Search
Exact matches only
Cari di judul
Cari di Arti & Tafsir
Search in comments
Search in excerpt
Filter by Custom Post Type
Filter berdasar surah
Pilih atau Semua
Abasa
Ad Dukhaan
Adh Dhuhaaa
Adz Dzaariyaat
Al 'Alaq
Al 'Ashr
Al A'laa
Al A'raaf
Al Aadiyaat
Al Ahqaaf
Al Ahzab
Al An 'aam
Al Anbiyaa
Al Anfaal
Al Ankabut
Al Balad
Al Baqarah
Al Bayyinah
Al Buruuj
Al Fajr
Al Falaq
Al Fath
Al Fatihah
Al Fiil
Al Furqaan
Al Ghaasyiyah
Al Haaqqah
Al Hadid
Al Hajj
Al Hasyr
Al Hijr
Al Hujurat
Al Humazah
Al Ikhlas
Al Infithar
Al Insaan
Al Insyiqaaq
Al Israa
Al Jaatsiyah
Al Jinn
Al Jumu'ah
Al Kaafiruun
Al Kahfi
Al Kautsar
Al Lahab
Al Lail
Al Ma'aarij
Al Maa'idah
Al Maa'un
Al Mu'min
Al Mu'minuun
Al Muddatstsir
Al Mujaadilah
Al Mulk
Al Mumtahanah
Al Munafiquun
Al Mursalat
Al Muthaffifin
Al Muzzammil
Al Qaari'ah
Al Qadr
Al Qalam
Al Qamar
Al Qashash
Al Qiyaamah
Al Waaqi'ah
Al Zalzalah
Alam Nasyrah
Ali Imran
An Naazi'at
An Nabaa
An Nahl
An Najm
An Naml
An Nas
An Nashr
An Nisaa'
An Nuur
Ar Ra'd
Ar Rahmaan
Ar Rum
As Sajdah
Ash Shaff
Ash Shaffaat
Asy Shyuura
Asy Syams
Asy Syu'araa
At Taghaabun
At Tahrim
At Takaatsur
At Takwir
At Taubah
At Tin
Ath Thaariq
Ath Thalaaq
Ath Thuur
Az Zukhruf
Az Zumar
Faathir
Fushshilat
Hud
Ibrahim
Luqman
Maryam
Muhammad
Nuh
Qaaf
Quraisy
Saba
Shaad
Thaa Haa
Yaa Siin
Yunus
Yusuf

💡 Ketik [nomer surah]-[nomer ayat], contoh: 2-255 atau albaqarah 255 atau ke www.risalahmuslim.id/2-255

Al Baqarah

Al Baqarah (Sapi Betina) surah 2 ayat 68


قَالُوا ادۡعُ لَنَا رَبَّکَ یُبَیِّنۡ لَّنَا مَا ہِیَ ؕ قَالَ اِنَّہٗ یَقُوۡلُ اِنَّہَا بَقَرَۃٌ لَّا فَارِضٌ وَّ لَا بِکۡرٌ ؕ عَوَانٌۢ بَیۡنَ ذٰلِکَ ؕ فَافۡعَلُوۡا مَا تُؤۡمَرُوۡنَ
Qaaluuuud’u lanaa rabbaka yubai-yin lanaa maa hiya qaala innahu yaquulu innahaa baqaratun laa faaridhun walaa bikrun ‘awaanun baina dzalika faaf’aluu maa tu’maruun(a);

Mereka menjawab:
“Mohonkanlah kepada Tuhanmu untuk kami, agar Dia menerangkan kepada kami, sapi betina apakah itu”.
Musa menjawab:
“Sesungguhnya Allah berfirman bahwa sapi betina itu adalah sapi betina yang tidak tua dan tidak muda, pertengahan antara itu, maka kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu”.
―QS. 2:68
Topik ▪ Sikap bangsa Yahudi terhadap kitab-kitab samawi
2:68, 2 68, 2-68, Al Baqarah 68, AlBaqarah 68, Al-Baqarah 68
Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al Baqarah (2) : 68. Oleh Kementrian Agama RI

Bani Israil berkata lagi kepada Nabi Musa, “Tanyakanlah kepada Tuhanmu agar diterangkan kepada kami tanda-tanda sapi yang dimaksudkan itu.” Nabi Musa menjawab, “Sapi yang harus disembelih itu bukan yang tua dan bukan pula yang muda, tetapi yang sedang umurnya.
Turutilah perintah itu dan laksanakanlah segera.” Mereka disuruh segera menaati perintah itu dan dilarang berkeras kepala.
Sebenarnya mereka dapat melaksanakan penyembelihan sapi itu dengan keterangan yang sudah diberikan.
Tetapi mereka membandel dan terus melanjutkan dan memperbanyak pertanyaan.

Al Baqarah (2) ayat 68 - dibacakan oleh Shaykh Mishari Alafasy Al Baqarah (2) ayat 68 - dibacakan oleh Syaikh Sa'ad Al-Ghamidi Al Baqarah (2) ayat 68 - dibacakan oleh Syaikh Muhammad Ayyub

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Di sini mereka berkata kepada Musa dengan ragu atas perintah penyembelihan sapi ini, “Mohonkan Tuhanmu agar menerangkan ciri-ciri sapi itu kepada kami.” Musa berkata, “Allah berfirman kepadaku bahwa sapi itu adalah sapi yang tidak tua dan tidak muda:
pertengahan antara tua dan muda.
Sekarang lakukanlah apa yang diperintahkan kepada kalian.”

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Mereka bertanya, “Mohonkanlah kepada Tuhanmu agar Dia menjelaskan kepada kami, sapi betina yang manakah itu?”) maksudnya tentang usianya, apakah yang tua atau yang muda?
(Jawab Musa, “Allah berfirman bahwa sapi itu ialah sapi betina yang tidak tua) berusia lanjut (dan tidak pula muda) atau terlalu kecil, tetapi (pertengahan) (di antara demikian), yakni di antara tua dan muda tadi (maka lakukanlah apa yang diperintahkan kepadamu.”) yaitu supaya menyembelih sapi yang telah dijelaskan itu.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Mereka berkata, Berdoalah kepada Rabbmu untuk kami agar Dia menjelaskan sifat sapi tersebut.
Maka Musa menjawab, Sesungguhnya Allah berfirman kepada kalian, Sifatnya adalah hendaknya ia tidak tua renta, tidak pula muda yang masih kecil, akan tetap tengah-tengah di antara itu.
Bersegeralah melakukan perintah Rabb kalian.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Allah subhanahu wa ta’ala menceritakan kebandelan kaum Bani Israil dan mereka banyak bertanya kepada rasul-rasul-Nya.
Karena itu, tatkala mereka mempersempit diri mereka, maka Allah benar-benar mempersempitnya.
Seandainya mereka segera menyembelih sapi betina apa pun, niscaya hal itu sudah cukup bagi mereka sesuai dengan apa yang diperintahkan.
Demikian menurut Ibnu Abbas, Ubaidah, dan lain-lain-nya, tetapi ternyata orang-orang Bani Israil berkeras kepala, maka Allah memperkeras sanksi-Nya kepada mereka.
Mereka berkata seperti yang disebutkan oleh firman-Nya:

Mohonkanlah kepada Tuhanmu untuk kami agar Dia menerang-kan kepada kami sapi betina apakah itu.

Makna yang dimaksud ialah bagaimana ciri khas sapi tersebut.

Ibnu Jarir meriwayatkan, telah menceritakan kepada kami Abu Kuraib, telah menceritakan kepada kami Hisyam ibnu Ali, dari Al-A’masy, dari Al-Minhal ibnu Amr, dari Sa’id ibnu Jubair, dari Ibnu Abbas yang mengatakan, “Seandainya mereka mengambil sapi betina apa pun sejak semula, niscaya hal itu sudah cukup bagi mereka.
Tetapi mereka membandel, maka Allah memperkeras sanksi terhadap mereka.” Sanad asar ini berpredikat sahih, dan memang as’ar ini telah diriwayatkan oleh bukan hanya seorang, bersumber dari Ibnu Abbas.
Hal yang sama dikatakan pula oleh Ubaidah, As-Saddi, Mujahid, Ikrimah, Abul Aliyah, dan lain-lainnya.

Ibnu Juraij meriwayatkan bahwa Ata pernah mengatakan kepadanya, seandainya mereka (orang-orang Bani Israil) mengambil sapi betina apa pun, niscaya sudah cukup bagi mereka.
Ibnu Juraij meriwayatkan bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda: Sesungguhnya mereka hanya diperintahkan untuk mencari sapi betina apa pun, tetapi mereka membandel, maka Allah mempekeras sanksi-Nya terhadap mereka.
Demi Allah, seandainya mereka tidak mengucapkan kalimat istisna (insya Allah), niscaya mereka tidak akan diberi penjelasan sampai hari kiamat.

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Sesungguhnya Allah berfirman bahwa sapi betina itu adalah sapi betina yang tidak tua dan tidak muda.

Tidak terlalu tua, tidak pula terlalu kecil, dan belum punya anak.
Demikian menurut Abul Aliyah, As-Saddi, Mujahid, Ikrimah, Atiyyah Al-Aufi, Ata Al-Khurrasani, Wahb ibnu Munabbih, Ad-Dahhak, Al-Hasan, dan Qatadah.
Hal yang sama dikatakan pula oleh Ibnu Abbas.

Ad-Dahhak meriwayatkan dari Ibnu Abbas sehubungan dengan firman-Nya, ‘”Awanum baina zalika,” yakni pertengahan antara usia tua dan usia muda, dalam seusia itu biasanya binatang ternak —antara lain sapi— sedang dalam usia puncak kekuatannya dan dalam kondisi paling baik.
Hal yang semisal telah diriwayatkan dari Ikrimah, Mujahid, Abul Aliyah, Ar-Rabi’ ibnu Anas, Ata Al-Khurrasani, dan Ad-Dahhak.

As-Saddi mengatakan bahwa al-‘awan ialah pertengahan di antara hal tersebut, yaitu sapi betina yang telah melahirkan anaknya, lalu anaknya itu telah beranak lagi.

Kata Pilihan Dalam Surah Al Baqarah (2) Ayat 68

FAARIDH
فَارِض

Dalam bahasa Arab kata faaridh digunakan untuk menyifatkan manusia, hewan dan benda- benda lain yang bentuknya besar dan gemuk.

Al Isfahani mengertikan faaridh dengan sapi yang umurnya sudah tua.

Kata ini hanya diulang sekali saja dalam Al Qur’an, yaitu pada surah Al Baqarah (2), ayat 68. Ayat tersebut menjelaskan salah satu sifat sapi betina yang harus disembelih oleh kaum Bani Israil, yaitu: “Tidak tua dan tidak muda; pertengahan antara itu”. Sifat ini ditetapkan oleh Allah karena kaum Bani Isra’il banyak bertanya kepada Nabi Musa mengenai sifat- sifat sapi betina tersebut. Dan pertanyaan mereka itu menyusahkan mereka sendiri. Padahal kalau saja mereka terus melaksanakan perintah penyembelihan sapi betina itu tanpa banyak bertanya, maka sapi betina apa pun yang disembelih sudah mencukupi. Ini menunjukkan bahawa kaum Bani Isra’il adalah kaum yang degil tidak sepenuh hati dalam melaksanakan perintah Allah, sehingga mereka tidak mahu bersegera melaksanakannya, melainkan mencari-cari pertanyaan yang malah menyusahkan diri mereka sendiri.

Sumber : Kamus Al Qur’an, PTS Islamika SDN. BHD.Hal:417

Informasi Surah Al Baqarah (البقرة)
Surat “Al Baqarah” yang terdiri dari 286 ayat ini turun di Madinah yang sebahagian besar diturun­kan pada permulaan tahun Hijrah, kecuali ayat 281 diturunkan di Mina pada Hajji wadaa’ (hajji Nabi Muhammad ﷺ yang terakhir).
Seluruh ayat dari surat Al Baqarah termasuk golong­an Madaniyyah, merupakan surat yang terpanjang di antara surat-surat Al Qur’an yang di dalamnya terdapat pula ayat yang terpanjang (ayat 282).

Surat ini dinamai “Al Baqarah” karena di dalamnya disebutkan kisah penyembelihan sapi betina yang diperintahkan Allah kepada Bani lsrail (ayat 67 sarnpai dengan 74), dimana dije­laskan watak orang Yahudi pada umumnya, Dinamai “Fusthaathul-Qur’an” (puncak Al Qur­ aan) karena memuat beberapa hukum yang tidak disebutkan dalam surat yang lain.
Dinamai juga surat “alif-laam-miim” karena surat ini dimulai dengan Alif-laam-miim.

Keimanan:

Da’wah lslamiyah yang dihadapkan kepada umat Islam, ahli kitab dan para musyrikin.

Hukum:

Perintah mengerjakan shalat
menunaikan zakat
hukum puasa
hukum haji dan umrah
hukum qishash
hal-hal yang halal dan yang haram
bernafkah di jalan Allah
hukum arak dan judi
cara menyantuni anak yatim, larangan riba
hu­tang piutang
nafkah dan yang berhak menerimanya
wasiyat kepada dua orang ibu­ bapak dan kaum kerabat
hukum sumpah
kewajiban menyampaikan amanat
sihir
hukum merusak mesjid
hukum merubah kitab-kitab Allah
hukum haidh, ‘iddah, thalak, khulu’, ilaa’
hukum susuan
hukum melamar
mahar larangan mengawini wanita musyrik dan sebaliknya
hukum perang.

Kisah:

Kisah penciptaan Nabi Adam a.s.
kisah Nabi Ibrahim a.s.
kisah Nabi Musa a.s, dengan Bani lsrail.

Lain-lain:

Sifat-sifat orang yang bertakwa
sifat-sifat orang munafik
sifat-sifat Allah
per­umpamaan-perumpamaan
kiblat, kebangkitan sesudah mati.


Gambar Kutipan Surah Al Baqarah Ayat 68 *beta

Surah Al Baqarah Ayat 68



Statistik
  • Rating RisalahMuslim

Surah Al Baqarah

Surah Al-Baqarah (Arab: سورة البقرة‎, bahasa Indonesia: "Sapi Betina") adalah surah ke-2 dalam Al-Qur'an.
Surah ini terdiri dari 286 ayat, 6.221 kata, dan 25.500 huruf dan tergolong surah Madaniyah.
Surah ini merupakan surah dengan jumlah ayat terbanyak dalam Al-Qur'an.
Surah ini dinamai al-Baqarah yang artinya Sapi Betina sebab di dalam surah ini terdapat kisah penyembelihan sapi betina yang diperintahkan Allah kepada Bani Israil (ayat 67-74).
Surah ini juga dinamai Fustatul Qur'an (Puncak Al-Qur'an) karena memuat beberapa hukum yang tidak disebutkan dalam surah yang lain.
Dinamai juga surah Alif Lam Mim karena ayat pertama di surah berisi tiga huruf arab yakni Alif, Lam, dan Mim.

Nomor Surah2
Nama SurahAl Baqarah
Arabالبقرة
ArtiSapi Betina
Nama lainFasthath al-Qur’an, Sanam al-Qur’an (Puncak Al-Quran), Al-Zahrawan (Dua yang Cemerlang), Alif Lam Mim
Tempat TurunMadinah
Urutan Wahyu87
JuzJuz 1 (ayat 1-141), 2 (ayat 142-252) dan 3 (ayat 253-286)
Jumlah ruku'40 ruku'
Jumlah ayat286
Jumlah kata6156
Jumlah huruf26256
Surah sebelumnyaSurah Al-Fatihah
Surah selanjutnyaSurah Ali 'Imran
4.6
Rating Pembaca: 4.4 (12 votes)
Sending







Anda perlu login mengelola Bookmark.

📖 Lihat Semua Bookmark-ku