Generic selectors
Exact matches only
Search in title
Search in content
Search in posts
Search in pages

Tampilkan Lainnya ...

Generic selectors
Exact matches only
Search in title
Search in content
Search in posts
Search in pages
QS. Al Furqaan (Pembeda) – surah 25 ayat 16 [QS. 25:16]
وَ یَوۡمَ یَحۡشُرُہُمۡ وَ مَا یَعۡبُدُوۡنَ مِنۡ دُوۡنِ اللّٰہِ فَیَقُوۡلُ ءَاَنۡتُمۡ اَضۡلَلۡتُمۡ عِبَادِیۡ ہٰۤؤُلَآءِ اَمۡ ہُمۡ ضَلُّوا السَّبِیۡلَ
Wayauma yahsyuruhum wamaa ya’buduuna min duunillahi fayaquulu aantum adhlaltum ‘ibaadii ha’ulaa-i am hum dhalluussabiil(a);
Dan (ingatlah) pada hari (ketika) Allah mengumpulkan mereka bersama apa yang mereka sembah selain Allah, lalu Dia berfirman (kepada yang disembah),
“Apakah kamu yang menyesatkan hamba-hamba-Ku itu, atau mereka sendirikah yang sesat dari jalan (yang benar)?”

―QS. 25:17
Topik ▪ Hisab ▪ Setiap makhluk ditanya pada hari penghimpunan ▪ Tauhid Rububiyyah
English Translation - Sahih International
And (mention) the Day He will gather them and that which they worship besides Allah and will say,
“Did you mislead these, My servants, or did they (themselves) stray from the way?”
―QS. 25:17

Alquran Arti Perkata (Indonesia & English)
وَيَوْمَ dan pada hari

And (the) Day
يَحْشُرُهُمْ (Allah) mengumpulkan mereka

He will gather them
وَمَا dan apa-apa

and what
يَعْبُدُونَ mereka menyembah

they worship
مِن dari

besides Allah *[meaning includes next or prev. word]
دُونِ selain

besides Allah *[meaning includes next or prev. word]
ٱللَّهِ Allah

besides Allah *[meaning includes next or prev. word]
فَيَقُولُ maka (Allah) berkata

and He will say,
ءَأَنتُمْ apakah kamu

“Did you
أَضْلَلْتُمْ kamu menyesatkan

[you] mislead
عِبَادِى hamba-hamba-Ku

My slaves
هَٰٓؤُلَآءِ mereka itu

these
أَمْ atau

or
هُمْ mereka

they
ضَلُّوا۟ mereka sesat

went astray
ٱلسَّبِيلَ jalan

(from) the way?”

 

Tafsir surah Al Furqaan (25) ayat 17

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Di sana mereka akan mendapatkan segala apa yang diingini.
Mereka merasakan kenikmatan yang tidak terputus.
Kenikmatan itu adalah janji Allah kepada mereka.
Mereka meminta janji itu diwujudkan.
Maka Allah pun mengabulkan permintaan mereka.
Sebab janji Allah tidak akan pernah dipungkiri.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Dan pada suatu hari ketika Allah menghimpunkan mereka) lafal Yahsyuruhum dapat pula dibaca Nahsyuruhum, sehingga artinya menjadi, Kami menghimpun mereka

(beserta apa yang mereka sembah selain Allah) yakni seperti malaikat, Nabi Isa, dan Nabi Uzair, serta <a aria-describedby="tt" href="https://risalahmuslim.id/kamus/jin" class="glossaryLink cmtt_Tokoh" data-cmtooltip="

Jin
Jin (bahasa arab: جن Janna) secara harfiah berarti sesuatu yang berkonotasi"tersembunyi"atau"tidak terlihat".<BR CLASS="">Bangsa Jin dahulu dikatakan dapat menduduki beberapa tempat dilangit dan mendengarkan berita-berita dari Allah, setelah diutusnya seorang nabi yang bernama Muhammad maka mereka tidak lagi bisa mendengarkannya karena ada barisan yang menjaga rahasia itu.<BR CLASS="">“ …dan sesungguhnya kami dahulu dapat menduduki beberapa tempat di langit itu untuk mendengar-dengarkan (berita-beritanya).<BR CLASS="">Tetapiㅤ(…)</BR></BR></BR>

” >jin

(lalu Allah berkata:) kepada mereka yang disembah untuk memantapkan hujah-Nya terhadap orang-orang yang menyembah mereka.
Lafal Fayaquulu dapat pula dibaca Fanaquulu, artinya, Kami berkata,

(“Apakah kalian) lafal A-antum dapat dibaca secara Tahqiq yaitu dengan menyatakan kedua Hamzahnya, dan dapat pula dibaca Tas-hil yaitu dengan menggantikan Hamzah yang kedua menjadi Alif sehingga bacaan Hamzahnya menjadi panjang, dapat pula dibaca pendek yakni tanpa memakai Alif

(yang menyesatkan hamba-hamba-Ku itu) artinya apakah kalian telah menjerumuskan mereka ke dalam kesesatan dengan perintah kalian kepada mereka, supaya mereka menyembah kalian?

(atau mereka sendirilah yang sesat dari jalan yang benar?”) yakni atas kehendak mereka sendiri.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Bagi orang-orang yang taat di dalam surga itu apa yang mereka kehendaki dari berbagai macam kenikmatan.
Kesenangan mereka di dalam surga kekal.
(Wahai Rasul) mereka masuk ke dalam surga karena janji Rabb-mu yang bisa dipertanggungjawabkan.
Jani yang akan diminta oleh para hamba Allah yang bertakwa.
Dan Allah tidak akan menyelisihi janji-Nya.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Bagi mereka di dalam surga itu apa yang mereka kehendaki.
(QS. Al-Furqaan [25]: 16)

Yakni semua kesenangan, berupa makanan, minuman, pakaian, tempat tinggal, kendaraan, dan pemandangan-pemandangan yang belum pernah dilihat oleh mata, belum pernah terdengar oleh telinga, dan belum pernah terdetik di hati seorang pun.
Selain dari itu mereka tinggal kekal di dalamnya untuk selama-lamanya, tanpa terputus, tanpa habis-habisnya, dan tanpa sirna, mereka sama sekali tidak mau pindah darinya.
Ini merupakan janji Allah subhanahu wa ta’ala yang memberikan kemurahan dan kebaikan­Nya kepada mereka.
Karena itu, disebutkanlah oleh firman-Nya:

(Hal itu) adalah janji dari Tuhanmu yang patut dimohonkan.
(kepada-Nya).
(QS. Al-Furqaan [25]: 16)

Yakni sebagai suatu janji yang harus dan pasti terjadi.
Demikianlah menurut apa yang telah diriwayatkan oleh Abu Ja’far ibnu Jarir dari salah seorang ulama ahli bahasa Arab.
Yaitu bahwa makna firman-Nya:
sebagai janji yang pasti (terjadi).
(QS. Al-Furqaan [25]: 16)
Makna yang dimaksud adalah janji yang pasti.

Ibnu Juraij dari ‘Ata dari Ibnu Abbas menyebutkan bahwa makna firman-Nya:
(Hal itu) adalah janji dari Tuhanmu yang patut dimohonkan (kepada-Nya).
(QS. Al-Furqaan [25]: 16)
Yakni hendaklah mereka memohon kepada-Nya apa yang telah dijan ikan-­Nya itu dan meminta supaya dikabulkan.

Muhammad ibnu Ka’b Al-Qurazi sehubungan dengan makna firman-Nya:
(Hal itu) adalah janji dari Tuhanmu yang patut dimohonkan (kepada-Nya).
(QS. Al-Furqaan [25]: 16)
Sesungguhnya para malaikat memohonkan hal tersebut bagi mereka, seperti yang disebutkan oleh firman-Nya:

Ya Tuhan kami, dan masukkanlah mereka ke dalam surga ‘Adn yang telah Engkau janjikan kepada mereka.
(QS. Al-Mu’min [40]: 8)

Abu Hazim mengatakan bahwa apabila hari kiamat telah terjadi, orang-orang mukmin berkata,
“Wahai Tuhan kami, kami telah beramal sesuai dengan perintah­Mu kepada kami, maka tunaikanlah bagi kami apa yang telah Engkau janjikan kepada kami.”
Yang demikian itu adalah firman Allah subhanahu wa ta’ala:
janji yang patut dimohonkan (kepada-Nya).
(QS. Al-Furqaan [25]: 16)

Keadaan yang diceritakan dalam surat ini menyangkut kisah neraka dan menyinggung keadaan ahli surga.
Sama dengan apa yang disebutkan oleh Allah dalam surat As-Saffat yang menceritakan keadaan ahli surga dan kenikmatan yang ada di dalamnya, yaitu firman-Nya:

(Makanan surga) itukah hidangan yang lebih baik ataukah pohon zaqqum.
Sesungguhnya Kami menjadikan pohon zaqqum itu sebagai cobaan bagi orang-orang yang zalim.
Sesungguhnya dia adalah sebuah pohon yang keluar dari dasar neraka yang menyala, mayangnya seperti kepala setan-setan.
Maka sesungguhnya mereka benar-benar memakan sebagian dari buah pohon itu, maka mereka memenuhi perutnya dengan buah zaqqum itu.
Kemudian sesudah makan buah zaqqum itu pasti mereka mendapat minuman yang bercampur dengan air yang sangat panas.
Kemudian sesungguhnya tempat kembali mereka benar-benar ke neraka jahim.
Karena sesungguhnya mereka mendapati bapak-bapak mereka dalam keadaan sesat.
Lalu mereka sangat tergesa-gesa mengikuti jejak orang tua-orang tua mereka.
(QS. As-Saffat [37]: 62-70)