Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

QS. Al Fath (Kemenangan) – surah 48 ayat 25 [QS. 48:25]

ہُمُ الَّذِیۡنَ کَفَرُوۡا وَ صَدُّوۡکُمۡ عَنِ الۡمَسۡجِدِ الۡحَرَامِ وَ الۡہَدۡیَ مَعۡکُوۡفًا اَنۡ یَّبۡلُغَ مَحِلَّہٗ ؕ وَ لَوۡ لَا رِجَالٌ مُّؤۡمِنُوۡنَ وَ نِسَآءٌ مُّؤۡمِنٰتٌ لَّمۡ تَعۡلَمُوۡہُمۡ اَنۡ تَطَـُٔوۡہُمۡ فَتُصِیۡبَکُمۡ مِّنۡہُمۡ مَّعَرَّۃٌۢ بِغَیۡرِ عِلۡمٍ ۚ لِیُدۡخِلَ اللّٰہُ فِیۡ رَحۡمَتِہٖ مَنۡ یَّشَآءُ ۚ لَوۡ تَزَیَّلُوۡا لَعَذَّبۡنَا الَّذِیۡنَ کَفَرُوۡا مِنۡہُمۡ عَذَابًا اَلِیۡمًا
Humul-ladziina kafaruu washadduukum ‘anil masjidil haraami wal hadya ma’kuufan an yablugha mahillahu walaulaa rijaalun mu’minuuna wanisaa-un mu’minaatun lam ta’lamuuhum an tatha-uuhum fatushiibakum minhum ma’arratun bighairi ‘ilmin liyudkhilallahu fii rahmatihi man yasyaa-u lau tazai-yaluu la’adz-dzabnaal-ladziina kafaruu minhum ‘adzaaban aliiman;
Merekalah orang-orang kafir yang menghalang-halangi kamu (masuk) Masjidilharam dan menghambat hewan-hewan kurban sampai ke tempat (penyembelihan)nya.
Dan kalau bukanlah karena ada beberapa orang beriman laki-laki dan perempuan yang tidak kamu ketahui, tentulah kamu akan membunuh mereka yang menyebabkan kamu ditimpa kesulitan tanpa kamu sadari.
Karena Allah hendak memasukkan siapa yang Dia kehendaki ke dalam rahmat-Nya.
Sekiranya mereka terpisah, tentu Kami akan mengazab orang-orang yang kafir di antara mereka dengan azab yang pedih.

―QS. Al Fath [48]: 25

They are the ones who disbelieved and obstructed you from al-Masjid al-Haram while the offering was prevented from reaching its place of sacrifice.
And if not for believing men and believing women whom you did not know – that you might trample them and there would befall you because of them dishonor without (your) knowledge – (you would have been permitted to enter Makkah).
(This was so) that Allah might admit to His mercy whom He willed.
If they had been apart (from them), We would have punished those who disbelieved among them with painful punishment
― Chapter 48. Surah Al Fath [verse 25]

هُمُ mereka

They
ٱلَّذِينَ orang-orang yang

(are) those who
كَفَرُوا۟ kafir/ingkar

disbelieved
وَصَدُّوكُمْ dan mereka menghalangi kamu

and hindered you
عَنِ dari

from
ٱلْمَسْجِدِ Masjid

Al-Masjid Al-Haraam *[meaning includes next or prev. word]
ٱلْحَرَامِ Haram

Al-Masjid Al-Haraam *[meaning includes next or prev. word]
وَٱلْهَدْىَ dan hewan kurban

while the offering
مَعْكُوفًا disembelih

(was) prevented
أَن bahwa

from
يَبْلُغَ ia sampai

reaching
مَحِلَّهُۥ tempatnya

its place (of sacrifice).
وَلَوْلَا dan kalau tidak

And if not
رِجَالٌ orang-orang laki-laki

(for) men
مُّؤْمِنُونَ mereka beriman

believing
وَنِسَآءٌ dan orang-orang perempuan

and women
مُّؤْمِنَٰتٌ mereka beriman

believing
لَّمْ tidak

not
تَعْلَمُوهُمْ kamu mengetahui mereka

you knew them
أَن bahwa

that
تَطَـُٔوهُمْ kamu akan membunuh mereka

you may trample them
فَتُصِيبَكُم maka akan menimpa kamu

and would befall you
مِّنْهُم dari mereka

from them
مَّعَرَّةٌۢ kesusahan

any harm
بِغَيْرِ dengan tanpa

without
عِلْمٍ pengetahuan

knowledge.
لِّيُدْخِلَ karena hendak memasukkan

That Allah may admit *[meaning includes next or prev. word]
ٱللَّهُ Allah

That Allah may admit *[meaning includes next or prev. word]
فِى ke dalam

to
رَحْمَتِهِۦ rahmat-Nya

His Mercy

Tafsir

Alquran

Surah Al Fath
48:25

Tafsir QS. Al Fath (48) : 25. Oleh Kementrian Agama RI


Ayat ini menerangkan bahwa orang-orang kafir menghalang-halangi kaum Muslimin mengerjakan umrah di Masjidilharam.
Mereka juga menghalangi kaum Muslimin membawa dan menyembelih binatang kurban ke daerah sekitar Masjidilharam seperti di Mina dan sebagainya.


Sebagaimana telah diterangkan bahwa Rasulullah ﷺ pada tahun keenam Hijrah berangkat ke Mekah bersama rombongan sahabat untuk melakukan ibadah umrah dan menyembelih kurban di daerah haram.
Karena terikat dengan Perjanjian Hudaibiyyah, maka Rasulullah ﷺ beserta sahabat tidak dapat melakukan maksudnya pada tahun itu.

Rasul berusaha menepati Perjanjian Hudaibiyyah, namun ada serombongan kaum musyrik yang menyerbu perkemahan Rasulullah ﷺ di Hudaibiyyah, tetapi serbuan itu dapat digagalkan oleh Allah.
Sekalipun demikian, banyak di antara kaum Muslimin yang ingin membalas serbuan itu walaupun telah terikat dengan Perjanjian Hudaibiyyah.

Allah melunakkan hati kaum Muslimin sehingga mereka menerima keputusan Rasulullah.
Allah menerangkan bahwa Dia melunakkan hati kaum Muslimin sehingga tidak menyerbu Mekah dengan tujuan:
pertama, untuk menyelamatkan kaum Muslimin di Mekah yang menyembunyikan keimanannya kepada orang-orang kafir.

Mereka takut dibunuh atau dianiaya oleh orang-orang kafir seandainya mereka menyatakan keimanannya.
Kaum Muslimin sendiri tidak dapat membedakan mereka dengan orang-orang kafir.

Seandainya terjadi penyerbuan kota Mekah, niscaya orang-orang mukmin yang berada di Mekah akan terbunuh seperti terbunuhnya orang-orang kafir.
Kalau terjadi demikian, tentu kaum Muslimin akan ditimpa keaiban dan kesukaran karena harus membayar kifarat.

Orang-orang musyrik juga akan mengatakan,
"Sesungguhnya orang-orang Muslim telah membunuh orang-orang yang seagama dengan mereka."



Kedua, ada kesempatan bagi kaum Muslimin menyeru orang-orang musyrik untuk beriman.
Dengan terjadinya Perjanjian Hudaibiyyah, kaum Muslimin telah dapat berhubungan langsung dengan orang-orang kafir.
Dengan demikian, dapat terjadi pertukaran pikiran yang wajar antara mereka, tanpa mendapat tekanan dari pihak mana pun sehingga dapat diharapkan akan masuk Islam orang-orang tertentu yang diharapkan keislamannya atau diharapkan agar sikap mereka tidak lagi sekeras sikap sebelumnya.
Diharapkan hal-hal itu terjadi sebelum kaum Muslimin melakukan umrah pada tahun yang akan datang.


Dari ayat ini dapat dipahami bahwa Allah selalu menjaga dan melindungi orang-orang yang benar-benar beriman kepada-Nya, di mana pun orang itu berada.
Bahkan Dia tidak akan menimpakan suatu bencana kepada orang-orang kafir, sekiranya ada orang yang beriman yang akan terkena bencana itu.

Tafsir QS. Al Fath (48) : 25. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Penduduk Mekahlah yang kafir dan menghalang-halangi kalian untuk memasuki al-Masjid al-Haram dan menghalang-halangi hewan kurban yang kalian bawa untuk sampai ke tempat penyembelihannya.
Kalau sekiranya tidak karena khawatir bahwa kalian akan menimpakan kesusahan kepada orang-orang Mukmin, laki-laki dan perempuan, yang tidak kalian ketahui yang berada di antara orang-orang kafir Mekah sehingga kalian membunuh mereka yang menyebabkan kalian tercela dan terhina, niscaya Kami akan menjadikan kalian berkuasa atas mereka.


Namun Allah menahan kalian dari membinasakan mereka supaya Dia dapat melindungi orang-orang Mukmin yang berada di tengah-tengah mereka dan orang-orang kafir yang masuk Islam.
Kalau seandainya orang-orang Mukmin sudah dapat dibedakan, maka Kami pasti akan menghukum orang-orang yang bersikeras dalam kekufuran dengan siksa yang sangat pedih.


Yaitu ketika orang-orang kafir menimbulkan kesombongan dalam hati mereka sebagaimana kesombongan jahiliyah.
Lalu Allah menurunkan ketentraman pada Rasul-Nya dan orang-orang Mukmin dan menetapkan pada diri mereka keterjagaan dari kesyirikan dan siksa.


Mereka adalah orang-orang yang berhak untuk mendapatkannya.
Ilmu Allah meliputi segala sesuatu.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Kafir Quraisy itu adalah mereka yang mengingkari keesaan Allah dan orang yang menahan kalian di hari Hudaibiyah untuk masuk ke dalam Masjidilharam serta menahan hewan kurban untuk sampai ketempat penyembelihan.
Kalaulah bukan karena ada laki-laki dan perempuan yang beriman di antara mereka yang menyembunyikan keimanan mereka karena takut akan keselamatan dirinya, takut tentara kalian mengenai mereka sehingga dapat membunuhnya, sehingga kalian akan terkena dosa, aib dan sebuah kerugian, tetapi kami jadikan kalian menguasai mereka.


Supaya Allah memasukkan orang yang Dia kehendaki ke dalam rahmat-Nya kemudian memberinya karunia berupa keimanan yang didapat setelah kekafiran.
Kalaulah Allah memisahkan laki-laki yang mukmin dan perempuan yang mukmin dari kumpulan kaum musyrik Makkah dan keluar dari mereka, pasti Allah menyiksa orang kafir dan orang yang berdusta di antara mereka dengan siksaan yang yang sangat pedih dan menyakitkan.


Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Merekalah orang-orang yang kafir yang menghalangi kalian dari Masjidilharam) yakni menghalangi kalian untuk memasukinya


(dan hewan kurban) diathafkan kepada Dhamir Kum yang ada pada lafal Washadduukum


(dalam keadaan tertahan) yakni terhenti, lafal ini menjadi Hal atau kata keterangan keadaan


(tidak dapat mencapai tempatnya) yaitu tempat penyembelihannya sebagaimana biasanya, lafal ayat ini berkedudukan menjadi Badal Isytimal.


(Dan kalau tidaklah karena laki-laki yang mukmin dan perempuan-perempuan yang mukmin) yang masih ada tinggal bersama dengan orang-orang kafir di Mekah


(yang tiada kalian ketahui) keimanan mereka


(bahwa kalian akan membunuh mereka) kalian akan membunuh mereka bersama dengan orang-orang kafir, sekiranya kalian diizinkan-Nya untuk melakukan penaklukan.
Lafal ayat ini menjadi Badal Isytimal dari Dhamir Hum yang terdapat pada lafal Lam Ta’lamuuhum


(yang menyebabkan kalian berdosa) yakni perbuatan yang berdosa


(tanpa pengetahuan) kalian tentangnya.
Semua Dhamir Ghaibah yang ada menunjukkan makna untuk kedua jenis, yaitu jenis lelaki dan perempuan, hal tersebut hanya memprioritaskan Mudzakkar.
Jawab dari lafal Laulaa tidak disebutkan, yakni tentulah Allah mengizinkan kalian untuk melakukan penaklukan, tetapi ketika itu Dia ternyata tidak mengizinkan kalian melakukan hal itu.


(Supaya Allah memasukkan siapa yang dikehendaki-Nya ke dalam rahmat-Nya) seperti orang-orang mukmin yang telah disebutkan tadi.


(Sekiranya mereka tidak bercampur-baur) seandainya mereka membedakan dari orang-orang kafir


(tentulah Kami akan mengazab orang-orang kafir di antara mereka) yakni di antara penduduk Mekah pada saat itu juga, seumpamanya Kami memberikan izin kepada kalian untuk melakukan penaklukan


(dengan azab yang pedih) azab yang menyakitkan.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:



Allah subhanahu wa ta’ala berfirman, menceritakan keadaan orang-orang kafir dari kalangan kaum musyrik Quraisy dan orang-orang yang mendukung mereka yang memusuhi Rasulullah ﷺ:

Merekalah orang-orang yang kafir (QS. Al-Fath‘ 25)


Hanya merekalah orang-orang kafir yang sejati, bukan selain mereka.

yang menghalangi kamu dari (masuk) Masjidil Haram.
(QS. Al-Fath [48]: 25)

padahal kalian lebih berhak terhadap Masjidil Haram, lagi pula kalian adalah ahlinya.

dan menghalangi hewan korban sampai ke tempat (penyembelihan)nya.
(QS. Al-Fath [48]: 25)

Yakni mereka menghalang-halangi hewan korban untuk sampai ke tempat penyembelihannya, hal ini merupakan sikap mereka yang melampaui batas dan menunjukkan keingkaran mereka.
Hewan korban yang dibawa oleh Nabi ﷺ terdiri dari tujuh puluh ekor unta, seperti yang akan dijelaskan nanti.

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Dan kalau tidaklah karena laki-laki yang mukmin dan perempuan-perempuan yang mukmin.
(QS. Al-Fath [48]: 25)

yang ada di kalangan orang-orang musyrik Mekah, tetapi mereka menyembunyikan keimanannya dari mata orang-orang musyrik yang ada di sekitarnya karena takut akan keselamatan diri mereka dari kekejaman kaumnya.
Seandainya tidak ada mereka, tentulah Kami akan menguasakan mereka kepada kalian, hingga kalian dapat membunuh mereka dan memusnahkan mereka sampai keakar-akarnya.
Akan tetapi, mengingat di kalangan mereka terdapat orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan yang tidak engkau ketahui mereka bila terjadi pertempuran, karena itulah disebutkan dalam firman berikutnya:

yang tiada kamu ketahui, bahwa kamu akan membunuh mereka yang menyebabkan kamu ditimpa kesusahan.
(QS. Al-Fath [48]: 25)

Yakni merasa berdosa dan menanggung denda.

tanpa pengetahuanmu (tentulah Allah tidak akan menahan tanganmu dari membinasakan mereka).
Supaya Allah memasukkan siapa yang dikehendaki-Nya ke dalam rahmat-Nya.
(QS. Al-Fath [48]: 25)

Yaitu Allah menangguhkan hukuman-Nya terhadap mereka (orang-orang musyrik) demi menyelamatkan sebagian dari orang-orang mukmin yang ada di kalangan mereka, dan agar sebagian besar dari mereka sadar, lalu memeluk agama Islam.
Dalam firman berikutnya disebutkan:

Sekiranya mereka tidak bercampur baur.
(QS. Al-Fath [48]: 25)

Yakni sekiranya orang-orang kafir terpisahkan dari orang-orang mukmin yang ada di kalangan mereka.

tentulah Kami akan-mengazab orang-orang kafir di antara mereka dengan azab yang pedih.
(QS. Al-Fath [48]: 25)

Maksudnya, tentulah Kami menguasakan mereka kepada kalian dan tentulah kalian dapat membunuh mereka hingga keakar-akarnya.

Al-Hafiz Abul Qasim At-Tabrani mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abuz Zanba’ alias Rauh ibnul Faraj, telah menceritakan kepada kami Abdur Rahman ibnu Abu Ibad Al-Makki, telah menceritakan kepada kami Abdur Rahman ibnu Abdullah ibnu Sa’d mau la Bani Hasyim, telah menceritakan kepada kami Hajar ibnu Khalaf yang mengatakan bahwa ia pernah mendengar Abdullah ibnu Amr mengatakan bahwa ia pernah mendengar Junaid ibnu Subai’ mengatakan bahwa ia memerangi Rasulullah ﷺ pada permulaan siang hari dalam keadaan kafir, tetapi di petang harinya ia berperang dengan Rasulullah ﷺ dalam keadaan muslim.
Berkenaan dengan kamilah ayat ini diturunkan, yaitu firman Allah subhanahu wa ta’ala:
Dan kalau tidaklah karena laki-laki yang mukmin dan perempuan yang mukmin.
(QS. Al-Fath [48]: 25)
Junaid ibnu Subai’ melanjutkan,
"Kami saat itu terdiri dari sembilan orang, tujuh orang laki-laki dan dua orang wanita."


Kemudian ImamTabrani meriwayatkannya pula melalui jalur lain dari Muhammad ibnu Abbad Al-Makki dengan sanad yang sama, hanya dalam riwayat ini disebutkan dari Abu Jum’ah Junaid ibnu Subai’, lalu disebutkan hal yang semisal.
Tetapi menurut riwayat yang benar, dia adalah Abu Ja’far Habib ibnu Siba’.

Ibnu Abu Hatim telah meriwayatkannya melalui hadis Hajar ibnu Khalaf dengan sanad yang sama.
Dalam riwayatnya disebutkan pula,
"Kami berjumlah tiga orang laki-laki dan sembilan orang wanita, dan berkenaan dengan kamilah ayat ini diturunkan,"
yaitu firman-Nya:
Dan kalau tidaklah karena laki-laki yang mukmin dan perempuan yang mukmin.
(QS. Al-Fath [48]: 25)

Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ali ibnul Husain, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Ismail Al-Bukhari, telah menceritakan kepada kami Abdullah ibnu Usman ibnu Jabalah, dari Abu Hamzah, dari Ata, dari Sa’id ibnu Jubair, dari Ibnu Abbas r.a. sehubungan dengan firman Allah subhanahu wa ta’ala:
Sekiranya mereka tidak bercampur baur, tentulah Kami akan mengazab orang-orang kafir di antara mereka dengan azab yang pedih.
(QS. Al-Fath [48]: 25)
Yakni sekiranya orang-orang kafir itu memisahkan diri dari orang-orang mukmin, tentulah Allah akan mengazab mereka dengan azab yang pedih, yaitu kaum mukmin akan membunuh mereka.

Sebab-Sebab Diturunkannya Surah Al Fath (48) Ayat 25

Diriwayatkan oleh ath-Thabarani dan Abu Ya’la, yang bersumber dari Abu Jumu’ah Junbudz bin Sab’ bahwa pada siang hari Abu Jum’ah Junbudz bin Sab’ berperang menentang Rasulullah sebagai seorang kafir.
Akan tetapi pada sore harinya , setelah masuk Islam, ia bersama kawan-kawannya, tiga orang laki-laki dan tujuh orang perempuan, berperang di pihak Rasulullah ﷺ.

Abu Jum’ah mengemukakan bahwa ayat ini (al-Fath: 25) turun berkenaan dengan dirinya dan kawan-kawannya, yang melukiskan keadaan mereka.

Sumber : Asbabun Nuzul – K.H.Q Shaleh – H.A.A Dahlan dkk.

Unsur Pokok Surah Al Fath (الفتح)

Surat Al-Fath terdiri atas 29 ayat, termasuk golongan surat-surat Madaniyyah, diturunkan sesudah surat Al Jumu’ah.

Dinamai "Al-Fath (kemenangan)" diambil dari perkataan "Fat-han" yang terdapat pada ayat pertama surat ini.
Sebagian besar dari ayat-ayat surat ini menerangkan hal-hal yang berhubungan dengan kemenangan yang dicapai Nabi Muhammad ﷺ dalam peperangan-peperangannya.

Nabi Muhammad ﷺ sangat gembira dengan turunnya ayat pertama surat ini.
Kegembiraan ini dinyatakan dalam sabda beliau yang diriwayatkan Bukhari.
"Sesungguhnya telah diturunkan kepadaku satu surat, yang surat itu benar-benar lebih aku cintai dari seluruh apa yang disinari matahari."

Kegembiraan Nabi Muhammad ﷺ itu ialah karena ayat-ayatnya menerangkan tentang kemenangan yang akan diperoleh Muhammad ﷺ dalam perjuangannya.

Keimanan:

▪ Allah mempunyai tentara di langit dan di bumi.
▪ Janji Allah kepada orang mukmin bahwa mereka akan mendapat ampunan Tuhan dan pahala yang besar.
▪ Allah mengutus Muhammad ﷺ sebagai saksi, pembawa berita gembira dan pemberi peringatan.
▪ Agama Islam akan mengalahkan agama-agama lain.

Hukum:

▪ Orang pincang dan orang-orang yang sakit dibebaskan dari kewajiban berperang.

Kisah:

▪ Kejadian-kejadian sekitar Bai’aturridhwan dan Perdamaian Hudaibiyyah".

Lain-lain:

▪ Berita gembira yang disampaikan Allah kepada Nabi Muhammad ﷺ bahwa dia bersama-sama orang-orang mukmin akan memasuki kota Mekah dengan kemenangan, dan hal ini memang terlaksana setelah setahun kemudian.
▪ Sikap orang-orang mukmin terhadap sesama mukmin dan sikap mereka terhadap orang-orang kafir.
▪ Sifat-sifat Nabi Muhammad ﷺ dan para sahabatnya sudah disebutkan dalam Taurat dan Injil.
▪ Janji Allah bahwa orang Islam akan menguasai daerah-daerah yang sewaktu Nabi Muhammad ﷺ belum dikuasai.

Audio

QS. Al-Fath (48) : 1-29 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 29 + Terjemahan Indonesia

QS. Al-Fath (48) : 1-29 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 29

Gambar Kutipan Ayat

Surah Al Fath ayat 25 - Gambar 1 Surah Al Fath ayat 25 - Gambar 2
Statistik QS. 48:25
  • Rating RisalahMuslim
4.9

Ayat ini terdapat dalam surah Al Fath.

Surah Al-Fath (Arab: الفتح , “Kemenangan”) adalah surah ke-48 dalam Alquran.
Surah ini tergolong surah Madaniyah yang terdiri atas 29 ayat.
Dinamakan Al-Fath yang berarti Kemenangan diambil dari perkataan Fat-han yang terdapat pada ayat pertama surah ini.
Sebagian besar dari ayat-ayat surah ini menerangkan hal-hal yang berhubungan dengan kemenangan yang dicapai Nabi Muhammad ﷺ dalam peperangannya.

Nabi Muhammad ﷺ sangat gembira dengan turunnya ayat pertama surat ini.
Kegembiraan ini dinyatakan dalam sabda dia yang diriwayatkan Sahih Bukhari; Sesungguhnya telah diturunkan kepadaku satu surat, yang surat itu benar-benar lebih aku cintai dari seluruh apa yang disinari matahari.
Kegembiraan Nabi Muhammad ﷺ itu ialah karena ayat-ayatnya menerangkan tentang kemenangan yang akan diperoleh Muhammad ﷺ dalam perjuangannya dan tentang kesempurnaan nikmat Allah kepadanya.

Nomor Surah48
Nama SurahAl Fath
Arabالفتح
ArtiKemenangan
Nama lain
Tempat TurunMadinah
Urutan Wahyu111
JuzJuz 26
Jumlah ruku’3 ruku’
Jumlah ayat29
Jumlah kata560
Jumlah huruf2509
Surah sebelumnyaSurah Muhammad
Surah selanjutnyaSurah Al-Hujurat
Sending
User Review
4.9 (9 votes)
Tags:

48:25, 48 25, 48-25, Surah Al Fath 25, Tafsir surat AlFath 25, Quran Al-Fath 25, Surah Al Fath ayat 25

Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa?
Klik di sini sekarang!

Video


Panggil Video Lainnya

Ayat Lainnya

QS. Ibrahim (Nabi Ibrahim) – surah 14 ayat 11 [QS. 14:11]

Pandangan orang kafir itu sangat keliru. Mereka seolah ingin memaksakan kehendak bahwa para rasul haruslah bukan manusia biasa. Untuk mematahkan logika ini, rasul-rasul mereka berkata kepada mereka, ” … 14:11, 14 11, 14-11, Surah Ibrahim 11, Tafsir surat Ibrahim 11, Quran Ibrahim 11, Surah Ibrahim ayat 11

QS. Al Mu’min (Orang yang Beriman) – surah 40 ayat 48 [QS. 40:48]

48. Mendengar ucapan orang-orang lemah yang menjadi pengikutnya itu, orang-orang yang menyombongkan diri menjawab, “Sesungguhnya kita semua saat ini sama-sama berada dalam siksa api neraka. Kita semua … 40:48, 40 48, 40-48, Surah Al Mu’min 48, Tafsir surat AlMumin 48, Quran Al Mukmin 48, AlMukmin 48, Al-Mu’min 48, Surah Al Mumin ayat 48

Hadits Shahih

Podcast

Hadits & Doa

Soal & Pertanyaan Agama

Allah memiliki sifat Al Kariim yang tercantum dalam Alquran surah ...

Benar! Kurang tepat!

Tuhan memiliki sifat Al Karim, yang berarti bahwa Allah Subhanahu Wa Ta`ala merupakan zat Yang ..

Benar! Kurang tepat!

Arti fana adalah ...

Benar! Kurang tepat!

+

Array

Dalam Asmaul Husna, Allah memiliki sifat Al Matiin yang tercantum dalam Alquran surah ...

Benar! Kurang tepat!

Tuhan memiliki sifat Al Matiin, yang berarti bahwa Allah Subhanahu Wa Ta`ala adalah zat Yang ...

Benar! Kurang tepat!

Pendidikan Agama Islam #1
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #1 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #1 2

Belajar lagi yaa...

Bagikan Prestasimu:

Soal Lainnya

Pendidikan Agama Islam #15

Salah satu tokoh dalam kisah umat masa lalu yang dapat dipetik pelajaran sebagai teladan yang baik … Kisah Fir’aun Kisah

Pendidikan Agama Islam #29

Ilmuan muslim yang dalam bidang kedokteran yang berasal dari Persia yaitu … Ibnu Batutah Ibnu Miskawaih Al Farabi Ibnu Sina

Pendidikan Agama Islam #5

Orang yang jujur akan senantiasa mengatakan … kebenaran bahwa kita hidup di dunia hanya sementara seperti yang kamu inginkan aku

Instagram