Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

QS. Al Baqarah (Sapi Betina) – surah 2 ayat 45 [QS. 2:45]

وَ اسۡتَعِیۡنُوۡا بِالصَّبۡرِ وَ الصَّلٰوۃِ ؕ وَ اِنَّہَا لَکَبِیۡرَۃٌ اِلَّا عَلَی الۡخٰشِعِیۡنَ
Waasta’iinuu bish-shabri wash-shalaati wa-innahaa lakabiiratun ilaa ‘alal khaasyi’iin(a);
Dan mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan salat.
Dan (salat) itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyuk,
―QS. Al Baqarah [2]: 45

And seek help through patience and prayer, and indeed, it is difficult except for the humbly submissive (to Allah)
― Chapter 2. Surah Al Baqarah [verse 45]

وَٱسْتَعِينُوا۟ dan mohonlah pertolongan

And seek help
بِٱلصَّبْرِ dengan sabar

through patience
وَٱلصَّلَوٰةِ dan sholat

and the prayer;
وَإِنَّهَا dan sesungguhnya ia

and indeed, it
لَكَبِيرَةٌ sungguh berat

(is) surely difficult
إِلَّا kecuali

except
عَلَى atas

on
ٱلْخَٰشِعِينَ orang-orang yang khusyu’

the humble ones,

Tafsir

Alquran

Surah Al Baqarah
2:45

Tafsir QS. Al Baqarah (2) : 45. Oleh Kementrian Agama RI


Setelah menjelaskan betapa jeleknya keadaan dan sifat-sifat Bani Israil, sehingga akal mereka tidak bermanfaat bagi diri mereka dan kitab suci yang ada di tangan mereka pun tidak mendatangkan faedah apa pun bagi mereka, maka Allah memberikan bimbingan kepada mereka menuju jalan yang paling baik, yaitu agar mereka memohon pertolongan kepada Allah dengan kesabaran dan salat.


Yang dimaksud dengan
"sabar"
di sini ialah sikap dan perilaku sebagai berikut:


1. Tabah menghadapi kenyataan yang terjadi, tidak panik, tetapi tetap mampu mengendalikan emosi.


2. Dengan tenang menerima kenyataan dan memikirkan mengapa hal itu terjadi, apa sebabnya dan bagaimana cara mengatasinya dengan sebaik-baiknya.


3. Dengan tenang dan penuh perhitungan serta tawakal melakukan perbaikan dengan menghindari sebab-sebab kegagalan dan melakukan antisipasi secara lebih tepat berdasar pengalaman.


Bersikap sabar berarti mengikuti perintah-perintah Allah dan menjauhkan diri dari larangan-larangan-Nya, dengan cara mengekang syahwat dan hawa nafsu dari semua perbuatan yang terlarang.

Melakukan salat dapat mencegah kita dari perbuatan-perbuatan yang tidak baik, dan dengan salat itu pula kita selalu ingat kepada Allah, sehingga hal itu akan menghalangi kita dari perbuatan-perbuatan yang jelek, baik diketahui orang lain, maupun tidak.
Salat adalah ibadah yang sangat utama di mana kita dapat bermunajat kepada Allah lima kali setiap hari.



"Rasulullah ﷺ, apabila menghadapi masalah berat, beliau salat".
(Riwayat Ahmad).



Melakukan salat dirasakan berat dan sukar, kecuali oleh orang-orang yang khusyuk, yaitu orang yang benar-benar beriman dan taat kepada Allah, dan melakukan perintah-perintah-Nya dengan ikhlas karena mengharapkan rida-Nya semata, serta memelihara diri dari salat tidaklah dirasakan berat, sebab pada saat-saat tersebut mereka tekun dan tenggelam dalam bermunajat kepada Allah sehingga mereka tidak lagi merasakan dan mengingat sesuatu yang lain, baik berupa kesukaran maupun penderitaan yang mereka alami sebelumnya.
Mengenai hal ini, Rasulullah ﷺ bersabda:

إِنَّمَا حُبِّبَ إِلَـيَّ مِنْ دُنْيَاكُمْ:
اَلنِّسَاءُ وَالطِّيْبُ، وَجُعِلَتْ قُرَّةُ عَيْنِـيْ فِـي الصَّلَاةِ

"Sesungguhnya di antara kesenangan dunia kalian yang aku cintai adalah wanita dan wewangian.
Dan dijadikan kesenangan hatiku terletak di dalam shalat."
(Riwayat Ahmad dan an-Nasa’i)


Ini disebabkan karena ketekunannya dalam melakukan salat merupakan sesuatu yang amat menyenangkan baginya, sedang urusan-urusan duniawi dianggap melelahkan.


Di samping itu mereka penuh pengharapan menanti-nanti pahala dari Allah atas ibadah tersebut sehingga berbagai kesukaran dalam melaksanakannya dapat diatasi dengan mudah.
Hal ini tidak mengherankan, sebab orang yang mengetahui hakikat dari apa yang dicarinya niscaya ringan baginya untuk mengorbankan apa saja untuk memperolehnya.
Orang yang yakin bahwa Allah akan memberikan ganti yang lebih besar dari apa yang telah diberikannya niscaya ia merasa ringan untuk memberikan kepada orang lain apa saja yang dimilikinya.

Tafsir QS. Al Baqarah (2) : 45. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Jadikanlah kesabaran dan sikap menahan diri dari apa yang kalian benci sebagai penolong dalam menjalankan beban ini.
Salah satu caranya adalah dengan berpuasa.


Dan jadikan salat–yang sangat besar maknanya itu–sebagai penolong juga, karena salat itu menyucikan hati dan mencegah kekejian dan kemungkaran.
Karenanya, beban itu akan terasa sangat berat dan sulit kecuali bagi orang-orang yang tunduk dan menyukai ketaatan.


Yaitu orang-orang yang hatinya merasa tenteram dengan berzikir kepada Allah.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Minta tolonglah kalian dalam setiap urusan kalian dengan berbagai macam kesabaran dan juga dengan melaksanakan salat.
Sesungguhnya, hal itu sangat berat kecuali bagi orang-orang yang khusyuk, yaitu orang-orang yang takut kepada-Nya, mengharapkan apa yang ada di sisi-Nya dan meyakini bahwa mereka akan bertemu dengan Tuhannya setelah kematian serta meyakini bahwa mereka semua akan kembali kepada-Nya pada hari kiamat untuk dihisab dan dibalas.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Mintalah pertolongan) dalam menghadapi urusan atau kesulitan-kesulitanmu


(dengan jalan bersabar) menahan diri dari hal-hal yang tidak baik


(dengan salat).
Khusus disebutkan di sini untuk menyatakan bagaimana pentingnya salat itu.
Dalam sebuah hadis disebutkan bahwa jika Nabi ﷺ hatinya risau disebabkan sesuatu masalah, maka beliau segera melakukan salat.
Ada pula yang mengatakan bahwa perkataan ini ditujukan kepada orang-orang Yahudi yang terhalang beriman disebabkan ketamakan dan ingin kedudukan.
Maka mereka disuruh bersabar yang maksudnya ialah berpuasa, karena berpuasa dapat melenyapkan itu.
Salat, karena dapat menimbulkan kekhusyukan dan membasmi ketakaburan.


(Dan sesungguhnya ia) maksudnya salat


(amat berat) akan terasa berat


(kecuali bagi orang-orang yang khusyuk) yang cenderung kepada berbuat taat.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:


Allah subhanahu wa ta’ala berfirman seraya memerintahkan hamba-hamba-Nya agar mereka dapat meraih kebaikan dunia dan akhirat yang mereka dambakan, yaitu menjadikan sabar dan salat sebagai sarananya.
Demikian yang dikatakan oleh Muqatil Ibnu Hayyan dalam tafsir ayat ini, yaitu:
"Minta tolonglah kalian untuk memperoleh kebaikan akhirat dengan cara menjadikan sabar dalam mengerjakan amalamal fardu dan salat sebagai sarananya."

Pengertian sabar menurut suatu pendapat yang dimaksud adalah puasa, menurut apa yang di-nas-kan oleh Mujahid.
Al-Qurtubi dan lain-lainnya mengatakan, karena itulah maka bulan Ramadan dinamakan
"bulan sabar",
seperti yang disebutkan oleh salah satu hadis.

Sufyan As-Sauri meriwayatkan dari Abu Ishaq, dari Jaryu ibnu Kulaib, dari seorang lelaki Bani Tamim, dari Nabi ﷺ, bahwa Nabi ﷺ pernah bersabda:
Puasa adalah separo dari kesabaran.

Menurut pendapat lain, yang dimaksud dengan sabar ialah menahan diri terhadap perbuatan-perbuatan maksiat.
Karena itu, dalam ayat ini dibarengi dengan menunaikan amalamal ibadah, dan amal ibadah yang paling tinggi ialah salat.

Ibnu Abu Hatim meriwayatkan, telah menceritakan kepada kami Ubay, telah menceritakan kepada kami Abdullah ibnu Hamzah ibnu Ismail, telah menceritakan kepada kami Ishaq ibnu Sulaiman, dari Abu Sinan, dari Umar ibnul Khattab r.a. yang mengatakan bahwa sabar itu ada dua macam, yaitu sabar di saat musibah, hal ini baik.
Dan yang lebih baik daripada itu ialah sabar terhadap hal-hal yang diharamkan oleh Allah.
Hal yang semisal diriwayatkan dari Al-Hasan Al-Basri dengan perkataan Umar r.a.
Ibnul Mubarak meriwayatkan dari Ibnu Luhai’ah, dari Malik ibnu Dinar dari Sa’id ibnu Jubair yang mengatakan,
"Sabar itu merupakan pengakuan seorang hamba kepada Allah bahwa musibah yang menimpanya itu dari Allah dengan mengharapkan rida Allah dan pahala yang ada di sisi-Nya.
Adakalanya seseorang mengeluh, padahal ia tetap tegar dan tak terlihat darinya kecuali hanya sabar belaka."

Abul Aliyah mengatakan sehubungan dengan firman-Nya:

Jadikanlah sabar dan salat sebagai penolong kalian.
Yang dimaksud dengan sabar ialah dalam melakukan hal-hal yang diridai oleh Allah, dan ketahuilah baliwa salat itu merupakan amal taat kepada Allah.

Mengenai firman-Nya,
"Was salati (dan salat),"
karena sesungguhnya salat merupakan penolong yang paling besar untuk memperteguh diri dalam melakukan suatu perkara, seperti yang diungkapkan oleh ayat lainnya, yaitu firman-Nya:


Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al-Kitab (Al Qur’an), dan dirikanlah salat.
Sesungguhnya salat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar.
Dan sesungguhnya mengingat Allah (salat) adalah lebih besar (keutamaannya daripada ibadah-ibadah yang lain).
(QS. Al-‘Ankabut [29]: 45)

Imam Ahmad meriwayatkan, telah menceritakan kepada kami Khalaf ibnul Walid, telah menceritakan kepada kami Yahya ibnu Zakaria ibnu Abu Zaidah, dari Ikrimah ibnu Ammar, dari Muhammad ibnu Abdullah Ad-Du-ali yang menceritakan bahwa Abdul Aziz (saudara Huzaifah) mengatakan bahwa Huzaifah ibnul Yaman r.a. pernah mengatakan:
Rasulullah ﷺ bila mengalami suatu perkara (cobaan), maka beliau selalu salat.

Hadis ini diriwayatkan oleh Daud, dari Muhammad ibnu Isa, dari Yahya ibnu Zakaria, dari Ikrimah ibnu Ammar, seperti yang akan disebutkan nanti.

Ibnu Jarir meriwayatkan melalui hadis Ibnu Juraij, dari Ikrimah ibnu Ammar, dari Muhammad ibnu Abu Ubaid ibnu Abu Qudamah, dari Abdul Aziz ibnul Yaman, dari Huzaifah yang menceritakan:
Rasulullah ﷺ bila mengalami suatu perkara, maka beliau bersegera melakukan salat.

Sebagian dari mereka meriwayatkan hadis ini dari Abdul Aziz —anak saudara lelaki Huzaifah, dan dikatakan saudara Huzaifah— secara mursal dari Nabi ﷺ

Muhammad ibnu Nasr Al-Marwazi meriwayatkan di dalam Kitabus Salat:

telah menceritakan kepada kami Sahl ibnu Usman Al-Askari, telah menceritakan kepada kami Yahya ibnu Zakaria ibnu Abu Zaidah yang mengatakan bahwa Ikrimah ibnu Ammar, Muhammad ibnu Abdullah Ad-Du-ali, dan Abdul Aziz semuanya menceritakan bahwa Huzaifah telah menceritakan hadis berikut:
Aku kembali kepada Nabi ﷺ pada malam (Perang) Ahzab, sedangkan Nabi ﷺ ketika itu menyelimuti dirinya dengan jubah tebal dalam keadaan melakukan salat.
Dan beliau bila menghadapi suatu perkara (besar) selalu salat.

Telah menceritakan kepada kami Abdullah ibnu Mu’az, telah menceritakan kepada kami Ubay, telah menceritakan kepada kami Syu’bah, dari Abu Ishaq yang pernah mendengar dari Hariqah ibnu Mudarrib, bahwa ia pernah mendengar sahabat Ali r.a. menceritakan hadis berikut:
Sesungguhnya aku di malam Perang Badar melihat kami semua (pasukan kaum muslim) tiada seorang pun melainkan tertidur kecuali Rasulullah ﷺ yang selalu salat dan berdoa hingga subuh.

Ibnu Jarir mengatakan, telah diriwayatkan dari Rasulullah ﷺ bahwa beliau bersua dengan Abu Hurairah yang sedang tengkurap di atas perutnya, lalu beliau bersabda,
"Apakah perutmu sakit?"
Abu Hurairah menjawab,
"Ya."
Maka Nabi ﷺ bersabda:

Berdirilah dan salatlah, karena sesungguhnya salat itu adalah penawar (obat penyembuh).

Ibnu Jarir meriwayatkan, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnul Fadl dan Ya’qub ibnu Ibrahim, keduanya mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ibnu Ulayyah, telah menceritakan kepada kami Uyaynah ibnu Abdur Rahman, dari ayahnya, bahwa Ibnu Abbas mendapat berita belasungkawa atas kematian saudaranya yang bernama Qasim, sedangkan ketika itu ia dalam suatu perjalanan.
Maka ia mengucapkan kalimah istirja’ (inna lillahi wa inna ilaihi raji’un), kemudian menjauh dari jalan dan mengistirahatkan unta kendaraannya, lalu salat dua rakaat.
Dalam salatnya itu ia melakukan duduk dalam waktu yang cukup lama, kemudian bangkit dan berjalan menuju unta kendaraannya, lalu membacakan firman-Nya:

Jadikanlah sabar dan salat sebagai penolong kalian.
Dan sesungguhnya yang demikian itu amat berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyuk.


Sunaid telah mengatakan dari Hajjaj, dari Ibnu Juraij, mengenai firman-Nya:

Jadikanlah sabar dan salat sebagai penolong kalian.
Kedua hal tersebut merupakan sarana untuk memperoleh rahmat Allah, sedangkan damir yang terkandung di dalam firman-Nya, “In-naha lakabirah"
kembali kepada salat, yakni sesungguhnya salat itu berat kecuali bagi orang-orang yang khusyuk.
Demikian yang di-nas-kan oleh Mujahid dan dipilih oleh Ibnu Jarir.

Akan tetapi, dapat pula diinterpretasikan bahwa damir tersebut kembali kepada apa yang ditunjukkan oleh konteks kalimat, yaitu wasiat akan hal tersebut.
Perihalnya sama dengan firman Allah subhanahu wa ta’ala dalam kisah Qarun, yaitu:

Berkatalah orang-orang yang dianugerahi ilmu,
"Kecelakaan yang besarlah bagi kalian, pahala Allah adalah lebih baik bagi orang-orang yang beriman dan beramal saleh, dan tidak diperoleh pahala itu, kecuali oleh orang-orang yang sabar.”” (QS. Al-Qashash [28]: 80)

Demikian pula dalam firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Dan tidaklah sama kebaikan dan kejahatan.
Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik, maka tiba-tiba orang yang antaramu dan antara dia ada permusuhan seolah-olah telah menjadi teman yang sangat setia.
Sifat-sifat yang baik itu tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang sabar dan tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang mempunyai keberuntungan yang besar.
(QS. Fushshilat [41]: 34-35)

Maksudnya, tiada yang layak menerima wasiat ini kecuali orang-orang yang sabar, dan tiada yang dianugerahi dan diilhaminya kecuali orang-orang yang mempunyai keberuntungan yang besar.

Berdasarkan kedua hipotesis tersebut, maka firman Allah subhanahu wa ta’ala"Innaha lakabirah"
artinya sesungguhnya hal itu benar-benar merupakan masyaqat yang besar."Illa ‘alal khasyi’in"
artinya kecuali bagi orang-orang yang khusyuk.

Ibnu Abu Talhah meriwayatkan dari Ibnu Abbas, yang dimaksud dengan khasyi’in ialah orang-orang yang percaya kepada Al-Kitab yang diturunkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala Menurut Mujahid, artinya orang-orang yang benar-benar beriman.
Menurut Abul Aliyah, arti ‘kecuali bagi orang-orang yang khusyuk’ ialah orang-orang yang takut.

Muqatil ibnu Hayyan mengatakan, makna ‘kecuali bagi orang-orang yang khusyuk’ ialah orang-orang yang rendah diri.

Ad-Dahhak mengatakan, makna firman-Nya,
"Innaha lakabirah,"
ialah sesungguhnya hal tersebut benar-benar berat kecuali bagi orang-orang yang tunduk, patuh, taat kepada-Nya, takut kepada pembalasan-Nya, serta percaya kepada janji dan ancaman-Nya.


Pengertian yang terkandung di dalam ayat ini mirip dengan apa yang disebutkan di dalam salah satu hadis, yaitu:

Sesungguhnya engkau telah menanyakan sesuatu yang berat, dan sesungguhnya hal itu benar-benar mudah bagi orang yang dimudahkan oleh Allah.

Ibnu Jarir mengatakan, makna ayat ialah ‘hai para ulama ahli kitab (Yahudi), jadikanlah sabar dalam menjalankan ketaatan kepada Allah dan sebagai penolong kalian, dirikanlah salat, mengingat salat dapat mencegah diri dari perbuatan keji dan mungkar, mendekatkan diri kepada rida Allah, dan berat dikerjakannya kecuali bagi orang-orang yang khusyuk, yaitu orang-orang yang rendah diri, berpegang teguh kepada ketaatan, dan merasa hina karena takut kepada-Nya.
Demikian menurut Ibnu Jarir.
Akan tetapi, menurut pengertian lahiriah ayat, sekalipun sebagai suatu khitab dalam konteks peringatan yang ditujukan kepada kaum Bani Israil, sesungguhnya khitab ini bukan hanya ditujukan kepada mereka secara khusus, melainkan pengertiannya umum mencakup pula selain mereka.

Unsur Pokok Surah Al Baqarah (البقرة)

Surat "Al Baqarah" yang terdiri dari 286 ayat ini turun di Madinah yang sebagian besar diturun­kan pada permulaan tahun Hijrah, kecuali ayat 281 diturunkan di Mina pada Nabi Muhammad ﷺ yang terakhir).

Seluruh ayat dari surat Al Baqarah termasuk golongan Madaniyyah, merupakan surat yang terpanjang di antara surat-surat Alquran yang di dalamnya terdapat pula ayat yang terpanjang (ayat 282).

Surat ini dinamai "Al Baqarah" karena di dalamnya disebutkan kisah penyembelihan sapi betina yang diperintahkan Allah kepada Bani Israil (ayat 67 sarnpai dengan 74), dimana dijelaskan watak orang Yahudi pada umumnya.

Dinamai "Fusthaathul-Qur’an" (puncak Alquran) karena memuat beberapa hukum yang tidak disebutkan dalam surat yang lain.
Dinamai juga surat "alif-laam-miim" karena surat ini dimulai dengan Alif-laam-miim.

Keimanan:

Dakwah Islamiyah yang dihadapkan kepada umat Islam, ahli kitab dan para musyrikin.

Hukum:

▪ Perintah mengerjakan shalat.
Menunaikan zakat.
Hukum puasa.
Hukum umrah.
Hukum qishash.
▪ Hal-hal yang halal dan yang haram.
▪ Bernafkah di jalan Allah.
Hukum arak dan judi.
▪ Cara menyantuni anak yatim, larangan riba.
▪ Hutang piutang.
▪ Nafkah dan yang berhak menerimanya.
▪ Wasiyat kepada dua orang ibu bapak dan kaum kerabat.
Hukum sumpah.
▪ Kewajiban menyampaikan amanat.
▪ Sihir.
Hukum merusak masjid.
Hukum merubah kitabkitab Allah.
Hukum haidh, ‘iddah, thalak, khulu’, ilaa’.
Hukum susuan.
Hukum melamar.
Mahar larangan mengawini wanita musyrik dan sebaliknya.
Hukum perang.

Kisah:

▪ Kisah penciptaan Nabi Adam `alaihis salam.
▪ Kisah Nabi Ibrahim `alaihis salam.
▪ Kisah Nabi Musa `alaihis salam dengan Bani Israil.

Lain-lain:

▪ Sifat-sifat orang yang bertakwa.
▪ Sifat-sifat orang munafik.
▪ Sifat-sifat Allah.
▪ Perumpamaan-perumpamaan.
Kiblat.
▪ Kebangkitan sesudah mati.

Audio

QS. Al-Baqarah (2) : 1-286 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 286 + Terjemahan Indonesia

QS. Al-Baqarah (2) : 1-286 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 286

Gambar Kutipan Ayat

Surah Al Baqarah ayat 45 - Gambar 1 Surah Al Baqarah ayat 45 - Gambar 2 Surah Al Baqarah ayat 45 - Gambar 3
Statistik QS. 2:45
  • Rating RisalahMuslim
4.7

Ayat ini terdapat dalam surah Al Baqarah.

Surah Al-Baqarah (Arab: سورة البقرة‎, bahasa Indonesia: “Sapi Betina”) adalah surah ke-2 dalam Alquran.
Surah ini terdiri dari 286 ayat, 6.221 kata, dan 25.500 huruf dan tergolong surah Madaniyah.
Surah ini merupakan surah dengan jumlah ayat terbanyak dalam Alquran.
Surah ini dinamai al-Baqarah yang artinya Sapi Betina sebab di dalam surah ini terdapat kisah penyembelihan sapi betina yang diperintahkan Allah kepada Bani Israil (ayat 67-74).
Surah ini juga dinamai Fustatul Qur’an (Puncak Alquran) karena memuat beberapa hukum yang tidak disebutkan dalam surah yang lain.
Dinamai juga surah Alif Lam Mim karena ayat pertama di surah berisi tiga huruf arab yakni Alif, Lam, dan Mim.

Nomor Surah2
Nama SurahAl Baqarah
Arabالبقرة
ArtiSapi Betina
Nama lainFasthath al-Qur’an, Sanam al-Qur’an (Puncak Al-Quran), Al-Zahrawan (Dua yang Cemerlang), Alif Lam Mim
Tempat TurunMadinah
Urutan Wahyu87
JuzJuz 1 (ayat 1-141), 2 (ayat 142-252) dan 3 (ayat 253-286)
Jumlah ruku’40 ruku’
Jumlah ayat286
Jumlah kata6156
Jumlah huruf26256
Surah sebelumnyaSurah Al-Fatihah
Surah selanjutnyaSurah Ali ‘Imran
Sending
User Review
4.5 (27 votes)
Tags:

2:45, 2 45, 2-45, Surah Al Baqarah 45, Tafsir surat AlBaqarah 45, Quran Al-Baqarah 45, Surah Al Baqarah ayat 45

▪ Al baqarah 45 ▪ tafseer 2:45
Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa?
Klik di sini sekarang!

Ayat Lainnya

QS. Ar Rahmaan (Yang Maha Pemurah) – surah 55 ayat 34 [QS. 55:34]

33-34. Allah menegaskan bahwa manusia dan jin tidak akan dapat menghindar dari pertanggung jawaban. Wahai golongan jin dan manusia! Jika kamu sanggup menembus atau melintasi penjuru langit dan bumi un … 55:34, 55 34, 55-34, Surah Ar Rahmaan 34, Tafsir surat ArRahmaan 34, Quran Ar-Rahman 34, ArRahman 34, Ar Rahman 34, Surah Ar Rahman ayat 34

QS. Al Hujurat (Kamar-kamar) – surah 49 ayat 15 [QS. 49:15]

15. Selanjutnya ayat ini menjelaskan siapa yang benar-benar sempurna imannya. Sesungguhnya orang-orang mukmin yang sebenarnya adalah me-reka yang beriman kepada Allah dan meyakini semua sifat-sifat-Ny … 49:15, 49 15, 49-15, Surah Al Hujurat 15, Tafsir surat AlHujurat 15, Quran Al-Hujurat 15, Surah Al Hujurat ayat 15

Hadits Shahih

Podcast

Hadits & Doa

Soal & Pertanyaan Agama

Orang yang memiliki kemampuan untuk melakukan infefensi hukum-hukum syariat dari sumber-sumber yang terpercaya disebut dengan ...

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
Mujtahid (bahasa Arab: المجتهد) atau fakih (الفقيه) adalah seseorang yang dalam ilmu fikih sudah mencapai derajat ijtihad dan memiliki kemampuan istinbath (inferensi) hukum-hukum syariat dari sumber-sumber muktabar dan diandalkan.

Era ketidaktahuan juga disebut zaman ...

Benar! Kurang tepat!

Pengertian ijtihad menurut istilah adalah ...

Benar! Kurang tepat!

+

Array

Arti hadits maudhu' adalah ...

Benar! Kurang tepat!

Berdasarkan bahasa, ijma artinya adalah ...

Benar! Kurang tepat!

Pendidikan Agama Islam #9
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #9 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #9 2

Belajar lagi yaa...

Bagikan Prestasimu:

Soal Lainnya

Pendidikan Agama Islam #8

Sumber kedua hukum dalam menetapkan Hukum tentang Alquran adalah … ijma ‘ulama UUD 1945 hadits fatwa para ulama ijtihad Benar!

Pendidikan Agama Islam #30

Siapakah ilmuan muslim yang pertama menjadi penemu Al-Jabar? Ibnu Miskawaih Ibnu Sina Ibnu Kholdun Al Khawarizmi Ibnu Batutah Benar! Kurang

Pendidikan Agama Islam #6

Alquran dimulai dengan surah Al Fatihah (pembukaan) dan berakhir dengan surah … Ali Imron Al Falaq An-nas Al ‘Alaq Al

Instagram