Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

QS. Al Fath (Kemenangan) – surah 48 ayat 6 [QS. 48:6]

وَّ یُعَذِّبَ الۡمُنٰفِقِیۡنَ وَ الۡمُنٰفِقٰتِ وَ الۡمُشۡرِکِیۡنَ وَ الۡمُشۡرِکٰتِ الظَّآنِّیۡنَ بِاللّٰہِ ظَنَّ السَّوۡءِ ؕ عَلَیۡہِمۡ دَآئِرَۃُ السَّوۡءِ ۚ وَ غَضِبَ اللّٰہُ عَلَیۡہِمۡ وَ لَعَنَہُمۡ وَ اَعَدَّ لَہُمۡ جَہَنَّمَ ؕ وَ سَآءَتۡ مَصِیۡرًا
Wayu’adz-dzibal munaafiqiina wal munaafiqaati wal musyrikiina wal musyrikaatizh-zhaanniina billahi zhannassau-i ‘alaihim daa-iratussau-i waghadhiballahu ‘alaihim wala’anahum wa-a’adda lahum jahannama wasaa-at mashiiran;
dan Dia mengazab orang-orang munafik laki-laki dan perempuan, dan (juga) orang-orang musyrik laki-laki dan perempuan yang berprasangka buruk terhadap Allah.
Mereka akan mendapat giliran (azab) yang buruk dan Allah murka kepada mereka dan mengutuk mereka serta menyediakan neraka Jahanam bagi mereka.
Dan (neraka Jahanam) itu seburuk-buruk tempat kembali.

―QS. Al Fath [48]: 6

And (that) He may punish the hypocrite men and hypocrite women, and the polytheist men and polytheist women – those who assume about Allah an assumption of evil nature.
Upon them is a misfortune of evil nature;
and Allah has become angry with them and has cursed them and prepared for them Hell, and evil it is as a destination.
― Chapter 48. Surah Al Fath [verse 6]

وَيُعَذِّبَ dan Dia hendak mengazab

And He (may) punish
ٱلْمُنَٰفِقِينَ orang-orang munafik laki-laki

the hypocrite men
وَٱلْمُنَٰفِقَٰتِ dan orang-orang munafik perempuan

and the hypocrite women
وَٱلْمُشْرِكِينَ dan orang-orang musyrik laki-laki

and the polytheist men
وَٱلْمُشْرِكَٰتِ dan orang-orang musyrik perempuan

and the polytheist women,
ٱلظَّآنِّينَ mereka berperasangka

who assume
بِٱللَّهِ terhadap Allah

about Allah
ظَنَّ sangkaan

an assumption
ٱلسَّوْءِ buruk

evil.
عَلَيْهِمْ atas mereka

Upon them
دَآئِرَةُ giliran

(is) a turn
ٱلسَّوْءِ buruk

(of) evil,
وَغَضِبَ dan murka

and Allah’s wrath (is) *[meaning includes next or prev. word]
ٱللَّهُ Allah

and Allah’s wrath (is) *[meaning includes next or prev. word]
عَلَيْهِمْ atas mereka

upon them
وَلَعَنَهُمْ dan Dia mengutuk mereka

and He has cursed them
وَأَعَدَّ dan Dia menyediakan

and prepared
لَهُمْ bagi mereka

for them
جَهَنَّمَ neraka jahanam

Hell,
وَسَآءَتْ dan amat buruk

and evil
مَصِيرًا tempat kembali

(is the) destination.

Tafsir

Alquran

Surah Al Fath
48:6

Tafsir QS. Al Fath (48) : 6. Oleh Kementrian Agama RI


Baiat kaum Muslimin kepada Nabi, dan penerimaan Perjanjian Hudaibiyyah, dijadikan Allah sebagai alasan untuk:


1. Mengazab orang-orang munafik dan orang-orang musyrik, baik laki-laki maupun perempuan, berupa kekalahan di dunia di samping timbulnya kebingungan, ketakutan, dan kesedihan pada diri mereka karena melihat kemenangan kaum Muslimin atas mereka, ditawannya sebagian mereka oleh orang-orang yang beriman, terbunuhnya sebagian keluarga mereka dalam peperangan, dan sebagainya.

Semula mereka menyangka pasti akan menang dan mengalahkan kaum Muslimin, bahkan sanggup membunuh semuanya.
Mereka pada waktu itu yakin bahwa keadaan mereka lebih baik daripada keadaan kaum Muslimin.

Tetapi yang terjadi adalah sebaliknya dan segala macam penyesalan mereka itu tidak ada gunanya.


2. Memurkai mereka sehingga kehidupan mereka celaka di dunia dan di akhirat.


3. Melaknat mereka sehingga mereka tersiksa hidup di dunia.


4. Memasukkan mereka ke dalam neraka Jahanam.


Dalam ayat ini,
"orang-orang munafik"
disebut lebih dahulu daripada
"orang-orang musyrik".

Hikmahnya ialah untuk menekankan bahwa orang-orang munafik lebih banyak menimbulkan kerugian bagi orang-orang yang beriman, dibandingkan dengan orang-orang musyrik.
Orang munafik merupakan musuh yang tidak tampak dan sukar dihadapi, sedangkan orang-orang musyrik adalah musuh yang tampak dengan jelas sehingga mudah menghadapinya.
Sehubungan dengan sikap orang-orang munafik ini, Allah ﷻ berfirman:

بَلْ ظَنَنْتُمْ اَنْ لَّنْ يَّنْقَلِبَ الرَّسُوْلُ وَالْمُؤْمِنُوْنَ اِلٰٓى اَهْلِيْهِمْ اَبَدًا وَّزُيِّنَ ذٰلِكَ فِيْ قُلُوْبِكُمْ وَظَنَنْتُمْ ظَنَّ السَّوْءِ وَكُنْتُمْ قَوْمًاۢ بُوْرًا

Bahkan (semula) kamu menyangka bahwa Rasul dan orang-orang mukmin sekali-kali tidak akan kembali lagi kepada keluarga mereka selama-lamanya dan dijadikan terasa indah yang demikian itu di dalam hatimu, dan kamu telah berprasangka dengan prasangka yang buruk, karena itu kamu menjadi kaum yang binasa. (al-Fath [48]: 12)


Di samping bencana, orang-orang munafik dan orang-orang musyrik juga akan menerima kemurkaan Allah, dijauhkan dari rahmat-Nya, dan disediakan neraka Jahanam yang membakar hangus mereka di akhirat nanti.
Neraka Jahanam itu adalah tempat paling buruk yang disediakan bagi mereka.

Tafsir QS. Al Fath (48) : 6. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Semua itu agar Allah memasukkan orang-orang Mukmin, laki-laki dan perempuan, dan Rasul-Nya ke dalam surga yang dialiri sungai-sungai di bawahnya dan mereka hidup kekal di dalamnya.
Juga agar Dia menghapus segala kesalahan mereka.


Balasan itu di sisi Allah merupakan keberuntungan yang besar.
Juga agar Dia menyiksa orang-orang munafik, laki-laki dan perempuan, serta orang-orang musyrik, laki-laki dan perempuan, yang berburuk sangka kepada Allah dengan menyangka bahwa Allah tidak akan membela Rasul-Nya.


Mereka akan mendapat kebinasaan yang buruk dan mereka tidak akan dapat lepas darinya.
Allah memurkai mereka dan menjauhkan mereka dari rahmat-Nya serta menyediakan untuk mereka neraka jahanam sebagai tempat kembali yang amat buruk untuk menyiksa mereka.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Allah akan menyiksa orang-orang munafik, baik laki-laki maupun perempuan, juga orang-orang musyrik, baik laki-laki maupun perempuan, yaitu mereka yang mempunyai sangkaan yang jelek terhadap Allah bahwa Dia tidak akan menolong nabi dan orang-orang beriman yang bersamanya untuk mengalahkan musuh, mereka yang mempunyai sangkaan bahwa Allah tidak akan memenangkan agama-Nya.
Mereka semua dikepung siksaan, dikepung segala sesuatu yang jelek dan kemurkaan Allah atas mereka, serta diusir dari rahmat-Nya.


Allah telah menyiapkan siksa neraka bagi mereka sebagai sejelek-jeleknya tempat tinggal bagi mereka.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Dan supaya Dia mengazab orang-orang munafik laki-laki dan perempuan dan orang-orang musyrik laki-laki dan perempuan yang mereka itu berprasangka buruk terhadap Allah) dapat dibaca As-Sau’ atau As-Suu’ dan demikian pula pada ayat selanjutnya.
Mereka berprasangka bahwa Allah pasti tidak akan menolong Nabi Muhammad ﷺ dan orang-orang mukmin.


(Mereka akan mendapat giliran yang amat buruk) yaitu akan mendapatkan kehinaan dan azab


(dan Allah memurkai mereka dan mengutuk mereka) artinya menjauhkan mereka dari rahmat-Nya


(serta menyediakan bagi mereka neraka Jahanam.
Dan neraka Jahanam itulah seburuk-buruk tempat kembali) tempat kembali yang paling buruk.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:



Adapun firman Allah subhanahu wa ta’ala:

dan supaya Dia mengazab orang-orang munafik laki-laki dan perempuan dan orang-orang musyrik laki-laki dan perempuan yang mereka itu berprasangka buruk terhadap Allah (QS. Al-Fath-6)

Yakni menduga tidak benar terhadap Allah subhanahu wa ta’ala dalam hukum-Nya, dan mempunyai prasangka yang buruk terhadap Rasulullah ﷺ dan para sahabatnya, hendaklah mereka semuanya dibunuh dan dihabisi seluruhnya.
Karena itulah disebutkan dalam firman berikutnya:

Mereka akan mendapat giliran (kebinasaan) yang amat buruk dan Allah memurkai dan mengutuk mereka.
(QS. Al-Fath [48]: 6)

Maksudnya, menjauhkan mereka dari rahmat-Nya.

dan menyediakan bagi mereka neraka Jahanam.
Dan (neraka Jahanam) itulah sejahat-jahat tempat kembali.
(QS. Al-Fath [48]: 6)

Kemudian Allah subhanahu wa ta’ala berfirman seraya mengukuhkan kemampuan-Nya untuk memberikan pembalasan terhadap musuh-musuh-Nya, yaitu musuh-musuh Islam dari kalangan orang-orang kafir dan kaum munafik.

Dan kepunyaan Allah-lah tentara langit dan bumi.
Dan adalah Allah Mahaperkasa lagi Mahabijaksana.
(QS. Al-Fath [48]: 7)

Kata Pilihan Dalam Surah Al Fath (48) Ayat 6

DAA’IRAH
دَآئِرَة

Lafaz daa’irah adalah ism mufrad jamak nya adalah ad dawaa’ir. Artinya apa yang dikelilingi oleh sesuatu, lingkaran, bulatan, halaqah, kekalahan, kejahatan, kayu yang dipacak di tengah-tengah panenan yang ditimbuni dan dikelilingi lembu, apa yang ada di bawah hidung, bangunan yang mengatur hal-hal pertanian, titik tengah pada lingkar an, bencana, daerah dan lingkungan.
Daa’irah al-ma’aarif maksudnya ensiklopedia.

Lafaz daa’irah disebut tiga kali di dalam Al Qur’an yaitu dalam surah:
-Al Maa’idah (5), ayat 52;
At Taubah (9), ayat 98;
Al Fath (48), ayat 6.
Lafaz ini mengandung dua makna yaitu:

Pertama, bermaksud musibah dan bencana seperti yang terdapat dalam surah al-Ma’idah."

Al Kalbi dan Ibnu Qutaibah berkata,
maksudnya masa akan berpusing dan terbalik menimpa manusia dengan musibah dengan datangnya musim kelaparan sehingga mereka tidak menjual kepada kami dan berurusan dengan kami serta orang munafik akan berniat jahat kepada orang-orang Islam."

Mujahid, Qatadah dan As Suddi memberikan makna ayat ini, kami kuatir sekiranya masa akan berputar dan menyebelahi orang kafir sehingga dapat mengalahkan dan menguasai orang Islam dan kami pun memerlukan mereka.

At Tabari berkata,
"Ad da’irah bermakna ad daulah yaitu putaran keadaan.
Maksudnya masa akan berputar sehingga kami segera bersahabat dan membantu orang Yahudi dan Nasrani karena bimbang bencana akan kembali kepada kami daripada musuh-musuh kami.

Ibnu Arafah berkata,
"Daa’irah bermakna haaditsah yaitu kejadian dan musibah."

Kedua, lafaz ini dihubungkan dengan lafaz as suu’ yaitu kejahatan.
Maknanya dikelilingi oleh kejahatan seperti yang terdapat dalam surah At Taubah dan Al Fath.

Al Fairuz berkata,
"Maksud ayat ini adalah kejahatan mengelilingi mereka seperti dalam bulatan sehingga tidak ada jalan bagi mereka melepaskan diri darinya."

Al Maraghi berkata,
"Ia bermakna apa yang di kelilingi dengan sesuatu maksudnya tiada jalan keluar dari pergantian hari dan pusingannya, yang bencananya akan mengelilingi manusia.

Ayat ini bermaksud doa atas mereka yang ditunggu-tunggu oleh orang mukmin.
Hanya atas mereka bulatan kejahatan mengelilingi mereka tanpa mengenai orang mukmin dan bagi orang mukmin tiada akibat melainkan kemenangan serta mendapat taufik dari Allah."

Ibnu Katsir berkata, "Ia berarti kejahatan dan musibah akan menimpa dan mengelilingi mereka."

Kesimpulannya, kedua makna di atas adalah sinonim.
Ia bermakna musibah, bencana dan bala.
Namun dalam makna pertama, orang munafik kuatir sekiranya musibah dan kemenangan memihak orang Yahudi dan Nasrani sehingga mereka saling bersahabat.
Dalam makna yang kedua, musibah dan bala akan mengelilingi sebahagian orang Arab yang mendermakan harta dengan riya’ untuk berjihad.

Sumber : Kamus Al Qur’an, PTS Islamika SDN BHD, Hal: 214-215

Unsur Pokok Surah Al Fath (الفتح)

Surat Al-Fath terdiri atas 29 ayat, termasuk golongan surat-surat Madaniyyah, diturunkan sesudah surat Al Jumu’ah.

Dinamai "Al-Fath (kemenangan)" diambil dari perkataan "Fat-han" yang terdapat pada ayat pertama surat ini.
Sebagian besar dari ayat-ayat surat ini menerangkan hal-hal yang berhubungan dengan kemenangan yang dicapai Nabi Muhammad ﷺ dalam peperangan-peperangannya.

Nabi Muhammad ﷺ sangat gembira dengan turunnya ayat pertama surat ini.
Kegembiraan ini dinyatakan dalam sabda beliau yang diriwayatkan Bukhari.
"Sesungguhnya telah diturunkan kepadaku satu surat, yang surat itu benar-benar lebih aku cintai dari seluruh apa yang disinari matahari."

Kegembiraan Nabi Muhammad ﷺ itu ialah karena ayat-ayatnya menerangkan tentang kemenangan yang akan diperoleh Muhammad ﷺ dalam perjuangannya.

Keimanan:

▪ Allah mempunyai tentara di langit dan di bumi.
▪ Janji Allah kepada orang mukmin bahwa mereka akan mendapat ampunan Tuhan dan pahala yang besar.
▪ Allah mengutus Muhammad ﷺ sebagai saksi, pembawa berita gembira dan pemberi peringatan.
▪ Agama Islam akan mengalahkan agama-agama lain.

Hukum:

▪ Orang pincang dan orang-orang yang sakit dibebaskan dari kewajiban berperang.

Kisah:

▪ Kejadian-kejadian sekitar Bai’aturridhwan dan Perdamaian Hudaibiyyah".

Lain-lain:

▪ Berita gembira yang disampaikan Allah kepada Nabi Muhammad ﷺ bahwa dia bersama-sama orang-orang mukmin akan memasuki kota Mekah dengan kemenangan, dan hal ini memang terlaksana setelah setahun kemudian.
▪ Sikap orang-orang mukmin terhadap sesama mukmin dan sikap mereka terhadap orang-orang kafir.
▪ Sifat-sifat Nabi Muhammad ﷺ dan para sahabatnya sudah disebutkan dalam Taurat dan Injil.
▪ Janji Allah bahwa orang Islam akan menguasai daerah-daerah yang sewaktu Nabi Muhammad ﷺ belum dikuasai.

Audio

QS. Al-Fath (48) : 1-29 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 29 + Terjemahan Indonesia

QS. Al-Fath (48) : 1-29 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 29

Gambar Kutipan Ayat

Surah Al Fath ayat 6 - Gambar 1 Surah Al Fath ayat 6 - Gambar 2
Statistik QS. 48:6
  • Rating RisalahMuslim
4.8

Ayat ini terdapat dalam surah Al Fath.

Surah Al-Fath (Arab: الفتح , “Kemenangan”) adalah surah ke-48 dalam Alquran.
Surah ini tergolong surah Madaniyah yang terdiri atas 29 ayat.
Dinamakan Al-Fath yang berarti Kemenangan diambil dari perkataan Fat-han yang terdapat pada ayat pertama surah ini.
Sebagian besar dari ayat-ayat surah ini menerangkan hal-hal yang berhubungan dengan kemenangan yang dicapai Nabi Muhammad ﷺ dalam peperangannya.

Nabi Muhammad ﷺ sangat gembira dengan turunnya ayat pertama surat ini.
Kegembiraan ini dinyatakan dalam sabda dia yang diriwayatkan Sahih Bukhari; Sesungguhnya telah diturunkan kepadaku satu surat, yang surat itu benar-benar lebih aku cintai dari seluruh apa yang disinari matahari.
Kegembiraan Nabi Muhammad ﷺ itu ialah karena ayat-ayatnya menerangkan tentang kemenangan yang akan diperoleh Muhammad ﷺ dalam perjuangannya dan tentang kesempurnaan nikmat Allah kepadanya.

Nomor Surah48
Nama SurahAl Fath
Arabالفتح
ArtiKemenangan
Nama lain
Tempat TurunMadinah
Urutan Wahyu111
JuzJuz 26
Jumlah ruku’3 ruku’
Jumlah ayat29
Jumlah kata560
Jumlah huruf2509
Surah sebelumnyaSurah Muhammad
Surah selanjutnyaSurah Al-Hujurat
Sending
User Review
4.6 (28 votes)
Tags:

48:6, 48 6, 48-6, Surah Al Fath 6, Tafsir surat AlFath 6, Quran Al-Fath 6, Surah Al Fath ayat 6

▪ qs 48:6
Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa?
Klik di sini sekarang!

Video


Panggil Video Lainnya

Ayat Lainnya

QS. Al Waaqi’ah (Hari Kiamat) – surah 56 ayat 94 [QS. 56:94]

92-94. Dan adapun jika dia yang meninggal itu termasuk golongan yang mendustakan ayat-ayat Allah lagi sesat akidah dan ibadahnya, maka dia akan mendapat hidangan air yang mendidih sebagai minumannya, … 56:94, 56 94, 56-94, Surah Al Waaqi’ah 94, Tafsir surat AlWaaqiah 94, Quran Al Waqiah 94, AlWaqiah 94, Al-Waqi’ah 94, Surah Al Waqiah ayat 94

QS. An Nisaa’ (Wanita) – surah 4 ayat 70 [QS. 4:70]

Yang demikian itu, yakni keadaan bersama-sama dengan para nabi, para pencinta kebenaran, orang-orang yang mati syahid, dan orangorang saleh berada di kehidupan surga, adalah karunia yang bersumber dar … 4:70, 4 70, 4-70, Surah An Nisaa’ 70, Tafsir surat AnNisaa 70, Quran AnNisa 70, An-Nisa’ 70, Surah An Nisa ayat 70

Hadits Shahih

Podcast

Hadits & Doa

Soal & Pertanyaan Agama

Qada dan qadar termasuk rukun iman yang ke ...

Benar! Kurang tepat!

Percaya kepada Allah dan Rasulnya termasuk rukun ...

Benar! Kurang tepat!

Meja, kursi, manusia, hewan dan tumbuhan adalah merupakan salah satu cara mengenal Allah Subhanahu Wa Ta`ala melalui ...

Benar! Kurang tepat!

+

Array

Ayat ke 5 dari surah al-Falaq yaitu ...

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
وَ مِنۡ شَرِّ حَاسِدٍ اِذَا حَسَدَ

'dan dari kejahatan orang yang dengki apabila dia dengki.'
--QS. Al Falaq [113] : 5

Al Falaq artinya ...

Benar! Kurang tepat!

Pendidikan Agama Islam #23
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #23 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #23 2

Belajar lagi yaa...

Bagikan Prestasimu:

Soal Lainnya

Pendidikan Agama Islam #15

Mujahadah berasal dari bahasa Arab, yang berasal dari kata jahada, yang berarti … perlawanan berbahagia berkorban kembali suci bersungguh-sungguh Benar!

Pendidikan Agama Islam #21

Pembukuan Alquran dilakukan pada masa khalifah … Usman bin Affan Ali bin Abi Thalib Abu Bakar Umar bin Khattab Abu

Pendidikan Agama Islam #28

Siapa nama Nabi setelah Nabi Isa ‘Alaihissalam? Nabi Ibrahim ‘Alaihissalam Nabi Yakub ‘Alaihissalam Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam Nabi Yusuf

Instagram