Search
Exact matches only
Cari di judul
Cari di Arti & Tafsir
Search in comments
Search in excerpt
Filter by Custom Post Type
Filter berdasar surah
Pilih atau Semua
Abasa
Ad Dukhaan
Adh Dhuhaaa
Adz Dzaariyaat
Al 'Alaq
Al 'Ashr
Al A'laa
Al A'raaf
Al Aadiyaat
Al Ahqaaf
Al Ahzab
Al An 'aam
Al Anbiyaa
Al Anfaal
Al Ankabut
Al Balad
Al Baqarah
Al Bayyinah
Al Buruuj
Al Fajr
Al Falaq
Al Fath
Al Fatihah
Al Fiil
Al Furqaan
Al Ghaasyiyah
Al Haaqqah
Al Hadid
Al Hajj
Al Hasyr
Al Hijr
Al Hujurat
Al Humazah
Al Ikhlas
Al Infithar
Al Insaan
Al Insyiqaaq
Al Israa
Al Jaatsiyah
Al Jinn
Al Jumu'ah
Al Kaafiruun
Al Kahfi
Al Kautsar
Al Lahab
Al Lail
Al Ma'aarij
Al Maa'idah
Al Maa'un
Al Mu'min
Al Mu'minuun
Al Muddatstsir
Al Mujaadilah
Al Mulk
Al Mumtahanah
Al Munafiquun
Al Mursalat
Al Muthaffifin
Al Muzzammil
Al Qaari'ah
Al Qadr
Al Qalam
Al Qamar
Al Qashash
Al Qiyaamah
Al Waaqi'ah
Al Zalzalah
Alam Nasyrah
Ali Imran
An Naazi'at
An Nabaa
An Nahl
An Najm
An Naml
An Nas
An Nashr
An Nisaa'
An Nuur
Ar Ra'd
Ar Rahmaan
Ar Rum
As Sajdah
Ash Shaff
Ash Shaffaat
Asy Shyuura
Asy Syams
Asy Syu'araa
At Taghaabun
At Tahrim
At Takaatsur
At Takwir
At Taubah
At Tin
Ath Thaariq
Ath Thalaaq
Ath Thuur
Az Zukhruf
Az Zumar
Faathir
Fushshilat
Hud
Ibrahim
Luqman
Maryam
Muhammad
Nuh
Qaaf
Quraisy
Saba
Shaad
Thaa Haa
Yaa Siin
Yunus
Yusuf

💡 Ketik [nomer surah]-[nomer ayat], contoh: 2-255 atau albaqarah 255 atau ke www.risalahmuslim.id/2-255

Al Furqaan

Al Furqaan (Pembeda) surah 25 ayat 70


اِلَّا مَنۡ تَابَ وَ اٰمَنَ وَ عَمِلَ عَمَلًا صَالِحًا فَاُولٰٓئِکَ یُبَدِّلُ اللّٰہُ سَیِّاٰتِہِمۡ حَسَنٰتٍ ؕ وَ کَانَ اللّٰہُ غَفُوۡرًا رَّحِیۡمًا
Ilaa man taaba waaamana wa’amila ‘amalaa shaalihan fa-uula-ika yubaddilullahu sai-yi-aatihim hasanaatin wakaanallahu ghafuuran rahiiman;

kecuali orang-orang yang bertaubat, beriman dan mengerjakan amal saleh, maka itu kejahatan mereka diganti Allah dengan kebajikan.
Dan adalah Allah maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
―QS. 25:70
Topik ▪ Taubat ▪ Keutamaan taubat ▪ Keluasan ilmu Allah
25:70, 25 70, 25-70, Al Furqaan 70, AlFurqaan 70, Al Furqan 70, AlFurqan 70, Al-Furqan 70
Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al Furqaan (25) : 70. Oleh Kementrian Agama RI

Pada ayat-ayat ini Allah menerangkan bahwa orang-orang yang mengerjakan perbuatan dosa seperti tersebut pada ayat di atas dan bertobat dengan sebenar-benar tobat dan kembali beriman serta selalu berbuat amal saleh, perbuatan mereka yang jahat itu akan diganti dengan kebaikan dan pahala yang berlipat ganda karena Allah adalah Maha Pengampun, Maha Pengasih dan Maha Penyayang.
Menurut sebagian mufassirin bahwa penggantian dosa kejahatan dengan pahala kebaikan itu ialah dengan menghapuskan segala dosa yang telah dikerjakan di masa yang lalu itu dengan adanya tobat yang benar, kemudian amal kebaikan yang dikerjakannya sesudah bertobat dilipat gandakan pahalanya sehingga seimbang banyak pahalanya dengan banyak berbuat dosa yang telah dilakukan itu.
Tetapi sebagian lain mengatakan bahwa Allah memberikan kepada orang yang bertobat itu pahala seimbang banyaknya dengan dosa yang telah dikerjakannya karena tobatnya itu.
Kemudian bila dia sudah tobat mengerjakan amal yang baik maka amal yang baik itu akan diberi pahala yang berlipat ganda pula.
Jadi orang yang bertobat itu mendapat dua kebaikan yaitu dosa-dosanya yang terdahulu dihapuskan dan kemudian diberi pula pahala yang sama banyaknya dengan dosa yang telah dikerjakannya itu.

Diriwayatkan oleh At Tabrani sebuah hadis dari Abu Mugirah dari Sofwan bin Umar dari Abdurrahman bin Jubair dari Abu Sarwah bahwa Abu Sarwah ini datang menemui Rasulullah ﷺ bertanya: "(Hai Rasulullah) bagaimana pendapatmu tentang seorang laki-laki yang telah mengerjakan segala macam dosa dan tak ada satupun yang ditinggalkannya, apakah dia juga berhak diterima tobatnya?".
Rasulullah bertanya: "Apakah engkau sudah masuk Islam?".
"Sudah",
jawab Abu Sarwah: "Benar (engkau) berhak diterima tobatmu.
Oleh sebab itu, berbuat baiklah sebanyak-banyaknya dan jauhilah segala macam perbuatan dosa.
Maka Allah akan menjadikan semua dosamu itu menjadi perbuatan baik semuanya.
Abu Sarwah bertanya lagi: "Apakah perbuatanku yang dahulu itu akan dijadikan perbuatan baik pula?".
Rasulullah ﷺ menjawab: "Benar!".
Maka pergilah dia sambil bertakbir sampai dia tidak kelihatan lagi.
Kemudian Allah menyatakan bahwa tobat yang diterima itu haruslah diiringi dengan perbuatan baik.
Tobat dimulai dengan penyesalan atas perbuatan jahat yang telah dilaksanakan kemudian menghentikan segala perbuatan jahat itu, lalu diiringi dengan perbuatan baik untuk menjadi bukti, bahwa tobat itu adalah tobat yang sebenarnya dan dilakukan dengan sungguh-sungguh (nasuha).
Mengerjakan amal yang baik sesudah tobat adalah pengisi kekosongan sesudah berjanji tidak akan berbuat jahat lagi.
Karena berbuat jahat itu adalah suatu gerak dan pekerjaan.

Al Furqaan (25) ayat 70 - dibacakan oleh Shaykh Mishari Alafasy Al Furqaan (25) ayat 70 - dibacakan oleh Syaikh Sa'ad Al-Ghamidi Al Furqaan (25) ayat 70 - dibacakan oleh Syaikh Muhammad Ayyub

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Akan tetapi barangsiapa bertobat atas dosa-dosa tersebut, beriman dengan benar dan menyertainya dengan ketaatan dan amal saleh, maka dia akan diampuni.
Kejahatan mereka yang telah lalu akan diganti dengan kebaikan yang akan dibalas dengan pahala yang sangat besar.
Sesungguhnya Allah Maha Penyayang lagi Maha Pengampun.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Kecuali orang-orang yang bertobat dan mengerjakan amal saleh) dari kalangan mereka (maka kejahatan mereka itu diganti Allah) maksudnya dosa-dosa yang telah disebutkan tadi diganti oleh Allah (dengan kebaikan) di akhirat kelak.
(Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang) Dia tetap bersifat demikian.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Akan tetapi siapa yang bertaubat dari dosa-dosa ini dengan taubat yang nasuha, beriman dengan iman yang kokoh yang diikuti dengan amal shalih, maka Allah akan menghapus keburukan-keburukan mereka dan menggantinya dengan kebaikan-kebaikan disebabkan taubat dan penyesalan mereka.
Allah Maha Pengampun bagi siapa yang bertaubat, Maha Penyayang kepada hamba-hamba-Nya, di mana Dia tetap mengajak mereka untuk bertaubat setelah menentangnya dengan dosa-dosa yang paling besar.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta'ala:

kecuali orang-orang yang bertobat.
(Al Furqaan:70)

Yaitu bertobat kepada Allah subhanahu wa ta'ala sewaktu masih di dunianya dari semua perbuatan dosanya, maka Allah akan menerima tobatnya.

Di dalam kandungan ayat ini terdapat makna yang menunjukkan bahwa tobat orang yang pernah membunuh dapat diterima.
Ayat ini tidaklah bertentangan dengan ayat lain yang ada di dalam surat An-Nisa, yaitu firman-Nya:

Dan barang siapa yang membunuh seorang mukmin dengan sengaja.
(An Nisaa:93), hingga akhir ayat.

Karena sesungguhnya ayat ini sekalipun tergolong ke dalam ayat Madaniyah, tetapi ia bersifat mutlak sehingga pengertiannya dapat ditujukan kepada orang yang tidak bertobat, sedangkan ayat dalam surat Al-Furqan ini diikat dengan pengertian tobat.
Kemudian dapat pula dikatakan bahwa Allah subhanahu wa ta'ala telah berfirman dalam ayat yang lain:

Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa mempersekutukan (sesuatu) dengan Dia.
(An Nisaa:48 dan 116), hingga akhir ayat.

Sunnah yang sahih yang telah terbukti bersumber dari Rasulullah ﷺ telah menyebutkan bahwa tobat seorang pembunuh dapat diterima.
Sebagaimana yang telah disebutkan dalam kisah seseorang yang pernah membunuh seratus orang lelaki, lalu ia bertobat dan Allah menerima tobatnya.
Hadis-hadis lain yang senada cukup banyak.

Firman Allah subhanahu wa ta'ala:

maka kejahatan mereka diganti Allah dengan kebajikan.
Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
(Al Furqaan:70)

Sehubungan dengan makna firman-Nya:

kejahatan mereka diganti Allah dengan kebajikan.
(Al Furqaan:70)

Ada dua pendapat mengenainya.
Salah satunya mengatakan bahwa amal buruk mereka diganti dengan amal kebaikan.

Ali ibnu AbuTalhah telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas sehubungan dengan makna ayat ini, bahwa mereka adalah orang-orang mukmin yang sebelum beriman selalu mengerjakan amal-amal keburukan.
Kemudian Allah menjadikan mereka benci terhadap amal keburukan, dan Allah mengalihkan mereka kepada amal kebaikan.
Hal ini berarti bahwa Allah mengganti keburukan mereka dengan kebaikan.

Telah diriwayatkan dari Mujahid dan Ibnu Abbas, bahwa ia mengucapkan syair berikut saat menafsirkan makna ayat ini:

Seusai musim panas datanglah musim gugur sebagai penggantinya, dan seusai hidup senang dalam waktu yang lama datanglah kesusahan.

Yakni keadaan tersebut berubah menjadi keadaan yang lain.
Ata ibnu Abu Rabah mengatakan bahwa hal ini terjadi di dunia, seseorang yang tadinya gemar melakukan perbuatan yang buruk, kemudian Allah menggantinya dengan perbuatan yang baik.

Sa'id ibnu Jubair mengatakan bahwa Allah mengubah kebiasaan mereka yang tadinya menyembah berhala, menjadi menyembah Tuhan Yang Maha Pemurah, dan tadinya mereka memerangi kaum muslim, lalu menjadi memerangi kaum musyrik, dan Allah membuat mereka yang tadinya suka mengawini wanita-wanita kaum musyrik, kini mereka suka mengawini wanita-wanita beriman.

Al-Hasan Al-Basri mengatakan bahwa Allah mengganti amal buruk mereka dengan amal yang saleh, dan kemusyrikan diganti dengan keikhlasan, suka melacur diganti dengan memelihara kehormatan, dan kekufuran diganti dengan Islam.
Demikianlah menurut pendapat Abul Aliyah, Qatadah, dan jamaah lainnya.

Pendapat yang kedua mengatakan bahwa keburukan-keburukan yang telah silam berubah dengan sendirinya menjadi amal-amal kebaikan berkat tobat yang bersih.
Hal tersebut tiada lain karena manakala ia teringat akan dosa-dosa yang telah silam, hatinya merasa menyesal dan mengucapkan istirja' serta istigfar.
Jadi, dipandang dari pertimbangan ini maka dosanya berganti dengan sendirinya menjadi amal ketaatan.
Dan kelak di hari kiamat sekalipun dosa-dosanya itu dijumpai tertulis di dalam buku catatan amalnya, sesungguhnya hal itu tidak membahayakannya karena telah diganti menjadi amal-amal kebaikan.
Seperti yang telah disebutkan di dalam sunnah dan asar-asar yang diriwayatkan dari sejumlah ulama Salaf.

Diriwayatkan oleh AbuZar r.a.
bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda, "Sesungguhnya aku benar-benar mengetahui seorang ahli neraka yang paling akhir keluarnya dari neraka, dan seorang ahli surga yang paling akhir masuknya ke surga.
Didatangkan seorang lelaki, lalu ditanyai tentang sejumlah dosa besarnya, juga tentang dosa-dosa kecilnya.
Maka dikatakan kepadanya, 'Pada hari anu engkau telah mengerjakan dosa anu dan anu, dan kamu telah melakukan dosa anu dan anu pada hari anu.' Maka lelaki itu menjawab, 'Ya,' dia tidak mampu mengingkari sesuatu pun dari hal tersebut.
Maka dikatakan kepadanya, 'Sesungguhnya kini bagimu untuk setiap keburukan diganti dengan satu kebaikan.' Lelaki itu bertanya, 'Wahai Tuhanku, saya telah melakukan banyak dosa, tetapi saya tidak melihatnya di sini'." Rasulullah ﷺ mengucapkan sabdanya ini seraya tertawa sehingga gigi serinya kelihatan.

Hadis diriwayatkan oleh Imam Muslim secara munfarid.

Al-Hafiz Abul Qasim At-Tabrani mengatakan, telah menceritakan kepada kami Hasyim ibnu Yazid, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Ismail, telah menceritakan kepadaku Damdam ibnu Zur'ah, dari Syuraih ibnu Ubaid, dari Abu Malik Al-Asy'ari yang mengatakan bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda: Apabila anak Adam tidur, maka malaikat berkata kepada setan, "Berikanlah kepadaku lembaran catatanmu.” Maka setan memberikan catatannya kepada malaikat, lalu kebaikan apa saja yang ia jumpai di dalam catatannya ia gunakan untuk menghapus sepuluh keburukan yang ada di dalam catatan setan, kemudian menggantinya dengan sepuluh kebaikan.
Maka apabila seseorang di antara kalian hendak tidur, bertakbirlah sebanyak tigapuluh tiga kali, bertahmid sebanyak tiga puluh empat kali, dan bertasbih sebanyak tiga puluh tiga kali, sehingga jumlahnya genap seratus.

Ibnu Abu Hatim mengatakan telah menceritakan kepada kami Abu Salamah dan Arim.
Keduanya mengatakan, telah menceritakan kepada kami Sabit (yakni Ibnu Yazid Abu Zaid), telah menceritakan kepada kami Asim, dari Abu Usman, dari Salman yang mengatakan bahwa di hari kiamat ada seorang lelaki yang diberikan kepadanya buku catatan amal perbuatannya.
Ia membaca bagian atasnya, dan ternyata yang tercatat adalah keburukan-keburukannya.
Ketika ia hampir berburuk sangka atas dirinya, ia memandang ke bagian bawah catatannya, tiba-tiba tercatat kebaikan-kebaikannya.
Kemudian ia memandang ke bagian atas catatannya, dan ternyata telah diganti menjadi catatan kebaikan.

Ibnu Abu Hatim mengatakan pula, telah menceritakan kepada kami ayahku, telah menceritakan kepada kami Hisyam ibnu Ammar, telah menceritakan kepada kami Sulaiman ibnu Musa Az-Zuhri Abu Daud, telah menceritakan kepada kami Abul Anbas, dari ayahnya, dari Abu Hurairah yang mengatakan bahwa sesungguhnya pada hari kiamat dihadapkan kepada Allah sejumlah manusia yang merasa bahwa diri mereka banyak melakukan perbuatan-perbuatan dosa.
Ditanyakan, "Wahai Abu Hurairah, siapakah mereka?"
Abu Hurairah menjawab bahwa mereka adalah orang-orang yang kejahatan mereka diganti Allah dengan kebajikan.

Ibnu Abu Hatim mengatakan pula, telah menceritakan kepada kami ayahku, telah menceritakan kepada kami Abdullah ibnu Abu Ziyad, telah menceritakan kepada kami Sayyar, telah menceritakan kepada kami Ja'far, telah menceritakan kepada kami Abu Hamzah, dari Abus Saif—salah seorang murid sahabat Mu'az ibnu Jabal—yang mengatakan bahwa orang-orang yang masuk surga itu ada empat golongan, yaitu kaum muttaqin, kemudian kaum syakirin, lalu kaum kha'ifin (orang-orang yang takut kepada Allah), kemudian yang terakhir adalah as-habul yamin (golongan kanan).
Abu Hamzah bertanya, "Mengapa mereka dinamakan as-habul yam'in?
Abus Saif menjawab bahwa mereka telah melakukan amal keburukan dan amal kebaikan.
Kemudian catatan amal perbuatan mereka diberikan kepada mereka dari sebelah kanannya.
Maka mereka membaca keburukan-keburukan mereka kalimat demi kalimat, lalu mereka bertanya, "Wahai Tuhan kami, ini adalah catatan keburukan kami, lalu manakah catatan kebaikan kami?"
Maka pada saat itu Allah menghapus semua keburukan mereka dan menggantinya dengan kebaikan-kebaikan.
Dan saat itu mereka berkata, seperti yang disebutkan oleh firman-Nya: Ambillah dan bacalah Kitabku (ini!).
(Al Haaqqah:19) Mereka adalah penduduk surga yang paling banyak jumlahnya.

Ali ibnul Husain Zainul Abidin telah mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya: Allah mengganti kejahatan mereka dengan kebajikan.
(Al Furqaan:70) Bahwa hal ini terjadi di akhirat nanti.
Mak-hul mengatakan bahwa Allah mengampuni dosa-dosa mereka, lalu menggantinya menjadi kebaikan.
Keduanya diriwayatkan oleh Ibnu Abu Hatim.
Ibnu Jarir telah meriwayatkan hal yang semisal melalui Sa'id ibnul Musayyab.

Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami ayahku, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnul Wazir Ad-Dimasyqi, telah menceritakan kepada kami Al-Walid ibnu Muslim, telah menceritakan kepada kami Abu Jabir, ia pernah mendengar Mak-hul mengatakan bahwa pernah ada seorang lelaki tua yang karena usianya teramat lanjut alis matanya turun ke matanya.
Laki-laki itu berkata, "Wahai Rasulullah, saya adalah seorang lelaki yang suka berkhianat dan berbuat lacur (durhaka).
Tiada suatu keinginan pun dan tiada suatu kebutuhan pun yang aku biarkan melainkan kuterjang dan kulakukan.
Seandainya dosa-dosaku dibagi-bagikan ke seluruh penduduk bumi niscaya semuanya kebagian, maka adakah jalan bagiku untuk bertobat?"
Nabi ﷺ balik bertanya, "Apakah kamu Islam?"
Lelaki tua menjawab, "Adapun aku, sesungguhnya telah bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya, dan bahwa Muhammad adalah hamba dan Rasul-Nya." Maka Nabi ﷺ bersabda: Sesungguhnya Allah akan mengampunimu selagi kamu tetap bertobat, dan Allah akan mengganti keburukanmu dengan kebaikan.
Lelaki tua itu bertanya, "Wahai Rasulullah, bagaimanakah dengan semua perbuatan khianat dan perbuatan durhakaku?"
Nabi ﷺ bersabda, "Juga Allah akan mengampuni perbuatan khianat dan durhakamu." Maka lelaki tua itu pergi seraya bertakbir dan bertahlil.

Imam Tabrani telah meriwayatkan melalui hadis Abul Mugirah, dari Safwan ibnu Umar, dari Abdur Rahman ibnu Jubair, dari Abu Farwah, bahwa ia datang kepada Rasulullah ﷺ dan bertanya, "Bagaimanakah pendapatmu tentang seorang lelaki yang telah mengerjakan semua jenis dosa, dan tiada suatu keinginan serta tiada pula suatu kebutuhan yang ditinggalkannya.
Maka adakah jalan baginya untuk bertobat?"
Rasulullah ﷺ balik bertanya, "Apakah kamu telah masuk Islam?"
Ia menjawab, "Ya." Rasulullah ﷺ bersabda: Kerjakanlah amal-amal kebaikan dan tinggalkanlah keburukan-keburukan, maka Allah akan menjadikan kebaikan semuanya buatmu.
Ia bertanya, "Bagaimanakah dengan perbuatan khianat dan kedurhakaanku?"
Rasul ﷺ menjawab, "Ya (diganti pula dengan kebaikan)." Maka kedengaran ia terus-menerus bertakbir hingga hilang dari pandangan mata.

Ibnu Jarir telah meriwayatkannya melalui hadis Ibrahim ibnul Munzir Al-Hizami berikut sanadnya dengan lafaz yang semisal.
Dalam riwayat ini disebutkan bahwa wanita itu menyerukan kalimat kekecewaan seraya berkata, "Aduhai, alangkah kecewanya daku.
Apakah kebaikan ini diciptakan untuk neraka?"

Dalam riwayat ini disebutkan bahwa ketika Abu Hurairah pulang dari sisi Rasulullah ﷺ, ia mencari wanita itu ke seluruh pelosok kota Madinah, tetapi tidak menjumpainya.
Kemudian pada malam berikutnya wanita itu datang sendiri kepada Ahu Hurairah, dan Abu Hurairah menceritakan kepadanya apa yang telah dikatakan oleh Rasulullah ﷺ Maka wanita itu menyungkur bersujud seraya berkata, "Segala puji bagi Allah yang telah menjadikan jalan keluar bagiku dan menerima tobat dari apa yang telah kukerjakan." Lalu wanita itu memerdekakan budak perempuan miliknya berikut anak perempuannya, dan ia bertobat kepada Allah subhanahu wa ta'ala

Asbabun Nuzul
Sebab-Sebab Diturunkannya Surah Al Furqaan (25) Ayat 70

Al-Bukhari dan lain-lain meriwayatkan dari Ibnu Abbas bahwa ketika turun ayat , “Dan orang-orang yang tidak mempersekutukan Allah..”(25:68).
orang-orang musyrik Mekah berkata,
“Kami telah membunuh tanpa hak, menyembah Tuhan lain di samping menyembah Allah, dan melakukan perbuatan keji (zina).” Maka turunlah ayat ini.

Sumber : Asbabun Nuzul - Jalaluddin As-Suyuthi.

Informasi Surah Al Furqaan (الفرقان)
Surat ini terdiri atas 77 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah.

Dinamai "Al Fur­qaan" yang artinya "pembeda",
diambil dari kata "Al Furqaan" yang terdapat pada ayat pertama surat ini.
Yang dimaksud dengan Al Furqaan dalam ayat ini ialah Al Qur'an.
Al Qur'an dinamakan Al Furqaan karena dia membedakan antara yang haq dengan yang batil.
Maka pada surat ini pun terdapat ayat-ayat yang membedakan antara kebenaran ke-esaan Allah subhanahu wa ta'ala dengan kebatilan kepercayaan syirik.

Keimanan:

Allah Maha Besar berkah dan kebaikan-Nya
hanya Allah saja yang menguasai langit dan bumi
Allah tidak punya anak dan sekutu
Al Qur'an benar-benar diturun­kan dari Allah
ilmu Allah meliputi segala sesuatu
Allah bersemayam di atas Arsy
Nabi Muhammad ﷺ adalah hamba Allah yang diutus ke seluruh alam
rasul­-rasul itu adalah manusia biasa yang mendapat wahyu dari Allah
pada hari kiamat akan terjadi peristiwa-peristiwa luar biasa seperti belahnya langit, turunnya malai­kat ke bumi
orang-orang berdosa dihalau ke neraka dengan berjalan atas muka mereka.

Hukum:

Tidak boleh mengabaikan Al Qur'an
larangan menafkahkan harta secara boros atau kikir
larangan membunuh atau berzina
kewajiban memberantas kekafiran dengan mempergunakan alasan Al Qur'an
larangan memberikan persaksian palsu.

Kisah:

Kisah-kisah Musa a.s, Nuh a.s.
kaum Tsamud dan kaum Syu 'aib.

Lain-lain:

Celaan-celaan orang-orang kafir terhadap Al Qur'an
kejadian-kejadian alamiyah sebagai bukti ke-esaan dan kekuasaan Allah
hikmah Al Qur'an diturunkan secara berangsur-angsur
sifat-sifat orang musyrik antara lain mempertuhankan hawa nafsu,tidak mempergunakan akal
sifat-sifat hamba Allah yang sebenamya.


Gambar Kutipan Surah Al Furqaan Ayat 70 *beta

Surah Al Furqaan Ayat 70



Statistik
  • Rating RisalahMuslim

Surah Al Furqaan

Surah Al-Furqan (Arab: الفرقان ,"Pembeda") adalah surah ke-25 dari al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 77 ayat dan termasuk golongan surah-surah Makkiyah.
Dinamai Al-Furqan yang artinya pembeda, diambil dari kata al-Furqan yang terdapat pada ayat pertama surah ini.
Yang dimaksud dengan Al-Furqan dalam ayat ini ialah Al-Quran (lihat nama lain Al-Qur'an).
Al-Quran dinamakan Al-Furqan karena dia membedakan antara yang haq dengan yang batil.
Maka pada surat ini pun terdapat ayat-ayat yang membedakan antara kebenaran ke-esaan Allah s.w.t.
dengan kebatilan kepercayaan syirik.

Nomor Surah 25
Nama Surah Al Furqaan
Arab الفرقان
Arti Pembeda
Nama lain Tabaraka
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 42
Juz Juz 18 (1-20) sampai juz 19 (21-77)
Jumlah ruku' 6 ruku'
Jumlah ayat 77
Jumlah kata 896
Jumlah huruf 3876
Surah sebelumnya Surah An-Nur
Surah selanjutnya Surah Asy-Syu'ara'
4.6
Rating Pembaca: 4.6 (20 votes)
Sending








Anda perlu login mengelola Bookmark.

📖 Lihat Semua Bookmark-ku