Search
Exact matches only
Cari di judul
Cari di Arti & Tafsir
Search in comments
Search in excerpt
Filter by Custom Post Type
Filter berdasar surah
Pilih atau Semua
Abasa
Ad Dukhaan
Adh Dhuhaaa
Adz Dzaariyaat
Al 'Alaq
Al 'Ashr
Al A'laa
Al A'raaf
Al Aadiyaat
Al Ahqaaf
Al Ahzab
Al An 'aam
Al Anbiyaa
Al Anfaal
Al Ankabut
Al Balad
Al Baqarah
Al Bayyinah
Al Buruuj
Al Fajr
Al Falaq
Al Fath
Al Fatihah
Al Fiil
Al Furqaan
Al Ghaasyiyah
Al Haaqqah
Al Hadid
Al Hajj
Al Hasyr
Al Hijr
Al Hujurat
Al Humazah
Al Ikhlas
Al Infithar
Al Insaan
Al Insyiqaaq
Al Israa
Al Jaatsiyah
Al Jinn
Al Jumu'ah
Al Kaafiruun
Al Kahfi
Al Kautsar
Al Lahab
Al Lail
Al Ma'aarij
Al Maa'idah
Al Maa'un
Al Mu'min
Al Mu'minuun
Al Muddatstsir
Al Mujaadilah
Al Mulk
Al Mumtahanah
Al Munafiquun
Al Mursalat
Al Muthaffifin
Al Muzzammil
Al Qaari'ah
Al Qadr
Al Qalam
Al Qamar
Al Qashash
Al Qiyaamah
Al Waaqi'ah
Al Zalzalah
Alam Nasyrah
Ali Imran
An Naazi'at
An Nabaa
An Nahl
An Najm
An Naml
An Nas
An Nashr
An Nisaa'
An Nuur
Ar Ra'd
Ar Rahmaan
Ar Rum
As Sajdah
Ash Shaff
Ash Shaffaat
Asy Shyuura
Asy Syams
Asy Syu'araa
At Taghaabun
At Tahrim
At Takaatsur
At Takwir
At Taubah
At Tin
Ath Thaariq
Ath Thalaaq
Ath Thuur
Az Zukhruf
Az Zumar
Faathir
Fushshilat
Hud
Ibrahim
Luqman
Maryam
Muhammad
Nuh
Qaaf
Quraisy
Saba
Shaad
Thaa Haa
Yaa Siin
Yunus
Yusuf

💡 Ketik [nomer surah]-[nomer ayat], contoh: 2-255 atau albaqarah 255 atau ke www.risalahmuslim.id/2-255

Al Furqaan

Al Furqaan (Pembeda) surah 25 ayat 61


تَبٰرَکَ الَّذِیۡ جَعَلَ فِی السَّمَآءِ بُرُوۡجًا وَّ جَعَلَ فِیۡہَا سِرٰجًا وَّ قَمَرًا مُّنِیۡرًا
Tabaarakal-ladzii ja’ala fiissamaa-i buruujan waja’ala fiihaa siraajan waqamaran muniiran;

Maha Suci Allah yang menjadikan di langit gugusan-gugusan bintang dan Dia menjadikan juga padanya matahari dan bulan yang bercahaya.
―QS. 25:61
Topik ▪ Ilmu manusia sedikit
25:61, 25 61, 25-61, Al Furqaan 61, AlFurqaan 61, Al Furqan 61, AlFurqan 61, Al-Furqan 61
Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al Furqaan (25) : 61. Oleh Kementrian Agama RI

Maha Suci Allah Yang menjadikan di langit bintang-bintang yang oleh ulama falak dahulu jumlahnya dihitung sekitar "seribu" buah dan oleh ulama falak mutakhir dengan mempergunakan alat teropong telescoop sekitar dua ratus juta dan masih bertambah pula dengan penemuan-penemuan baru.
Allah menjadikan pula padanya matahari yang bersinar terang dan bulan yang bercahaya.
Adapun manazil atau tempat persinggahan bulan semuanya ada 12, yaitu: Hamal (Aries), Taur (Taurus), Jauza (Gemini), Saratan (Cancer), Asad (Leo), Sumbulah (Virgo), Mizan (Libra), Aqrab (Scorpio), Qaus (Sagitarius), Jady (Capricornus), Dalwu (Aquarius), dan Hut (Pices).

Al Furqaan (25) ayat 61 - dibacakan oleh Shaykh Mishari Alafasy Al Furqaan (25) ayat 61 - dibacakan oleh Syaikh Sa'ad Al-Ghamidi Al Furqaan (25) ayat 61 - dibacakan oleh Syaikh Muhammad Ayyub

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Mahasuci Allah dan Mahabanyak karunia-Nya.
Dia menciptakan planet-planet di langit dan menciptakan garis orbit tempatnya beredar.
Di antara planet-planet itu, Dia menjadikan matahari dan bulan yang bercahaya[1].

[1] Ayat ini mengandung beberapa penafsiran ilmiah terhadap sistem alam raya yang diciptakan oleh Allah.
Kita lihat bintang-bintang di langit berbentuk gugusan yang tidak berubah-ubah sepanjang masa.
"Al-Bur3j" yang dimaksud dalam ayat di atas adalah gugusan bintang (rasi) yang dilalui matahari ketika secara lahir berputar mengelilingi bumi.
Gugusan bintang tersebut seakan-akan menjadi tempat berputarnya matahari sepanjang tahun.
Setiap tiga bulan terjadi satu musim yang dimulai dengan musim semi.
Rasi-rasi tersebut adalah sebagai berikut:
Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo, Virgo, Libra, Scorpio, Sagitarius, Capricornus, Aquarius dan Pisces.
Matahari adalah salah satu bintang yang tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil.
Seperti halnya bintang-bintang lain, matahari bersinar dengan sendirinya karena interaksi atom yang ada di dalamnya.
Sinar matahari yang timbul dari energi tersebut jatuh ke planet-planet, bumi, bulan dan benda-benda langit lainnya yang tidak dapat bersinar.
Karena bersifat menyinari, maka matahari disebut siraj yang berarti 'lampu yang terang benderang'.
Adapun bulan disebut munir, yang berarti 'bercahaya', karena cahayanya timbul akibat adanya sinar matahari yang jatuh di permukaannya.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Maha Suci) yakni Maha Agung (Allah yang telah menjadikan di langit gugusan-gugusan bintang) yang ada dua belas, yaitu:
Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo, Virgo, Libra, Scorpio, Sagitarius, Capricornus, Aquarius dan Pisces.
Gugusan-gugusan tersebut merupakan garis edar dari tujuh planet yang beredar, yaitu planet Mars mempunyai Aries dan Scorpio, Gemini dan Virgo, planet Bulan mempunyai Cancer, planet Matahari mempunyai Leo, planet Yupiter mempunyai Sagitarius dan Pisces, planet Uranus mempunyai Capricornus dan Aquarius (dan Dia menjadikan padanya) juga (lampu) yakni matahari (dan bulan yang bercahaya) menurut suatu qiraat lafal Siraajan dibaca Suruujan dengan ungkapan jamak.
Arti Muniiran adalah Nayyiraatin yakni yang bercahaya.
Sengaja di sini hanya disebutkan bulan di antara planet-planet tersebut karena mengingat keutamaan yang dimilikinya.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Begitu agung berkah Allah dan betapa banyak kebaikan-Nya.
Dia-lah yang menjadikan bintang-bintang besar di langit yang berada pada porosnya.
Dan Dia juga yang menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya di sana.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Allah subhanahu wa ta'ala mengagungkan dan membesarkan diri-Nya atas keindahan segala apa yang diciptakan-Nya di langit berupa gugusan-gugusan bintang yang besar-besar, menurut pendapat Mujahid, Sa'id ibnu Jubair, Abu Saleh, Al-Hasan, dan Qatadah.
Sedangkan menurut pendapat yang lain, yang dimaksud dengan al-buruj ialah gedung-gedung penjagaan yang ada di langit.
Demikianlah menurut riwayat yang bersumber dari Ali, Ibnu Abbas, Muhammad ibnu Ka'b, Ibrahim An-Nakha'i, dan Sulaiman ibnu Mahran Al-A'masy.
Pendapat ini dikatakan pula oleh sebuah riwayat yang bersumber dari Abu Saleh.
Akan tetapi, pendapat yang pertamalah yang lebih kuat.
Terkecuali jika bintang yang besar-besar itu diumpama­kan sebagai gedung-gedung penjagaan, maka kedua pendapat ini dapat dipertemukan.
Seperti yang disebutkan oleh Allah subhanahu wa ta'ala dalam firman-Nya:

Sesungguhnya Kami telah menghiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang (Al Mulk:5), hingga akhir ayat.

Karena itulah disebutkan oleh ayat dalam surat ini:

Mahasuci Allah yang menjadikan di langit gugusan-gugusan bintang dan Dia menjadikan juga padanya matahari.
(Al Furqaan:61)

Yakni matahari yang bersinar bagaikan pelita pada alam wujud ini.
Seperti juga yang disebutkan dalam ayat lain melalui firman-Nya:

dan Kami jadikan pelita yang amat terang (matahari).
(An-Naba': 13)

dan bulan yang bercahaya.
(Al Furqaan:61)

Artinya, bercahaya lagi terang dengan cahaya sendiri, bukan cahaya matahari (Ibnu Kasir berpendapat bahwa bulan itu bersinar, dan bukan pantulan dari sinar matahari, pent.).
Seperti yang disebutkan oleh Allah subhanahu wa ta'ala dalam firman-Nya:

Dialah Yang menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya.
(Yunus:5)

Dan firman Allah subhanahu wa ta'ala menceritakan perkataan Nuh 'alaihis salam kepada kaumnya:

Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah telah menciptakan tujuh langit bertingkat-tingkat?
Dan Allah menciptakan padanya bulan sebagai cahaya dan menjadikan matahari sebagai pelita?
(Nuh:15-16)

Kata Pilihan Dalam Surah Al Furqaan (25) Ayat 61

BURUUJ
بُرُوج

Lafaz ini dalam bentuk jamak, mufradnya adalah al burj yang berarti bangunan yang tinggi berbentuk bundar atau petak baik itu berdiri sendiri maupun bagian dari bangunan yang besar, benteng dan salah satu dari bola langit yang dua belas. Dalam ilmu falak al buruuj berarti kumpulan bintang.

Disebut empat kali di dalam Al Qur'an yaitu :
- An Nisaa (4) ayat 78,
- Al Hijr (15) ayat 16,
- Al Furqaan (25) ayat 61,
- Al Buruuj (85) ayat 1.

Dari keempat ayat yang menyinggung lafaz al buruuj ia mengandung dua makna berdasarkan sandaran dan kaitan ayat, yaitu :

1. Allah subhanahu wa ta'ala berfirman dalam surah An Nisaa' ayat 78

أَيْنَمَا تَكُونُوا۟ يُدْرِككُّمُ ٱلْمَوْتُ وَلَوْ كُنتُمْ فِى بُرُوجٍ مُّشَيَّدَةٍۗ

Artinya :
"Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh,...."

Terdapat perbedaan pendapat mengenai makna al buruuj pada ayat diatas.

Ada yang berpendapat bahwa ia bermaksud benteng yang terdapat di dalam tanah,ada yang bependapat bahwa ia adalah istana, ada yang berpendapat bahwa ia adalah istana yang terbuat dari besi. Sedangkan musayyadah adalah dicat dengan kapur atau yang tinggi.

Kesimpulannya, semua makna saling berdekatan, maksud ayat buruujim musayyadah adalah bangunan yang tinggi yang dicat dengan kapur atau benteng dan istana yang terbuat dari besi.

2. Ia bermakna gugusan bintang sebagaimana maksud ketiga ayat diatas.
Contohnya firman Allah dalam surah Al Buruuj :

وَٱلسَّمَآءِ ذَاتِ ٱلْبُرُوجِ

Menurut pendapat yang masyhur dalam bidang ini, ia adalah paksi-paksi planet yaitu 12 bintang bagi 12 planet. Paksi-paksi ini dilewati oleh matahari dalam masa setahun dan bulan dalam masa dua puluh delapan hari.

Sumber : Kamus Al Qur'an, PTS Islamika SDN. BHD.Hal:99-100

Informasi Surah Al Furqaan (الفرقان)
Surat ini terdiri atas 77 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah.

Dinamai "Al Fur­qaan" yang artinya "pembeda",
diambil dari kata "Al Furqaan" yang terdapat pada ayat pertama surat ini.
Yang dimaksud dengan Al Furqaan dalam ayat ini ialah Al Qur'an.
Al Qur'an dinamakan Al Furqaan karena dia membedakan antara yang haq dengan yang batil.
Maka pada surat ini pun terdapat ayat-ayat yang membedakan antara kebenaran ke-esaan Allah subhanahu wa ta'ala dengan kebatilan kepercayaan syirik.

Keimanan:

Allah Maha Besar berkah dan kebaikan-Nya
hanya Allah saja yang menguasai langit dan bumi
Allah tidak punya anak dan sekutu
Al Qur'an benar-benar diturun­kan dari Allah
ilmu Allah meliputi segala sesuatu
Allah bersemayam di atas Arsy
Nabi Muhammad ﷺ adalah hamba Allah yang diutus ke seluruh alam
rasul­-rasul itu adalah manusia biasa yang mendapat wahyu dari Allah
pada hari kiamat akan terjadi peristiwa-peristiwa luar biasa seperti belahnya langit, turunnya malai­kat ke bumi
orang-orang berdosa dihalau ke neraka dengan berjalan atas muka mereka.

Hukum:

Tidak boleh mengabaikan Al Qur'an
larangan menafkahkan harta secara boros atau kikir
larangan membunuh atau berzina
kewajiban memberantas kekafiran dengan mempergunakan alasan Al Qur'an
larangan memberikan persaksian palsu.

Kisah:

Kisah-kisah Musa a.s, Nuh a.s.
kaum Tsamud dan kaum Syu 'aib.

Lain-lain:

Celaan-celaan orang-orang kafir terhadap Al Qur'an
kejadian-kejadian alamiyah sebagai bukti ke-esaan dan kekuasaan Allah
hikmah Al Qur'an diturunkan secara berangsur-angsur
sifat-sifat orang musyrik antara lain mempertuhankan hawa nafsu,tidak mempergunakan akal
sifat-sifat hamba Allah yang sebenamya.


Gambar Kutipan Surah Al Furqaan Ayat 61 *beta

Surah Al Furqaan Ayat 61



Statistik
  • Rating RisalahMuslim

Surah Al Furqaan

Surah Al-Furqan (Arab: الفرقان ,"Pembeda") adalah surah ke-25 dari al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 77 ayat dan termasuk golongan surah-surah Makkiyah.
Dinamai Al-Furqan yang artinya pembeda, diambil dari kata al-Furqan yang terdapat pada ayat pertama surah ini.
Yang dimaksud dengan Al-Furqan dalam ayat ini ialah Al-Quran (lihat nama lain Al-Qur'an).
Al-Quran dinamakan Al-Furqan karena dia membedakan antara yang haq dengan yang batil.
Maka pada surat ini pun terdapat ayat-ayat yang membedakan antara kebenaran ke-esaan Allah s.w.t.
dengan kebatilan kepercayaan syirik.

Nomor Surah 25
Nama Surah Al Furqaan
Arab الفرقان
Arti Pembeda
Nama lain Tabaraka
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 42
Juz Juz 18 (1-20) sampai juz 19 (21-77)
Jumlah ruku' 6 ruku'
Jumlah ayat 77
Jumlah kata 896
Jumlah huruf 3876
Surah sebelumnya Surah An-Nur
Surah selanjutnya Surah Asy-Syu'ara'
4.9
Rating Pembaca: 5 (1 vote)
Sending








Anda perlu login mengelola Bookmark.

📖 Lihat Semua Bookmark-ku