QS. Al Furqaan (Pembeda) – surah 25 ayat 77 [QS. 25:77]

قُلۡ مَا یَعۡبَؤُا بِکُمۡ رَبِّیۡ لَوۡ لَا دُعَآؤُکُمۡ ۚ فَقَدۡ کَذَّبۡتُمۡ فَسَوۡفَ یَکُوۡنُ لِزَامًا
Qul maa ya’bau bikum rabbii laulaa du’aa’ukum faqad kadz-dzabtum fasaufa yakuunu lizaaman;

Katakanlah (kepada orang-orang musyrik):
“Tuhanku tidak mengindahkan kamu, melainkan kalau ada ibadatmu.
(Tetapi bagaimana kamu beribadat kepada-Nya), padahal kamu sungguh telah mendustakan-Nya?
karena itu kelak (azab) pasti (menimpamu)”.
―QS. 25:77
Topik ▪ Neraka ▪ Sifat neraka ▪ Mukjizat bahasa
25:77, 25 77, 25-77, Al Furqaan 77, AlFurqaan 77, Al Furqan 77, AlFurqan 77, Al-Furqan 77

Tafsir surah Al Furqaan (25) ayat 77

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al Furqaan (25) : 77. Oleh Kementrian Agama RI

Pada ayat ini Allah memerintahkan kepada Nabi Muhammad ﷺ agar mengatakan kepada orang-orang kafir yang tidak mau beriman dan selalu bersifat sombong dan takabur terhadap kaum Muslimin bahwa mereka karena kekafiran kesombongan dan keangkuhan mereka, Allah tidak akan memperdulikan mereka sedikitpun karena mereka telah mempersekutukan-Nya dan mendustakan Rasul-Nya.
Maka mereka sekali-kali tidak akan mendapat karunia yang diberikan kepada orang-orang yang beriman bahkan mereka akan mendapat balasan yang setimpal yaitu neraka Jahanam.
Mereka akan dilemparkan ke dalamnya dan mendapat siksaan yang tidak dapat digambarkan bagaimana hebat dan pedihnya dan akan kekal abadi pula dalam neraka itu.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Katakanlah, wahai Rasul, kepada umat manusia, “Sesungguhnya tidak penting bagi Allah dari kalian kecuali kalian menyembah dan berdoa kepada-Nya, tidak selain-Nya.
Oleh karena itulah Dia menciptakan kalian.
Akan tetapi, orang-orang kafir di antara kalian telah mendustakan apa yang dibawa oleh Rasul.
Karenanya, azab yang akan menimpa mereka merupakan sebuah kemestian, dan mereka tidak akan dapat menyelamatkan diri dari azab itu.”

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Katakanlah,) hai Muhammad kepada penduduk Mekah (“Tiada) lafal Maa bermakna Nafi (mengindahkan) menghiraukan (Rabbku akan kalian melainkan kalau ada ibadah kalian) kepada-Nya di waktu kalian tertimpa kesengsaraan dan musibah, kemudian Dia menghilangkannya dari kalian (padahal sesungguhnya) maksudnya mana mungkin Dia memperhatikan kalian, (sedangkan kalian telah mendustakan) Rasul dan Alquran (karena itu kelak akan ada) azab (yang pasti.”) menimpa kalian di akhirat, selain daripada azab yang akan menimpa kalian di dunia.

Akhirnya di antara mereka banyak yang terbunuh di dalam perang Badar, jumlah mereka yang terbunuh ada tujuh puluh orang.

Sedangkan yang menjadi Jawab dari lafal Laulaa terkandung di dalam pengertian kalimat yang sebelumnya.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Allah mengabarkan bahwa Dia tidak mempedulikan manusia dan terpengaruh oleh mereka, kalau tidak ada doa ibadah dan doa amsalah dari mereka kepada-Nya.
Sungguh kalian wahai orang-orang kafir telah mendustakan, dimana pendustaan kalian ini membawa kalian kepada siksa yang akan mengikat kalian seperti pemilik uang mengikat orang yang berhutang kepadanya, dan ia akan membinasakan kalian di dunia dan akhirat.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Kemudian Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

Katakanlah, “Tuhanku tidak mengindahkan kalian.” (Al Furqaan:77)

Allah tidak mengindahkan kalian bila kalian tidak menyembah-Nya.
Karena sesungguhnya Allah tidak sekali-kali menciptakan makhluk, melainkan agar mereka menyembah-Nya, mengesakan-Nya, dan bertasbih kepada-Nya di setiap pagi dan petang (untuk kemaslahatan mereka sendiri).

Mujahid dan Amr ibnu Syu’aib telah mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya: Tuhanku tidak mengindahkan kalian.
(Al Furqaan:77) Yakni Tuhanku tidak mengazab kalian.

Ali ibnu Abu falhah telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas sehubungan dengan makna firman-Nya: Katakanlah, “Tuhanku tidak mengindahkan kalian.” (Al Furqaan:77) Artinya, seandainya tidak ada iman kalian, tentu Tuhanku tidak mengindahkan kalian.
Allah subhanahu wa ta’ala memberitahukan kepada orang-orang kafir bahwa Dia tidak memerlukan mereka, karenanya Dia tidak menciptakan mereka sebagai orang-orang mukmin.
Seandainya Allah mempunyai keperluan, tentulah Dia menjadikan mereka suka kepada iman, sebagaimana Dia menjadikan orang-orang mukmin beriman.

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Padahal kalian sungguh telah mendustakan-Nya (hai orang-orang kafir).
Karena itu, kelak (azab) pasti (menimpa kalian).
(Al Furqaan:77)

Kedustaan kalian kepada Allah akan memastikan diri kalian tertimpa azab, binasa, dan kehancuran di dunia dan akhirat, yang hal ini termasuk pula kejadian dalam Perang Badar.
Seperti apa yang telah ditafsirkan oleh Abdullah ibnu Mas’ud, Ubay ibnu Ka’b, Muhammad ibnu Ka’b Al-Qurazi, Mujahid, Ad-Dahhak, Qatadah, dan As-Saddi, serta lain-lainnya.

Al-Hasan Al-Basri telah mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya: Karena itu, kelak (azab) pasti (menimpa kalian).
(Al Furqaan:77) Yakni kelak di hari kiamat.
Di antara kedua penafsiran pada hakikatnya tidak ada pertentangan.


Hadits Shahih Yang Berhubungan Dengan Surah Al Furqaan (25) ayat 77
Telah menceritakan kepada kami Musaddad Telah menceritakan kepada kami Yahya dari Sufyan dia berkata,
Telah menceritakan kepadaku Manshur dan Sulaiman dari Abu Wail dari Abu Maisarah dari Abdullah Demikian juga diriwayatkan dari jalur lainnya, berkata,
Dan telah menceritakan kepadaku Washil dari Abu Wail dari Abdullah ra. dia berkata,
Aku bertanya,
atau Rasulullah shallallaahu alaihi wasallam ditanya, dosa apakah yang paling besar di sisi Allah? Beliau menjawab:
Yaitu kamu menjadikan bagi Allah sekutu padahal Dia telah menciptakanmu. Aku bertanya lagi,
kemudian apa? Nabi berkata:
Kamu membunuh anakmu karena takut makan bersamamu. Aku bertanya,
kemudian apa? Beliau menjawab:
“Kemudian engkau berzina dengan istri tetanggamu.” Ibnu Mas’ud, Kemudian Allah menurunkan ayat yang membenarkan hal itu, yaitu: Dan orang-orang yang tidak menyembah tuhan yang lain beserta Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina…, (Al Furqan: 68).

Shahih Bukhari, Kitab Tafsir Al Qur’an – Nomor Hadits: 4389

Informasi Surah Al Furqaan (الفرقان)
Surat ini terdiri atas 77 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah.

Dinamai “Al Fur­qaan” yang artinya “pembeda”,
diambil dari kata “Al Furqaan” yang terdapat pada ayat pertama surat ini.
Yang dimaksud dengan Al Furqaan dalam ayat ini ialah Al Qur’an.
Al Qur’an dinamakan Al Furqaan karena dia membedakan antara yang haq dengan yang batil.
Maka pada surat ini pun terdapat ayat-ayat yang membedakan antara kebenaran ke-esaan Allah subhanahu wa ta’ala dengan kebatilan kepercayaan syirik.

Keimanan:

Allah Maha Besar berkah dan kebaikan-Nya
hanya Allah saja yang menguasai langit dan bumi
Allah tidak punya anak dan sekutu
Al Qur’an benar-benar diturun­kan dari Allah
ilmu Allah meliputi segala sesuatu
Allah bersemayam di atas Arsy
Nabi Muhammad ﷺ adalah hamba Allah yang diutus ke seluruh alam
rasul­-rasul itu adalah manusia biasa yang mendapat wahyu dari Allah
pada hari kiamat akan terjadi peristiwa-peristiwa luar biasa seperti belahnya langit, turunnya malai­kat ke bumi
orang-orang berdosa dihalau ke neraka dengan berjalan atas muka mereka.

Hukum:

Tidak boleh mengabaikan Al Qur’an
larangan menafkahkan harta secara boros atau kikir
larangan membunuh atau berzina
kewajiban memberantas kekafiran dengan mempergunakan alasan Al Qur’an
larangan memberikan persaksian palsu.

Kisah:

Kisah-kisah Musa a.s, Nuh a.s.
kaum Tsamud dan kaum Syu ‘aib.

Lain-lain:

Celaan-celaan orang-orang kafir terhadap Al Qur’an
kejadian-kejadian alamiyah sebagai bukti ke-esaan dan kekuasaan Allah
hikmah Al Qur’an diturunkan secara berangsur-angsur
sifat-sifat orang musyrik antara lain mempertuhankan hawa nafsu,tidak mempergunakan akal
sifat-sifat hamba Allah yang sebenamya.

Ayat-ayat dalam Surah Al Furqaan (77 ayat)

Audio

Qari Internasional

Q.S. Al-Furqaan (25) ayat 77 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Al-Furqaan (25) ayat 77 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Al-Furqaan (25) ayat 77 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Al-Furqaan - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 77 & Terjemahan


Gambar



Statistik
  • Rating RisalahMuslim

Surah Al Baqarah

Surah Al-Furqan (Arab: الفرقان ,"Pembeda") adalah surah ke-25 dari al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 77 ayat dan termasuk golongan surah-surah Makkiyah.
Dinamai Al-Furqan yang artinya pembeda, diambil dari kata al-Furqan yang terdapat pada ayat pertama surah ini.
Yang dimaksud dengan Al-Furqan dalam ayat ini ialah Al-Quran (lihat nama lain Al-Qur'an).
Al-Quran dinamakan Al-Furqan karena dia membedakan antara yang haq dengan yang batil.
Maka pada surat ini pun terdapat ayat-ayat yang membedakan antara kebenaran ke-esaan Allah s.w.t.
dengan kebatilan kepercayaan syirik.

Nomor Surah25
Nama SurahAl Furqaan
Arabالفرقان
ArtiPembeda
Nama lainTabaraka
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu42
JuzJuz 18 (1-20) sampai juz 19 (21-77)
Jumlah ruku'6 ruku'
Jumlah ayat77
Jumlah kata896
Jumlah huruf3876
Surah sebelumnyaSurah An-Nur
Surah selanjutnyaSurah Asy-Syu'ara'
4.7
Ratingmu: 4.5 (13 orang)
Sending

✅ URL singkat halaman ini: https://risalahmuslim.id/25-77







Pembahasan ▪ Surah furqan ayat 77

Video

Panggil Video Lainnya

RisalahMuslim di  







Email: [email protected]
Made with in Yogyakarta