Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

QS. Al Haaqqah (Hari kiamat) – surah 69 ayat 47 [QS. 69:47]

فَمَا مِنۡکُمۡ مِّنۡ اَحَدٍ عَنۡہُ حٰجِزِیۡنَ
Famaa minkum min ahadin ‘anhu haajiziin(a);
Maka tidak seorang pun dari kamu yang dapat menghalangi (Kami untuk menghukumnya).

―QS. Al Haaqqah [69]: 47

And there is no one of you who could prevent (Us) from him.
― Chapter 69. Surah Al Haaqqah [verse 47]

فَمَا maka tidak

And not
مِنكُم dari kamu

from you
مِّنْ dari

any
أَحَدٍ seorang

one
عَنْهُ daripadanya

[from him]
حَٰجِزِينَ orang-orang yang menahan/menghalangi

(who could) prevent (it).

Tafsir

Alquran

Surah Al Haaqqah
69:47

Tafsir QS. Al Haaqqah (69) : 47. Oleh Kementrian Agama RI


Pada kedua ayat ini ditegaskan lagi kekuasaan Allah terhadap makhluk-Nya.
Seandainya Allah ingin melakukan sesuatu kepada hamba-hamba-Nya, tidak seorang pun yang dapat menghalanginya, sekalipun tindakan itu adalah tindakan yang menentukan hidup-matinya seseorang, seperti tindakan memutuskan urat nadi jantungnya, yang berakibat kematiannya.

Demikian pula kepada Muhammad.
Seandainya dia berdusta terhadap Allah, tentu Allah akan marah kepadanya dan menghukumnya dengan hukuman mati, yaitu dengan memutus pembuluh darahnya.

Tidak ada seorang pun yang dapat menghalangi-Nya dari melaksanakan hukuman itu.

Tafsir QS. Al Haaqqah (69) : 47. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Tidak ada seorang pun di antara kalian–betapa pun kuatnya ia–yang dapat menghalangi siksa Kami.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Seandainya Muhammad telah mengada-adakan suatu firman yang tidak Kami katakan, sungguh Kami akan pegang ia pada tangan kanannya lalu Kami potong urat nadinya.
Tidak ada seorang pun di antara kalian yang dapat menghalangi siksaan Kami.


Dan sesungguhnya, Alquran ini benar-benar menjadi pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa yang senantiasa melaksanakan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Maka sekali-kali tidak ada seorang pun dari kalian) lafal min ahadin adalah isimnya maa, sedangkan huruf min adalah huruf zaidah yang mengandung makna mengukuhkan kenafiannya.
Dan lafal minkum adalah hal dari lafal ahadin


(yang dapat menghalang-halangi Kami daripadanya) tiada seorang pun yang dapat mencegah-Ku daripadanya.
Lafal haajiziina adalah khabar dari maa, dan ia dijamakkan karena lafal ahadan di dalam konteks nafi yang maknanya mengandung pengertian jamak.
Dan dhamir yang terdapat di dalam lafal `anhu merujuk kepada Nabi ﷺ, yakni tiada seorang pun yang dapat mencegah Kami dari hukumannya.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:


Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Maka sekali-kali tidak ada seorang pun dari kamu yang dapat menghalangi (Kami) daripemotongan urat nadi itu.
(QS. Al-Haqqah [69]: 47)

Yakni tiada seorang pun dari kalian yang dapat menghalang-halangi antara Kami dan dia, jika Kami menghendaki sesuatu dari itu terhadapnya.
Makna yang dimaksud ialah bahkan dia adalah seorang yang benar, berbakti, lagi mendapat petunjuk.
Karena Allah subhanahu wa ta’ala mengakui kebenaran dari apa yang disampaikan dia dari-Nya dan mengukuhkannya dengan mukjizat-mukjizat yang cemerlang dan dalildalil yang pasti lagi mematahkan hujah lawan.
Kemudian disebutkan dalam firman berikutnya:

Dan sesungguhnya Alquran itu benar-benar suatu pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa.
(QS. Al-Haqqah [69]: 48)

Yakni Alquran itu merupakan pelajaran bagi mereka yang bertakwa, sebagaimana yang disebutkan dalam ayat lain melalui firman-Nya:

Katakanlah,
"Alquran itu adalah petunjuk dan penawar bagi orang-orang yang beriman.
Dan orang-orang yang tidak beriman pada telinga mereka ada sumbatan, sedangkan Alquran itu suatu kegelapan bagi mereka.
(QS. Fushshilat [41]: 44)

Kata Pilihan Dalam Surah Al Haaqqah (69) Ayat 47

HAAJIZ
حَاجِز

Lafaz haaajiz dalam bahasa Arab berarti pembatas yang menghalangi antara dua perkara.

Di dalam Al Qur’an lafaz ini hanya disebut dua kali saja.
Pertama, dengan menggunakan bentuk tunggal haajiz yaitu dalam surah An Naml (27), ayat 61

Kedua, dengan menggunakan bentuk jamak haajiziin yaitu dalam surah Al Haaqqah (69), ayat 47.

Ayat ke 61, surah An Naml berada dalam rangkaian ayat yang menceritakan keagungan dan kekuasaan Allah dalam menciptakan alam semesta.
Diantaranya adalah kuasa Nya dalam menciptakan pembatas yang menghalangi antara air tawar dan air asin sehingga tidak bercampur antara satu dengan lain.
Dengan adanya pembatas ini kedua jenis air itu mempunyai manfaat dan faedah tersendiri.

Sementara ayat ke 47 dalam surah Al Haaqqah berada dalam rangkaian ayat yang menerangkan Al Qur’an adalah wahyu yang diturunkan Allah dan ia bukan ucapan penyair atau dukun, bukan juga karangan Nabi Muhammad.
Allah menegaskan, apabila Nabi Muhammad membuat lafazlafaz rekaan dan mengatakannya atas nama Allah, Allah menghukumnya dengan memotong urat nadinya dan tidak ada seorang pun yang mampu menghalangi Allah untuk melakukan hukuman yang tersebut.

Sumber : Kamus Al Qur’an, PTS Islamika SDN BHD, Hal: 181-182

Unsur Pokok Surah Al Haaqqah (الحآقة)

Surat ini terdiri atas 52 ayat, termasuk surat-surat Makkiyyah dan diturunkan sesudah surat Al-Mulk.

Nama Al Haaqqah" diambil dari kata "Al Haaqqah" yang terdapat pada ayat pertama surat ini yang artinya "’hari kiamat".

Keimanan:

▪ Peringatan tentang azab yang ditimpakan kepada kaum-kaum Tsamud, ‘Aad, Fir’aun, kaum Nuh dan kaum-kaum sebelum mereka yang mengingkari rasulrasul mereka pada hari kiamat.
▪ Kejadian-kejadian pada hari kiamat dan hari berhisab.
▪ Penegasan Allah bahwa Alquran itu benar-benar wahyu Allah.

Audio

QS. Al-Haaqqah (69) : 1-52 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 52 + Terjemahan Indonesia

QS. Al-Haaqqah (69) : 1-52 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 52

Gambar Kutipan Ayat

Surah Al Haaqqah ayat 47 - Gambar 1 Surah Al Haaqqah ayat 47 - Gambar 2
Statistik QS. 69:47
  • Rating RisalahMuslim
4.9

Ayat ini terdapat dalam surah Al Haaqqah.

Surah Al-Haqqah (bahasa Arab:الحآقّة, “Hari Kiamat”) adalah surah ke-69 dalam Alquran.
Surah ini tergolong surah Makkiyah yang terdiri atas 52 ayat.
Dinamakan Al Haaqqah yang berarti hari kiamat diambil dari perkataan Al-Haaqqah yang terdapat pada ayat pertama surat ini.

Nomor Surah69
Nama SurahAl Haaqqah
Arabالحآقة
ArtiHari kiamat
Nama lain
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu78
JuzJuz 29
Jumlah ruku’2 ruku’
Jumlah ayat52
Jumlah kata261
Jumlah huruf1133
Surah sebelumnyaSurah Al-Qalam
Surah selanjutnyaSurah Al-Ma’arij
Sending
User Review
4.3 (15 votes)
Tags:

69:47, 69 47, 69-47, Surah Al Haaqqah 47, Tafsir surat AlHaaqqah 47, Quran Al Haqqah 47, AlHaqqah 47, Al-Haqqah 47, Surah Al Haqah ayat 47

Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa?
Klik di sini sekarang!

Video


Panggil Video Lainnya

Ayat Lainnya

QS. At Taubah (Pengampunan) – surah 9 ayat 22 [QS. 9:22]

Lebih ditegaskan lagi bahwa mereka kekal di dalamnya selama-lamanya dan tidak akan dikeluarkan dari padanya. Sungguh, di sisi Allah terdapat pahala yang besar. … 9:22, 9 22, 9-22, Surah At Taubah 22, Tafsir surat AtTaubah 22, Quran At-Taubah 22, Surah At Taubah ayat 22

QS. Al Muddatstsir (Orang yang berkemul) – surah 74 ayat 25 [QS. 74:25]

21-25. Ayat-ayat ini merupakan kelanjutan dari gejolak hati dan pikir-an tokoh sentral dari surah ini. Kemudian dia merenung memikirkan bagaimana cara melecehkan Al-Qur’an, lalu sesudah itu dia berwaj … 74:25, 74 25, 74-25, Surah Al Muddatstsir 25, Tafsir surat AlMuddatstsir 25, Quran Al-Mudatsir 25, Al-Muddatstsir 25, Al Mudasir 25, Al-Muddassir 25, Surah Al Mudasir ayat 25

Hadits Shahih

Podcast

Hadits & Doa

Soal & Pertanyaan Agama

Berikut adalah hadits yang rusak, kecuali ...

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
Hadis Mu’allaq adalah bila sanad sebuah hadits terputus pada penutur 5 hingga penutur 1, alias tidak ada sanadnya.
Contoh:

'Seorang pencatat hadis mengatakan, telah sampai kepadaku bahwa Rasulullah mengatakan....'

tanpa ia menjelaskan sanad antara dirinya hingga Rasulullah.

Orang yang menceritakan hadits disebut ...

Benar! Kurang tepat!

Undang-undang tentang penggunaan Hadits-Maudu adalah ...

Benar! Kurang tepat!

+

Array

Hukum penggunaan hadis sebagai dasar hukum adalah ...

Benar! Kurang tepat!

Sumber kedua hukum dalam menetapkan Hukum tentang Alquran adalah ...

Benar! Kurang tepat!

Pendidikan Agama Islam #8
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #8 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #8 2

Belajar lagi yaa...

Bagikan Prestasimu:

Soal Lainnya

Pendidikan Agama Islam #15

Mujahadah berasal dari bahasa Arab, yang berasal dari kata jahada, yang berarti … berbahagia berkorban perlawanan kembali suci bersungguh-sungguh Benar!

Pendidikan Agama Islam #12

Masyarakat Mekkah pada awal nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam berdakwah waktu itu sedang dilanda berbagai krisis, dan yang paling

Pendidikan Agama Islam #29

وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ, potongan ayat di atas terdapat pada Alquran surah … Al Mujadalah ayat

Instagram