abdullah ibnu Wahb dan Haiwah ibnu Syuraih dan Nafi’ ibnu Yazid, ketiganya dari Abu Hani’ dengan sanad yang sama.
Dan Ibnu Wahb menambahkan:


sedangkan ‘Arasy-Nya berada di atas air.

Imam Turmuzi telah meriwayatkan pula hadis ini, dan ia mengatakan bahwa hadis ini hasan sahih.

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah.
(QS. Al-Hadid [57]: 22)

Artinya, pengetahuan Allah subhanahu wa ta’ala mengenai segala sesuatu sebelum kejadiannya dan pencatatan semuanya itu oleh-Nya sesuai dengan kejadiannya di alam kenyataan adalah mudah sekali bagi Allah.
Karena sesungguhnya Dia mengetahui apa yang telah terjadi dan apa yang akan terjadi serta apa yang tidak akan terjadi, dan bagaimana akibatnya bila hal itu terjadi.

Unsur Pokok Surah Al Hadid (الحديد)

Surat Al-Hadid terdiri atas 29 ayat, termasuk golongan surat-surat Madaniyyah, diturunkan sesudah surat Az Zalzalah.

Dinamai "Al Hadiid" (Besi), diambil dari perkataan "Al Hadiid" yang terdapat pada ayat 25 surat ini.

Keimanan:

▪ Hanya kepada Allah kembali semua urusan.
▪ Beberapa sifat Allah dan beberapa Asmaa-ul Husna serta pernyataan kekuasaan Allah di langit dan di bumi.

Hukum:

▪ Perintah menafkahkan harta.

Lain-lain:

▪ Keadaan orang-orang munafik di hari kiamat.
Hakikat kehidupan dunia dan kehidupan akhirat.
▪ Tujuan penciptaan besi.
▪ Tujuan diutusnya para rasul.
▪ Kehidupan kerahiban dalam agama Nasrani bukan berasal dari ajaran Nabi Isa `

Audio

QS. Al-Hadid (57) : 1-29 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 29 + Terjemahan Indonesia

QS. Al-Hadid (57) : 1-29 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 29

Gambar Kutipan Ayat

Surah Al Hadid ayat 22 - Gambar 1 Surah Al Hadid ayat 22 - Gambar 2
Statistik QS. 57:22
  • Rating RisalahMuslim
4.6

Ayat ini terdapat dalam surah Al Hadid.

Surah Al-Hadid (bahasa Arab:الحديد, “Besi”) adalah surah ke-57 dalam Alquran.
Surah ini tergolong surah Madaniyah dan terdiri atas 29 ayat.
Dinamakan Al Hadiid yang berarti besi diambil dari perkataan Al Hadiid yang terdapat pada ayat ke-25 surat ini.

Nomor Surah57
Nama SurahAl Hadid
Arabالحديد
ArtiBesi
Nama lain
Tempat TurunMadinah
Urutan Wahyu94
JuzJuz 27
Jumlah ruku’4 ruku’
Jumlah ayat29
Jumlah kata576
Jumlah huruf2545
Surah sebelumnyaSurah Al-Waqi’ah
Surah selanjutnyaSurah Al-Mujadilah
Sending
User Review
3.33 (3 votes)
Tags:

57:22, 57 22, 57-22, Surah Al Hadid 22, Tafsir surat AlHadid 22, Quran Al-Hadid 22, Surah Al Hadid ayat 22

▪ ayat alquran hadid 22 ▪ qs al hadid 22-23 arab ▪ tadabbur alhadid
Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa?
Klik di sini sekarang!

Video


Panggil Video Lainnya

Ayat Lainnya

QS. Ali Imran (Keluarga ‘Imran) – surah 3 ayat 63 [QS. 3:63]

Kemudian jika mereka tetap berpaling meski sudah diberikan buktibukti kemahakuasaan, kemahaperkasaan, dan kemahaesaan Allah, maka ketahuilah bahwa Allah Maha Mengetahui orang-orang yang berbuat kerusa … 3:63, 3 63, 3-63, Surah Ali Imran 63, Tafsir surat AliImran 63, Quran Al Imran 63, Surah Ali Imran ayat 63

QS. Al Zalzalah (Kegoncangan) – surah 99 ayat 7 [QS. 99:7]

7. Pada saat itu setiap manusia akan mengetahui nasib dirinya. Maka barang siapa mengerjakan kebaikan seberat zarrah, niscaya dia akan melihatnya dalam buku catatan amalnya lalu dia akan menerima paha … 99:7, 99 7, 99-7, Surah Al Zalzalah 7, Tafsir surat AlZalzalah 7, Quran Al-Zalzalah 7, Surah Al Zalzalah ayat 7

Hadits Shahih

Podcast

Hadits & Doa

Soal & Pertanyaan Agama

Dalam QS. Al-Muddassir ayat 1-7 adalah menjadi dasar bagi Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam untuk melakukan dakwah di Mekkah secara ...

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
QS. Al Mudatsir adalah surah ke 74 dalam Alquran yang tergolong ke dalam surah Makkiyyah.

Pembahasan:

Ayat 1

يَا أَيُّهَا الْمُدَّثِّرُ

yaa ayyuhaal muddatstsir

Hai orang yang berkemul (berselimut)


Ayat 2

قُمْ فَأَنْذِرْ

Qum faandzir

bangunlah, lalu berilah peringatan


Ayat 3

وَرَبَّكَ فَكَبِّرْ

warabbaka fakabbir

dan Tuhanmu agungkanlah


Ayat 4

وَثِيَابَكَ فَطَهِّرْ

wa shiyabaqa fathahhir

dan pakaianmu bersihkanlah


Ayat 5

وَالرُّجْزَ فَاهْجُرْ

warrujja fahjur

dan perbuatan dosa tinggalkanlah


Ayat 6

وَلَا تَمْنُنْ تَسْتَكْثِرُ

wa laa tamnun tastakstir

dan janganlah kamu memberi (dengan maksud) memperoleh (balasan) yang lebih banyak.


Ayat 7

وَلِرَبِّكَ فَاصْبِرْ

walirabbaka fashbir

Dan untuk (memenuhi perintah) Tuhanmu, bersabarlah.

Dari proses dakwah secara diam-diam yang dilakukan oleh Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam ketika melakukan dakwah di Mekkah, maka terdapat beberapa sahabat yang masuk Islam pertama kali. Mereka dikenal dengan sebutan ...

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
Assabiqunal awwalun adalah sebutan untuk sahabat-sahabat nabi Muhammad yang pertama kali memeluk islam.

Contohnya: Abu Bakar Ash Shiddiq, Utsman bin Affan, Ali bin Abi Thalib dan Khadijah ra. Assabiqunal awwalun artinya adalah orang-orang yang awal masuk atau memeluk agama islam.

Masyarakat Arab sebelum Islam memiliki kebiasaan buruk, juga memiliki kebiasaan baik. Di bawah ini yang tidak termasuk kebiasaan baik masyarakat Arab sebelum Islam adalah ...

Benar! Kurang tepat!

+

Array

Berikut ini yang bukan merupakan substansi dakwah Rasulullah di Mekkah adalah ...

Benar! Kurang tepat!

Cara yang pertama kali ditempuh oleh Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam ketika melakukan dakwah di Mekkah secara terang- terangan adalah ...

Benar! Kurang tepat!

Pendidikan Agama Islam #11
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #11 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #11 2

Belajar lagi yaa...

Bagikan Prestasimu:

Soal Lainnya

Pendidikan Agama Islam #14

Ketika Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam masih remaja, baginda telah bekerja mengambil upah sebagai pengembala binatang ternak. Apakah binatang

Pendidikan Agama Islam #21

Pembukuan Alquran dilakukan pada masa khalifah … Abu Bakar Ali bin Abi Thalib Umar bin Khattab Usman bin Affan Abu

Pendidikan Agama Islam #27

Surah yang pertama kali turun secara lengkap adalah … al-‘Alaq al-Fatihah an-Nas al-Kautsar ar-Rahman Benar! Kurang tepat! Surah yang tidak

Instagram