Search
Exact matches only
Cari di judul
Cari di Arti & Tafsir
Search in comments
Search in excerpt
Filter by Custom Post Type
Filter berdasar surah
Pilih atau Semua
Abasa
Ad Dukhaan
Adh Dhuhaaa
Adz Dzaariyaat
Al 'Alaq
Al 'Ashr
Al A'laa
Al A'raaf
Al Aadiyaat
Al Ahqaaf
Al Ahzab
Al An 'aam
Al Anbiyaa
Al Anfaal
Al Ankabut
Al Balad
Al Baqarah
Al Bayyinah
Al Buruuj
Al Fajr
Al Falaq
Al Fath
Al Fatihah
Al Fiil
Al Furqaan
Al Ghaasyiyah
Al Haaqqah
Al Hadid
Al Hajj
Al Hasyr
Al Hijr
Al Hujurat
Al Humazah
Al Ikhlas
Al Infithar
Al Insaan
Al Insyiqaaq
Al Israa
Al Jaatsiyah
Al Jinn
Al Jumu'ah
Al Kaafiruun
Al Kahfi
Al Kautsar
Al Lahab
Al Lail
Al Ma'aarij
Al Maa'idah
Al Maa'un
Al Mu'min
Al Mu'minuun
Al Muddatstsir
Al Mujaadilah
Al Mulk
Al Mumtahanah
Al Munafiquun
Al Mursalat
Al Muthaffifin
Al Muzzammil
Al Qaari'ah
Al Qadr
Al Qalam
Al Qamar
Al Qashash
Al Qiyaamah
Al Waaqi'ah
Al Zalzalah
Alam Nasyrah
Ali Imran
An Naazi'at
An Nabaa
An Nahl
An Najm
An Naml
An Nas
An Nashr
An Nisaa'
An Nuur
Ar Ra'd
Ar Rahmaan
Ar Rum
As Sajdah
Ash Shaff
Ash Shaffaat
Asy Shyuura
Asy Syams
Asy Syu'araa
At Taghaabun
At Tahrim
At Takaatsur
At Takwir
At Taubah
At Tin
Ath Thaariq
Ath Thalaaq
Ath Thuur
Az Zukhruf
Az Zumar
Faathir
Fushshilat
Hud
Ibrahim
Luqman
Maryam
Muhammad
Nuh
Qaaf
Quraisy
Saba
Shaad
Thaa Haa
Yaa Siin
Yunus
Yusuf

💡 surah 2 ayat 255 juga bisa langsung diakses di URL risalahmuslim.id/2-255

Al Baqarah

Al Baqarah (Sapi Betina) surah 2 ayat 75


اَفَتَطۡمَعُوۡنَ اَنۡ یُّؤۡمِنُوۡا لَکُمۡ وَ قَدۡ کَانَ فَرِیۡقٌ مِّنۡہُمۡ یَسۡمَعُوۡنَ کَلٰمَ اللّٰہِ ثُمَّ یُحَرِّفُوۡنَہٗ مِنۡۢ بَعۡدِ مَا عَقَلُوۡہُ وَ ہُمۡ یَعۡلَمُوۡنَ
Afatathma’uuna an yu’minuu lakum waqad kaana fariiqun minhum yasma’uuna kalaamallahi tsumma yuharrifuunahu min ba’di maa ‘aqaluuhu wahum ya’lamuun(a);

Apakah kamu masih mengharapkan mereka akan percaya kepadamu, padahal segolongan dari mereka mendengar firman Allah, lalu mereka mengubahnya setelah mereka memahaminya, sedang mereka mengetahui?.
―QS. 2:75
Topik ▪ Sikap Yahudi terhadap agama-agama samawi
2:75, 2 75, 2-75, Al Baqarah 75, AlBaqarah 75, Al-Baqarah 75
Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al Baqarah (2) : 75. Oleh Kementrian Agama RI

Dalam ayat ini Allah mengarahkan kembali firman-Nya kepada orang-orang mukmin agar mereka jangan terlalu banyak mengharapkan akan berimannya orang-orang Yahudi, karena watak mereka tidaklah jauh berbeda dengan watak nenek moyang mereka.
Hal yang demikian itu disebabkan adanya pendeta-pendeta Yahudi pada zaman dahulu yang mempelajari Taurat dan memahaminya kemudian mengubah pengertiannya, bahkan mengganti ayat-ayatnya dengan sengaja, terutama yang berkenaan dengan kedatangan Nabi Muhammad.
Mereka sebenarnya menyadari bahwa mereka telah melakukan penyelewengan dengan memutarbalikkan isi Taurat itu.
Pelajaran agama yang sudah diputarbalikkan itulah yang diajarkan kepada keturunannya.
Orang Yahudi pada zaman Rasulullah ﷺ berpegang teguh dengan ajaran nenek moyang mereka yang keliru.
Keinginan yang besar dari Nabi ﷺ dan kaum Muslimin agar orang Yahudi beriman dan mengikuti ajaran Islam, sebab agama mereka paling dekat dengan Islam.

Al Baqarah (2) ayat 75 - dibacakan oleh Shaykh Mishari Alafasy Al Baqarah (2) ayat 75 - dibacakan oleh Syaikh Sa'ad Al-Ghamidi Al Baqarah (2) ayat 75 - dibacakan oleh Syaikh Muhammad Ayyub

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Wahai orang-orang yang beriman, tidak seharusnya kalian selalu berharap bahwa orang-orang Yahudi akan mempercayai agama kalian dan tunduk kepada kalian, karena telah terkumpul bermacam keburukan dalam kelompok-kelompok mereka yang membuat mereka jauh dari beriman kepada kebenaran.
Sebenarnya salah satu kelompok mereka (kelompok pendeta Yahudi) mendengar firman Allah yang ada pada Tawrat dan benar-benar memahaminya.
Kemudian mereka sengaja mengubahnya, padahal mereka benar-benar tahu bahwa itu adalah kebenaran.
Mereka juga tahu bahwa kitab-kitab Allah yang diturunkan tidak boleh diubah.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Apakah masih kamu harapkan) hai orang beriman (bahwa mereka akan beriman) yakni orang-orang Yahudi itu (kepadamu, sedangkan sebagian) atau satu golongan (di antara mereka) yakni pendeta-pendeta mereka (mendengar firman Allah) yaitu Taurat (lalu mengubahnya) (setelah mereka memahaminya) (padahal mereka mengetahui) bahwa sebenarnya mereka mengada-ada.
Pertanyaan di sini berarti sanggahan terhadap orang-orang beriman hingga berarti, “Tak usah kamu harapkan mereka akan beriman karena dulu mereka juga sudah kafir!”

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Wahai kaum muslimin, apakah kalian lupa perbuatan-perbuatan Bani Israil, lalu kalian berharap orang-orang Yahudi akan membenarkan agama kalian?
Ulama-ulama mereka telah mendengar firman Allah dari Taurat, kemudian mereka menyelewengkannya kepada makna yang tidak benar setelah mereka memahami kebenaran.
Atau menyelewengkannya lafadz-lafadznya sementara mereka menyadari bahwa mereka menyelewengkann Kalam Rabb alam semesta secara dusta dan sengaja.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Afatatmauna, apakah kalian masih mengharapkan, hai orang-orang mukmin.

An yu-minu lakum, golongan yang sesat dari kalangan orang-orang Yahudi itu mau tunduk dengan taat kepada kalian, yaitu mereka yang kakek moyangnya telah menyaksikan berbagai mukjizat yang jelas dengan mata kepala mereka sendiri, tetapi ternyata hati mereka menjadi keras sesudah itu.

Padahal segolongan dari mereka mendengar firman Allah, lalu mereka mengubahnya, yakni menakwilkannya bukan dengan takwil yang sebenarnya.
Hal itu mereka lakukan setelah mereka memahaminya dengan pemahaman yang jelas.
Tetapi mereka menyimpang dengan sepengetahuan mereka, dan menyadari bahwa perubahan dan takwil keliru yang mereka lakukan itu benar-benar salah.
Hal ini sama dengan pengertian yang terkandung di dalam firman Allah subhanahu wa ta’ala:

(Tetapi) karena mereka melanggar janjinya, Kami kutuki mereka, dan Kami jadikan hati mereka keras membatu.
Mereka suka mengubah perkataan (Allah) dari tempat-tempatnya.
(Al Maidah:13)

Muhammad ibnu Ishaq meriwayatkan, telah menceritakan kepadaku Muhammad ibnu Abu Muhammad, dari Ikrimah atau Sa’id ibnu Jubair, dari Ibnu Abbas yang mengatakan bahwa setelah itu Allah subhanahu wa ta’ala berfirman kepada Nabi-Nya beserta orang-orang yang mengikutinya dari kalangan kaum mukmin, memutuskan harapan mereka terhadap orang-orang Yahudi itu:

Apakah kalian masih mengharapkan mereka akan percaya kepada kalian, padahal segolongan dari mereka mendengar firman Allah.

Makna yang dimaksud dari firman-Nya, “Yasma’una,” adalah mendengar kitab Taurat, karena kitab Taurat telah mereka dengar semua, tetapi mereka adalah orang-orang yang meminta kepada Nabi Musa ‘alaihis salam untuk dapat melihat Tuhan mereka dengan jelas, lalu mereka disambar oleh halilintar di tempat tersebut.

Muhammad ibnu Ishaq mengatakan —menukil perkataan yang dinukilnya dari sebagian kalangan ahlul ‘ilmi— bahwa mereka berkata kepada Musa, “Hai Musa, sesungguhnya telah dihalang-halangi antara kami dan Tuhan kami hingga kami tidak dapat melihat-Nya, maka perdengarkanlah kepada kami Kalam-Nya di saat Dia berbicara kepadamu.” Maka Nabi Musa ‘alaihis salam memohon hal tersebut kepada Tuhannya, dan Allah subhanahu wa ta’ala berfirman kepadanya, “Ya, perintahkanlah kepada mereka agar bersuci dan mencuci pakaiannya serta berpuasa,” lalu mereka melakukannya.

Kemudian Nabi Musa membawa mereka keluar hingga sampai di Bukit Tur.
Ketika mereka tertutupi oleh awan, Musa memerintahkan kepada mereka untuk sujud, lalu mereka semua menyungkur bersujud, dan Allah berbicara kepada Musa, sedangkan mereka mendengar firman Allah subhanahu wa ta’ala yang mengandung perintah dan larangan kepada mereka, hingga mereka memahami apa yang mereka dengar dari-Nya.
Sesudah itu Nabi Musa ‘alaihis salam kembali bersama mereka menuju kaum Bani Israil.

Ketika mereka datang kepada kaumnya, ada sebagian dari kalangan mereka mengubah apa yang telah diperintahkan oleh Allah kepada mereka.
Mereka berkata kepada kaum Bani Israil di saat Musa berkata kepada mereka, “Sesungguhnya Allah telah memerintahkan kalian untuk mengerjakan anu dan anu.”

Selanjutnya Ibnu Abbas mengatakan bahwa golongan tersebutlah yang disebut oleh Allah subhanahu wa ta’ala dalam ayat ini (Al Baqarah:75).
Sesungguhnya mereka mengatakan, “Allah telah memerintahkan kepada kalian untuk mengerjakan anu dan anu,” hanyalah untuk menentang apa yang telah diperintahkan oleh Allah kepada mereka, yakni mereka mengubahnya dari perintah yang sesungguhnya.
Golongan inilah yang dimaksudkan oleh Allah dan Rasul-Nya dalam ayat ini.

As-Saddi mengatakan sehubungan dengan firman-Nya:

padahal segolongan dari mereka mendengar firman Allah, lalu mereka mengubahnya.

Yang mereka ubah adalah kitab Taurat.

Apa yang disebut oleh As-Saddi ini lebih umum pengertiannya daripada yang dikatakan oleh Ibnu Abbas dan Ibnu Ishaq, sekalipun pendapat ini dipilih oleh Ibnu Jarir karena berpegang kepada konteks ayat.
Karena sesungguhnya bukan merupakan suatu kepastian bila mereka telah mendengar Kalamullah secara langsung mempunyai pemahaman yang sama dengan apa yang didengar oleh Nabi Musa ibnu Imran yang diajak bicara langsung oleh Allah subhanahu wa ta’ala Sedangkan dalam ayat lain Allah subhanahu wa ta’ala telah berfirman:

Dan jika seorang di antara orang-orang musyrik itu meminta perlindungan kepadamu, maka lindungilah ia supaya ia sempat mendengar firman Allah.
(At Taubah:6)

Yakni agar Nabi ﷺ mempunyai kesempatan untuk menyampaikan firman Allah subhanahu wa ta’ala kepadanya.

Karena itulah Qatadah mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya:

kemudian mereka mengubahnya setelah mereka memahaminya, sedangkan mereka mengetahui.

Yang dimaksud dengan mereka adalah orang-orang Yahudi yang pernah mendengar firman Allah, lalu mereka mengubahnya sesudah mereka memahami dan menghafalnya.

Mujahid mengatakan bahwa orang-orang yang mengubah firman Allah subhanahu wa ta’ala dan yang menyembunyikannya adalah para ulama dari kalangan mereka.

Abul Aliyah mengatakan, mereka sengaja mengubah sifat-sifat Nabi Muhammad ﷺ yang ada dalam kitab mereka dari tempat-tempatnya.

As-Saddi mengatakan sehubungan dengan firman-Nya, “Wahum ya’lamuna” (sedangkan mereka mengetahui), yakni mereka berdosa.

Ibnu Wahb mengatakan bahwa firman Allah subhanahu wa ta’ala:

padahal mereka mendengar firman Allah, lalu mereka mengubahnya.

Menurut Ibnu Zaid, yang dimaksud dengan Kalamullah ialah kitab Taurat yang diturunkan kepada mereka, lalu mereka mengubahnya.
Mereka menjadikan hal yang halal di dalamnya menjadi haram, dan yang haram mereka jadikan halal, lalu mereka mengubah perkara yang hak menjadi perkara yang batil, dan yang batil menjadi hak.
Apabila datang kepada mereka orang yang berada dalam pihak yang benar disertai dengan uang suap, barulah mereka mengeluarkan Kitabullah (Taurat).
Jika datang kepada mereka orang yang berada dalam pihak yang batil dengan membawa uang suap, mereka mengeluarkan kitab yang telah mereka ubah itu sehingga dia berada dalam pihak yang benar.
Apabila datang kepada mereka seseorang yang menanyakan sesuatu masalah kepada mereka tanpa ada kaitannya dengan perkara yang hak, tanpa uang suap, dan tanpa lainnya, mereka memerintahkan perkara yang hak (sebenarnya) kepada orang itu.
Maka Allah subhanahu wa ta’ala berfirman kepada mereka:

Mengapa kalian suruh orang lain (mengerjakan) kebajikan, sedangkan kalian melupakan diri kalian sendiri, padahal kalian membaca Al-Kitab (Taurat)?
Maka tidakkah kalian berpikir.
(Al Baqarah:44)

Informasi Surah Al Baqarah (البقرة)
Surat “Al Baqarah” yang terdiri dari 286 ayat ini turun di Madinah yang sebahagian besar diturun­kan pada permulaan tahun Hijrah, kecuali ayat 281 diturunkan di Mina pada Hajji wadaa’ (hajji Nabi Muhammad ﷺ yang terakhir).
Seluruh ayat dari surat Al Baqarah termasuk golong­an Madaniyyah, merupakan surat yang terpanjang di antara surat-surat Al Qur’an yang di dalamnya terdapat pula ayat yang terpanjang (ayat 282).

Surat ini dinamai “Al Baqarah” karena di dalamnya disebutkan kisah penyembelihan sapi betina yang diperintahkan Allah kepada Bani lsrail (ayat 67 sarnpai dengan 74), dimana dije­laskan watak orang Yahudi pada umumnya, Dinamai “Fusthaathul-Qur’an” (puncak Al Qur­ aan) karena memuat beberapa hukum yang tidak disebutkan dalam surat yang lain.
Dinamai juga surat “alif-laam-miim” karena surat ini dimulai dengan Alif-laam-miim.

Keimanan:

Da’wah lslamiyah yang dihadapkan kepada umat Islam, ahli kitab dan para musyrikin.

Hukum:

Perintah mengerjakan shalat
menunaikan zakat
hukum puasa
hukum haji dan umrah
hukum qishash
hal-hal yang halal dan yang haram
bernafkah di jalan Allah
hukum arak dan judi
cara menyantuni anak yatim, larangan riba
hu­tang piutang
nafkah dan yang berhak menerimanya
wasiyat kepada dua orang ibu­ bapak dan kaum kerabat
hukum sumpah
kewajiban menyampaikan amanat
sihir
hukum merusak mesjid
hukum merubah kitab-kitab Allah
hukum haidh, ‘iddah, thalak, khulu’, ilaa’
hukum susuan
hukum melamar
mahar larangan mengawini wanita musyrik dan sebaliknya
hukum perang.

Kisah:

Kisah penciptaan Nabi Adam a.s.
kisah Nabi Ibrahim a.s.
kisah Nabi Musa a.s, dengan Bani lsrail.

Lain-lain:

Sifat-sifat orang yang bertakwa
sifat-sifat orang munafik
sifat-sifat Allah
per­umpamaan-perumpamaan
kiblat, kebangkitan sesudah mati.


Gambar Kutipan Surah Al Baqarah Ayat 75 *beta

Surah Al Baqarah Ayat 75



Statistik
  • Rating RisalahMuslim

Surah Al Baqarah

Surah Al-Baqarah (Arab: سورة البقرة‎, bahasa Indonesia: "Sapi Betina") adalah surah ke-2 dalam Al-Qur'an.
Surah ini terdiri dari 286 ayat, 6.221 kata, dan 25.500 huruf dan tergolong surah Madaniyah.
Surah ini merupakan surah dengan jumlah ayat terbanyak dalam Al-Qur'an.
Surah ini dinamai al-Baqarah yang artinya Sapi Betina sebab di dalam surah ini terdapat kisah penyembelihan sapi betina yang diperintahkan Allah kepada Bani Israil (ayat 67-74).
Surah ini juga dinamai Fustatul Qur'an (Puncak Al-Qur'an) karena memuat beberapa hukum yang tidak disebutkan dalam surah yang lain.
Dinamai juga surah Alif Lam Mim karena ayat pertama di surah berisi tiga huruf arab yakni Alif, Lam, dan Mim.

Nomor Surah2
Nama SurahAl Baqarah
Arabالبقرة
ArtiSapi Betina
Nama lainFasthath al-Qur’an, Sanam al-Qur’an (Puncak Al-Quran), Al-Zahrawan (Dua yang Cemerlang), Alif Lam Mim
Tempat TurunMadinah
Urutan Wahyu87
JuzJuz 1 (ayat 1-141), 2 (ayat 142-252) dan 3 (ayat 253-286)
Jumlah ruku'40 ruku'
Jumlah ayat286
Jumlah kata6156
Jumlah huruf26256
Surah sebelumnyaSurah Al-Fatihah
Surah selanjutnyaSurah Ali 'Imran
4.7
Rating Pembaca: 4.3 (29 votes)
Sending







Anda perlu login mengelola Bookmark.

📖 Lihat Semua Bookmark-ku