Search
Exact matches only
Cari di judul
Cari di Arti & Tafsir
Search in comments
Search in excerpt
Filter by Custom Post Type
Filter berdasar surah
Pilih atau Semua
Abasa
Ad Dukhaan
Adh Dhuhaaa
Adz Dzaariyaat
Al 'Alaq
Al 'Ashr
Al A'laa
Al A'raaf
Al Aadiyaat
Al Ahqaaf
Al Ahzab
Al An 'aam
Al Anbiyaa
Al Anfaal
Al Ankabut
Al Balad
Al Baqarah
Al Bayyinah
Al Buruuj
Al Fajr
Al Falaq
Al Fath
Al Fatihah
Al Fiil
Al Furqaan
Al Ghaasyiyah
Al Haaqqah
Al Hadid
Al Hajj
Al Hasyr
Al Hijr
Al Hujurat
Al Humazah
Al Ikhlas
Al Infithar
Al Insaan
Al Insyiqaaq
Al Israa
Al Jaatsiyah
Al Jinn
Al Jumu'ah
Al Kaafiruun
Al Kahfi
Al Kautsar
Al Lahab
Al Lail
Al Ma'aarij
Al Maa'idah
Al Maa'un
Al Mu'min
Al Mu'minuun
Al Muddatstsir
Al Mujaadilah
Al Mulk
Al Mumtahanah
Al Munafiquun
Al Mursalat
Al Muthaffifin
Al Muzzammil
Al Qaari'ah
Al Qadr
Al Qalam
Al Qamar
Al Qashash
Al Qiyaamah
Al Waaqi'ah
Al Zalzalah
Alam Nasyrah
Ali Imran
An Naazi'at
An Nabaa
An Nahl
An Najm
An Naml
An Nas
An Nashr
An Nisaa'
An Nuur
Ar Ra'd
Ar Rahmaan
Ar Rum
As Sajdah
Ash Shaff
Ash Shaffaat
Asy Shyuura
Asy Syams
Asy Syu'araa
At Taghaabun
At Tahrim
At Takaatsur
At Takwir
At Taubah
At Tin
Ath Thaariq
Ath Thalaaq
Ath Thuur
Az Zukhruf
Az Zumar
Faathir
Fushshilat
Hud
Ibrahim
Luqman
Maryam
Muhammad
Nuh
Qaaf
Quraisy
Saba
Shaad
Thaa Haa
Yaa Siin
Yunus
Yusuf

💡 Ketik [nomer surah]-[nomer ayat], contoh: 2-255 atau albaqarah 255 atau ke www.risalahmuslim.id/2-255

Al Baqarah

Al Baqarah (Sapi Betina) surah 2 ayat 54


وَ اِذۡ قَالَ مُوۡسٰی لِقَوۡمِہٖ یٰقَوۡمِ اِنَّکُمۡ ظَلَمۡتُمۡ اَنۡفُسَکُمۡ بِاتِّخَاذِکُمُ الۡعِجۡلَ فَتُوۡبُوۡۤا اِلٰی بَارِئِکُمۡ فَاقۡتُلُوۡۤا اَنۡفُسَکُمۡ ؕ ذٰلِکُمۡ خَیۡرٌ لَّکُمۡ عِنۡدَ بَارِئِکُمۡ ؕ فَتَابَ عَلَیۡکُمۡ ؕ اِنَّہٗ ہُوَ التَّوَّابُ الرَّحِیۡمُ
Wa-idz qaala muusa liqaumihi yaa qaumi innakum zhalamtum anfusakum biittikhaadzikumul ‘ijla fatuubuu ila baari-ikum faaqtuluu anfusakum dzalikum khairun lakum ‘inda baari-ikum fataaba ‘alaikum innahu huwattau-waabur-rahiim(u);

Dan (ingatlah), ketika Musa berkata kepada kaumnya:
“Hai kaumku, sesungguhnya kamu telah menganiaya dirimu sendiri karena kamu telah menjadikan anak lembu (sembahanmu), maka bertaubatlah kepada Tuhan yang menjadikan kamu dan bunuhlah dirimu.
Hal itu adalah lebih baik bagimu pada sisi Tuhan yang menjadikan kamu, maka Allah akan menerima taubatmu.
Sesungguhnya Dialah Yang Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang”.
―QS. 2:54
Topik ▪ Taubat ▪ Cara bertaubat ▪ Kelebihan yang diberikan Allah untuk bangsa Yahudi
2:54, 2 54, 2-54, Al Baqarah 54, AlBaqarah 54, Al-Baqarah 54
Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al Baqarah (2) : 54. Oleh Kementrian Agama RI

Dengan ayat ini Allah subhanahu wa ta’ala memerintahkan kepada Rasulullah agar menyampaikan kepada Bani Israil yang ada pada waktu itu bahwa Musa a.s.
dahulu sekembalinya dari munajat dengan Tuhannya, Musa a.s.
mendapati kaumnya menyembah patung anak sapi, lalu dia berkata kepada kaumnya, “Hai kaumku Sesungguhnya dengan perbuatan kamu menjadikan anak sapi itu sebagai tuhanmu, kamu telah membinasakan diri kamu sendiri dan telah melenyapkan pahala yang sedianya akan kamu terima di sisi Tuhanmu.
Alangkah baiknya, seandainya kamu menepati janji yang telah diikrarkan dan kamu mengikuti syariatku .
Oleh sebab itu bertobatlah kepada Tuhanmu telah menciptakan kamu dan janganlah berbuat kebodohan semacam itu, di mana kamu telah meninggalkan Tuhanmu yang sesungguhnya, lalu kamu mengambil anak sapi sebagai sembahanmu.

Musa a.s.
juga memerintahkan kepada mereka, “Bunuhlah diri kamu”.
Maksudnya: agar orang-orang yang tidak berbuat kejahatan itu di antara mereka membunuh mereka yang telah bersalah itu, atau mereka yang telah berbuat kejahatan itu supaya membunuh diri mereka sendiri sebagai pernyataan tobat kepada Al1ah subhanahu wa ta’ala

Kemudian Musa a.s.
mengatakan kepada mereka bahwa bertobat dan membunuh diri sebagai pernyataan tobat itu lebih balk bagi mereka di sisi Allah subhanahu wa ta’ala daripada terus-menerus berbuat kedurhakaan yang menyebabkan mereka di timpa azab.
Apabila mereka telah bersih dari kotoran-kotoran dosa itu, barulah mereka patut menerima pahala dan ganjaran.

Pada akhir ayat ini Allah subhanahu wa ta’ala menerangkan bahwa setelah mereka melakukan yang diperintahkan Musa a.s.
Allah subhanahu wa ta’ala menerima tobat dan memaafkan kesalahan mereka karena Dialah yang memberikan jalan kepada orang-orang yang berdosa itu untuk bertobat dan Dia menerima tobat itu dari mereka, sebab Dia Maha Pengasih kepada orang-orang yang mau bertobat kepada-Nya.
Seandainya tidak demikian, tentulah segera ditimpakan kebinasaan kepada mereka lantaran dosa-dosa besar yang mereka lakukan itu.

Al Baqarah (2) ayat 54 - dibacakan oleh Shaykh Mishari Alafasy Al Baqarah (2) ayat 54 - dibacakan oleh Syaikh Sa'ad Al-Ghamidi Al Baqarah (2) ayat 54 - dibacakan oleh Syaikh Muhammad Ayyub

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Ingatlah hari ketika Musa, rasul kalian, berkata, “Hai kaumku, sesungguhnya kalian telah menganiaya diri sendiri dengan menjadikan lembu Samiriy sebagai sembahan.
Bertobatlah kepada Tuhanmu yang menciptakan kalian dari ketiadaan, dengan jalan memarahi dan mencela jiwa kalian yang jahat dan selalu menyuruh berbuat jelek, agar berganti dengan jiwa yang suci.
Allah akan membantu kalian dan memberi petunjuk untuk itu.
Hal ini adalah lebih baik bagi kalian di sisi Tuhan yang telah menciptakan kalian.
Maka dari itu, Dia menerima pertobatan dan permohonan maaf kalian.
Dia Maha Pengampun lagi Maha Pengasih kepada hamba-hamba-Nya.”

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Dan ketika Musa berkata kepada kaumnya) yang telah menyembah patung anak lembu itu (“Hai kaumku! Sesungguhnya kamu telah menganiaya dirimu karena kamu telah mengambil anak lembu) sebagai sembahan, (maka bertobatlah kamu kepada Tuhanmu) yang telah menciptakanmu atas kesalahanmu tidak menyembah kepada-Nya, (maka bunuhlah dirimu) maksudnya hendaklah yang tidak bersalah di antaramu membunuh yang bersalah.
(Demikian itu) yakni membunuh itu (lebih baik bagimu di sisi Tuhanmu) hingga dituntun-Nya kamu untuk melakukannya dan dikirim-Nya awan hitam agar sebagian kamu tidak melihat lainnya yang akan menyebabkan timbulnya rasa kasihan di antara kamu yang akan menghalangi pembunuhan ini.
Maka berhasillah pembunuhan masal itu sehingga yang tewas di antara kamu tidak kurang dari tujuh puluh ribu orang banyaknya.
(Maka Allah menerima tobatmu.
Sesungguhnya Dia Maha Penerima Tobat lagi Maha Penyayang”).

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Ingatlah kalian terhadap nikmat Kami yang diberikan kepada kalian ketika Musa berkata kepada kaumnya, “Sesungguhnya kalian telah menzalimi diri kalian sendiri dengan menjadikan anak lembu sebagai tuhan.
Karena itu, bertobatlah kalian kepada Tuhan dengan cara sebagian kalian membunuh sebagian yang lain.
Cara ini lebih baik bagi kalian di sisi Tuhan dibandingkan kalian menetap abadi di neraka.” Lalu, kalian pun melaksanakan hal itu sehingga Allah mengaruniai kalian dengan menerima tobat kalian.
Sesungguhnya, Allah Maha Penerima tobat bagi hamba-Nya yang mau bertobat, juga Maha Penyayang.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Dalam ayat ini disebutkan sifat penerimaan tobat dari Allah subhanahu wa ta’ala atas kaum Bani Israil yang menyembah anak lembu.

Al-Hasan Al-Basri mengatakan sehubungan dengan firman-Nya:

Dan (ingatlah) ketika Musa berkata kepada kaumnya, “Hai kaumku, sesungguhnya kalian telah menganiaya diri kalian sendiri karena kalian telah menjadikan anak lembu (sesembahan kalian).”
Musa ‘alaihis salam mengatakan demikian untuk mengingatkan mereka kepada apa yang telah mereka lakukan, yaitu menyembah anak sapi seperti yang dilakukan oleh pendahulu mereka.
Kisah mereka dinyatakan dalam ayat lainnya, yaitu melalui firman-Nya:

Dan setelah mereka sangat menyesali perbuatannya dan mengetahui bahwa mereka telah sesat, mereka pun berkata, “Sungguh jika Tuhan kami tidak memberi rahmat kepada kami dan tidak mengampuni kami….” (Al A’raf:149) hingga akhir ayat.
Yang demikian itulah yang dimaksud oleh Musa ‘alaihis salam ketika ia mengatakan seperti apa yang disitir oleh firman-Nya:

Hai kaumku, sesungguhnya kalian telah menganiaya diri kalian sendiri karena kalian telah menjadikan anak lembu (sesembahan kalian).

Abul Aliyah dan Sa’id ibnu Jubair serta Ar-Rabi’ ibnu Anas mengatakan mengenai makna firman-Nya:

Maka bertobatlah kalian kepada Tuhan yang menjadikan kalian.
Yakni kepada Pencipta kalian.

Menurut kami, di dalam firman-Nya, “Ila bari-ikum” (kepada Tuhan yang menciptakan kalian) terkandung isyarat yang menunjukkan bahwa dosa mereka teramat besar.
Dengan kata lain, bertobatlah kalian kepada Tuhan yang menciptakan kalian, karena kalian telah menyembah selain Dia bersama-Nya.

Imam Nasai, Ibnu Jarir, dan Ibnu Abu Hatim meriwayatkan melalui hadis Yazid ibnu Harun, dari Al-Asbag ibnu Zaid Al-Wariq, dari Al-Qasim ibnu Abu Ayyub, dari Sa’id ibnu Jubair, dari Ibnu Abbas r.a.
yang mengatakan, “Allah subhanahu wa ta’ala berfirman bahwa sesungguhnya tobat yang harus dilakukan oleh mereka ialah dengan cara hendaknya setiap orang dari mereka (yang menyembah anak lembu) membunuh orang yang dijumpainya tanpa memandang apakah dia orang tua atau anaknya.
Dia harus membunuhnya dengan pedang tanpa mempedulikan siapa yang dibunuhnya di tempat tersebut.
Maka Allah menerima tobat mereka yang menyembunyikan dosa-dosanya dari Musa dan Harun, tetapi kemudian ditampakkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala, lalu mereka mengakui dosa-dosanya dan mau melakukan apa yang diperintahkan kepada mereka.
Allah memberikan ampunan kepada si pembunuh dan si terbunuh.”

Hadis ini merupakan sebagian dari hadis Al-Futun, yang akan dijelaskan nanti secara lengkap -—insya Allah— dalam tafsir surat Thaha.

Ibnu Jarir mengatakan, telah menceritakan kepadanya Abdul Karim ibnul Haisam, telah menceritakan kepada kami Ibrahim ibnu Basysyar, telah menceritakan kepada kami Sufyan ibnu Uyaynah, bahwa Abu Sa’id telah menceritakan dari Ikrimah, dari Ibnu Abbas yang mengatakan bahwa Musa ‘alaihis salam berkata kepada kaumnya yang disitir oleh firman-Nya:

Maka bertobatlah kalian kepada Tuhan yang menjadikan kalian, dan bunuhlah diri kalian.
Hal itu adalah lebih baik bagi kalian pada sisi Tuhan yang menjadikan kalian, maka Allah akan menerima tobat kalian.
Sesungguhnya Dialah Yang Maha Penerima tobat lagi Maha Penyayang.

Musa ‘alaihis salam menyampaikan perintah Tuhannya kepada kaumnya, hendaknya mereka membunuh diri mereka sendiri.
Ibnu Abbas melanjutkan kisahnya, bahwa Nabi Musa ‘alaihis salam memanggil orang-orang yang menyembah anak lembu, lalu mereka duduk, sedangkan orang-orang yang tidak ikut menyembah anak lembu berdiri, kemudian mereka mengambil pisaunya masing-masing dan dipegang oleh tangan mereka.
Setelah itu terjadilah cuaca yang gelap gulita, lalu sebagian dari mereka membunuh sebagian yang lainnya.
Ketika gelap lenyap dari mereka, ternyata orang-orang yang terbunuh berjumlah tujuh puluh ribu orang.
Semua orang yang terbunuh dari kalangan mereka diterima tobatnya, dan semua orang yang masih hidup diterima pula tobatnya.

Ibnu Jarir meriwayatkan, telah menceritakan kepadanya Al-Qasim ibnu Abu Murrah, bahwa ia pernah mendengar Sa’id ibnu Jubair dan Mujahid mengatakan sehubungan dengan firman-Nya:

…dan bunuhlah diri kalian sendiri.
Sebagian dari mereka bangkit melabrak sebagian yang lain dengan pisau, lalu sebagian dari mereka membunuh sebagian yang lain, seseorang tidak mempunyai belas kasihan terhadap kerabatnya, tidak pula terhadap orang lain.
Hingga Musa ‘alaihis salam mengisyaratkan dengan kain jubahnya, barulah mereka melemparkan semua senjata yang ada di tangannya, ternyata jumlah mereka yang terbunuh ada tujuh puluh ribu orang.
Sesungguhnya Allah menurunkan wahyu kepada Musa, “Hentikanlah, sudah cukup bagimu!” Yang demikian itu terjadi di saat Musa ‘alaihis salam mengisyaratkan dengan kain jubahnya (untuk menghentikan mereka).

Ali r.a.
meriwayatkan hal yang semisal.

Qatadah mengatakan bahwa Musa ‘alaihis salam memerintahkan kepada kaumnya untuk melakukan hal yang sangat berat, lalu mereka bangkit dan saling menyembelih dengan pisau-pisau yang tajam, sebagian dari mereka membunuh sebagian yang lain.
Ketika pembalasan Allah telah cukup menimpa mereka, maka barulah pisau-pisau itu terjatuh dari tangan mereka dan berhentilah pembunuhan di kalangan mereka, lalu Allah menerima tobat orang-orang yang masih hidup dari kalangan mereka, dan yang terbunuh dianggap sebagai mati syahid.

Al-Hasan Al-Basri mengatakan bahwa mereka tertimpa kabut yang sangat gelap, lalu sebagian dari mereka membunuh sebagian yang lain, setelah itu lenyaplah cuaca gelap yang menyelimuti mereka, kemudian tobat mereka baru diterima.

As-Saddi telah mengatakan sehubungan dengan tafsir firman-Nya:

…dan bunuhlah diri kalian sendiri.
Bahwa orang-orang yang menyembah anak lembu saling membunuh dengan orang-orang yang tidak menyembahnya, dan orang-orang yang gugur dari kedua belah pihak dianggap sebagai mati syahid.
Ketika orang-orang yang terbunuh banyak sekali —hingga hampir semuanya binasa— saat itu jumlah mereka yang terbunuh ada tujuh puluh ribu orang.
Kemudian Musa dan Harun berdoa kepada Allah, “Wahai Tuhan kami, Engkau telah membinasakan Bani Israil.
Wahai Tuhan kami, sisakanlah, sisakanlah.” Lalu Allah memerintahkan kepada mereka agar menjatuhkan senjatanya masing-masing dan menerima tobat mereka.
Tersebutlah bahwa orang-orang yang gugur dari kedua belah pihak dianggap sebagai mati syahid, sedangkan orang-orang yang masih hidup diampuni dosa-dosanya.
Yang demikian itu dinyatakan dalam firman-Nya:

Maka Allah akan menerima tobat kalian.
Sesungguhnya Dialah Yang Maha Penerima tobat lagi Maha Penyayang.

Az-Zuhri mengatakan, tatkala Bani Israil diperintahkan membunuh diri mereka sendiri, maka mereka berperang, dan Musa ‘alaihis salam ada bersama mereka.
Lalu pedang-pedang pun berlaga dan mereka saling menusuk dengan pisau belati, sedangkan Musa ‘alaihis salam berdoa mengangkat kedua tangannya.
Ketika sebagian dari mereka berhenti sejenak, maka mereka berkata, “Wahai Nabi Allah, berdoalah kepada Allah untuk kami.” Lalu mereka memegang kedua lengan Nabi Musa ‘alaihis salam dan menopang kedua tangannya (agar terus berdoa).
Keadaan mereka masih terus dalam keadaan berperang, ketika Allah menerima tobat mereka, maka barulah tangan mereka berhenti, tidak lagi saling membunuh di antara sesamanya, dan semua senjata mereka lemparkan.
Sedangkan Musa ‘alaihis salam dan kaum Bani Israil merasa sedih melihat mereka yang terbunuh dari kalangan mereka sendiri.
Lalu Allah subhanahu wa ta’ala berfirman kepada Musa ‘alaihis salam, “Apakah yang membuatmu sedih?
Orang yang terbunuh dari kalangan mereka, mereka hidup di sisi-Ku dengan diberi rezeki, dan orang-orang yang masih hidup, sesungguhnya Aku telah menerima tobatnya.” Maka bergembiralah Nabi Musa ‘alaihis salam dan kaum Bani Israil karena hal tersebut.
Hadis ini diriwayatkan oleh Ibnu Jarir dengan sanad yang jayyid, dari Az-Zuhri.

Ibnu Ishaq mengatakan, “Ketika Musa kembali kepada kaumnya dan membakar anak lembu itu, lalu menaburkan debunya di laut, kemudian ia berangkat bersama sebagian kaum yang dipilihnya menuju kepada Rabbnya, lalu mereka disambar petir, kemudian dihidupkan kembali.
Kemudian Musa ‘alaihis salam meminta kepada Tuhannya tobat bagi kaum Bani Israil atas dosa mereka yang menyembah anak lembu.
Maka Allah subhanahu wa ta’ala menolaknya kecuali jika mereka membunuh diri mereka sendiri.”

Ibnu Ishaq melanjutkan kisahnya, “Telah sampai kepadaku suatu kisah yang menyatakan bahwa kaum Bani Israil berkata kepada Musa, ‘Kami akan teguh kepada perintah Allah.’ Lalu Musa memerintahkan kepada orang yang tidak ikut menyembah anak lembu untuk membunuh orang yang menyembahnya.
Kemudian mereka yang menyembah anak lembu duduk di suatu tanah lapang, lalu kaum yang tidak menyembah anak lembu menghunus pedangnya masing-masing dan membunuh mereka yang menyembahnya.
Maka kaum wanita dan anak-anak berdatangan kepadanya, menangis seraya meminta maaf buat mereka.
Lalu Allah menerima tobat dan maaf mereka, maka Allah memerintahkan kepada Musa agar mereka menjatuhkan pedangnya masing-masing (menghentikan pembunuhan).”

Abdur Rahman ibnu Zaid Ibnu Aslam mengatakan bahwa ketika Musa kembali kepada kaumnya, di antara kaumnya terdapat tujuh puluh orang kaum laki-laki yang memisahkan diri mereka bersama Harun tidak ikut menyembah anak lembu.
Maka Musa berkata kepada mereka, “Berangkatlah kalian ke tempat yang telah dijanjikan oleh Tuhan kalian!” Mereka menjawab, “Hai Musa, tiada jalan untuk bertobat.” Musa menjawab, “Tidak.” Bunuhlah diri kalian, hal itu adalah lebih baik bagi kalian pada sisi Tuhan yang menjadikan kalian, maka Allah akan menerima tobat kalian.
(Al Baqarah:54) Lalu mereka menghunus pedang, pisau belati, kapak, dan senjata lainnya.
Kemudian Allah mengirimkan kabut kepada mereka, lalu mereka mencari-cari dengan tangannya masing-masing dan sebagian dari mereka membunuh sebagian yang lain.
Saat itu seseorang menjumpai orang tua dan saudaranya, lalu ia membunuhnya tanpa ia ketahui.
Di dalam kegelapan itu mereka saling menyerukan, “Semoga Allah mengasihani hamba yang bersikap sabar terhadap dirinya hingga memperoleh rida Allah.” Orang-orang yang gugur dalam peristiwa itu adalah orang-orang yang mati syahid, sedangkan orang-orang yang masih hidup diterima tobatnya.
Kemudian Abdur Rahman ibnu Zaid ibnu Aslam membacakan firman-Nya:

Maka Allah akan menerima tobat kalian.
Sesungguhnya Dialah Yang Maha Penerima tobat lagi Maha Penyayang.

Informasi Surah Al Baqarah (البقرة)
Surat “Al Baqarah” yang terdiri dari 286 ayat ini turun di Madinah yang sebahagian besar diturun­kan pada permulaan tahun Hijrah, kecuali ayat 281 diturunkan di Mina pada Hajji wadaa’ (hajji Nabi Muhammad ﷺ yang terakhir).
Seluruh ayat dari surat Al Baqarah termasuk golong­an Madaniyyah, merupakan surat yang terpanjang di antara surat-surat Al Qur’an yang di dalamnya terdapat pula ayat yang terpanjang (ayat 282).

Surat ini dinamai “Al Baqarah” karena di dalamnya disebutkan kisah penyembelihan sapi betina yang diperintahkan Allah kepada Bani lsrail (ayat 67 sarnpai dengan 74), dimana dije­laskan watak orang Yahudi pada umumnya, Dinamai “Fusthaathul-Qur’an” (puncak Al Qur­ aan) karena memuat beberapa hukum yang tidak disebutkan dalam surat yang lain.
Dinamai juga surat “alif-laam-miim” karena surat ini dimulai dengan Alif-laam-miim.

Keimanan:

Da’wah lslamiyah yang dihadapkan kepada umat Islam, ahli kitab dan para musyrikin.

Hukum:

Perintah mengerjakan shalat
menunaikan zakat
hukum puasa
hukum haji dan umrah
hukum qishash
hal-hal yang halal dan yang haram
bernafkah di jalan Allah
hukum arak dan judi
cara menyantuni anak yatim, larangan riba
hu­tang piutang
nafkah dan yang berhak menerimanya
wasiyat kepada dua orang ibu­ bapak dan kaum kerabat
hukum sumpah
kewajiban menyampaikan amanat
sihir
hukum merusak mesjid
hukum merubah kitab-kitab Allah
hukum haidh, ‘iddah, thalak, khulu’, ilaa’
hukum susuan
hukum melamar
mahar larangan mengawini wanita musyrik dan sebaliknya
hukum perang.

Kisah:

Kisah penciptaan Nabi Adam a.s.
kisah Nabi Ibrahim a.s.
kisah Nabi Musa a.s, dengan Bani lsrail.

Lain-lain:

Sifat-sifat orang yang bertakwa
sifat-sifat orang munafik
sifat-sifat Allah
per­umpamaan-perumpamaan
kiblat, kebangkitan sesudah mati.


Gambar Kutipan Surah Al Baqarah Ayat 54 *beta

Surah Al Baqarah Ayat 54



Statistik
  • Rating RisalahMuslim

Surah Al Baqarah

Surah Al-Baqarah (Arab: سورة البقرة‎, bahasa Indonesia: "Sapi Betina") adalah surah ke-2 dalam Al-Qur'an.
Surah ini terdiri dari 286 ayat, 6.221 kata, dan 25.500 huruf dan tergolong surah Madaniyah.
Surah ini merupakan surah dengan jumlah ayat terbanyak dalam Al-Qur'an.
Surah ini dinamai al-Baqarah yang artinya Sapi Betina sebab di dalam surah ini terdapat kisah penyembelihan sapi betina yang diperintahkan Allah kepada Bani Israil (ayat 67-74).
Surah ini juga dinamai Fustatul Qur'an (Puncak Al-Qur'an) karena memuat beberapa hukum yang tidak disebutkan dalam surah yang lain.
Dinamai juga surah Alif Lam Mim karena ayat pertama di surah berisi tiga huruf arab yakni Alif, Lam, dan Mim.

Nomor Surah2
Nama SurahAl Baqarah
Arabالبقرة
ArtiSapi Betina
Nama lainFasthath al-Qur’an, Sanam al-Qur’an (Puncak Al-Quran), Al-Zahrawan (Dua yang Cemerlang), Alif Lam Mim
Tempat TurunMadinah
Urutan Wahyu87
JuzJuz 1 (ayat 1-141), 2 (ayat 142-252) dan 3 (ayat 253-286)
Jumlah ruku'40 ruku'
Jumlah ayat286
Jumlah kata6156
Jumlah huruf26256
Surah sebelumnyaSurah Al-Fatihah
Surah selanjutnyaSurah Ali 'Imran
4.4
Rating Pembaca: 4.6 (12 votes)
Sending







Anda perlu login mengelola Bookmark.

📖 Lihat Semua Bookmark-ku