QS. Al Furqaan (Pembeda) – surah 25 ayat 8 [QS. 25:8]

اَوۡ یُلۡقٰۤی اِلَیۡہِ کَنۡزٌ اَوۡ تَکُوۡنُ لَہٗ جَنَّۃٌ یَّاۡکُلُ مِنۡہَا ؕ وَ قَالَ الظّٰلِمُوۡنَ اِنۡ تَتَّبِعُوۡنَ اِلَّا رَجُلًا مَّسۡحُوۡرًا
Au yulqa ilaihi kanzun au takuunu lahu jannatun ya’kulu minhaa waqaalazh-zhaalimuuna in tattabi’uuna ilaa rajulaa mashuuran;

atau (mengapa tidak) diturunkan kepadanya perbendaharaan, atau (mengapa tidak) ada kebun baginya, yang dia dapat makan dari (hasil)nya?”
Dan orang-orang yang zalim itu berkata:
“Kamu sekalian tidak lain hanyalah mengikuti seorang lelaki yang kena sihir”.
―QS. 25:8
Topik ▪ Keutamaan nabi Daud as.
25:8, 25 8, 25-8, Al Furqaan 8, AlFurqaan 8, Al Furqan 8, AlFurqan 8, Al-Furqan 8

Tafsir surah Al Furqaan (25) ayat 8

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al Furqaan (25) : 8. Oleh Kementrian Agama RI

Orang-orang kafir mengatakan bahwa tidak mungkin Muhammad itu menjadi Rasul karena tidak terdapat padanya tanda-tanda bahwa dia diangkat menjadi Rasul.
Dia hanyalah orang biasa saja seperti kita bahkan jika dilihat bagaimana kehidupannya tambah nyatalah bahwa dia berbohong mendakwakan dirinya sebagai Rasul karena dia sama dengan kita bahkan sebagai manusia dia lebih rendah kedudukannya dan lebih miskin dari kita.
Kritik-kritik itu dapat disimpulkan, sebagai berikut:

1.
Mereka berkata: Kenapa Muhammad itu makan minum juga seperti manusia biasa dan tak ada kelebihannya sedikitpun dari kita, tidak akan mungkin dia berhubungan dengan Tuhan.
Orang yang dapat berhubungan dengan Tuhan hanya orang-orang yang jiwanya suci dan tinggi sehingga tidak mementingkan makan dan minum lagi.

2.
Mengapa tidak diturunkan malaikat bersamanya yang dapat menjadi bukti bagi kerasulannya dan membantunya dalam memberi peringatan dan memberi petunjuk kepada manusia.

3.
Mengapa Muhammad itu pergi ke pasar untuk mencari nafkah hidupnya seperti orang biasa?
Di mana letak kelebihannya sehingga ia diangkat Allah sebagai Rasul.

4.
Mengapa Allah tidak menurunkan saja kepadanya perbendaharaan dari langit agar dia dapat menumpahkan seluruh perhatiannya kepada dakwah untuk menyebarkan agamanya, sehingga dia tidak perlu lagi pergi ke pasar melakukan jual beli untuk mencari nafkah hidupnya.

5.
Atau kenapa tidak diberikan kepadanya kebun yang luas yang hasilnya dapat menutupi kebutuhannya.

Ibnu Abbas berkata mengenai turunnya ayat ini sebagai berikut: Pada suatu kesempatan berkumpullah ‘Utbah bin Raui’ah, Abu Sofyan bin Harb, An Nadr bin Haris, Abdul Buhturi, Al Aswad bin Al Muttalib Zam’ah bin Abdullah bin Abi Umayyah.
Umayyah bin Khalaf.
Al As bin Wail dan Munabbih bin Al Hajjaj.
Sebagian mereka berkata kepada sebagian yang lain.
Kirimlah utusan kepada Muhammad untuk berbicara dan berdebat dengan dia sehingga ada alasan bagimu untuk tidak mempercayainya.
Lalu sebagian mereka pergi menemui Rasulullah dan berkata kepadanya.
Pemuka-pemuka kaummu telah berkumpul dan meminta engkau datang untuk berbicara dengan mereka.
Maka datanglah Rasulullah menemui mereka.
Mereka berkata: “Hai Muhammad kami minta engkau datang kemari untuk berbicara dengan kami dan untuk mengetahui alasan bagi dakwahmu ini.
Jika engkau mengemukakan seruanmu itu karena ingin mencari harta, maka kami akan mengumpulkan harta kami untuk diserahkan kepadamu.
Jika engkau menginginkan kehormatan maka kami akan menjadikan kamu pemimpin kami yang kami hormati.
Jika engkau ingin menjadi raja, kami angkat engkau menjadi raja kami.
Rasulullah menjawab: “Tak ada sedikitpun perhatianku terhadap apa yang kamu kemukakan itu.
Aku datang menyeru kamu bukan karena menuntut harta kehormatan atau kerajaan dari kamu.
Tetapi yang sebenarnya ialah, Allah telah mengutusku kepadamu sebagai Rasul, dan menurunkan kepadaku Alquran.
Allah memerintahkan kepadaku supaya aku memberi peringatan dan kabar gembira kepadamu, maka sesungguhnya aku telah menyampaikan risalah Tuhanku kepadamu dan aku berikan nasihat dan petunjuk kepadamu.
Kalau kamu menerima seruanku itu maka berbahagialah kamu di dunia dan akhirat.
Kalau kamu menolak, aku akan sabar dan tabah menunggu hasil seruanku itu sampai Allah memberikan keputusan antara aku dan kamu.
Mereka menjawab: “Jika engkau hai Muhammad tidak mau menerima apa yang kami tawarkan, maka mintalah kepada Tuhanmu supaya Dia mengirimkan malaikat yang akan menguatkan dan membenarkan seruanmu itu dan dia dapat berbicara dengan kami tentang kebenaranmu, dan mintalah agar Dia memberikan kepadamu kebun yang luas, istana emas dan perak yang dapat memenuhi kebutuhanmu, sehingga tidak perlu engkau pulang pergi ke pasar untuk mencari nafkah hidupmu.
Dengan demikian kami akan dapat mengetahui keutamaanmu dan kedudukanmu di sisi Tuhanmu, jika benar engkau seorang Rasul yang diutus Tuhanmu”.
Rasulullah menjawab: “Saya tidak akan berbuat seperti yang kamu usulkan itu.
Bukanlah aku yang akan meminta semua itu kepada-Nya.
Aku bukan diutus untuk itu, tetapi Allah mengutusku sebagai pembawa peringatan dan kabar gembira”.
Maka turunlah ayat ini (Hadis ini diriwayatkan oleh Ibnu Ishak Ibnu Jarir dan Ibnu Munzir).
Setelah mereka berputus asa karena semua tawaran mereka ditolak oleh Muhammad tak ada jalan lain bagi mereka kecuali menuduhnya sebagai orang yang kena sihir sehingga tidak dapat lagi membedakan antara yang baik dan yang buruk.
Orang-orang seperti itu tidaklah pantas untuk dipercaya apalagi untuk diangkat Allah sebagai Nabi.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Mengapa dia tidak meminta agar dicukupkan–ketimbang pulang pergi–dengan diberikan perbendaharaan dari langit, sehingga dia dapat memenuhi keperluannya dari situ?
Atau, tidakkah dia meminta diberikan sebuah kebun sehingga dia dapat memetik buah-buahannya?”
Para pembesar dari orang-orang kafir yang menzalimi diri mereka dengan kekafiran, menghalangi manusia dari beriman kepada Muhammad dan berusaha membuat ragu orang muslim, berkata, “Kalian tidak lain hanya mengikuti orang yang tersihir akalnya.
Dia telah berkata melantur yang tidak ada kebenarannya sama sekali.”

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Atau mengapa tidak diturunkan kepadanya perbendaharaan) dari langit yang kemudian ia membelanjakannya, sehingga ia tidak usah berjalan-jalan di pasar lagi untuk mencari penghidupan (atau mengapa tidak ada kebun baginya) yaitu ladang yang menjadi miliknya (yang dapat dia makan dari hasilnya”) buah-buahannya, sehingga hal itu menjadi kecukupan baginya.

Menurut qiraat yang lain dibaca Na’kulu Minhaa, artinya, yang kami dapat ikut makan dari kebunnya.

Maksudnya, supaya memiliki kelebihan di atas kami.

(Dan orang-orang yang zalim itu berkata:) orang-orang kafir itu kepada orang-orang Mukmin, (“Tidak lain kamu sekalian hanyalah mengikuti seorang lelaki yang kena sihir”) orang yang akalnya tidak waras karena pengaruh sihir.

Maka Allah berfirman pada ayat selanjutnya:

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

atau diturunkan dari langit gudang harta untuknya atau kebun yang luas yang ia akan memakan buah-buahan di dalamnya??
Orang-Orang zhalim lagi pendusta itu berkata :
Wahai orang-orang yang beriman, kalian hanyalah mengikuti seseorang yang sedang terkena sihir yang telah menguasai akalnya.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Dalam firman selanjutnya yang mengisahkan ucapan mereka:

atau (mengapa tidak) diturunkan kepadanya perbendaharaan.
(Al Furqaan:8)

Yaitu pengetahuan mengenai perbendaharaan harta, lalu ia berinfak darinya.

atau (mengapa tidak) ada kebun baginya, yang dia dapat makan dari (hasil)nya.
(Al Furqaan:8)

Yakni kebun itu berjalan bersamanya ke mana pun ia pergi.
Semuanya itu amatlah mudah bagi Allah untuk merealisasikannya.
Tetapi karena ada hikmah yang hanya diketahui oleh-Nya, maka hal tersebut tidak direalisasikannya.
Hanya Dialah yang mempunyai alasan paling tepat dalam meninggalkan hal tersebut.

Dan orang-orang yang zalim itu berkata, “Kamu sekalian tidak lain hanyalah mengikuti seorang lelaki yang kena sihir.” (Al Furqaan:8)

Adapun firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Perhatikanlah, bagaimana mereka membuat perbandingan-perbandingan tentang kamu, lalu sesatlah mereka.
(Al Furqaan:9)

Yakni tuduhan-tuduhan dusta yang mereka lancarkan terhadap dirimu, antara lain mereka mengatakan bahwa kamu adalah seorang tukang sihir, orang yang terkena sihir, orang gila, pendusta, atau penyair.
Semuanya itu merupakan perkataan yang batil yang sama sekali tidak ada buktinya.
Setiap orang yang mempunyai pemahaman dan akal yang sedikitpun akan mengetahui kedustaan dan buat-buatan mereka itu dalam hal tersebut.


Informasi Surah Al Furqaan (الفرقان)
Surat ini terdiri atas 77 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah.

Dinamai “Al Fur­qaan” yang artinya “pembeda”,
diambil dari kata “Al Furqaan” yang terdapat pada ayat pertama surat ini.
Yang dimaksud dengan Al Furqaan dalam ayat ini ialah Al Qur’an.
Al Qur’an dinamakan Al Furqaan karena dia membedakan antara yang haq dengan yang batil.
Maka pada surat ini pun terdapat ayat-ayat yang membedakan antara kebenaran ke-esaan Allah subhanahu wa ta’ala dengan kebatilan kepercayaan syirik.

Keimanan:

Allah Maha Besar berkah dan kebaikan-Nya
hanya Allah saja yang menguasai langit dan bumi
Allah tidak punya anak dan sekutu
Al Qur’an benar-benar diturun­kan dari Allah
ilmu Allah meliputi segala sesuatu
Allah bersemayam di atas Arsy
Nabi Muhammad ﷺ adalah hamba Allah yang diutus ke seluruh alam
rasul­-rasul itu adalah manusia biasa yang mendapat wahyu dari Allah
pada hari kiamat akan terjadi peristiwa-peristiwa luar biasa seperti belahnya langit, turunnya malai­kat ke bumi
orang-orang berdosa dihalau ke neraka dengan berjalan atas muka mereka.

Hukum:

Tidak boleh mengabaikan Al Qur’an
larangan menafkahkan harta secara boros atau kikir
larangan membunuh atau berzina
kewajiban memberantas kekafiran dengan mempergunakan alasan Al Qur’an
larangan memberikan persaksian palsu.

Kisah:

Kisah-kisah Musa a.s, Nuh a.s.
kaum Tsamud dan kaum Syu ‘aib.

Lain-lain:

Celaan-celaan orang-orang kafir terhadap Al Qur’an
kejadian-kejadian alamiyah sebagai bukti ke-esaan dan kekuasaan Allah
hikmah Al Qur’an diturunkan secara berangsur-angsur
sifat-sifat orang musyrik antara lain mempertuhankan hawa nafsu,tidak mempergunakan akal
sifat-sifat hamba Allah yang sebenamya.

Ayat-ayat dalam Surah Al Furqaan (77 ayat)

Audio

Qari Internasional

Q.S. Al-Furqaan (25) ayat 8 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Al-Furqaan (25) ayat 8 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Al-Furqaan (25) ayat 8 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Al-Furqaan - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 77 & Terjemahan


Gambar



Statistik
  • Rating RisalahMuslim

Surah Al Baqarah

Surah Al-Furqan (Arab: الفرقان ,"Pembeda") adalah surah ke-25 dari al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 77 ayat dan termasuk golongan surah-surah Makkiyah.
Dinamai Al-Furqan yang artinya pembeda, diambil dari kata al-Furqan yang terdapat pada ayat pertama surah ini.
Yang dimaksud dengan Al-Furqan dalam ayat ini ialah Al-Quran (lihat nama lain Al-Qur'an).
Al-Quran dinamakan Al-Furqan karena dia membedakan antara yang haq dengan yang batil.
Maka pada surat ini pun terdapat ayat-ayat yang membedakan antara kebenaran ke-esaan Allah s.w.t.
dengan kebatilan kepercayaan syirik.

Nomor Surah25
Nama SurahAl Furqaan
Arabالفرقان
ArtiPembeda
Nama lainTabaraka
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu42
JuzJuz 18 (1-20) sampai juz 19 (21-77)
Jumlah ruku'6 ruku'
Jumlah ayat77
Jumlah kata896
Jumlah huruf3876
Surah sebelumnyaSurah An-Nur
Surah selanjutnyaSurah Asy-Syu'ara'
4.4
Ratingmu: 4.8 (14 orang)
Sending

✅ URL singkat halaman ini: https://risalahmuslim.id/25-8







Pembahasan ▪ Ayat 8:25 al quran terjemahan ▪ Quran surat 25 ayat 8

Video

Panggil Video Lainnya

RisalahMuslim di  







Email: [email protected]
Made with in Yogyakarta