Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

QS. Al Fath (Kemenangan) – surah 48 ayat 11 [QS. 48:11]

سَیَقُوۡلُ لَکَ الۡمُخَلَّفُوۡنَ مِنَ الۡاَعۡرَابِ شَغَلَتۡنَاۤ اَمۡوَالُنَا وَ اَہۡلُوۡنَا فَاسۡتَغۡفِرۡ لَنَا ۚ یَقُوۡلُوۡنَ بِاَلۡسِنَتِہِمۡ مَّا لَیۡسَ فِیۡ قُلُوۡبِہِمۡ ؕ قُلۡ فَمَنۡ یَّمۡلِکُ لَکُمۡ مِّنَ اللّٰہِ شَیۡئًا اِنۡ اَرَادَ بِکُمۡ ضَرًّا اَوۡ اَرَادَ بِکُمۡ نَفۡعًا ؕ بَلۡ کَانَ اللّٰہُ بِمَا تَعۡمَلُوۡنَ خَبِیۡرًا
Sayaquulu lakal mukhallafuuna minal a’raabi syaghalatnaa amwaalunaa wa-ahluunaa faastaghfir lanaa yaquuluuna bialsinatihim maa laisa fii quluubihim qul faman yamliku lakum minallahi syai-an in araada bikum dharran au araada bikum naf’an bal kaanallahu bimaa ta’maluuna khabiiran;
Orang-orang Badui yang tertinggal (tidak turut ke Hudaibiyah) akan berkata kepadamu,
“Kami telah disibukkan oleh harta dan keluarga kami, maka mohonkanlah ampunan untuk kami.”
Mereka mengucapkan sesuatu dengan mulutnya apa yang tidak ada dalam hatinya.
Katakanlah,
“Maka siapakah yang dapat menghalang-halangi kehendak Allah jika Dia menghendaki bencana terhadap kamu atau jika Dia menghendaki keuntungan bagimu?
Sungguh, Allah Mahateliti dengan apa yang kamu kerjakan.”

―QS. Al Fath [48]: 11

Those who remained behind of the bedouins will say to you,
"Our properties and our families occupied us, so ask forgiveness for us."
They say with their tongues what is not within their hearts.
Say,
"Then who could prevent Allah at all if He intended for you harm or intended for you benefit?
Rather, ever is Allah, with what you do, Acquainted.
― Chapter 48. Surah Al Fath [verse 11]

سَيَقُولُ akan mengatakan

Will say
لَكَ kepadamu

to you
ٱلْمُخَلَّفُونَ mereka tertinggal

those who remained behind
مِنَ dari

of
ٱلْأَعْرَابِ orang-orang arab dusun

the Bedouins,
شَغَلَتْنَآ telah menyibukkan kami

"Kept us busy
أَمْوَٰلُنَا harta kami

our properties
وَأَهْلُونَا dan keluarga kami

and our families,
فَٱسْتَغْفِرْ maka mohon ampunan

so ask forgiveness
لَنَا bagi kami

for us."
يَقُولُونَ mereka berkata

They say
بِأَلْسِنَتِهِم dengan lisan mereka

with their tongues
مَّا apa yang

what
لَيْسَ tidak ada

is not
فِى dalam

in
قُلُوبِهِمْ hati mereka

their hearts.
قُلْ katakanlah

Say,
فَمَن maka siapakah

"Then who
يَمْلِكُ memiliki/kuasa

has power
لَكُم bagi kalian

for you
مِّنَ dari

against
ٱللَّهِ Allah

Allah
شَيْـًٔا sedikitpun

(in) anything,
إِنْ jika

if
أَرَادَ Dia menghendaki

He intends
بِكُمْ dengan/untuk kalian

for you
ضَرًّا mudharat/bahaya

harm
أَوْ atau

or
أَرَادَ Dia menghendaki

He intends
بِكُمْ dengan/untuk kalian

for you

Tafsir

Alquran

Surah Al Fath
48:11

Tafsir QS. Al Fath (48) : 11. Oleh Kementrian Agama RI


Allah menjelaskan kepada Rasulullah ﷺ bahwa beberapa kabilah Arab penduduk padang pasir yang tidak turut pergi ke Mekah untuk mengerjakan umrah akan berkata kepada beliau,
"Kami tidak ikut bersama engkau ke Mekah mengerjakan umrah karena kami sedang sibuk mengurus pekerjaan, harta, dan keluarga kami.
Sedangkan kami tidak mempunyai pembantu yang akan membantu kami mengurus semuanya itu sepeninggal kami pergi beserta engkau.

Oleh karena itu, mohonkanlah ampunan untuk kami kepada Tuhan engkau, dengan alasan kesibukan kami itu."


Sewaktu Rasulullah ﷺ memutuskan akan pergi untuk mengerjakan umrah ke Mekah pada tahun keenam Hijrah, beliau mengajak kaum Muslimin ikut bersama-sama beliau.

Semakin banyak yang ikut bersama beliau, semakin besar pula artinya karena dengan jumlah kaum Muslimin yang banyak itu akan menimbulkan rasa gentar dalam hati orang-orang musyrik Mekah sehingga mereka menerima kaum Muslimin masuk ke Mekah, dan umrah dapat dilaksanakan dalam suasana yang aman.
Di antara kaum Muslimin yang diajak terdapat kabilahkabilah Arab yang tinggal di padang pasir sekitar kota Madinah, seperti kabilahkabilah Juhainah, Muzainah, Gifar, Asyja’, ad-Dil, dan Aslam.

Rasulullah ﷺ menyatakan kepada mereka bahwa tujuan ke Mekah itu semata-mata untuk mengerjakan ibadah umrah dan untuk melihat keluarga yang telah lama ditinggalkan.
Oleh karena itu, kepergian ke Mekah tidak dengan senjata lengkap sebagaimana untuk pergi perang, kecuali membawa senjata-senjata yang biasa dibawa oleh para musafir.

Di samping itu, dibawa juga binatang-binatang ternak untuk makanan dalam perjalanan dan untuk dihadiahkan kepada penduduk Mekah.
Sekalipun demikian, ajakan Rasulullah itu tetap mereka tolak dengan alasan yang mereka kemukakan di atas, padahal mereka menyembunyikan alasan yang sebenarnya.


Sekalipun orang-orang Arab penduduk padang pasir berusaha menyembunyikan alasan mereka yang sebenarnya, Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.
Oleh karena itu, Allah memberitahukan hal itu kepada Rasulullah.

Alasan mereka yang sebenarnya adalah dugaan mereka bahwa Rasulullah ﷺ dan kaum Muslimin akan kalah dan ditumpas habis oleh orang-orang musyrik Mekah.
Jika mereka ikut bersama Rasulullah, tentu mereka akan kalah dan tertumpas habis pula.
Alasan dan isi hati mereka itu disampaikan Allah kepada Rasulullah ﷺ sebelum mereka menghadap beliau untuk memohon dimintakan ampunan kepada Allah atas penolakan mereka.
Dengan demikian, Rasulullah telah mengetahui isi hati mereka yang sebenarnya pada saat mereka menghadap.


Allah kemudian mengajarkan kepada Rasulullah jawaban tepat yang akan disampaikan kepada mereka pada waktu mereka minta agar beliau memohonkan ampunan kepada Allah atas dosa mereka.
Allah mengajarkan Nabi dengan memerintahkan beliau untuk mengatakan kepada orang-orang Arab penduduk padang pasir itu sebagai penolakan terhadap permintaan mereka,
"Hai orang-orang Arab penduduk padang pasir, kamu menolak ajakanku pergi ke Mekah semata-mata karena kamu mau menghindari bencana dan malapetaka yang kamu duga akan menimpa dirimu.
Siapakah di antara kamu yang sanggup melawan kekuasaan Allah jika Dia berkehendak menimpakan bencana dan malapetaka atas dirimu dan siapa pula yang menghindarkan sesuatu yang akan diberikan-Nya kepada seseorang, jika Dia menghendaki-Nya?
Tidak seorang pun yang sanggup melakukannya.
Oleh karena itu, tidaklah patut kamu mengemukakan alasan bahwa kamu sibuk mengurus urusan, harta, serta menjaga keluargamu sebagai alasan tidak ikut pergi bersamaku ke Mekah.
Jika Allah hendak membinasakan semua yang kamu miliki itu, tidak seorang pun yang dapat mempertahankannya, walaupun yang menjaga itu adalah kamu sendiri."


Ayat ini juga merupakan peringatan kepada orang-orang yang selalu mengemukakan
"kesibukan duniawi"
sebagai alasan meninggalkan kewajiban agama yang telah dibebankan Allah kepada mereka dan untuk melanggar larangan Allah yang telah diperingatkan kepada mereka.
Hendaklah kaum Muslimin benar-benar yakin bahwa kesibukan duniawi itu hanyalah untuk mencapai kesenangan dunia yang sifatnya sementara, sedang jihad fi sabilillah akan menghasilkan kebahagiaan hidup abadi di akhirat.


Pada akhir ayat ini, Allah menegaskan bahwa Dia Maha Mengetahui segala sesuatu yang dikerjakan oleh hamba-hamba-Nya, termasuk alasan-alasan palsu yang dikemukakan oleh seseorang untuk menghindarkan diri dari perintah Allah.
Oleh karena itu, Dia akan memberikan balasan yang adil dan setimpal kepada setiap manusia terhadap segala dosa dan perbuatan yang telah dikerjakan.

Tafsir QS. Al Fath (48) : 11. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Penduduk Badui yang munafik dan tidak ikut berperang akan berkata kepadamu, ketika kamu pulang,
"Kami disibukkan oleh harta dan keluarga kami sehingga tidak dapat ikut berperang.
Oleh karena itu, mintakanlah ampunan bagi kami. "
Mereka mengatakan sesuatu yang berbeda dengan apa yang ada di dalam hatinya.
Jawablah,
"Siapa yang dapat menghalang-halangi ketetapan Allah jika Dia hendak merugikan atau menguntungkan kalian?
Sebenarnya Allah Maha Mengetahui apa yang kalian kerjakan. "

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Wahai Nabi, akan berkata kepadamu orang yang tertinggal di Arab untuk keluar bersamamu ke Makkah,
"Kami telah disibukkan oleh harta kami dan keluarga kami, maka mohonkan maaf pada Tuhanmu untuk kami dikarenakan keterlambatan kami."
Mereka mengatakan hal itu dengan lisan-lisan mereka, tetapi hati mereka tidak membenarkan.


Katakanlah kepada mereka,
"Siapa yang dapat menghalangi kehendak Allah jika Dia hendak memberikan kejelekan atau kebaikan kepada kalian?"
Urusan ini tidak seperti apa yang disangkakan oleh orang munafik bahwasannya Allah tidak mengetahui apa yang disembunyikan dalam perut-perut orang munafik.
Tidak seperti itu, bahkan Allah ﷻ mengetahui apa yang mereka kerjakan, tidak ada yang tersembunyi sesuatu pun dari pekerjaan makhluk-Nya.


Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Orang-orang Badui yang tertinggal akan mengatakan) yang dimaksud adalah mereka yang tinggal di sekitar kota Madinah yang tidak mau ikut dengan kamu sewaktu kamu meminta mereka supaya berangkat bersamamu ke Mekah pada tahun perjanjian Hudaibiah karena merasa takut orang-orang Quraisy nanti akan mencegatmu.
Mereka akan mengatakan sekembalimu dari Mekah,


("Harta dan keluarga kami telah merintangi kami) sehingga kami tidak dapat keluar untuk berangkat bersamamu


(maka mohonkanlah ampunan untuk kami") kepada Allah, karena kami tidak dapat ikut keluar bersamamu.
Lalu Allah menjawab kepada mereka seraya mendustakan alasan mereka itu melalui firman selanjutnya,


("Mereka mengucapkan dengan lidahnya) yaitu meminta untuk memohonkan ampunan buat mereka dan perkataan mereka yang lainnya sebelum itu


(apa yang tidak ada dalam hatinya) karena mereka adalah orang-orang yang berdusta di dalam alasannya.


(Katakanlah,
"Maka siapakah) Istifham atau kata tanya di sini mengandung makna negatif, yakni tidak ada seorang pun


(yang dapat menghalang-halangi kehendak Allah jika Dia menghendaki kemudaratan bagi kalian) dapat dibaca Dharran atau Dhurran


(atau jika Dia menghendaki manfaat bagi kalian."
Sebenarnya Allah Maha Mengetahui apa yang kalian kerjakan) artinya Dia terus-menerus bersifat demikian.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:



Allah subhanahu wa ta’ala berfirman, menceritakan perihal alasan yang dikemukakan oleh orang-orang yang tertinggal dari kalangan orang-orang Badui.
Mereka adalah orang-orang yang lebih memilih tetap tinggal di tempat kediaman mereka bersama keluarga dan kesibukan mereka, dan mereka menolak berjalan bersama Rasulullah ﷺ menuju ke Hudaibiyah.
Untuk itu mereka beralasan bahwa diri mereka disibukkan dengan urusan tersebut dan meminta kepada Rasulullah ﷺ agar sudi memohonkan ampunan kepada Allah bagi mereka.
Itulah ucapan mereka yang bukan timbul dari ketulusan hati, melainkan hanya sekedar basa-basi dan diplomasi.
Karena itulah disebutkan oleh firman-Nya:

mereka mengucapkan dengan lisannya apa yang tidak ada dalam hatinya.
Katakanlah,
"Maka siapakah (gerangan) yang dapat menghalang-halangi kehendak Allah jika Dia menghendaki kemudaratan bagimu atau jika Dia menghendaki manfaat bagimu?"
(QS. Al-Fath [48]: 11)

Yakni tiada seorang pun yang dapat menolak apa yang dikehendaki oleh Allah terhadap diri kalian.
Mahatinggi lagi Mahasuci Allah, Dia Maha Mengetahui semua rahasia dan apa yang tersimpan di dalam hati kalian, sekalipun kalian menutup-nutupinya dan berbasa-basi dengan melahirkan apa yang bertentangan dengan isi hatimu.
Untuk itulah maka disebutkan dalam firman berikutnya:

Sebenarnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.
(QS. Al-Fath [48]: 11)

Kata Pilihan Dalam Surah Al Fath (48) Ayat 11

AMWAAL
أَمْوَٰل

Lafaz ini berbentuk jamak, mufradnya adalah mal yang berarti apa yang dimiliki dari segala barangan.
Menurut Arab Badwi mencakup hewan ternak seperti unta dan kambing.

Dalam Kamus Al Mu’jam Al Wasit dijelaskan, ia bermakna setiap apa yang dimiliki individu atau kumpulan berupa harta benda, perniagaan, uang, atau harta benda yang tidak bergerak seperti perabot rumah, tanah, rumah dan sebagainya.

Lafaz mal digunakan bagi mudzakkar dan mu’annats sehingga dapat dikatakan huwal mal dan hiyaal mal ia (L) harta dan ia (P) harta.
Dikatakan rajul maal artinya dzuu maal (lelaki yang banyak harta).

Lafaz ini disebut 61 kali di dalam Al Qur’an yaitu dalam surah:
Al Baqarah (2), ayat 155, 188, 188, 261, 262, 265, 274, 279;
Ali Imran (3), ayat 10, 116, 186;
An Nisaa (4), ayat 2, 2, 2, 5, 6, 6, 10, 24, 29, 34, 38, 95, 95, 161;
Al Anfaal (8), ayat 28, 36, 72;
At Taubah (9), ayat 20, 24, 34, 41, 44, 55, 69, 81, 85, 88, 103, 111;
Yunus (10), ayat 88;
Hud (11), ayat 87;
Al Israa (17), ayat 6, 64;
Ar Rum (30), ayat 39;
Al Ahzab (33), ayat 27;
Saba (34), ayat 35, 37;
Muhammad (47), ayat 36;
Al Fath (48), ayat 11;
Al Hujurat (49), ayat 15;
-Adz Dzaariyaat (51), ayat 19;
Al Hadid (57), ayat 20;
-Al Mujaadalah (58), ayat 17;
Al Hasyr (59), ayat 8;
Ash Shaff (61), ayat 11;
-Al Munaafiquun (63), ayat 9;
-At Taghaabun (64), ayat 15;
-Al Ma’aarij (70), ayat 24
Nuh (71), ayat 12.

Az Zamakhsyari berpendapat, amwaal mencakup harta yang bisa dikeluarkan zakatnya atau dikeluarkan darinya sedekah.

Dalam Kamus Al Mu’jam Al Wasit menyebutkan, maksud amwaal ialah apa yang engkau miliki dari segala sesuatu.

Dalam Kamus Dewan dijelaskan, harta ialah barang-barang berharga seperti rumah, tanah, barang-barang kemas dan sebagainya yang dimiliki oleh seseorang, syarikat atau pertubuhan dan harta benda bermaksud barang-barang kepunyaan atau berbagai barang yang berharga sebagai kekayaan.

Ibn Al Atsir berkata,
"Al-mal pada asalnya adalah apa yang dimiliki berupa harta, perak kemudian disandarkan ke atas setiap sesuatu yang diperoleh dan dimiliki dari harta benda.
Menurut orang Arab, lafaz mal lebih banyak disandarkan ke atas unta karena ia adalah harta yang paling banyak mereka miliki."

Kesimpulannya, amwaal bermaksud harta benda yang dimiliki oleh seseorang dari emas, perak dan sebagainya.

Sumber : Kamus Al Qur’an, PTS Islamika SDN BHD, Hal: 50

Unsur Pokok Surah Al Fath (الفتح)

Surat Al-Fath terdiri atas 29 ayat, termasuk golongan surat-surat Madaniyyah, diturunkan sesudah surat Al Jumu’ah.

Dinamai "Al-Fath (kemenangan)" diambil dari perkataan "Fat-han" yang terdapat pada ayat pertama surat ini.
Sebagian besar dari ayat-ayat surat ini menerangkan hal-hal yang berhubungan dengan kemenangan yang dicapai Nabi Muhammad ﷺ dalam peperangan-peperangannya.

Nabi Muhammad ﷺ sangat gembira dengan turunnya ayat pertama surat ini.
Kegembiraan ini dinyatakan dalam sabda beliau yang diriwayatkan Bukhari.
"Sesungguhnya telah diturunkan kepadaku satu surat, yang surat itu benar-benar lebih aku cintai dari seluruh apa yang disinari matahari."

Kegembiraan Nabi Muhammad ﷺ itu ialah karena ayat-ayatnya menerangkan tentang kemenangan yang akan diperoleh Muhammad ﷺ dalam perjuangannya.

Keimanan:

▪ Allah mempunyai tentara di langit dan di bumi.
▪ Janji Allah kepada orang mukmin bahwa mereka akan mendapat ampunan Tuhan dan pahala yang besar.
▪ Allah mengutus Muhammad ﷺ sebagai saksi, pembawa berita gembira dan pemberi peringatan.
▪ Agama Islam akan mengalahkan agama-agama lain.

Hukum:

▪ Orang pincang dan orang-orang yang sakit dibebaskan dari kewajiban berperang.

Kisah:

▪ Kejadian-kejadian sekitar Bai’aturridhwan dan Perdamaian Hudaibiyyah".

Lain-lain:

▪ Berita gembira yang disampaikan Allah kepada Nabi Muhammad ﷺ bahwa dia bersama-sama orang-orang mukmin akan memasuki kota Mekah dengan kemenangan, dan hal ini memang terlaksana setelah setahun kemudian.
▪ Sikap orang-orang mukmin terhadap sesama mukmin dan sikap mereka terhadap orang-orang kafir.
▪ Sifat-sifat Nabi Muhammad ﷺ dan para sahabatnya sudah disebutkan dalam Taurat dan Injil.
▪ Janji Allah bahwa orang Islam akan menguasai daerah-daerah yang sewaktu Nabi Muhammad ﷺ belum dikuasai.

Audio

QS. Al-Fath (48) : 1-29 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 29 + Terjemahan Indonesia

QS. Al-Fath (48) : 1-29 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 29

Gambar Kutipan Ayat

Surah Al Fath ayat 11 - Gambar 1 Surah Al Fath ayat 11 - Gambar 2
Statistik QS. 48:11
  • Rating RisalahMuslim
4.7

Ayat ini terdapat dalam surah Al Fath.

Surah Al-Fath (Arab: الفتح , “Kemenangan”) adalah surah ke-48 dalam Alquran.
Surah ini tergolong surah Madaniyah yang terdiri atas 29 ayat.
Dinamakan Al-Fath yang berarti Kemenangan diambil dari perkataan Fat-han yang terdapat pada ayat pertama surah ini.
Sebagian besar dari ayat-ayat surah ini menerangkan hal-hal yang berhubungan dengan kemenangan yang dicapai Nabi Muhammad ﷺ dalam peperangannya.

Nabi Muhammad ﷺ sangat gembira dengan turunnya ayat pertama surat ini.
Kegembiraan ini dinyatakan dalam sabda dia yang diriwayatkan Sahih Bukhari; Sesungguhnya telah diturunkan kepadaku satu surat, yang surat itu benar-benar lebih aku cintai dari seluruh apa yang disinari matahari.
Kegembiraan Nabi Muhammad ﷺ itu ialah karena ayat-ayatnya menerangkan tentang kemenangan yang akan diperoleh Muhammad ﷺ dalam perjuangannya dan tentang kesempurnaan nikmat Allah kepadanya.

Nomor Surah48
Nama SurahAl Fath
Arabالفتح
ArtiKemenangan
Nama lain
Tempat TurunMadinah
Urutan Wahyu111
JuzJuz 26
Jumlah ruku’3 ruku’
Jumlah ayat29
Jumlah kata560
Jumlah huruf2509
Surah sebelumnyaSurah Muhammad
Surah selanjutnyaSurah Al-Hujurat
Sending
User Review
4.3 (9 votes)
Tags:

48:11, 48 11, 48-11, Surah Al Fath 11, Tafsir surat AlFath 11, Quran Al-Fath 11, Surah Al Fath ayat 11

▪ q s al fath 11
Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa?
Klik di sini sekarang!

Video


Panggil Video Lainnya

Ayat Lainnya

QS. Ar Rahmaan (Yang Maha Pemurah) – surah 55 ayat 26 [QS. 55:26]

26-28. Usai menjelaskan anugerah-Nya bagi kelangsungan hidup makhluk di bumi, Allah mengingatkan bahwa semua itu tidak akan membuat mereka kekal. Semua yang ada di bumi itu akan binasa, mati dan menin … 55:26, 55 26, 55-26, Surah Ar Rahmaan 26, Tafsir surat ArRahmaan 26, Quran Ar-Rahman 26, ArRahman 26, Ar Rahman 26, Surah Ar Rahman ayat 26

QS. Yusuf (Nabi Yusuf) – surah 12 ayat 102 [QS. 12:102]

Demikianlah kisah tentang Nabi Yusuf. Allah menceritakan kisah ini kepada Nabi Muhammad agar menjadi pengajaran yang sangat berharga. Itulah sebagian berita gaib yang Kami wahyukan kepadamu, wahai Nab … 12:102, 12 102, 12-102, Surah Yusuf 102, Tafsir surat Yusuf 102, Quran Yusuf 102, Surah Yusuf ayat 102

Hadits Shahih

Podcast

Hadits & Doa

Soal & Pertanyaan Agama

Cara yang pertama kali ditempuh oleh Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam ketika melakukan dakwah di Mekkah secara terang- terangan adalah ...

Benar! Kurang tepat!

Berikut ini yang bukan merupakan substansi dakwah Rasulullah di Mekkah adalah ...

Benar! Kurang tepat!

Dari proses dakwah secara diam-diam yang dilakukan oleh Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam ketika melakukan dakwah di Mekkah, maka terdapat beberapa sahabat yang masuk Islam pertama kali. Mereka dikenal dengan sebutan ...

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
Assabiqunal awwalun adalah sebutan untuk sahabat-sahabat nabi Muhammad yang pertama kali memeluk islam.

Contohnya: Abu Bakar Ash Shiddiq, Utsman bin Affan, Ali bin Abi Thalib dan Khadijah ra. Assabiqunal awwalun artinya adalah orang-orang yang awal masuk atau memeluk agama islam.

+

Array

Masyarakat Arab sebelum Islam memiliki kebiasaan buruk, juga memiliki kebiasaan baik. Di bawah ini yang tidak termasuk kebiasaan baik masyarakat Arab sebelum Islam adalah ...

Benar! Kurang tepat!

Dalam QS. Al-Muddassir ayat 1-7 adalah menjadi dasar bagi Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam untuk melakukan dakwah di Mekkah secara ...

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
QS. Al Mudatsir adalah surah ke 74 dalam Alquran yang tergolong ke dalam surah Makkiyyah.

Pembahasan:

Ayat 1

يَا أَيُّهَا الْمُدَّثِّرُ

yaa ayyuhaal muddatstsir

Hai orang yang berkemul (berselimut)


Ayat 2

قُمْ فَأَنْذِرْ

Qum faandzir

bangunlah, lalu berilah peringatan


Ayat 3

وَرَبَّكَ فَكَبِّرْ

warabbaka fakabbir

dan Tuhanmu agungkanlah


Ayat 4

وَثِيَابَكَ فَطَهِّرْ

wa shiyabaqa fathahhir

dan pakaianmu bersihkanlah


Ayat 5

وَالرُّجْزَ فَاهْجُرْ

warrujja fahjur

dan perbuatan dosa tinggalkanlah


Ayat 6

وَلَا تَمْنُنْ تَسْتَكْثِرُ

wa laa tamnun tastakstir

dan janganlah kamu memberi (dengan maksud) memperoleh (balasan) yang lebih banyak.


Ayat 7

وَلِرَبِّكَ فَاصْبِرْ

walirabbaka fashbir

Dan untuk (memenuhi perintah) Tuhanmu, bersabarlah.

Pendidikan Agama Islam #11
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #11 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #11 2

Belajar lagi yaa...

Bagikan Prestasimu:

Soal Lainnya

Pendidikan Agama Islam #19

Salah satu hikmah mempercayai datangnya hari akhir, yaitu … berlomba-lomba mengerjakan PR memuaskan keinginan makan tambah yakin dengan kebesaran Allah

Pendidikan Agama Islam #18

Arti dari lafal لَكُمْ دِينُكُمْ yaitu … apa yang kamu sembah untukku agamaku agamaku untuk selamanya aku tidak menyembah untukmu

Pendidikan Agama Islam #28

Setiap umat Islam wajib menuntut ilmu. Bagaimana hukum mempelajari Ilmu Agama? Fardhu Ain Fardhu Kifayah Sunnah Muakad Mubah Makruh Benar!

Instagram