Search
Exact matches only
Cari di judul
Cari di Arti & Tafsir
Search in comments
Search in excerpt
Filter by Custom Post Type
Filter berdasar surah
Pilih atau Semua
Abasa
Ad Dukhaan
Adh Dhuhaaa
Adz Dzaariyaat
Al 'Alaq
Al 'Ashr
Al A'laa
Al A'raaf
Al Aadiyaat
Al Ahqaaf
Al Ahzab
Al An 'aam
Al Anbiyaa
Al Anfaal
Al Ankabut
Al Balad
Al Baqarah
Al Bayyinah
Al Buruuj
Al Fajr
Al Falaq
Al Fath
Al Fatihah
Al Fiil
Al Furqaan
Al Ghaasyiyah
Al Haaqqah
Al Hadid
Al Hajj
Al Hasyr
Al Hijr
Al Hujurat
Al Humazah
Al Ikhlas
Al Infithar
Al Insaan
Al Insyiqaaq
Al Israa
Al Jaatsiyah
Al Jinn
Al Jumu'ah
Al Kaafiruun
Al Kahfi
Al Kautsar
Al Lahab
Al Lail
Al Ma'aarij
Al Maa'idah
Al Maa'un
Al Mu'min
Al Mu'minuun
Al Muddatstsir
Al Mujaadilah
Al Mulk
Al Mumtahanah
Al Munafiquun
Al Mursalat
Al Muthaffifin
Al Muzzammil
Al Qaari'ah
Al Qadr
Al Qalam
Al Qamar
Al Qashash
Al Qiyaamah
Al Waaqi'ah
Al Zalzalah
Alam Nasyrah
Ali Imran
An Naazi'at
An Nabaa
An Nahl
An Najm
An Naml
An Nas
An Nashr
An Nisaa'
An Nuur
Ar Ra'd
Ar Rahmaan
Ar Rum
As Sajdah
Ash Shaff
Ash Shaffaat
Asy Shyuura
Asy Syams
Asy Syu'araa
At Taghaabun
At Tahrim
At Takaatsur
At Takwir
At Taubah
At Tin
Ath Thaariq
Ath Thalaaq
Ath Thuur
Az Zukhruf
Az Zumar
Faathir
Fushshilat
Hud
Ibrahim
Luqman
Maryam
Muhammad
Nuh
Qaaf
Quraisy
Saba
Shaad
Thaa Haa
Yaa Siin
Yunus
Yusuf

💡 Ketik [nomer surah]-[nomer ayat], contoh: 2-255 atau albaqarah 255 atau ke www.risalahmuslim.id/2-255

Al Furqaan

Al Furqaan (Pembeda) surah 25 ayat 50


وَ لَقَدۡ صَرَّفۡنٰہُ بَیۡنَہُمۡ لِیَذَّکَّرُوۡا ۫ۖ فَاَبٰۤی اَکۡثَرُ النَّاسِ اِلَّا کُفُوۡرًا
Walaqad sharrafnaahu bainahum liyadz-dzakkaruu fa-aba aktsarunnaasi ilaa kufuuran;

Dan sesungguhnya Kami telah mempergilirkan hujan itu diantara manusia supaya mereka mengambil pelajaran (dari padanya), maka kebanyakan manusia itu tidak mau kecuali mengingkari (nikmat).
―QS. 25:50
Topik ▪ Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir
25:50, 25 50, 25-50, Al Furqaan 50, AlFurqaan 50, Al Furqan 50, AlFurqan 50, Al-Furqan 50
Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al Furqaan (25) : 50. Oleh Kementrian Agama RI

Sesungguhnya Allah telah mengatur turunnya hujan secara bergiliran di antara manusia.
Kadang-kadang turun siang atau malam, kadang-kadang ditujukan untuk menyirami tanah satu kaum yang baru melaksanakan salat Istisqa, kadang-kadang dipalingkan dari kaum yang banyak melakukan kedurhakaan dan kemaksiatan, agar manusia mengambil pelajaran dari nya, dan agar mereka mengerti, bahwa Tuhanlah yang mengatur giliran hujan itu seperti mengatur peredaran bintang-bintang dan planet di angkasa luas.
Air hujan itu bukan hanya diatur turunnya saja dengan bergiliran, akan tetapi diatur pula bentuk dan keadaannya.
Kadang-kadang merupakan benda seperti batu, yaitu jika suhunya jauh di bawah nol dan merupakan es batu.
Kemudian jika dipanaskan berubah menjadi cairan, dan jika tambah dipanaskan lagi berubah menjadi uap seperti gas atau angin, dan air itu terdapat pula sebagai unsur hidup di udara.
di sungai, di lautan, dalam tumbuh-tumbuhan, binatang dan manusia, patut sekali jika air itu dijadikan unsur dalam segala sesuatu yang hidup seperti dalam firman Allah:

"Dan dari pada air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup".
(Q.S.
Al Anbiya: 30)

Semuanya ini harus jadi bahan pemikiran bagi manusia agar dapat mensyukuri nikmat Allah, tetapi kebanyakan manusia itu enggan kecuali mengingkari nikmat-nikmat itu.
Kemudian Allah menerangkan bahwa nikmat-Nya besar sekali dilimpahkan kepada Nabi Muhammad ﷺ dengan meletakkan beban kerasulan yang berat sekali di atas pundaknya, agar supaya beliau bertambah tinggi derajat dan kemuliaannya.

Al Furqaan (25) ayat 50 - dibacakan oleh Shaykh Mishari Alafasy Al Furqaan (25) ayat 50 - dibacakan oleh Syaikh Sa'ad Al-Ghamidi Al Furqaan (25) ayat 50 - dibacakan oleh Syaikh Muhammad Ayyub

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Sesungguhnya Al Quran ini telah Kami buat ayat-ayatnya jelas dan berulang-ulang.
Yang demikian itu agar manusia selalu ingat Tuhan mereka, dapat mengambil pelajaran dan melaksanakan segala konsekuensinya.
Akan tetapi kebanyakan manusia enggan dan hanya menginginkan kekafiran.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Dan sesungguhnya Kami telah menggilirnya) yakni air hujan itu (di antara manusia supaya mereka mengambil pelajaran daripadanya) Yadzdzakkaruu asalnya Yatadzakkaruu, kemudian huruf Ta diidgamkan kepada huruf Dzal setelah terlebih dahulu diganti menjadi Dzal pula, sehingga jadilah Yadzdzakkaruu.
Menurut suatu qiraat dibaca Liyadzkuruu, sehingga artinya menjadi:
supaya mereka ingat akan nikmat Allah dengan adanya air tersebut (maka kebanyakan manusia itu tidak mau kecuali mengingkari) nikmat Allah, karena mereka mengatakan bahwa hujan kita ini disebabkan munculnya bintang anu.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Sesungguhnya Kami telah menurunkan hujan di sebagian tempat dan tidak menurunkannya di tempat yang lain, agar orang-orang yang diberi hujan mengingat nikmat Allah yang dikaruniakan kepada mereka, lalu bersyukur kepada Allah.
Dan agar orang-orang yang tidak diberi hujan ingat lalu mereka segera bertaubat kepada Allah Jalla wa ‘Ala agar Allah mengaruniakan rahmat-Nya dan memberi minum kepada mereka.
Kebanyakan manusia berpaling dan kufur terhadap nikmat-nikmat yang telah Kami karuniakan kepada mereka, miisalnya ucapan mereka :
Kami diberi hujan karena bintang ini dan bintang itu.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Adapun firman Allah subhanahu wa ta'ala:

Dan sesungguhnya Kami telah mempergilirkan hujan itu di antara manusia supaya mereka mengambil pelajaran (darinya).
(Al Furqaan:50)

Maksudnya, Kami turunkan hujan di suatu kawasan, sedangkan di lain kawasan tidak Kami turunkan, dan Kami tiupkan awan melewati suatu kawasan dan melampauinya menuju ke kawasan yang lain, lalu kawasan itu diberi hujan yang cukup sehingga menjadi subur, sedangkan kawasan yang sesudahnya tidak kebagian hujan barang setetes pun.
Allah sengaja memperbuat demikian karena mempunyai alasan dan hikmah yang hanya Dia sendirilah yang mengetahuinya.

Ibnu Abbas dan Ibnu Mas'ud r.a.
mengatakan, tiadalah suatu tahun mempunyai hujan yang lebih banyak daripada tahun yang lain, tetapi Allah-lah yang mempergilirkannya menurut apa yang dikehendaki-Nya.
Kemudian dibacakan ayat berikut, yaitu firman-Nya:

Dan sesungguhnya Kami telah mempergilirkan hujan itu di antara manusia supaya mereka mengambil pelajaran (darinya), maka kebanyakan manusia itu tidak mau kecuali mengingkari nikmat.
(Al Furqaan:50)

Yaitu agar mereka mengambil pelajaran melalui bumi yang dihidupkan oleh Allah subhanahu wa ta'ala sesudah matinya melalui air hujan, bahwa Allah Mahakuasa untuk menghidupkan orang-orang mati dan tulang-belulang yang telah hancur.
Atau agar orang yang tidak beroleh hujan menjadi ingat bahwa sesungguhnya tidak sekali-kali ia mengalami musim kering hanyalah karena suatu dosa yang dilakukannya.
Karena itu, ia sadar dan menghentikan perbuatan dosanya.

Umar maula Uqbah pernah mengatakan bahwa pada suatu ketika Jibril 'alaihis salam ikut mengantar jenazah hingga sampai di tempat pengebumian­nya.
Maka Nabi ﷺ bertanya, "Hai Jibril, sesungguhnya saya ingin mengetahui tentang hal ikhwal awan." Maka Jibril menjawab, "Hai Nabi Allah, inilah malaikat penjaga awan, maka tanyakanlah langsung kepadanya." Malaikat penjaga awan berkata, "Didatangkan kepada kami surat perintah yang bercap (di dalamnya tertulis perintah)' Siramilah negeri anu dan anu dengan siraman hujan!'."

Hadis ini diriwayatkan oleh Ibnu Abu Hatim, hadis berpredikat mursal.

Firman Allah subhanahu wa ta'ala:

maka kebanyakan manusia itu tidak mau kecuali mengingkari nikmat.
(Al Furqaan:50)

Ikrimah mengatakan bahwa manusia yang dimaksud ialah orang-orang yang mengatakan, "Kami diberi hujan oleh bintang anu dan anu." Apa yang diutarakan oleh Ikrimah ini senada dengan apa yang disebutkan di dalam sebuah hadis yang diketengahkan di dalam kitabSahih Muslim yang menyebutkan bahwa Rasulullah ﷺ di suatu hari bersabda kepada para sahabatnya sehabis hujan di malam harinya:

"Tahukah kalian apa yang dikatakan oleh Tuhan Kalian?” Mereka menjawab, "Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui.” Nabi ﷺ bersabda, "Sebagian di antara hamba-hamba-Kupagi hari ini ada yang beriman kepada-Ku dan ada yang kafir.
Adapun orang yang mengatakan, 'Kami diberi hujan berkat kemurahan dan rahmat Allah, ' maka dia adalah orang yang beriman kepada-Ku dan kafir kepada bintang-bintang.
Adapun orang yang mengatakan, 'Kami diberi hujan oleh bintang anu dan anu,' maka orang itu kafir kepada-Ku dan percaya kepada bintang-bintang.”

Informasi Surah Al Furqaan (الفرقان)
Surat ini terdiri atas 77 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah.

Dinamai "Al Fur­qaan" yang artinya "pembeda",
diambil dari kata "Al Furqaan" yang terdapat pada ayat pertama surat ini.
Yang dimaksud dengan Al Furqaan dalam ayat ini ialah Al Qur'an.
Al Qur'an dinamakan Al Furqaan karena dia membedakan antara yang haq dengan yang batil.
Maka pada surat ini pun terdapat ayat-ayat yang membedakan antara kebenaran ke-esaan Allah subhanahu wa ta'ala dengan kebatilan kepercayaan syirik.

Keimanan:

Allah Maha Besar berkah dan kebaikan-Nya
hanya Allah saja yang menguasai langit dan bumi
Allah tidak punya anak dan sekutu
Al Qur'an benar-benar diturun­kan dari Allah
ilmu Allah meliputi segala sesuatu
Allah bersemayam di atas Arsy
Nabi Muhammad ﷺ adalah hamba Allah yang diutus ke seluruh alam
rasul­-rasul itu adalah manusia biasa yang mendapat wahyu dari Allah
pada hari kiamat akan terjadi peristiwa-peristiwa luar biasa seperti belahnya langit, turunnya malai­kat ke bumi
orang-orang berdosa dihalau ke neraka dengan berjalan atas muka mereka.

Hukum:

Tidak boleh mengabaikan Al Qur'an
larangan menafkahkan harta secara boros atau kikir
larangan membunuh atau berzina
kewajiban memberantas kekafiran dengan mempergunakan alasan Al Qur'an
larangan memberikan persaksian palsu.

Kisah:

Kisah-kisah Musa a.s, Nuh a.s.
kaum Tsamud dan kaum Syu 'aib.

Lain-lain:

Celaan-celaan orang-orang kafir terhadap Al Qur'an
kejadian-kejadian alamiyah sebagai bukti ke-esaan dan kekuasaan Allah
hikmah Al Qur'an diturunkan secara berangsur-angsur
sifat-sifat orang musyrik antara lain mempertuhankan hawa nafsu,tidak mempergunakan akal
sifat-sifat hamba Allah yang sebenamya.


Gambar Kutipan Surah Al Furqaan Ayat 50 *beta

Surah Al Furqaan Ayat 50



Statistik
  • Rating RisalahMuslim

Surah Al Furqaan

Surah Al-Furqan (Arab: الفرقان ,"Pembeda") adalah surah ke-25 dari al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 77 ayat dan termasuk golongan surah-surah Makkiyah.
Dinamai Al-Furqan yang artinya pembeda, diambil dari kata al-Furqan yang terdapat pada ayat pertama surah ini.
Yang dimaksud dengan Al-Furqan dalam ayat ini ialah Al-Quran (lihat nama lain Al-Qur'an).
Al-Quran dinamakan Al-Furqan karena dia membedakan antara yang haq dengan yang batil.
Maka pada surat ini pun terdapat ayat-ayat yang membedakan antara kebenaran ke-esaan Allah s.w.t.
dengan kebatilan kepercayaan syirik.

Nomor Surah 25
Nama Surah Al Furqaan
Arab الفرقان
Arti Pembeda
Nama lain Tabaraka
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 42
Juz Juz 18 (1-20) sampai juz 19 (21-77)
Jumlah ruku' 6 ruku'
Jumlah ayat 77
Jumlah kata 896
Jumlah huruf 3876
Surah sebelumnya Surah An-Nur
Surah selanjutnya Surah Asy-Syu'ara'
4.4
Rating Pembaca: 4.2 (14 votes)
Sending








Anda perlu login mengelola Bookmark.

📖 Lihat Semua Bookmark-ku