QS. Al Fatihah (Pembukaan) – surah 1 ayat 3 [QS. 1:3]

الرَّحۡمٰنِ الرَّحِیۡمِ ۙ
Ar-rahmanir-rahiim(i);

Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.
―QS. 1:3
Topik ▪ Kasih sayang Allah yang luas
1:3, 1 3, 1-3, Al Fatihah 3, AlFatihah 3, Al-Fatihah 3

Tafsir surah Al Fatihah (1) ayat 3

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al Fatihah (1) : 3. Oleh Kementrian Agama RI

Pada ayat dua di atas Allah subhanahu wa ta’ala menerangkan bahwa Dia adalah Tuhan semesta alam.
Maka untuk mengingatkan hamba kepada nikmat dan karunia yang berganda-ganda, yang telah dilimpahkan-Nya, serta sifat dan cinta kasih sayang yang abadi pada diri-Nya, diulang-Nya sekali lagi menyebut “Ar-Rahmanir Rahim”.
Yang demikian itu supaya lenyap dari pikiran mereka gambaran keganasan dan kezaliman seperti raja-raja yang dipertuan, yang bersifat sewenang-wenang.

Allah mengingatkan dalam ayat ini bahwa sifat ketuhanan Allah terhadap hambanya bukanlah sifat keganasan dan kezaliman, tetapi berdasarkan cinta dan kasih sayang.

Dengan demikian manusia akan mencintai Tuhannya, dan menyembah Allah dengan hati yang aman dan tenteram bebas dari rasa takut dan gelisah.
Malah dia akan mengambil pelajaran dari sifat-sifat Tuhan.
Dia akan mendasarkan pergaulan dan tingkah lakunya terhadap manusia sesamanya, atau pun terhadap orang yang di bawah pimpinannya, malah terhadap binatang yang tak pandai berbicara sekalipun atas sifat cinta dan kasih sayang itu.

Karena dengan jalan demikianlah manusia akan mendapat rahmat dan karunia dari Tuhannya.

Rasulullah ﷺ Bersabda:

Sesungguhnya Allah kasih sayang kepada hamba-hamba-Nya yang pengasih.
(H.R. Tabrani)

Orang-orang yang kasih sayang Tuhan yang Rahman Tabaraka wa Taala akan kasih sayang kepadanya.
(Oleh karena itu) kasih sayanglah kamu semua kepada semua makhluk yang di bumi niscaya semua makhluk yang di langit akan kasih sayang kepada kamu semua.
(H.R. Ahmad, Abu Daud At Tarmizi dan Al Hakim)

Dan sabda Rasulullah ﷺ:

Barang siapa (orang) yang kasih sayang meskipun kepada seekor burung (pipit) yang disembelih, Allah kasih sayang kepadanya pada hari kiamat.
(H.R. Bukhari)

Maksud hadis tersebut ialah pada waktu menyembelih burung itu dengan sopan santun umpamanya dengan pisau yang tajam.

Dapat pula dipahami dari urutan kata “Ar-Rahman”,
“Ar-Rahim” itu, bahwa penjagaan, pemeliharaan dan asuhan Tuhan terhadap semesta alam, bukanlah lantaran mengharapkan sesuatu dari alam itu, hanya semata-mata karena rahmat dan belas kasihan daripada-Nya.

Boleh jadi ada yang terlintas pada pikiran orang, mengapa Tuhan mengadakan peraturan-peraturan dan hukum-hukum, dan menghukum orang-orang yang melanggar peraturan-peraturan itu?

Keragu-raguan ini akan hilang bila diketahui bahwa Allah subhanahu wa ta’ala mengadakan peraturan-peraturan dan hukum-hukum, begitu juga menyediakan azab di akhirat atau di dunia untuk hamba-Nya yang melanggar peraturan-peraturan dan hukum-hukum itu, bukanlah berlawanan dengan sifat Tuhan Yang Maha Pemurah dan Maha Penyayang, karena peraturan dan hukum itu rahmat dari Tuhan; begitu pula azab dari Allah terhadap hamba-Nya yang melanggar peraturan-peraturan dan hukum-hukum itu sesuai dengan keadilan.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Dia adalah Pemilik dan Sumber rahmah yang tak pernah putus memberikan segala kenikmatan, baik besar maupun kecil.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang) yaitu yang mempunyai rahmat.

Rahmat ialah menghendaki kebaikan bagi orang yang menerimanya.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Ar-Rahman Pemilik rahmat umum di mana rahmat-Nya mencakup seluruh makhluk.
Ar-Rahim Maha penyayang kepada orang-orang mukmin.
Ini adalah dua nama Allah di antara nama-nama-Nya

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta’ala, “ar-rahmanir rahim,” keterangannya dikemukakan dalam Bab “Basmalah”; itu sudah cukup dan tidak perlu diulangi lagi.

Al-Qurtubi mengatakan, sesungguhnya Allah subhanahu wa ta’ala menyifati diri-Nya dengan Ar-Rahman dan Ar-Rahim sesudah firman-nya, “rabbil ‘alamina, ” tiada lain agar makna tarhib yang dikandung rabbul ‘alamina dibarengi dengan makna targib yang terkandung pada ar-rahmanir rahim, sebagaimana pengertian yang terkandung di dalam firman-Nya:

نَبِّئْ عِبادِي أَنِّي أَنَا الْغَفُورُ الرَّحِيمُ.
وَأَنَّ عَذابِي هُوَ الْعَذابُ الْأَلِيمُ

Kabarkanlah kepada hamba-hamba-Ku, bahwa sesungguhnya Aku-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang, dan bahwa sesungguhnya azab-Ku adalah azab yang sangat pedih.
(Q.S. Al-Hijr [15]: 49-50)

Juga dalam firman Allah subhanahu wa ta’ala yang lainnya, yaitu:

إِنَّ رَبَّكَ سَرِيعُ الْعِقابِ وَإِنَّهُ لَغَفُورٌ رَحِيمٌ

Sesungguhnya Tuhanmu amat cepat siksaan-Nya, dan sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
(Q.S. Al-A’raf [7]: 165)

Lafaz Rabb (Tuhan) dalam ayat tersebut mengandung makna tarhib, sedangkan ar-rahmanir rahim mengandung makna targib.

Di dalam kitab Sahih Muslim disebutkan dari Abu Hurairah r.a.
bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda:

«لَوْ يَعْلَمُ الْمُؤْمِنُ مَا عِنْدَ اللَّهِ مِنَ العقوبة ما طمع في جنته أَحَدٌ وَلَوْ يُعْلَمُ الْكَافِرُ مَا عِنْدَ اللَّهِ من الرحمة ما قنط من رحمته أحد»

Seandainya orang yang mukmin mengetahui apa yang ada di sisi Allah berupa siksaan, niscaya tiada seorang pun yang tamak menginginkan surga-Nya.
Seandainya orang kafir mengetahui apa yang ada di sisi Allah berupa rahmat, niscaya tiada seorang pun yang berputus asa dari rahmat-Nya.


Informasi Surah Al Fatihah (الفاتحة)
Surat “Al Faatihah” (Pembukaan) yang diturunkan di Mekah dan terdiri dari 7 ayat adalah surat yang pertama-tama diturunkan dengan lengkap di antara surat-surat yang ada dalam Al Qur’an dan termasuk golongan Surat Makkiyyah.

Surat ini disebut “Al Faatihah” (Pembukaan), karena dengan surat inilah dibuka dan dimulai­nya Al Qur’an.
Dinamakan “Ummul Qur’an ” (induk Al Qur’an) atau “Ummul Kitaab” (induk Al Kitaab) karena dia merupakan induk bagi semua isi Al Qur’an, serta menjadi inti sari dari kandungan Al Qur’an , dan karena itu diwajibkan membacanya pada tiap-tiap shalat.
Dinamakan pula “As Sab’ul matsaany” (tujuh yang berulang-ulang) karena ayatnya tujuh dan dibaca berulang-ulang dalam shalat.

Surat ini mengandung beberapa unsur pokok yang mencerminkan seluruh isi Al Qur’an , yaitu:

Keimanan:

Beriman kepada Tuhan Yang Maha Esa terdapat dalam ayat 2, dimana dinyata­kan dengan tegas bahwa segala puji dan ucapan syukur atas sesuatu ni’mat itu bagi Allah, karena Allah adalah Pencipta dan sumber segala ni’mat yang terdapat dalam alam ini. Di antara ni’mat itu ialah:
ni’mat menciptakan, ni’mat mendidik dan menumbuh­kan, sebab kata “Rabb” dalam kalimat “Rabbul-‘aalamiin” tidak hanya berarti “Tuhan” dan “Penguasa”, tetapi juga mengandung arti tarbiyah yaitu mendidik dan menumbuhkan. Hal ini menunjukkan bahwa segala ni’mat yang dilihat oleh seorang dalam dirinya sendiri dan dalam segala alam ini bersumber dari Allah, karena Tuhan-lah Yang Maha Berkuasa di alam ini. Pendidikan, penjagaan dan penumbuhan oleh Allah di alam ini haruslah diperhatikan dan dipikirkan oleh manusia sedalam-dalamnya, sehingga menjadi sumber pelbagai macam ilmu pengetahuan yang dapat menambah keyakinan manusia kepada keagungan dan kemu­liaan Allah, serta berguna bagi masyarakat. Oleh karena keimanan (ketauhidan) itu merupakan masalah yang pokok, maka didalam surat Al Faatihah tidak cukup dinyatakan dengan isyarat saja, tetapi ditegaskan dan dilengkapi oleh ayat 5, yaitu: “lyyaaka na’budu wa iyyaaka nasta’iin” (hanya Engkau-lah yang kami sembah, dan hanya kepada Engkau-lah kami mohon pertolongan).

Yang dimaksud dengan “Yang menguasai hari pembalasan” ialah pada hari itu Allah-lah Yang berkuasa.segala sesuatu tunduk kepada kebesaran-Nya sambil meng­harap ni’mat dan takut kepada siksaan-Nya.

Hal ini mengandung arti janji untuk memberi pahala terhadap perbuatan yang baik dan ancaman terhadap perbuatan yang buruk. “Ibadat ” yang terdapat pada ayat 5 semata-mata ditujukan kepada Allah, selanjutnya lihat not 6.

Hukum:

Jalan kebahagiaan dan bagaimana seharusnya menempuh jalan itu untuk mem­peroleh kebahagiaan dunia dan akhirat. Maksud “hidayah” di sini ialah hidayah yang menjadi sebab dapatnya keselamatan, kebahagiaan dunia dan akhirat, baik yang mengenai keyakinan maupun akhlak, hukum-hukum dan pelajaran.

Kisah:

Kisah para nabi dan kisah orang-orang dahulu yang menentang Allah. Sebahagian besar dari ayat-ayat Al Qur’an memuat kisah-kisah para nabi dan kisah orang­ orang dahulu yang menentang Allah. Yang dimaksud dengan orang yang diberi ni’mat dalam ayat ini, ialah para nabi, para shiddieqiin (orang-orang yang sung­ guh-sungguh berirnan), syuhadaa (orang-orang yang mati syahid), shaalihiin (orang­ orang yang saleh). “Orang-orang yang dimurkai dan orang-orang yang sesat,” ialah golongan yang menyimpang dari ajaran Islam.

Lain-lain:

Perincian dari yang telah disebutkan di atas terdapat dalam ayat-ayat Al Qur’an pada surat­ surat yang lain.

Ayat-ayat dalam Surah Al Fatihah (7 ayat)

Audio

Qari Internasional

Q.S. Al-Fatihah (1) ayat 3 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Al-Fatihah (1) ayat 3 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Al-Fatihah (1) ayat 3 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Q.S. Al-Fatihah (1) ayat 1-7 - Afgansyah Reza (Bahasa Indonesia)
Q.S. Al-Fatihah (1) ayat 1-7 - Afgansyah Reza (Bahasa Arab)

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Al-Fatihah - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 7 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 1:3
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Al Fatihah.

Surah Al-Fatihah (Arab: الفاتح , al-Fātihah, "Pembukaan") adalah surah pertama dalam al-Qur'an.
Surah ini diturunkan di Mekah dan terdiri dari 7 ayat.
Al-Fatihah merupakan surah yang pertama-tama diturunkan dengan lengkap di antara surah-surah yang ada dalam Al-Qur'an.

Surah ini disebut Al-Fatihah (Pembukaan), karena dengan surah inilah dibuka dan dimulainya Al-Quran.
Dinamakan Ummul Qur'an (أمّ القرءان; induk al-Quran) atau Ummul Kitab (أمّ الكتاب; induk Al-Kitab) karena dia merupakan induk dari semua isi Al-Quran.
Dinamakan pula As Sab'ul matsaany (السبع المثاني; tujuh yang berulang-ulang) karena jumlah ayatnya yang tujuh dan dibaca berulang-ulang dalam salat.

Nomor Surah 1
Nama Surah Al Fatihah
Arab الفاتحة
Arti Pembukaan
Nama lain al-Hamd (Pujian), Ummu al-Qur'an (Induk Al-Quran), Saba'a al-Matsāni (Tujuh yang Diulang), Kanz (Khazanah), al-Asas (Asas), Munājat, asy-Syifa (Menyembuhkan), Doa, Kāfiyah (Yang Mencukupi), Wāfiyah (Yang Sempurna), Raqiyah (Tempat berlindung). Fatihatul Kitab, Ummul Kitab, asy-Syafiyah, as-Shalah, al-Ruqyah, asy-Syukru, ad-Du'au, al-Waqiyah.
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 5
Juz Juz 1
Jumlah ruku' 1 ruku'
Jumlah ayat 7
Jumlah kata 29
Jumlah huruf 143
Surah sebelumnya Tidak ada
Surah selanjutnya Surah Al-Baqarah
4.6
Ratingmu: 5 (1 orang)
Sending

URL singkat: risalahmuslim.id/1-3









Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Masukan & saran kirim ke email:
[email protected]

Made with in Yogyakarta