QS. Al Furqaan (Pembeda) – surah 25 ayat 14 [QS. 25:14]

لَا تَدۡعُوا الۡیَوۡمَ ثُبُوۡرًا وَّاحِدًا وَّ ادۡعُوۡا ثُبُوۡرًا کَثِیۡرًا
Laa tad’uul yauma tsubuuran waahidan waad’uu tsubuuran katsiiran;

(Akan dikatakan kepada mereka):
“Jangan kamu sekalian mengharapkan satu kebinasaan, melainkan harapkanlah kebinasaan yang banyak”.
―QS. 25:14
Topik ▪ Neraka ▪ Memasuki neraka ▪ Keutamaan nabi Sulaiman as.
25:14, 25 14, 25-14, Al Furqaan 14, AlFurqaan 14, Al Furqan 14, AlFurqan 14, Al-Furqan 14

Tafsir surah Al Furqaan (25) ayat 14

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al Furqaan (25) : 14. Oleh Kementrian Agama RI

Di waktu itu diucapkan kepada mereka janganlah kamu mengucapkan kata itu (celaka aku) sekali saja.
Ucapkanlah kata itu berkali-kali karena yang kamu lihat dan alami ini baru satu macam dari siksa yang akan ditimpakan kepadamu.
Banyak lagi macam siksaan yang akan kamu derita.
Oleh sebab itu berteriak-teriaklah berkali-kali memang kamu akan ditimpa siksaan yang dahsyat dan hebat.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Dengan penuh ejekan dan hinaan, dikatakan kepada mereka, “Jangan meminta kebinasaan hanya sekali saja.
Tetapi mintalah terus.
Kalian pasti tidak akan selamat dari siksaan yang sedang kalian alami.
Jenis- jenis siksaan mereka amatlah banyak.”

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(“Janganlah kamu sekalian mengharapkan satu kebinasaan, melainkan harapkanlah kebinasaan yang banyak”) sesuai dengan azab yang menimpa kalian ini.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Dan akan dikatakan kepada mereka agar mereka putus asa :
Janganlah hari ini kalian mengharapkan kebinasaan sekali saja, tapi mintalah kebinasaan berkali-kali dan yang banyak.
Hal itu hanya akan menambahkan kesedihan bagi kalian karena kalian pasti tidak akan selamat.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Al-Aufi telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas sehubungan dengan makna firman-Nya: Janganlah kamu sekalian mengharapkan satu kebinasaan pada hari ini.
(Al Furqaan:14), hingga akhir ayat.
Yakni janganlah kalian pada hari ini mengharapkan satu kecelakaan melainkan harapkanlah kecelakaan yang banyak.

Ad-Dahhak mengatakan bahwa as-subur artinya kebinasaan.

Pendapat yang kuat mengatakan bahwa subur pengertiannya mencakup kebinasaan, kecelakaan, kerugian, dan kehancuran.
Seperti yang dikatakan oleh Musa kepada Fir’aun:

dan sesungguhnya aku mengira kamu, hai Fir’aun, seorang yang akan binasa.
(Al Israa’:102)

Yakni binasa.


Kata Pilihan Dalam Surah Al Furqaan (25) Ayat 14

TSUBUURAA
ثُبُور

Lafaz tsubuuraa adalah mashdar yaitu kata terbitan yang berasal dari kata tsabara-yatsburu artinya membinasakan, menghancurkan, mengancam dengan kejahatan dan kebinasaan, mengusir dan memalukan. Apabila diiringi dengan kalimat anhu, ia bermakna menahannya.

Menurut pendapat Asy Syawkani, lafaz tsubuuraa adalah mashdar yang dapat diguna­kan beberapa kali maupun banyak kali, oleh karena itu, ia tidak dijamak. Seperti perkataan dharabtuhu dharban katsiira Ism fa’ilnya adalah matsbur.

Lafaz tsubuuraa disebut empat kali (di dalam Al Qur’an) yaitu dalam surah:
-Al Furqaan (25), ayat 13, 14
-Al Insyiqaaq (84), ayat 11.

Sedangkan lafaz matsbur disebut sekali yaitu dalam surah Al Israa (17), ayat 102.
Allah berfirman,

دَعَوْا۟ هُنَالِكَ ثُبُورً

Ibn Qutaibah berpendapat, lafaz tsubuuraa bermakna kehancuran seperti seorang yang berkata,
“wahalakah!” yyaitu “celakalah!”

Asy Syawkani berpendapat, tsubuuraa ada­lah kecelakaan atau kebinasaan, maknanya mereka mau mendapat kecelakaan atau kehancuran pada hari akhirat dan mengucapkan perkataan “Celakalah! Binasalah disebabkan azab dan siksaan yang menimpa mereka.”

Ibn Katsir mengatakan, makna tsubuuraa adalah ucapan dengan al wayl yaitu kecelakaan, al khusrah yaitu kerugian dan al khaybah yyaitu kehinaan.

Diriwayatkan oleh Al Aufi dari Ibn Abbas mengenai ayat

لَّا تَدْعُوا۟ ٱلْيَوْمَ ثُبُورًا وَٰحِدًا وَٱدْعُوا۟ ثُبُورًا كَثِيرًا

maknanya janganlah kamu mengucapkan ucapan “Binasalah!” atau “Celakalah!” dengan sekali ucap, tetapi menjeritlah dengan banyak kali karena siksaan yang banyak.

Ad Dahhak berpendapat, maksud ats tsubuur adalah al halaak yaitu kebinasaan.

Ibn Katsir juga mengatakan, ats tsubuur mencakup al halak (kebinasaan), al wayl (kecelakaan), al khasarah (kerugian) dan ad dimaar (kehancuran) sebagaimana ucapan Nabi Musa kepada Fir’aun (surah Al Israa (17) ayat 102

وَإِنِّى لَأَظُنُّكَ يَٰفِرْعَوْنُ مَثْبُورًا

maksudnya haalikaa (binasa).

Kesimpulannya, tsubuuraa adalah ucapan atau jeritan orang yang berada di dalam neraka yang mengatakan, “Celakalah!” “Binasalah!’, “Merugilah!” dan sebagainya.

Sumber : Kamus Al Qur’an, PTS Islamika SDN. BHD. 124-125

Informasi Surah Al Furqaan (الفرقان)
Surat ini terdiri atas 77 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah.

Dinamai “Al Fur­qaan” yang artinya “pembeda”,
diambil dari kata “Al Furqaan” yang terdapat pada ayat pertama surat ini.
Yang dimaksud dengan Al Furqaan dalam ayat ini ialah Al Qur’an.
Al Qur’an dinamakan Al Furqaan karena dia membedakan antara yang haq dengan yang batil.
Maka pada surat ini pun terdapat ayat-ayat yang membedakan antara kebenaran ke-esaan Allah subhanahu wa ta’ala dengan kebatilan kepercayaan syirik.

Keimanan:

Allah Maha Besar berkah dan kebaikan-Nya
hanya Allah saja yang menguasai langit dan bumi
Allah tidak punya anak dan sekutu
Al Qur’an benar-benar diturun­kan dari Allah
ilmu Allah meliputi segala sesuatu
Allah bersemayam di atas Arsy
Nabi Muhammad ﷺ adalah hamba Allah yang diutus ke seluruh alam
rasul­-rasul itu adalah manusia biasa yang mendapat wahyu dari Allah
pada hari kiamat akan terjadi peristiwa-peristiwa luar biasa seperti belahnya langit, turunnya malai­kat ke bumi
orang-orang berdosa dihalau ke neraka dengan berjalan atas muka mereka.

Hukum:

Tidak boleh mengabaikan Al Qur’an
larangan menafkahkan harta secara boros atau kikir
larangan membunuh atau berzina
kewajiban memberantas kekafiran dengan mempergunakan alasan Al Qur’an
larangan memberikan persaksian palsu.

Kisah:

Kisah-kisah Musa a.s, Nuh a.s.
kaum Tsamud dan kaum Syu ‘aib.

Lain-lain:

Celaan-celaan orang-orang kafir terhadap Al Qur’an
kejadian-kejadian alamiyah sebagai bukti ke-esaan dan kekuasaan Allah
hikmah Al Qur’an diturunkan secara berangsur-angsur
sifat-sifat orang musyrik antara lain mempertuhankan hawa nafsu,tidak mempergunakan akal
sifat-sifat hamba Allah yang sebenamya.

Ayat-ayat dalam Surah Al Furqaan (77 ayat)

Audio

Qari Internasional

Q.S. Al-Furqaan (25) ayat 14 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Al-Furqaan (25) ayat 14 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Al-Furqaan (25) ayat 14 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Al-Furqaan - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 77 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 25:14
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Al Furqaan.

Surah Al-Furqan (Arab: الفرقان ,"Pembeda") adalah surah ke-25 dari al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 77 ayat dan termasuk golongan surah-surah Makkiyah.
Dinamai Al-Furqan yang artinya pembeda, diambil dari kata al-Furqan yang terdapat pada ayat pertama surah ini.
Yang dimaksud dengan Al-Furqan dalam ayat ini ialah Al-Quran (lihat nama lain Al-Qur'an).
Al-Quran dinamakan Al-Furqan karena dia membedakan antara yang haq dengan yang batil.
Maka pada surat ini pun terdapat ayat-ayat yang membedakan antara kebenaran ke-esaan Allah s.w.t.
dengan kebatilan kepercayaan syirik.

Nomor Surah25
Nama SurahAl Furqaan
Arabالفرقان
ArtiPembeda
Nama lainTabaraka
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu42
JuzJuz 18 (1-20) sampai juz 19 (21-77)
Jumlah ruku'6 ruku'
Jumlah ayat77
Jumlah kata896
Jumlah huruf3876
Surah sebelumnyaSurah An-Nur
Surah selanjutnyaSurah Asy-Syu'ara'
4.4
Ratingmu: 4.6 (20 orang)
Sending









Video

Panggil Video Lainnya

RisalahMuslim di  





Email: [email protected]
Made with in Yogyakarta