Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

QS. Al Fajr (Fajar) – surah 89 ayat 28 [QS. 89:28]

ارۡجِعِیۡۤ اِلٰی رَبِّکِ رَاضِیَۃً مَّرۡضِیَّۃً
Arji’ii ila rabbiki raadhiyatan mardhii-yatan;
Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang rida dan diridai-Nya.
―QS. Al Fajr [89]: 28

Return to your Lord, well-pleased and pleasing (to Him),
― Chapter 89. Surah Al Fajr [verse 28]

ٱرْجِعِىٓ kembalilah

Return
إِلَىٰ kepada

to
رَبِّكِ Tuhanmu

your Lord
رَاضِيَةً rida/puas

well pleased,
مَّرْضِيَّةً diridhoi

and pleasing.

Tafsir

Alquran

Surah Al Fajr
89:28

Tafsir QS. Al Fajr (89) : 28. Oleh Kementrian Agama RI


Dalam ayat-ayat ini, Allah memanggil jiwa yang tenang dan damai ketika diwafatkan, yaitu jiwa yang suci karena iman dan amal saleh yang dikerjakannya, sehingga memperoleh apa yang dijanjikan Allah kepadanya.
Jiwa itu diminta Allah untuk pulang memenuhi panggilan-Nya dengan menghadap kepada-Nya kembali dengan perasaan puas dan senang karena telah memenuhi perintah-perintah-Nya waktu hidup di dunia.

Allah juga puas dan senang kepadanya karena sudah menjalankan perintah-perintah-Nya.
Setelah datang kepada-Nya, jiwa itu dipersilakan Allah masuk ke dalam kelompok hamba-hamba-Nya, yaitu ke dalam surga-Nya.

Tafsir QS. Al Fajr (89) : 28. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Kembalilah kepada keridaan Tuhanmu dengan rasa puas terhadap nikmat yang telah dikaruniakan kepadamu, dan puas pula dengan perbuatan yang telah kamu lakukan.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Wahai jiwa yang tenang dengan mengingat Allah dan beriman kepada-Nya, dan tenang karena apa yang dijanjikan Allah kepadanya berupa surga kenikmatan yang disediakan bagi orang-orang yang beriman.
Kembalilah kepada Tuhanmu dalam keadan ridha kepada anugerah yang Allah berikan kepadamu, dan Allah pun ridha kepadamu.


Masuklah ke dalam golongan hamba Allah yang shalih, dan masuklah bersama mereka ke dalam surga-Ku.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Kembalilah kepada Rabbmu) perkataan ini diucapkan kepadanya sewaktu ia menjelang mati, yakni kembalilah kamu kepada perintah dan kehendak-Nya


(dengan hati yang puas) akan pahala yang kamu terima


(lagi diridai) di sisi Allah maksudnya, semua amal perbuatanmu diridai di sisi-Nya.
Jiwa yang beriman itu merasa puas dan diridai, kedudukan kedua lafal ini menjadi kata keterangan keadaan, kemudian dikatakan kepadanya pada hari kiamat nanti:

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:


Firman Allah subhanahu wa ta’ala

dan tiada seorang pun yang mengikat seperti ikatannya.
(QS. Al-Fajr [89]: 26)

Artinya tiada seorang pun yang lebih keras ikatannya dan pukulannya daripada ikatan dan pukulan Malaikat Zabaniyah (juru siksa) terhadap orang-orang yang kafir kepada Tuhan mereka.
Hal ini hanyalah menyangkut orang-orang yang berdosa dan orang-orang yang aniaya.
Adapun apa yang dialami oleh jiwa yang suci lagi tenang yang selalu tetap tunduk patuh kepada kebenaran, maka dikatakan kepadanya:

Hai jiwa yang tenang, kembalilah kepada Tuhanmu.
(QS. Al-Fajr [89]: 27-28)

Yaitu ke sisi-Nya, ke pahala-Nya, dan kepada apa yang telah disediakan oleh-Nya bagi hamba-hamba-Nya di dalam surga-Nya.

dengan hati yang puas lagi diridai.
(QS. Al-Fajr [89]: 28)


Yakni hati yang puas karena mendapat rida dari Allah subhanahu wa ta’ala

Maka masuklah ke dalam jamaah hamba-hamba-Ku.
(QS. Al-Fajr [89]: 29)

Maksudnya, ke dalam golongan mereka yang diridai.

dan masuklah ke dalam surga-Ku.
(QS. Al-Fajr [89]: 30)

Hal ini dikatakan kepada yang bersangkutan manakala dia menjelang ajalnya dan juga disaat hari kiamat.
Sebagaimana para malaikat menyampaikan kepadanya berita gembira ini di saat ia menjelang ajalnya dan di saat ia dibangkitkan dari kuburnya.

Kemudian ulama tafsir berbeda pendapat tentang siapa yang melatar belakangi turunnya ayat ini.
Maka menurut riwayat Ad-Dahhak, dari Ibnu Abbas, ayat ini diturunkan berkenaan dengan sahabat Usman ibnu Affan.
Dan menurut riwayat yang bersumberkan dari Buraidah ibnul Hasib, ayat ini diturunkan berkenaan dengan Hamzah ibnu Abdul Muttalib r.a.
Al-Aufi telah meriwayatkan dari ibnu Abbas, bahwa dikatakan kepada arwah yang tenang di hari kiamat:
Hai jiwa yang tenang, kembalilah kepada Tuhanmu.
(QS. Al-Fajr [89]: 27-28)
Maksudnya kepada temanmu masing-masing, yakni badannya masing-masing yang telah dihuninya ketika di dunia.
dengan hati yang puas lagi diridai-Nya.
(QS. Al-Fajr [89]: 28)

Diriwayatkan pula darinya bahwa dia membaca ayat ini dengan bacaan berikut:
Maka masuklah ke dalam jamaah hamba-hamba-Ku, dan masuklah ke dalam surga-Ku.
(QS. Al-Fajr [89]: 29-30)


Hal yang sama telah dikatakan oleh Ikrimah dan Al-Kalbi, dan pendapat ini dipilih oleh ibnu Jarir, tetapi pendapat ini garib.
Dan pendapat yang paling jelas (kuat) adalah yang pertama karena ada firman Allah subhanahu wa ta’ala yang menyebutkan:

kemudian mereka (hamba Allah) dikembalikan kepada Allah, Penguasa mereka yang sebenarnya.
(QS. Al-An’am [6]: 62)

Dan firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Dan sesungguhnya kita kembali kepada Allah.
(QS. Al-Mu’min [40]: 43)

Yakni kembali kepada hukum-Nya dan berdiri di hadapan-Nya.

Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ali ibnul Husain, telah menceritakan kepada kami Ahmad ibnu Abdur Rahman ibnu Abdullah Ad-Dusytuki.
telah menceritakan kepadaku ayahku, dari ayahnya, dari Asy’Ibnu Abbas sehubungan dengan makna firman-Nya:
Hai jiwa yang tenang, kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridai -Nya.
(QS. Al-Fajr [89]: 27-28)

Bahwa ayat ini diturunkan ketika Abu Bakar r.a. sedang duduk dihadapan Nabi ﷺ, lalu ia berkata,
"Wahai Rasulullah, alangkah baiknya hal ini."
Maka Rasulullah ﷺ menjawab:

Ingatlah, sesungguhnya hal itu akan dikatakan kepadamu.

Kemudian Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abu Sa’id Al-Asyaj, telah menceritakan kepada kami Ibnu Yaman, dari Asy’firman Allah subhanahu wa ta’ala berikut ini di hadapan nabi ﷺ:
Hai jiwa yang tenang, kembalilah kepada Tuhanmn dengan hati yang puas lagi diridai-Nya.
(QS. Al-Fajr [89]: 27-28)
Maka Abu Bakar r.a. berkata, bahwa sesungguhnya hal itu benar-benar baik.
Maka nabi ﷺ bersabda kepadanya:

Ingatlah sesungguhnya malaikat akan mengatakan hal itu kepadamu di saat (engkau) meninggal

Hal yang sama telah diriwayatkan oleh ibnu Jarir dari Abu Kuraib, dari ibnu Yaman dengan sanad yang sama.
Dan hadis ini bepredikat mursal lagi hasan.

Kemudian Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan pula kepada kami Al-Hasan ibnu Arafah, telah menceritakan kepada kami Marwan ibnu Syuja’ Al-Jazari, dari Salim Al-Aftas, dari Sa’id ibnu Jubair yang mengatakan bahwa ketika Ibnu Abbas meninggal dunia di Taif, datanglah suatu makhluk yang terbang yang tidak pernah terlihat sebelumnya berbentuk seperti Ibnu Abbas .
Lalu makhluk yang terbang itu masuk ke dalam katilnya dan tidak pernah kelihatan lagi keluar dari padanya.
Dan ketika jenazah Ibnu Abbas diletakkan di dalam liang lahatnya, maka terdengarlah ada yang membaca ayat berikut di pinggir kuburnya tanpa ada yang mengetahui siapa yang membacanya, yaitu firman-Nya:
Hai jiwa yang tenang, kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridai-Nya.
Maka masuklah ke dalam jamaah hamba-hamba-Kii, dan masuklah ke dalam surga-Ku.
(QS. Al-Fajr [89]: 27-30)

Imam Tabrani meriwayatkannya dari Abdullah ibnu Ahmad, dari ayahnya, dari Marwan ibnu Syuja’, dari Salim ibnu Ajlan Al-Aftas dengan sanad yang sama, lalu disebutkan hal yang sama.

Al-Hafiz Muhammad ibnul Munzir Al-Harawi yang dikenal dengan Basyukr telah menyebutkan di dalam Kitabul ‘Aja’ib berikut sanadnya dari Qabbas ibnu Razin alias Abu Hasyim yang mengatakan, bahwa ia ditawan di negeri Romawi, lalu Raja Romawi mengumpulkan semua tawanan, dan ia menawarkan agamanya kepada kami, bahwa barangsiapa yang menolak maka akan dipenggal kepalanya.Maka murtadlah ketiga orang dari kalangan mereka, lalu datanglah orang yang ke empat;
setelah ditawarkan kepadanya untuk murtad, ia menolak, maka dipenggallah kepalanya, lalu dijatuhkan (dilemparkan) ke sebuah sungai di sana.

Kemudian kepala orang itu pada mulanya tenggelam ke dalam air, tidak lama kemudian muncul mengambang dan ia memandang kepada ketiga orang temannya yang telah murtad itu dan mengatakan kepada mereka, bahwa hai Fulan, Fulan dan Fulan, dengan menyebutkan nama-nama mereka satu per satu.
Lalu ia melanjutkan, bahwa Allah subhanahu wa ta’ala telah berfirman di dalam kitab-Nya:
Hai jiwa yang tenang, kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridai-Nya.
Maka masuklah ke dalam jamaah hamba-hamba-Ku, dan masuklah ke dalam surga-Ku.
(QS. Al-Fajr [89]: 27-30)
Kemudian kepala orang itu tenggelam kembali ke dalam air.

Abu Hasyim melanjutkan kisahnya, bahwa pada saat itu juga hampir semua orang Nasrani masuk Islam, dan singgasana raja terjatuh;
dan ketiga orang yang tadinya murtad bertobat, lalu kembali lagi kepada agama Islam.

Abu Hasyim melanjutkan bahwa tidak lama kemudian datanglah tebusan para tawanan pasukan kaum muslim yang dikirim oleh khalifah Abu Ja’far Al-Mansur, sehingga kami pun bebas.

Al-Hafiz ibnu Asakir di dalam biografi Rawwahah binti Abu Amr Al-Auza’i, telah meriwayatkan dari ayahnya, bahwa telah menceritakan kepadaku Sulaiman ibnu Habib Al-Muharibi, telah menceritakan kepadaku Abu Umamah, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda kepada seorang lelaki:

Katakanlah,
"Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada Engkau jiwa yang hanya tenang kepada Engkau, beriman kepada hari bersua dengan Engkau, dan rida dengan keputusan Engkau dan menerima dengan tulus pemberian Engkau.

Kemudian Ibnu Asakir meriwayatkan dari Abu Sulaiman ibnu Wabar, bahwa ia telah mengatakan bahwa hadis Rawwahah ini adalah hadis yang tunggal (seorang budak wanita).

Demikian akhir tafsir surat Al-Fajr dengan memanjatkan puji dan syukur kepada Allah subhanahu wa ta’ala atas limpahan karunia-Nya.

Unsur Pokok Surah Al Fajr (الفجر)

Surat ini terdiri atas 30 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Al Lail.

Nama "Al Fajr" diambil dari kata Al Fajr yang terdapat pada ayat pertama surat ini yang artinya "fajar".

Keimanan:

▪ Allah bersumpah bahwa kafir tidak akan dapat dielakkan.
▪ Beberapa contoh dari umat-umat yang sudah dibinasakan.
▪ Kenikmatan hidup atau bencana yang dialami oleh seseorang, bukanlah tanda penghormatan atau penghinaan Allah kepadanya, melainkan cobaan belaka.
▪ Celaan terhadap orang-orang yang tidak mau memelihara anak yatim dan tidak memberi makan orang miskin.
▪ Kecaman terhadap orang yang memakan harta warisan dengan campur aduk dan orang yang amat mencintai harta.
▪ Malapetaka yang dihadapi orang-orang kafir di hari kiamat.
▪ Orang-orang yang berjiwa muthmainnah (tenang) mendapat kemuliaan di sisi Allah.

Audio

QS. Al-Fajr (89) : 1-30 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 30 + Terjemahan Indonesia

QS. Al-Fajr (89) : 1-30 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 30

Gambar Kutipan Ayat

Surah Al Fajr ayat 28 - Gambar 1 Surah Al Fajr ayat 28 - Gambar 2
Statistik QS. 89:28
  • Rating RisalahMuslim
4.6

Ayat ini terdapat dalam surah Al Fajr.

Surah Al-Fajr (bahasa Arab:الفجر, “Fajar”) adalah surah ke-89 dalam Alquran.
Surah ini tergolong surah Makkiyah yang terdiri atas 30 ayat.
Dinamakan Al-Fajr yang berarti Fajar diambil dari perkataan Al-Fajr yang terdapat pada ayat pertama surah ini.

Nomor Surah89
Nama SurahAl Fajr
Arabالفجر
ArtiFajar
Nama lain
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu10
JuzJuz 30
Jumlah ruku’1 ruku’
Jumlah ayat30
Jumlah kata139
Jumlah huruf584
Surah sebelumnyaSurah Al-Gasyiyah
Surah selanjutnyaSurah Al-Balad
Sending
User Review
4.6 (8 votes)
Tags:

89:28, 89 28, 89-28, Surah Al Fajr 28, Tafsir surat AlFajr 28, Quran Al-Fajr 28, Surah Al Fajr ayat 28

Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa?
Klik di sini sekarang!

Ayat Lainnya

QS. Ar Rahmaan (Yang Maha Pemurah) – surah 55 ayat 38 [QS. 55:38]

37-38. Usai menjelaskan ketidakmampuan manusia menghindar dari pertanggung jawaban, Allah menguraikan keadaan pada hari kemudian. Maka apabila langit telah terbelah karena takut dengan balasan Allah d … 55:38, 55 38, 55-38, Surah Ar Rahmaan 38, Tafsir surat ArRahmaan 38, Quran Ar-Rahman 38, ArRahman 38, Ar Rahman 38, Surah Ar Rahman ayat 38

QS. An Nisaa’ (Wanita) – surah 4 ayat 78 [QS. 4:78]

Di mana pun kamu berada, wahai orang-orang yang enggan berperang di jalan Allah, kematian itu pasti akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu berada pada persembunyian di dalam benteng yang tinggi dan ku … 4:78, 4 78, 4-78, Surah An Nisaa’ 78, Tafsir surat AnNisaa 78, Quran AnNisa 78, An-Nisa’ 78, Surah An Nisa ayat 78

Hadits Shahih

Podcast

Hadits & Doa

Soal & Pertanyaan Agama

Yang berarti “menggabungkan sesuatu dengan yang lain” adalah lafaz ...

Benar! Kurang tepat!

Alquran adalah mukjizat terbesar bagi Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam. Di bawah ini merupakan bukti bahwa Alquran adalah mukjizat yang terbesar adalah ...

Benar! Kurang tepat!

Fungsi utama kandungan Alquran yang menjelaskan kisah umat terdahulu adalah sebagai ...

Benar! Kurang tepat!

+

Array

Al-Lihyaniy berpendapat bahwa Alquran secara etimologi memiliki arti ...

Benar! Kurang tepat!

Selain berisi kisah-kisah umat terdahulu, dalam Alquran juga terdapat tamsil sebagai peringatan bagi manusia. Tamsil artinya ...

Benar! Kurang tepat!

Pendidikan Agama Islam #16
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #16 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #16 2

Belajar lagi yaa...

Bagikan Prestasimu:

Soal Lainnya

Pendidikan Agama Islam #2

Keberadaan Asmaul Husna, dijelaskan dalam Alquran surah … Taha ayat 7 Taha ayat 8 Taha ayat 6 Taha ayat 10

Pendidikan Agama Islam #29

وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ, potongan ayat di atas terdapat pada Alquran surah … Al Mujadalah ayat

Pendidikan Agama Islam #20

Yang termasuk mustahiq (orang berhak menerima zakat) berikut yaitu … orang kafir orang biasa kaum muslimin musawwir hamba sahaya Benar!

Instagram