QS. Al Fath (Kemenangan) – surah 48 ayat 6 [QS. 48:6]

وَّ یُعَذِّبَ الۡمُنٰفِقِیۡنَ وَ الۡمُنٰفِقٰتِ وَ الۡمُشۡرِکِیۡنَ وَ الۡمُشۡرِکٰتِ الظَّآنِّیۡنَ بِاللّٰہِ ظَنَّ السَّوۡءِ ؕ عَلَیۡہِمۡ دَآئِرَۃُ السَّوۡءِ ۚ وَ غَضِبَ اللّٰہُ عَلَیۡہِمۡ وَ لَعَنَہُمۡ وَ اَعَدَّ لَہُمۡ جَہَنَّمَ ؕ وَ سَآءَتۡ مَصِیۡرًا
Wayu’adz-dzibal munaafiqiina wal munaafiqaati wal musyrikiina wal musyrikaatizh-zhaanniina billahi zhannassau-i ‘alaihim daa-iratussau-i waghadhiballahu ‘alaihim wala’anahum wa-a’adda lahum jahannama wasaa-at mashiiran;

dan supaya Dia mengazab orang-orang munafik laki-laki dan perempuan dan orang-orang musyrik laki-laki dan perempuan yang mereka itu berprasangka buruk terhadap Allah.
Mereka akan mendapat giliran (kebinasaan) yang amat buruk dan Allah memurkai dan mengutuk mereka serta menyediakan bagi mereka neraka Jahannam.
Dan (neraka Jahannam) itulah sejahat-jahat tempat kembali.
―QS. 48:6
Topik ▪ Neraka ▪ Nama-nama neraka ▪ Keutamaan kalam Allah
48:6, 48 6, 48-6, Al Fath 6, AlFath 6, Al-Fath 6

Tafsir surah Al Fath (48) ayat 6

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al Fath (48) : 6. Oleh Kementrian Agama RI

Baiat kaum Muslimin kepada Nabi, dan penerimaan Perjanjian Hudaibiyyah, dijadikan Allah sebagai alasan untuk:

1.
Mengazab orang-orang munafik dan orang-orang musyrik, baik laki-laki maupun perempuan, berupa kekalahan di dunia di samping timbulnya kebingungan, ketakutan, dan kesedihan pada diri mereka karena melihat kemenangan kaum Muslimin atas mereka, ditawannya sebagian mereka oleh orang-orang yang beriman, terbunuhnya sebagian keluarga mereka dalam peperangan, dan sebagainya.
Semula mereka menyangka pasti akan menang dan mengalahkan kaum Muslimin, bahkan sanggup membunuh semuanya.
Mereka pada waktu itu yakin bahwa keadaan mereka lebih baik daripada keadaan kaum Muslimin.
Tetapi yang terjadi adalah sebaliknya dan segala macam penyesalan mereka itu tidak ada gunanya.
2.
Memurkai mereka sehingga kehidupan mereka celaka di dunia dan di akhirat.
3.
Melaknat mereka sehingga mereka tersiksa hidup di dunia.
4.
Memasukkan mereka ke dalam neraka Jahanam.
Dalam ayat ini, “orang-orang munafik” disebut lebih dahulu daripada “orang-orang musyrik”.
Hikmahnya ialah untuk menekankan bahwa orang-orang munafik lebih banyak menimbulkan kerugian bagi orang-orang yang beriman, dibandingkan dengan orang-orang musyrik.
Orang munafik merupakan musuh yang tidak tampak dan sukar dihadapi, sedangkan orang-orang musyrik adalah musuh yang tampak dengan jelas sehingga mudah menghadapinya.

Sehubungan dengan sikap orang-orang munafik ini, Allah berfirman:

Bahkan (semula) kamu menyangka bahwa Rasul dan orang-orang mukmin sekali-kali tidak akan kembali lagi kepada keluarga mereka selama-lamanya dan dijadikan terasa indah yang demikian itu di dalam hatimu, dan kamu telah berprasangka dengan prasangka yang buruk, karena itu kamu menjadi kaum yang binasa.
(Q.S. Al-Fath [48]: 12)

Di samping bencana, orang-orang munafik dan orang-orang musyrik juga akan menerima kemurkaan Allah, dijauhkan dari rahmat-Nya, dan disediakan neraka Jahanam yang membakar hangus mereka di akhirat nanti.
Neraka Jahanam itu adalah tempat paling buruk yang disediakan bagi mereka.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Semua itu agar Allah memasukkan orang-orang Mukmin, laki-laki dan perempuan, dan Rasul-Nya ke dalam surga yang dialiri sungai-sungai di bawahnya dan mereka hidup kekal di dalamnya.
Juga agar Dia menghapus segala kesalahan mereka.
Balasan itu di sisi Allah merupakan keberuntungan yang besar.
Juga agar Dia menyiksa orang-orang munafik, laki-laki dan perempuan, serta orang-orang musyrik, laki-laki dan perempuan, yang berburuk sangka kepada Allah dengan menyangka bahwa Allah tidak akan membela Rasul-Nya.
Mereka akan mendapat kebinasaan yang buruk dan mereka tidak akan dapat lepas darinya.
Allah memurkai mereka dan menjauhkan mereka dari rahmat-Nya serta menyediakan untuk mereka neraka jahanam sebagai tempat kembali yang amat buruk untuk menyiksa mereka.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Dan supaya Dia mengazab orang-orang munafik laki-laki dan perempuan dan orang-orang musyrik laki-laki dan perempuan yang mereka itu berprasangka buruk terhadap Allah) dapat dibaca As-Sau’ atau As-Suu’ dan demikian pula pada ayat selanjutnya.

Mereka berprasangka bahwa Allah pasti tidak akan menolong Nabi Muhammad ﷺ dan orang-orang mukmin.

(Mereka akan mendapat giliran yang amat buruk) yaitu akan mendapatkan kehinaan dan azab (dan Allah memurkai mereka dan mengutuk mereka) artinya menjauhkan mereka dari rahmat-Nya (serta menyediakan bagi mereka neraka Jahanam.

Dan neraka Jahanam itulah seburuk-buruk tempat kembali) tempat kembali yang paling buruk.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Adapun firman Allah subhanahu wa ta’ala:

dan supaya Dia mengazab orang-orang munafik laki-laki dan perempuan dan orang-orang musyrik laki-laki dan perempuan yang mereka itu berprasangka buruk terhadap Allah (Q.S. Al-Fath-6)

Yakni menduga tidak benar terhadap Allah subhanahu wa ta’ala dalam hukum-Nya, dan mempunyai prasangka yang buruk terhadap Rasulullah ﷺ dan para sahabatnya, hendaklah mereka semuanya dibunuh dan dihabisi seluruhnya.
Karena itulah disebutkan dalam firman berikutnya:

Mereka akan mendapat giliran (kebinasaan) yang amat buruk dan Allah memurkai dan mengutuk mereka.
(Q.S. Al-Fath [48]: 6)

Maksudnya, menjauhkan mereka dari rahmat-Nya.

dan menyediakan bagi mereka neraka Jahanam.
Dan (neraka Jahanam) itulah sejahat-jahat tempat kembali.
(Q.S. Al-Fath [48]: 6)

Kemudian Allah subhanahu wa ta’ala berfirman seraya mengukuhkan kemampuan-Nya untuk memberikan pembalasan terhadap musuh-musuh-Nya, yaitu musuh-musuh Islam dari kalangan orang-orang kafir dan kaum munafik.

Dan kepunyaan Allah-lah tentara langit dan bumi.
Dan adalah Allah Mahaperkasa lagi Mahabijaksana.
(Q.S. Al-Fath [48]: 7)


Kata Pilihan Dalam Surah Al Fath (48) Ayat 6

DAA’IRAH
دَآئِرَة

Lafaz daa’irah adalah ism mufrad jamak­ nya adalah ad dawaa’ir. Artinya apa yang dikelilingi oleh sesuatu, lingkaran, bulatan, halaqah, kekalahan, kejahatan, kayu yang dipacak di tengah-tengah panenan yang ditimbuni dan dikelilingi lembu, apa yang ada di bawah hidung, bangunan yang mengatur hal-hal pertanian, titik tengah pada lingkar­ an, bencana, daerah dan lingkungan. Daa’irah al-ma’aarif maksudnya ensiklopedia.

Lafaz daa’irah disebut tiga kali di dalam Al Qur’an yaitu dalam surah:
-Al Maa’idah (5), ayat 52;
-At Taubah (9), ayat 98;
-Al­ Fath (48), ayat 6.

Lafaz ini mengandung dua makna yaitu:

Pertama, bermaksud musibah dan bencana seperti yang terdapat dalam surah al-Ma’idah.”

Al Kalbi dan Ibnu Qutaibah berkata,
maksudnya masa akan berpusing dan terbalik menimpa manusia dengan musibah dengan datangnya musim kelaparan sehingga mereka tidak menjual kepada kami dan berurusan dengan kami serta orang munafik akan berniat jahat kepada orang-orang Islam.”

Mujahid, Qatadah dan As Suddi memberikan makna ayat ini, kami kuatir sekiranya masa akan berputar dan menyebelahi orang kafir sehingga dapat mengalahkan dan menguasai orang Islam dan kami pun memerlukan mereka.

At Tabari berkata,
Ad da’irah ber­makna ad daulah yaitu putaran keadaan. Maksudnya masa akan ber­putar sehingga kami segera bersahabat dan membantu orang Yahudi dan Nasrani karena bimbang bencana akan kembali kepada kami daripada musuh-musuh kami.

Ibnu Arafah berkata,
Daa’irah bermakna haaditsah yaitu kejadian dan musibah.”

Kedua, lafaz ini dihubungkan dengan lafaz as suu’ yaitu kejahatan. Maknanya dikelilingi oleh kejahatan seperti yang terdapat dalam surah At­ Taubah dan Al Fath.

Al Fairuz berkata,
“Maksud ayat ini adalah kejahatan me­ngelilingi mereka seperti dalam bulat­an sehingga tidak ada jalan bagi mereka melepaskan diri darinya.”

Al Maraghi berkata,
“Ia bermakna apa yang di­ kelilingi dengan sesuatu maksudnya tiada jalan keluar dari pergantian hari dan pusingannya, yang bencana­nya akan mengelilingi manusia.

Ayat ini bermaksud doa atas mereka yang ditunggu-tunggu oleh orang mukmin. Hanya atas mereka bulatan kejahatan mengelilingi mereka tanpa mengenai orang mukmin dan bagi orang mukmin tiada akibat me­lainkan kemenangan serta mendapat taufik dari Allah.”

Ibnu Katsir ber­kata, “Ia berarti kejahatan dan musibah akan menimpa dan me­ngelilingi mereka.”

Kesimpulannya, kedua makna di atas adalah sinonim. Ia bermakna musibah, bencana dan bala. Namun dalam makna pertama, orang munafik kuatir sekiranya musibah dan kemenangan memihak orang Yahudi dan Nasrani sehingga mereka saling bersahabat. Dalam makna yang kedua, musibah dan bala akan me­ngelilingi sebahagian orang Arab yang men­dermakan harta dengan riya’ untuk berjihad.

Sumber : Kamus Al Qur’an, PTS Islamika SDN. BHD.Hal:214-215

Informasi Surah Al Fath (الفتح)
Surat Al Fat-h terdiri atas 29 ayat, termasuk golongan surat-surat Madaniyyah, diturunkan sesudah surat Al Jumu’ah.

Dinamai “Al Fath (kemenangan)” diambil dari perkataan “Fat-han” yang terdapat pada ayat pertama surat ini.
Sebagian besar dari ayat-ayat surat ini menerangkan hal-hal yang berhubungan dengan kemenangan yang dicapai Nabi Muhammad ﷺ dalam peperangan-peperangannya.

Nabi Muhammad ﷺ sangat gembira dengan turunnya ayat pertama surat ini.
Kegembiraan ini dinyatakan dalam sabda beliau yang diriwayatkan Bukhari
“Sesungguhnya telah diturunkan kepadaku satu surat, yang surat itu benar-benar lebih aku cintai dari seluruh apa yang disinari matahari.”

Kegembiraan Nabi Muhammad ﷺ itu ialah karena ayat-ayatnya menerangkan tentang kemenangan yang akan diperoleh Muhammad ﷺ dalam petjuangannya dan tentang

Keimanan:

Allah mempunyai tentara di langit dan di bumi
janji Allah kepada orang mu’min bahwa mereka akan mendapat ampunan Tuhan dan pahala yang besar
Allah mengutus Muhammad ﷺ sebagai saksi, pembawa berita gembira dan pemberi peringatan
Agama Islam akan mengalahkan agama-agama lain

Hukum:

Orang pincang dan orang-orang yang sakit dibebaskan dari kewajiban berperang

Kisah:

Kejadian-kejadian sekitar Bai’aturridhwan dan Perdamaian Hudaibiyyah”.

Lain-lain:

Berita gembira yang disampaikan Allah kepada Nabi Muhammad ﷺ bahwa dia bersama-sama orang-orang mu’min akan memasuki kota Mekah dengan kemenangan, dan hal ini memang terlaksana setelah setahun kemudian
sikap orang­ orang mu’min terhadap sesama mu’min dan sikap mereka terhadap orang-orang kafir
sifat-sifat Nabi Muhammad ﷺ dan para sahabatnya sudah disebutkan dalam Taurat dan Injil
janji Allah bahwa orang Islam akan menguasai daerah-­daerah yang sewaktu Nabi Muhammad s.a.w, belum dikuasai

Ayat-ayat dalam Surah Al Fath (29 ayat)

Audio

Qari Internasional

Q.S. Al-Fath (48) ayat 6 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Al-Fath (48) ayat 6 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Al-Fath (48) ayat 6 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Al-Fath - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 29 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 48:6
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Al Fath.

Surah Al-Fath (Arab: الفتح , "Kemenangan") adalah surah ke-48 dalam al-Qur'an.
Surah ini tergolong surah Madaniyah yang terdiri atas 29 ayat.
Dinamakan Al-Fath yang berarti Kemenangan diambil dari perkataan Fat-han yang terdapat pada ayat pertama surah ini.
Sebagian besar dari ayat-ayat surah ini menerangkan hal-hal yang berhubungan dengan kemenangan yang dicapai Nabi Muhammad S.A.W dalam peperangannya.

Nabi Muhammad S.A.W sangat gembira dengan turunnya ayat pertama surat ini.
Kegembiraan ini dinyatakan dalam sabda dia yang diriwayatkan Sahih Bukhari; Sesungguhnya telah diturunkan kepadaku satu surat, yang surat itu benar-benar lebih aku cintai dari seluruh apa yang disinari matahari.
Kegembiraan Nabi Muhammad S.A.W itu ialah karena ayat-ayatnya menerangkan tentang kemenangan yang akan diperoleh Muhammad S.A.W dalam perjuangannya dan tentang kesempurnaan nikmat Allah[1] kepadanya.

Nomor Surah 48
Nama Surah Al Fath
Arab الفتح
Arti Kemenangan
Nama lain -
Tempat Turun Madinah
Urutan Wahyu 111
Juz Juz 26
Jumlah ruku' 3 ruku'
Jumlah ayat 29
Jumlah kata 560
Jumlah huruf 2509
Surah sebelumnya Surah Muhammad
Surah selanjutnya Surah Al-Hujurat
4.8
Ratingmu: 4.6 (28 orang)
Sending

URL singkat: risalahmuslim.id/48-6









Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Masukan & saran kirim ke email:
[email protected]

Made with in Yogyakarta