Search
Generic filters
Cari Kategori
🙏 Pilih semua
Quran
Hadits
Kamus
Podcast
Soal Agama
Artikel, Doa, dll.

QS. Al Fajr (Fajar) – surah 89 ayat 28 [QS. 89:28]

ارۡجِعِیۡۤ اِلٰی رَبِّکِ رَاضِیَۃً مَّرۡضِیَّۃً
Arji’ii ila rabbiki raadhiyatan mardhii-yatan;
Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang rida dan diridai-Nya.
―QS. Al Fajr [89]: 28

Daftar isi

Return to your Lord, well-pleased and pleasing (to Him),
― Chapter 89. Surah Al Fajr [verse 28]

ٱرْجِعِىٓ kembalilah

Return
إِلَىٰ kepada

to
رَبِّكِ Tuhanmu

your Lord
رَاضِيَةً rida/puas

well pleased,
مَّرْضِيَّةً diridhoi

and pleasing.

Tafsir Quran

Surah Al Fajr
89:28

Tafsir QS. Al-Fajr (89) : 28. Oleh Kementrian Agama RI

Dalam ayat-ayat ini, Allah memanggil jiwa yang tenang dan damai ketika diwafatkan, yaitu jiwa yang suci karena iman dan amal saleh yang dikerjakannya, sehingga memperoleh apa yang dijanjikan Allah kepadanya.
Jiwa itu diminta Allah untuk pulang memenuhi panggilan-Nya dengan menghadap kepada-Nya kembali dengan perasaan puas dan senang karena telah memenuhi perintah-perintah-Nya waktu hidup di dunia.

Allah juga puas dan senang kepadanya karena sudah menjalankan perintah-perintah-Nya.
Setelah datang kepada-Nya, jiwa itu dipersilakan Allah masuk ke dalam kelompok hamba-hamba-Nya, yaitu ke dalam surga-Nya.

Tafsir QS. Al Fajr (89) : 28. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Kembalilah kepada keridaan Tuhanmu dengan rasa puas terhadap nikmat yang telah dikaruniakan kepadamu, dan puas pula dengan perbuatan yang telah kamu lakukan.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Wahai jiwa yang tenang dengan mengingat Allah dan beriman kepada-Nya, dan tenang karena apa yang dijanjikan Allah kepadanya berupa surga kenikmatan yang disediakan bagi orang-orang yang beriman.
Kembalilah kepada Tuhanmu dalam keadan ridha kepada anugerah yang Allah berikan kepadamu, dan Allah pun ridha kepadamu.


Masuklah ke dalam golongan hamba Allah yang shalih, dan masuklah bersama mereka ke dalam surga-Ku.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Kembalilah kepada Rabbmu) perkataan ini diucapkan kepadanya sewaktu ia menjelang mati, yakni kembalilah kamu kepada perintah dan kehendak-Nya


(dengan hati yang puas) akan pahala yang kamu terima


(lagi diridai) di sisi Allah maksudnya, semua amal perbuatanmu diridai di sisi-Nya.
Jiwa yang beriman itu merasa puas dan diridai, kedudukan kedua lafal ini menjadi kata keterangan keadaan, kemudian dikatakan kepadanya pada hari kiamat nanti:

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta’ala

dan tiada seorang pun yang mengikat seperti ikatannya.
(QS. Al-Fajr [89]: 26)

Artinya tiada seorang pun yang lebih keras ikatannya dan pukulannya daripada ikatan dan pukulan Malaikat Zabaniyah (juru siksa) terhadap orang-orang yang kafir kepada Tuhan mereka.
Hal ini hanyalah menyangkut orang-orang yang berdosa dan orang-orang yang aniaya.
Adapun apa yang dialami oleh jiwa yang suci lagi tenang yang selalu tetap tunduk patuh kepada kebenaran, maka dikatakan kepadanya:

Hai jiwa yang tenang, kembalilah kepada Tuhanmu.
(QS. Al-Fajr [89]: 27-28)

Yaitu ke sisi-Nya, ke pahala-Nya, dan kepada apa yang telah disediakan oleh-Nya bagi hamba-hamba-Nya di dalam surga-Nya.

dengan hati yang puas lagi diridai.
(QS. Al-Fajr [89]: 28)


Yakni hati yang puas karena mendapat rida dari Allah subhanahu wa ta’ala

Maka masuklah ke dalam jamaah hamba-hamba-Ku.
(QS. Al-Fajr [89]: 29)

Maksudnya, ke dalam golongan mereka yang diridai.

dan masuklah ke dalam surga-Ku.
(QS. Al-Fajr [89]: 30)

Hal ini dikatakan kepada yang bersangkutan manakala dia menjelang ajalnya dan juga disaat hari kiamat.
Sebagaimana para malaikat menyampaikan kepadanya berita gembira ini di saat ia menjelang ajalnya dan di saat ia dibangkitkan dari kuburnya.

Kemudian ulama tafsir berbeda pendapat tentang siapa yang melatar belakangi turunnya ayat ini.
Maka menurut riwayat Ad-Dahhak, dari Ibnu Abbas, ayat ini diturunkan berkenaan dengan sahabat Usman ibnu Affan.
Dan menurut riwayat yang bersumberkan dari Buraidah ibnul Hasib, ayat ini diturunkan berkenaan dengan Hamzah ibnu Abdul Muttalib r.a.
Al-Aufi telah meriwayatkan dari ibnu Abbas, bahwa dikatakan kepada arwah yang tenang di hari kiamat:
Hai jiwa yang tenang, kembalilah kepada Tuhanmu.
(QS. Al-Fajr [89]: 27-28)
Maksudnya kepada temanmu masing-masing, yakni badannya masing-masing yang telah dihuninya ketika di dunia.
dengan hati yang puas lagi diridai-Nya.
(QS. Al-Fajr [89]: 28)

Diriwayatkan pula darinya bahwa dia membaca ayat ini dengan bacaan berikut:
Maka masuklah ke dalam jamaah hamba-hamba-Ku, dan masuklah ke dalam surga-Ku.
(QS. Al-Fajr [89]: 29-30)


Hal yang sama telah dikatakan oleh Ikrimah dan Al-Kalbi, dan pendapat ini dipilih oleh ibnu Jarir, tetapi pendapat ini garib.
Dan pendapat yang paling jelas (kuat) adalah yang pertama karena ada firman Allah subhanahu wa ta’ala yang menyebutkan:

kemudian mereka (hamba Allah) dikembalikan kepada Allah, Penguasa mereka yang sebenarnya.
(QS. Al-An’am [6]: 62)

Dan firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Dan sesungguhnya kita kembali kepada Allah.
(QS. Al-Mu’min [40]: 43)

Yakni kembali kepada hukum-Nya dan berdiri di hadapan-Nya.


Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ali ibnul Husain, telah menceritakan kepada kami Ahmad ibnu Abdur Rahman ibnu Abdullah Ad-Dusytuki.
telah menceritakan kepadaku ayahku, dari ayahnya, dari Asy’as., dari Ja’far, dari Said ibnu Jubair, dari Ibnu Abbas sehubungan dengan makna firman-Nya:
Hai jiwa yang tenang, kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridai -Nya.
(QS. Al-Fajr [89]: 27-28)

Bahwa ayat ini diturunkan ketika Abu Bakar r.a. sedang duduk dihadapan Nabi ﷺ, lalu ia berkata,
"Wahai Rasulullah, alangkah baiknya hal ini."
Maka Rasulullah ﷺ menjawab:

Ingatlah, sesungguhnya hal itu akan dikatakan kepadamu.

Kemudian Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abu Sa’id Al-Asyaj, telah menceritakan kepada kami Ibnu Yaman, dari Asy’as., dari Sa’id ibnu Jubair yang mengatakan bahwa ia membaca firman Allah subhanahu wa ta’ala berikut ini di hadapan nabi ﷺ:
Hai jiwa yang tenang, kembalilah kepada Tuhanmn dengan hati yang puas lagi diridai-Nya.
(QS. Al-Fajr [89]: 27-28)
Maka Abu Bakar r.a. berkata, bahwa sesungguhnya hal itu benar-benar baik.
Maka nabi ﷺ bersabda kepadanya:

Ingatlah sesungguhnya malaikat akan mengatakan hal itu kepadamu di saat (engkau) meninggal

Hal yang sama telah diriwayatkan oleh ibnu Jarir dari Abu Kuraib, dari ibnu Yaman dengan sanad yang sama.
Dan hadis ini bepredikat mursal lagi hasan.

Kemudian Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan pula kepada kami Al-Hasan ibnu Arafah, telah menceritakan kepada kami Marwan ibnu Syuja’ Al-Jazari, dari Salim Al-Aftas, dari Sa’id ibnu Jubair yang mengatakan bahwa ketika Ibnu Abbas meninggal dunia di Taif, datanglah suatu makhluk yang terbang yang tidak pernah terlihat sebelumnya berbentuk seperti Ibnu Abbas .
Lalu makhluk yang terbang itu masuk ke dalam katilnya dan tidak pernah kelihatan lagi keluar dari padanya.
Dan ketika jenazah Ibnu Abbas diletakkan di dalam liang lahatnya, maka terdengarlah ada yang membaca ayat berikut di pinggir kuburnya tanpa ada yang mengetahui siapa yang membacanya, yaitu firman-Nya:
Hai jiwa yang tenang, kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridai-Nya.
Maka masuklah ke dalam jamaah hamba-hamba-Kii, dan masuklah ke dalam surga-Ku.
(QS. Al-Fajr [89]: 27-30)

Imam Tabrani meriwayatkannya dari Abdullah ibnu Ahmad, dari ayahnya, dari Marwan ibnu Syuja’, dari Salim ibnu Ajlan Al-Aftas dengan sanad yang sama, lalu disebutkan hal yang sama.

Al-Hafiz Muhammad ibnul Munzir Al-Harawi yang dikenal dengan Basyukr telah menyebutkan di dalam Kitabul ‘Aja’ib berikut sanadnya dari Qabbas ibnu Razin alias Abu Hasyim yang mengatakan, bahwa ia ditawan di negeri Romawi, lalu Raja Romawi mengumpulkan semua tawanan, dan ia menawarkan agamanya kepada kami, bahwa barangsiapa yang menolak maka akan dipenggal kepalanya.Maka murtadlah ketiga orang dari kalangan mereka, lalu datanglah orang yang ke empat;
setelah ditawarkan kepadanya untuk murtad, ia menolak, maka dipenggallah kepalanya, lalu dijatuhkan (dilemparkan) ke sebuah sungai di sana.

Kemudian kepala orang itu pada mulanya tenggelam ke dalam air, tidak lama kemudian muncul mengambang dan ia memandang kepada ketiga orang temannya yang telah murtad itu dan mengatakan kepada mereka, bahwa hai Fulan, Fulan dan Fulan, dengan menyebutkan nama-nama mereka satu per satu.
Lalu ia melanjutkan, bahwa Allah subhanahu wa ta’ala telah berfirman di dalam kitab-Nya:
Hai jiwa yang tenang, kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridai-Nya.
Maka masuklah ke dalam jamaah hamba-hamba-Ku, dan masuklah ke dalam surga-Ku.
(QS. Al-Fajr [89]: 27-30)
Kemudian kepala orang itu tenggelam kembali ke dalam air.

Abu Hasyim melanjutkan kisahnya, bahwa pada saat itu juga hampir semua orang Nasrani masuk Islam, dan singgasana raja terjatuh;
dan ketiga orang yang tadinya murtad bertobat, lalu kembali lagi kepada agama Islam.

Abu Hasyim melanjutkan bahwa tidak lama kemudian datanglah tebusan para tawanan pasukan kaum muslim yang dikirim oleh khalifah Abu Ja’far Al-Mansur, sehingga kami pun bebas.

Al-Hafiz ibnu Asakir di dalam biografi Rawwahah binti Abu Amr Al-Auza’i, telah meriwayatkan dari ayahnya, bahwa telah menceritakan kepadaku Sulaiman ibnu Habib Al-Muharibi, telah menceritakan kepadaku Abu Umamah, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda kepada seorang lelaki:

Katakanlah,
"Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada Engkau jiwa yang hanya tenang kepada Engkau, beriman kepada hari bersua dengan Engkau, dan rida dengan keputusan Engkau dan menerima dengan tulus pemberian Engkau.

Kemudian Ibnu Asakir meriwayatkan dari Abu Sulaiman ibnu Wabar, bahwa ia telah mengatakan bahwa hadis Rawwahah ini adalah hadis yang tunggal (seorang budak wanita).

Demikian akhir tafsir surat Al-Fajr dengan memanjatkan puji dan syukur kepada Allah subhanahu wa ta’ala atas limpahan karunia-Nya.

Unsur Pokok Surah Al Fajr (الفجر)

Surat ini terdiri atas 30 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Al Lail.

Nama "Al Fajr" diambil dari kata Al Fajr yang terdapat pada ayat pertama surat ini yang artinya "fajar".

Keimanan:

▪ Allah bersumpah bahwa azab terhadap orang-orang kafir tidak akan dapat dielakkan.
▪ Beberapa contoh dari umat-umat yang sudah dibinasakan.
▪ Kenikmatan hidup atau bencana yang dialami oleh seseorang, bukanlah tanda penghormatan atau penghinaan Allah kepadanya, melainkan cobaan belaka.
▪ Celaan terhadap orang-orang yang tidak mau memelihara anak yatim dan tidak memberi makan orang miskin.
▪ Kecaman terhadap orang yang memakan harta warisan dengan campur aduk dan orang yang amat mencintai harta.
▪ Malapetaka yang dihadapi orang-orang kafir di hari kiamat.
▪ Orang-orang yang berjiwa muthmainnah (tenang) mendapat kemuliaan di sisi Allah.

Ayat-ayat dalam Surah Al Fajr (30 ayat)

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30

Lihat surah lainnya

Audio Murottal

QS. Al-Fajr (89) : 1-30 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 30 + Terjemahan Indonesia



QS. Al-Fajr (89) : 1-30 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 30

Gambar Kutipan Ayat

Surah Al Fajr ayat 28 - Gambar 1 Surah Al Fajr ayat 28 - Gambar 2
Statistik QS. 89:28
  • Rating RisalahMuslim
4.6

Ayat ini terdapat dalam surah Al Fajr.

Surah Al-Fajr (bahasa Arab:الفجر, “Fajar”) adalah surah ke-89 dalam Alquran.
Surah ini tergolong surah Makkiyah yang terdiri atas 30 ayat.
Dinamakan Al-Fajr yang berarti Fajar diambil dari perkataan Al-Fajr yang terdapat pada ayat pertama surah ini.

Nomor Surah 89
Nama Surah Al Fajr
Arab الفجر
Arti Fajar
Nama lain
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 10
Juz Juz 30
Jumlah ruku’ 1 ruku’
Jumlah ayat 30
Jumlah kata 139
Jumlah huruf 584
Surah sebelumnya Surah Al-Gasyiyah
Surah selanjutnya Surah Al-Balad
Sending
User Review
4.6 (8 suara)
Bagi ke FB
Bagi ke TW
Bagi ke WA
Tags:

89:28, 89 28, 89-28, Surah Al Fajr 28, Tafsir surat AlFajr 28, Quran Al-Fajr 28, Surah Al Fajr ayat 28

Video Surah

89:28


Load More

Kandungan Surah Al Fajr

۞ QS. 89:6 • Ar Rabb (Tuhan) • Azab orang kafir

۞ QS. 89:13 • Ar Rabb (Tuhan) • Azab orang kafir

۞ QS. 89:14 • Ar Rabb (Tuhan) • Azab orang kafir • Maksiat dan dosa

۞ QS. 89:15 • Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 89:16 • Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 89:21 • Kedahsyatan hari kiamat • Sifat hari penghitungan

۞ QS. 89:22 • Ar Rabb (Tuhan) • Kedahsyatan hari kiamat • Sifat hari penghitungan

۞ QS. 89:23 • Kedahsyatan hari kiamat • Penghimpunan manusia dan keadaan mereka • Sifat hari penghitungan • Nama-nama neraka •

۞ QS. 89:24 • Mempersiapkan diri menghadapi hari kiamat • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka

۞ QS. 89:25 • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Azab orang kafir

۞ QS. 89:26 • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Azab orang kafir

۞ QS. 89:27 • Pahala iman • Keluarnya ruh orang mukmin

۞ QS. 89:28 • Pahala iman • Ar Rabb (Tuhan) • Keluarnya ruh orang mukmin

۞ QS. 89:29 • Pahala iman

۞ QS. 89:30 • Pahala iman

Ayat Pilihan

Jika kalian nampakkan atau sembunyikan kebaikan atau maafkan orang yang berbuat tak baik pada kalian,
Allah akan limpahkan pahala karena kalian beretika dengan etika ketuhanan, yaitu memberi maaf meski pada saat mampu untuk tidak memaafkan
QS. An-Nisa’ [4]: 149

Dan Dialah Yang menurunkan hujan sesudah mereka berputus asa & menyebarkan rahmat-Nya.
Dan Dialah Yang Maha Pelindung lagi Maha Terpuji.
QS. Asy-Syura [42]: 28

“Hasbunallahu wa ni’mal wakiil.”

Cukuplah Allah menjadi Penolong kami & Allah adalah sebaik-baik Pelindung.
QS. Ali ‘Imran [3]: 173

dan hendaklah kamu meminta ampun kepada Tuhanmu & bertaubat kepada-Nya.
(Jika kamu mengerjakan yang demikian),
niscaya Dia akan memberi kenikmatan yang baik (terus menerus) kepadamu sampai kepada waktu yang telah ditentukan..
QS. Hud [11]: 3

Hadits Shahih

Podcast

Doa Sehari-hari

Soal & Pertanyaan Agama

Dari proses dakwah secara diam-diam yang dilakukan oleh Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam ketika melakukan dakwah di Mekkah, maka terdapat beberapa sahabat yang masuk Islam pertama kali. Mereka dikenal dengan sebutan ...

Correct! Wrong!

Penjelasan:
Assabiqunal awwalun adalah sebutan untuk sahabat-sahabat nabi Muhammad yang pertama kali memeluk islam.

Contohnya: Abu Bakar Ash Shiddiq, Utsman bin Affan, Ali bin Abi Thalib dan Khadijah ra. Assabiqunal awwalun artinya adalah orang-orang yang awal masuk atau memeluk agama islam.

Cara yang pertama kali ditempuh oleh Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam ketika melakukan dakwah di Mekkah secara terang- terangan adalah ...

Correct! Wrong!

Berikut ini yang bukan merupakan substansi dakwah Rasulullah di Mekkah adalah ...

Correct! Wrong!

+

Array

Dalam QS. Al-Muddassir ayat 1-7 adalah menjadi dasar bagi Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam untuk melakukan dakwah di Mekkah secara ...

Correct! Wrong!

Penjelasan:
QS. Al Mudatsir adalah surah ke 74 dalam Alquran yang tergolong ke dalam surah Makkiyyah.

Pembahasan:

Ayat 1

u064au064eu0627 u0623u064eu064au0651u064fu0647u064eu0627 u0627u0644u0652u0645u064fu062fu0651u064eu062bu0651u0650u0631u064f

yaa ayyuhaal muddatstsir

Hai orang yang berkemul (berselimut)


Ayat 2

u0642u064fu0645u0652 u0641u064eu0623u064eu0646u0652u0630u0650u0631u0652

Qum faandzir

bangunlah, lalu berilah peringatan


Ayat 3

u0648u064eu0631u064eu0628u0651u064eu0643u064e u0641u064eu0643u064eu0628u0651u0650u0631u0652

warabbaka fakabbir

dan Tuhanmu agungkanlah


Ayat 4

u0648u064eu062bu0650u064au064eu0627u0628u064eu0643u064e u0641u064eu0637u064eu0647u0651u0650u0631u0652

wa shiyabaqa fathahhir

dan pakaianmu bersihkanlah


Ayat 5

u0648u064eu0627u0644u0631u0651u064fu062cu0652u0632u064e u0641u064eu0627u0647u0652u062cu064fu0631u0652

warrujja fahjur

dan perbuatan dosa tinggalkanlah


Ayat 6

u0648u064eu0644u064eu0627 u062au064eu0645u0652u0646u064fu0646u0652 u062au064eu0633u0652u062au064eu0643u0652u062bu0650u0631u064f

wa laa tamnun tastakstir

dan janganlah kamu memberi (dengan maksud) memperoleh (balasan) yang lebih banyak.


Ayat 7

u0648u064eu0644u0650u0631u064eu0628u0651u0650u0643u064e u0641u064eu0627u0635u0652u0628u0650u0631u0652

walirabbaka fashbir

Dan untuk (memenuhi perintah) Tuhanmu, bersabarlah.

Masyarakat Arab sebelum Islam memiliki kebiasaan buruk, juga memiliki kebiasaan baik. Di bawah ini yang tidak termasuk kebiasaan baik masyarakat Arab sebelum Islam adalah ...

Correct! Wrong!

Pendidikan Agama Islam #11
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #11 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #11 2

Belajar lagi yaa...

Share your Results:

Soal Agama Islam

Pendidikan Agama Islam #29

Sebagai perumpamaan orang yang mengajak berbuat baik, tetapi dirinya sendiri tidak melakukan adalah … Berikut kedudukan orang yang menuntut ilmu, kecuali … potongan ayat di atas terdapat pada Alquran surah … Ilmuan muslim yang dalam bidang kedokteran yang berasal dari Persia yaitu … Siapakah nabi yang lebih memilih ilmu daripada harta?

Pendidikan Agama Islam #18

Turunnya surah Ad-Dhuha menunjukkan… ..kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam.Surah Ad-Dhuha ayat ke-enam menunjukkan salah satu masa Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam yaitu … sebagai … Berikut ini yang bukan kandungan surah Ad-Dhuha adalah… .. Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam.Arti al-Kaafirun adalah … Arti dari lafal لَكُمْ دِينُكُمْ yaitu …

Pendidikan Agama Islam #6

Sifat dasar hukum Alquran adalah keseimbangan dalam hal aspek material dan psikologis, yang disebut sebagai … Alquran dimulai dengan surah Al Fatihah (pembukaan) dan berakhir dengan surah … Alquran adalah panduan dan pedoman manusia bagi mereka yang beriman. Ini dikonfirmasikan oleh Allah dalam surah … Alquran bertindak sebagai Hudan, yang artinya adalah … Dalam Surah Al-Baqarah ayat 2, Allah berfirman bahwa Alquran adalah pedoman untuk orang …

Kamus Istilah Islam

Istihsan

Apa itu Istihsan? is.tih.san pendapat yang berpegang pada kebaikan sesuatu bagi umat manusia sehingga apa yang dipandang baik boleh dikerjakan atau dipedomani ─────────── Fatwa yang dikeluarkan oleh seorang fâqih , hanya karena dia merasa hal itu adalah benar. Argumentasi dalam pikiran seorang fâqih tanpa bisa diekspresikan se … •

tartil

Apa itu tartil? tar.til membaca Alquran dengan pelan … •

Sulaiman bin Yasar

Siapa itu Sulaiman bin Yasar? Abu Ayyub Sulaiman bin Yasar Al-Hilali Al-Madani adalah seorang ulama terkenal dari golongan tabi’in, dan salah dari Tujuh Fuqaha Madinah. Ia diperkirakan lahir pada sekitar masa akhir kekhalifahan Utsman bin Affan. Ia adalah maula dari Maimunah binti al-Harits, salah seorang istri Nabi Muhammad. Sulaiman bin Yasar mempunyai saudara y … • Sulayman ibn Yasar, Abu Ayyub Sulaiman, Abu Ayyub