Search
Exact matches only
Cari di judul
Cari di Arti & Tafsir
Search in comments
Search in excerpt
Filter by Custom Post Type
Filter berdasar surah
Pilih atau Semua
Abasa
Ad Dukhaan
Adh Dhuhaaa
Adz Dzaariyaat
Al 'Alaq
Al 'Ashr
Al A'laa
Al A'raaf
Al Aadiyaat
Al Ahqaaf
Al Ahzab
Al An 'aam
Al Anbiyaa
Al Anfaal
Al Ankabut
Al Balad
Al Baqarah
Al Bayyinah
Al Buruuj
Al Fajr
Al Falaq
Al Fath
Al Fatihah
Al Fiil
Al Furqaan
Al Ghaasyiyah
Al Haaqqah
Al Hadid
Al Hajj
Al Hasyr
Al Hijr
Al Hujurat
Al Humazah
Al Ikhlas
Al Infithar
Al Insaan
Al Insyiqaaq
Al Israa
Al Jaatsiyah
Al Jinn
Al Jumu'ah
Al Kaafiruun
Al Kahfi
Al Kautsar
Al Lahab
Al Lail
Al Ma'aarij
Al Maa'idah
Al Maa'un
Al Mu'min
Al Mu'minuun
Al Muddatstsir
Al Mujaadilah
Al Mulk
Al Mumtahanah
Al Munafiquun
Al Mursalat
Al Muthaffifin
Al Muzzammil
Al Qaari'ah
Al Qadr
Al Qalam
Al Qamar
Al Qashash
Al Qiyaamah
Al Waaqi'ah
Al Zalzalah
Alam Nasyrah
Ali Imran
An Naazi'at
An Nabaa
An Nahl
An Najm
An Naml
An Nas
An Nashr
An Nisaa'
An Nuur
Ar Ra'd
Ar Rahmaan
Ar Rum
As Sajdah
Ash Shaff
Ash Shaffaat
Asy Shyuura
Asy Syams
Asy Syu'araa
At Taghaabun
At Tahrim
At Takaatsur
At Takwir
At Taubah
At Tin
Ath Thaariq
Ath Thalaaq
Ath Thuur
Az Zukhruf
Az Zumar
Faathir
Fushshilat
Hud
Ibrahim
Luqman
Maryam
Muhammad
Nuh
Qaaf
Quraisy
Saba
Shaad
Thaa Haa
Yaa Siin
Yunus
Yusuf

💡 surah 2 ayat 255 juga bisa langsung diakses di URL risalahmuslim.id/2-255

Al Baqarah

Al Baqarah (Sapi Betina) surah 2 ayat 88


وَ قَالُوۡا قُلُوۡبُنَا غُلۡفٌ ؕ بَلۡ لَّعَنَہُمُ اللّٰہُ بِکُفۡرِہِمۡ فَقَلِیۡلًا مَّا یُؤۡمِنُوۡنَ
Waqaaluuu quluubunaa ghulfun bal la’anahumullahu bikufrihim faqaliilaa maa yu’minuun(a);

Dan mereka berkata:
“Hati kami tertutup”.
Tetapi sebenarnya Allah telah mengutuk mereka karena keingkaran mereka, maka sedikit sekali mereka yang beriman.
―QS. 2:88
Topik ▪ Agama bangsa Yahudi
2:88, 2 88, 2-88, Al Baqarah 88, AlBaqarah 88, Al-Baqarah 88
Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al Baqarah (2) : 88. Oleh Kementrian Agama RI

Allah subhanahu wa ta’ala menjelaskan bahwa orang-orang Yahudi yang semasa dengan Muhammad ﷺ.
membuat pernyataan bahwa hati mereka tertutup terhadap dakwah Muhammad ﷺ perkataan mereka ini menunjukkan sikap mental yang mencegah mereka untuk memahami kitab yang dibawa Oleh Nabi Muhammad ﷺ.
Ayat ini searti dengan firman Allah:

Mereka berkata, “Hati kami berada dalam tutupan (yang menutupi) apa yang kamu seru kami kepadanya dan di telinga Kami ada sumbatan dan antara Kami dan kamu ada dinding”.
(Q.S Fussilat: 5)

Seperti telah disebutkan di atas, bahwa orang-orang yang mengatakan demikian itu, ialah mereka yang berada pada saat turunnya ayat dan sezaman dengan Muhammad ﷺ.
Allah subhanahu wa ta’ala membantah perkataan mereka karunia duduk persoalannya tidaklah seperti yang mereka katakan, bahwa hati mereka itu diciptakan sesuai dengan fitrah dan diberi bakat untuk menanggapi segala sesuatu yang dapat membuka hati mereka dan menyampaikan kepada kebenaran yang semestinya mereka dapat menilai kebenaran Kitab Alquran itu.
Akan tetapi karunia sikap mereka demikian, maka Allah membiarkan jauh dari rahmat-Nya karunia kekafiran yang bersarang di hati mereka terhadap para nabi yang telah lalu dan pada kitab-kitab yang tidak mereka amalkan ajarannya, bahkan mereka berani mengubah menurut kehendak hawa nafsu mereka.
Kemudian Allah subhanahu wa ta’ala menyebutkan laknat yang patut mereka terima dan alasan penimpaan laknat itu, yaitu supaya mereka dapat memahami sebab dan musababnya dengan disertai penjelasan pula bahwa sekali kali Allah subhanahu wa ta’ala tidal: menganiaya mereka karunia perbuatan mereka terus menerus bergelimang dalam kekafiran dan kemaksiatan yang menyebabkan hati mereka tertutup kekafiran untuk menerima kebenaran.

Kemudian Allah subhanahu wa ta’ala juga menyebutkan bahwa mereka beriman hanya dengan imam yang sekelumit saja.
Yang dimaksud dengan iman yang sekelumit ialah iman mereka kepada kitab, hanya sebahagiannya saja, sedang sebahagian yang lain mereka ubah menurut kehendak hawa nafsu, bahkan mereka enggan melakukannya.
Atau dengan perkataan lain, mereka tidal: mau mengamalkan keseluruhannya, bahkan yang mereka imani hanyalah sebagai ucapan lisan saja, tidal: terbukti dalam perbuatan.
ltulah sebabnya maka iman yang terdapat dalam hati mereka itu tak mampu untuk mengendalikan kemauan mereka, sehingga akibatnya hawa nafsu mereka telah menyeret ke lembah kekafiran

Al Baqarah (2) ayat 88 - dibacakan oleh Shaykh Mishari Alafasy Al Baqarah (2) ayat 88 - dibacakan oleh Syaikh Sa'ad Al-Ghamidi Al Baqarah (2) ayat 88 - dibacakan oleh Syaikh Muhammad Ayyub

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Begitu juga sikap kalian terhadap Rasul Kami, Muhammad Penutup nabi-nabi.
Ketika ia mengajak memeluk Islam, kalian mengatakan, “Hati kami benar-benar tertutup hingga menghalangi seruanmu untuk menembusnya.
Hampir-hampir saja kami tidak mengerti sama sekali apa yang kamu serukan.” Tetapi, sesungguhnya hati mereka bukan seperti apa yang mereka kira.
Mereka sebenarnya angkuh dan lebih mengutamakan kesesatan daripada petunjuk.
Maka Allah melaknat mereka karena kekufuran mereka dan melemahkan keyakinan serta keimanan mereka.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Dan mereka berkata) kepada nabi untuk berolok-olok, (“Hati kami tertutup”) jamak dari ‘aghlaf’ yang berarti dibungkus tertutup rapat, sehingga tak dapat mendengar apa yang dikatakan orang.
Firman Allah Taala, (“Tetapi) menegaskan kenyataan sebenarnya (Allah telah mengutuk mereka) menjauhkan mereka dari rahmat-Nya dengan menolak permohonan mereka sehingga mereka menjadi putus asa (disebabkan kekafiran mereka) jadi bukanlah karena cacat pada hati mereka, (maka hanya sedikit sekali mereka yang beriman”).
‘Maa’ merupakan tambahan untuk menunjukkan teramat sedikitnya mereka yang beriman itu.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Bani Israil berkata kepada Nabiyullah dan utusan-Nya Muhammad ﷺ, Hati kami tertutup, ucapanmu tidak merasuk kedalamnya.
Padahal perkaranya tidak seperti yang mereka katakan.
Sebaliknya hati mereka dilaknat, dikunci rapat oleh Allah, mereka terusir dari rahmat Allah disebabkan karena pengingkaran mereka, sehingga mereka tidak beriman kecuali dengan iman yang sangat sedikit yang tidak berguna bagi mereka.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Muhammad ibnu Ishaq meriwayatkan, telah menceritakan kepadanya Muhammad ibnu Abu Muhammad, dari Ikrimah atau Sa’id, dari Ibnu Abbas r.a.
sehubungan dengan makna gulfun, bahwa makna yang dimaksud ialah hati kami tertutup.

Ali ibnu Abu Talhah meriwayatkan dari Ibnu Abbas sehubungan dengan tafsir lafaz gulfun, bahwa makna yang dimaksud ialah hati kami tidak dapat memahami.

Al-Aufi meriwayatkan dari Ibnu Abbas sehubungan dengan tafsir lafaz ini, bahwa makna yang dimaksud ialah hati yang terkunci mati.
Mujahid mengatakan sehubungan dengan tafsir lafaz ini, qulubuna gulfun artinya hati yang telah tertutup oleh gisyawah (penutup).
Ikrimah mengatakan hati yang telah terkunci mati.
Abul Aliyah mengatakan hati yang tidak dapat mengerti.
Menurut Assaddi yaitu hati yang tertutup oleh gilaf (penutup).
Abdur Razaq mengatakan dari Ma’mar, dari Qatadah, artinya ‘maka hati yang tidak dapat memahami dan tidak pula mengerti’.
Mujahid dan Qatadah mengatakan bahwa Ibnu Abbas membacanya gulufun dengan huruf lam yang di-dammah-kan, bentuk jamak dari lafaz gilafun artinya hati kami merupakan wadah bagi semua ilmu, maka kami tidak memerlukan lagi ilmumu.

Ibnu Abbas dan Ata mengatakan sehubungan dengan tafsir firman-Nya:

Tetapi sebenarnya Allah telah mengutuk mereka karena keingkaran mereka.

Maksudnya, Allah telah mengusir dan menjauhkan mereka dari semua kebaikan.
maka sedikit sekali mereka yang beriman.

Menurut Qatadah, makna ayat ini ialah tiada yang beriman dari kalangan mereka kecuali sedikit sekali.
Dan firman-Nya: Dan mereka berkata, “Hati kami tertutup” (Al Baqarah:88) sama maknanya dengan apa yang terkandung di dalam ayat lain, yaitu firman-Nya:

Mereka berkata, “Hati kami berada dalam tutupan (yang menutupi) apa yang kalian seru kami kepadanya.” (Al Fushilat:5)

Abdur Rahman ibnu Zaid ibnu Aslam mengatakan sehubungan dengan tafsir lafaz gulfun, perihalnya sama dengan perkataanmu, “Hatiku dalam keadaan tertutup,” karena itu ia tidak dapat memahami apa yang sampai kepadanya.
Lalu Abdur Rahman membacakan firman-Nya: Mereka berkata, “Hati kami berada dalam tutupan (yang menutupi) apa yang kalian seru kami kepadanya.” (Al Fushilat:5)

Pendapat inilah yang di-rajih-kan (dikuatkan) oleh Ibnu Jarir, dan ia mendasari pendapatnya dengan sebuah hadis yang diriwayatkan melalui Amr ibnu Murrah Al-Jumali, dari Abul Bukhturi, dari Huzaifah yang mengatakan bahwa hati itu ada empat macam, lalu ia menyebutkan salah satunya, yaitu hati yang tertutup lagi dibenci, hati ini adalah hatinya orang kafir.

Ibnu Abu Hatim meriwayatkan, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Abdur Rahman Al-Arzami, telah menceritakan kepada kami ayahnya, dari kakeknya, dari Qatadah, dari Al-Hasan sehubungan dengan tafsir firman-Nya, “Qulubuna gulfun” artinya hati kami belum dikhitan (belum dibersihkan).
Pendapat ini merujuk kepada pendapat yang telah lalu, yaitu yang mengatakan bahwa hati mereka tidak suci dan jauh dari kebaikan.

Pendapat yang lainnya dikatakan oleh Ad-Dahhak, dari Ibnu Abbas r.a., bahwa qulubuna gulfun artinya hati kami telah penuh, tidak lagi memerlukan ilmu Muhammad, tidak pula yang lainnya.

Atiyyah Al-Aufi mengatakan dari Ibnu Abbas bahwa makna gulufun yakni wadah ilmu.
Berdasarkan makna ini ada sebagian kalangan sahabat Ansar yang membacanya demikian (yakni bukan gulfun, melainkan gulufun).
Bacaan ini diriwayatkan oleh Ibnu Jarir, yakni dengan huruf lam yang di-damah-kan, dinukil oleh Az-Zamakhsyari.
Makna lafaz gulfun adalah bentuk jamak dari lafaz gilafun, aetinya wadah, yakni mereka menduga bahwa hati mereka telah penuh dengan ilmu.
Karenanya mereka tidak lagi memerlukan ilmu yang lain, sebagaimana mereka biasa memberikan fatwa mengenai ilmu kitab Taurat.
Karena itu, Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

Tetapi sebenarnya Allah telah mengutuk mereka karena keingkaran mereka, maka sedikit sekali mereka yang beriman.
(Al Baqarah:88)

Dengan kata lain, keadaannya tidaklah seperti apa yang mereka duga, melainkan hati mereka telah tertutup dan terkunci mati, seperti pengertian yang terkandung di dalam ayat surat An-Nisa, yaitu:

Dan perkataan mereka, “Hati kami tertutup.” Bahkan sebenarnya Allah telah mengunci mati hati mereka karena kekafirannya, karena itu mereka tidak beriman kecuali sebagian kecil dari mereka.
(An Nisaa:155)

Mereka berbeda pendapat mengenai firman-Nya, “Faqalilamma yu-minuna,”” dan firman-Nya, “Fala yu-minuna illa qalilan” Sebagian dari mereka mengatakan, artinya yaitu sedikit sekali orang yang beriman dari kalangan mereka.
Menurut pendapat yang lain, sedikit sekali iman mereka.
Dengan kata lain, mereka beriman kepada apa yang disampaikan oleh Musa kepada mereka tentang hari akhirat, pahala, dan siksaan.
Akan tetapi, iman tersebut tiada manfaatnya bagi mereka karena hati mereka dipenuhi oleh kekufuran terhadap apa yang disampaikan oleh Nabi Muhammad ﷺ kepada mereka.

Sebagian yang lain mengatakan, sesungguhnya mereka (Bani Israil) tidak memiliki iman barang sedikit pun, dan sesungguhnya disebutkan di dalam firman-Nya, “Faqalilamma yu-minun,” menunjukkan ketiadaan iman pada mereka, yakni mereka semuanya kafir.
Pengertian kalimat ini sama dengan ucapan orang-orang Arab, “Qallama ra-aitu misla haza qattu” (aku jarang sekali melihat hal semisal ini).

Makna yang dimaksud ialah ma ra-aitu misla haza qaltu (aku belum pernah melihat hal yang semisal dengan ini).
Imam Kisai’ berkata bahwa orang-orang Arab mengatakan, “Man zana bi ardin qallama tanbutu” (barang siapa yang berzina di suatu tanah, maka tanah itu jarang dapat menumbuhkan tetumbuhan).
Makna yang dimaksud ialah, tanah tersebut tidak dapat menumbuhkan sesuatu pun.
Demikian menurut riwayat Ibnu Jarir rahimahullah.

Informasi Surah Al Baqarah (البقرة)
Surat “Al Baqarah” yang terdiri dari 286 ayat ini turun di Madinah yang sebahagian besar diturun­kan pada permulaan tahun Hijrah, kecuali ayat 281 diturunkan di Mina pada Hajji wadaa’ (hajji Nabi Muhammad ﷺ yang terakhir).
Seluruh ayat dari surat Al Baqarah termasuk golong­an Madaniyyah, merupakan surat yang terpanjang di antara surat-surat Al Qur’an yang di dalamnya terdapat pula ayat yang terpanjang (ayat 282).

Surat ini dinamai “Al Baqarah” karena di dalamnya disebutkan kisah penyembelihan sapi betina yang diperintahkan Allah kepada Bani lsrail (ayat 67 sarnpai dengan 74), dimana dije­laskan watak orang Yahudi pada umumnya, Dinamai “Fusthaathul-Qur’an” (puncak Al Qur­ aan) karena memuat beberapa hukum yang tidak disebutkan dalam surat yang lain.
Dinamai juga surat “alif-laam-miim” karena surat ini dimulai dengan Alif-laam-miim.

Keimanan:

Da’wah lslamiyah yang dihadapkan kepada umat Islam, ahli kitab dan para musyrikin.

Hukum:

Perintah mengerjakan shalat
menunaikan zakat
hukum puasa
hukum haji dan umrah
hukum qishash
hal-hal yang halal dan yang haram
bernafkah di jalan Allah
hukum arak dan judi
cara menyantuni anak yatim, larangan riba
hu­tang piutang
nafkah dan yang berhak menerimanya
wasiyat kepada dua orang ibu­ bapak dan kaum kerabat
hukum sumpah
kewajiban menyampaikan amanat
sihir
hukum merusak mesjid
hukum merubah kitab-kitab Allah
hukum haidh, ‘iddah, thalak, khulu’, ilaa’
hukum susuan
hukum melamar
mahar larangan mengawini wanita musyrik dan sebaliknya
hukum perang.

Kisah:

Kisah penciptaan Nabi Adam a.s.
kisah Nabi Ibrahim a.s.
kisah Nabi Musa a.s, dengan Bani lsrail.

Lain-lain:

Sifat-sifat orang yang bertakwa
sifat-sifat orang munafik
sifat-sifat Allah
per­umpamaan-perumpamaan
kiblat, kebangkitan sesudah mati.


Gambar Kutipan Surah Al Baqarah Ayat 88 *beta

Surah Al Baqarah Ayat 88



Statistik
  • Rating RisalahMuslim

Surah Al Baqarah

Surah Al-Baqarah (Arab: سورة البقرة‎, bahasa Indonesia: "Sapi Betina") adalah surah ke-2 dalam Al-Qur'an.
Surah ini terdiri dari 286 ayat, 6.221 kata, dan 25.500 huruf dan tergolong surah Madaniyah.
Surah ini merupakan surah dengan jumlah ayat terbanyak dalam Al-Qur'an.
Surah ini dinamai al-Baqarah yang artinya Sapi Betina sebab di dalam surah ini terdapat kisah penyembelihan sapi betina yang diperintahkan Allah kepada Bani Israil (ayat 67-74).
Surah ini juga dinamai Fustatul Qur'an (Puncak Al-Qur'an) karena memuat beberapa hukum yang tidak disebutkan dalam surah yang lain.
Dinamai juga surah Alif Lam Mim karena ayat pertama di surah berisi tiga huruf arab yakni Alif, Lam, dan Mim.

Nomor Surah2
Nama SurahAl Baqarah
Arabالبقرة
ArtiSapi Betina
Nama lainFasthath al-Qur’an, Sanam al-Qur’an (Puncak Al-Quran), Al-Zahrawan (Dua yang Cemerlang), Alif Lam Mim
Tempat TurunMadinah
Urutan Wahyu87
JuzJuz 1 (ayat 1-141), 2 (ayat 142-252) dan 3 (ayat 253-286)
Jumlah ruku'40 ruku'
Jumlah ayat286
Jumlah kata6156
Jumlah huruf26256
Surah sebelumnyaSurah Al-Fatihah
Surah selanjutnyaSurah Ali 'Imran
4.8
Rating Pembaca: 4.8 (28 votes)
Sending







Anda perlu login mengelola Bookmark.

📖 Lihat Semua Bookmark-ku