QS. Al Baqarah (Sapi Betina) – surah 2 ayat 51 [QS. 2:51]

وَ اِذۡ وٰعَدۡنَا مُوۡسٰۤی اَرۡبَعِیۡنَ لَیۡلَۃً ثُمَّ اتَّخَذۡتُمُ الۡعِجۡلَ مِنۡۢ بَعۡدِہٖ وَ اَنۡتُمۡ ظٰلِمُوۡنَ
Wa-idz waa’adnaa muusa arba’iina lailatan tsummaat-takhadztumul ‘ijla min ba’dihi wa-antum zhaalimuun(a);

Dan (ingatlah), ketika Kami berjanji kepada Musa (memberikan Taurat, sesudah) empat puluh malam, lalu kamu menjadikan anak lembu (sembahan) sepeninggalnya dan kamu adalah orang-orang yang zalim.
―QS. 2:51
Topik ▪ Para rasul diutus untuk memberi petunjuk
2:51, 2 51, 2-51, Al Baqarah 51, AlBaqarah 51, Al-Baqarah 51

Tafsir surah Al Baqarah (2) ayat 51

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al Baqarah (2) : 51. Oleh Kementrian Agama RI

Pada ayat ini Allah subhanahu wa ta’ala mengingatkan mereka kepada nikmat yang lain sesudah nikmat-nikmat-Nya yang tersebut di atas, juga yang tidak mereka syukuri, bahkan mereka ingkari dan dengan demikian mereka telah berbuat zalim terhadap diri mereka sendiri.
Nikmat tersebut ialah bahwa mereka setelah selamat menyeberangi laut itu lalu mereka bertanya kepada Musa ‘alaihis salam kapan Allah subhanahu wa ta’ala akan menurunkan kitab suci (Taurat) kepadanya.
Maka Allah menjanjikan kepada Musa ‘alaihis salam akan memberikan kitab Taurat kepadanya dan Allah menentukan waktu itu.
Mereka menganggap bahwa waktu yang ditetapkan itu terlalu lama mereka buatlah patung anak sapi dari emas yang dapat bersuara dan mereka sembah.
Dengan demikian mereka telah menganiaya diri.
mereka sendiri karena perbuatan syirik yang mereka lakukan itu.

Sikap mereka itu adalah sangat mengherankan, sebab janji Allah subhanahu wa ta’ala kepada Nabi Musa ‘alaihis salam akan menurunkan Kitab Taurat itu sebenarnya adalah merupakan nikmat dan keutamaan yang amat besar bagi Bani Israil itu tetapi mereka balas dengan perbuatan yang amat keji, serta kekafiran dan kebodohan.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Ingatlah ketika Tuhan kalian menjanjikan kepada Musa empat puluh malam untuk bermunajat kepada- Nya.
Dan ketika ia pergi ke tempat yang dijanjikan (bukit Tursina) lalu kembali kepada kalian, ia mendapatkan kalian telah menyeleweng dan menjadikan lembu yang dibuat oleh Samiriy sebagai sembahan.
Kalian telah berbuat lalim dengan menjadikan sekutu bagi Allah yang telah menciptakan dan menyelamatkan kalian.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Dan ingatlah ketika Kami menjanjikan) dalam sekian masa (kepada Musa selama empat puluh malam) maksudnya Kami janjikan akan memberinya Taurat setelah 40 malam untuk menjadi pedoman bagi kamu (lalu kamu ambil anak lembu) maksudnya patung anak lembu yang ditempa oleh Samiri menjadi tuhan (sepeninggalnya) artinya setelah ia pergi memenuhi perjanjian dengan Kami itu, (dan kamu adalah orang-orang aniaya) disebabkan menaruh sesuatu bukan pada tempatnya, yaitu mengambil anak lembu itu sebagai sembahan.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Ingatlah kalian terhadap nikmat Kami yang diberikan kepada kalian ketika Kami menjanjikan kepada Musa empat puluh malam untuk menurunkan Taurat sebagai hidayah dan cahaya bagi kalian.
Akan tetapi, kalian malah menggunakan ketiadaan Musa yang hanya sebentar itu sebagai kesempatan dan menjadikan anak lembu yang dibuat dengan tangan kalian sendiri sebagai sembahan selain Allah.
Inilah kekufuran pa-ling keji di sisi Allah karena kalian telah berbuat zalim dengan menjadikan anak lembu itu sebagai tuhan.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

“Hai Bani Israil, ingatlah akan nikmat-Ku yang telah Kulimpahkan kepada kalian, Kumaafkan kalian ketika kalian menyembah anak lembu setelah kepergian Musa untuk memenuhi janji Tuhannya setelah masa janji tersebut telah tiba, yaitu empat puluh malam.” Hal ini disebutkan di dalam surat Al-A’raf melalui firman-Nya:

Dan telah Kami janjikan kepada Musa (memberikan Taurat) sesudah berlalu waklu tiga puluh malam, dan Kami sempurnakan jumlah malam itu dengan sepuluh (malam lagi).
(Q.S. Al-A’raf [7]: 142)

Menurut suatu pendapat, tiga puluh malam itu adalah bulan Zul Qa’dah, sedangkan yang sepuluh malam tambahannya jatuh pada bulan Zul Hijjah.
Hal ini terjadi setelah kaum Bani Israil selamat dari kejaran Fir’aun dan pasukannya, dapat menyeberangi laut dengan selamat.

Firman Allah, “Waiz ataina musal kitaba.” Yang dimaksud dengan Al-Kitab ialah kitab Taurat.

Walfurqan, yakni keterangan dan penjelasan yang membedakan antara perkara yang hak dan perkara yang batil, dan dapat membedakan antara jalan hidayahnya dan kesesatan.

La’allakum tahtaduna, agar kalian mendapat petunjuk.
Hal ini pun terjadi sesudah mereka diselamatkan dari laut, seperti yang ditunjukkan oleh konteks ayat dalam surat Al-A’raf tadi, juga karena firman-Nya:

Dan sesungguhnya telah kami berikan kepada Musa Al-Kitab (Taurat) sesudah Kami binasakan generasi-generasi yang terdahulu, untuk menjadi pelita bagi manusia dan petunjuk dan rahmat agar mereka ingat.
(Q.S. Al-Qashash [28]: 43)

Menurut suatu pendapat, huruf wawu yang ada pada lafaz walfurqan merupakan huruf zaidah (tambahan).
Makna yang dimaksud ialah “Dan sesungguhnya telah Kami berikan kepada Musa Al-Kitab (Taurat) yang membedakan antara yang hak dan yang batil”.
Akan tetapi, pendapat ini garib.
Menurut pendapat lainnya lagi, memang memakai huruf ‘ataf, sekalipun makna keduanya sama,

Al-kazibu dan al-mainu pengertiannya sama, yaitu dusta, begitu pula annayu dan al-bu’du menunjukkan makna yang sama, yaitu jauh.

Lafaz Iqfar di-ataf-kan kepada lafaz iqwa, sedangkan makna kedua-nya sama saja.


Informasi Surah Al Baqarah (البقرة)
Surat “Al Baqarah” yang terdiri dari 286 ayat ini turun di Madinah yang sebahagian besar diturun­kan pada permulaan tahun Hijrah, kecuali ayat 281 diturunkan di Mina pada Hajji wadaa’ (hajji Nabi Muhammad ﷺ yang terakhir).
Seluruh ayat dari surat Al Baqarah termasuk golong­an Madaniyyah, merupakan surat yang terpanjang di antara surat-surat Al Qur’an yang di dalamnya terdapat pula ayat yang terpanjang (ayat 282).

Surat ini dinamai “Al Baqarah” karena di dalamnya disebutkan kisah penyembelihan sapi betina yang diperintahkan Allah kepada Bani lsrail (ayat 67 sarnpai dengan 74), dimana dije­laskan watak orang Yahudi pada umumnya, Dinamai “Fusthaathul-Qur’an” (puncak Al Qur­ aan) karena memuat beberapa hukum yang tidak disebutkan dalam surat yang lain.
Dinamai juga surat “alif-laam-miim” karena surat ini dimulai dengan Alif-laam-miim.

Keimanan:

Da’wah lslamiyah yang dihadapkan kepada umat Islam, ahli kitab dan para musyrikin.

Hukum:

Perintah mengerjakan shalat
menunaikan zakat
hukum puasa
hukum haji dan umrah
hukum qishash
hal-hal yang halal dan yang haram
bernafkah di jalan Allah
hukum arak dan judi
cara menyantuni anak yatim, larangan riba
hu­tang piutang
nafkah dan yang berhak menerimanya
wasiyat kepada dua orang ibu­ bapak dan kaum kerabat
hukum sumpah
kewajiban menyampaikan amanat
sihir
hukum merusak mesjid
hukum merubah kitab-kitab Allah
hukum haidh, ‘iddah, thalak, khulu’, ilaa’
hukum susuan
hukum melamar
mahar larangan mengawini wanita musyrik dan sebaliknya
hukum perang.

Kisah:

Kisah penciptaan Nabi Adam a.s.
kisah Nabi Ibrahim a.s.
kisah Nabi Musa a.s, dengan Bani lsrail.

Lain-lain:

Sifat-sifat orang yang bertakwa
sifat-sifat orang munafik
sifat-sifat Allah
per­umpamaan-perumpamaan
kiblat, kebangkitan sesudah mati.

Audio

Qari Internasional

Q.S. Al-Baqarah (2) ayat 51 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Al-Baqarah (2) ayat 51 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Al-Baqarah (2) ayat 51 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Al-Baqarah - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 286 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 2:51
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Al Baqarah.

Surah Al-Baqarah (Arab: سورة البقرة‎, bahasa Indonesia: "Sapi Betina") adalah surah ke-2 dalam Al-Qur'an.
Surah ini terdiri dari 286 ayat, 6.221 kata, dan 25.500 huruf dan tergolong surah Madaniyah.
Surah ini merupakan surah dengan jumlah ayat terbanyak dalam Al-Qur'an.
Surah ini dinamai al-Baqarah yang artinya Sapi Betina sebab di dalam surah ini terdapat kisah penyembelihan sapi betina yang diperintahkan Allah kepada Bani Israil (ayat 67-74).
Surah ini juga dinamai Fustatul Qur'an (Puncak Al-Qur'an) karena memuat beberapa hukum yang tidak disebutkan dalam surah yang lain.
Dinamai juga surah Alif Lam Mim karena ayat pertama di surah berisi tiga huruf arab yakni Alif, Lam, dan Mim.

Nomor Surah 2
Nama Surah Al Baqarah
Arab البقرة
Arti Sapi Betina
Nama lain Fasthath al-Qur’an, Sanam al-Qur’an (Puncak Al-Quran), Al-Zahrawan (Dua yang Cemerlang), Alif Lam Mim
Tempat Turun Madinah
Urutan Wahyu 87
Juz Juz 1 (ayat 1-141), 2 (ayat 142-252) dan 3 (ayat 253-286)
Jumlah ruku' 40 ruku'
Jumlah ayat 286
Jumlah kata 6156
Jumlah huruf 26256
Surah sebelumnya Surah Al-Fatihah
Surah selanjutnya Surah Ali 'Imran
4.7
Ratingmu: 4.3 (9 orang)
Sending

URL singkat: risalahmuslim.id/2-51







Pembahasan ▪ tafsir al baqarah 51

Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Email: [email protected]
Made with in Yogyakarta


Ikuti RisalahMuslim