QS. Al Fajr (Fajar) – surah 89 ayat 15 [QS. 89:15]

فَاَمَّا الۡاِنۡسَانُ اِذَا مَا ابۡتَلٰىہُ رَبُّہٗ فَاَکۡرَمَہٗ وَ نَعَّمَہٗ ۬ۙ فَیَقُوۡلُ رَبِّیۡۤ اَکۡرَمَنِ
Fa-ammaa-insaanu idzaa maaabtalaahu rabbuhu fa-akramahu wana’aamahu fayaquulu rabbii akraman(i);

Adapun manusia apabila Tuhannya mengujinya lalu dia dimuliakan-Nya dan diberi-Nya kesenangan, maka dia akan berkata:
“Tuhanku telah memuliakanku”.
―QS. 89:15
Topik ▪ Zuhud ▪ Dunia merupakan tempat ujian ▪ Azab orang kafir
89:15, 89 15, 89-15, Al Fajr 15, AlFajr 15, Al-Fajr 15

Tafsir surah Al Fajr (89) ayat 15

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al Fajr (89) : 15. Oleh Kementrian Agama RI

Ayat ini menyatakan bahwa Allah menguji manusia dengan kemuliaan dan berbagai nikmat-Nya, seperti kekuasaan dan kekayaan.
Orang yang kafir dan durhaka akan memandang hal itu sebagai tanda bahwa Allah menyayangi mereka.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Manusia, jika diuji oleh Tuhan dengan memperoleh kemuliaan, berbagai kenikmatan seperti harta, kehormatan dan kekuatan, ia akan berkata dengan sombong, “Tuhanku telah memuliakanku, karena aku memang berhak untuk itu.”

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Adapun manusia) yakni orang kafir (apabila dia diuji) dikenakan ujian (oleh Rabbnya lalu dimuliakan-Nya) dengan harta benda dan lain-lainnya (dan diberi-Nya kesenangan, maka dia berkata, “Rabbku telah memuliakanku.”)

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman, mengingkari sifat manusia yang apabila Allah meluaskan baginya dalam hal rezeki untuk mengujinya melalui rezeki itu, maka ia menganggap bahwa hal itu merupakan kemuliaan dari Allah subhanahu wa ta’ala untuk dirinya.
Padahal kenyataanya tidaklah demikian, bahkan sebenarnya hal itu merupakan ujian dan cobaan, sebagaimana yang disebutkan di dalam firman-Nya:

Apakah mereka mengira bahwa harta dan anak-anak yang Kami berikan kepada mereka itu (berarti bahwa) Kami bersegera memberikan kebaikan-kebaikan kepada mereka?
Tidak, sebenarnya mereka tidak sadar.
(Q.S. Al-Mu’minun [23]: 55-56)

Demikian pula sebaliknya Allah menguji dan mencobanya dengan kesempitan rezeki, dia mengira bahwa hal itu merupakan penghinaan dari Allah subhanahu wa ta’ala kepadanya.
Maka disanggah oleh firman-Nya:

Sekali-kali tidak (demikian).
(Q.S. Al-Fajr [89]: 17)

Yakni sebenarnya tidaklah seperti yang diduganya baik dalam keadaan mendapat kesukaan maupun dalam keadaan mendapat kedukaan;karena sesungguhnya Allah memberi harta kepada siapa yang disukai-Nya dan juga kepada orang yang tidak disukai-Nya, dan Dia menyempitkan rezeki terhadap orang yang disukai-Nya dan juga terhadap orang yang tidak disukai-Nya.
Dan sesungguhnya pokok pangkal permasalahan dalam hal ini bergantung kepada ketaatan yang bersangkutan kepada Allah subhanahu wa ta’ala dalam dua keadaan tersebut.
Apabila ia diberi kekayaan, hendaknya ia bersyukur kepada Allah atas karunia-Nya itu; dan apabila mendapat kemiskinan, hendaknya ia bersabar dan tetap menjalankan ketaatan kepada Allah subhanahu wa ta’ala

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Sebenarnya kamu tidak memuliakan anak yatim.
(Q.S. Al-Fajr [89]: 17)

Di dalam ayat ini terkandung makna perintah untuk memuliakan anak yatim, sebagaimana yang disebutkan di dalam hadis yang diriwayatkan oleh Abdullah ibnul Mubarak, dari Sa’id ibnu Ayyub, dari Yahya ibnu Sulaiman, dari Yazid ibnu Abu Gayyas., dari Abu Hurairah, dari Nabi ﷺ yang telah bersabda:

Sebaik-baik rumah dikalangan kaum muslim adalah rumah yang di dalamnya terdapat anak yatim yang diperlakukan dengan baik, dan seburuk-buruk rumah di kalangan kaum muslim adalah rumah yang di dalamnya terdapat anak yatim yang di perlakukan dengan buruk.
Kemudian Nabi ﷺ berisyarat dengan kedua jari tangannya, lalu bersabda: Aku dan orang yang menjamin anak yatim berada di dalam surga seperti ini.

Abu Daud mengatakan, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnus Sabah ibnu Sufyan, telah menceritakan kepada Kami Abdul Aziz (yakni Ibnu Abu Hazim), telah menceritakan kepadaku ayahku, dari Sahl (yakni Ibnu Sa’id) bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda: Aku dan orang yang menjamin anak yatim seperti kedua jari ini di dalam surga.
Yakni berdekatan, seraya mengisyaratkan kedua jarinya, yaitu telunjuk dan jari tengahnya.

dan kamu tidak saling mengajak memberi makan orang miskin.
(Q.S. Al-Fajr [89]: 18)

Yaitu tidak memerintahkan orang lain untuk memberi santunan kepada orang-orang fakir dan miskin dan sebagian dari mereka tidak menganjurkan hal ini kepada sebagian yang lainnya.

dan kamu memakan harta pusaka dengan cara mencampur-adukan (yang halal dan yang haram).
(Q.S. Al-Fajr [89]: 19).

Yang dimaksud dengan turas ialah harta warisan, yakni memakannya tanpa mempedulikan dari arah mana dihasilkannya, baik dari cara halal maupun cara haram.

dan kamu mencintai harta benda dengan kecintaan yang berlebihan.
(Q.S. Al-Fajr [89]: 20)

Yakni kecintaan yang banyak; sebagian ulama mengartikannya kecintaan yang berlebihan.


Informasi Surah Al Fajr (الفجر)
Surat ini terdiri atas 30 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Al Lail.

Nama “Al Fajr” diambil dari kata Al Fajr yang terdapat pada ayat pertama surat ini yang artinya “fajar”.

Keimanan:

Allah bersumpah bahwa azab terhadap orang-orang kafir tidak akan dapat dielakkan
beberapa contoh dari umat-umat yang sudah dibinasakan
keni’matan hidup atau bencana yang dialami oleh seseorang, bukanlah tanda penghormatan atau penghinaan Allah kepadanya, melainkan cobaan belaka
celaan terhadap orang­orang yang tidak mau memelihara anak yatim dan tidak memberi makan orang miskin
kecaman terhadap orang yang memakan harta warisan dengan campur aduk dan orang yang amat mencintai harta
malapetaka yang dihadapi orang-orang kafir di hari kiamat
orang-orang yang berjiwa muthmainnah (tenang) mendapat kemuliaan di sisi Allah.

Lain-lain:

Allah bersumpah bahwa azab terhadap orang-orang kafir tidak akan dapat dielakkan
beberapa contoh dari umat-umat yang sudah dibinasakan
keni’matan hidup atau bencana yang dialami oleh seseorang, bukanlah tanda penghormatan atau penghinaan Allah kepadanya, melainkan cobaan belaka
celaan terhadap orang­orang yang tidak mau memelihara anak yatim dan tidak memberi makan orang miskin
kecaman terhadap orang yang memakan harta warisan dengan campur aduk dan orang yang amat mencintai harta
malapetaka yang dihadapi orang-orang kafir di hari kiamat
orang-orang yang berjiwa muthmainnah (tenang) mendapat kemuliaan di sisi Allah.

Ayat-ayat dalam Surah Al Fajr (30 ayat)

Audio

Qari Internasional

Q.S. Al-Fajr (89) ayat 15 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Al-Fajr (89) ayat 15 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Al-Fajr (89) ayat 15 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Al-Fajr - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 30 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 89:15
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Al Fajr.

Surah Al-Fajr (bahasa Arab:الفجر, "Fajar") adalah surah ke-89 dalam al-Qur'an.
Surah ini tergolong surah Makkiyah yang terdiri atas 30 ayat.
Dinamakan Al-Fajr yang berarti Fajar diambil dari perkataan Al-Fajr yang terdapat pada ayat pertama surah ini.

Nomor Surah 89
Nama Surah Al Fajr
Arab الفجر
Arti Fajar
Nama lain -
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 10
Juz Juz 30
Jumlah ruku' 1 ruku'
Jumlah ayat 30
Jumlah kata 139
Jumlah huruf 584
Surah sebelumnya Surah Al-Gasyiyah
Surah selanjutnya Surah Al-Balad
4.5
Ratingmu: 4.9 (9 orang)
Sending









Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Masukan & saran kirim ke email:
[email protected]

Made with in Yogyakarta