Al Baqarah (Sapi Betina) – surah 2 ayat 99 [QS. 2:99]

وَ لَقَدۡ اَنۡزَلۡنَاۤ اِلَیۡکَ اٰیٰتٍۭ بَیِّنٰتٍ ۚ وَ مَا یَکۡفُرُ بِہَاۤ اِلَّا الۡفٰسِقُوۡنَ
Walaqad anzalnaa ilaika aayaatin bai-yinaatin wamaa yakfuru bihaa ilaal faasiquun(a);

Dan sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu ayat-ayat yang jelas, dan tak ada yang ingkar kepadanya, melainkan orang-orang yang fasik.
―QS. 2:99
Topik ▪ Keingkaran dan sifat keras kepala bangsa Yahudi
2:99, 2 99, 2-99, Al Baqarah 99, AlBaqarah 99, Al-Baqarah 99

Tafsir surah Al Baqarah (2) ayat 99

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al Baqarah (2) : 99. Oleh Kementrian Agama RI

Allah subhanahu wa ta’ala menerangkan bahwa ayat-ayat yang diturunkan kepada Nabi Muhammad ﷺ.
itu mengandung kebenaran karena antara teori-teori iktiqadiyahnya dengan dalil-dalilnya terdapat keserasian, demikian pula antara hukum-hukumnya yang bersifat amali dengan segi-segi kemanfaatannya.
Tidaklah diperlukan dalil lain untuk membuktikan ayat-ayat itu, laksana cahaya yang menyinari segala sesuatu yang terang-benderang dengan sendirinya, tidak memerlukan sesuatu pun untuk membantu kecerahannya.
Orang-orang yang telah dipancari kebenaran, tetapi mereka itu lebih suka mencari kegelapan sebabnya tiada lain terkecuali karena hasad pada orang yang menampakkan hak juga karena sifat congkak dan sombong yang timbul dari mereka.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Jibril tidak akan menurunkan ke dalam hatimu selain bukti-bukti yang jelas.
Tidak ada jalan lain bagi pencari kebenaran kecuali mengimaninya.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Dan sungguh, telah kami turunkan kepadamu) hai Muhammad (ayat-ayat yang jelas) atau terang, menjadi ‘hal’ sebagai sanggahan terhadap ucapan Ibnu Shuriya yang mengatakan kepada Nabi ﷺ, “Kamu datang kepada kami tanpa membawa sesuatu apa pun!” (Dan tak ada yang ingkar kepadanya kecuali orang-orang yang fasik)

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Sungguh Kami telah menurunkan kepadamu wahai Rasul ayat-ayat yang jelas lagi nyata yang menetapkan bahwa engkau adalah utusan dari Allah dengan benar dan jujur.
Tidak ada yang mengingkari ayat-ayat Allah kecuali orang-orang yang menyimpang dari agama Allah.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Imam Abu Ja’far mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya: Dan sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu ayat-ayat-yang jelas…, hingga akhir ayat,

Yakni sesungguhnya Kami menurunkan kepadamu —Muhammad— alamat-alamat yang jelas yang menunjukkan akan kenabianmu.
Tanda-tanda tersebut adalah terkandung di dalam Kitabullah (Al-Qur’an) menyangkut rahasia ilmu-ilmu Yahudi dan rahasia-rahasia berita mereka yang disimpan rapi oleh mereka.
Juga mengandung berita kakek moyang mereka, berita tentang apa yang terkandung di dalam kitab-kitab mereka yang hanya diketahui oleh para rahib dan ulama mereka saja, dan hal-hal yang telah diubah oleh para pendahulu dan generasi penerus mereka yang berani mengubah hukum-hukum yang ada di dalam kitab Tauratnya.
Maka Allah subhanahu wa ta’ala memperlihatkan hal tersebut kepada Nabi-Nya, yakni Nabi Muhammad ﷺ melalui kitab (Al-Qur’an) yang diturunkan kepadanya.

Maka sesungguhnya hal tersebut seharusnya merupakan tanda-tanda yang jelas bagi orang yang menyadari keadaan dirinya dan tidak membiarkan dirinya termakan oleh rasa dengki dan kesombongan yang membinasakannya.
Mengingat setiap orang yang memiliki fitrah yang sehat niscaya membenarkan semisal apa yang didatangkan oleh Nabi Muhammad ﷺ, yaitu berupa ayat-ayat yang jelas.
Bukti-bukti tersebut mempunyai ciri khas dihasilkan oleh beliau ﷺ tanpa melalui proses belajar yang dituntutnya dari seorang manusia, tidak pula mengambil sesuatu dari manusia, seperti yang disebutkan oleh Ad-Dahhak, dari Ibnu Abbas r.a.
sehubungan dengan makna firman-Nya:

Dan sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu ayat-ayat yang jelas.

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman bahwa engkau membacakannya (Al-Qur’an) kepada mereka dan memberitahukannya kepada mereka di setiap pagi dan petang di antara keduanya, sedangkan di kalangan mereka engkau diketahui sebagai orang yang ummi (buta huruf), tetapi engkau memberitahukan kepada mereka semua hal yang ada di kalangan mereka sesuai dengan keadaan yang sesungguhnya.
Allah subhanahu wa ta’ala berfirman kepada mereka yang di dalamnya terkandung pelajaran dan penjelasan, tetapi sekaligus menjadi hujah terhadap mereka, seandainya mereka mengetahui.

Muhammad ibnu Ishaq mengatakan, telah menceritakan kepadanya Muhammad ibnu Abu Muhammad, dari Ikrimah atau Sa’id ibnu Jubair, dari Ibnu Abbas yang menceritakan bahwa Ibnu Suria Al-Qatwaini berkata kepada Rasulullah ﷺ, “Hai Muhammad, engkau tidak mendatangkan kepada kami sesuatu yang kami kenal, dan Allah tidak menurunkan kepadamu suatu ayat pun yang jelas yang menyebabkan kami mengikutimu.” Maka Allah menurunkan firman-Nya:

Dan sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu ayat-ayat yang jelas, dan tak ada yang ingkar kepadanya, melainkan orang-orang yang fasik.


Asbabun Nuzul
Sebab-Sebab Diturunkannya Surah Al Baqarah (2) Ayat 99

Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim dari Sa’id dan ‘Ikrimah, yang bersumber dari Ibnu ‘Abbas bahwa Ibnu Shuriya berkata kepada Nabi ﷺ: “Hai Muhammad.
Tuan tidak memberitahukan tentang apa-apa yang kami ketahui, dan Allah tidak menurunkan ayat yang jelas kepada tuan.” Maka Allah menurunkan ayat ini (Al-Baqarah: 99).

Sumber : Asbabun Nuzul-K.H.Q.Shaleh – H.A.A Dahlan dkk.

Informasi Surah Al Baqarah (البقرة)
Surat “Al Baqarah” yang terdiri dari 286 ayat ini turun di Madinah yang sebahagian besar diturun­kan pada permulaan tahun Hijrah, kecuali ayat 281 diturunkan di Mina pada Hajji wadaa’ (hajji Nabi Muhammad ﷺ yang terakhir).
Seluruh ayat dari surat Al Baqarah termasuk golong­an Madaniyyah, merupakan surat yang terpanjang di antara surat-surat Al Qur’an yang di dalamnya terdapat pula ayat yang terpanjang (ayat 282).

Surat ini dinamai “Al Baqarah” karena di dalamnya disebutkan kisah penyembelihan sapi betina yang diperintahkan Allah kepada Bani lsrail (ayat 67 sarnpai dengan 74), dimana dije­laskan watak orang Yahudi pada umumnya, Dinamai “Fusthaathul-Qur’an” (puncak Al Qur­ aan) karena memuat beberapa hukum yang tidak disebutkan dalam surat yang lain.
Dinamai juga surat “alif-laam-miim” karena surat ini dimulai dengan Alif-laam-miim.

Keimanan:

Da’wah lslamiyah yang dihadapkan kepada umat Islam, ahli kitab dan para musyrikin.

Hukum:

Perintah mengerjakan shalat
menunaikan zakat
hukum puasa
hukum haji dan umrah
hukum qishash
hal-hal yang halal dan yang haram
bernafkah di jalan Allah
hukum arak dan judi
cara menyantuni anak yatim, larangan riba
hu­tang piutang
nafkah dan yang berhak menerimanya
wasiyat kepada dua orang ibu­ bapak dan kaum kerabat
hukum sumpah
kewajiban menyampaikan amanat
sihir
hukum merusak mesjid
hukum merubah kitab-kitab Allah
hukum haidh, ‘iddah, thalak, khulu’, ilaa’
hukum susuan
hukum melamar
mahar larangan mengawini wanita musyrik dan sebaliknya
hukum perang.

Kisah:

Kisah penciptaan Nabi Adam a.s.
kisah Nabi Ibrahim a.s.
kisah Nabi Musa a.s, dengan Bani lsrail.

Lain-lain:

Sifat-sifat orang yang bertakwa
sifat-sifat orang munafik
sifat-sifat Allah
per­umpamaan-perumpamaan
kiblat, kebangkitan sesudah mati.

Audio

Qari Internasional

Al Baqarah (2) ayat 99 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Al Baqarah (2) ayat 99 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Al Baqarah (2) ayat 99 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Al Baqarah - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full 286 Ayat & Terjemahan


Gambar



Statistik
  • Rating RisalahMuslim

Surah Al Baqarah

Surah Al-Baqarah (Arab: سورة البقرة‎, bahasa Indonesia: "Sapi Betina") adalah surah ke-2 dalam Al-Qur'an.
Surah ini terdiri dari 286 ayat, 6.221 kata, dan 25.500 huruf dan tergolong surah Madaniyah.
Surah ini merupakan surah dengan jumlah ayat terbanyak dalam Al-Qur'an.
Surah ini dinamai al-Baqarah yang artinya Sapi Betina sebab di dalam surah ini terdapat kisah penyembelihan sapi betina yang diperintahkan Allah kepada Bani Israil (ayat 67-74).
Surah ini juga dinamai Fustatul Qur'an (Puncak Al-Qur'an) karena memuat beberapa hukum yang tidak disebutkan dalam surah yang lain.
Dinamai juga surah Alif Lam Mim karena ayat pertama di surah berisi tiga huruf arab yakni Alif, Lam, dan Mim.

Nomor Surah2
Nama SurahAl Baqarah
Arabالبقرة
ArtiSapi Betina
Nama lainFasthath al-Qur’an, Sanam al-Qur’an (Puncak Al-Quran), Al-Zahrawan (Dua yang Cemerlang), Alif Lam Mim
Tempat TurunMadinah
Urutan Wahyu87
JuzJuz 1 (ayat 1-141), 2 (ayat 142-252) dan 3 (ayat 253-286)
Jumlah ruku'40 ruku'
Jumlah ayat286
Jumlah kata6156
Jumlah huruf26256
Surah sebelumnyaSurah Al-Fatihah
Surah selanjutnyaSurah Ali 'Imran
4.7
Ratingmu: 4.3 (15 orang)
Sending

✅ URL singkat halaman ini: https://risalahmuslim.id/2-99







Pembahasan ▪ Ilmu walaqad

Video

Panggil Video Lainnya

RisalahMuslim di  







Email: [email protected]
Made with in Yogyakarta