Search
Exact matches only
Cari di judul
Cari di Arti & Tafsir
Search in comments
Search in excerpt
Filter by Custom Post Type
Filter berdasar surah
Pilih atau Semua
Abasa
Ad Dukhaan
Adh Dhuhaaa
Adz Dzaariyaat
Al 'Alaq
Al 'Ashr
Al A'laa
Al A'raaf
Al Aadiyaat
Al Ahqaaf
Al Ahzab
Al An 'aam
Al Anbiyaa
Al Anfaal
Al Ankabut
Al Balad
Al Baqarah
Al Bayyinah
Al Buruuj
Al Fajr
Al Falaq
Al Fath
Al Fatihah
Al Fiil
Al Furqaan
Al Ghaasyiyah
Al Haaqqah
Al Hadid
Al Hajj
Al Hasyr
Al Hijr
Al Hujurat
Al Humazah
Al Ikhlas
Al Infithar
Al Insaan
Al Insyiqaaq
Al Israa
Al Jaatsiyah
Al Jinn
Al Jumu'ah
Al Kaafiruun
Al Kahfi
Al Kautsar
Al Lahab
Al Lail
Al Ma'aarij
Al Maa'idah
Al Maa'un
Al Mu'min
Al Mu'minuun
Al Muddatstsir
Al Mujaadilah
Al Mulk
Al Mumtahanah
Al Munafiquun
Al Mursalat
Al Muthaffifin
Al Muzzammil
Al Qaari'ah
Al Qadr
Al Qalam
Al Qamar
Al Qashash
Al Qiyaamah
Al Waaqi'ah
Al Zalzalah
Alam Nasyrah
Ali Imran
An Naazi'at
An Nabaa
An Nahl
An Najm
An Naml
An Nas
An Nashr
An Nisaa'
An Nuur
Ar Ra'd
Ar Rahmaan
Ar Rum
As Sajdah
Ash Shaff
Ash Shaffaat
Asy Shyuura
Asy Syams
Asy Syu'araa
At Taghaabun
At Tahrim
At Takaatsur
At Takwir
At Taubah
At Tin
Ath Thaariq
Ath Thalaaq
Ath Thuur
Az Zukhruf
Az Zumar
Faathir
Fushshilat
Hud
Ibrahim
Luqman
Maryam
Muhammad
Nuh
Qaaf
Quraisy
Saba
Shaad
Thaa Haa
Yaa Siin
Yunus
Yusuf

💡 Ketik [nomer surah]-[nomer ayat], contoh: 2-255 atau albaqarah 255 atau ke www.risalahmuslim.id/2-255

Al Baqarah

Al Baqarah (Sapi Betina) surah 2 ayat 89


وَ لَمَّا جَآءَہُمۡ کِتٰبٌ مِّنۡ عِنۡدِ اللّٰہِ مُصَدِّقٌ لِّمَا مَعَہُمۡ ۙ وَ کَانُوۡا مِنۡ قَبۡلُ یَسۡتَفۡتِحُوۡنَ عَلَی الَّذِیۡنَ کَفَرُوۡا ۚۖ فَلَمَّا جَآءَہُمۡ مَّا عَرَفُوۡا کَفَرُوۡا بِہٖ ۫ فَلَعۡنَۃُ اللّٰہِ عَلَی الۡکٰفِرِیۡنَ
Walammaa jaa-ahum kitaabun min ‘indillahi mushaddiqun limaa ma’ahum wakaanuu min qablu yastaftihuuna ‘alaal-ladziina kafaruu falammaa jaa-ahum maa ‘arafuu kafaruu bihi fala’natullahi ‘alal kaafiriin(a);

Dan setelah datang kepada mereka Al Quran dari Allah yang membenarkan apa yang ada pada mereka, padahal sebelumnya mereka biasa memohon (kedatangan Nabi) untuk mendapat kemenangan atas orang-orang kafir, maka setelah datang kepada mereka apa yang telah mereka ketahui, mereka lalu ingkar kepadanya.
Maka laknat Allah-lah atas orang-orang yang ingkar itu.
―QS. 2:89
Topik ▪ Keingkaran dan sifat keras kepala bangsa Yahudi
2:89, 2 89, 2-89, Al Baqarah 89, AlBaqarah 89, Al-Baqarah 89
Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al Baqarah (2) : 89. Oleh Kementrian Agama RI

Allah subhanahu wa ta’ala menerangkan, bahwa setelah Alquran datang dari sisi Allah orang-orang Yahudi dan Nasrani mengingkarinya, padahal Alquran itu memberi petunjuk serta membenarkan Kitab Taurat yang ada pada mereka, yang sebelumnya sangat mereka harapkan kedatangannya untuk membenarkan yang terdapat dalam Kitab mereka, Akan tetapi setelah kebenaran yang mereka ketahui itu datang, mereka tidal: mau beriman.
Sebabnya ialah karunia mereka merasa akan kehilangan pengaruh, kekuasaan dan harta benda.
Maka patutlah apabila Allah menyatakan laknat, sebagai imbalan kekafiran yang bersarang dalam dada mereka.

Alquran disebut Kitab yang membenarkan kitab mereka karunia Alquran itu kandungannya sesuai dengan isi Kitab mereka dalam bidang tauhid dan prinsip-prinsip serta tujuan agama.
Mereka itu dengan datangnya kitab yang ditunggu-tunggu itu sebenarnya mengharapkan kemenangan atas orang-orang perkataan mereka bahwa kitab yang ditunggu-tunggu itu akan mendukung musyrikin Arab dan orang-orang kafir Mekah.
Hal ini dapat diketahui dari tauhid yang dibawa oleh Musa a.s.
untuk menundukkan agama wasaniyah yang dipeluk oleh orang-orang Arab.

Diriwayatkan dari lbnu Jarir dari Qatadah Al Ansari dari orang tua-tua dari kalangan Ansar, mereka berkata “Kisah yang tersebut dalam ayat ini ada lah kami dan orang-orang Yahudi Madinah, kami dahulu pernah -mengalahkan mereka di masa Jahiliah sedang waktu itu kami masih musyrik dan mereka ahli kitab.
Mereka mengatakan bahwa seorang nabi yang akan diutus telah dekat masanya, kami akan mengikutinya.
Bersama-sama nabi itu kami akan membinasakan kamu seperti Allah membinasakan kaum Ad dan Iram.
Akan tetapi setelah Rasulullah ﷺ diutus, kami mengikutinya, sedang orang-orang Yahudi itu mengingkarinya.

Dari kisah ini dapat dipahami, bahwa mereka sebenarnya dengki kepada orang orang Islam.
Kedengkian itu timbul setelah Allah mengutus Nabi Muhammad ﷺ.
dari kalangan orang-orang Arab, tidak dari kalangan mereka.
Itulah sebabnya mereka terjerumus di lembah keingikaran dan kekafiran.
Maka Allah memberikan ketetapan-Nya, bahwa mereka akan terusir dan jauh dari rahmat-Nya karunia keingkaran mereka pada kebenaran, setelah kebenaran yang diharap-harapkan itu nampak di hadapan mereka.

Al Baqarah (2) ayat 89 - dibacakan oleh Shaykh Mishari Alafasy Al Baqarah (2) ayat 89 - dibacakan oleh Syaikh Sa'ad Al-Ghamidi Al Baqarah (2) ayat 89 - dibacakan oleh Syaikh Muhammad Ayyub

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Dan ketika rasul Kami datang dengan membawa Al Quran–yaitu kitab yang diturunkan Allah untuk membenarkan Tawrat yang diturunkan kepada mereka sebelumnya–sementara mereka mengetahui, melalui Tawrat, kebenaran yang ada dalam Al Quran, mereka mengingkarinya dengan sikap membangkang dan iri karena rasul yang datang kepada mereka bukan dari bangsa mereka, Bani Israil.
Padahal sebelumnya, jika terjadi bentrokan dengan orang-orang musyrik dalam peperangan atau perkelahian, mereka mengatakan bahwa Allah akan menolong mereka dengan mengutus nabi terakhir yang disebut sebagai kabar gembira dalam kitab mereka.
Sifat-sifatnya sesuai dengan sifat-sifat Muhammad.
Ketahuilah bahwa laknat Allah akan menimpa orang-orang yang membangkang dan ingkar seperti mereka.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Dan tatkala datang kepada mereka Alquran dari Allah yang membenarkan apa yang ada pada mereka) yakni Taurat (padahal sebelumnya mereka) maksudnya sebelum datangnya Alquran itu (memohon pertolongan) agar beroleh kemenangan (atas orang-orang yang kafir) dengan mengucapkan, “Ya Allah, tolonglah kami dengan nabi yang akan dibangkitkan di akhir zaman.” (Maka setelah datang kepada mereka apa yang telah mereka ketahui) yaitu berupa kebenaran dengan diutusnya Nabi Muhammad itu (mereka lalu ingkar kepadanya) disebabkan kedengkian dan takut kehilangan pengaruh.
Jawaban bagi ‘lammaa’ atau ‘tatkala’ yang pertama, ditunjukkan oleh jawaban ‘lammaa’ yang kedua (maka laknat Allahlah atas orang-orang yang kafir itu).

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Saat Al-Quran datang kepada mereka dari Allah dengan membenarkan Taurat yang ada di tangan mereka, mereka mengingkarinya kenabian Muhammad ﷺ, padahal sebelum Muhammad diutus mereka berharap akan mendapatkan kemenangan dengannya melaawan orang-orang musyrikin Arab.
Mereka berkata, Telah dekat saat diutusnya Nabi akhir zaman, kami akan mengikutinya dan akan memerangi kalian bersamanya.
Akan tetapi saat Rasul yang mereka ketahui sifat-sifatnya dan kejujurannya tersebut datang, mereka justru mendustakanna dan mengingkarinya.
Maka laknat Allah atas siapa pun yang kafir kepada Nabiyullah dan utusan-Nya, Muhammad ﷺ dan kitab-kitab-Nya yang Dia wahyukan kepada-Nya.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Walamma ja-ahum, setelah datang kepada orang-orang Yahudi itu.

Kitabun min Indilah, Al-Qur’an yang diturunkan kepada Nabi Muhammad ﷺ

Musaddiqul lima ma ahum, yang isinya membenarkan kitab Taurat yang ada pada mereka.

Sedangkan mengenai makna firman-Nya:

padahal sebelumnya mereka biasa memohon (kedatangan Nabi) untuk mendapat kemenangan atas orang-orang kafir.

Makna yang dimaksud ialah bahwa sebelum kedatangan Rasul ﷺ yang membawa Al-Qur’an, mereka selalu memohon kepada Allah akan kedatangannya untuk menghadapi musuh mereka dari kalangan kaum musyrik, bila mereka berperang melawan kaum musyrik.
Mereka (Bani Israil) selalu mengatakan, “Sesungguhnya kelak akan diutus seorang nabi akhir zaman, kami akan bersamanya memerangi kalian sebagaimana kami memerangi kaum Ad dan kaum Iram.” Seperti yang dikatakan oleh Muhammad ibnu Ishaq, dari Asim ibnu Arm.
dari Qatadah Al-Ansari, dari pemuka-pemuka Ansar yang mengatakan, “Demi Allah, berkenaan dengan kami dan mereka ayat ini diturunkan,” yakni berkenaan dengan kaum Ansar dan orang-orang Yahudi yang bertetangga dengan merekalah kisah yang disebutkan dalam ayat berikut ini diturunkan, yaitu firman-Nya:

Dan setelah ‘datang kepada mereka Al-Qur’an dari Allah yang membenarkan apa yang ada pada mereka, padahal sebelumnya mereka biasa memohon (kedatangan Nabi) untuk mendapat kemenangan atas orang-orang kafir, maka setelah datang kepada mereka apa yang telah mereka ketahui, mereka lalu ingkar kepadanya.

Orang-orang Ansar mengatakan, “Kami berkuasa atas mereka dengan kekuatan dalam suatu masa di zaman Jahiliah, padahal kami berasal dari orang-orang musyrik, sedangkan mereka adalah ahli kitab.” Mereka selalu mengatakan, ‘Kelak akan muncul seorang nabi yang sekarang sudah tiba masa perutusannya dan nanti kami akan mengikutinya.
untuk memerangi kalian seperti kami memerangi kaum Ad dan Iram.
Tetapi setelah Allah mengutus rasul-Nya dari kalangan Quraisy, maka kami mengikutinya, sedangkan mereka sendiri ingkar kepadanya.” Allah subhanahu wa ta’ala berfirman sehubungan dengan sikap mereka itu:

Dan setelah datang kepada mereka apa yang telah mereka ketahui, mereka lalu ingkar kepadanya.
Maka laknat Allahlah atas orang-orang yang ingkar itu.

Ad-Dahhak meriwayatkan dari Ibnu Abbas sehubungan dengan tafsir firman-Nya:

padahal sebelumnya mereka biasa memohon (kedatangan Nabi) untuk mendapat kemenangan atas orang-orang kafir.

Bahwa mereka selalu memohon pertolongan seraya mengatakan, “Kami akan membantu Muhammad untuk melawan mereka,” tetapi pada hakikatnya tidaklah demikian, mereka hanya berdusta belaka.

Muhammad ibnu Ishaq meriwayatkan, telah menceritakan kepadanya Muhammad ibnu Abu Muhammad, telah menceritakan kepadaku Ikrimah atau Sa’id ibnu Jubair, dari Ibnu Abbas, bahwa orang-orang Yahudi di masa lalu selalu memohon kemenangan atas orang-orang Aus dan Khazraj dengan kedatangan Rasulullah ﷺ sebelum beliau diangkat menjadi utusan.
Akan tetapi, setelah Allah mengutusnya dari kalangan bangsa Arab, mereka kafir dan ingkar kepada apa yang selalu mereka katakan sebelumnya tentang dia.
Maka berkatalah kepada mereka Mu’az ibnu Jabal, Bisyr ibnul Barra ibnu Ma’rur, dan Daud ibnu Salamah, “Hai orang-orang Yahudi, bertakwalah kalian kepada Allah dan masuk Islamlah kalian.
Sesungguhnya kalian dahulu selalu memohon untuk mendapat kemenangan atas kami dengan datangnya Muhammad ﷺ, sedangkan kami masih dalam keadaan musyrik.
Kalian menceritakan kepada kami bahwa dia akan diutus dan kalian sebut pula sifat-sifatnya.”

Maka Salam ibnu Misykum, saudara Bani Nadir (salah seorang dari kalangan orang-orang Yahudi) menjawab, “Dia tidak menyampaikan kepada kami sesuatu pun yang kami kenal, dan dia bukanlah orang yang dahulu sering kami katakan kepada kalian.” Maka Allah menurunkan firman-Nya sehubungan dengan perkataan mereka itu: Dan setelah datang kepada mereka Al-Qur’an dari Allah yang membenarkan apa yang ada pada mereka.
(Al Baqarah:89), hingga akhir ayat.

Al-Aufi meriwayatkan dari Ibnu Abbas sehubungan dengan firman-Nya:

padahal sebelumnya mereka biasa memohon (kedatangan nabi) untuk mendapat kemenangan atas orang-orang kafir.

Mereka selalu memohon kemenangan dengan datangnya Nabi Muhammad ﷺ atas orang-orang musyrik Arab, yakni yang juga dari kalangan ahli kitab seperti mereka.
Tetapi setelah Nabi Muhammad ﷺ diutus dan kelihatan oleh mereka bukan dari kalangan mereka, maka mereka ingkar dan dengki kepadanya.

Abul Aliyah mengatakan, dahulu orang-orang Yahudi selalu memohon kemenangan dengan kedatangan Nabi Muhammad ﷺ atas orang-orang musyrik Arab.
Mereka mengatakan, “Ya Allah, utuslah nabi yang kami jumpai termaktub dalam kitab kami ini hingga kami dapat menghukum dan membunuh orang-orang musyrik.” Tetapi setelah Allah mengutus Nabi Muhammad ﷺ dan mereka melihatnya bukan dari kalangan mereka, maka mereka kafir kepadanya karena dengki terhadap bangsa Arab, padahal mereka mengetahui bahwa Nabi Muhammad ﷺ adalah utusan Allah.
Maka Allah subhanahu wa ta’ala berfirrnan:

Maka setelah datang kepada mereka apa yang telah mereka ketahui, mereka lalu ingkar kepadanya.
Maka laknat Allahlah atas orang-orang yang ingkar itu.

Qatadah mengatakan sehubungan dengan firman-Nya:

padahal sebelumnya mereka biasa memohon (kedatangan nabi) untuk mendapat kemenangan atas orang-orang kafir.

Dahulu mereka selalu mengatakan bahwa kelak akan muncul seorang nabi.
maka setelah datang kepada mereka apa yang telah mereka ketahui, mereka lalu ingkar kepadanya.

Mujahid mengatakan sehubungan dengan firman-Nya:

Dan setelah datang kepada mereka apa yang telah mereka ketahui, mereka lalu ingkar kepadanya.
Maka laknat Allah-lah atas orang-orang yang ingkar itu.

Mereka yang disebut di dalam ayat ini adalah orang-orang Yahudi.

Asbabun Nuzul
Sebab-Sebab Diturunkannya Surah Al Baqarah (2) Ayat 89

Diriwayatkan oleh al-Hakim di dalam kitab al-Mustadrak dan al-Baihaqi di dalam kitab ad-Dalaa-il, dengan sanad yang lemah, yang bersumber dari Ibnu ‘Abbas.
Bahwa kaum Yahudi Khaibar dahulu memerangi kaum Ghathafan (bangsa Arab).
Tiap kali bertempur, kaum Yahudi kalah.
Kemudian kaum Yahudi minta pertolongan dengan doa ini: “Ya Allah, sesungguhnya kami minta kepada-Mu dengan hak Muhammad, Nabi yang Umi, yang telah engkau janjikan kepada kami bahwa Engkau akan mengutus dia di akhir zaman.
Tidakkah Engkau akan menolong kami untuk mengalahkan mereka?

Apabila bertempur, mereka selalu berdoa dengan doa ini, sehingga kalahlah kaum Ghathafan.
Tetapi ketika Rasulullah diutus, mereka kufur kepada Nabi ﷺ.
Maka Allah menurunkan ayat ini (Al-Baqarah: 89) sebagai laknat kepada orang-orang yang memohon pertolongan Allah, yang setelah dikabulkan mengingkarinya.

Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim dari Sa’id atau ‘Ikrimah, yang bersumber dari Ibnu ‘Abbas.
Bahwa kaum Yahudi minta pertolongan untuk mengalahkan kaum Aus dan kaum Khazraj dengan memakai nama Rasulullah ﷺ, sebelum beliau diutus menjadi Rasul.
Akan tetapi setelah Allah mengutus Rasul dari bangsa Arab, mereka kufur kepadanya, dan mereka ingkari apa yang mereka katakan tentang Nabi ﷺ.
Maka berkatalah Mu’adz bin Jabal, Bisyr bin al-Barra’, dan Dawud bin Salamah kepada mereka: “Wahai kaum Yahudi.
Takutlah kamu kepada Allah dan masuk Islamlah kamu, karena kamu telah minta pertolongan kepada Allah memakai nama Muhammad untuk mengalahkan kami di saat kami termasuk kaum musyrikin.
Kamu memberi kabar kepada kami bahwa sesungguhnya ia (Muhammad) akan diutus, dan kamu mengemukakan sifat-sifat Muhammad dengan sifat yang ada padanya.” Maka berkatalah Salam bin Musykam, salah seorang dari Banin Nadlir: “Dia tidak memenuhi sifat-sifat yang kami kenal, dan dia bukan yang kami terangkan kepadamu.” Maka Allah menurunkan ayat ini (Al-Baqarah: 89) berkenaan dengan peristiwa tersebut.

Sumber : Asbabun Nuzul-K.H.Q.Shaleh – H.A.A Dahlan dkk.

Informasi Surah Al Baqarah (البقرة)
Surat “Al Baqarah” yang terdiri dari 286 ayat ini turun di Madinah yang sebahagian besar diturun­kan pada permulaan tahun Hijrah, kecuali ayat 281 diturunkan di Mina pada Hajji wadaa’ (hajji Nabi Muhammad ﷺ yang terakhir).
Seluruh ayat dari surat Al Baqarah termasuk golong­an Madaniyyah, merupakan surat yang terpanjang di antara surat-surat Al Qur’an yang di dalamnya terdapat pula ayat yang terpanjang (ayat 282).

Surat ini dinamai “Al Baqarah” karena di dalamnya disebutkan kisah penyembelihan sapi betina yang diperintahkan Allah kepada Bani lsrail (ayat 67 sarnpai dengan 74), dimana dije­laskan watak orang Yahudi pada umumnya, Dinamai “Fusthaathul-Qur’an” (puncak Al Qur­ aan) karena memuat beberapa hukum yang tidak disebutkan dalam surat yang lain.
Dinamai juga surat “alif-laam-miim” karena surat ini dimulai dengan Alif-laam-miim.

Keimanan:

Da’wah lslamiyah yang dihadapkan kepada umat Islam, ahli kitab dan para musyrikin.

Hukum:

Perintah mengerjakan shalat
menunaikan zakat
hukum puasa
hukum haji dan umrah
hukum qishash
hal-hal yang halal dan yang haram
bernafkah di jalan Allah
hukum arak dan judi
cara menyantuni anak yatim, larangan riba
hu­tang piutang
nafkah dan yang berhak menerimanya
wasiyat kepada dua orang ibu­ bapak dan kaum kerabat
hukum sumpah
kewajiban menyampaikan amanat
sihir
hukum merusak mesjid
hukum merubah kitab-kitab Allah
hukum haidh, ‘iddah, thalak, khulu’, ilaa’
hukum susuan
hukum melamar
mahar larangan mengawini wanita musyrik dan sebaliknya
hukum perang.

Kisah:

Kisah penciptaan Nabi Adam a.s.
kisah Nabi Ibrahim a.s.
kisah Nabi Musa a.s, dengan Bani lsrail.

Lain-lain:

Sifat-sifat orang yang bertakwa
sifat-sifat orang munafik
sifat-sifat Allah
per­umpamaan-perumpamaan
kiblat, kebangkitan sesudah mati.


Gambar Kutipan Surah Al Baqarah Ayat 89 *beta

Surah Al Baqarah Ayat 89



Statistik
  • Rating RisalahMuslim

Surah Al Baqarah

Surah Al-Baqarah (Arab: سورة البقرة‎, bahasa Indonesia: "Sapi Betina") adalah surah ke-2 dalam Al-Qur'an.
Surah ini terdiri dari 286 ayat, 6.221 kata, dan 25.500 huruf dan tergolong surah Madaniyah.
Surah ini merupakan surah dengan jumlah ayat terbanyak dalam Al-Qur'an.
Surah ini dinamai al-Baqarah yang artinya Sapi Betina sebab di dalam surah ini terdapat kisah penyembelihan sapi betina yang diperintahkan Allah kepada Bani Israil (ayat 67-74).
Surah ini juga dinamai Fustatul Qur'an (Puncak Al-Qur'an) karena memuat beberapa hukum yang tidak disebutkan dalam surah yang lain.
Dinamai juga surah Alif Lam Mim karena ayat pertama di surah berisi tiga huruf arab yakni Alif, Lam, dan Mim.

Nomor Surah2
Nama SurahAl Baqarah
Arabالبقرة
ArtiSapi Betina
Nama lainFasthath al-Qur’an, Sanam al-Qur’an (Puncak Al-Quran), Al-Zahrawan (Dua yang Cemerlang), Alif Lam Mim
Tempat TurunMadinah
Urutan Wahyu87
JuzJuz 1 (ayat 1-141), 2 (ayat 142-252) dan 3 (ayat 253-286)
Jumlah ruku'40 ruku'
Jumlah ayat286
Jumlah kata6156
Jumlah huruf26256
Surah sebelumnyaSurah Al-Fatihah
Surah selanjutnyaSurah Ali 'Imran
4.9
Rating Pembaca: 4.9 (29 votes)
Sending







Anda perlu login mengelola Bookmark.

📖 Lihat Semua Bookmark-ku