Al Baqarah (Sapi Betina) – surah 2 ayat 64 [QS. 2:64]

ثُمَّ تَوَلَّیۡتُمۡ مِّنۡۢ بَعۡدِ ذٰلِکَ ۚ فَلَوۡ لَا فَضۡلُ اللّٰہِ عَلَیۡکُمۡ وَ رَحۡمَتُہٗ لَکُنۡتُمۡ مِّنَ الۡخٰسِرِیۡنَ
Tsumma tawallaitum min ba’di dzalika falaulaa fadhlullahi ‘alaikum warahmatuhu lakuntum minal khaasiriin(a);

Kemudian kamu berpaling setelah (adanya perjanjian) itu, maka kalau tidak ada karunia Allah dan rahmat-Nya atasmu, niscaya kamu tergolong orang yang rugi.
―QS. 2:64
Topik ▪ Maksiat dan dosa ▪ Ampunan Allah terhadap pelaku maksiat ▪ Sikap bangsa Yahudi terhadap kitab-kitab samawi
2:64, 2 64, 2-64, Al Baqarah 64, AlBaqarah 64, Al-Baqarah 64

Tafsir surah Al Baqarah (2) ayat 64

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al Baqarah (2) : 64. Oleh Kementrian Agama RI

Allah dalam ayat ini menerangkan bahwa sesudah Bani Israil mengambil perjanjian dari Allah subhanahu wa ta’ala seperti disebutkan pada ayat yang lalu, kemudian mereka berpaling dan tidak menepati isi perjanjian itu.
Mereka banyak melanggar ketentuan-ketentuan dalam Taurat, baik oleh nenek moyang mereka zaman dahulu maupun oleh mereka yang hidup pada zaman kemudian.
Umpamanya pada zaman mereka hidup di padang pasir Tih, mereka menentang Nabi Musa, menyakiti beliau, melawan segala perintah-perintahnya.
Pada zaman kemudian mereka membunuh Nabi Yahya, mengingkari Isa a.s.
bahkan merencanakan akan membunuhnya.
Keingkaran mereka terhadap Nabi Muhammad ﷺ.
termasuk bukti penyelewengan mereka dari Taurat.
Sudah sewajarnya mereka mendapat azab dari Allah subhanahu wa ta’ala sebab penyelewengan penyelewengan itu atau Allah melenyapkan dari mereka nikmat untuk selama lamanya.
Tetapi Allah tidak berbuat demikian karena kasih sayang-Nya.
Mereka tidak dibinasakan dan Allah selalu membuka pintu tobat bagi yang ingin kembali ke jalan yang benar.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Kemudian, setelah perjanjian itu, kalian berpaling.
Kalau bukan karena karunia dan rahmat Allah, serta penundaan siksa-Nya yang ditimpakan kepada kalian, tentu kalian akan menjadi orang-orang yang sesat dan binasa.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Kemudian kamu berpaling) menyalahi ikrar (setelah itu) maksudnya setelah berikrar tadi (maka kalau tidak ada karunia Allah dan rahmat-Nya kepadamu) yaitu dengan menerima tobatnya atau menangguhkan siksa terhadapmu (niscayalah kamu akan termasuk orang-orang yang merugi) atau celaka.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Kemudian kalian menyelisihi dan mendurhakai sekali lagi, padahal sebelum nya Allah telah mengambil perjanjian atas kalian, seperti kebiasaan kalian.
Kalau bukan karena karunia dan rahmat Allah kepada kalian dengan menerima taubat kalian dan memaafkan kesalahan-kesalahan kalian, niscaya kalian menjadi orang+orang yang merugi di dunia dan di akhirat .

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Kemudian kalian berpaling setelah (adanya perjanjian) itu, maka kalau tidak ada karunia Allah.

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman bahwa setelah adanya perjanjian yang telah dikukuhkan dan diagungkan itu, lalu kalian berpaling darinya, kalian menyimpang dan melanggarnya.

maka kalau tidak ada karunia dan rahmat-Nya atas kalian.

Yakni kalau Allah tidak menerima tobat kalian dan tidak mengutus nabi-nabi dan rasul-rasul kepada kalian.

niscaya kalian tergolong orang-orang yang rugi.

disebabkan kalian merusak perjanjian tersebut, yakni kalian akan rugi di dunia dan di akhirat.


Informasi Surah Al Baqarah (البقرة)
Surat “Al Baqarah” yang terdiri dari 286 ayat ini turun di Madinah yang sebahagian besar diturun­kan pada permulaan tahun Hijrah, kecuali ayat 281 diturunkan di Mina pada Hajji wadaa’ (hajji Nabi Muhammad ﷺ yang terakhir).
Seluruh ayat dari surat Al Baqarah termasuk golong­an Madaniyyah, merupakan surat yang terpanjang di antara surat-surat Al Qur’an yang di dalamnya terdapat pula ayat yang terpanjang (ayat 282).

Surat ini dinamai “Al Baqarah” karena di dalamnya disebutkan kisah penyembelihan sapi betina yang diperintahkan Allah kepada Bani lsrail (ayat 67 sarnpai dengan 74), dimana dije­laskan watak orang Yahudi pada umumnya, Dinamai “Fusthaathul-Qur’an” (puncak Al Qur­ aan) karena memuat beberapa hukum yang tidak disebutkan dalam surat yang lain.
Dinamai juga surat “alif-laam-miim” karena surat ini dimulai dengan Alif-laam-miim.

Keimanan:

Da’wah lslamiyah yang dihadapkan kepada umat Islam, ahli kitab dan para musyrikin.

Hukum:

Perintah mengerjakan shalat
menunaikan zakat
hukum puasa
hukum haji dan umrah
hukum qishash
hal-hal yang halal dan yang haram
bernafkah di jalan Allah
hukum arak dan judi
cara menyantuni anak yatim, larangan riba
hu­tang piutang
nafkah dan yang berhak menerimanya
wasiyat kepada dua orang ibu­ bapak dan kaum kerabat
hukum sumpah
kewajiban menyampaikan amanat
sihir
hukum merusak mesjid
hukum merubah kitab-kitab Allah
hukum haidh, ‘iddah, thalak, khulu’, ilaa’
hukum susuan
hukum melamar
mahar larangan mengawini wanita musyrik dan sebaliknya
hukum perang.

Kisah:

Kisah penciptaan Nabi Adam a.s.
kisah Nabi Ibrahim a.s.
kisah Nabi Musa a.s, dengan Bani lsrail.

Lain-lain:

Sifat-sifat orang yang bertakwa
sifat-sifat orang munafik
sifat-sifat Allah
per­umpamaan-perumpamaan
kiblat, kebangkitan sesudah mati.

Audio

Qari Internasional

Al Baqarah (2) ayat 64 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Al Baqarah (2) ayat 64 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Al Baqarah (2) ayat 64 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Al Baqarah - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full 286 Ayat & Terjemahan


Gambar



Statistik
  • Rating RisalahMuslim

Surah Al Baqarah

Surah Al-Baqarah (Arab: سورة البقرة‎, bahasa Indonesia: "Sapi Betina") adalah surah ke-2 dalam Al-Qur'an.
Surah ini terdiri dari 286 ayat, 6.221 kata, dan 25.500 huruf dan tergolong surah Madaniyah.
Surah ini merupakan surah dengan jumlah ayat terbanyak dalam Al-Qur'an.
Surah ini dinamai al-Baqarah yang artinya Sapi Betina sebab di dalam surah ini terdapat kisah penyembelihan sapi betina yang diperintahkan Allah kepada Bani Israil (ayat 67-74).
Surah ini juga dinamai Fustatul Qur'an (Puncak Al-Qur'an) karena memuat beberapa hukum yang tidak disebutkan dalam surah yang lain.
Dinamai juga surah Alif Lam Mim karena ayat pertama di surah berisi tiga huruf arab yakni Alif, Lam, dan Mim.

Nomor Surah2
Nama SurahAl Baqarah
Arabالبقرة
ArtiSapi Betina
Nama lainFasthath al-Qur’an, Sanam al-Qur’an (Puncak Al-Quran), Al-Zahrawan (Dua yang Cemerlang), Alif Lam Mim
Tempat TurunMadinah
Urutan Wahyu87
JuzJuz 1 (ayat 1-141), 2 (ayat 142-252) dan 3 (ayat 253-286)
Jumlah ruku'40 ruku'
Jumlah ayat286
Jumlah kata6156
Jumlah huruf26256
Surah sebelumnyaSurah Al-Fatihah
Surah selanjutnyaSurah Ali 'Imran
4.8
Ratingmu: 4.8 (8 orang)
Sending

✅ URL singkat halaman ini: https://risalahmuslim.id/2-64







Pembahasan ▪ albaqoroh ayat 64 ▪ arti surat al baqarah ayat 64 ▪ qs 2:64

Video

Panggil Video Lainnya

RisalahMuslim di  







Email: [email protected]
Made with in Yogyakarta