QS. Al Baqarah (Sapi Betina) – surah 2 ayat 93 [QS. 2:93]

وَ اِذۡ اَخَذۡنَا مِیۡثَاقَکُمۡ وَ رَفَعۡنَا فَوۡقَکُمُ الطُّوۡرَ ؕ خُذُوۡا مَاۤ اٰتَیۡنٰکُمۡ بِقُوَّۃٍ وَّ اسۡمَعُوۡا ؕ قَالُوۡا سَمِعۡنَا وَ عَصَیۡنَا ٭ وَ اُشۡرِبُوۡا فِیۡ قُلُوۡبِہِمُ الۡعِجۡلَ بِکُفۡرِہِمۡ ؕ قُلۡ بِئۡسَمَا یَاۡمُرُکُمۡ بِہٖۤ اِیۡمَانُکُمۡ اِنۡ کُنۡتُمۡ مُّؤۡمِنِیۡنَ
Wa-idz akhadznaa miitsaaqakum warafa’naa fauqakumuth-thuura khudzuu maa aatainaakum biquu-watin waasma’uu qaaluuu sami’naa wa’ashainaa wausyribuu fii quluubihimul ‘ijla bikufrihim qul bi-asamaa ya’murukum bihi iimaanukum in kuntum mu’miniin(a);

Dan (ingatlah), ketika Kami mengambil janji dari kamu dan Kami angkat bukit (Thursina) di atasmu (seraya Kami berfirman):
“Peganglah teguh-teguh apa yang Kami berikan kepadamu dan dengarkanlah!” Mereka menjawab:
“Kami mendengar tetapi tidak mentaati”.
Dan telah diresapkan ke dalam hati mereka itu (kecintaan menyembah) anak sapi karena kekafirannya.
Katakanlah:
“Amat jahat perbuatan yang telah diperintahkan imanmu kepadamu jika betul kamu beriman (kepada Taurat).
―QS. 2:93
Topik ▪ Kematian pasti terjadi pada setiap makhluk hidup
2:93, 2 93, 2-93, Al Baqarah 93, AlBaqarah 93, Al-Baqarah 93

Tafsir surah Al Baqarah (2) ayat 93

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al Baqarah (2) : 93. Oleh Kementrian Agama RI

Dalam ayat ini Allah memberi peringatan sekali lagi kepada orang-orang Yahudi, meskipun terdapat perbedaan susunan kalimat, namun isinya memperkuat maknanya karunia dalam ayat ini termuat ancaman Allah terhadap mereka.

Pada ayat yang lain Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

Peganglah teguh-teguh apa yang Kami berikan kepadamu dan ingatlah selalu apa yang ada di dalamnya.
(Q.S Al Baqarah: 63)

Dan Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

Peganglah teguh-teguh apa yang Kami berikan kepadamu dan dengarkanlah.
(Q.S Al Baqarah: 93)

Allah memerintahkan kepada Nabi Muhammad ﷺ untuk mengatakan kepada orang-orang Yahudi agar mereka mau menerima perjanjian itu dan memahami isinya, akan tetapi mereka tidak suka melaksanakan perjanjian itu, bahkan mengingkarinya.

Perintah Tuhan, “Katakanlah” mengandung makna ejekan terhadap orang-orang Yahudi yang hidup di masa Nabi Muhammad ﷺ.
Ejekan itu ditujukan kepada mereka karunia mereka telah mengikuti jejak moyang mereka dalam mempersekutukan Tuhan.

Andai kata mereka masih mengaku betul-betul beriman kepada Kitab Taurat, maka alangkah jeleknya iman yang mereka nyatakan, sebab mereka tidak melakukan apa yang diperintahkan, bahkan melakukan tindakan-tindakan yang menyimpang dari ketentuan-ketentuan Kitab Taurat itu, yaitu melakukan penyembahan terhadap anak Sapi dan membunuh para nabi serta merusak perjanjian.
Berdasarkan bukti nyata dari perbuatan yang mereka lakukan itu, sukar mempercayai adanya iman di lubuk hati mereka.
Karena itu sikap perbuatan mereka serupa itu sama sekali tidak benar.

Ayat yang lalu dan ayat yang ini sebagai sanggahan terhadap pikiran orang-orang Yahudi yang tidak mau percaya kepada Nabi Muhammad ﷺ.
dan dugaan yang berlawanan dengan amal perbuatan mereka itu cukup menjadi bukti kekafirannya.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Ketika ia datang dengan membawa Tawrat dan kalian melihat tugas-tugas yang berat di dalamnya, kalian merasa keberatan dan ragu-ragu dengan beban-beban itu.
Allah telah memperlihatkan kebenaran dan manfaat pengajaran kitab ini kepada kalian.
Dia mengangkat bukit Tursina di atas kepala mereka sampai seakan-akan seperti naungan dan kalian mengira bahwa gunung itu akan jatuh di atas kalian.
Pada saat itu kalian memberitahukan bahwa kalian akan menerima dan menaati ajaran Tawrat.
Lalu Kami ambil janji kalian, yaitu bahwa kalian tidak akan tergoda oleh hawa nafsu hingga berpaling dari sikap taat kepada pesan-pesan yang dikandung di dalam kitab ini.
Kalian lalu berkata, “Kami percaya dan mendengar.” Tetapi perbuatan kalian memperlihatkan kedurhakaan dan pembangkangan.
Keimanan belum merasuk dalam hati kalian.
Keimanan tidak akan mungkin merasuk ke dalam hati orang-orang yang suka menyembah anak sapi.
Sungguh buruk apa yang diperintahkan oleh keimanan kalian itu!

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Dan ketika Kami mengambil ikrar darimu) untuk mengamalkan apa yang terdapat dalam Taurat (dan) sungguh (Kami angkat bukit di atasmu) maksudnya bukit Sinai, yakni untuk dijatuhkan di atasmu karena kamu menolak untuk berikrar itu, seraya Kami berfirman, (“Peganglah apa yang Kami berikan padamu) maksudnya taatilah dengan serius dan bersungguh-sungguh (dan dengarkanlah!”) Apa yang akan dititahkan kepadamu dengan patuh (Mereka menjawab, “Kami dengar) firman-Mu (tetapi tak hendak kami patuhi.”) perintah-Mu itu (dan diminumkan ke dalam hati mereka anak sapi) artinya diresapkan ke dalam hati mereka itu kecintaan menyembah anak sapi tak ubah bagai meresapnya minuman (karena kekafiran mereka.

Katakanlah) kepada mereka, (“Teramat jahatlah apa) maksudnya sesuatu (yang diperintahkan oleh keimananmu) terhadap Taurat itu, yaitu pemujaan anak sapi (jika kamu benar-benar beriman.”) kepadanya sebagai pengakuanmu itu! Maksud ayat, sebenarnya kamu tidak beriman, karena beriman yang sesungguhnya tidak mungkin menyuruh orang untuk menyembah anak sapi.

Yang diceritakan di sini nenek moyang mereka, tetapi yang dituju ialah mereka sendiri seolah-olah Allah berfirman, “Demikian pula halnya kamu tidak beriman pada Taurat, karena kamu mendustakan Muhammad, padahal keimanan pada kitab suci itu tak mungkin akan berakibat mendustakannya!”

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Ingatlah saat Kami mengambil perjanjian yang tegas atas kalian agar kalian menerima apa yang dibawa oleh Musa, yaitu Taurat, lalu kalian melanggar perjanjian tersebut, maka Kami mengangat gunung Thur di atas kepala kalian.
Kami berfirman kepada kalian, Ambillah apa yang telah Kami berikan kepada kalian dengan sungguh-sungguh, dengarkanlah dan taatilah, bila tidak maka Kami akan menimpakan gunung ini kepada kalian.
Lalu mereka menjawab.
Kami mendengar firman-Mu dan mendurhakai perintah-Mu.
Hal itu karena penyembahan kepada anak sapi telah merasuk ke dalam darah-daging kalian disebabkan sikap kalian yang senantiasa bersikukuh berjalan di atas kekufuran.
Katakan kepada mereka wahai Rasul.
Benar-benar buruk yang diperintahkan oleh imam kalian kepada kalian, yaitu kesesatan dan kekufuran, bila kalian memang benar-benar membenarkan apa yang diturunkan oleh Allah kepada kalian.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Allah subhanahu wa ta’ala menghitung-hitung kembali terhadap kekeliruan mereka, pelanggaran mereka terhadap janji dan sifat takabur mereka, serta berpalingnya mereka dari Allah subhanahu wa ta’ala hingga di suatu saat diangkat Bukit Tursina di atas mereka, akhirnya mereka mau menerima janji itu.
Tetapi sesudah itu mereka melanggarnya, seperti yang disebutkan oleh firman-Nya:

Mereka menjawab, “Kami mendengarkan, tetapi tidak menaati”

Tafsir ayat ini dikemukakan jauh sebelum ini.

Abdur Razzaq meriwayatkan dari Qatadah sehubungan dengan tafsir firman-Nya:

Dan telah diresapkan ke dalam hati mereka (kecintaan menyembah) anak sapi karena kekafirannya.

Qatadah mengatakan bahwa menyembah anak sapi telah meresap ke dalam hati mereka sehingga kecintaan mereka mendalam terhadap penyembahan tersebut.
Hal yang sama dikatakan pula oleh Abul Aliyah dan Ar-Rabi’ ibnu Anas.

Imam Ahmad meriwayatkan, telah menceritakan kepada kami Isam ibnu Khalid, telah menceritakan kepadaku Abu Bakar ibnu Abdullah ibnu Abu Maryam Al-Gassani, dari Khalid ibnu Muhammad As-Saqafi, dari Bilal ibnu Abu Darda, dari Nabi ﷺ yang telah bersabda: Kecintaanmu kepada sesuatu membuatmu buta dan tuli.

As-Saddi meriwayatkan bahwa Musa ‘alaihis salam segera menyembelih anak lembu itu dengan pisau besar kemudian mencampakkannya ke laut.
Setelah itu, maka tiada suatu laut pun yang mengalir di masa itu kecuali terjadi sesuatu padanya.
Kemudian Musa ‘alaihis salam berkata kepada mereka, “Minumlah kalian dari airnya!” Maka mereka pun minum.
Barang siapa yang cinta kepada anak lembu itu, maka keluarlah emas dari kedua sisi kumisnya.
Yang demikian itu disebutkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala melalui firman-Nya:

Dan telah diresapkan ke dalam hati mereka itu (kecintaan menyembah) anak sapi.

Ibnu Abu Hatim meriwayatkan, telah menceritakan kepada kami Abi (ayahku), telah menceritakan kepada kami Abdullah ibnu Raja’, telah menceritakan kepada kami Israil, dari Abi Ishaq, dari Imarah ibnu Umair dan Abu Abdur Rahman As-Sulami, dari Ali r.a.
yang mengatakan bahwa Musa ‘alaihis salam menuju ke arah patung anak lembu itu, lalu meletakkan kendi air di atasnya, kemudian ia mendinginkan anak lembu itu dengan air kendi tersebut, sedangkan ia berada di pinggir sungai.
Tiada seorang pun yang minum air tersebut dari kalangan orang-orang yang pernah menyembah anak lembu, melainkan wajahnya menjadi kuning seperti emas.

Sa’id ibnu Jubair mengatakan sehubungan dengan tafsir firman-Nya:

Dan telah diresapkan ke dalam hati mereka itu (kecintaan menyembah) anak sapi.

Ketika anak lembu itu dibakar, sesudah itu didinginkan dan ditaburkan abunya (ke sungai), maka mereka meminum airnya hingga wajah mereka tampak kuning seperti wama minyak za’faran.

Al-Qurtubi meriwayatkan dari kitab Al-Qusyairi, bahwa tiada seorang pun yang minum air sungai itu dari kalangan orang-orang yang menyembah anak lembu kecuali ia gila.
Kemudian Al-Qurtubi mengatakan, bukan pendapat ini yang dimaksud oleh ayat ini, karena makna yang dimaksud oleh konteks ayat ini ialah bahwa warna kuning tampak pada bibir dan wajah mereka.
Sedangkan hal yang termaktub menceritakan bahwa telah diresapkan ke dalam hati mereka kecintaan menyembah anak lembu, yakni di saat mereka menyembahnya.

Firman Allah subhanahu wa ta’ala::

Katakanlah, “Amat jahat perbuatan yang diperintahkan iman kalian kepada diri kalian jika betul kalian beriman (kepada Taurat).”

Artinya, alangkah jahat perbuatan yang sengaja kalian lakukan di masa lalu dan masa sekarang, yaitu kalian ingkar kepada tanda-tanda kebesaran Allah, menentang para nabi, dan dengan sengaja kalian ingkar kepada Nabi Muhammad ﷺ Hal terakhir ini merupakan dosa kalian yang paling besar dan paling parah kalian lakukan, mengingat kalian kafir kepada pemungkas para rasul, sedangkan dia adalah penghulu para nabi dan para rasul yang diutus kepada seluruh umat manusia.
Bagaimana kalian dapat mendakwakan bahwa diri kalian beriman, sedangkan kalian telah melakukan semua perbuatan yang buruk itu, antara lain kalian sering melanggar janji terhadap Allah, ingkar kepada ayat-ayat Allah, dan kalian berani menyembah anak sapi selain Allah subhanahu wa ta’ala?


Informasi Surah Al Baqarah (البقرة)
Surat “Al Baqarah” yang terdiri dari 286 ayat ini turun di Madinah yang sebahagian besar diturun­kan pada permulaan tahun Hijrah, kecuali ayat 281 diturunkan di Mina pada Hajji wadaa’ (hajji Nabi Muhammad ﷺ yang terakhir).
Seluruh ayat dari surat Al Baqarah termasuk golong­an Madaniyyah, merupakan surat yang terpanjang di antara surat-surat Al Qur’an yang di dalamnya terdapat pula ayat yang terpanjang (ayat 282).

Surat ini dinamai “Al Baqarah” karena di dalamnya disebutkan kisah penyembelihan sapi betina yang diperintahkan Allah kepada Bani lsrail (ayat 67 sarnpai dengan 74), dimana dije­laskan watak orang Yahudi pada umumnya, Dinamai “Fusthaathul-Qur’an” (puncak Al Qur­ aan) karena memuat beberapa hukum yang tidak disebutkan dalam surat yang lain.
Dinamai juga surat “alif-laam-miim” karena surat ini dimulai dengan Alif-laam-miim.

Keimanan:

Da’wah lslamiyah yang dihadapkan kepada umat Islam, ahli kitab dan para musyrikin.

Hukum:

Perintah mengerjakan shalat
menunaikan zakat
hukum puasa
hukum haji dan umrah
hukum qishash
hal-hal yang halal dan yang haram
bernafkah di jalan Allah
hukum arak dan judi
cara menyantuni anak yatim, larangan riba
hu­tang piutang
nafkah dan yang berhak menerimanya
wasiyat kepada dua orang ibu­ bapak dan kaum kerabat
hukum sumpah
kewajiban menyampaikan amanat
sihir
hukum merusak mesjid
hukum merubah kitab-kitab Allah
hukum haidh, ‘iddah, thalak, khulu’, ilaa’
hukum susuan
hukum melamar
mahar larangan mengawini wanita musyrik dan sebaliknya
hukum perang.

Kisah:

Kisah penciptaan Nabi Adam a.s.
kisah Nabi Ibrahim a.s.
kisah Nabi Musa a.s, dengan Bani lsrail.

Lain-lain:

Sifat-sifat orang yang bertakwa
sifat-sifat orang munafik
sifat-sifat Allah
per­umpamaan-perumpamaan
kiblat, kebangkitan sesudah mati.

Audio

Qari Internasional

Q.S. Al-Baqarah (2) ayat 93 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Al-Baqarah (2) ayat 93 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Al-Baqarah (2) ayat 93 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Al-Baqarah - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 286 & Terjemahan


Gambar



Statistik
  • Rating RisalahMuslim

Surah Al Baqarah

Surah Al-Baqarah (Arab: سورة البقرة‎, bahasa Indonesia: "Sapi Betina") adalah surah ke-2 dalam Al-Qur'an.
Surah ini terdiri dari 286 ayat, 6.221 kata, dan 25.500 huruf dan tergolong surah Madaniyah.
Surah ini merupakan surah dengan jumlah ayat terbanyak dalam Al-Qur'an.
Surah ini dinamai al-Baqarah yang artinya Sapi Betina sebab di dalam surah ini terdapat kisah penyembelihan sapi betina yang diperintahkan Allah kepada Bani Israil (ayat 67-74).
Surah ini juga dinamai Fustatul Qur'an (Puncak Al-Qur'an) karena memuat beberapa hukum yang tidak disebutkan dalam surah yang lain.
Dinamai juga surah Alif Lam Mim karena ayat pertama di surah berisi tiga huruf arab yakni Alif, Lam, dan Mim.

Nomor Surah2
Nama SurahAl Baqarah
Arabالبقرة
ArtiSapi Betina
Nama lainFasthath al-Qur’an, Sanam al-Qur’an (Puncak Al-Quran), Al-Zahrawan (Dua yang Cemerlang), Alif Lam Mim
Tempat TurunMadinah
Urutan Wahyu87
JuzJuz 1 (ayat 1-141), 2 (ayat 142-252) dan 3 (ayat 253-286)
Jumlah ruku'40 ruku'
Jumlah ayat286
Jumlah kata6156
Jumlah huruf26256
Surah sebelumnyaSurah Al-Fatihah
Surah selanjutnyaSurah Ali 'Imran
4.7
Ratingmu: 4.5 (9 orang)
Sending

✅ URL singkat halaman ini: https://risalahmuslim.id/2-93







Pembahasan ▪ surah 2 93

Video

Panggil Video Lainnya

RisalahMuslim di  







Email: [email protected]
Made with in Yogyakarta