QS. Al Hadid (Besi) – surah 57 ayat 22 [QS. 57:22]

مَاۤ اَصَابَ مِنۡ مُّصِیۡبَۃٍ فِی الۡاَرۡضِ وَ لَا فِیۡۤ اَنۡفُسِکُمۡ اِلَّا فِیۡ کِتٰبٍ مِّنۡ قَبۡلِ اَنۡ نَّبۡرَاَہَا ؕ اِنَّ ذٰلِکَ عَلَی اللّٰہِ یَسِیۡرٌ
Maa ashaaba min mushiibatin fiil ardhi walaa fii anfusikum ilaa fii kitaabin min qabli an nabraahaa inna dzalika ‘alallahi yasiirun;

Tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauhul Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya.
Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah.
―QS. 57:22
Topik ▪ Takdir ▪ Penentuan takdir sebelum penciptaan ▪ Tugas-tugas malaikat
57:22, 57 22, 57-22, Al Hadid 22, AlHadid 22, Al-Hadid 22

Tafsir surah Al Hadid (57) ayat 22

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al Hadid (57) : 22. Oleh Kementrian Agama RI

Mohon maaf.
Tafsir belum tersedia

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Semua musibah yang terjadi di bumi seperti kekeringan, kurangnya buah-buahan dan lain-lain, atau yang terjadi pada diri kalian seperti sakit, miskin, mati dan lain-lain, telah tercatat dalam al-Lawh al-Mahfuzh dan telah ada dalam ilmu Allah sejak sebelum semuanya terjadi.
Hal itu sangat mudah bagi Allah, karena ilmu-Nya meliputi segala sesuatu.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Tiada suatu bencana pun yang menimpa di bumi) seperti kekeringan (dan tidak pula pada diri kalian sendiri) seperti sakit dan kematian anak (melainkan telah tertulis dalam Kitab) di Lohmahfuz (sebelum Kami menciptakannya) sebelum Kami menciptakan semuanya.

Demikian pula mengenai hal yang menyangkut nikmat dikatakan seperti itu.

(Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah).

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Allah subhanahu wa ta’ala menceritakan tentang takdir yang telah ditetapkan-Nya atas makhluk-Nya sebelum Dia menciptakan semuanya.
Untuk itu Dia berfirman:

Tiada suatu bencana pun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri.
(Al-Hadid: 22)

Maksudnya, di jagat raya ini dan juga pada diri kalian.

melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauh Mahfuz) sebelum Kami menciptakannya.
(Al-Hadid: 22)

Yakni sebelum Kami ciptakan manusia dan makhluk lainnya.
Sebagian ulama tafsir mengatakan bahwa damir yang terdapat pada lafaz nabra-aha merujuk kepada nufus (yakni anfusikum).
Menurut pendapat yang lain, kembali kepada musibah.
Tetapi pendapat yang terbaik ialah yang mengatakan kembali kepada makhluk dan manusia, karena konteks pembicaraan berkaitan dengannya.
Seperti yang dikatakan oleh Ibnu Jarir, telah menceritakan kepadaku Ya’qub, telah menceritakan kepada kami Ibnu Aliyyah, dari Mansur ibnu Abdur Rahman yang mengatakan, “Ketika aku sedang duduk bersama Al-Hasan, tiba-tiba datanglah seorang lelaki yang menanyakan kepadanya tentang makna firman-Nya: ‘Tiada suatu bencana pun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauh Mahfuz) sebelum Kami menciptakannya’ (Al-Hadid: 22) Maka kusampaikan kepadanya pertanyaan lelaki itu, lalu Al-Hasan menjawab, ‘Subhanallah, siapakah yang meragukan hal ini; semua musibah yang terjadi di antara langit dan bumi, maka telah berada di dalam kitab Allah (Lauh Mahfuz) sebelum Dia menciptakan manusia.”

Qatadah mengatakan bahwa makna yang dimaksud dengan ‘musibah’ di sini ialah musim paceklik atau kekeringan.

dan (tidak pula) pada dirimu sendiri.
(Al-Hadid 22)

Yakni berupa rasa sakit dan penyakit.
Qatadah mengatakan bahwa telah diceritakan kepada kami bahwa tiada seorang pun yang terkena luka karena batang dan tidak pula musibah yang menimpa telapak kaki (tertusuk duri) dan tidak pula terkilirnya urat, melainkan karena perbuatan dosa (yang bersangkutan), dan apa yang dimaafkan oleh Allah darinya adalah lebih banyak.

Ayat yang mulia ini juga merupakan dalil yang paling akurat yang membantah golongan Qadariyah yang menafikan adanya pengetahuan Allah yang terdahulu.
Semoga Allah mengutuk mereka.

Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abu Abdur Rahman, telah menceritakan kepada kami Haiwah dan Ibnu Lahi’ah.
Keduanya mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abu Hani’ Al-Khaulani, bahwa ia pernah mendengar Abu Abdur Rahman Al-Habli mengatakan bahwa ia pernah mendengar Abdullah ibnu Amr ibnul As mengatakan bahwa ia pernah mendengar Rasulullah ﷺ bersabda: Allah telah menetapkan ukuran-ukuran (semua makhluk-Nya) sebelum menciptakan langit dan bumi dalam jarak lima puluh ribu tahun.

Imam Muslim meriwayatkannya di dalam kitab sahihnya melalui hadis Abdullah ibnu Wahb dan Haiwah ibnu Syuraih dan Nafi’ ibnu Yazid, ketiganya dari Abu Hani’ dengan sanad yang sama.
Dan Ibnu Wahb menambahkan:

sedangkan ‘Arasy-Nya berada di atas air.

Imam Turmuzi telah meriwayatkan pula hadis ini, dan ia mengatakan bahwa hadis ini hasan sahih.

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah.
(Al-Hadid: 22)

Artinya, pengetahuan Allah subhanahu wa ta’ala mengenai segala sesuatu sebelum kejadiannya dan pencatatan semuanya itu oleh-Nya sesuai dengan kejadiannya di alam kenyataan adalah mudah sekali bagi Allah.
Karena sesungguhnya Dia mengetahui apa yang telah terjadi dan apa yang akan terjadi serta apa yang tidak akan terjadi, dan bagaimana akibatnya bila hal itu terjadi.


Informasi Surah Al Hadid (الحديد)
Surat Al Hadiid terdiri atas 29 ayat, termasuk golongan surat-surat Madaniyyah, diturunkan sesudah surat Az Zalzalah.

Dinamai “Al Hadiid” (Besi), diambil dari perkataan “Al Hadiid” yang terdapat pada ayat 25 surat ini.

Keimanan:

Hanya kepada Allah kembali semua urusan
beberapa sifat Allah dan beberapa As­maa-ul Husna serta pernyataan kekuasaan Allah di langit dan di bumi.

Hukum:

Perintah menafkahkan harta

Lain-lain:

Keadaan orang-orang munafik di hari kiamat
hakikat kehidupan dunia dan kehidupan akhirat
tujuan penciptaan besi
tujuan diutusnya para rasul
kehidupan kerahiban dalam agama Nasrani bukan berasal dari ajaran Nabi Isa a.s.
celaan kepada orang-orang bakhil dan orang yang menyuruh orang-orang lain berbuat bakhil.

Ayat-ayat dalam Surah Al Hadid (29 ayat)

Audio

Qari Internasional

Q.S. Al-Hadid (57) ayat 22 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Al-Hadid (57) ayat 22 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Al-Hadid (57) ayat 22 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Al-Hadid - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 29 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 57:22
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Al Hadid.

Surah Al-Hadid (bahasa Arab:الحديد, "Besi") adalah surah ke-57 dalam al-Qur'an.
Surah ini tergolong surah Madaniyah dan terdiri atas 29 ayat.
Dinamakan Al Hadiid yang berarti besi diambil dari perkataan Al Hadiid yang terdapat pada ayat ke-25 surat ini.

Nomor Surah57
Nama SurahAl Hadid
Arabالحديد
ArtiBesi
Nama lain-
Tempat TurunMadinah
Urutan Wahyu94
JuzJuz 27
Jumlah ruku'4 ruku'
Jumlah ayat29
Jumlah kata576
Jumlah huruf2545
Surah sebelumnyaSurah Al-Waqi’ah
Surah selanjutnyaSurah Al-Mujadilah
4.6
Ratingmu: 4.2 (8 orang)
Sending







Pembahasan ▪ surat al hadid ayat 22 ▪ kejadian yang terkandung dalam surah al hadid(57) ayat 22 ▪ al hadid 22 ▪ surat al hadid ayat 57 ▪ alhadid 57 ▪ Alquran surat al hadid ayat 22 ▪ al hadid ayat 22 ▪ Surat al hadid 22 ▪ surah al-hadid 57 ayat 22 ▪ surah al hadiid ayat 22 ▪ surah Al Hadid ayat 22 yang terkait qada dan qadar ▪ surah al hadid ayat 22 ▪ quran surat ke 57 ayat 22 ▪ q s al-hadid (57) 22 ▪ Q S al hadid ayat 22

Video

Panggil Video Lainnya

RisalahMuslim di  





Email: [email protected]
Made with in Yogyakarta