QS. Al Haaqqah (Hari kiamat) – surah 69 ayat 47 [QS. 69:47]

فَمَا مِنۡکُمۡ مِّنۡ اَحَدٍ عَنۡہُ حٰجِزِیۡنَ
Famaa minkum min ahadin ‘anhu haajiziin(a);

Maka sekali-kali tidak ada seorangpun dari kamu yang dapat menghalangi (Kami), dari pemotongan urat nadi itu.
―QS. 69:47
Topik ▪ Al Qur’an benar-benar dari Allah
69:47, 69 47, 69-47, Al Haaqqah 47, AlHaaqqah 47, Al Haqqah 47, AlHaqqah 47, Al-Haqqah 47

Tafsir surah Al Haaqqah (69) ayat 47

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al Haaqqah (69) : 47. Oleh Kementrian Agama RI

Al-Qur’an bukanlah perkataan penyair, bukan hasil tenung tukang tenung, dan bukan pula perkataan Muhammad, tetapi adalah kalam Allah yang diturunkan-Nya kepada Nabi Muhammad ﷺ untuk disampaikan kepada umat manusia.
Dengan Al-Qur’an itu, manusia akan beriman dan akan mendapat petunjuk dalam mengayuh bahtera kehidupannya ke pulau yang dicita-citakannya, yaitu kebahagiaan hidup di dunia dan di akhirat.

Dari ayat ini dipahami bahwa manusia dalam mencapai kebahagiaan hidup di dunia dan di akhirat, memerlukan petunjuk-petunjuk.
Petunjuk itu ada yang dapat dicapai oleh akal pikiran, dan ada yang tidak.
Yang dapat dicapai oleh akal pikiran ialah seperti bagaimana cara mereka hidup, mencari nafkah, menanam padi, memelihara binatang ternak, bagaimana melindungi diri dari kehujanan dan kepanasan, dan sebagainya.
Ada pula petunjuk yang tidak dapat dicapai oleh akal pikiran manusia, sehingga harus ada yang menunjukkannya.
Hanya Allah, sebagai pencipta, pemilik dan penguasa seluruh makhluk, yang bisa memberikan petunjuk itu.
Semua petunjuk Allah itu termuat dalam Al-Qur’an dan dijelaskan oleh sunah Nabi ﷺ, serta diberikan kepada orang berpikir.
Apakah orang kafir memikirkan yang demikian itu?

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Tidak ada seorang pun di antara kalian–betapa pun kuatnya ia–yang dapat menghalangi siksa Kami.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Maka sekali-kali tidak ada seorang pun dari kalian) lafal min ahadin adalah isimnya maa, sedangkan huruf min adalah huruf zaidah yang mengandung makna mengukuhkan kenafiannya.

Dan lafal minkum adalah hal dari lafal ahadin (yang dapat menghalang-halangi Kami daripadanya) tiada seorang pun yang dapat mencegah-Ku daripadanya.

Lafal haajiziina adalah khabar dari maa, dan ia dijamakkan karena lafal ahadan di dalam konteks nafi yang maknanya mengandung pengertian jamak.

Dan dhamir yang terdapat di dalam lafal `anhu merujuk kepada Nabi ﷺ, yakni tiada seorang pun yang dapat mencegah Kami dari hukumannya.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Maka sekali-kali tidak ada seorang pun dari kamu yang dapat menghalangi (Kami) daripemotongan urat nadi itu.
(Q.S. Al-Haqqah [69]: 47)

Yakni tiada seorang pun dari kalian yang dapat menghalang-halangi antara Kami dan dia, jika Kami menghendaki sesuatu dari itu terhadapnya.
Makna yang dimaksud ialah bahkan dia adalah seorang yang benar, berbakti, lagi mendapat petunjuk.
Karena Allah subhanahu wa ta’ala mengakui kebenaran dari apa yang disampaikan dia dari-Nya dan mengukuhkannya dengan mukjizat-mukjizat yang cemerlang dan dalil-dalil yang pasti lagi mematahkan hujah lawan.
Kemudian disebutkan dalam firman berikutnya:

Dan sesungguhnya Al-Qur’an itu benar-benar suatu pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa.
(Q.S. Al-Haqqah [69]: 48)

Yakni Al-Qur’an itu merupakan pelajaran bagi mereka yang bertakwa, sebagaimana yang disebutkan dalam ayat lain melalui firman-Nya:

Katakanlah, “Al-Qur’an itu adalah petunjuk dan penawar bagi orang-orang yang beriman.
Dan orang-orang yang tidak beriman pada telinga mereka ada sumbatan, sedangkan Al-Qur’an itu suatu kegelapan bagi mereka.
(Q.S. Fushshilat [41]: 44)


Kata Pilihan Dalam Surah Al Haaqqah (69) Ayat 47

HAAJIZ
حَاجِز

Lafaz haaajiz dalam bahasa Arab berarti pembatas yang menghalangi antara dua perkara.

Di dalam Al Qur’an lafaz ini hanya disebut dua kali saja.
Pertama, dengan menggunakan bentuk tunggal haajiz yaitu dalam surah An Naml (27), ayat 61

Kedua, dengan menggunakan bentuk jamak haajiziin yaitu dalam surah Al Haaqqah (69), ayat 47.

Ayat ke 61, surah An Naml berada dalam rangkaian ayat yang menceritakan keagungan dan kekuasaan Allah dalam menciptakan alam semesta. Diantaranya adalah kuasa Nya dalam menciptakan pembatas yang menghalangi antara air tawar dan air asin sehingga tidak bercampur antara satu dengan lain. Dengan adanya pembatas ini kedua jenis air itu mempunyai manfaat dan faedah tersendiri.

Sementara ayat ke 47 dalam surah Al­ Haaqqah berada dalam rangkaian ayat yang menerangkan Al Qur’an adalah wahyu yang diturunkan Allah dan ia bukan ucapan penyair atau dukun, bukan juga karangan Nabi Muhammad. Allah menegaskan, apabila Nabi Muhammad membuat lafaz-lafaz reka­an dan mengatakannya atas nama Allah, Allah menghukumnya dengan memotong urat nadinya dan tidak ada seorang pun yang mampu menghalangi Allah untuk melakukan hukuman yang tersebut.

Sumber : Kamus Al Qur’an, PTS Islamika SDN. BHD.Hal:181-182

Informasi Surah Al Haaqqah (الحآقة)
Surat ini terdiri atas 52 ayat, termasuk surat-surat Makkiyyah dan diturunkan sesudah surat Al Mulk.

Nama Al Haaqqah” diambil dari kata “Al Haaqqah” yang terdapat pada ayat pertama surat ini yang artinya “‘hari kiamat”.

Keimanan:

Peringatan tentang azab yang ditimpakan kepada kaum-kaum Tsamud, ‘Aad, Fir’aun, kaum Nuh dan kaum-kaum sebelum mereka yang mengingkari rasul-rasul mereka pada hari kiamat
kejadian-kejadian pada hari kiamat dan hari berhisab
penegasan Allah bahwa Al Qur’an itu benar-benar wahyu Allah.

Ayat-ayat dalam Surah Al Haaqqah (52 ayat)

Audio

Qari Internasional

Q.S. Al-Haaqqah (69) ayat 47 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Al-Haaqqah (69) ayat 47 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Al-Haaqqah (69) ayat 47 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Q.S. Al-Haqqah (69) ayat 1-52 - Nalendra Wiryawan (Bahasa Indonesia)
Q.S. Al-Haqqah (69) ayat 1-52 - Nalendra Wiryawan (Bahasa Arab)

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Al-Haaqqah - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 52 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 69:47
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Al Haaqqah.

Surah Al-Haqqah (bahasa Arab:الحآقّة, "Hari Kiamat") adalah surah ke-69 dalam al-Qur'an.
Surah ini tergolong surah Makkiyah yang terdiri atas 52 ayat.
Dinamakan Al Haaqqah yang berarti hari kiamat diambil dari perkataan Al-Haaqqah yang terdapat pada ayat pertama surat ini.

Nomor Surah 69
Nama Surah Al Haaqqah
Arab الحآقة
Arti Hari kiamat
Nama lain -
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 78
Juz Juz 29
Jumlah ruku' 2 ruku'
Jumlah ayat 52
Jumlah kata 261
Jumlah huruf 1133
Surah sebelumnya Surah Al-Qalam
Surah selanjutnya Surah Al-Ma’arij
4.9
Ratingmu: 4.3 (15 orang)
Sending









Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Masukan & saran kirim ke email:
[email protected]

Made with in Yogyakarta