Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

QS. Al Baqarah (Sapi Betina) – surah 2 ayat 76 [QS. 2:76]

وَ اِذَا لَقُوا الَّذِیۡنَ اٰمَنُوۡا قَالُوۡۤا اٰمَنَّا ۚۖ وَ اِذَا خَلَا بَعۡضُہُمۡ اِلٰی بَعۡضٍ قَالُوۡۤا اَتُحَدِّثُوۡنَہُمۡ بِمَا فَتَحَ اللّٰہُ عَلَیۡکُمۡ لِیُحَآجُّوۡکُمۡ بِہٖ عِنۡدَ رَبِّکُمۡ ؕ اَفَلَا تَعۡقِلُوۡنَ
Wa-idzaa laquul-ladziina aamanuu qaaluuu aamannaa wa-idzaa khalaa ba’dhuhum ila ba’dhin qaaluuu atuhadditsuunahum bimaa fatahallahu ‘alaikum liyuhaajjuukum bihi ‘inda rabbikum afalaa ta’qiluun(a);
Dan apabila mereka berjumpa dengan orang-orang yang beriman, mereka berkata,
“Kami telah beriman.”
Tetapi apabila kembali kepada sesamanya, mereka bertanya,
“Apakah akan kamu ceritakan kepada mereka apa yang telah diterangkan Allah kepadamu, sehingga mereka dapat menyanggah kamu di hadapan Tuhanmu?
Tidakkah kamu mengerti?”

―QS. Al Baqarah [2]: 76

And when they meet those who believe, they say,
"We have believed";
but when they are alone with one another, they say,
"Do you talk to them about what Allah has revealed to you so they can argue with you about it before your Lord?"
Then will you not reason?
― Chapter 2. Surah Al Baqarah [verse 76]

وَإِذَا dan apabila

And when
لَقُوا۟ mereka berjumpa

they meet
ٱلَّذِينَ orang-orang yang

those who
ءَامَنُوا۟ beriman

believe[d],
قَالُوٓا۟ mereka berkata

they say,
ءَامَنَّا kami telah beriman

"We have believed."
وَإِذَا dan bila

But when
خَلَا berkumpul

meet in private
بَعْضُهُمْ sebagian mereka

some of them
إِلَىٰ kepada

with
بَعْضٍ sebagian yang lain

some (others),
قَالُوٓا۟ mereka berkata

they say,
أَتُحَدِّثُونَهُم apakah kamu menceritakan kepada mereka

"Do you tell them
بِمَا dengan apa

what
فَتَحَ terangkan

has
ٱللَّهُ Allah

Allah
عَلَيْكُمْ atas kalian

to you
لِيُحَآجُّوكُم supaya mereka mengalahkan hujjah (bantahan)mu

so that they argue with you
بِهِۦ dengannya

therewith
عِندَ disisi

before
رَبِّكُمْ Tuhan kalian

your Lord?
أَفَلَا maka tidakkah

Then do (you) not
تَعْقِلُونَ kalian menggunakan akal

understand?"

Tafsir

Alquran

Surah Al Baqarah
2:76

Tafsir QS. Al Baqarah (2) : 76. Oleh Kementrian Agama RI


Ayat ini memberitakan tentang beberapa watak orang-orang Yahudi yang tak dapat diharapkan lagi iman mereka;
yaitu watak mereka menyerupai watak orang munafik dan juga menerangkan tingkah laku mereka.


Ayat ini menjelaskan bahwa apabila orang Yahudi yang bersikap munafik berjumpa dengan para sahabat Nabi ﷺ mereka berkata,
"Kami juga beriman seperti kamu, kami mengakui bahwa kamu dalam kebenaran, dan bahwa Muhammad ﷺ itu memang utusan Allah yang telah diterangkan dalam kitab Taurat.
"
Mereka mengucapkan kata-kata itu dengan maksud untuk menenteramkan hati orang-orang Aus dan Khazraj yang pernah menjadi teman sekutu mereka.
Tetapi ketika mereka berada di tengah-tengah kaumnya, mereka dicela oleh kaumnya dengan mengatakan,
"Mengapa mereka memberitahu kepada orang Islam apa yang diterangkan Allah tentang kedatangan Nabi Muhammad ﷺ secara khusus di dalam Taurat.

Seharusnya kabar itu dirahasiakan dan tidak boleh seorang pun tahu, karena kalau rahasia itu dibukakan, berarti orang-orang mukmin mempunyai alasan yang kuat untuk mengalahkan hujahhujah mereka sendiri di hadapan Allah".
Tindakan yang demikian dianggap oleh mereka sebagai perbuatan tercela, tidak diperkirakan sebelumnya akibat buruk yang akan terjadi.

Tafsir QS. Al Baqarah (2) : 76. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Apabila bertemu dengan orang-orang yang beriman, dengan maksud menipu, orang-orang munafik di antara mereka berkata,
"Kami percaya bahwa kalian adalah benar dan bahwa Muhammad adalah nabi yang telah diberitakan di dalam Tawrat."
Tetapi apabila mereka berkumpul dengan sesama mereka, sebagian dari kelompok mereka yang lain mencela kelalaian orang-orang munafik itu.


Karena, ketika mereka menipu orang-orang Mukmin, terucap kata-kata yang justru dapat menguntungkan orang-orang Mukmin.
Ucapan mereka itu bukan merupakan tipuan, karena mereka menyebutkan apa yang tertulis di dalam Tawrat, berupa sifat-sifat Muhammad.


Maka, dengan begitu, mereka telah memberikan alasan kepada orang-orang Mukmin yang dapat mengalahkan mereka pada hari kiamat nanti.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Bila orang-orang Yahudi tersebut bertemu dengan orang-orang mukmin, maka mereka akan mengucapkan dengan lisan mereka, Kami beriman kepada agama kalian dan rasul kalian yang telah diberitakan di dalam Taurat.
Namun saat orang-orang munafik dari kalangan Yahudi tersebut bertemu dengan sebagian yang lain, mereka mengingkari,
"Apakah kalian menyampaikan kepada orang-orang mukmin apa yang telah Allah jelaskan kepada kalian menyampaikan kepada orang-orang mukmin apa yang telah Allah jelaskan kepada kalian di dalam Taurat terkait dengan perkara Muhammad, sehingga mereka mempunyai hujjah atas kalian di sisi Rabb kalian di depan Allah pada hari kiamat?
Apakah kalian tidak memahami?"
Waspadalah.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Dan jika mereka berjumpa) maksudnya jika orang-orang Yahudi dan orang-orang munafik itu bertemu dengan


(orang-orang beriman, mereka mengatakan,
"Kami pun telah beriman") bahwa Muhammad itu adalah seorang nabi yang telah diberitakan kedatangannya dalam kitab suci kami,


(tetapi bila mereka telah kembali) atau berada


(sesama mereka, maka kata mereka) yakni para pemimpin mereka yang bukan munafik kepada yang munafik itu,


("Apakah kamu hendak menceritakan kepada mereka) maksudnya kepada orang-orang mukmin


(tentang apa yang telah dibukakan Allah kepada kamu) artinya tentang hal-hal yang telah diberitahukan Allah kepadamu dalam Taurat mengenai sifat-sifat dan ciri-ciri Muhammad


(sehingga dengan demikian mereka dapat mematahkan alasanmu) ‘lam’ di sini berarti ‘mengakibatkan’


(dengannya di sisi Tuhanmu) yakni di akhirat kelak, di mana mereka akan dapat mengajukan bukti penyelewenganmu, yaitu tak hendak mengikuti Muhammad padahal mengetahui kebenarannya.


(Tidaklah kamu mengerti?") bahwa mereka akan dapat mematahkan alasanmu jika kamu menyebut-nyebut soal itu?
Dari itu hentikanlah tindakanmu itu!

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:


Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Dan apabila mereka berjumpa dengan orang-orang yang beriman, mereka berkata,
"Kamipun telah beriman,"
tetapi apabila mereka berada sesama mereka saja…, hingga akhir ayat, (QS. Al-Baqarah [2]: 76).

Muhammad ibnu Ishaq meriwayatkan, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Abu Muhammad, dari Ikrimah atau Sa’id ibnu Jubair, dari Ibnu Abbas sehubungan dengan ayat ini, bahwa apabila mereka bersua dengan orang-orang yang beriman, mereka berkata,
"Kami pun telah beriman bahwa teman kalian itu adalah utusan Allah, tetapi khusus bagi kalian."
Jika sebagian dari mereka berada bersama sebagian yang lain, mereka mengatakan,
"Janganlah kalian bicarakan rahasia ini kepada orang-orang Arab, karena sesungguhnya sejak dulu kalian menunggu-nunggu kedatangannya untuk meminta pertolongannya dalam menghadapi mereka (orang-orang Arab), tetapi ternyata dia (Rasulullah) muncul dari kalangan mereka sendiri."
Maka Allah subhanahu wa ta’ala menurunkan firman-Nya:

Dan apabila mereka berjumpa dengan orang-orang yang beriman, mereka berkata,
"Kami pun telah beriman."
Tetapi apabila mereka berada sesama mereka saja, mereka berkata,
"Apakah kalian menceritakan kepada mereka apa yang telah diterangkan Allah kepada kalian, supaya dengan demikian mereka dapat mengalahkan hujah kalian di hadapan Tuhan kalian!"

Artinya, kalian mengakui dia (Nabi Muhammad) adalah seorang nabi, padahal kalian telah berjanji kepada Allah subhanahu wa ta’ala bahwa kalian akan mengikutinya, dan Dia telah memberitakan kepada mereka (orang-orang Arab) bahwa dia adalah nabi yang sedang kita tunggu-tunggu kedatangannya dan yang kita jumpai sebutannya di dalam kitab kita.
Karena itu, ingkarilah dia dan jangan sekali-kali kalian mengakuinya.

Ad-Dahhak meriwayatkan dari Ibnu Abbas, yang dimaksud oleh ayat ini ialah orang-orang munafik dari kalangan orang-orang Yahudi.
Apabila bersua dengan sahabat-sahabat Nabi Muhammad ﷺ, mereka mengatakan,
"Kami pun beriman kepadanya."

Menurut As-Saddi, mereka adalah segolongan orang dari kalangan orang-orang Yahudi, mereka beriman, kemudian munafik.
Hal yang sama dikatakan pula oleh Ar-Rabi’ ibnu Anas dan Qatadah, serta oleh bukan hanya seorang dari kalangan ulama Salaf dan ulama Khalaf.


Sehubungan dengan hal ini Abdur Rahman ibnu Zaid ibnu Aslam —menurut apa yang diriwayatkan oleh Ibnu Wahb darinya— mengatakan bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda:

Jangan sekali-kali ada orang yang masuk kepada kami di kota Madinah kecuali hanya orang mukmin.

Para pemimpin orang-orang Yahudi dari kalangan orang kafir dan munafik mengatakan,
"Berangkatlah kalian dan katakanlah bahwa kami pun beriman, tetapi kufurlah kalian bila kalian kembali lagi kepada kami."
Mereka berdatangan ke Madinah di pagi hari, dan kembali kepada kaumnya sesudah asar.

Lalu perawi membacakan firman-Nya:

Segolongan (lain) dari ahli kitab berkata (kepada sesamanya),
"Perlihatkanlah (seolah-olah) kalian beriman kepada apa yang diturunkan kepada orang-orang beriman (sahabat-sahabat Rasul) pada permulaan siang, dan ingkarilah ia pada akhirnya supaya mereka (orang-orang mukmin) kembali (kepada kekafiran)."
(QS. Ali ‘Imran [3]: 72)

Mereka itu apabila memasuki kota Madinah mengatakan,
"Kami pun orang-orang muslim,"
dengan tujuan untuk memperoleh informasi tentang berita dan perkara Rasulullah ﷺ Apabila mereka berkumpul lagi dengan sesamanya, mereka kembali menjadi kafir.
Setelah Allah memberitahukan kepada Nabi-Nya perihal orang-orang munafik, maka Nabi menutup jalan mereka sehingga mereka tidak dapat menyusup ke dalam tubuh kaum muslim.
Sebelum itu orang-orang mukmin menduga bahwa orang-orang munafik itu beriman, lalu mereka berkata kepada sesamanya,
"Bukankah Allah telah berfirman anu dan anu kepada kalian?"
Lalu sebagian yang lainnya menjawab,
"Memang benar."
Apabila mereka kembali kepada kaumnya (yakni para pemimpin mereka), para pemimpin mereka bertanya, seperti yang disitir oleh firman-Nya:

Apakah kalian menceritakan kepada mereka (orang-orang Arab) apa yang telah diterangkan Allah kepada kalian!

Abul Aliyah berkata sehubungan dengan firman-Nya:

Apakah kalian menceritakan kepada mereka (orang-orang Arab) apa yang telah diterangkan Allah kepada kalian.

yakni tentang apa yang telah diturunkan kepada kalian, yaitu kitab kalian yang di dalamnya disebutkan ciri-ciri Nabi Muhammad ﷺ

Abdur Razzaq meriwayatkan dari Ma’mar, dari Qatadah sehubungan dengan firman-Nya ini, bahwa mereka (orang-orang Yahudi) selalu mengatakan,
"Kelak akan muncul seorang nabi."
Lalu sebagian dari mereka berkumpul dengan sebagian yang lain dan berkata:

Apakah kalian menceritakan kepada mereka apa yang telah diterangkan Allah kepada kalian, supaya dengan demikian mereka dapat mengalahkan hujah kalian di hadapan Tuhan kalian!

Makna lafaz al-fath menurut pendapat lain disebutkan oleh riwayat Ibnu Juraij yang mengatakan, telah menceritakan kepadanya Al-Qasim ibnu Abu Barzah, dari Mujahid, sehubungan dengan makna firman-Nya:

Apakah kalian menceritakan kepada mereka (orang-orang Arab) apa yang telah diterangkan Allah kepada kalian.
bahwa Nabi ﷺ dalam Perang Khaibar di bawah benteng pertahanan mereka (orang-orang Yahudi) pernah mengatakan,
"Hai saudara-saudara kera dan babi, hai para penyembah tagut (berhala)!"
Mereka menjawab,
"Tiada lain orang yang memberitahukan ini melainkan Muhammad, tiadalah ucapan berikut kecuali keluar dari kalian."
Yang mereka maksudkan adalah firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Apakah kalian menceritakan kepada mereka (orang-orang Arab) apa yang telah diterangkan Allah kepada kalian.

Yaitu apa yang telah diputuskan Allah untuk memperoleh kemenangan, yang pada akhirnya hal tersebut akan dijadikan sebagai hujah oleh mereka (orang-orang Arab) untuk menghadapi kalian sendiri.

Ibnu Juraij meriwayatkan dari Mujahid, bahwa hal ini terjadi ketika Nabi ﷺ mengutus sahabat Ali kepada mereka (orang-orang Yahudi), lalu mereka menyakiti Nabi Muhammad ﷺ

As-Saddi mengatakan sehubungan dengan firman-Nya:

Apakah kalian menceritakan kepada mereka apa yang telah diterangkan Allah kepada kalian.
Yakni mengenai siksaan.

Supaya dengan demikian mereka (orang-orang Arab) dapat mengalahkan hujah kalian di hadapan Tuhan kalian
Mereka yang berbuat demikian adalah segolongan orang-orang Yahudi yang beriman, lalu munafik, mereka selalu berbicara kepada orang-orang mukmin dari kalangan orang-orang Arab tentang siksaan yang mereka alami.
Maka sebagian dari golongan orang-orang Yahudi itu mengatakan kepada sebagian yang lainnya, seperti yang disebutkan oleh firman-Nya:

Apakah kalian menceritakan kepada mereka (orang-orang Arab) apa yang telah diterangkan Allah kepada kalian.
berupa siksaan (yang pernah kalian alami) yang akibatnya mereka mengatakan kepada kalian,
"Kami lebih dicintai oleh Allah daripada kalian, dan kami lebih dimuliakan oleh Allah daripada kalian."

Ata Al-Khurrasani mengatakan sehubungan dengan firman-Nya:

Apakah kalian menceritakan kepada mereka (orang-orang Arab) apa yang telah diterangkan Allah kepada kalian.

Yaitu apa yang telah ditakdirkan bagi kalian berupa nikmat dan siksaan.

Al-Hasan Al-Basri mengatakan, orang-orang Yahudi itu apabila bersua dengan orang-orang yang beriman, mereka mengatakan,
"Kami pun telah beriman."
Tetapi apabila mereka kembali berada di antara sesama mereka, maka sebagian dari mereka berkata kepada sebagian yang lain,
"Janganlah kalian ceritakan kepada teman-teman Muhammad apa yang telah diterangkan Allah kepada kalian di dalam kitab kalian, yang pada akhirnya hal tersebut dijadikan hujah oleh mereka untuk menghadapi dan menentang kalian."

Sebab-Sebab Diturunkannya Surah Al Baqarah (2) Ayat 76

Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir yang bersumber dari Mujahid bahwa Nabi ﷺ pada Peperangan thaghut.” Para pemimpin bani Quraizhah berkata kepada kaumnya: “Siapa yang memberitahu Muhammad tentang ucapan yang dikeluarkannya itu?
Ia tidak mungkin tahu kecuali dari kamu.
Mengapa kalian memberitahukan kepada mereka tentang kutukan Allah kepada kalian, sehingga mereka dapat mengalahkan hujah kalian?” maka turunlah ayat ini (Al-Baqarah: 76) yang menegaskan penyesalan mereka atas kebocoran isi Taurat kepada Nabi Muhammad ﷺ.

Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir dari ‘Ikrimah, yang bersumber dari Ibnu ‘Abbas.
Bahwa apabila kaum Yahudi bertemu dengan orang-orang Mukminin, mereka (kaum Yahudi) berkata: “Kami percaya bahwa shahabatmu itu utusan Allah, akan tetapi diutus hanya kepadamu saja.”

Apabila bertemu dengan teman-teman mereka, mereka berkata: “Janganlah kamu memperbincangkan masalah ini (kerasulan) dengan orang-orang Arab, karena kamu dahulu pernah meminta kepada Allah agar mendapat kemenangan terhadap orang-orang Arab dengan kebesaran utusan yang akan datang (Muhammad), sedang kenyataannya utusan itu dari golongan mereka.” Maka Allah menurunkan ayat ini (Al-Baqarah: 76) sebagai penjelasan atas kelakuan Yahudi.

Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir yang bersumber dari as-Suddi bahwa turunnya ayat ini (Al-Baqarah: 76) tentang orang-orang Yahudi yang beriman, kemudian menjadi kaum munafik.
Dahulu di waktu mereka beriman, mereka sering mendatangi kaum Mukminin bangsa Arab dengan membawa berita yang biasa mereka perbincangkan.
Setelah munafik mereka berbicara satu sama lainnya: “Mengapa kamu beritahukan tentang kutukan Allah yang berupa siksaan terhadap kita sehingga mereka (kaum Mukminin) dapat berkata: “Kami lebih dicintai Allah dan lebih mulia dari kamu.”

Sumber : Asbabun Nuzul – K.H.Q Shaleh – H.A.A Dahlan dkk.

Unsur Pokok Surah Al Baqarah (البقرة)

Surat "Al Baqarah" yang terdiri dari 286 ayat ini turun di Madinah yang sebagian besar diturun­kan pada permulaan tahun Hijrah, kecuali ayat 281 diturunkan di Mina pada Nabi Muhammad ﷺ yang terakhir).

Seluruh ayat dari surat Al Baqarah termasuk golongan Madaniyyah, merupakan surat yang terpanjang di antara surat-surat Alquran yang di dalamnya terdapat pula ayat yang terpanjang (ayat 282).

Surat ini dinamai "Al Baqarah" karena di dalamnya disebutkan kisah penyembelihan sapi betina yang diperintahkan Allah kepada Bani Israil (ayat 67 sarnpai dengan 74), dimana dijelaskan watak orang Yahudi pada umumnya.

Dinamai "Fusthaathul-Qur’an" (puncak Alquran) karena memuat beberapa hukum yang tidak disebutkan dalam surat yang lain.
Dinamai juga surat "alif-laam-miim" karena surat ini dimulai dengan Alif-laam-miim.

Keimanan:

Dakwah Islamiyah yang dihadapkan kepada umat Islam, ahli kitab dan para musyrikin.

Hukum:

▪ Perintah mengerjakan shalat.
Menunaikan zakat.
Hukum puasa.
Hukum umrah.
Hukum qishash.
▪ Hal-hal yang halal dan yang haram.
▪ Bernafkah di jalan Allah.
Hukum arak dan judi.
▪ Cara menyantuni anak yatim, larangan riba.
▪ Hutang piutang.
▪ Nafkah dan yang berhak menerimanya.
▪ Wasiyat kepada dua orang ibu bapak dan kaum kerabat.
Hukum sumpah.
▪ Kewajiban menyampaikan amanat.
▪ Sihir.
Hukum merusak masjid.
Hukum merubah kitabkitab Allah.
Hukum haidh, ‘iddah, thalak, khulu’, ilaa’.
Hukum susuan.
Hukum melamar.
Mahar larangan mengawini wanita musyrik dan sebaliknya.
Hukum perang.

Kisah:

▪ Kisah penciptaan Nabi Adam `alaihis salam.
▪ Kisah Nabi Ibrahim `alaihis salam.
▪ Kisah Nabi Musa `alaihis salam dengan Bani Israil.

Lain-lain:

▪ Sifat-sifat orang yang bertakwa.
▪ Sifat-sifat orang munafik.
▪ Sifat-sifat Allah.
▪ Perumpamaan-perumpamaan.
Kiblat.
▪ Kebangkitan sesudah mati.

Audio

QS. Al-Baqarah (2) : 1-286 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 286 + Terjemahan Indonesia

QS. Al-Baqarah (2) : 1-286 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 286

Gambar Kutipan Ayat

Surah Al Baqarah ayat 76 - Gambar 1 Surah Al Baqarah ayat 76 - Gambar 2
Statistik QS. 2:76
  • Rating RisalahMuslim
4.8

Ayat ini terdapat dalam surah Al Baqarah.

Surah Al-Baqarah (Arab: سورة البقرة‎, bahasa Indonesia: “Sapi Betina”) adalah surah ke-2 dalam Alquran.
Surah ini terdiri dari 286 ayat, 6.221 kata, dan 25.500 huruf dan tergolong surah Madaniyah.
Surah ini merupakan surah dengan jumlah ayat terbanyak dalam Alquran.
Surah ini dinamai al-Baqarah yang artinya Sapi Betina sebab di dalam surah ini terdapat kisah penyembelihan sapi betina yang diperintahkan Allah kepada Bani Israil (ayat 67-74).
Surah ini juga dinamai Fustatul Qur’an (Puncak Alquran) karena memuat beberapa hukum yang tidak disebutkan dalam surah yang lain.
Dinamai juga surah Alif Lam Mim karena ayat pertama di surah berisi tiga huruf arab yakni Alif, Lam, dan Mim.

Nomor Surah2
Nama SurahAl Baqarah
Arabالبقرة
ArtiSapi Betina
Nama lainFasthath al-Qur’an, Sanam al-Qur’an (Puncak Al-Quran), Al-Zahrawan (Dua yang Cemerlang), Alif Lam Mim
Tempat TurunMadinah
Urutan Wahyu87
JuzJuz 1 (ayat 1-141), 2 (ayat 142-252) dan 3 (ayat 253-286)
Jumlah ruku’40 ruku’
Jumlah ayat286
Jumlah kata6156
Jumlah huruf26256
Surah sebelumnyaSurah Al-Fatihah
Surah selanjutnyaSurah Ali ‘Imran
Sending
User Review
4 (1 vote)
Tags:

2:76, 2 76, 2-76, Surah Al Baqarah 76, Tafsir surat AlBaqarah 76, Quran Al-Baqarah 76, Surah Al Baqarah ayat 76

Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa?
Klik di sini sekarang!

Video


Panggil Video Lainnya

Ayat Lainnya

QS. Ash Shaffaat (Barisan-barisan) – surah 37 ayat 26 [QS. 37:26]

26. Pada hari keputusan itu mereka tidak dapat saling membantu. Bahkan, mereka pada hari itu menyerah dan patuh pada keputusan Allah. … 37:26, 37 26, 37-26, Surah Ash Shaffaat 26, Tafsir surat AshShaffaat 26, Quran Al-Shaffat 26, AshShaffat 26, Ash Shafat 26, Ash Shaffat 26, Surah Ash Shaffat ayat 26

Hadits Shahih

Podcast

Hadits & Doa

Soal & Pertanyaan Agama

Berikut adalah hadits yang rusak, kecuali ...

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
Hadis Mu’allaq adalah bila sanad sebuah hadits terputus pada penutur 5 hingga penutur 1, alias tidak ada sanadnya.
Contoh:

'Seorang pencatat hadis mengatakan, telah sampai kepadaku bahwa Rasulullah mengatakan....'

tanpa ia menjelaskan sanad antara dirinya hingga Rasulullah.

Hukum penggunaan hadis sebagai dasar hukum adalah ...

Benar! Kurang tepat!

Undang-undang tentang penggunaan Hadits-Maudu adalah ...

Benar! Kurang tepat!

+

Array

Orang yang menceritakan hadits disebut ...

Benar! Kurang tepat!

Sumber kedua hukum dalam menetapkan Hukum tentang Alquran adalah ...

Benar! Kurang tepat!

Pendidikan Agama Islam #8
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #8 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #8 2

Belajar lagi yaa...

Bagikan Prestasimu:

Soal Lainnya

Pendidikan Agama Islam #27

Surah yang pertama kali turun secara lengkap adalah … ar-Rahman al-Fatihah al-‘Alaq an-Nas al-Kautsar Benar! Kurang tepat! Surah yang terpendek

Pendidikan Agama Islam #26

Surah yang terpanjang dalam Alquran adalah … An-Nisa’ Ali Imran Al-Baqarah Yasin Al-Maidah Benar! Kurang tepat! Penjelasan:Surah Al-Baqarah adalah surah

Pendidikan Agama Islam #15

Tujuan utama diturunkannya Alquran kepada umat manusia adalah … agar manusia selamat dan bahagia di dunia agar manusia tahu cara

Instagram