QS. Al Furqaan (Pembeda) – surah 25 ayat 33 [QS. 25:33]

وَ لَا یَاۡتُوۡنَکَ بِمَثَلٍ اِلَّا جِئۡنٰکَ بِالۡحَقِّ وَ اَحۡسَنَ تَفۡسِیۡرًا
Walaa ya’tuunaka bimatsalin ilaa ji-anaaka bil haqqi wa-ahsana tafsiiran;

Tidaklah orang-orang kafir itu datang kepadamu (membawa) sesuatu yang ganjil, melainkan Kami datangkan kepadamu suatu yang benar dan yang paling baik penjelasannya.
―QS. 25:33
Topik ▪ Keburukan kaum Luth
25:33, 25 33, 25-33, Al Furqaan 33, AlFurqaan 33, Al Furqan 33, AlFurqan 33, Al-Furqan 33

Tafsir surah Al Furqaan (25) ayat 33

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al Furqaan (25) : 33. Oleh Kementrian Agama RI

Dan tidaklah orang-orang kafir itu datang kepadamu membawa sesuatu yang batil yang mereka ada-adakan untuk menodai kerasulanmu, melainkan Kami datangkan kepadamu suatu yang benar yang dapat menolak tuduhan mereka dan Kami berikan penjelasan yanag paling baik.

Hal seperti ini tersebut pula dalam firman Allah:

Sebenarnya Kami melontarkan yang hak kepada yang batil, lalu yang hak itu menghancurkannya, maka dengan serta merta yang batil itu lenyap.
(Q.S.
Al anbiya: 18)

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Setiap kali mereka mendatangkan kepadamu sanggahan-sanggahan yang tidak beralasan, Kami pasti mendatangkan kepadamu kebenaran yang kami jelaskan dengan sebaik-baiknya.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Tidaklah orang-orang kafir itu datang kepadamu membawa sesuatu yang ganjil) untuk membatalkan perkaramu (melainkan Kami datangkan kepadamu suatu yang benar) yang menolak dan membantahnya (dan yang paling baik penjelasannya) untuk menjelaskan perkara yang sebenarnya kepada mereka.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Wahai Rasul, tidaklah orang-orang musyrik itu datang kepadamu dengan membawa argumen atau syubhat, melainkan Kami pasti datangkan kepadamu suatu jawaban yang benar dan dengan sebaik-baik penjelasan.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Tidaklah orang-orang kafir itu datang kepadamu (membawa) sesuatu yang ganjil.
(Al Furqaan:33)

Yaitu dengan membawa sesuatu alasan dan tuduhan yang tidak benar.

melainkan Kami datangkan kepadamu suatu yang benar dan yang paling baik penjelasannya.
(Al Furqaan:33)

Artinya, tidak sekali-kali orang-orang kafir itu mengatakan sesuatu untuk menentang perkara yang hak, melainkan Kami sanggah mereka dengan jawaban yang benar, lebih jelas, lebih terang, dan lebih fasih daripada ucapan mereka.

Sa’id ibnu Jubair mengatakan dari Ibnu Abbas sehubungan dengan makna firman-Nya: Tidaklah orang-orang kafir itu datang kepadamu (membawa) sesuatu yang ganjil.
(Al Furqaan:33 ) Yakni suatu usaha untuk menjatuhkan Al-Qur’an dan Rasulullah ﷺ melainkan Kami datangkan kepadamu suatu yang benar.
(Al Furqaan:33), hingga akhir ayat.
kecuali Jibril turun mengemban tugas dari Allah untuk menjawab mereka.

Hal ini tiada lain menunjukkan bukti perhatian Allah yang besar dan kemuliaan Rasulullah ﷺ di sisi-Nya, sehingga wahyu selalu datang kepadanya dari Allah subhanahu wa ta’ala, baik di pagi hari, maupun di petang hari, di siang hari maupun di malam hari, sedang dalam perjalanan maupun sedang berada di tempat.
Setiap kali malaikat turun menemuinya selalu membawa Al-Qur’an, lain halnya dengan cara penurunan kitab-kitab yang terdahulu (yang diturunkan sekaligus).
Hal ini merupakan suatu kedudukan yang lebih tinggi dan lebih besar serta lebih agung ketimbang saudara-saudaranya dari kalangan semua nabi.

Al-Qur’an adalah kitab yang paling mulia yang diturunkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala, dan Nabi Muhammad ﷺ adalah nabi yang paling besar yang diutus oleh Allah subhanahu wa ta’ala

Al-Qur’an mempunyai dua sifat kekhususan (dibandingkan dengan kitab-kitab terdahulu), yaitu Di alam mala’ul a’la, Al-Qur’an diturunkan sekaligus dari Lauh Mahfuz ke Baitul izzah di langit yang paling bawah.
Sesudah itu Al-Qur’an diturunkan ke bumi secara berangsur-angsur menurut peristiwa dan kejadian (yang memerlukan penurunan)nya.

Imam Nasai telah meriwayatkan berikut sanadnya melalui Ibnu Abbas yang telah mengatakan bahwa Al-Qur’an diturunkan sekaligus ke langit yang paling bawah pada malam Qadar.
Kemudian diturunkan ke bumi selama dua puluh tahun.
Kemudian membaca: Tidaklah orang-orang kafir itu datang kepadamu (membawa) sesuatu yang ganjil, melainkan Kami datangkan kepadamu suatu yang benar dan yang paling baik penjelasannya.
(Al Furqaan:33) Dan firman Allah subhanahu wa ta’ala: Dan Al-Qur’an itu telah Kami turunkan dengan berangsur-angsur agar kamu membacakannya perlahan-lahan kepada manusia dan Kami menurunkannya bagian demi bagian.
(Al Israa’:106)


Informasi Surah Al Furqaan (الفرقان)
Surat ini terdiri atas 77 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah.

Dinamai “Al Fur­qaan” yang artinya “pembeda”,
diambil dari kata “Al Furqaan” yang terdapat pada ayat pertama surat ini.
Yang dimaksud dengan Al Furqaan dalam ayat ini ialah Al Qur’an.
Al Qur’an dinamakan Al Furqaan karena dia membedakan antara yang haq dengan yang batil.
Maka pada surat ini pun terdapat ayat-ayat yang membedakan antara kebenaran ke-esaan Allah subhanahu wa ta’ala dengan kebatilan kepercayaan syirik.

Keimanan:

Allah Maha Besar berkah dan kebaikan-Nya
hanya Allah saja yang menguasai langit dan bumi
Allah tidak punya anak dan sekutu
Al Qur’an benar-benar diturun­kan dari Allah
ilmu Allah meliputi segala sesuatu
Allah bersemayam di atas Arsy
Nabi Muhammad ﷺ adalah hamba Allah yang diutus ke seluruh alam
rasul­-rasul itu adalah manusia biasa yang mendapat wahyu dari Allah
pada hari kiamat akan terjadi peristiwa-peristiwa luar biasa seperti belahnya langit, turunnya malai­kat ke bumi
orang-orang berdosa dihalau ke neraka dengan berjalan atas muka mereka.

Hukum:

Tidak boleh mengabaikan Al Qur’an
larangan menafkahkan harta secara boros atau kikir
larangan membunuh atau berzina
kewajiban memberantas kekafiran dengan mempergunakan alasan Al Qur’an
larangan memberikan persaksian palsu.

Kisah:

Kisah-kisah Musa a.s, Nuh a.s.
kaum Tsamud dan kaum Syu ‘aib.

Lain-lain:

Celaan-celaan orang-orang kafir terhadap Al Qur’an
kejadian-kejadian alamiyah sebagai bukti ke-esaan dan kekuasaan Allah
hikmah Al Qur’an diturunkan secara berangsur-angsur
sifat-sifat orang musyrik antara lain mempertuhankan hawa nafsu,tidak mempergunakan akal
sifat-sifat hamba Allah yang sebenamya.

Ayat-ayat dalam Surah Al Furqaan (77 ayat)

Audio

Qari Internasional

Q.S. Al-Furqaan (25) ayat 33 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Al-Furqaan (25) ayat 33 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Al-Furqaan (25) ayat 33 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Al-Furqaan - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 77 & Terjemahan


Gambar



Statistik
  • Rating RisalahMuslim

Surah Al Baqarah

Surah Al-Furqan (Arab: الفرقان ,"Pembeda") adalah surah ke-25 dari al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 77 ayat dan termasuk golongan surah-surah Makkiyah.
Dinamai Al-Furqan yang artinya pembeda, diambil dari kata al-Furqan yang terdapat pada ayat pertama surah ini.
Yang dimaksud dengan Al-Furqan dalam ayat ini ialah Al-Quran (lihat nama lain Al-Qur'an).
Al-Quran dinamakan Al-Furqan karena dia membedakan antara yang haq dengan yang batil.
Maka pada surat ini pun terdapat ayat-ayat yang membedakan antara kebenaran ke-esaan Allah s.w.t.
dengan kebatilan kepercayaan syirik.

Nomor Surah25
Nama SurahAl Furqaan
Arabالفرقان
ArtiPembeda
Nama lainTabaraka
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu42
JuzJuz 18 (1-20) sampai juz 19 (21-77)
Jumlah ruku'6 ruku'
Jumlah ayat77
Jumlah kata896
Jumlah huruf3876
Surah sebelumnyaSurah An-Nur
Surah selanjutnyaSurah Asy-Syu'ara'
4.5
Ratingmu: 4.9 (11 orang)
Sending

✅ URL singkat halaman ini: https://risalahmuslim.id/25-33









Video

Panggil Video Lainnya

RisalahMuslim di  







Email: [email protected]
Made with in Yogyakarta