Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

QS. Al Baqarah (Sapi Betina) – surah 2 ayat 274 [QS. 2:274]

اَلَّذِیۡنَ یُنۡفِقُوۡنَ اَمۡوَالَہُمۡ بِالَّیۡلِ وَ النَّہَارِ سِرًّا وَّ عَلَانِیَۃً فَلَہُمۡ اَجۡرُہُمۡ عِنۡدَ رَبِّہِمۡ ۚ وَ لَا خَوۡفٌ عَلَیۡہِمۡ وَ لَا ہُمۡ یَحۡزَنُوۡنَ
Al-ladziina yunfiquuna amwaalahum billaili wannahaari sirran wa’alaaniyatan falahum ajruhum ‘inda rabbihim walaa khaufun ‘alaihim walaa hum yahzanuun(a);
Orang-orang yang menginfakkan hartanya malam dan siang hari (secara) sembunyi-sembunyi maupun terang-terangan, mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya.
Tidak ada rasa takut pada mereka dan mereka tidak bersedih hati.
―QS. Al Baqarah [2]: 274

Those who spend their wealth (in Allah ‘s way) by night and by day, secretly and publicly – they will have their reward with their Lord.
And no fear will there be concerning them, nor will they grieve.
― Chapter 2. Surah Al Baqarah [verse 274]

ٱلَّذِينَ orang-orang yang

Those who
يُنفِقُونَ (mereka) menafkahkan

spend
أَمْوَٰلَهُم harta mereka

their wealth
بِٱلَّيْلِ di malam hari

by night
وَٱلنَّهَارِ dan siang hari

and day
سِرًّا (secara) sembunyi

secretly
وَعَلَانِيَةً dan terang-terangan

and openly,
فَلَهُمْ maka bagi mereka

then for them
أَجْرُهُمْ pahala mereka

(is) their reward
عِندَ disisi

with
رَبِّهِمْ Tuhan mereka

their Lord,
وَلَا dan tidak ada

and no
خَوْفٌ kekhawatiran

fear
عَلَيْهِمْ atas mereka

on them
وَلَا dan tidak

and not
هُمْ mereka

they
يَحْزَنُونَ (mereka) bersedih hati

will grieve.

Tafsir

Alquran

Surah Al Baqarah
2:274

Tafsir QS. Al Baqarah (2) : 274. Oleh Kementrian Agama RI


Ayat ini merupakan ayat yang terakhir dalam rangkaian ayat yang membicarakan masalah infak dalam surah al-Baqarah.
Dalam ayat ini, Allah menegaskan keuntungan yang akan didapat orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah, baik pada siang hari maupun pada waktu malam, yang diberikan secara sembunyi-sembunyi maupun terang-terangan.

Mereka pasti akan memperoleh pahala di sisi Tuhan, baik di dunia maupun di akhirat kelak.
Karena di dunia mereka dikasihi oleh masyarakat, terutama oleh fakir miskin dan siapa saja yang pernah menerima sedekah darinya, sedang di akhirat kelak mereka akan menerima pahala yang berlipat ganda dari sisi Allah.


Mereka pun tidak merasa sedih atas harta yang dinafkahkannya, karena mereka yakin akan memperoleh ganti yang lebih besar dari Allah, baik berupa tambahan rezeki dan kelapangan hidup di dunia, maupun berupa rida Allah dan karunia-Nya.

Tafsir QS. Al Baqarah (2) : 274. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Orang-orang yang terbiasa berinfak, jiwanya menjadi mulia di setiap saat, malam dan siang, di depan umum maupun sendirian.
Mereka mendapat balasan di sisi Allah, tidak takut menghadapi masa depan, dan tidak bersedih terhadap yang telah lewat.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Orang-orang yang mengeluarkan harta mereka demi mendapatkan ridha Allah siang dan malam, secara terbuka dan secara rahasia, mereka mendapatkan pahala di sisi Rabb mereka, tiada ketakutan atas mereka dalam menghadapi perkara akhirat yang ada didepan mereka, dan tidak ada kesedihan bagi mereka terhadap bagian dunia yang tidak mereka raih.
Syariat ilahi yang bijaksana itu adalah minhaj Islam dalam perkara infak, karena ia membantu menutupi kebutuhan orang-orang miskin dengan kemuliaan dan kehormatan, membersihkan harta orang-orang kaya, mewujudkan sikap tolong-menolong di atas kebaikan dan takwa demi mendapatkan wajah Allah tanpa paksaan dan tekanan.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Orang-orang yang menafkahkan harta mereka, baik malam maupun siang secara sembunyi-sembunyi atau terang-terangan, maka mereka beroleh pahala di sisi Tuhan mereka, tak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak pula mereka berduka cita).

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:


Hal ini merupakan pujian dari Allah subhanahu wa ta’ala kepada orang-orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah dan untuk mencari keridaan-Nya di segala waktu —baik siang maupun malam hari— dan dengan berbagai cara —baik yang sembunyi-sembunyi ataupun yang terang-terangan— sehingga nafkah buat keluarga pun termasuk ke dalam pengertian ini pula.
Seperti yang telah ditetapkan di dalam kitab Sahihain, bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda kepada Sa’d ibnu Abu Waqqas, ketika beliau menjenguknya yang sedang sakit pada tahun kemenangan atas kota Mekah, menurut pendapat yang lain pada tahun Dan sesungguhnya kamu tidak sekali-kali mengeluarkan suatu nafkah dengan mengharapkan rida Allah, melainkan engkau makin bertambah derajat dan ketinggianmu karenanya, sehingga berupa makanan yang kamu suapkan ke dalam mulut istrimu.

Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Ja’far dan Bahz, keduanya mengatakan, telah menceritakan kepada kami Syu’bah, dari Addi ibnu Sabit yang telah menceritakan bahwa ia pernah mendengar Abdullah ibnu Yazid Al-Ansari menceritakan hadis berikut dari Abu Mas’ud r.a., dari Nabi ﷺ yang telah bersabda:
Sesungguhnya seorang muslim itu apabila mengeluarkan suatu nafkah kepada istrinya dengan mengharapkan pahala dari Allah, maka hal itu merupakan sedekah baginya.

Imam Bukhari dan Imam Muslim mengetengahkan hadis ini melalui Syu’bah dengan lafaz yang sama.

Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abu Zar‘ah, telah menceritakan kepada kami Sulaiman ibnu Abdur Rahman, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Syu’aib yang mengatakan bahwa ia pernah mendengar Sa’id ibnu Yasar menceritakan hadis berikut dari Yazid ibnu Abdullah ibnu Uraib Al-Mulaiki, dari ayahnya, dari kakeknya, dari Nabi ﷺ, bahwa firman-Nya:
Orang-orang yang menafkahkan hartanya di malam dan di siang hari secara tersembunyi dan terang-terangan, maka mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya., diturunkan berkenaan dengan orang-orang yang memiliki kuda (untuk berjihad di jalan Allah).

Habsy As-San’ani meriwayatkan dari Ibnu Syihab, dari Ibnu Abbas sehubungan dengan ayat ini, bahwa mereka adalah orang-orang yang memelihara kuda untuk berjihad di jalan Allah.

Asar yang sama diriwayatkan pula oleh Ibnu Abu Hatim, kemudian ia mengatakan bahwa hal yang sama diriwayatkan pula dari Abu Umamah, Sa’id ibnul Musayyab, dan Makhul.

Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abu Sa’id Al-Asyaj, telah menceritakan kepada kami Yahya ibnu Yaman, dari Abdul Wahhab ibnu Mujahid, dari Ibnu Jubair, dari ayahnya yang mengatakan bahwa Ali r.a. mempunyai uang empat dirham, lalu ia menafkahkan satu dirham darinya di malam hari, satu dirham lainnya pada siang harinya, dan satu dirham lagi dengan sembunyi-sembunyi, sedangkan dirham terakhir ia nafkahkan secara terang-terangan.
Maka turunlah Firman-Nya:
Orang-orang yang menafkahkan hartanya di malam hari dan di siang hari secara tersembunyi dan terang-terangan.

Hal yang sama diriwayatkan oleh Ibnu Jarir melalui jalur Abdul Wahhab ibnu Mujahid, sedangkan dia orang yang daif.
Akari tetapi, Ibnu Murdawaih meriwayatkannya pula melalui jalur yang lain dari Ibnu Abbas, bahwa ayat ini diturunkan berkenaan dengan Ali r.a. ibnu Abu Talib.

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

…maka mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya.

Yakni di hari kiamat nanti sebagai balasan dari nafkah yang telah mereka keluarkan di jalan ketaatan.

Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.

Tafsir ayat ini telah diterangkan sebelumnya.

Sebab-Sebab Diturunkannya Surah Al Baqarah (2) Ayat 274

Diriwayatkan oleh ath-Thabarani dan Ibnu Abi Hatim, dari Yazid bin ‘Abdillah bin Gharib, dari bapaknya, yang bersumber dari datuknya.
Yazid dan bapaknya (‘Abdullah) adalah perawi yang majhuul (tidak dikenal).
Bahwa turunnya ayat ini (al-Baqarah: 274) berkenaan dengan orang-orang yang menginfakkan kudanya (untuk perang fisabilillah).

Diriwayatkan oleh ‘Abdurrazzaq, Ibnu Jarir, Ibnu Abi Hatim, dan ath-Thabarani, dengan sanad yang daif, yang bersumber dari Ibnu ‘Abbas.
Bahwa turunnya ayat ini (al-Baqarah: 274) berkenaan dengan ‘Ali bin Abi Thalib yang mempunyai empat dirham.
Ia mendermakan satu dirham pada malam hari, satu dirham pada siang hari, satu dirham sercara diam-diam, dan satu dirham lagi secara terang-terangan.

Diriwayatkan oleh Ibnul Mundzir yang bersumber dari Ibnul Musayyab.
Bahwa ayat ini (al-Baqarah: 274) turun berkenaan dengan ‘Abdurrahman bin ‘Auf dan ‘Utsman bin ‘Affan yang memberi derma kepada Jaisyul ‘Usrah (pasukan yang dibentuk pada musim paceklik), untuk perang Tabuk.

Sumber : Asbabun Nuzul – K.H.Q Shaleh – H.A.A Dahlan dkk.

Unsur Pokok Surah Al Baqarah (البقرة)

Surat "Al Baqarah" yang terdiri dari 286 ayat ini turun di Madinah yang sebagian besar diturun­kan pada permulaan tahun Hijrah, kecuali ayat 281 diturunkan di Mina pada Nabi Muhammad ﷺ yang terakhir).

Seluruh ayat dari surat Al Baqarah termasuk golongan Madaniyyah, merupakan surat yang terpanjang di antara surat-surat Alquran yang di dalamnya terdapat pula ayat yang terpanjang (ayat 282).

Surat ini dinamai "Al Baqarah" karena di dalamnya disebutkan kisah penyembelihan sapi betina yang diperintahkan Allah kepada Bani Israil (ayat 67 sarnpai dengan 74), dimana dijelaskan watak orang Yahudi pada umumnya.

Dinamai "Fusthaathul-Qur’an" (puncak Alquran) karena memuat beberapa hukum yang tidak disebutkan dalam surat yang lain.
Dinamai juga surat "alif-laam-miim" karena surat ini dimulai dengan Alif-laam-miim.

Keimanan:

Dakwah Islamiyah yang dihadapkan kepada umat Islam, ahli kitab dan para musyrikin.

Hukum:

▪ Perintah mengerjakan shalat.
Menunaikan zakat.
Hukum puasa.
Hukum umrah.
Hukum qishash.
▪ Hal-hal yang halal dan yang haram.
▪ Bernafkah di jalan Allah.
Hukum arak dan judi.
▪ Cara menyantuni anak yatim, larangan riba.
▪ Hutang piutang.
▪ Nafkah dan yang berhak menerimanya.
▪ Wasiyat kepada dua orang ibu bapak dan kaum kerabat.
Hukum sumpah.
▪ Kewajiban menyampaikan amanat.
▪ Sihir.
Hukum merusak masjid.
Hukum merubah kitabkitab Allah.
Hukum haidh, ‘iddah, thalak, khulu’, ilaa’.
Hukum susuan.
Hukum melamar.
Mahar larangan mengawini wanita musyrik dan sebaliknya.
Hukum perang.

Kisah:

▪ Kisah penciptaan Nabi Adam `alaihis salam.
▪ Kisah Nabi Ibrahim `alaihis salam.
▪ Kisah Nabi Musa `alaihis salam dengan Bani Israil.

Lain-lain:

▪ Sifat-sifat orang yang bertakwa.
▪ Sifat-sifat orang munafik.
▪ Sifat-sifat Allah.
▪ Perumpamaan-perumpamaan.
Kiblat.
▪ Kebangkitan sesudah mati.

Audio

QS. Al-Baqarah (2) : 1-286 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 286 + Terjemahan Indonesia

QS. Al-Baqarah (2) : 1-286 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 286

Gambar Kutipan Ayat

Surah Al Baqarah ayat 274 - Gambar 1 Surah Al Baqarah ayat 274 - Gambar 2
Statistik QS. 2:274
  • Rating RisalahMuslim
4.8

Ayat ini terdapat dalam surah Al Baqarah.

Surah Al-Baqarah (Arab: سورة البقرة‎, bahasa Indonesia: “Sapi Betina”) adalah surah ke-2 dalam Alquran.
Surah ini terdiri dari 286 ayat, 6.221 kata, dan 25.500 huruf dan tergolong surah Madaniyah.
Surah ini merupakan surah dengan jumlah ayat terbanyak dalam Alquran.
Surah ini dinamai al-Baqarah yang artinya Sapi Betina sebab di dalam surah ini terdapat kisah penyembelihan sapi betina yang diperintahkan Allah kepada Bani Israil (ayat 67-74).
Surah ini juga dinamai Fustatul Qur’an (Puncak Alquran) karena memuat beberapa hukum yang tidak disebutkan dalam surah yang lain.
Dinamai juga surah Alif Lam Mim karena ayat pertama di surah berisi tiga huruf arab yakni Alif, Lam, dan Mim.

Nomor Surah2
Nama SurahAl Baqarah
Arabالبقرة
ArtiSapi Betina
Nama lainFasthath al-Qur’an, Sanam al-Qur’an (Puncak Al-Quran), Al-Zahrawan (Dua yang Cemerlang), Alif Lam Mim
Tempat TurunMadinah
Urutan Wahyu87
JuzJuz 1 (ayat 1-141), 2 (ayat 142-252) dan 3 (ayat 253-286)
Jumlah ruku’40 ruku’
Jumlah ayat286
Jumlah kata6156
Jumlah huruf26256
Surah sebelumnyaSurah Al-Fatihah
Surah selanjutnyaSurah Ali ‘Imran
Sending
User Review
4.2 (8 votes)
Tags:

2:274, 2 274, 2-274, Surah Al Baqarah 274, Tafsir surat AlBaqarah 274, Quran Al-Baqarah 274, Surah Al Baqarah ayat 274

Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa?
Klik di sini sekarang!

Ayat Lainnya

QS. Al Qashash (Kisah) – surah 28 ayat 33 [QS. 28:33]

33. Masih dalam keadaan takut dan sambil memohon pertolongan Allah, Dia Musa berkata mengingat kesalahan yang pernah dilaku-kannya, “Ya Tuhan Pemelihara-ku, sungguh aku ketika berada di Mesir sekian t … 28:33, 28 33, 28-33, Surah Al Qashash 33, Tafsir surat AlQashash 33, Quran AlQasas 33, Al Qasas 33, AlQasas 33, Al-Qasas 33, Surah Al Qasas ayat 33

QS. Ali Imran (Keluarga ‘Imran) – surah 3 ayat 29 [QS. 3:29]

Ayat ini mengingatkan agar tidak seorang pun bersembunyi di balik kata-kata bohongnya untuk mengambil keuntungan pribadi, sebab semua pasti akan terungkap. Katakanlah, wahai Nabi Muhammad, “Jika kamu … 3:29, 3 29, 3-29, Surah Ali Imran 29, Tafsir surat AliImran 29, Quran Al Imran 29, Surah Ali Imran ayat 29

Hadits Shahih

Podcast

Hadits & Doa

Soal & Pertanyaan Agama

Salah satu contoh hikmah beriman kepada qada bagi siswa adalah ...

Benar! Kurang tepat!

Pembukuan Alquran dilakukan pada masa khalifah ...

Benar! Kurang tepat!

Bu Nindi mempersiapkan pakaian bayi, karena bu Nindi tidak lama lagi akan melahirkan bayinya, perilaku bu Nindi termasuk meyakini ... Allah Subhanahu Wa Ta`ala.

Benar! Kurang tepat!

+

Array

Setiap bencana dan musibah yang menimpa manusia di bumi sudah tertulis dalam kitab ...

Benar! Kurang tepat!

Allah Subhanahu Wa Ta`ala tidak akan merubah nasib suatu kaum , sebelum kaum itu sendiri yang merubahnya, arti ayat tersebut terdapat dalam Alquran surah ar-Rad ayat ...

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
'Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri.
Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap suatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya dan tidak ada pelindung bagi mereka selain Dia.'
--QS. Ar Ra'd [13] : 11

Pendidikan Agama Islam #21
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #21 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #21 2

Belajar lagi yaa...

Bagikan Prestasimu:

Soal Lainnya

Pendidikan Agama Islam #19

Tempat berkumpulnya manusia di akhirat di sebut padang … mahsyar savanna pasir ilalang rembulan Benar! Kurang tepat! Surah yang menjelaskan

Pendidikan Agama Islam #12

Nama isteri Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam selepas Khadijah ialah … Aisyah Hafsah Saudah Zainab Sofia Benar! Kurang tepat!

Pendidikan Agama Islam #18

Surah Ad-Dhuha ayat ke-enam menunjukkan salah satu masa Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam yaitu sebagai … dhuafa penggembala anak

Instagram