Search
Exact matches only
Cari di judul
Cari di Arti & Tafsir
Search in comments
Search in excerpt
Filter by Custom Post Type
Filter berdasar surah
Pilih atau Semua
Abasa
Ad Dukhaan
Adh Dhuhaaa
Adz Dzaariyaat
Al 'Alaq
Al 'Ashr
Al A'laa
Al A'raaf
Al Aadiyaat
Al Ahqaaf
Al Ahzab
Al An 'aam
Al Anbiyaa
Al Anfaal
Al Ankabut
Al Balad
Al Baqarah
Al Bayyinah
Al Buruuj
Al Fajr
Al Falaq
Al Fath
Al Fatihah
Al Fiil
Al Furqaan
Al Ghaasyiyah
Al Haaqqah
Al Hadid
Al Hajj
Al Hasyr
Al Hijr
Al Hujurat
Al Humazah
Al Ikhlas
Al Infithar
Al Insaan
Al Insyiqaaq
Al Israa
Al Jaatsiyah
Al Jinn
Al Jumu'ah
Al Kaafiruun
Al Kahfi
Al Kautsar
Al Lahab
Al Lail
Al Ma'aarij
Al Maa'idah
Al Maa'un
Al Mu'min
Al Mu'minuun
Al Muddatstsir
Al Mujaadilah
Al Mulk
Al Mumtahanah
Al Munafiquun
Al Mursalat
Al Muthaffifin
Al Muzzammil
Al Qaari'ah
Al Qadr
Al Qalam
Al Qamar
Al Qashash
Al Qiyaamah
Al Waaqi'ah
Al Zalzalah
Alam Nasyrah
Ali Imran
An Naazi'at
An Nabaa
An Nahl
An Najm
An Naml
An Nas
An Nashr
An Nisaa'
An Nuur
Ar Ra'd
Ar Rahmaan
Ar Rum
As Sajdah
Ash Shaff
Ash Shaffaat
Asy Shyuura
Asy Syams
Asy Syu'araa
At Taghaabun
At Tahrim
At Takaatsur
At Takwir
At Taubah
At Tin
Ath Thaariq
Ath Thalaaq
Ath Thuur
Az Zukhruf
Az Zumar
Faathir
Fushshilat
Hud
Ibrahim
Luqman
Maryam
Muhammad
Nuh
Qaaf
Quraisy
Saba
Shaad
Thaa Haa
Yaa Siin
Yunus
Yusuf

💡 Ketik [nomer surah]-[nomer ayat], contoh: 2-255 atau albaqarah 255 atau ke www.risalahmuslim.id/2-255

Al Furqaan

Al Furqaan (Pembeda) surah 25 ayat 38


وَّ عَادًا وَّ ثَمُوۡدَا۠ وَ اَصۡحٰبَ الرَّسِّ وَ قُرُوۡنًۢا بَیۡنَ ذٰلِکَ کَثِیۡرًا
Wa’aadan watsamuuda wa-ashhaabarrassi waquruunan baina dzalika katsiiran;

dan (Kami binasakan) kaum ‘Aad dan Tsamud dan penduduk Rass dan banyak (lagi) generasi-generasi di antara kaum-kaum tersebut.
―QS. 25:38
Topik ▪ Kisah-kisah ▪ Hikmah dari kisah umat-umat terdahulu ▪ Kesucian Allah dari sekutu dan anak
25:38, 25 38, 25-38, Al Furqaan 38, AlFurqaan 38, Al Furqan 38, AlFurqan 38, Al-Furqan 38
Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al Furqaan (25) : 38. Oleh Kementrian Agama RI

Pada ayat ini Allah menerangkan bahwa Dia telah membinasakan kaum Ad, kaum Nabi Hud as dengan angin yang sangat dingin lagi amat kencang; dan Samud kaum Nabi Saleh as dengan suara yang keras mengguntur dan membinasakan pul penduduk Rass yang ada di negeri Yamamah yang telah membunuh Nabinya.
Dan telah banyak pula generasi-generasi yang lain kaum-kaum tersebut yang telah dibinasakan.

Al Furqaan (25) ayat 38 - dibacakan oleh Shaykh Mishari Alafasy Al Furqaan (25) ayat 38 - dibacakan oleh Syaikh Sa'ad Al-Ghamidi Al Furqaan (25) ayat 38 - dibacakan oleh Syaikh Muhammad Ayyub

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Demikian pula Kami telah menghancurkan 'Ad, Tsamud dan penduduk al-Rass[1] tatkala mereka mendustakan rasul-rasul mereka.
Kami juga telah menghancurkan banyak kaum yang hidup di antara masa kaum Nuh dan 'Ad.
Mereka mendapat balasan sebagaimana orang-orang yang zalim.

[1] Al-Rass, seperti disebutkan dalam Al-Mufradat karya al-Raghib al-Ashfahani, berarti 'lembah'.
Al-Ashfahani berdalil dengan sepnggal bait syair:
wa hunna al-wadi al-rass ka al-yad li al-fam.
Penduduk al-Rass yang disebutkan pada ayat di atas adalah kaum yang selalu menyembah patung.
Kemudian Allah mengutus kepada mereka Nabi Syu'aib a.
s.
Di dalam Al Quran, kaum Syu'aib terkadang disebut sebagai penduduk Aykah, yang berarti tempat yang dipenuhi pepohonan yang rindang.
Terkadang disebut juga dengan penduduk al-Rass, yaitu sebuah lembah yang banyak mengandung kebaikan.
Hal itu menunjukkan banyaknya nikmat Allah yang diberikan kepada mereka.
Tapi mereka mengingkarinya dan menyembah patung.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Dan) ingatlah (kaum Ad) yakni kaum Nabi Hud (dan Tsamud) kaum Nabi Saleh (dan penduduk Rass) nama sebuah sumur, Nabi mereka menurut suatu pendapat adalah Nabi Syuaib, tetapi menurut pendapat yang lain bukan Nabi Syuaib.
Mereka tinggal di sekitar sumur itu, kemudian sumur itu amblas berikut orang-orang yang tinggal di sekitarnya dan rumah-rumah mereka pun ikut amblas (dan banyak lagi generasi-generasi) kaum-kaum (di antara kaum-kaum tersebut) yakni antara kaum Ad dan penduduk Rass.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Dan Kami binasakan kaum ‘Ad yakni kaum Nabi Hud, Tsamud yakni kaumnya Nabi Shalih dan kaum pemilik sumur (kaum Nabi Syu’ain-penj) serta umat-umat yang banyak di antara kaum Nabi Nuh, ‘Ad, Tsamud dan penduduk Rass.
Tidak ada yang mengetahuinya kecuali hanya Allah.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta'ala:

dan (Kami binasakan) kaum 'Ad dan Samud dan penduduk Rass.
(Al Furqaan:38)

Dalam pembahasan yang lalu telah disebutkan kisah mengenai kaum Ad dan kaum Samud bukan hanya dalam satu surat, seperti dalam surat Al-A'raf, sehingga tidak perlu diulangi lagi dalam pembahasan ini.

Adapun mengenai penduduk Rass, menurut Ibnu Juraij, dari Ibnu Abbas, disebutkan bahwa mereka adalah penduduk suatu kota dari kalangan kaum Samud.
Ibnu Juraij mengatakan, Ikrimah pernah mengatakan bahwa penduduk Rass bertempat tinggal di Falj, mereka adalah penduduk Yasin.
Qatadah mengatakan bahwa Falj termasuk salah satu kota yang terletak di Yamamah.

Ibnu Abu Hatim telah meriwayatkan berikut sanadnya melalui Ibnu Abbas sehubungan dengan makna firman-Nya: dan penduduk Rass.
(Al Furqaan:38) Rass adalah nama sebuah sumur yang terletak di Adzerbijan.
As'-Sauri meriwayatkan dari Abu Bakar, dari Ikrimah, bahwa Rass adalah nama sebuah sumur, penduduk di sekitarnya mengebumikan nabi mereka di dalam sumur itu.

Ibnu Ishaq meriwayatkan dari Muhammad ibnu Ka'b yang mengatakan bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda, "Sesungguhnya manusia yang mula-mula masuk surga kelak di hari kiamat adalah seorang hamba berkulit hitam.
Demikian itu karena Allah subhanahu wa ta'ala mengutus seorang nabi kepada penduduk suatu kota, tiada yang beriman dari kalangan penduduk kota itu kecuali hamba yang berkulit hitam tersebut.
Kemudian penduduk kota menangkap nabi mereka, lalu membuat sebuah sumur.
Selanjutnya mereka melemparkan nabinya ke dalam sumur itu, kemudian mulut sumur itu mereka tutup dengan batu besar.
Hamba itu setiap harinya berangkat mencari kayu, kemudian kayu itu ia panggul di atas pundaknya dan dijualnya kayu itu, hasilnya ia belikan makanan dan minuman.
Kemudian ia membawa makanan dan minuman itu ke sumur tersebut.
Lalu ia mengangkat batu besar itu dengan pertolongan dari Allah (hingga ia kuat mengangkatnya sendirian), kemudian ia mengulurkan makanan dan minuman itu ke dalam sumur.
Setelah selesai, ia mengembalikan batu itu seperti sediakala.
Demikianlah yang dilakukan oleh si hamba itu setiap harinya selama masa yang dikehendaki oleh Allah.
Lalu pada suatu hari seperti biasanya ia mencari kayu.
Setelah beroleh kayu, ia mengumpulkannya dan mengikatnya.
Ketika hendak memanggulnya, tiba-tiba rasa kantuk berat menyerangnya.
Ia berbaring sebentar untuk istirahat dan tertidur, maka Allah menjadikannya tertidur selama tujuh tahun.
Setelah itu ia terbangun dan menjulurkan tubuhnya, lalu pindah ke sisi lambung yang lain, maka Allah menjadikannya tertidur lagi selama tujuh tahun berikutnya.
Kemudian ia terbangun, lalu memanggul ikatan kayunya, sedangkan dia mengira bahwa dirinya hanya tidur selama setengah hari.
Lalu ia datang ke kota dan menjual kayunya, lalu membeli makanan dan minuman seperti yang ia lakukan sebelumnya.
Ia pergi menuju sumur tersebut yang di dalamnya terdapat seorang nabi yang disekap.
Lalu ia mencarinya, tetapi ternyata ia tidak men­jumpainya.
Tanpa diketahuinya kaumnya telah sadar, lalu mereka mengeluarkan nabi itu dari dalam sumur tersebut, dan mereka beriman kepadanya serta membenarkannya.
Lalu Nabi itu menanyakan kepada mereka perihal si budak hitam, apa saja yang dilakukannya?
Mereka menjawab, 'Kami tidak mengetahui,' hingga akhirnya nabi itu wafat.
Sesudah itu si budak hitam tersebut terbangun dari tidurnya." Maka Rasulullah ﷺ bersabda: Sesungguhnya budak hitam itu adalah orang yang mula-mula masuk surga.

Hal yang sama telah diriwayatkan oleh Ibnu Jarir, dari Ibnu Humaid, dari Salamah, dari Muhammad ibnu Ishaq, dari Muhammad ibnu Ka'b secara mursal.
Akan tetapi, di dalamnya terdapat garabah dan nakarah.
Barangkali di dalam hadis terdapat idraj, hanya Allah-lah Yang Maha Mengetahui.

Ibnu Jarir mengatakan, tidak boleh menakwilkan bahwa mereka adalah penduduk Rass yang disebut di dalam Al-Qur'an, karena Allah telah menceritakan perihal mereka, bahwa Allah telah membinasakan mereka, sedangkan yang disebut di dalam hadis ini mereka beriman dan percaya kepada nabinya.
Terkecuali jika ditakwilkan bahwa peristiwa itu terjadi setelah bapak-bapak mereka binasa, lalu keturunannya beriman kepada nabi mereka.
Hanya Allah-lah Yang Maha Mengetahui.

Ibnu Jarir memilih pendapat yang mengatakan bahwa makna yang dimaksud dengan penduduk Rass ialah orang-orang yang memiliki galian (parit), yaitu mereka yang disebut di dalam surat Al-Buruj.
Hanya Allah­lah Yang Maha Mengetahui.

Firman Allah subhanahu wa ta'ala:

dan banyak (lagi) generasi-generasi di antara kaum-kaum tersebut.
(Al Furqaan:38)

Yakni umat-umat yang jumlahnya berkali lipat daripada mereka yang telah disebutkan, semuanya telah Kami binasakan.

Kata Pilihan Dalam Surah Al Furqaan (25) Ayat 38

RASS
لرَّسّ

Lafaz ini berbentuk mufrad, jamaknya risaas berasal dari rassa-yarussu.

Rassa fi bermakna masuk dan menetap.

Rassa baina al qaum artinya mengislahkan antara dua kaum.

Rassa al bi'r maksudnya menggali sumur dan sebagainya.

Asal makna ar rass adalah kesan atau bekas kecil yang terdapat pada sesuatu.

Lafaz rass al khabar fi an nafs yaitu kesan kecil berita di dalam diri, rass al mayyit yaitu mayat yang dikubur dan dijadikan peninggal­an dan rass min sl humma ialah tanda kecil sakit demam. Ar rass mengandung beberapa makna yaitu galian, sumur yang belum dibatu dan permulaan sesuatu.

Ar Razi berkata,
ar rass adalah sentuhan pertama, sumur yang dibuat dengan batu-batu dan nama sumur serta peninggalan kaum Tsamud.'

Sedangkan dalam Mu'jam Al 'Arabi Al­ Al Asasi, lafaz ar rass bermakna sumur lama yang musnah sekelilingnya. Lebih di­ sandarkan ke atas sumur peninggalan kaum Tsamud.

Disebut dua kali di dalam Al Qur'an yaitu dalam surah Al Furqaan (25), ayat 38 dan surah Qaf (50), ayat 12. Allah berkata dalam surah Qaf:

كَذَّبَتْ قَبْلَهُمْ قَوْمُ نُوحٍ وَأَصْحَٰبُ ٱلرَّسِّ وَثَمُودُ

Lafaz ar rass dihubungkan dengan lafaz ashaab yaitu kelompok dan golongan atau ashaabur rass. Terdapat perbeda­an ulama mengenai maksud ashabur rass

- Ibn Juraij menceritakan dari Ibnu 'Abbas, ashabur rass adalah penduduk Tsamud.

- 'Ikrimah berkata,
ashabur rass be­rada di Falj dan menurut pendapat Qatadah adalah bahagian dari negeri Al Yamamah.'

- At Tawri meriwayatkan dari Abi Bakr dan dari 'Ikrimah, ar rass adalah sumur di mana mereka me­masukkan dan mengubur nabi mereka didalamnya.

- Wahab bin Munabbih berkata,
mereka adalah penduduk sumur ar rass, ter­ golong dalam penternak-penternak yang menyembah berhala, lalu Allah mengutus Syuaib kepada mereka dan mengajak untuk beriman. Namun, mereka ingkar dan kufur serta me­ nyakiti Syuaib. Apabila berada di sekeliling sumur di rumah- rumah mereka, tiba-tiba sumur itu runtuh dan menelan mereka semuanya.

Menurut Al Baidawi, ketika mereka berada di sekeliling ar rass yaitu sumur yang tidak berbatu itu, ia runtuh dan me­ nelan mereka berserta rumah-rumah mereka."

- Al Suddi berpendapat, ar rass adalah sumur di Antaqiah di mana penduduk­nya membunuh Habib An Najjar. Ia adalah shaahib Yasin yang terdapat dalam ayat

وَجَآءَ مِنْ أَقْصَا ٱلْمَدِينَةِ رَجُلٌ يَسْعَىٰ قَالَ يَٰقَوْمِ ٱتَّبِعُوا۟ ٱلْمُرْسَلِينَ

- Ibn Jarir menyimpulkan, ashabur rass adalah Ashabul Ukhdud yang di­ceritakan dalam surah Al Buruuj."

Kesimpulannya, ar rass bermakna sumur yang tidak berbatu atau sumur lama peninggalan kaum terdahulu yang tembok­nya runtuh.

Sumber : Kamus Al Qur'an, PTS Islamika SDN. BHD.Hal:250-252

Informasi Surah Al Furqaan (الفرقان)
Surat ini terdiri atas 77 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah.

Dinamai "Al Fur­qaan" yang artinya "pembeda",
diambil dari kata "Al Furqaan" yang terdapat pada ayat pertama surat ini.
Yang dimaksud dengan Al Furqaan dalam ayat ini ialah Al Qur'an.
Al Qur'an dinamakan Al Furqaan karena dia membedakan antara yang haq dengan yang batil.
Maka pada surat ini pun terdapat ayat-ayat yang membedakan antara kebenaran ke-esaan Allah subhanahu wa ta'ala dengan kebatilan kepercayaan syirik.

Keimanan:

Allah Maha Besar berkah dan kebaikan-Nya
hanya Allah saja yang menguasai langit dan bumi
Allah tidak punya anak dan sekutu
Al Qur'an benar-benar diturun­kan dari Allah
ilmu Allah meliputi segala sesuatu
Allah bersemayam di atas Arsy
Nabi Muhammad ﷺ adalah hamba Allah yang diutus ke seluruh alam
rasul­-rasul itu adalah manusia biasa yang mendapat wahyu dari Allah
pada hari kiamat akan terjadi peristiwa-peristiwa luar biasa seperti belahnya langit, turunnya malai­kat ke bumi
orang-orang berdosa dihalau ke neraka dengan berjalan atas muka mereka.

Hukum:

Tidak boleh mengabaikan Al Qur'an
larangan menafkahkan harta secara boros atau kikir
larangan membunuh atau berzina
kewajiban memberantas kekafiran dengan mempergunakan alasan Al Qur'an
larangan memberikan persaksian palsu.

Kisah:

Kisah-kisah Musa a.s, Nuh a.s.
kaum Tsamud dan kaum Syu 'aib.

Lain-lain:

Celaan-celaan orang-orang kafir terhadap Al Qur'an
kejadian-kejadian alamiyah sebagai bukti ke-esaan dan kekuasaan Allah
hikmah Al Qur'an diturunkan secara berangsur-angsur
sifat-sifat orang musyrik antara lain mempertuhankan hawa nafsu,tidak mempergunakan akal
sifat-sifat hamba Allah yang sebenamya.


Gambar Kutipan Surah Al Furqaan Ayat 38 *beta

Surah Al Furqaan Ayat 38



Statistik
  • Rating RisalahMuslim

Surah Al Furqaan

Surah Al-Furqan (Arab: الفرقان ,"Pembeda") adalah surah ke-25 dari al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 77 ayat dan termasuk golongan surah-surah Makkiyah.
Dinamai Al-Furqan yang artinya pembeda, diambil dari kata al-Furqan yang terdapat pada ayat pertama surah ini.
Yang dimaksud dengan Al-Furqan dalam ayat ini ialah Al-Quran (lihat nama lain Al-Qur'an).
Al-Quran dinamakan Al-Furqan karena dia membedakan antara yang haq dengan yang batil.
Maka pada surat ini pun terdapat ayat-ayat yang membedakan antara kebenaran ke-esaan Allah s.w.t.
dengan kebatilan kepercayaan syirik.

Nomor Surah 25
Nama Surah Al Furqaan
Arab الفرقان
Arti Pembeda
Nama lain Tabaraka
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 42
Juz Juz 18 (1-20) sampai juz 19 (21-77)
Jumlah ruku' 6 ruku'
Jumlah ayat 77
Jumlah kata 896
Jumlah huruf 3876
Surah sebelumnya Surah An-Nur
Surah selanjutnya Surah Asy-Syu'ara'
4.4
Rating Pembaca: 4.6 (16 votes)
Sending








Anda perlu login mengelola Bookmark.

📖 Lihat Semua Bookmark-ku