Search
Generic filters
Cari Kategori
🙏 Pilih semua
Quran
Hadits
Kamus
Podcast
Soal Agama
Artikel, Doa, dll.

QS. Al Ghaasyiyah (Hari Pembalasan) – surah 88 ayat 26 [QS. 88:26]

ثُمَّ اِنَّ عَلَیۡنَا حِسَابَہُمۡ
Tsumma inna ‘alainaa hisaabahum;
kemudian sesungguhnya (kewajiban) Kamilah membuat perhitungan atas mereka.
―QS. Al Ghaasyiyah [88]: 26

Daftar isi

Then indeed, upon Us is their account.
― Chapter 88. Surah Al Ghaasyiyah [verse 26]

ثُمَّ kemudian

Then
إِنَّ sesungguhnya

indeed,
عَلَيْنَا atas kami

upon Us
حِسَابَهُم perhitungan mereka

(is) their account.

Tafsir Quran

Surah Al Ghaasyiyah
88:26

Tafsir QS. Al-Gasyiyah (88) : 26. Oleh Kementrian Agama RI

Dalam ayat-ayat ini, Allah menerangkan bahwa mereka akan kembali kepada-Nya.
Tidak ada jalan bagi mereka untuk lari daripada-Nya.

Dialah yang akan menghisab mereka atas perbuatan yang telah mereka perbuat di dunia dan kemudian menjatuhkan hukuman-Nya.
Ayat-ayat ini adalah penghibur hati bagi Nabi Muhammad dan sebagai obat bagi kesedihan dan kepedihan hatinya atas keingkaran orang-orang kafir itu.

Tafsir QS. Al Ghaasyiyah (88) : 26. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Kemudian hanya Kamilah yang bertugas untuk menghitung dan memberikan balasan.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Sesungguhnya kepada Kami-lah tempat kembali mereka setelah kematian.
Kemudian, kewajiban Kami-lah membalas mereka atas perbuatan mereka.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Kemudian sesungguhnya kewajiban Kamilah menghisab mereka) atau memberikan balasan kepada mereka, Kami sama sekali tidak akan membiarkan mereka begitu saja, mereka pasti Kami hisab.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

(17-26)
Allah subhanahu wa ta’ala berfirman, memerintahkan kepada hamba-hamba-Nya untuk memperhatikan makhluk-makhluk-Nya yang menunjukkan akan kekuasaan dan kebesaran-Nya.

Maka apakah mereka tidak memperhatikan unta bagaimana dia diciptakan?
(QS. Al-Gasyiyah [88]: 17)

Karena sesungguhnya unta itu hewan yang menakjubkan dan bentuknya aneh.
Ia sangat kuat dan keras, tetapi sekalipun demikian ia jinak untuk angkutan yang berat dan tunduk pada penuntun (pengendali) yang lemah.
Dagingnya dapat dimakan, bulunya dapat dimanfaatkan, dan air susunya dapat diminum.
Disebutkan unta secara khusus karena kebanyakan orang-orang Arab memakai unta sebagai hewan kendaraan.

Disebutkan bahwa Syuraih Al-Qadi pernah mengatakan,
"Marilah kita keluar untuk melihat unta bagaimana ia diciptakan, dan bagaimana langit ditinggikan.
Yakni bagaimana Allah subhanahu wa ta’ala meninggikannya dari bumi dengan ketinggian yang tak terperikan ini,"
sebagaimana yang disebutkan dalam ayat lain melalui firman-Nya:

Maka apakah mereka tidak melihat akan langit yang ada di atas mereka, bagaimana Kami meninggikannya dan menghiasinya dan langit itu tidak mempunyai retak-retak sedikit pun?
(QS. Qaaf [50]: 6)

Adapun firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Dan gunung-gunung bagaimana ia ditegakkan?
(QS. Al-Gasyiyah [88]: 19)

Yakni dijadikan tegak dan berdiri kokoh untuk menjadi penyeimbang agar bumi diam dan tidak mengguncangkan para penduduknya, kemudian Allah subhanahu wa ta’ala menjadikan padanya banyak manfaat dan bahan-bahan mineral yang terkandung di dalamnya.

Dan bumi bagaimana ia dihamparkan?
(QS. Al-Gasyiyah [88]: 20)

Yaitu dihamparkan, digelarkan, dan dijadikan sebagai tempat yang layak untuk dihuni.
Dan seorang Badui (kampung) dengan kecerdikan akalnya dapat menyimpulkan melalui pemandangan yang disaksikan oleh mata kepalanya sendiri, yaitu unta kendaraannya, langit yang ada di atasnya, gunung-gunung yang terpampang di hadapannya, dan bumi yang menjadi tempat berpijaknya, bahwa terciptanya semuanya itu berkat kekuasaan Penciptanya.
Dia tiada lain adalah Tuhan Yang Mahabesar, Yang Maha Pencipta, Yang Menguasai, dan Yang mengatur semuanya.
Dan bahwa tiada Tuhan yang berhak disembah selain Dia.

Demikian pula Damam mengucapkan sumpahnya setelah mengajukan beberapa pertanyaan kepada Rasulullah ﷺ, sebagaimana yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad.
Disebutkan bahwa:


telah menceritakan kepada kami Hasyim ibnul Qasim, telah menceritakan kepada kami Sulaiman ibnul Mugirah dan Sabit, dari Anas yang telah mengatakan bahwa dahulu kami dilarang mengajukan pertanyaan mengenai sesuatu masalah kepada Rasulullah ﷺ Maka kala itu kami sangat senang bila datang seorang lelaki Badui yang cerdas, lalu menanyakan kepada Rasulullah ﷺ beberapa masalah, maka kami mendengarkannya.
Kemudian datanglah seorang lelaki Badui, lalu bertanya,
"Wahai Muhammad, sesungguhnya telah datang kepada kami utusanmu dan mengatakan kepada kami bahwa sesungguhnya engkau adalah utusan Allah?"
Nabi ﷺ menjawab
"Benar."
Maka lelaki Badui itu bertanya,
"Lalu siapakah yang menciptakan langit?"
Nabi ﷺ menjawab,
"Allah."
Lelaki itu bertanya,
"Siapakah yang menciptakan bumi?"
Nabi ﷺ menjawab,
"Allah."
Lelaki itu bertanya,
"Siapakah yang memancangkan gunung-gunung ini dan yang menciptakan segala sesuatu yang ada padanya?"
Nabi ﷺ menjawab,
"Allah."
Lelaki Badui itu bertanya,
"Maka demi Tuhan Yang telah menciptakan langit, bumi, dan Yang telah memancangkan gunung-gunung ini, apakah benar Allah telah mengutusmu?"
Nabi ﷺ menjawab,
"Benar."
Lelaki itu bertanya,
"Utusanmu mengira bahwa diwajibkan atas kami mengerjakan salat lima waktu setiap harinya?"
Nabi ﷺ Menjawab,
"Benar."
Lelaki itu bertanya,
"Maka demi Tuhan Yang telah mengutusmu, apakah Allah telah memerintahkan demikian kepadamu?"
Nabi ﷺ menjawab,
"Ya."
Lelaki itu bertanya,
"Dan utusanmu mengira bahwa kami diwajibkan membayar zakat harta benda kami?"
Nabi ﷺ manjawab,
"Benar."
Lelaki itu bertanya,
"Maka demi Tuhan Yang telah mengutusmu, apakah Allah yang memerintahkan demikian kepadamu?"
Nabi ﷺ menjawab,
"Ya."
Lelaki Badui itu bertanya,
"Dan utusanmu mengira bahwa diwajibkan atas kami berhaji ke Baitullah bagi yang mampu mengadakan perjalanannya?"
Nabi ﷺ menjawab,
"Benar."
Kemudian lelaki Badui itu pergi dan berkata,
"Demi Tuhan Yang telah mengutusmu dengan membawa kebenaran, aku tidak akan menambahi sesuatu pun dari hal tersebut dan tidak pula menguranginya barang sedikit pun."
Maka Nabi ﷺ bersabda:
Jika dia benar, niscaya dia masuk surga.

Imam Muslim telah meriwayatkan hadis ini dari Amr An-Naqid, dari Abun Nadr alias Hasyim ibnul Qasim dengan sanad yang sama, dan Imam Bukhari memberinya komentar.
Imam Turmuzi dan Imam Nasai meriwayatkannya melalui hadis Sulaiman ibnul Mugirah dengan sanad yang sama.

Imam Ahmad, Imam Bukhari, Imam Abu Daud, Imam Nasai, dan Imam Ibnu Majah meriwayatkan hadis ini melalui Al-Lais ibnu Sa’d, dari Sa’id Al-Maqbari, dari Syarik ibnu Abdullah ibnu Abu Namir, dari Anas dengan sanad yang sama secara panjang lebar.
Dan di akhir hadisnya disebutkan bahwa telah menceritakannya kepadaku Dammam ibnu Sa’labah saudara lelaki Bani Sa’id ibnu Bakr.

Al-Hafiz Abu Ya’la mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ishaq, telah menceritakan kepada kami Abdullah ibnu Ja’far, telah menceritakan kepadaku Abdullah ibnu Dinar, dari Ibnu Umar yang telah menceritakan bahwa Rasulullah ﷺ sering menceritakan tentang seorang wanita yang hidup di masa Jahiliah yang berada di atas sebuah bukit bersama anak laki-lakinya sedang menggembalakan ternak kambing.
Maka anaknya bertanya
"Hai Ibu, siapakah yang telah menciptakan engkau?"
Ibunya menjawab,
"Allah."
Ia bertanya,
"Siapakah yang menciptakan ayahku?"
Si ibu menjawab,
"Allah."
Ia bertanya,
"Siapakah yang menciptakan diriku?"
Si ibu menjawab,
"Allah."
Si anak bertanya,
"Siapakah yang menciptakan langit?"
Si ibu menjawab,
"Allah."
Si anak bertanya,
"Siapakah yang menciptakan bumi?"
Si ibu menjawab,
"Allah."
Ia bertanya,
"Siapakah yang menciptakan gunung?"
Si ibu menjawab,
"Allah."
Ia bertanya,
"Siapakah yang menciptakan kambing ini?"
Si ibu menjawab,
"Allah."
Maka si anak berkata,
"Sesungguhnya aku benar-benar mendengar Allah mempunyai kedudukan yang penting di atas segalanya,"
lalu ia menjatuhkan dirinya dari atas gunung itu sehingga tubuhnya hancur.
Ibnu Umar mengatakan,
"Rasulullah ﷺ sering menceritakan kisah ini kepada kami."
Ibnu Dinar mengatakan bahwa Abdullah ibnu Umar sering menceritakan kisah ini kepada kami.
Tetapi di dalam sanad hadis ini terdapat kelemahan.
Abdullah ibnu Ja’far yang disebutkan dalam sanad hadis ini adalah Al-Madini, seorang yang dinilai lemah oleh putranya sendiri (yaitu Imam Ali ibnul Madini) dan juga oleh yang lainnya.

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:


Maka berilah peringatan.
karena sesungguhnya kamu hanyalah orang yang memberi peringatan.
Kamu bukanlah orang yang berkuasa atas mereka.
(QS. Al-Gasyiyah [88]: 21-22)

Hai Muhammad, berilah manusia peringatan dengan apa yang engkau diutus kepada mereka untuk menyampaikannya.
Dalam ayat lain disebutkan:


sesungguhnya tugasmu hanya menyampaikan saja, sedangkan Kamilah yang menghisab amalan mereka.
(QS. Ar-Ra’d [13]: 40)

Karena itulah maka disebutkan dalam surat ini oleh firman-Nya:

Kamu bukanlah orang yang berkuasa atas mereka.
(QS. Al-Gasyiyah [88]: 22)

Ibnu Abbas dan Mujahid serta selain keduanya mengatakan bahwa makna ayat ini sama dengan apa yang disebutkan oleh firman-Nya dalam ayat yang lain, yaitu:

dan kamu sekali-kali bukanlah seorang pemaksa terhadap mereka.
(QS. Qaaf [50]: 45)

Yakni kamu bukanlah orang yang dapat menciptakan iman di dalam hati mereka.


Ibnu Zaid mengatakan bahwa makna ayat ialah kamu bukanlah seorang yang dapat memaksakan mereka untuk beriman.

Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Waki’ dari Sufyan, dari Abuz Zubair, dari Jabir yang mengatakan bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda:
Aku diperintahkan untuk memerangi manusia hingga mereka mau mengucapkan,
"Tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Allah."
Maka apabila mereka mau mengucapkannya, berarti mereka memelihara darah dan hartanya dariku, kecuali berdasarkan alasan yang hak, sedangkan hisab (perhitungan) mereka ada pada Allah subhanahu wa ta’ala Kemudian Rasulullah ﷺ membaca firman-Nya:
Maka berilah peringatan, karena sesungguhnya kamu hanyalah orang yang memberi peringatan.
Kamu bukanlah orang yang berkuasa atas mereka.
(QS. Al-Gasyiyah [88]: 21-22)

Hal yang sama telah diriwayatkan oleh Imam Muslim di dalam Kitabul Iman dan Imam Turmuzi serta Imam Nasai di dalam kitab tafsir dari kitab sunan masing-masing dari keduanya, melalui Sufyan ibnu Sa’id As-Sauri dengan sanad yang sama dan dengan tambahan penyebutan ayat.
Dan hadis ini diketengahkan di dalam kitab Sahihain melalui riwayat Abu Hurairah tanpa tambahan penyebutan ayat.


Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

tetapi orang yang berpaling dan kafir.
(QS. Al-Gasyiyah [88]: 23)

Yaitu berpaling, tidak mau mengamalkan rukun-rukunnya, kafir hatinya dan juga lisannya terhadap perkara yang hak.
Ayat ini semakna dengan apa yang disebutkan dalam ayat lain melalui firman-Nya:

Dia tidak mau membenarkan (Rasul dan AL-Qur’an) dan tidak man mengerjakan salat, tetapi ia mendustakan (Rasul) dan berpaling (dari kebenaran).
(Al Qiyaamah:31-32)

Karena itulah maka disebutkan oleh firman-Nya:

maka Allah akan mengazabnya dengan azab yang besar.
(QS. Al-Gasyiyah [88]: 24)

Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Qutaibah, telah menceritakan kepada kami Lais, dari Sa’id ibnu Abu Hilal, dari Ali ibnu Khalid, bahwa Abu Umamah Al-Bahili bersua dengan Khalid ibnu Yazid ibnu Mu’awiyah, maka Khalid bertanya kepadanya tentang kalimat yang paling lembut yang pernah ia dengar dari Rasulullah ﷺ Abu Umamah menjawab, bahwa ia pernah mendengar Rasulullah ﷺ bersabda:
Ingatlah, kamu semuanya masuk surga kecuali orang yang membangkang terhadap Allah, seperti unta yang membangkang terhadap pemiliknya.

Imam Ahmad mengetengahkan hadis ini secara tunggal.
Dan Ali ibnu Khalid ini disebutkan oleh Ibnu Abu Hatim menerima hadis ini dari ayahnya (yakni Khalid ibnu Mu’awiyah).
Dan Ibnu Abu Hatim tidak menambahkan selain dari apa yang telah ada di sini, yaitu diriwayatkan dari Abu Umamah dan Khalid ibnu Mu’awiyah oleh Sa’id ibnu Abu Hilal.

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Sesungguhnya kepada Kamilah kembali mereka.
(QS. Al-Gasyiyah [88]: 25)


Yakni kembali dan berpulangnya mereka.


kemudian sesungguhnya kewajiban Kamilah menghisab mereka.
(QS. Al-Gasyiyah [88]: 26)

Kami akan melakukan perhitungan terhadap amal perbuatan yang telah mereka kerjakan, dan Kami akan membalaskannyakepada mereka, jika amalnya baik, maka balasannya baik, dan jika amalnya buruk, maka balasannya buruk pula.

Demikianlah akhir tafsir surat Al-Ghasyiyah dengan memanjatkan puji dan syukur kepada Allah atas segala karunia-Nya.

Unsur Pokok Surah Al Ghaasyiyah (الغاشية)

Surat ini terdiri atas 26 ayat, termasuk surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Adz Dzaariat.

Nama "Ghaasyiyah" diambil dari kata "Al Ghaasyiyah" yang terdapat pada ayat pertama surat ini yang artinya peristiwa yang dahsyat, tapi yang dimaksud adalah hari kiamat.

Surat ini adalah surat yang kerap kali dibaca Nabi pada raka’at kedua pada shalat hari Raya dan shalat Jum’at.

Keimanan:

▪ Keterangan tentang orang-orang kafir pada hari kiamat dan azab yang dijatuhkan atas mereka.
▪ Keterangan tentang orang-orang yang beriman serta keadaan surga yang diberikan kepada mereka sebagai balasan.
▪ Perintah untuk memperhatikan keajaiban ciptaan-ciptaan Allah.
▪ Perintah kepada Rasulullah ﷺ untuk memperingatkan kaumnya kepada ayat-ayat Allah, karena beliau adalah seorang pemberi peringatan, dan bukanlah seorang yang berkuasa atas keimanan mereka.

Ayat-ayat dalam Surah Al Ghaasyiyah (26 ayat)

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26

Lihat surah lainnya

Audio Murottal

QS. Al-Ghaasyiyah (88) : 1-26 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 26 + Terjemahan Indonesia



QS. Al-Ghaasyiyah (88) : 1-26 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 26

Gambar Kutipan Ayat

Surah Al Ghaasyiyah ayat 26 - Gambar 1 Surah Al Ghaasyiyah ayat 26 - Gambar 2
Statistik QS. 88:26
  • Rating RisalahMuslim
4.8

Ayat ini terdapat dalam surah Al Ghaasyiyah.

Surah Al-Ghasyiyah (bahasa Arab:الغاشية, al-Ġhāšiyäh, “Hari Pembalasan”) adalah surah ke-88 dalam Alquran.
Surah ini tergolong surah Makkiyah dan terdiri atas 26 ayat.
Dinamakan Al-Ghasyiyah yang berarti Hari Pembalasan diambil dari kata al-Ghasyiyah yang terdapat pada ayat pertama surah ini.
Yang dimaksud dengan “Hari Pembalasan” dalam surah ini adalah Hari Penghakiman.

Nomor Surah 88
Nama Surah Al Ghaasyiyah
Arab الغاشية
Arti Hari Pembalasan
Nama lain
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 68
Juz Juz 30
Jumlah ruku’ 1 ruku’
Jumlah ayat 26
Jumlah kata 92
Jumlah huruf 382
Surah sebelumnya Surah Al-A’la
Surah selanjutnya Surah Al-Fajr
Sending
User Review
4.2 (8 suara)
Bagi ke FB
Bagi ke TW
Bagi ke WA
Tags:

88:26, 88 26, 88-26, Surah Al Ghaasyiyah 26, Tafsir surat AlGhaasyiyah 26, Quran Al Gasiyah 26, Al Ghasyiyah 26, Al-Ghasyiyah 26, Surah Al Gasiyah ayat 26

Video Surah

88:26


More Videos

Kandungan Surah Al Ghaasyiyah

۞ QS. 88:1 • Nama-nama hari kiamat

۞ QS. 88:2 • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Azab orang kafir

۞ QS. 88:3 • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Azab orang kafir

۞ QS. 88:4 • Sifat neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Azab orang kafir

۞ QS. 88:5 • Sifat neraka • Makanan dan minuman ahli neraka • Azab orang kafir

۞ QS. 88:6 • Makanan dan minuman ahli neraka • Azab orang kafir

۞ QS. 88:7 • Makanan dan minuman ahli neraka • Azab orang kafir

۞ QS. 88:8 • Pahala iman • Penghimpunan manusia dan keadaan mereka • Keutamaan iman

۞ QS. 88:9 • Pahala iman • Penghimpunan manusia dan keadaan mereka • Keutamaan iman

۞ QS. 88:10 • Pahala iman • Nama-nama surga • Sifat surga dan kenikmatannya

۞ QS. 88:11 • Pahala iman • Sifat surga dan kenikmatannya

۞ QS. 88:12 • Pahala iman • Sifat surga dan kenikmatannya

۞ QS. 88:13 • Pahala iman • Sifat surga dan kenikmatannya

۞ QS. 88:14 • Pahala iman • Sifat surga dan kenikmatannya

۞ QS. 88:15 • Pahala iman • Sifat surga dan kenikmatannya

۞ QS. 88:16 • Pahala iman • Sifat surga dan kenikmatannya

۞ QS. 88:17 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala • Kekuasaan Allah

۞ QS. 88:18 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala • Kekuasaan Allah

۞ QS. 88:19 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala • Kekuasaan Allah

۞ QS. 88:20 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala • Kekuasaan Allah

۞ QS. 88:23 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 88:24 • Azab orang kafir • Maksiat dan dosa

۞ QS. 88:25 • Kebenaran hari penghimpunan

۞ QS. 88:26 • Setiap makhluk ditanya pada hari penghimpunan

Ayat Pilihan

Dan petunjuk yang aku ikuti hanya dari Allah. Kepada-Nya aku bertawakal dan kepada-Nya (pula) aku kembali.
QS. Hud [11]: 88

Dan dirikanlah salat,
tunaikanlah zakat & ruku’lah beserta orang-orang yang ruku’.
QS. Al-Baqarah [2]: 43

Orang-orang yang berbuat baik di dunia ini mendapat (pembalasan) yang baik.
Dan sesungguhnya kampung akhirat adalah lebih baik & itulah sebaik-baik tempat bagi orang yang bertakwa,
QS. An-Nahl [16]: 30

Mengapa kamu suruh orang lain (mengerjakan) kebaktian,
sedang kamu melupakan diri (kewajiban)mu sendiri,
padahal kamu membaca Al Kitab (Taurat)?
Maka tidaklah kamu berpikir?
QS. Al-Baqarah [2]: 44

Hadits Shahih

Podcast

Doa Sehari-hari

Soal & Pertanyaan Agama

Berikut ini, yang tidak mengandung moral terpuji, adalah ...

Correct! Wrong!

Bekerja tepat waktu adalah salah satu ciri orang yang ...

Correct! Wrong!

Orang yang suka berbohong adalah orang ...

Correct! Wrong!

+

Array

Lawan kata dari jujur adalah ...

Correct! Wrong!

Orang yang jujur akan senantiasa mengatakan ...

Correct! Wrong!

Pendidikan Agama Islam #5
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #5 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #5 2

Belajar lagi yaa...

Share your Results:

Soal Agama Islam

Pendidikan Agama Islam #4

Surah dalam Alquran yang mengatakan larangan untuk melakukan terlalu banyak, makan dan minum adalah … Setelah Yakin, dalam surah Al-A’raf ayat 26, pakaian terbaik ada di mata Allah Subhanahu Wa Ta`ala adalah … Aurat dari tubuh pria adalah mulai … Fungsi pakaian adalah … Kejujuran adalah karakteristik dari seorang Muslim, sementara berbohong atau ketidakjujuran adalah fitur dari orang …

Pendidikan Agama Islam #6

Sifat dasar hukum Alquran adalah keseimbangan dalam hal aspek material dan psikologis, yang disebut sebagai … Alquran dimulai dengan surah Al Fatihah (pembukaan) dan berakhir dengan surah … Alquran adalah panduan dan pedoman manusia bagi mereka yang beriman. Ini dikonfirmasikan oleh Allah dalam surah … Alquran bertindak sebagai Hudan, yang artinya adalah … Dalam Surah Al-Baqarah ayat 2, Allah berfirman bahwa Alquran adalah pedoman untuk orang …

Pendidikan Agama Islam #2

Salah satu Asmaul Husna, Allah memiliki sifat Al ‘Adl, yang berarti bahwa Allah … Allah memiliki sifat Yang Maha Mengumpulkan, yang artinya … Sifat adil Allah berlaku untuk … Salah satu Asmaul Husna adalah Al Akhir, yang berarti … Keberadaan Asmaul Husna, dijelaskan dalam Alquran surah …

Kamus Istilah Islam

Genealogi

Apa itu Genealogi? Genealogi atau nasab adalah kajian tentang keluarga dan penelusuran jalur keturunan serta sejarahnya. Ahli genealogi menggunakan berita dari mulut ke mulut, catatan sejarah, anali...

Al Khaafidh

Apa itu Al Khaafidh? Allah itu Al-Khafidh ◀ Allah itu Al-Khafidh, maksudnya adalah Allah Maha Merendahkan siapapun yang dikehendaki-Nya sesuai dengan kebijaksanaan-Nya. &128161; Misalnya, Alla...

Zaid bin Tsabit

Siapa itu Zaid bin Tsabit? Zaid bin Tsabit an-Najjari al-Anshari adalah salah seorang sahabat Nabi Muhammad dan merupakan penulis wahyu dan surat-surat Nabi. Masa awal Zaid bin Tsabit merupakan ket...