Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

QS. Al Fath (Kemenangan) – surah 48 ayat 4 [QS. 48:4]

ہُوَ الَّذِیۡۤ اَنۡزَلَ السَّکِیۡنَۃَ فِیۡ قُلُوۡبِ الۡمُؤۡمِنِیۡنَ لِیَزۡدَادُوۡۤا اِیۡمَانًا مَّعَ اِیۡمَانِہِمۡ ؕ وَ لِلّٰہِ جُنُوۡدُ السَّمٰوٰتِ وَ الۡاَرۡضِ ؕ وَ کَانَ اللّٰہُ عَلِیۡمًا حَکِیۡمًا ۙ
Huwal-ladzii anzalassakiinata fii quluubil mu’miniina liyazdaaduu iimaanan ma’a iimaanihim walillahi junuudus-samaawaati wal ardhi wakaanallahu ‘aliiman hakiiman;
Dialah yang telah menurunkan ketenangan ke dalam hati orang-orang mukmin untuk menambah keimanan atas keimanan mereka (yang telah ada).
Dan milik Allah-lah bala tentara langit dan bumi, dan Allah Maha Mengetahui, Mahabijaksana;
―QS. Al Fath [48]: 4

It is He who sent down tranquillity into the hearts of the believers that they would increase in faith along with their (present) faith.
And to Allah belong the soldiers of the heavens and the earth, and ever is Allah Knowing and Wise.
― Chapter 48. Surah Al Fath [verse 4]

هُوَ Dia

He
ٱلَّذِىٓ yang

(is) the One Who
أَنزَلَ menurunkan

sent down
ٱلسَّكِينَةَ ketenteraman

[the] tranquility
فِى dalam

in(to)
قُلُوبِ hati

(the) hearts
ٱلْمُؤْمِنِينَ orang-orang yang beriman

(of) the believers
لِيَزْدَادُوٓا۟ supaya mereka bertambah

that they may increase
إِيمَٰنًا keimanan

(in) faith
مَّعَ beserta

with
إِيمَٰنِهِمْ keimanan mereka

their faith.
وَلِلَّهِ dan kepunyaan Allah

And for Allah
جُنُودُ bala tentara

(are the) hosts
ٱلسَّمَٰوَٰتِ langit(jamak)

(of) the heavens
وَٱلْأَرْضِ dan bumi

and the earth,
وَكَانَ dan adalah

and Allah *[meaning includes next or prev. word]
ٱللَّهُ Allah

and Allah *[meaning includes next or prev. word]
عَلِيمًا Maha Mengetahui

(is) All-Knower,
حَكِيمًا Maha Bijaksana

All-Wise.

Tafsir

Alquran

Surah Al Fath
48:4

Tafsir QS. Al Fath (48) : 4. Oleh Kementrian Agama RI


Allah menganugerahkan nikmat-Nya dengan menanamkan ketenangan dalam hati orang-orang yang beriman, terutama dalam hati para sahabat yang ikut bersama Rasulullah ﷺ dalam Perjanjian Hudaibiyyah.
Dengan ketenangan hati itu, para sahabat patuh kepada hukum Allah dan keputusan Rasul-Nya.

Dengan ketenangan hati itu juga, Allah menambah iman para sahabat.


Imam Bukhari menetapkan kesimpulan berdasarkan ayat ini bahwa iman itu tidak sama kadarnya dalam setiap hati orang beriman, ada yang tebal, ada yang sedang, dan ada pula yang tipis.

Di samping itu, iman dapat pula bertambah dan berkurang pada diri seseorang.


Sebagian ahli tafsir berpendapat bahwa yang dimaksud dengan menurunkan ketenangan dalam hati orang-orang yang beriman ialah menghilangkan perbedaan pendapat yang terjadi di antara para sahabat Rasulullah ﷺ tentang Perjanjian Hudaibiyyah.

Dengan timbulnya ketenangan hati, semua sahabat Nabi akhirnya mengikuti keputusan Rasulullah.
Diriwayatkan bahwa ‘Umar bin al-Khaththab termasuk di antara sahabat yang tidak menyetujui Perjanjian Hudaibiyyah sehingga beliau berkata,
"Bukankah kita pada jalan yang hak, sedangkan mereka di jalan yang batil?"
Dengan rahmat Allah, perbedaan pendapat itu hilang.

Para sahabat menyadari kebenaran pendapat Rasulullah ﷺ, termasuk ‘Umar bin al-Khaththab yang akhirnya menyetujui pendapat Rasulullah.


Ayat ini dapat berarti umum dan dapat pula berarti khusus.

Dalam arti umum, ayat ini berarti bahwa Allah akan menanamkan ketenangan hati, kesabaran, dan ketabahan bagi setiap orang yang beriman sehingga tidak ada lagi perbedaan pendapat di antara mereka yang dapat menimbulkan perpecahan.
Hanya orang-orang yang kurang imannya saja yang mudah berselisih dengan orang yang beriman lainnya.

Sedangkan arti khususnya adalah bahwa Allah menimbulkan ketenangan hati pada setiap orang yang bersama Rasulullah ﷺ dalam menghadapi Perjanjian Hudaibiyyah.
Arti khusus inilah yang dimaksud dalam ayat ini karena ini yang sesuai dengan sebab turunnya.


Allah menerangkan bahwa Dialah yang mengatur dan menguasai langit dan bumi.
Dia mempunyai
"tentara langit"
dan
"tentara bumi",
yang dapat melaksanakan segala sesuatu yang dikehendaki-Nya.
Tidak ada satu pun dari tentara-Nya yang mengingkari perintah-Nya.
Di antara
"tentara-tentara"
itu ada yang berupa malaikat, binatang, angin topan, gempa yang dahsyat, banjir, aneka rupa penyakit, dan sebagainya.
Jika Allah menghendaki, Dia dapat menghancurkan segala sesuatu dengan satu macam tentara-Nya saja termasuk menghancurkan setan.
Tetapi Dia tidak berbuat demikian, bahkan Dia memerintahkan kepada kaum Muslimin agar berjihad dan berperang di jalan-Nya.
Semuanya itu ditetapkan sesuai dengan hikmah, tujuan, dan kemaslahatan yang diketahui-Nya, sedangkan manusia boleh jadi tidak mengetahuinya.

Tafsir QS. Al Fath (48) : 4. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Allahlah yang menurunkan ketenangan ke dalam hati orang-orang Mukmin supaya bertambah keyakinan mereka di samping keyakinan yang telah ada.
Hanya milik Allahlah tentara langit dan bumi, dan Dia yang mengatur semua itu sesuai dengan kehendak-Nya.


Allah Maha Mengetahui segala sesuatu lagi Maha Bijaksana dalam mengatur segala sesuatu.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Dialah Allah yang telah menyemayamkan ketenangan ke dalam hati orang-orang yang beriman kepada Allah dan rasul-Nya pada hari Hudaibiah sehingga hatinya menjadi tenang dan keyakinan terpatri di dalamnya selain agar kepercayaan kepada Allah dan mengikuti rasul-Nya semakin bertambah.
Allah mempunyai bala tentara langit dan Bumi yang menolong hamba-hamba-Nya yang beriman.


Allah Maha Mengetahui maslahat makhluk, Mahabijaksana dalam aturan dan penciptaan-Nya.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Dialah yang telah menurunkan ketenangan) yakni ketenteraman


(ke dalam kalbu orang-orang mukmin supaya keimanan mereka bertambah di samping keimanan mereka) kepada syariatsyariat agama, yaitu sewaktu turun salah satu daripadanya mereka langsung beriman antara lain ialah syariat berjihad.


(Dan kepunyaan Allahlah tentara langit dan bumi) jika Dia menghendaki untuk menolong agama-Nya tanpa kalian, niscaya Dia dapat melakukannya


(dan adalah Allah Maha Mengetahui) semua makhluk-Nya


(lagi Maha Bijaksana) di dalam perbuatan-Nya, yakni Dia terus-menerus bersifat demikian.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:


Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Dialah yang telah menurunkan ketenangan.
(QS. Al-Fath [48]: 4)

Yang dimaksud dengan sakinah ialah ketenangan.
Menurut Ibnu Abbas r.a., yang dimaksud adalah rahmat.
Menurut Qatadah, makna yang dimaksud ialah ketenangan dalam hati orang-orang mukmin, yakni para sahabat di hari Hudaibiyah, mereka adalah orang-orang yang memenuhi seruan Allah dan rasul-Nya serta tunduk patuh kepada hukum Allah dan rasul-Nya.
Setelah hati mereka tenang dan tenteram, maka Allah menambahkan kepada mereka keimanan selain dari keimanan yang telah ada pada diri mereka.

Ayat ini dijadikan dalil oleh Imam Bukhari dan para imam lainnya yang menunjukkan bahwa iman itu ada tingkatan-tingkatannya.


Kemudian Allah subhanahu wa ta’ala menyebutkan bahwa seandainya Dia menghendaki, bisa saja Dia melancarkan pembalasan terhadap orang-orang kafir.
Untuk itu Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

Dan kepunyaan Allah-lah tentara langit dan bumi.
(QS. Al-Fath [48]: 7)

Yakni seandainya Allah mengirimkan terhadap mereka seorang malaikat, tentulah malaikat itu dapat membinasakan mereka semua.
Tetapi Allah subhanahu wa ta’ala telah memerintahkan kepada hamba-hamba-Nya yang beriman untuk berjihad dan berperang, mengingat di dalam perintah ini terkandung hikmah yang mendalam, hujah yang mematahkan, dan bukti yang jelas.
Karena itulah disebutkan dalam firman-Nya:

dan adalah Allah Maha Mengetahui lagi Mahabijaksana.
(QS. Al-Fath [48]: 4)

Unsur Pokok Surah Al Fath (الفتح)

Surat Al-Fath terdiri atas 29 ayat, termasuk golongan surat-surat Madaniyyah, diturunkan sesudah surat Al Jumu’ah.

Dinamai "Al-Fath (kemenangan)" diambil dari perkataan "Fat-han" yang terdapat pada ayat pertama surat ini.
Sebagian besar dari ayat-ayat surat ini menerangkan hal-hal yang berhubungan dengan kemenangan yang dicapai Nabi Muhammad ﷺ dalam peperangan-peperangannya.

Nabi Muhammad ﷺ sangat gembira dengan turunnya ayat pertama surat ini.
Kegembiraan ini dinyatakan dalam sabda beliau yang diriwayatkan Bukhari.
"Sesungguhnya telah diturunkan kepadaku satu surat, yang surat itu benar-benar lebih aku cintai dari seluruh apa yang disinari matahari."

Kegembiraan Nabi Muhammad ﷺ itu ialah karena ayat-ayatnya menerangkan tentang kemenangan yang akan diperoleh Muhammad ﷺ dalam perjuangannya.

Keimanan:

▪ Allah mempunyai tentara di langit dan di bumi.
▪ Janji Allah kepada orang mukmin bahwa mereka akan mendapat ampunan Tuhan dan pahala yang besar.
▪ Allah mengutus Muhammad ﷺ sebagai saksi, pembawa berita gembira dan pemberi peringatan.
▪ Agama Islam akan mengalahkan agama-agama lain.

Hukum:

▪ Orang pincang dan orang-orang yang sakit dibebaskan dari kewajiban berperang.

Kisah:

▪ Kejadian-kejadian sekitar Bai’aturridhwan dan Perdamaian Hudaibiyyah".

Lain-lain:

▪ Berita gembira yang disampaikan Allah kepada Nabi Muhammad ﷺ bahwa dia bersama-sama orang-orang mukmin akan memasuki kota Mekah dengan kemenangan, dan hal ini memang terlaksana setelah setahun kemudian.
▪ Sikap orang-orang mukmin terhadap sesama mukmin dan sikap mereka terhadap orang-orang kafir.
▪ Sifat-sifat Nabi Muhammad ﷺ dan para sahabatnya sudah disebutkan dalam Taurat dan Injil.
▪ Janji Allah bahwa orang Islam akan menguasai daerah-daerah yang sewaktu Nabi Muhammad ﷺ belum dikuasai.

Audio

QS. Al-Fath (48) : 1-29 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 29 + Terjemahan Indonesia

QS. Al-Fath (48) : 1-29 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 29

Gambar Kutipan Ayat

Surah Al Fath ayat 4 - Gambar 1 Surah Al Fath ayat 4 - Gambar 2
Statistik QS. 48:4
  • Rating RisalahMuslim
4.6

Ayat ini terdapat dalam surah Al Fath.

Surah Al-Fath (Arab: الفتح , “Kemenangan”) adalah surah ke-48 dalam Alquran.
Surah ini tergolong surah Madaniyah yang terdiri atas 29 ayat.
Dinamakan Al-Fath yang berarti Kemenangan diambil dari perkataan Fat-han yang terdapat pada ayat pertama surah ini.
Sebagian besar dari ayat-ayat surah ini menerangkan hal-hal yang berhubungan dengan kemenangan yang dicapai Nabi Muhammad ﷺ dalam peperangannya.

Nabi Muhammad ﷺ sangat gembira dengan turunnya ayat pertama surat ini.
Kegembiraan ini dinyatakan dalam sabda dia yang diriwayatkan Sahih Bukhari; Sesungguhnya telah diturunkan kepadaku satu surat, yang surat itu benar-benar lebih aku cintai dari seluruh apa yang disinari matahari.
Kegembiraan Nabi Muhammad ﷺ itu ialah karena ayat-ayatnya menerangkan tentang kemenangan yang akan diperoleh Muhammad ﷺ dalam perjuangannya dan tentang kesempurnaan nikmat Allah kepadanya.

Nomor Surah48
Nama SurahAl Fath
Arabالفتح
ArtiKemenangan
Nama lain
Tempat TurunMadinah
Urutan Wahyu111
JuzJuz 26
Jumlah ruku’3 ruku’
Jumlah ayat29
Jumlah kata560
Jumlah huruf2509
Surah sebelumnyaSurah Muhammad
Surah selanjutnyaSurah Al-Hujurat
Sending
User Review
4.4 (16 votes)
Tags:

48:4, 48 4, 48-4, Surah Al Fath 4, Tafsir surat AlFath 4, Quran Al-Fath 4, Surah Al Fath ayat 4

▪ qs alfath 48/4
Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa?
Klik di sini sekarang!

Video


Panggil Video Lainnya

Ayat Lainnya

QS. Hud (Nabi Hud) – surah 11 ayat 108 [QS. 11:108]

Dan adapun orang-orang yang berbahagia, maka tempat kembali mereka adalah di dalam surga yang penuh kenikmatan di sisi Allah yang Maha Mulia. Mereka kekal di dalamnya dalam waktu lama selama ada langi … 11:108, 11 108, 11-108, Surah Hud 108, Tafsir surat Hud 108, Quran Hud 108, Surah Hud ayat 108

QS. Asy Syams (Matahari) – surah 91 ayat 13 [QS. 91:13]

13. Melihat gelagat buruk itu lalu Rasul Allah, Nabi Saleh, berkata kepada mereka, “Biarkanlah unta betina dari Allah ini dengan minumannya.” Janganlah kamu mengusik apalagi membunuh­nya. Jangan pula … 91:13, 91 13, 91-13, Surah Asy Syams 13, Tafsir surat AsySyams 13, Quran Asy-Syams 13, Surah As Syam ayat 13

Hadits Shahih

Podcast

Hadits & Doa

Soal & Pertanyaan Agama

Basmalah tertulis atau disebutkan sebanyak dua kali pada surah ...

Benar! Kurang tepat!

Surah yang pertama kali turun secara lengkap adalah ...

Benar! Kurang tepat!

Surah yang terpendek dalam Alquran adalah ...

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
Surah Al-Kausar adalah surah ke-108 dalam Alquran. Surah ini tergolong surah Makkiyah dan terdiri dari 3 ayat yang menjadi surah terpendek dalam Alquran.

+

Array

Surah yang tidak diawali basmalah adalah ...

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
Surah At-Taubah adalah surah ke-9 dalam Alquran. Surah ini tergolong surah Madaniyah yang terdiri atas 129 ayat. Dinamakan At-Taubah yang berarti 'Pengampunan' karena kata At-Taubah berulang kali disebut dalam surah ini.

Proses turunnya wahyu berlangsung selama ... tahun.

Benar! Kurang tepat!

Pendidikan Agama Islam #27
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #27 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #27 2

Belajar lagi yaa...

Bagikan Prestasimu:

Soal Lainnya

Pendidikan Agama Islam #3

Berikut ini yang bukan termasuk orang-orang pertama yang menyambut ajakan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah … Zaid bin Haritsah

Pendidikan Agama Islam #7

Sumber hukum tertinggi dalam Islam adalah .. Alquran Sunnah Ijtihad Qiyas UUD 1945 Benar! Kurang tepat! Hukum yang berkaitan dengan

Pendidikan Agama Islam #22

Yang tidak termasuk cara beriman kepada qada dan qadar Allah adalah … bersikap sabar bersikap ikhlas menyadari dan menerima keadaan

Instagram