Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

QS. Al Baqarah (Sapi Betina) – surah 2 ayat 6 [QS. 2:6]

اِنَّ الَّذِیۡنَ کَفَرُوۡا سَوَآءٌ عَلَیۡہِمۡ ءَاَنۡذَرۡتَہُمۡ اَمۡ لَمۡ تُنۡذِرۡہُمۡ لَا یُؤۡمِنُوۡنَ
Innal-ladziina kafaruu sawaa-un ‘alaihim a-andzartahum am lam tundzirhum laa yu’minuun(a);
Sesungguhnya orang-orang kafir, sama saja bagi mereka, engkau (Muhammad) beri peringatan atau tidak engkau beri peringatan, mereka tidak akan beriman.
―QS. Al Baqarah [2]: 6

Indeed, those who disbelieve – it is all the same for them whether you warn them or do not warn them – they will not believe.
― Chapter 2. Surah Al Baqarah [verse 6]

إِنَّ sesungguhnya

Indeed,
ٱلَّذِينَ orang-orang yang

those who
كَفَرُوا۟ kafir/ingkar

disbelieve[d],
سَوَآءٌ sama

(it) is same
عَلَيْهِمْ atas mereka

to them
ءَأَنذَرْتَهُمْ apakah engkau peringatkan mereka

whether you warn them
أَمْ atau

or
لَمْ tidak

not
تُنذِرْهُمْ engkau peringatkan mereka

you warn them,
لَا tidak

not
يُؤْمِنُونَ mereka beriman

they believe.

Tafsir

Alquran

Surah Al Baqarah
2:6

Tafsir QS. Al Baqarah (2) : 6. Oleh Kementrian Agama RI


Orang kafir ialah orang yang tidak beriman kepada Allah, sebagaimana yang diperintahkan-Nya.
Kafir, jamaknya kuffar, yaitu orang-orang yang tidak percaya kepada Allah, rasulrasul-Nya, malaikatmalaikat-Nya, kitabkitab-Nya dan hari kiamat.


Di dalam Alquran disebutkan bahwa orang-orang kafir, yaitu Ahli Kitab dan orang-orang musyrik, yang sangat ingkar kepada Rasulullah ﷺ;
mereka tidak akan beriman walaupun diberi peringatan yang disertai dengan ancaman.
Bagi mereka sama saja, apakah mereka diberi peringatan keras atau tidak.

Tafsir QS. Al Baqarah (2) : 6. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Begitulah ihwal golongan yang diberi petunjuk.
Adapun golongan manusia yang bodoh, yang tidak memiliki kesiapan beriman oleh sebab keacuhan dan sikap membangkang mereka, baik kamu beri peringatan kepada mereka atau tidak, sekali-kali mereka tidak akan memenuhi panggilan Tuhan.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Sesungguhnya orang-orang yang mengingkari apa yang Rabb-mu turunkan kepadamu karena kesombongan atau keangkuhan, mereka tidak akan beriman, baik engkau memperingatkan dan menakut-nakuti mereka wahai Rasul dari siksa Allah atau engkau tidak melakukan hal itu, karena mereka tetap akan bersihkukuh di atas ke batilan yang mereka pegang.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Sesungguhnya orang-orang kafir) seperti Abu Jahal, Abu Lahab dan lainnya


(sama saja bagi mereka, apakah kamu beri peringatan) dibaca, a-andzartahum, yakni dengan dua buah hamzah secara tegas.
Dapat pula hamzah yang kedua dilebur menjadi alif hingga hanya tinggal satu hamzah saja yang dibaca panjang


(atau tidak kamu beri peringatan, mereka tidak juga akan beriman.) Hal itu telah diketahui oleh Allah, maka janganlah kamu berharap mereka akan beriman.
‘Indzar’ atau peringatan, artinya pemberitahuan disertai ancaman.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:


Innal lazina kafaru, sesungguhnya orang-orang kafir —yakni orang-orang yang menutup perkara yang hak dan menjegalnya— telah dipastikan hal tersebut oleh Allah akan dialami mereka.
Yakni sama saja, kamu beri mereka peringatan atau tidak kamu beri peringatan, mereka tetap tidak akan mau beriman kepada Alquran yang engkau datangkan kepada mereka.
Makna ayat ini semisal dengan ayat lain-nya, yaitu firman-Nya:

Sesungguhnya orang-orang yang telah pasti terhadap mereka kalimat (azab) Tuhanmu tidaklah mereka akan beriman, meskipun datang kepada mereka segala macam keterangan, hingga mereka menyaksikan azab yang pedih.
(QS. Yunus [10]: 96)

Allah subhanahu wa ta’ala telah berfirman menceritakan keadaan orang-orang yang ingkar dari kalangan ahli kitab:

Dan sesungguhnya jika kamu mendatangkan kepada orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang diberi Al-Kitab (Taurat dan Injil), semua ayat (keterangan), mereka tidak akan mengikuti kiblatmu.
(QS. Al-Baqarah [2]: 145)

Seakan-akan makna ayat ini mengatakan bahwa sesungguhnya orang yang telah dipastikan oleh Allah subhanahu wa ta’ala beroleh kecelakaan, maka tiada jalan selamat baginya, dan barang siapa yang disesatkan oleh-Nya, niscaya tiada seorang pun yang dapat memberinya petunjuk.
Untuk itu, hai Muhammad, janganlah dirimu merasa berdukacita dan kecewa terhadap sikap mereka, teruskanlah penyampaian risalahmu kepada mereka.
Barang siapa yang menerima seruanmu, maka baginya pahala yang berlimpah, dan barang siapa yang berpaling, maka janganlah kamu berdukacita terhadap mereka, hal tersebut bukan urusanmu.
Pengertian ini sama dengan apa yang diungkapkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala melalui firman-Nya dalam ayat yang lain, yaitu:

Sesungguhnya tugasmu hanya menyampaikan saja, sedangkan Kamilah yang menghisab amalan mereka.
(QS. Ar-Ra’d [13]: 40)

Sesungguhnya kamu hanyalah seorang pemberi peringatan, dan Allah pemelihara segala sesuatu.
(QS. Hud [11]: 12)

Ali ibnu Abu Talhah meriwayatkan dari Ibnu Abbas sehubungan dengan firman-Nya:

Sesungguhnya orang-orang kafir, sama saja bagi mereka, kamu beri peringatan atau tidak kamu beri peringatan, mereka tidak juga akan beriman.
Pada mulanya Rasulullah ﷺ sangat menginginkan agar semua orang beriman dan mengikuti petunjuknya, lalu Allah subhanahu wa ta’ala memberitahukan kepadanya bahwa tidaklah beriman kecuali orang-orang yang telah ditakdirkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala sebagai orang yang berbahagia, dan tidaklah tersesat kecuali orang-orang yang telah ditakdirkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala sebagai orang yang celaka sejak zaman azalinya.

Muhammad ibnu Ishaq mengatakan, telah menceritakan kepadaku Muhammad ibnu Abu Muhammad, dari Ikrimah atau Sa’id ibnu Jubair, dari Ibnu Abbas, bahwa makna
"sesungguhnya orang-orang kafir"
ialah kafir terhadap kitab yang diturunkan kepadamu, sekalipun mereka mengatakan,
"Sesungguhnya kami telah beriman kepada kitab yang diturunkan kepada kami sebelummu."
Sedangkan kalimat
"sama saja, kamu beri mereka peringatan atau tidak kamu beri peringatan, mereka tetap tidak beriman"
maknanya ialah bahwa mereka telah kafir terhadap kitab yang ada di tangan mereka yang di dalamnya terdapat sebutan namamu, dan mereka telah ingkar terhadap perjanjian yang telah ditetapkan atas diri mereka.
Pada kesimpulannya mereka kafir terhadap kitab yang diturunkan kepadamu, juga kitab yang diturunkan kepada rasul selainmu buat mereka sebelum kamu, mana mungkin mereka mau mendengar peringatan dan larangan darimu, sedangkan mereka sendiri telah kafir terhadap kitab mereka sendiri yang di dalamnya terkandung pengetahuan mengenai dirimu.

Abu Ja"far Ar-Razi meriwayatkan dari Ar-Rabi’ ibnu Anas, dari Abu Aliyah yang mengatakan bahwa kedua ayat tersebut diturunkan berkenaan dengan para pemimpin pasukan golongan yang bersekutu, yaitu mereka yang disebut di dalam firman-Nya:

Tidakkah kamu perhatikan orang-orang yang telah menukar nikmat Allah dengan kekafiran dan menjatuhkan kaumnya ke lembah kebinasaan?
yaitu neraka Jahannam, mereka masuk ke dalamnya.
(QS. Ibrahim [14]: 28)

Makna yang kami sebutkan pertama —yaitu yang diriwayatkan dari Ibnu Abbas di dalam riwayat Ali ibnu Talhah— merupakan makna yang lebih jelas, kemudian ayat-ayat berikutnya ditafsirkan dengan makna yang selaras dengannya.

Ibnu Abu Hatim meriwayatkan sebuah hadis dalam bab ini.
Untuk itu dia mengatakan:

telah menceritakan kepada kami ayahku, telah menceritakan kepadaku Yahya ibnu Usman ibnu Saleh Al-Masri, telah menceritakan kepada kami ayahku, telah menceritakan kepada kami Ibnu Abu Luhai’ah, telah menceritakan kepadaku Abdullah ibnul Mugirah, dari Abul Haisam, dari Abdullah ibnu Amr yang menceritakan bahwa pernah dikatakan kepada Rasulullah ﷺ,
"Hai Rasulullah, kami tetap membaca sebagian dari Alquran dan berharap kami tetap membaca hingga hampir saja kami merasa jenuh."
Nabi ﷺ bersabda,
"Maukah kalian aku ceritakan …."
Kemudian beliau ﷺ membacakan firman-Nya:
Sesungguhnya orang-orang kafir, sama saja bagi mereka, kamu beri peringatan atau tidak kamu beri peringatan, mereka tidak juga beriman.
(QS. Al-Baqarah [2]: 6)
Beliau ﷺ bersabda,
"Mereka adalah ahli neraka."
Para sahabat berkata,
"Mudah-mudahan kami bukan termasuk mereka, wahai Rasulullah."
Nabi ﷺ bersabda,
"Tentu saja tidak."

Firman Allah, La yu-minuna berkedudukan sebagai jumlah yang mengukuhkan jumlah sebelumnya, yaitu sawa-un ‘alaihim a-an zartahum am lam tunzirhum.
Makna yang dimaksud ialah bahwa mereka dalam dua keadaan tersebut tetap bersikap kafir.
Karena itu, hal tersebut dikukuhkan dengan firman-Nya, La yu-minun (mereka tetap tidak mau beriman).

Akan tetapi, dapat pula dikatakan bahwa lafaz la yu-minuna berkedudukan sebagai khabar, karena bentuk lengkapnya adalah innal lazina kafaru la yu-minuna.
Dengan demikian, berarti firman-Nya, Sawa-un ‘alaihim a-an zartahum am lam tunzirhum merupakan jumlah mu’taridah (kalimat sisipan).

Sebab-Sebab Diturunkannya Surah Al Baqarah (2) Ayat 6

Diriwayatkan oleh al-Faryabi dan Ibnu Jarir yang bersumber dari Mujahid bahwa empat ayat pertama dari surah al-Baqarah (Al-Baqarah: 2-5) membicarakan sifat-sifat dan perbuatan kaum Mukminin, dua ayat berikutnya (Al-Baqarah: 6-7) tentang kaum kafirin yang menegaskan bahwa hati, pendengaran dan penglihatan mereka tertutup –diperingatkan atau tidak diperingatkan, mereka tetap tidak akan beriman-, dan tiga belas ayat selanjutnya (Al-Baqarah: 8-20) menegaskan ciri-ciri, sifat, dan kelakuan munafikin.

Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir dan Ibnu Ishaq, dari Muhammad bin Abi ‘Ikrimah, dari Sa’id bin Jubair, yang bersumber dari Ibnu ‘Abbas.
Bahwa firman Allah, innal ladziina kafaruu sawaa-un ‘alaihim…(sesungguhnya orang-orang kafir, sama saja bagi mereka..) sampai..
wa lahum ‘adzaabun ‘azhiim (… dan bagi mereka siksa yang amat berat) (Al-Baqarah: 6-7) diturunkan berkenaan dengan kaum Yahudi Madinah, yang menjelaskan bahwa mereka itu, walaupun diperingatkan, tetap tidak akan beriman.

Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir yang bersumber dari ar-Rabi’ bin Anas.
Bahwa dua ayat ini (Al-Baqarah: 6-7) diturunkan di dalam peperangan Ahzab.

Sumber : Asbabun Nuzul – K.H.Q Shaleh – H.A.A Dahlan dkk.

Unsur Pokok Surah Al Baqarah (البقرة)

Surat "Al Baqarah" yang terdiri dari 286 ayat ini turun di Madinah yang sebagian besar diturun­kan pada permulaan tahun Hijrah, kecuali ayat 281 diturunkan di Mina pada Nabi Muhammad ﷺ yang terakhir).

Seluruh ayat dari surat Al Baqarah termasuk golongan Madaniyyah, merupakan surat yang terpanjang di antara surat-surat Alquran yang di dalamnya terdapat pula ayat yang terpanjang (ayat 282).

Surat ini dinamai "Al Baqarah" karena di dalamnya disebutkan kisah penyembelihan sapi betina yang diperintahkan Allah kepada Bani Israil (ayat 67 sarnpai dengan 74), dimana dijelaskan watak orang Yahudi pada umumnya.

Dinamai "Fusthaathul-Qur’an" (puncak Alquran) karena memuat beberapa hukum yang tidak disebutkan dalam surat yang lain.
Dinamai juga surat "alif-laam-miim" karena surat ini dimulai dengan Alif-laam-miim.

Keimanan:

Dakwah Islamiyah yang dihadapkan kepada umat Islam, ahli kitab dan para musyrikin.

Hukum:

▪ Perintah mengerjakan shalat.
Menunaikan zakat.
Hukum puasa.
Hukum umrah.
Hukum qishash.
▪ Hal-hal yang halal dan yang haram.
▪ Bernafkah di jalan Allah.
Hukum arak dan judi.
▪ Cara menyantuni anak yatim, larangan riba.
▪ Hutang piutang.
▪ Nafkah dan yang berhak menerimanya.
▪ Wasiyat kepada dua orang ibu bapak dan kaum kerabat.
Hukum sumpah.
▪ Kewajiban menyampaikan amanat.
▪ Sihir.
Hukum merusak masjid.
Hukum merubah kitabkitab Allah.
Hukum haidh, ‘iddah, thalak, khulu’, ilaa’.
Hukum susuan.
Hukum melamar.
Mahar larangan mengawini wanita musyrik dan sebaliknya.
Hukum perang.

Kisah:

▪ Kisah penciptaan Nabi Adam `alaihis salam.
▪ Kisah Nabi Ibrahim `alaihis salam.
▪ Kisah Nabi Musa `alaihis salam dengan Bani Israil.

Lain-lain:

▪ Sifat-sifat orang yang bertakwa.
▪ Sifat-sifat orang munafik.
▪ Sifat-sifat Allah.
▪ Perumpamaan-perumpamaan.
Kiblat.
▪ Kebangkitan sesudah mati.

Audio

QS. Al-Baqarah (2) : 1-286 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 286 + Terjemahan Indonesia

QS. Al-Baqarah (2) : 1-286 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 286

Gambar Kutipan Ayat

Surah Al Baqarah ayat 6 - Gambar 1 Surah Al Baqarah ayat 6 - Gambar 2
Statistik QS. 2:6
  • Rating RisalahMuslim
4.4

Ayat ini terdapat dalam surah Al Baqarah.

Surah Al-Baqarah (Arab: سورة البقرة‎, bahasa Indonesia: “Sapi Betina”) adalah surah ke-2 dalam Alquran.
Surah ini terdiri dari 286 ayat, 6.221 kata, dan 25.500 huruf dan tergolong surah Madaniyah.
Surah ini merupakan surah dengan jumlah ayat terbanyak dalam Alquran.
Surah ini dinamai al-Baqarah yang artinya Sapi Betina sebab di dalam surah ini terdapat kisah penyembelihan sapi betina yang diperintahkan Allah kepada Bani Israil (ayat 67-74).
Surah ini juga dinamai Fustatul Qur’an (Puncak Alquran) karena memuat beberapa hukum yang tidak disebutkan dalam surah yang lain.
Dinamai juga surah Alif Lam Mim karena ayat pertama di surah berisi tiga huruf arab yakni Alif, Lam, dan Mim.

Nomor Surah2
Nama SurahAl Baqarah
Arabالبقرة
ArtiSapi Betina
Nama lainFasthath al-Qur’an, Sanam al-Qur’an (Puncak Al-Quran), Al-Zahrawan (Dua yang Cemerlang), Alif Lam Mim
Tempat TurunMadinah
Urutan Wahyu87
JuzJuz 1 (ayat 1-141), 2 (ayat 142-252) dan 3 (ayat 253-286)
Jumlah ruku’40 ruku’
Jumlah ayat286
Jumlah kata6156
Jumlah huruf26256
Surah sebelumnyaSurah Al-Fatihah
Surah selanjutnyaSurah Ali ‘Imran
Sending
User Review
4.6 (20 votes)
Tags:

2:6, 2 6, 2-6, Surah Al Baqarah 6, Tafsir surat AlBaqarah 6, Quran Al-Baqarah 6, Surah Al Baqarah ayat 6

▪ sawaa un alaihim
Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa?
Klik di sini sekarang!

Ayat Lainnya

QS. Al Muthaffifin (Orang-orang yang curang) – surah 83 ayat 31 [QS. 83:31]

31. Dan tidak hanya mengejek orang beriman di jalan, apabila orang-orang yang berdosa dan kafir kembali kepada kaumnya, mereka kembali dengan gembira ria karena telah menertawakan orang beriman. Merek … 83:31, 83 31, 83-31, Surah Al Muthaffifin 31, Tafsir surat AlMuthaffifin 31, Quran Al-Tatfif 31, Al Tatfif 31, Al Mutafifin 31, Surah Al Mutafifin ayat 31

QS. Al Baqarah (Sapi Betina) – surah 2 ayat 82 [QS. 2:82]

Sebenarnya tidak ada janji dari Allah, bukan juga karena mereka tidak tahu. Sumber masalahnya adalah sikap mereka yang memutarbalikkan ayat-ayat Allah. Bukan demikian, yang benar adalah barang siapa b … 2:82, 2 82, 2-82, Surah Al Baqarah 82, Tafsir surat AlBaqarah 82, Quran Al-Baqarah 82, Surah Al Baqarah ayat 82

Hadits Shahih

Podcast

Hadits & Doa

Soal & Pertanyaan Agama

Pembatasan aurat wanita adalah ...

Benar! Kurang tepat!

Sebelum berpakaian, kita harus ...

Benar! Kurang tepat!

Berikut ini yang bukan termasuk orang-orang pertama yang menyambut ajakan Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam adalah ...

Benar! Kurang tepat!

+

Array

Dalam Islam, pakaian harus ...

Benar! Kurang tepat!

Bagian tubuh yang tidak ditampakkan sesuai dengan ajaran Islam disebut ...

Benar! Kurang tepat!

Pendidikan Agama Islam #3
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #3 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #3 2

Belajar lagi yaa...

Bagikan Prestasimu:

Soal Lainnya

Pendidikan Agama Islam #28

Setiap umat Islam wajib menuntut ilmu. Bagaimana hukum mempelajari Ilmu Agama? Makruh Fardhu Ain Fardhu Kifayah Sunnah Muakad Mubah Benar!

Pendidikan Agama Islam #4

Setelah Yakin, dalam surah Al-A’raf ayat 26, pakaian terbaik ada di mata Allah Subhanahu Wa Ta`ala adalah … Pakaian Arab

Pendidikan Agama Islam #22

Matahari berputar mengelilingi sumbunya, termasuk contoh takdir … muallaf muallaq muannas mabrur mubram Benar! Kurang tepat! Karena rajin belajar maka

Instagram