QS. Al Baqarah (Sapi Betina) – surah 2 ayat 76 [QS. 2:76]

وَ اِذَا لَقُوا الَّذِیۡنَ اٰمَنُوۡا قَالُوۡۤا اٰمَنَّا ۚۖ وَ اِذَا خَلَا بَعۡضُہُمۡ اِلٰی بَعۡضٍ قَالُوۡۤا اَتُحَدِّثُوۡنَہُمۡ بِمَا فَتَحَ اللّٰہُ عَلَیۡکُمۡ لِیُحَآجُّوۡکُمۡ بِہٖ عِنۡدَ رَبِّکُمۡ ؕ اَفَلَا تَعۡقِلُوۡنَ
Wa-idzaa laquul-ladziina aamanuu qaaluuu aamannaa wa-idzaa khalaa ba’dhuhum ila ba’dhin qaaluuu atuhadditsuunahum bimaa fatahallahu ‘alaikum liyuhaajjuukum bihi ‘inda rabbikum afalaa ta’qiluun(a);

Dan apabila mereka berjumpa dengan orang-orang yang beriman, mereka berkata,
“Kami telah beriman.”
Tetapi apabila kembali kepada sesamanya, mereka bertanya,
“Apakah akan kamu ceritakan kepada mereka apa yang telah diterangkan Allah kepadamu, sehingga mereka dapat menyanggah kamu di hadapan Tuhanmu?
Tidakkah kamu mengerti?”

―QS. 2:76
Topik ▪ Sikap Yahudi terhadap agama-agama samawi
2:76, 2 76, 2-76, Al Baqarah 76, AlBaqarah 76, Al-Baqarah 76
English Translation - Sahih International
And when they meet those who believe, they say,
“We have believed”;
but when they are alone with one another, they say,
“Do you talk to them about what Allah has revealed to you so they can argue with you about it before your Lord?”
Then will you not reason?
―QS. 2:76

 

Tafsir surah Al Baqarah (2) ayat 76

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al Baqarah (2) : 76. Oleh Kementrian Agama RI

Ayat ini memberitakan tentang beberapa watak orang-orang Yahudi yang tak dapat diharapkan lagi iman mereka;
yaitu watak mereka menyerupai watak orang munafik dan juga menerangkan tingkah laku mereka.

Ayat ini menjelaskan bahwa apabila orang Yahudi yang bersikap munafik berjumpa dengan para sahabat Nabi ﷺ mereka berkata,
“Kami juga beriman seperti kamu, kami mengakui bahwa kamu dalam kebenaran, dan bahwa Muhammad ﷺ itu memang utusan Allah yang telah diterangkan dalam kitab Taurat.”
Mereka mengucapkan kata-kata itu dengan maksud untuk menenteramkan hati orang-orang Aus dan Khazraj yang pernah menjadi teman sekutu mereka.
Tetapi ketika mereka berada di tengah-tengah kaumnya, mereka dicela oleh kaumnya dengan mengatakan,
“Mengapa mereka memberitahu kepada orang Islam apa yang diterangkan Allah tentang kedatangan Nabi Muhammad ﷺ secara khusus di dalam Taurat.
Seharusnya kabar itu dirahasiakan dan tidak boleh seorang pun tahu, karena kalau rahasia itu dibukakan, berarti orang-orang mukmin mempunyai alasan yang kuat untuk mengalahkan hujah-hujah mereka sendiri di hadapan Allah”.
Tindakan yang demikian dianggap oleh mereka sebagai perbuatan tercela, tidak diperkirakan sebelumnya akibat buruk yang akan terjadi.













Iklan



Ikuti RisalahMuslim