Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

QS. Al Baqarah (Sapi Betina) – surah 2 ayat 58 [QS. 2:58]

وَ اِذۡ قُلۡنَا ادۡخُلُوۡا ہٰذِہِ الۡقَرۡیَۃَ فَکُلُوۡا مِنۡہَا حَیۡثُ شِئۡتُمۡ رَغَدًا وَّ ادۡخُلُوا الۡبَابَ سُجَّدًا وَّ قُوۡلُوۡا حِطَّۃٌ نَّغۡفِرۡ لَکُمۡ خَطٰیٰکُمۡ ؕ وَ سَنَزِیۡدُ الۡمُحۡسِنِیۡنَ
Wa-idz qulnaaadkhuluu hadzihil qaryata fakuluu minhaa haitsu syi-atum raghadan waadkhuluul baaba sujjadan waquuluu hith-thatun naghfir lakum khathaayaakum wasanaziidul muhsiniin(a);
Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman,
“Masuklah ke negeri ini (Baitulmaqdis), maka makanlah dengan nikmat (berbagai makanan) yang ada di sana sesukamu.
Dan masukilah pintu gerbangnya sambil membungkuk, dan katakanlah,
“Bebaskanlah kami (dari dosa-dosa kami),”
niscaya Kami ampuni kesalahan-kesalahanmu.
Dan Kami akan menambah (karunia) bagi orang-orang yang berbuat kebaikan.”
―QS. Al Baqarah [2]: 58

And (recall) when We said,
"Enter this city and eat from it wherever you will in (ease and) abundance, and enter the gate bowing humbly and say, ‘Relieve us of our burdens.’ We will (then) forgive your sins for you, and We will increase the doers of good (in goodness and reward)."
― Chapter 2. Surah Al Baqarah [verse 58]

وَإِذْ dan ketika

And when
قُلْنَا Kami berfirman

We said,
ٱدْخُلُوا۟ masuklah

"Enter
هَٰذِهِ ini

this
ٱلْقَرْيَةَ negeri

town,
فَكُلُوا۟ maka makanlah

then eat
مِنْهَا daripadanya

from
حَيْثُ apa saja

wherever
شِئْتُمْ kalian kehendaki

you wish[ed]
رَغَدًا sepuas hati

abundantly,
وَٱدْخُلُوا۟ dan masuklah

and enter
ٱلْبَابَ pintu gerbang

the gate
سُجَّدًا bersujud

prostrating.
وَقُولُوا۟ dan katakanlah

And say,
حِطَّةٌ bebaskan dosa

"Repentance."
نَّغْفِرْ Kami mengampuni

We will forgive
لَكُمْ bagi kalian

for you
خَطَٰيَٰكُمْ kesalahan-kesalahanmu

your sins.
وَسَنَزِيدُ dan Kami akan menambah

And We will increase
ٱلْمُحْسِنِينَ orang-orang yang berbuat baik

the good-doers (in reward)."

Tafsir

Alquran

Surah Al Baqarah
2:58

Tafsir QS. Al Baqarah (2) : 58. Oleh Kementrian Agama RI


Pada permulaan ayat ini, Allah ﷻ memerintahkan Bani Israil untuk memasuki suatu daerah (Baitulmakdis) dan menikmati makanan-makanan yang ada di sana dan mensyukuri nikmat-Nya, karena mereka telah diselamatkan dari pengejaran musuh dalam perjalanan yang amat sulit.
Mereka diperintahkan untuk mengucapkan doa kepada Allah, agar mereka diampuni dari segala dosa yang telah mereka lakukan.

Allah menegaskan bahwa jika mereka mematuhi perintah tersebut, Dia akan mengampuni semua kesalahan mereka, dan akan memberikan tambahan pahala dan karunia kepada orang-orang yang berbuat kebajikan.

Tafsir QS. Al Baqarah (2) : 58. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Ingatlah wahai Bani Israil ketika Kami memfirmankan kepada kalian,
"Masuklah ke dalam kota besar (Bayt al-Maqdis) yang disebut oleh Musa, nabi kalian.
Makanlah dari hasil bumi yang banyak dan enak yang ada di dalamnya sekehendak kalian, dengan syarat, bahwa kalian harus masuk dari pintu yang telah disebutkan oleh nabi kalian dengan penuh kekhusyukan.


Mohonlah kepada Allah di sana agar Dia mengampuni segala kesalahan kalian.
Barangsiapa yang melakukannya dengan ikhlas, tentu akan Kami ampuni segala kesalahan-kesalahannya.


Dan, di atas itu semua, barangsiapa yang berbuat baik dan taat, akan Kami tambahkan pahala dan kehormatan.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Ingatlah kalian terhadap nikmat Kami yang diberikan kepada kalian ketika Kami berfirman,
"Masuklah kalian ke kota Baitul Maqdis.
Makanlah makanan yang baik dengan leluasa sekehendak kalian di sana.


Masuklah dengan penuh ketundukan kepada Allah dan merendahkan diri seraya berkata, ‘Wahai Tuhan kami, hapuskanlah dosa-dosa kami.’ Niscaya Kami akan mengabulkan doa kalian, memaafkan kalian, serta menutupi aib kalian.


Kami akan menambahkan kebaikan dan pahala bagi orang-orang yang baik amalannya."

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Dan ingatlah ketika Kami berfirman,) kepada mereka setelah mereka keluar dari bukit Tih,


("Masuklah kamu ke negeri ini"), yakni Baitulmakdis atau Yerusalem dan ada pula yang mengatakannya ‘Ariha’


(Maka makanlah di antara makanannya yang baik lagi enak mana yang kamu sukai) tanpa ada larangan


(dan masukilah pintu gerbangnya)


(dalam keadaan bersujud) artinya menundukkan diri


(dan ucapkanlah) sebagai permohonan,


("Bebaskanlah kami dari dosa!")


(niscaya Kami ampuni) menurut suatu qiraat ‘yughfar’, sedangkan menurut suatu qiraat lainnya ‘tughfar’, keduanya kata kerja pasif yang berarti ‘diampuni’


(bagimu kesalahan-kesalahanmu dan akan Kami tambah pula pemberian Kami kepada orang-orang yang berbuat baik) maksudnya diampuni karena berlaku taat, diberi tambahan, yakni pahalanya.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:


Allah berfirman mencela mereka karena mereka membangkang, tidak mau berjihad dan tidak mau memasuki Tanah Suci Baitul Maqdis, yaitu ketika mereka baru tiba dari negeri Mesir bersama Nabi MusaTanah Suci Baitul Maqdis yang merupakan tanah warisan dari Israil, leluhur mereka.
Mereka diperintahkan memerangi orang-orang Amaliqah yang kafir yang ada di dalamnya.
Tetapi mereka membangkang, tidak mau memerangi mereka, dan mereka menjadi lemah dan patah semangat (pengecut).
Maka Allah menyesatkan mereka di Padang Sahara tandus sebagai hukuman buat mereka, seperti yang dijelaskan di dalam surat Al-Maidah.

Karena itu, menurut pendapat yang paling sahih di antara dua pendapat, tanah yang dimaksudkan adalah Baitul Maqdis, seperti yang dinaskan oleh As-Saddi, Ar-Rabi’ ibnu Anas, Qatadah, Abu Muslim Al-Asfahani serta yang lainnya.
Allah subhanahu wa ta’ala telah berfirman mengisahkan ucapan MusaHai kaumku, masuklah ke tanah suci yang telah ditentukan oleh Allah bagi kalian, dan janganlah kalian lari ke belakang.
(QS. Al-Ma’idah [5]: 21)

Menurut ulama tafsir lainnya, tanah suci tersebut adalah Ariha.
Pendapat ini diriwayatkan dari Ibnu Abbas dan Abdur Rahman ibnu Zaid, tetapi jauh dari kebenaran, mengingat Ariha bukan tujuan perjalanan mereka, melainkan yang mereka tuju adalah Baitul Maqdis.

Pendapat lain yang lebih jauh lagi dari kebenaran adalah yang mengatakan bahwa negeri tersebut adalah negeri Mesir, seperti yang diriwayatkan oleh Ar-Razi di dalam kitab tafsirnya.

Pendapat yang benar adalah pendapat pertama tadi, yaitu yang mengatakan Baitul Maqdis.
Hal ini terjadi ketika mereka keluar dari Padang Sahara sesudah tersesat selama empat puluh tahun bersama Yusya’ ibnu Nun ‘Baitul Maqdis pada sore hari Jumat.
Pada hari itu perjalanan matahari ditahan (oleh Allah) selama sesaat hingga mereka beroleh kemenangan.

Setelah mereka beroleh kemenangan, maka Allah memerintahkan mereka untuk memasuki pintu gerbang Baitul Maqdis seraya bersujud sebagai ungkapan rasa syukur kepada Allah atas nikmat yang telah dilimpahkan-Nya kepada mereka berupa kemenangan dan pertolongan, hingga negeri mereka dapat direbut dari tangan musuh dan mereka diselamatkan dari Padang Sahara dan tersesat jalan di dalamnya.

Al-Aufi di dalam kitab tafsirnya meriwayatkan dari Ibnu Abbas r.a. yang mengatakan sehubungan dengan firman-Nya:
Dan masukilah pintu gerbangnya sambil bersujud.
(QS. Al-Baqarah [2]: 58)
Makna yang dimaksud ialah sambil rukuk.

Ibnu Jarir meriwayatkan, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Basysyar, telah menceritakan kepada kami Abu Ahmad Az-Zubairi, telah menceritakan kepada kami Sufyan, dari Al-A’masy, dari Al-Minhal ibnu Amr, dari Sa’id ibnu Jubair, dari Ibnu Abbas r.a. sehubungan dengan makna firman-Nya:

Dan masukilah pintu gerbangnya sambil sujud.

Yakni sambil membungkuk rukuk melalui pintu yang kecil.

Imam Hakim meriwayatkan hadis ini melalui hadis Sufyan dengan lafaz yang sama.
Ibnu Abu Hatim meriwayatkannya pula melalui hadis Sufyan, yakni As-Sauri dengan lafaz yang sama, hanya di dalam riwayatnya ditambahkan,
"Maka mereka memasukinya dengan mengesotkan pantat mereka ke tanah."

Al-Hasan Al-Basri mengatakan bahwa mereka diperintahkan bersujud pada wajah mereka ketika memasukinya.
Akan tetapi, pendapat ini dinilai jauh dari kebenaran oleh Ar-Razi.

Telah diriwayatkan dari sebagian mereka bahwa makna yang di-maksud dengan bersujud dalam ayat ini ialah tunduk, mengingat sulit untuk diartikan menurut hakikatnya.

Khasif meriwayatkan dari Ikrimah, dari Ibnu Abbas, bahwa pintu tersebut letaknya berhadapan dengan arah kiblat.

Ibnu Abbas, Mujahid, As-Saddi, Qatadah, dan Ad-Dahhak mengatakan bahwa Babul Hittah adalah salah satu pintu gerbang masuk ke kota Eliya Baitul Maqdis.

Ar-Razi meriwayatkan dari sebagian ulama, bahwa yang dimaksud dengan pintu tersebut ialah salah satu dari arah kiblat.

Khasif mengatakan dari Ikrimah, dari Ibnu Abbas, bahwa mereka lalu memasukinya dengan cara miring pada lambung mereka.

As-Saddi meriwayatkan dari Abu Sa’id Al-Azdi, dari Abul Kanud, dari Abdullah ibnu Mas’ud.
Dikatakan kepada mereka,
"Masuklah kalian ke pintu gerbangnya dengan bersujud."
Ternyata mereka memasukinya dengan menengadahkan kepala mereka, bertentangan dengan apa yang diperintahkan kepada mereka.

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

dan katakanlah,
"Bebaskanlah kami dari dosa."


Menurut Imam Sauri, dari Al-A’masy, dari Al-Minhal, dari Sa’id ibnu Jubair, dari Ibnu Abbas yang mengatakan sehubungan dengan makna lafaz hittah, artinya ialah ‘ampunilah dosa-dosa kami’.

Menurut Ad-Dahhak, dari Ibnu Abbas, makna kalimat qulu hittah ialah ucapkanlah oleh kalian bahwa perkara ini adalah perkara yang Menurut Ikrimah, maknanya ialah ucapkanlah oleh kalian,
"Tidak ada Tuhan selain Allah."

Al-Auza’i meriwayatkan bahwa Ibnu Abbas pernah berkirim surat kepada seseorang yang tidak ia sebutkan namanya.
Ia menanyakan tentang makna firman-Nya,
"Qulu hittah."
Lelaki itu menjawab suratnya yang isinya mengatakan bahwa makna kalimat tersebut ialah ‘akuilah oleh kalian dosa-dosa kalian’.

Al-Hasan dan Qatadah mengatakan, makna yang dimaksud ialah gugurkanlah dari kami dosa-dosa kami.

niscaya Kami ampuni kesalahan-kesalahan kalian.
Dan kelak Kami akan menambah (pemberian Kami) kepada orang-orang yang berbuat baik.


Ayat ini merupakan jawab amar-nya.
Dengan kata lain, apabila kalian mengerjakan apa yang Kami perintahkan kepada kalian, niscaya Kami ampuni dosa-dosa kalian dan akan Kami lipat gandakan pahala kebaikan bagi kalian.

Pada kesimpulannya dapat dikatakan bahwa mereka diperintahkan untuk berendah diri kepada Allah subhanahu wa ta’ala di saat mereka beroleh kemenangan, hal tersebut direalisasikan dalam bentuk perbuatan dan ucapan.
Hendaknya mereka mengakui semua dosa mereka serta memohon ampun kepada Allah atas dosa-dosa tersebut, bersyukur kepada Allah atas limpahan nikmat-Nya saat itu, dan bersegera melakukan perbuatan-perbuatan yang disukai oleh Allah subhanahu wa ta’ala, sebagaimana yang dinyatakan di dalam firman-Nya:

Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan, dan kamu lihat manusia masuk agama Allah dengan berbondong-bondong, maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan mohonlah ampun kepada-Nya.
Sesungguhnya Dia adalah Maha Penerima tobat.
(QS. An-Nasr [110]: 1-3)

Sebagian sahabat menafsirkan banyak berzikir dan memohon ampun bila beroleh kemenangan dan pertolongan.
Akan tetapi, Ibnu Abbas r.a. menafsirkannya sebagai ucapan belasungkawa kepada Nabi ﷺ yang menandakan bahwa ajal beliau telah dekat, dan penafsiran ini diakui oleh Khalifah Umar r.a. Tetapi tidaklah bertentangan bila ditafsirkan bahwa Allah subhanahu wa ta’ala memerintahkan hal tersebut bila kaum muslim beroleh kemenangan dan pertolongan Allah serta manusia berbondong-bondong memasuki agama Allah subhanahu wa ta’ala Ayat ini juga merupakan belasungkawa kepada Nabi ﷺ yang sudah dekat saat wafatnya.
Karena itu, tampak Rasul ﷺ begitu rendah diri sekali di saat beroleh kemenangan.

Disebutkan dalam suatu riwayat, ketika Nabi ﷺ berhasil memperoleh kemenangan atas kota Mekah, beliau memasukinya dari celah yang tertinggi, sedangkan beliau tampak benar-benar penuh dengan rasa rendah diri kepada Tuhannya, sehingga disebutkan bahwa janggut beliau benar-benar menyentuh pelana bagian depannya sebagai tanda syukur kepada Allah subhanahu wa ta’ala atas karunia tersebut.
Kemudian ketika memasuki kota Mekah, beliau langsung mandi (dan salat delapan rakaat, hal itu dilakukannya di waktu ulama mengatakan bahwa salat tersebut adalah salat ulama lainnya mengatakan bahwa salat tersebut adalah salat kemenangan.

Untuk itu, salat sebanyak delapan rakaat di negeri tersebut pada permulaan dia memasukinya, seperti yang dilakukan oleh Sa’d ibnu Abu Waqqas r.a. ketika memasuki kota Iwan Kisra.
Dia salat delapan rakaat di dalamnya.

Menurut pendapat yang sahih, dalam salatnya itu hendaklah dilakukan salam pada setiap dua rakaatnya sebagai pemisah.
Menurut pendapat lain, salat dilakukan hanya dengan sekali salam untuk seluruh rakaatnya.

Hadits Shahih Yang Berhubungan Dengan Surah Al Baqarah (2) ayat 58

Telah bercerita kepadaku Ishaq bin Nashr telah bercerita kepada kami Abdur Razzaq dari Ma’mar dari Hammam bin Munabbih bahwa dia mendengar Abu Hurairah ra. berkata,
Rasulullah ﷺ bersabda:
Dikatakan kepada Al Baqarah: 58). Namun mereka menukarnya dan masuk sambil merayap di atas pantat mereka sambil berkata:
buah gandum.

Shahih Bukhari, Kitab Haditshadits yang Meriwayatkan Tentang Para Nabi – Nomor Hadits: 3151

Unsur Pokok Surah Al Baqarah (البقرة)

Surat "Al Baqarah" yang terdiri dari 286 ayat ini turun di Madinah yang sebagian besar diturun­kan pada permulaan tahun Hijrah, kecuali ayat 281 diturunkan di Mina pada Nabi Muhammad ﷺ yang terakhir).

Seluruh ayat dari surat Al Baqarah termasuk golongan Madaniyyah, merupakan surat yang terpanjang di antara surat-surat Alquran yang di dalamnya terdapat pula ayat yang terpanjang (ayat 282).

Surat ini dinamai "Al Baqarah" karena di dalamnya disebutkan kisah penyembelihan sapi betina yang diperintahkan Allah kepada Bani Israil (ayat 67 sarnpai dengan 74), dimana dijelaskan watak orang Yahudi pada umumnya.

Dinamai "Fusthaathul-Qur’an" (puncak Alquran) karena memuat beberapa hukum yang tidak disebutkan dalam surat yang lain.
Dinamai juga surat "alif-laam-miim" karena surat ini dimulai dengan Alif-laam-miim.

Keimanan:

Dakwah Islamiyah yang dihadapkan kepada umat Islam, ahli kitab dan para musyrikin.

Hukum:

▪ Perintah mengerjakan shalat.
Menunaikan zakat.
Hukum puasa.
Hukum umrah.
Hukum qishash.
▪ Hal-hal yang halal dan yang haram.
▪ Bernafkah di jalan Allah.
Hukum arak dan judi.
▪ Cara menyantuni anak yatim, larangan riba.
▪ Hutang piutang.
▪ Nafkah dan yang berhak menerimanya.
▪ Wasiyat kepada dua orang ibu bapak dan kaum kerabat.
Hukum sumpah.
▪ Kewajiban menyampaikan amanat.
▪ Sihir.
Hukum merusak masjid.
Hukum merubah kitabkitab Allah.
Hukum haidh, ‘iddah, thalak, khulu’, ilaa’.
Hukum susuan.
Hukum melamar.
Mahar larangan mengawini wanita musyrik dan sebaliknya.
Hukum perang.

Kisah:

▪ Kisah penciptaan Nabi Adam `alaihis salam.
▪ Kisah Nabi Ibrahim `alaihis salam.
▪ Kisah Nabi Musa `alaihis salam dengan Bani Israil.

Lain-lain:

▪ Sifat-sifat orang yang bertakwa.
▪ Sifat-sifat orang munafik.
▪ Sifat-sifat Allah.
▪ Perumpamaan-perumpamaan.
Kiblat.
▪ Kebangkitan sesudah mati.

Audio

QS. Al-Baqarah (2) : 1-286 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 286 + Terjemahan Indonesia

QS. Al-Baqarah (2) : 1-286 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 286

Gambar Kutipan Ayat

Surah Al Baqarah ayat 58 - Gambar 1 Surah Al Baqarah ayat 58 - Gambar 2
Statistik QS. 2:58
  • Rating RisalahMuslim
4.8

Ayat ini terdapat dalam surah Al Baqarah.

Surah Al-Baqarah (Arab: سورة البقرة‎, bahasa Indonesia: “Sapi Betina”) adalah surah ke-2 dalam Alquran.
Surah ini terdiri dari 286 ayat, 6.221 kata, dan 25.500 huruf dan tergolong surah Madaniyah.
Surah ini merupakan surah dengan jumlah ayat terbanyak dalam Alquran.
Surah ini dinamai al-Baqarah yang artinya Sapi Betina sebab di dalam surah ini terdapat kisah penyembelihan sapi betina yang diperintahkan Allah kepada Bani Israil (ayat 67-74).
Surah ini juga dinamai Fustatul Qur’an (Puncak Alquran) karena memuat beberapa hukum yang tidak disebutkan dalam surah yang lain.
Dinamai juga surah Alif Lam Mim karena ayat pertama di surah berisi tiga huruf arab yakni Alif, Lam, dan Mim.

Nomor Surah2
Nama SurahAl Baqarah
Arabالبقرة
ArtiSapi Betina
Nama lainFasthath al-Qur’an, Sanam al-Qur’an (Puncak Al-Quran), Al-Zahrawan (Dua yang Cemerlang), Alif Lam Mim
Tempat TurunMadinah
Urutan Wahyu87
JuzJuz 1 (ayat 1-141), 2 (ayat 142-252) dan 3 (ayat 253-286)
Jumlah ruku’40 ruku’
Jumlah ayat286
Jumlah kata6156
Jumlah huruf26256
Surah sebelumnyaSurah Al-Fatihah
Surah selanjutnyaSurah Ali ‘Imran
Sending
User Review
4.2 (16 votes)
Tags:

2:58, 2 58, 2-58, Surah Al Baqarah 58, Tafsir surat AlBaqarah 58, Quran Al-Baqarah 58, Surah Al Baqarah ayat 58

Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa?
Klik di sini sekarang!

Video


Panggil Video Lainnya

Ayat Lainnya

QS. Al Baqarah (Sapi Betina) – surah 2 ayat 276 [QS. 2:276]

Allah memusnahkan harta yang diperoleh dari hasil praktik riba sedikit demi sedikit sampai akhirnya habis, atau menghilangkan keberkahannya sehingga tidak bermanfaat dan menyuburkan sedekah yakni deng … 2:276, 2 276, 2-276, Surah Al Baqarah 276, Tafsir surat AlBaqarah 276, Quran Al-Baqarah 276, Surah Al Baqarah ayat 276

QS. Ar Ra’d (Guruh (petir)) – surah 13 ayat 1 [QS. 13:1]

Alif Laam Miim Raa . Hanya Allah yang mengetahui maksud ungkapan ini. Itu adalah ayat-ayat Kitab Al-Qur’an yang Allah turunkan kepada Nabi Muhammad. Ia berisi petunjuk dan ajaran bagi umat manusia. Da … 13:1, 13 1, 13-1, Surah Ar Ra’d 1, Tafsir surat ArRad 1, Quran Ar Rad 1, Ar-Ra’d 1, Surah Ar Rad ayat 1

Hadits Shahih

Podcast

Hadits & Doa

Soal & Pertanyaan Agama

وَوَضَعْنَا عَنْكَ وِزْرَكَ

Ayat diatas terdapat dalam Alquran surah Al-Insyirah ayat ...

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
وَوَضَعْنَا عَنكَ وِزْرَكَ

wa waḍa'nā 'angka wizrak

'dan Kami telah menghilangkan daripadamu bebanmu,'
--QS. Al-Insyirah [94] : 2

Surah Al-Insyirah diawali dengan lafal ...

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
أَلَمْ نَشْرَحْ لَكَ صَدْرَكَ

a lam nasyraḥ laka ṣadrak

'Bukankah Kami telah melapangkan untukmu dadamu?'
--QS. Al-Insyirah [94] : 1

Surah Al-Insyirah turun sesudah surah ...

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
Surah Al-Insyirah adalah surah ke-94 dalam al-Qur'an. Surah ini terdiri atas 8 ayat dan termasuk golongan surah-surah Makkiyah serta diturunkan sesudah surah Ad-Duha.

+

Array

Surah Al-Insyirah terdiri dari ... ayat.

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
Surah Al-Insyirah adalah surah ke-94 dalam al-Qur'an. Surah ini terdiri atas 8 ayat dan termasuk golongan surah-surah Makkiyah serta diturunkan sesudah surah Ad-Duha.

أَلَمْ dalam surah Al-Insyirah berarti ...

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
أَلَمْ نَشْرَحْ لَكَ صَدْرَكَ

a lam nasyraḥ laka ṣadrak

'Bukankah Kami telah melapangkan untukmu dadamu?'
--QS. Al-Insyirah [94] : 1

Pendidikan Agama Islam #25
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #25 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #25 2

Belajar lagi yaa...

Bagikan Prestasimu:

Soal Lainnya

Pendidikan Agama Islam #9

Orang yang memiliki kemampuan untuk melakukan infefensi hukum-hukum syariat dari sumber-sumber yang terpercaya disebut dengan … ijtihad ulama jumhur mujtahid

Pendidikan Agama Islam #23

Meja, kursi, manusia, hewan dan tumbuhan adalah merupakan salah satu cara mengenal Allah Subhanahu Wa Ta`ala melalui … alam semesta

Kuis Agama Islam #31

Umat Islam yang mengajarkan ilmunya dengan ikhlas akan memperoleh pahala amal jariyah. Amal jariyah artinya … Amal yang pahalanya terus

Instagram