QS. Al Furqaan (Pembeda) – surah 25 ayat 32 [QS. 25:32]

وَ قَالَ الَّذِیۡنَ کَفَرُوۡا لَوۡ لَا نُزِّلَ عَلَیۡہِ الۡقُرۡاٰنُ جُمۡلَۃً وَّاحِدَۃً ۚۛ کَذٰلِکَ ۚۛ لِنُثَبِّتَ بِہٖ فُؤَادَکَ وَ رَتَّلۡنٰہُ تَرۡتِیۡلًا
Waqaalal-ladziina kafaruu laulaa nuzzila ‘alaihil quraanu jumlatan waahidatan kadzalika linutsabbita bihi fu’aadaka warattalnaahu tartiilaa;

Berkatalah orang-orang yang kafir:
“Mengapa Al Quran itu tidak diturunkan kepadanya sekali turun saja?”,
demikianlah supaya Kami perkuat hatimu dengannya dan Kami membacanya secara tartil (teratur dan benar).
―QS. 25:32
Topik ▪ Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala
25:32, 25 32, 25-32, Al Furqaan 32, AlFurqaan 32, Al Furqan 32, AlFurqan 32, Al-Furqan 32

Tafsir surah Al Furqaan (25) ayat 32

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al Furqaan (25) : 32. Oleh Kementrian Agama RI

Orang-orang Yahudi berkata: “Mengapa Alquran itu tidak diturunkan kepada Muhammad sekali turun saja?”.
Seperti kitab-kitab dari Allah sebelumnya.
Kitab Taurat kepada Musa dan Zabur kepada Daud.
Anggapan orang-oranag Yahudi bahwa kitab-kitab sebelum Alquran diturunkan kepada Rasul-rasul-Nya secara sekaligus adalah anggapan yang salah.
Sebab kitab Taurat sendiri diturunkan dalam 18 tahun seperti diterangkan dalam beberapa nas dalam kitab Taurat.
Maka Allah menolak anggapan mereka itu dan menerangkan apa sebab-sebabnya mengapa Alquran diturunkan secara berangsur-angsur.
Demikianlah supaya Kami perkuat hatimu dengan diturunkannya Alquran secara berangsur-angsur dan agar mudah dihafalkannya.

Tersebut dalam firman Allah:

Dan Alquran itu telah Kami turunkan dengan berangsur-angsur agar kamu membacakannya perlahan-lahan kepada manusia, dan Kami menurunkannya bagian demi bagian.
(Q.S. Al Israa [17]: 106)

Turunnya Alquran secara berangsur-angsur memang mengandung banyak hikmah:

1.
Karena Nabi Muhammad ﷺ tidak dapat membaca dan menulis (ummi) maka seandainya Alquran itu diturunkan kepadanya sekaligus, tentulah menjadi kesulitan baginya untuk menghafalnya dan menjaganya dari kesalahan dan kekhilafan.

2.
Supaya hafalannya lebih sempurna dan terhindar dari segala kealpaan.

3.
Seandainya Alquran itu diturunkan sekaligus, tentu syariat-syariatnyapun diturunkan sekaligus; dan yang demikian itu pasti mengakibatkan banyak kesulitan, tetapi karena turunnya berangsur-angsur maka datangnya syariatpun berangsur-angsur sehingga mudah dilaksanakan.

4.
Karena turunnya Alquran itu berangsur-angsur, maka Nabi Muhammad ﷺ.
sering berjumpa dengan malaikat Jibril sehingga banyak menerima nasihat guna menambah semangat.
kesabaran dan ketabahan dalam menunaikan risalah-Nya.

5.
Karena turunnya Alquran banyak berkaitan dengan sebab-sebab turunnya seperti adanya pertanyaan-pertanyaan; peristiwa-peristiwa, kejadian, maka yang demikian itu lebih membekas dalam hati para sahabat karena merupakan pengalaman.

6.
Dengan turunnya Alquran secara berangsur-angsur mereka tidak mampu meniru Alquran walaupun satu ayat, apalagi jika Alquran itu diturunkan secara sekaligus.

7.
Sebagian hukum syariat Islam pada permulaannya diturunkan disesuaikan dengan adat-istiadat kaum Muslimin pada waktu itu, yang kemudian setelah mereka tambah cerdas dan bertambah tebal keimanannya baru diterapkan syariat Islam yang lebih sempurna dengan ayat-ayat Alquran yang turun kemudian.
Seandainya Alquran itu diturunkannya sekaligus tentu hal demikian itu tidak mungkin terjadi.
Dan kami menurunkannya dan membacakannya dengan perantaraan Jibril kelompok demi kelompok.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Dengan maksud menghujat Al Quran, orang-orang kafir berkata, ” Kenapa Al Quran tidak diturunkan sekaligus?”
Sesungguhnya Kami menurunkan Al Quran demikian, secara berangsur-angsur, agar hatimu menjadi teguh karena dapat menghafalnya.
Kami membacakan Al Quran melalui Jibril sedikit demi sedikit secara perlahan-lahan.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Berkatalah orang-orang yang kafir, “Mengapa tidak) (diturunkan kepadanya Alquran sekali turun saja?”) sebagaimana kitab Taurat, kitab Injil dan kitab Zabur.

Allah menjawab melalui firman-Nya, “Kami sengaja menurunkannya (demikian) secara terpisah-pisah (supaya Kami perkuat hatimu dengannya) Kami menguatkan kalbumu dengan Alquran (dan Kami membacakannya kelompok demi kelompok”) Kami menurunkannya tahap demi tahap secara perlahan dan tidak tergesa-gesa, supaya mudah dipahami dan dihafal.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Orang-orang kafir berkata :
Mengapa al-Qur’an itu tidak diturunkan kepada Muhammad sekali turun saja seperti Taurat, Injil dan Zabur??
Allah kemudian berfirman :
Demikianlah, Kami turunkan secara terpisah-pisah supaya Kami bisa meneguhkan hatimu dengannya dan menambah ketenanganmu.
Sehingga kamu bisa memahaminya dan membawanya.
Kami menjelaskannya dengan akurat dan perlahan.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Allah subhanahu wa ta’ala menceritakan tentang sikap orang-orang kafir yang banyak menentang dan ingkar, juga keusilan mereka terhadap hal yang bukan urusan mereka, karena mereka mengatakan seperti yang disitir oleh firman-Nya:

Mengapa Al-Qur’an ini tidak diturunkan kepadanya sekali turun saja?
(Q.S. Al-Furqaan [25]: 32)

Yakni mengapa Al-Qur’an yang diwahyukan kepada Muhammad tidak diturunkan sekali turun saja, sebagaimana telah diturunkan kitab-kitab yang sebelumnya sekaligus, seperti kitab Taurat, Injil, Zabur, dan kitab-kitab samawi lainnya?

Maka Allah subhanahu wa ta’ala menjawab perkataan tersebut.
Sesungguhnya Dia menurunkan Al-Qur’an secara berangsur-angsur selama dua puluh tiga tahun menurut peristiwa-peristiwa dan kejadian-kejadian yang berkaitan dengannya serta menurut hukum yang diperlukan, tiada lain untuk meneguhkan hati orang-orang mukmin terhadapnya.
Sebagaimana yang disebutkan di dalam ayat lain melalui firman-Nya:

Dan Al-Qur’an itu telah Kami turunkan dengan berangsur-angsur.
(Q.S. Al Israa [17]: 106), hingga akhir ayat.

Dalam ayat berikut ini disebutkan oleh firman-Nya:

supaya Kami perkuat hatimu dengannya dan Kami membacakannya secara tartil.
(Q.S. Al-Furqaan [25]: 32)

Qatadah mengatakan bahwa makna tartil ialah menjelaskan, yakni Kami menjelaskannya sejelas-jelasnya.
Menurut Ibnu Zaid, makna yang dimaksud ialah Kami menafsirkannya dengan jelas.


Asbabun Nuzul
Sebab-Sebab Diturunkannya Surah Al Furqaan (25) Ayat 32

Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim, al-Hakim, dan adl-Dliya’ di dalam kitab al-Mukhtaarah, yang bersumber dari Ibnu ‘Abbas.
Menurut al-Hakim, hadits ini shahih.
Bahwa kaum musyrikin berkata: “Sekiranya Muhammad itu seorang Nabi, sebagaimana pengakuannya, tentu Allah tidak akan menyiksanya dengan jalan menurunkan al-Qur’an seayat dua ayat.
Mengapa Allah tidak menurunkan al-Qur’an sekaligus saja?” Maka Allah menurunkan ayat ini (al-Furqaan: 32) sebagai penjelasan mengenai hal tersebut.

Sumber : Asbabun Nuzul-K.H.Q.Shaleh – H.A.A Dahlan dkk.

Kata Pilihan Dalam Surah Al Furqaan (25) Ayat 32

JUMLAH
جُمْلَة

Maksud jumlah ialah setiap sesuatu yang bahagian-bahagiannya terkumpul menjadi satu dengan sempurna. Kata jumlah disebut sekali saja di dalam Al Qur’an dan disifatkan dengan waahidah sehingga menjadi jumlahtan waahida yaitu dalam surah Al­ Furqaan (25), ayat 32.

Dalam ayat ini diceritakan, orang kafir menanyakan tentang cara turunnya Al Qur’an, “Mengapa Al Qur’an tidak diturunkan kepada Muhammad dengan sekali turun saja (“jumlahtan waahida”) seperti Taurat, Zabur dan Injil?”

Imam Al Isfahani mengertikan jumlahtan waahida pada ayat ini dengan turun secara terkumpul menjadi satu dan tidak terpisah-pisah dan tidak pula sedikit demi sedikit. Ada per­bedaan pendapat mengenai siapakah yang mengajukan pertanyaan ini, ada yang me­ngatakan mereka adalah orang kafir Quraisy dan ada juga yang mengatakan mereka ada­lah orang Yahudi.

Namun, Allah menegaskan dia akan memberikan jawaban yang benar dan tepat atas setiap pertanyaan dan tuduhan yang ditujukan kepada Nabi Muhammad. Al­ Quran tidak diturunkan sekaligus tetapi diturunkan secara berangsur-angsur dalam 23 tahun adalah disesuaikan dengan kejadian, permasalahan dan keperluan-keperluan hukum. Dengan demikian, hati Nabi Muhammad (dan juga hati kaum beriman) menjadi mantap dengan ajaran Al Qur’an itu, mereka lebih mudah memahami dan menghayati maknanya serta mudah menghafalnya dengan baik.

Sumber : Kamus Al Qur’an, PTS Islamika SDN. BHD.Hal:166-167

Informasi Surah Al Furqaan (الفرقان)
Surat ini terdiri atas 77 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah.

Dinamai “Al Fur­qaan” yang artinya “pembeda”,
diambil dari kata “Al Furqaan” yang terdapat pada ayat pertama surat ini.
Yang dimaksud dengan Al Furqaan dalam ayat ini ialah Al Qur’an.
Al Qur’an dinamakan Al Furqaan karena dia membedakan antara yang haq dengan yang batil.
Maka pada surat ini pun terdapat ayat-ayat yang membedakan antara kebenaran ke-esaan Allah subhanahu wa ta’ala dengan kebatilan kepercayaan syirik.

Keimanan:

Allah Maha Besar berkah dan kebaikan-Nya
hanya Allah saja yang menguasai langit dan bumi
Allah tidak punya anak dan sekutu
Al Qur’an benar-benar diturun­kan dari Allah
ilmu Allah meliputi segala sesuatu
Allah bersemayam di atas Arsy
Nabi Muhammad ﷺ adalah hamba Allah yang diutus ke seluruh alam
rasul­-rasul itu adalah manusia biasa yang mendapat wahyu dari Allah
pada hari kiamat akan terjadi peristiwa-peristiwa luar biasa seperti belahnya langit, turunnya malai­kat ke bumi
orang-orang berdosa dihalau ke neraka dengan berjalan atas muka mereka.

Hukum:

Tidak boleh mengabaikan Al Qur’an
larangan menafkahkan harta secara boros atau kikir
larangan membunuh atau berzina
kewajiban memberantas kekafiran dengan mempergunakan alasan Al Qur’an
larangan memberikan persaksian palsu.

Kisah:

Kisah-kisah Musa a.s, Nuh a.s.
kaum Tsamud dan kaum Syu ‘aib.

Lain-lain:

Celaan-celaan orang-orang kafir terhadap Al Qur’an
kejadian-kejadian alamiyah sebagai bukti ke-esaan dan kekuasaan Allah
hikmah Al Qur’an diturunkan secara berangsur-angsur
sifat-sifat orang musyrik antara lain mempertuhankan hawa nafsu,tidak mempergunakan akal
sifat-sifat hamba Allah yang sebenamya.

Ayat-ayat dalam Surah Al Furqaan (77 ayat)

Audio

Qari Internasional

Q.S. Al-Furqaan (25) ayat 32 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Al-Furqaan (25) ayat 32 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Al-Furqaan (25) ayat 32 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Al-Furqaan - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 77 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 25:32
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Al Furqaan.

Surah Al-Furqan (Arab: الفرقان ,"Pembeda") adalah surah ke-25 dari al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 77 ayat dan termasuk golongan surah-surah Makkiyah.
Dinamai Al-Furqan yang artinya pembeda, diambil dari kata al-Furqan yang terdapat pada ayat pertama surah ini.
Yang dimaksud dengan Al-Furqan dalam ayat ini ialah Al-Quran (lihat nama lain Al-Qur'an).
Al-Quran dinamakan Al-Furqan karena dia membedakan antara yang haq dengan yang batil.
Maka pada surat ini pun terdapat ayat-ayat yang membedakan antara kebenaran ke-esaan Allah s.w.t.
dengan kebatilan kepercayaan syirik.

Nomor Surah 25
Nama Surah Al Furqaan
Arab الفرقان
Arti Pembeda
Nama lain Tabaraka
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 42
Juz Juz 18 (1-20) sampai juz 19 (21-77)
Jumlah ruku' 6 ruku'
Jumlah ayat 77
Jumlah kata 896
Jumlah huruf 3876
Surah sebelumnya Surah An-Nur
Surah selanjutnya Surah Asy-Syu'ara'
4.4
Ratingmu: 4.8 (10 orang)
Sending









Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Email: [email protected]
Made with in Yogyakarta


Ikuti RisalahMuslim