Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

QS. Al Baqarah (Sapi Betina) – surah 2 ayat 63 [QS. 2:63]

وَ اِذۡ اَخَذۡنَا مِیۡثَاقَکُمۡ وَ رَفَعۡنَا فَوۡقَکُمُ الطُّوۡرَ ؕ خُذُوۡا مَاۤ اٰتَیۡنٰکُمۡ بِقُوَّۃٍ وَّ اذۡکُرُوۡا مَا فِیۡہِ لَعَلَّکُمۡ تَتَّقُوۡنَ
Wa-idz akhadznaa miitsaaqakum warafa’naa fauqakumuth-thuura khudzuu maa aatainaakum biquu-watin waadzkuruu maa fiihi la’allakum tattaquun(a);
Dan (ingatlah) ketika Kami mengambil janji kamu dan Kami angkat gunung (Sinai) di atasmu (seraya berfirman),
“Pegang teguhlah apa yang telah Kami berikan kepadamu dan ingatlah apa yang ada di dalamnya, agar kamu bertakwa.”
―QS. Al Baqarah [2]: 63

And (recall) when We took your covenant, (O Children of Israel, to abide by the Torah) and We raised over you the mount, (saying),
"Take what We have given you with determination and remember what is in it that perhaps you may become righteous."
― Chapter 2. Surah Al Baqarah [verse 63]

وَإِذْ dan ketika

And when
أَخَذْنَا Kami mengambil

We took
مِيثَٰقَكُمْ perjanjianmu

your covenant
وَرَفَعْنَا dan Kami angkat

and We raised
فَوْقَكُمُ diatasmu

over you
ٱلطُّورَ gunung Thur

the mount,
خُذُوا۟ ambilah

"Hold
مَآ apa

what
ءَاتَيْنَٰكُم telah Kami berikan kepadamu

We have given you
بِقُوَّةٍ dengan teguh

with strength,
وَٱذْكُرُوا۟ dan ingatlah

and remember
مَا apa yang

what
فِيهِ didalamnya

(is) in it,
لَعَلَّكُمْ agar kalian

perhaps you
تَتَّقُونَ kamu bertakwa

(would become) righteous."

Tafsir

Alquran

Surah Al Baqarah
2:63

Tafsir QS. Al Baqarah (2) : 63. Oleh Kementrian Agama RI


Allah mengingatkan kembali kesalahan lain dari nenek moyang orang Yahudi ketika Allah mengambil janji dari mereka, yaitu bahwa mereka akan beriman dan akan mengamalkan apa yang ada dalam Taurat.
Ternyata mereka tidak mengamalkannya, bahkan mengingkarinya.

Lalu Allah mengangkat bukit (Gunung Sinai) ke atas kepala mereka untuk memperlihatkan kekuasaan-Nya agar mereka beriman kepada-Nya dan berpegang teguh kepada kitab Taurat itu.
Isi perjanjian tersebut berupa perintah Allah kepada mereka,
"Peganglah kitab Taurat dengan sungguh-sungguh dan tetaplah mengerjakan isinya, pelajarilah Taurat itu, perhatikan isinya dan amalkan hukumhukum yang termaktub di dalamnya.
"


Ayat ini memberi pengertian bahwa orang yang meninggalkan syariat dan meremehkan hukum Allah disamakan dengan orang yang mengingkari dan menentangnya.
Maka sudah sepatutnya dia pada hari Kiamat nanti dikumpulkan dalam keadaan buta.

Dia tidak dapat melihat jalan kemenangan dan jalan kebahagiaan.

قَالَ رَبِّ لِمَ حَشَرْتَنِيْٓ اَعْمٰى وَقَدْ كُنْتُ بَصِيْرًا ﴿۱۲۵﴾ قَالَ كَذٰلِكَ اَتَتْكَ اٰيٰتُنَا فَنَسِيْتَهَا وَكَذٰلِكَ الْيَوْمَ تُنْسٰى ﴿۱۲۶﴾

Dia berkata,
"Ya Tuhanku, mengapa Engkau kumpulkan aku dalam keadaan buta, padahal dahulu aku dapat melihat?"
Dia (Allah) berfirman,
"Demikianlah, dahulu telah datang kepadamu ayat-ayat Kami, dan kamu mengabaikannya, jadi begitu (pula) pada hari ini kamu diabaikan.
"
(Tha Ha [20]: 125 dan 126)


Apabila seseorang mengingkari syariat Allah dan menyia-nyiakan hukum-Nya, berarti syariat itu tidak mempunyai pengaruh apa-apa pada jiwanya.
Sehubungan dengan pengertian ayat ini dapat dikatakan bahwa orang-orang yang hanya membaca Alquran tanpa mengamalkan isinya mereka tidak mendapat manfaat dari kandungan Alquran itu.

Maksud mengikuti kitabkitab suci ialah mengamalkan isinya, bukan hanya sekadar membaca dan melagukannya dengan macam-macam lagu yang merdu.
Kemudian Allah memerintahkan agar Bani Israil berpegang teguh dengan Taurat, selalu mempelajarinya, dan mengamalkan isinya agar mereka menjadi orang yang bertakwa.


Tafsir QS. Al Baqarah (2) : 63. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Ingatlah ketika kalian berjanji kepada Kami dengan mengangkat gunung Tursina.
Dengan kekuasaan Kami, Kami menjadikan gunung itu sebagai naungan di atas kalian sampai kalian merasa takut dan tunduk.


Saat itu Kami berfirman kepada kalian,
"Ambillah apa yang Kami berikan kepada kalian berupa petunjuk dan arahan, dengan sungguh-sungguh.
Dan ingatlah pula ajaran yang dikandungnya sebagaimana orang-orang yang menerima dan melaksanakannya, agar, dengan demikian, kalian dapat menjaga diri dari hukuman. "

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Ingatlah wahai Bani Israil, ketika Kami mengambil perjanjian yang tegas atas kalian agar kalian beriman kepada Allah dan mengesakan-Nya dalam beribadah, Kami angkat gunung Thur di atas kepala kalian dan Kami berfirman kepada kalian, ambillah kitab yang Kami berikan kepada kalian dengan sungguh-sungguh dan sepenuh hati, dan jagalah ia.
Bila tidak maka Kami akan menimpakan gunung atas kalian.


Jangan melupakan Taurat, baik membacanya maupun mengamalkannya, agar kalian bertakwa kepada-Ku dan takut terhadap azab-Ku.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Dan) ingatlah


(ketika Kami mengambil ikrar darimu) yakni ikrar bahwa kamu akan melakukan ajaran-ajaran yang terdapat dalam Taurat.


(dan) sesungguhnya


(Kami angkat gunung Thursina ke atasmu) artinya Kami cabut dari dasarnya untuk ditimpakan kepadamu, yakni tatkala kamu tidak mau berikrar seraya Kami berfirman,


("Peganglah dengan teguh apa yang Kami berikan kepadamu ini!) maksudnya secara giat dan sungguh-sungguh


(dan ingatlah baik-baik apa yang ada di dalamnya) yakni dengan mengamalkannya


(agar kamu termasuk orang-orang yang bertakwa.") Artinya terpelihara dirimu dari api neraka dan perbuatan durhaka.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:


Allah subhanahu wa ta’ala berfirman mengingatkan Bani Israil akan apa yang telah Dia ambil dari mereka berupa janji-janji dan ikrar untuk beriman hanya kepada Allah semata, tidak mempersekutukan-Nya, dan mau mengikuti rasulrasul-Nya.
Allah menceritakan bahwa ketika Dia mengambil janji dari mereka, maka Dia angkat gunung itu di atas mereka agar mereka mau mengakui apa yang disumpahkan kepada mereka, mengambilnya dengan sekuat tenaga, dan bertekad untuk melaksanakannya.
Seperti yang disebutkan di dalam firman lainnya, yaitu:

Dan (ingatlah) ketika Kami mengangkat bukit ke atas mereka seakan-akan bukit itu naungan awan dan mereka yakin bahwa bukit itu akan jatuh menimpa mereka.
(Dan Kami katakan kepada mereka),
"Peganglah dengan teguh apa yang telah Kami berikan kepada kalian, serta ingatlah selalu (amalkanlah) apa yang tersebut di dalamnya supaya kalian menjadi orang-orang yang bertakwa."
(QS. Al-A’raf [7]: 171)

Ath-Thur artinya gunung, sesuai dengan apa yang ditafsirkan dalam ayat surat Al-A’raf ini.
Hal ini dinaskan oleh Ibnu Abbas, Mujahid, Ata, Ikrimah, Al-Hasan, Ad-Dahhak, dan Ar-Rabi’ ibnu Anas serta lain-lainnya, pendapat ini sudah jelas.

Tetapi menurut suatu riwayat yang dikatakan dari Ibnu Abbas, tur ialah bukit yang mempunyai tetumbuhan, sedangkan bukit yang tidak ada tetumbuhannya bukan dinamakan tur.

Di dalam hadis futun disebutkan dari Ibnu Abbas,
"Ketika mereka menolak untuk taat, maka diangkat di atas mereka bukit tersebut dengan maksud agar mereka mau menurut."

As-Saddi mengatakan,
"Ketika mereka membangkang untuk sujud, maka Allah memerintahkan kepada gunung untuk runtuh menimpa mereka.
Lalu mereka melihat gunung tersebut telah menutupi mereka, akhirnya mereka jatuh tersungkur bersujud.
Tetapi mereka hanya sujud dengan separo tubuh mereka, sedangkan separo yang lainnya melihat ke arah gunung tersebut.
Akhirnya Allah kasihan kepada keadaan mereka, lalu mengembalikan gunung tersebut ke tempatnya, menjauhi mereka."
Para ulama mengatakan,
"Demi Allah, tiada suatu sujud yang lebih disukai oleh Allah selain sujud yang menyebabkan azab diangkat dari mereka (orang-orang Bani Israil), padahal mereka melakukan sujud seperti itu."
Yang demikian itu disebutkan di dalam firman-Nya,

"Dan (ingatlah) ketika Kami mengangkat bukit itu di atas kalian"

Al-Hasan mengatakan sehubungan dengan firman-Nya:
Peganglah teguh-teguh apa yang Kami berikan kepada kalian.
(QS. Al-Baqarah [2]: 63)
Yang dimaksud adalah kitab Taurat.


Abul Aliyah dan Ar-Rabi’ ibnu Anas mengatakan bahwa biquwwah artinya dengan taat.
Menurut Mujahid, biquwwah artinya mengamalkan apa yang terkandung di dalamnya.
Qatadah mengatakan, yang dimaksud dengan quwwah ialah kesungguhan, jika tidak, niscaya Aku akan melemparkan bukit ini kepada kalian.
Akhirnya setelah diancam demikian mereka mau memegang apa yang diberikan kepada mereka.

Abul Aliyah dan Ar-Rabi’ mengatakan sehubungan dengan firman-Nya:

dan ingatlah selalu apa yang ada di dalamnya.

Artinya, bacalah dan amalkanlah apa yang terkandung di dalam kitab Taurat.

Unsur Pokok Surah Al Baqarah (البقرة)

Surat "Al Baqarah" yang terdiri dari 286 ayat ini turun di Madinah yang sebagian besar diturun­kan pada permulaan tahun Hijrah, kecuali ayat 281 diturunkan di Mina pada Nabi Muhammad ﷺ yang terakhir).

Seluruh ayat dari surat Al Baqarah termasuk golongan Madaniyyah, merupakan surat yang terpanjang di antara surat-surat Alquran yang di dalamnya terdapat pula ayat yang terpanjang (ayat 282).

Surat ini dinamai "Al Baqarah" karena di dalamnya disebutkan kisah penyembelihan sapi betina yang diperintahkan Allah kepada Bani Israil (ayat 67 sarnpai dengan 74), dimana dijelaskan watak orang Yahudi pada umumnya.

Dinamai "Fusthaathul-Qur’an" (puncak Alquran) karena memuat beberapa hukum yang tidak disebutkan dalam surat yang lain.
Dinamai juga surat "alif-laam-miim" karena surat ini dimulai dengan Alif-laam-miim.

Keimanan:

Dakwah Islamiyah yang dihadapkan kepada umat Islam, ahli kitab dan para musyrikin.

Hukum:

▪ Perintah mengerjakan shalat.
Menunaikan zakat.
Hukum puasa.
Hukum umrah.
Hukum qishash.
▪ Hal-hal yang halal dan yang haram.
▪ Bernafkah di jalan Allah.
Hukum arak dan judi.
▪ Cara menyantuni anak yatim, larangan riba.
▪ Hutang piutang.
▪ Nafkah dan yang berhak menerimanya.
▪ Wasiyat kepada dua orang ibu bapak dan kaum kerabat.
Hukum sumpah.
▪ Kewajiban menyampaikan amanat.
▪ Sihir.
Hukum merusak masjid.
Hukum merubah kitabkitab Allah.
Hukum haidh, ‘iddah, thalak, khulu’, ilaa’.
Hukum susuan.
Hukum melamar.
Mahar larangan mengawini wanita musyrik dan sebaliknya.
Hukum perang.

Kisah:

▪ Kisah penciptaan Nabi Adam `alaihis salam.
▪ Kisah Nabi Ibrahim `alaihis salam.
▪ Kisah Nabi Musa `alaihis salam dengan Bani Israil.

Lain-lain:

▪ Sifat-sifat orang yang bertakwa.
▪ Sifat-sifat orang munafik.
▪ Sifat-sifat Allah.
▪ Perumpamaan-perumpamaan.
Kiblat.
▪ Kebangkitan sesudah mati.

Audio

QS. Al-Baqarah (2) : 1-286 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 286 + Terjemahan Indonesia

QS. Al-Baqarah (2) : 1-286 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 286

Gambar Kutipan Ayat

Surah Al Baqarah ayat 63 - Gambar 1 Surah Al Baqarah ayat 63 - Gambar 2
Statistik QS. 2:63
  • Rating RisalahMuslim
4.7

Ayat ini terdapat dalam surah Al Baqarah.

Surah Al-Baqarah (Arab: سورة البقرة‎, bahasa Indonesia: “Sapi Betina”) adalah surah ke-2 dalam Alquran.
Surah ini terdiri dari 286 ayat, 6.221 kata, dan 25.500 huruf dan tergolong surah Madaniyah.
Surah ini merupakan surah dengan jumlah ayat terbanyak dalam Alquran.
Surah ini dinamai al-Baqarah yang artinya Sapi Betina sebab di dalam surah ini terdapat kisah penyembelihan sapi betina yang diperintahkan Allah kepada Bani Israil (ayat 67-74).
Surah ini juga dinamai Fustatul Qur’an (Puncak Alquran) karena memuat beberapa hukum yang tidak disebutkan dalam surah yang lain.
Dinamai juga surah Alif Lam Mim karena ayat pertama di surah berisi tiga huruf arab yakni Alif, Lam, dan Mim.

Nomor Surah2
Nama SurahAl Baqarah
Arabالبقرة
ArtiSapi Betina
Nama lainFasthath al-Qur’an, Sanam al-Qur’an (Puncak Al-Quran), Al-Zahrawan (Dua yang Cemerlang), Alif Lam Mim
Tempat TurunMadinah
Urutan Wahyu87
JuzJuz 1 (ayat 1-141), 2 (ayat 142-252) dan 3 (ayat 253-286)
Jumlah ruku’40 ruku’
Jumlah ayat286
Jumlah kata6156
Jumlah huruf26256
Surah sebelumnyaSurah Al-Fatihah
Surah selanjutnyaSurah Ali ‘Imran
Sending
User Review
4.7 (21 votes)
Tags:

2:63, 2 63, 2-63, Surah Al Baqarah 63, Tafsir surat AlBaqarah 63, Quran Al-Baqarah 63, Surah Al Baqarah ayat 63

Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa?
Klik di sini sekarang!

Ayat Lainnya

QS. Hud (Nabi Hud) – surah 11 ayat 52 [QS. 11:52]

Dan Nabi Hud lalu mengajak mereka, “Wahai kaumku! Mohonlah ampunan kepada Tuhanmu yang selama ini telah melimpahkan karuniaNya kepadamu, dan mohonlah ampunan atas dosa yang kalian perbuat lalu bertoba … 11:52, 11 52, 11-52, Surah Hud 52, Tafsir surat Hud 52, Quran Hud 52, Surah Hud ayat 52

QS. Maryam (Maria) – surah 19 ayat 69 [QS. 19:69]

69. Kemudian untuk lebih meyakinkan, pasti akan Kami tarik dengan kasar dan paksa dari setiap golongan yang ingkar itu siapa di antara mereka yang sangat durhaka kepada Tuhan Yang Maha Pengasih, yang … 19:69, 19 69, 19-69, Surah Maryam 69, Tafsir surat Maryam 69, Quran Maryam 69, Surah Maryam ayat 69

Hadits Shahih

Podcast

Hadits & Doa

Soal & Pertanyaan Agama

Percaya kepada Allah dan Rasulnya termasuk rukun ...

Benar! Kurang tepat!

Meja, kursi, manusia, hewan dan tumbuhan adalah merupakan salah satu cara mengenal Allah Subhanahu Wa Ta`ala melalui ...

Benar! Kurang tepat!

Ayat ke 5 dari surah al-Falaq yaitu ...

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
وَ مِنۡ شَرِّ حَاسِدٍ اِذَا حَسَدَ

'dan dari kejahatan orang yang dengki apabila dia dengki.'
--QS. Al Falaq [113] : 5

+

Array

Al Falaq artinya ...

Benar! Kurang tepat!

Qada dan qadar termasuk rukun iman yang ke ...

Benar! Kurang tepat!

Pendidikan Agama Islam #23
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #23 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #23 2

Belajar lagi yaa...

Bagikan Prestasimu:

Soal Lainnya

Pendidikan Agama Islam #19

Surah yang menjelaskan bahwa “Allah Subhanahu Wa Ta`ala tempat meminta”, yaitu … an-Nash al-Qadr al-Fatihah al-Alaq al-Ikhlas Benar! Kurang tepat!

Pendidikan Agama Islam #1

Arti fana adalah … selamanya selalu fanatik sementara tidak ada akhir Benar! Kurang tepat! Dalam Asmaul Husna, Allah memiliki sifat

Pendidikan Agama Islam #6

Alquran dimulai dengan surah Al Fatihah (pembukaan) dan berakhir dengan surah … Ali Imron An-nas Al ‘Alaq Al Falaq Al

Instagram