Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

QS. Al Baqarah (Sapi Betina) – surah 2 ayat 54 [QS. 2:54]

وَ اِذۡ قَالَ مُوۡسٰی لِقَوۡمِہٖ یٰقَوۡمِ اِنَّکُمۡ ظَلَمۡتُمۡ اَنۡفُسَکُمۡ بِاتِّخَاذِکُمُ الۡعِجۡلَ فَتُوۡبُوۡۤا اِلٰی بَارِئِکُمۡ فَاقۡتُلُوۡۤا اَنۡفُسَکُمۡ ؕ ذٰلِکُمۡ خَیۡرٌ لَّکُمۡ عِنۡدَ بَارِئِکُمۡ ؕ فَتَابَ عَلَیۡکُمۡ ؕ اِنَّہٗ ہُوَ التَّوَّابُ الرَّحِیۡمُ
Wa-idz qaala muusa liqaumihi yaa qaumi innakum zhalamtum anfusakum biittikhaadzikumul ‘ijla fatuubuu ila baari-ikum faaqtuluu anfusakum dzalikum khairun lakum ‘inda baari-ikum fataaba ‘alaikum innahu huwattau-waabur-rahiim(u);
Dan (ingatlah) ketika Musa berkata kepada kaumnya,
“Wahai kaumku! Kamu benar-benar telah menzalimi dirimu sendiri dengan menjadikan (patung) anak sapi (sebagai sesembahan), karena itu bertobatlah kepada Penciptamu dan bunuhlah dirimu.
Itu lebih baik bagimu di sisi Penciptamu.
Dia akan menerima tobatmu.
Sungguh, Dialah Yang Maha Penerima tobat, Maha Penyayang.
―QS. Al Baqarah [2]: 54

And (recall) when Moses said to his people,
"O my people, indeed you have wronged yourselves by your taking of the calf (for worship).
So repent to your Creator and kill yourselves.
That is best for (all of) you in the sight of your Creator."
Then He accepted your repentance;
indeed, He is the Accepting of repentance, the Merciful.
― Chapter 2. Surah Al Baqarah [verse 54]

وَإِذْ dan ketika

And when
قَالَ berkata

said
مُوسَىٰ Musa

لِقَوْمِهِۦ kepada kaumnya

to his people,
يَٰقَوْمِ wahai kaumku

"O my people!
إِنَّكُمْ sesungguhnya kalian

Indeed, you
ظَلَمْتُمْ kalian telah menganiaya

[you] have wronged
أَنفُسَكُم diri kalian sendiri

yourselves
بِٱتِّخَاذِكُمُ dengan kalian menjadikan

by your taking
ٱلْعِجْلَ anak lembu

the calf.
فَتُوبُوٓا۟ maka taubatlah

So turn in repentance
إِلَىٰ kepada

to
بَارِئِكُمْ pencipta kalian

your Creator,
فَٱقْتُلُوٓا۟ maka bunuhlah

and kill
أَنفُسَكُمْ diri kalian sendiri

yourselves.
ذَٰلِكُمْ yang demikian itu

That
خَيْرٌ lebih baik

(is) better
لَّكُمْ bagi kalian

for you
عِندَ di sisi

with
بَارِئِكُمْ pencipta kalian

your Creator."
فَتَابَ maka Dia menerima taubat

Then He turned
عَلَيْكُمْ atas kalian

towards you.
إِنَّهُۥ sesungguhnya Dia

Indeed He!
هُوَ Dia

He
ٱلتَّوَّابُ Maha Penerima taubat

(is) the-returning,
ٱلرَّحِيمُ Maha Penyayang

the Most Merciful.

Tafsir

Alquran

Surah Al Baqarah
2:54

Tafsir QS. Al Baqarah (2) : 54. Oleh Kementrian Agama RI


Dalam ayat ini Allah ﷻ memerintahkan kepada Rasulullah agar menyampaikan kepada Bani Israil yang hidup semasanya pada waktu itu bahwa Musa `alaihis salam sekembali dari munajat dengan Tuhannya, mendapati kaumnya menyembah patung anak sapi, lalu dia berkata kepada kaumnya,
"Hai kaumku, sesungguhnya dengan perbuatan kamu menjadikan anak sapi itu sebagai tuhanmu, kamu telah membinasakan diri kamu sendiri, dan telah melenyapkan pahala yang sedianya akan kamu terima di sisi Tuhanmu.
Alangkah baiknya, seandainya kamu menepati janji yang telah diikrarkan, dan kamu mengikuti syariatku.

Oleh sebab itu, bertobatlah kepada Tuhanmu yang telah menciptakan kamu, dan janganlah berbuat kebodohan semacam itu, dimana kamu telah meninggalkan Tuhanmu yang sesungguhnya, lalu kamu mengambil anak sapi sebagai sembahanmu."


Musa `alaihis salam juga memerintahkan kepada mereka,
"Bunuhlah diri kamu.
"
Maksudnya, agar orang-orang yang tidak berbuat kejahatan di antara mereka membunuh mereka yang telah bersalah itu, atau mereka yang telah berbuat kejahatan itu saling membunuh, atau mereka disuruh membunuh diri mereka sendiri sebagai pernyataan tobat kepada Allah.


Kemudian Musa `alaihis salam mengatakan kepada mereka bahwa bertobat dan membunuh diri sebagai pernyataan tobat itu lebih baik bagi mereka di sisi Allah daripada terus-menerus berbuat kedurhakan yang menyebabkan mereka ditimpa azab.

Apabila mereka telah bersih dari dosa itu, barulah mereka patut menerima pahala dan ganjaran.



Abdullah Yusuf Ali berpendapat
"bunuhlah nafsumu";
anfusakum dalam ayat ini berarti nafsu, bukan pribadi.

Hampir sejalan dengan pendapat al-Qasimi, Muhammad Asad, dan lain-lain.


Pada akhir ayat ini Allah menerangkan bahwa setelah mereka melakukan yang diperintahkan Musa, Allah menerima tobat dan memaafkan kesalahan mereka, karena Dialah yang memberikan jalan kepada orang-orang yang berdosa itu untuk bertobat, dan Dia menerima tobat mereka.

Sebab Dia Maha Pengasih kepada orang-orang yang mau bertobat kepada-Nya.
Seandainya tidak demikian, tentulah segera ditimpakan kebinasaan kepada mereka karena dosa-dosa besar yang mereka lakukan itu.

Tafsir QS. Al Baqarah (2) : 54. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Ingatlah hari ketika Musa, rasul kalian, berkata,
"Hai kaumku, sesungguhnya kalian telah menganiaya diri sendiri dengan menjadikan lembu Samiriy sebagai sembahan.
Bertobatlah kepada Tuhanmu yang menciptakan kalian dari ketiadaan, dengan jalan memarahi dan mencela jiwa kalian yang jahat dan selalu menyuruh berbuat jelek, agar berganti dengan jiwa yang suci.


Allah akan membantu kalian dan memberi petunjuk untuk itu.
Hal ini adalah lebih baik bagi kalian di sisi Tuhan yang telah menciptakan kalian.


Maka dari itu, Dia menerima pertobatan dan permohonan maaf kalian.
Dia Maha Pengampun lagi Maha Pengasih kepada hamba-hamba-Nya. "

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Ingatlah kalian terhadap nikmat Kami yang diberikan kepada kalian ketika Musa berkata kepada kaumnya,
"Sesungguhnya kalian telah menzalimi diri kalian sendiri dengan menjadikan anak lembu sebagai tuhan.
Karena itu, bertobatlah kalian kepada Tuhan dengan cara sebagian kalian membunuh sebagian yang lain.


Cara ini lebih baik bagi kalian di sisi Tuhan dibandingkan kalian menetap abadi di neraka."
Lalu, kalian pun melaksanakan hal itu sehingga Allah mengaruniai kalian dengan menerima tobat kalian.


Sesungguhnya, Allah Maha Penerima tobat bagi hamba-Nya yang mau bertobat, juga Maha Penyayang.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Dan ketika Musa berkata kepada kaumnya) yang telah menyembah patung anak lembu itu


("Hai kaumku! Sesungguhnya kamu telah menganiaya dirimu karena kamu telah mengambil anak lembu) sebagai sembahan,


(maka bertobatlah kamu kepada Tuhanmu) yang telah menciptakanmu atas kesalahanmu tidak menyembah kepada-Nya,


(maka bunuhlah dirimu) maksudnya hendaklah yang tidak bersalah di antaramu membunuh yang bersalah.


(Demikian itu) yakni membunuh itu


(lebih baik bagimu di sisi Tuhanmu) hingga dituntun-Nya kamu untuk melakukannya dan dikirim-Nya awan hitam agar sebagian kamu tidak melihat lainnya yang akan menyebabkan timbulnya rasa kasihan di antara kamu yang akan menghalangi pembunuhan ini.
Maka berhasillah pembunuhan masal itu sehingga yang tewas di antara kamu tidak kurang dari tujuh puluh ribu orang banyaknya.


(Maka Allah menerima tobatmu.
Sesungguhnya Dia Maha Penerima Tobat lagi Maha Penyayang").

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:


Dalam ayat ini disebutkan sifat penerimaan tobat dari Allah subhanahu wa ta’ala atas kaum Bani Israil yang menyembah anak lembu.

Al-Hasan Al-Basri mengatakan sehubungan dengan firman-Nya:

Dan (ingatlah) ketika Musa berkata kepada kaumnya,
"Hai kaumku, sesungguhnya kalian telah menganiaya diri kalian sendiri karena kalian telah menjadikan anak lembu (sesembahan kalian)."

Musafirman-Nya:

Dan setelah mereka sangat menyesali perbuatannya dan mengetahui bahwa mereka telah sesat, mereka pun berkata,
"Sungguh jika Tuhan kami tidak memberi rahmat kepada kami dan tidak mengampuni kami…."
(QS. Al-A’raf [7]: 149)
hingga akhir ayat.
Yang demikian itulah yang dimaksud oleh Musafirman-Nya:

Hai kaumku, sesungguhnya kalian telah menganiaya diri kalian sendiri karena kalian telah menjadikan anak lembu (sesembahan kalian).

Abul Aliyah dan Sa’id ibnu Jubair serta Ar-Rabi’ ibnu Anas mengatakan mengenai makna firman-Nya:

Maka bertobatlah kalian kepada Tuhan yang menjadikan kalian.
Yakni kepada Pencipta kalian.


Menurut kami, di dalam firman-Nya,
"Ila bari-ikum"
(kepada Tuhan yang menciptakan kalian) terkandung isyarat yang menunjukkan bahwa dosa mereka teramat besar.
Dengan kata lain, bertobatlah kalian kepada Tuhan yang menciptakan kalian, karena kalian telah menyembah selain Dia bersama-Nya.

Imam Nasai, Ibnu Jarir, dan Ibnu Abu Hatim meriwayatkan melalui hadis Yazid ibnu Harun, dari Al-Asbag ibnu Zaid Al-Wariq, dari Al-Qasim ibnu Abu Ayyub, dari Sa’id ibnu Jubair, dari Ibnu Abbas r.a. yang mengatakan,
"Allah subhanahu wa ta’ala berfirman bahwa sesungguhnya tobat yang harus dilakukan oleh mereka ialah dengan cara hendaknya setiap orang dari mereka (yang menyembah anak lembu) membunuh orang yang dijumpainya tanpa memandang apakah dia orang tua atau anaknya.
Dia harus membunuhnya dengan pedang tanpa mempedulikan siapa yang dibunuhnya di tempat tersebut.
Maka Allah menerima tobat mereka yang menyembunyikan dosa-dosanya dari Musa dan Harun, tetapi kemudian ditampakkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala, lalu mereka mengakui dosa-dosanya dan mau melakukan apa yang diperintahkan kepada mereka.
Allah memberikan ampunan kepada si pembunuh dan si terbunuh."

Hadis ini merupakan sebagian dari hadis Al-Futun, yang akan dijelaskan nanti secara lengkap -—insya Allah— dalam tafsir surat Thaha.

Ibnu Jarir mengatakan, telah menceritakan kepadanya Abdul Karim ibnul Haisam, telah menceritakan kepada kami Ibrahim ibnu Basysyar, telah menceritakan kepada kami Sufyan ibnu Uyaynah, bahwa Abu Sa’id telah menceritakan dari Ikrimah, dari Ibnu Abbas yang mengatakan bahwa Musafirman-Nya:

Maka bertobatlah kalian kepada Tuhan yang menjadikan kalian, dan bunuhlah diri kalian.
Hal itu adalah lebih baik bagi kalian pada sisi Tuhan yang menjadikan kalian, maka Allah akan menerima tobat kalian.
Sesungguhnya Dialah Yang Maha Penerima tobat lagi Maha Penyayang.

MusaIbnu Abbas melanjutkan kisahnya, bahwa Nabi MusaIbnu Jarir meriwayatkan, telah menceritakan kepadanya Al-Qasim ibnu Abu Murrah, bahwa ia pernah mendengar Sa’id ibnu Jubair dan Mujahid mengatakan sehubungan dengan firman-Nya:

…dan bunuhlah diri kalian sendiri.
Sebagian dari mereka bangkit melabrak sebagian yang lain dengan pisau, lalu sebagian dari mereka membunuh sebagian yang lain, seseorang tidak mempunyai belas kasihan terhadap kerabatnya, tidak pula terhadap orang lain.
Hingga MusaMusa,
"Hentikanlah, sudah cukup bagimu!"
Yang demikian itu terjadi di saat MusaAli r.a. meriwayatkan hal yang semisal.

Qatadah mengatakan bahwa Musasyahid.

Al-Hasan Al-Basri mengatakan bahwa mereka tertimpa kabut yang sangat gelap, lalu sebagian dari mereka membunuh sebagian yang lain, setelah itu lenyaplah cuaca gelap yang menyelimuti mereka, kemudian tobat mereka baru diterima.

As-Saddi telah mengatakan sehubungan dengan tafsir firman-Nya:

…dan bunuhlah diri kalian sendiri.
Bahwa orang-orang yang menyembah anak lembu saling membunuh dengan orang-orang yang tidak menyembahnya, dan orang-orang yang gugur dari kedua belah pihak dianggap sebagai mati syahid.
Ketika orang-orang yang terbunuh banyak sekali —hingga hampir semuanya binasa— saat itu jumlah mereka yang terbunuh ada tujuh puluh ribu orang.
Kemudian Musa dan Harun berdoa kepada Allah,
"Wahai Tuhan kami, Engkau telah membinasakan Bani Israil.
Wahai Tuhan kami, sisakanlah, sisakanlah."
Lalu Allah memerintahkan kepada mereka agar menjatuhkan senjatanya masing-masing dan menerima tobat mereka.
Tersebutlah bahwa orang-orang yang gugur dari kedua belah pihak dianggap sebagai mati syahid, sedangkan orang-orang yang masih hidup diampuni dosa-dosanya.
Yang demikian itu dinyatakan dalam firman-Nya:

Maka Allah akan menerima tobat kalian.
Sesungguhnya Dialah Yang Maha Penerima tobat lagi Maha Penyayang.


Az-Zuhri mengatakan, tatkala Bani Israil diperintahkan membunuh diri mereka sendiri, maka mereka berperang, dan MusaMusaMusaMusaBani Israil merasa sedih melihat mereka yang terbunuh dari kalangan mereka sendiri.
Lalu Allah subhanahu wa ta’ala berfirman kepada Musarezeki, dan orang-orang yang masih hidup, sesungguhnya Aku telah menerima tobatnya."
Maka bergembiralah Nabi MusaBani Israil karena hal tersebut.
Hadis ini diriwayatkan oleh Ibnu Jarir dengan sanad yang jayyid, dari Az-Zuhri.

Ibnu Ishaq mengatakan,
"Ketika Musa kembali kepada kaumnya dan membakar anak lembu itu, lalu menaburkan debunya di laut, kemudian ia berangkat bersama sebagian kaum yang dipilihnya menuju kepada Rabbnya, lalu mereka disambar petir, kemudian dihidupkan kembali.
Kemudian MusaBani Israil atas dosa mereka yang menyembah anak lembu.
Maka Allah subhanahu wa ta’ala menolaknya kecuali jika mereka membunuh diri mereka sendiri."

Ibnu Ishaq melanjutkan kisahnya,
"Telah sampai kepadaku suatu kisah yang menyatakan bahwa kaum Bani Israil berkata kepada Musa, ‘Kami akan teguh kepada perintah Allah.’ Lalu Musa memerintahkan kepada orang yang tidak ikut menyembah anak lembu untuk membunuh orang yang menyembahnya.
Kemudian mereka yang menyembah anak lembu duduk di suatu tanah lapang, lalu kaum yang tidak menyembah anak lembu menghunus pedangnya masing-masing dan membunuh mereka yang menyembahnya.
Maka kaum wanita dan anak-anak berdatangan kepadanya, menangis seraya meminta maaf buat mereka.
Lalu Allah menerima tobat dan maaf mereka, maka Allah memerintahkan kepada Musa agar mereka menjatuhkan pedangnya masing-masing (menghentikan pembunuhan)."

Abdur Rahman ibnu Zaid Ibnu Aslam mengatakan bahwa ketika Musa kembali kepada kaumnya, di antara kaumnya terdapat tujuh puluh orang kaum laki-laki yang memisahkan diri mereka bersama Harun tidak ikut menyembah anak lembu.
Maka Musa berkata kepada mereka,
"Berangkatlah kalian ke tempat yang telah dijanjikan oleh Tuhan kalian!"
Mereka menjawab,
"Hai Musa, tiada jalan untuk bertobat."
Musa menjawab,
"Tidak."
Bunuhlah diri kalian, hal itu adalah lebih baik bagi kalian pada sisi Tuhan yang menjadikan kalian, maka Allah akan menerima tobat kalian.
(QS. Al-Baqarah:54)
Lalu mereka menghunus pedang, pisau belati, kapak, dan senjata lainnya.
Kemudian Allah mengirimkan kabut kepada mereka, lalu mereka mencari-cari dengan tangannya masing-masing dan sebagian dari mereka membunuh sebagian yang lain.
Saat itu seseorang menjumpai orang tua dan saudaranya, lalu ia membunuhnya tanpa ia ketahui.
Di dalam kegelapan itu mereka saling menyerukan,
"Semoga Allah mengasihani hamba yang bersikap sabar terhadap dirinya hingga memperoleh rida Allah."
Orang-orang yang gugur dalam peristiwa itu adalah orang-orang yang mati syahid, sedangkan orang-orang yang masih hidup diterima tobatnya.
Kemudian Abdur Rahman ibnu Zaid ibnu Aslam membacakan firman-Nya:

Maka Allah akan menerima tobat kalian.
Sesungguhnya Dialah Yang Maha Penerima tobat lagi Maha Penyayang.

Unsur Pokok Surah Al Baqarah (البقرة)

Surat "Al Baqarah" yang terdiri dari 286 ayat ini turun di Madinah yang sebagian besar diturun­kan pada permulaan tahun Hijrah, kecuali ayat 281 diturunkan di Mina pada Nabi Muhammad ﷺ yang terakhir).

Seluruh ayat dari surat Al Baqarah termasuk golongan Madaniyyah, merupakan surat yang terpanjang di antara surat-surat Alquran yang di dalamnya terdapat pula ayat yang terpanjang (ayat 282).

Surat ini dinamai "Al Baqarah" karena di dalamnya disebutkan kisah penyembelihan sapi betina yang diperintahkan Allah kepada Bani Israil (ayat 67 sarnpai dengan 74), dimana dijelaskan watak orang Yahudi pada umumnya.

Dinamai "Fusthaathul-Qur’an" (puncak Alquran) karena memuat beberapa hukum yang tidak disebutkan dalam surat yang lain.
Dinamai juga surat "alif-laam-miim" karena surat ini dimulai dengan Alif-laam-miim.

Keimanan:

Dakwah Islamiyah yang dihadapkan kepada umat Islam, ahli kitab dan para musyrikin.

Hukum:

▪ Perintah mengerjakan shalat.
Menunaikan zakat.
Hukum puasa.
Hukum umrah.
Hukum qishash.
▪ Hal-hal yang halal dan yang haram.
▪ Bernafkah di jalan Allah.
Hukum arak dan judi.
▪ Cara menyantuni anak yatim, larangan riba.
▪ Hutang piutang.
▪ Nafkah dan yang berhak menerimanya.
▪ Wasiyat kepada dua orang ibu bapak dan kaum kerabat.
Hukum sumpah.
▪ Kewajiban menyampaikan amanat.
▪ Sihir.
Hukum merusak masjid.
Hukum merubah kitabkitab Allah.
Hukum haidh, ‘iddah, thalak, khulu’, ilaa’.
Hukum susuan.
Hukum melamar.
Mahar larangan mengawini wanita musyrik dan sebaliknya.
Hukum perang.

Kisah:

▪ Kisah penciptaan Nabi Adam `alaihis salam.
▪ Kisah Nabi Ibrahim `alaihis salam.
▪ Kisah Nabi Musa `alaihis salam dengan Bani Israil.

Lain-lain:

▪ Sifat-sifat orang yang bertakwa.
▪ Sifat-sifat orang munafik.
▪ Sifat-sifat Allah.
▪ Perumpamaan-perumpamaan.
Kiblat.
▪ Kebangkitan sesudah mati.

Audio

QS. Al-Baqarah (2) : 1-286 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 286 + Terjemahan Indonesia

QS. Al-Baqarah (2) : 1-286 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 286

Gambar Kutipan Ayat

Surah Al Baqarah ayat 54 - Gambar 1 Surah Al Baqarah ayat 54 - Gambar 2
Statistik QS. 2:54
  • Rating RisalahMuslim
4.4

Ayat ini terdapat dalam surah Al Baqarah.

Surah Al-Baqarah (Arab: سورة البقرة‎, bahasa Indonesia: “Sapi Betina”) adalah surah ke-2 dalam Alquran.
Surah ini terdiri dari 286 ayat, 6.221 kata, dan 25.500 huruf dan tergolong surah Madaniyah.
Surah ini merupakan surah dengan jumlah ayat terbanyak dalam Alquran.
Surah ini dinamai al-Baqarah yang artinya Sapi Betina sebab di dalam surah ini terdapat kisah penyembelihan sapi betina yang diperintahkan Allah kepada Bani Israil (ayat 67-74).
Surah ini juga dinamai Fustatul Qur’an (Puncak Alquran) karena memuat beberapa hukum yang tidak disebutkan dalam surah yang lain.
Dinamai juga surah Alif Lam Mim karena ayat pertama di surah berisi tiga huruf arab yakni Alif, Lam, dan Mim.

Nomor Surah2
Nama SurahAl Baqarah
Arabالبقرة
ArtiSapi Betina
Nama lainFasthath al-Qur’an, Sanam al-Qur’an (Puncak Al-Quran), Al-Zahrawan (Dua yang Cemerlang), Alif Lam Mim
Tempat TurunMadinah
Urutan Wahyu87
JuzJuz 1 (ayat 1-141), 2 (ayat 142-252) dan 3 (ayat 253-286)
Jumlah ruku’40 ruku’
Jumlah ayat286
Jumlah kata6156
Jumlah huruf26256
Surah sebelumnyaSurah Al-Fatihah
Surah selanjutnyaSurah Ali ‘Imran
Sending
User Review
4.6 (12 votes)
Tags:

2:54, 2 54, 2-54, Surah Al Baqarah 54, Tafsir surat AlBaqarah 54, Quran Al-Baqarah 54, Surah Al Baqarah ayat 54

▪ Tafsir 2 54
Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa?
Klik di sini sekarang!

Ayat Lainnya

QS. Shaad (Shaad) – surah 38 ayat 74 [QS. 38:74]

73-74. Sempurnalah kejadian Adam, lalu dengan serta-merta para malaikat itu bersujud semuanya sebagai bentuk penghormatan kepadanya dan bukti ketaatan kepada perintah Allah. Mereka semua bersujud, kec … 38:74, 38 74, 38-74, Surah Shaad 74, Tafsir surat Shaad 74, Quran Shad 74, Sad 74, Surah Shad ayat 74

QS. Ar Ra’d (Guruh (petir)) – surah 13 ayat 25 [QS. 13:25]

Dan sebagai kebalikan dari mereka yang menerima kebenaran adalah orang-orang yang menolak kebenaran dengan melanggar dan membatalkan janji dengan sesama manusia yang dikukuhkan dengan nama Allah setel … 13:25, 13 25, 13-25, Surah Ar Ra’d 25, Tafsir surat ArRad 25, Quran Ar Rad 25, Ar-Ra’d 25, Surah Ar Rad ayat 25

Hadits Shahih

Podcast

Hadits & Doa

Soal & Pertanyaan Agama

Surah yang menjelaskan bahwa “Allah Subhanahu Wa Ta`ala tempat meminta”, yaitu ...

Benar! Kurang tepat!

Berakhirnya seluruh kehidupan di dunia dinamakan ...

Benar! Kurang tepat!

Salah satu hikmah mempercayai datangnya hari akhir, yaitu ...

Benar! Kurang tepat!

+

Array

Tempat berkumpulnya manusia di akhirat di sebut padang ...

Benar! Kurang tepat!

Hari kiamat di jelaskan dalam Alquran, surah ....

Benar! Kurang tepat!

Pendidikan Agama Islam #19
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #19 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #19 2

Belajar lagi yaa...

Bagikan Prestasimu:

Soal Lainnya

Pendidikan Agama Islam #23

Al Falaq artinya … demi waktu waktu pagi waktu subuh langit senja manusia Benar! Kurang tepat! Qada dan qadar termasuk

Pendidikan Agama Islam #9

Berdasarkan bahasa, ijma artinya adalah … undang-undang voting kesepakatan rapat perundingan Benar! Kurang tepat! Orang yang memiliki kemampuan untuk melakukan

Pendidikan Agama Islam #21

Bu Nindi mempersiapkan pakaian bayi, karena bu Nindi tidak lama lagi akan melahirkan bayinya, perilaku bu Nindi termasuk meyakini …

Instagram