Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

QS. Al Baqarah (Sapi Betina) – surah 2 ayat 268 [QS. 2:268]

اَلشَّیۡطٰنُ یَعِدُکُمُ الۡفَقۡرَ وَ یَاۡمُرُکُمۡ بِالۡفَحۡشَآءِ ۚ وَ اللّٰہُ یَعِدُکُمۡ مَّغۡفِرَۃً مِّنۡہُ وَ فَضۡلًا ؕ وَ اللّٰہُ وَاسِعٌ عَلِیۡمٌ
Asy-syaithaanu ya’idukumul faqra waya’murukum bil fahsyaa-i wallahu ya’idukum maghfiratan minhu wafadhlaa wallahu waasi’un ‘aliimun;
Setan menjanjikan (menakut-nakuti) kemiskinan kepadamu dan menyuruh kamu berbuat keji (kikir), sedangkan Allah menjanjikan ampunan dan karunia-Nya kepadamu.
Dan Allah Mahaluas, Maha Mengetahui.
―QS. Al Baqarah [2]: 268

Satan threatens you with poverty and orders you to immorality, while Allah promises you forgiveness from Him and bounty.
And Allah is all-Encompassing and Knowing.
― Chapter 2. Surah Al Baqarah [verse 268]

ٱلشَّيْطَٰنُ syaitan

The Shaitaan
يَعِدُكُمُ (ia) menjanjikan kamu

promises you
ٱلْفَقْرَ kemiskinan

[the] poverty
وَيَأْمُرُكُم dan ia menyuruh kamu

and orders you
بِٱلْفَحْشَآءِ dengan berbuat kejahatan

to immorality,
وَٱللَّهُ dan Allah

while Allah
يَعِدُكُم Dia menjanjikan kamu

promises you
مَّغْفِرَةً ampunan

forgiveness
مِّنْهُ daripadanya

from Him
وَفَضْلًا dan karunia

and bounty.
وَٱللَّهُ dan Allah

And Allah
وَٰسِعٌ Maha Luas

(is) All-Encompassing,
عَلِيمٌ Maha Mengetahui

All-Knowing.

Tafsir

Alquran

Surah Al Baqarah
2:268

Tafsir QS. Al Baqarah (2) : 268. Oleh Kementrian Agama RI


Setan selalu menakut-nakuti orang yang berinfak dan membujuk mereka agar bersifat bakhil dan kikir.
Setan membayangkan kepada mereka bahwa berinfak atau bersedekah akan menghabiskan harta benda dan akan menyebabkan mereka menjadi miskin dan sengsara.

Oleh sebab itu harta benda mereka harus disimpan untuk persiapan di hari depan.


Menafkahkan barang yang jelek, dan keengganan untuk menafkahkan barang yang baik, oleh Allah disebut sebagai suatu kejahatan, bukan kebajikan, karena orang yang bersifat demikian berarti mempercayai setan dan tidak mensyukuri nikmat Allah serta tidak percaya akan kekayaan Allah dan kekuasaan-Nya untuk memberi tambahan rahmat kepadanya.


Allah menjanjikan kepada hamba-Nya melalui rasul-Nya, untuk memberikan ampunan atas kesalahan-kesalahan yang banyak, terutama dalam masalah harta benda.
Karena sudah menjadi tabiat manusia mencintai harta benda sehingga berat baginya untuk menafkahkannya.


Selain menjanjikan ampunan, Allah juga menjanjikan kepada orang yang berinfak akan memperoleh ganti dari harta yang dinafkahkannya.
Di dunia dia akan memperoleh kemuliaan dan nama baik di kalangan masyarakatnya karena keikhlasannya dalam berinfak atau dengan bertambahnya harta yang masih tersisa.

Di akhirat kelak dia akan menerima pahala yang berlipat ganda.
Dalam hubungan ini Allah ﷻ berfirman:

وَمَآ اَنْفَقْتُمْ مِّنْ شَيْءٍ فَهُوَ يُخْلِفُهٗ وَهُوَ خَيْرُ الرّٰزِقِيْنَ

.
..

Dan apa saja yang kamu infakkan, Allah akan menggantinya dan Dialah pemberi rezeki yang terbaik.
(Saba‘ [34]: 39)


Berinfak adalah salah satu cara untuk bersyukur.
Maka orang yang berinfak dengan ikhlas adalah orang yang bersyukur kepada Allah yang telah mengaruniakan harta benda itu kepadanya dan Dia akan menambah rahmat-Nya kepada orang tersebut.
Firman-Nya:

وَاِذْ تَاَذَّنَ رَبُّكُمْ لَىِٕنْ شَكَرْتُمْ لَاَزِيْدَنَّكُمْ وَلَىِٕنْ كَفَرْتُمْ اِنَّ عَذَابِيْ لَشَدِيْدٌ

Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan,
"Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat berat."
(Ibrahim [14]: 7)


Imam Bukhari dan Muslim meriwayatkan suatu hadis, yang mengatakan bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:


"Tidak ada suatu hari di mana hamba-hamba Allah berada pada pagi hari, kecuali ada dua malaikat yang turun.
Salah satu dari malaikat itu berdoa,
"Ya Allah, berikanlah kepada orang yang menginfakkan (harta bendanya) ganti."
Dan malaikat yang satu lagi berdoa,
"Berikanlah kepada orang yang enggan (menginfakkan hartanya) kemusnahan."
(Riwayat Bukhari dan Muslim)


Yang dimaksud dengan
"ganti"
dari harta yang dinafkahkan itu ialah:
Allah akan memudahkan jalan baginya untuk memperoleh rezeki, dan dia mendapatkan kehormatan dalam masyarakat.
Sedang yang dimaksud dengan
"kemusnahan"
ialah bahwa harta bendanya itu habis tanpa memberikan faedah kepadanya.



Pada akhir ayat ini Allah ﷻ mengingatkan bahwa Dia Mahaluas rahmat dan karunia-Nya memberikan ampunan dan ganti dari harta yang dinafkahkan itu.
Allah Maha Mengetahui apa yang dinafkahkan hamba-Nya, sehingga Dia tidak akan menyia-nyiakannya, bahkan akan diberinya pahala yang baik.

Tafsir QS. Al Baqarah (2) : 268. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Setan menakut-nakuti kalian dengan kemiskinan, memalingkan dari amal saleh sehingga kalian tidak berinfak di jalan kebaikan dan menyuruh kalian berbuat kejahatan.
Ampunan Allah amatlah luas.


Dia Mahakuasa untuk membuat kalian kaya.
Tidak ada satu masalah pun yang tidak diketahui-Nya.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Kebakhilan dan kesengajaan memilih yang buruk untuk disedekahkan adalah dari setan yang menakut-nakuti kalian dengan kemiskinan dan mendorong kalian untuk bersikap kikir.
Dia juga memerintahkan kalian agar berbuat maksiat dan menyelisihi perintah Allah, padahal Allah menjanjikan dengan infak kalian itu ampunan bagi dosa-dosa kalian dan rizki yang lapang bagi kalian.


Allah Mahaluas karunia-Nya lagi Maha Mengetahui niat dan perbuatan.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Setan menjanjikan kemiskinan bagimu), artinya menakut-nakuti kamu dengan kemiskinan sekiranya kamu mengeluarkan zakat, maka hendaklah waspada


(dan menyuruh kamu berbuat kejahatan) bersifat kikir dan menahan zakat


(sedangkan Allah menjanjikan kepadamu) dengan mengeluarkan nafkah itu


(keampunan dari-Nya) terhadap dosa-dosamu


(dan karunia), yakni rezeki sebagai penggantinya


(dan Allah Maha Luas) karunia-Nya


(lagi Maha Mengetahui) orang-orang yang suka mengeluarkan nafkah.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:


Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abu Zar‘ah, telah menceritakan kepada kami Hannad ibnus Sirri, telah menceritakan kepada kami Abul Ahwas, dari Ata ibnus Saib, dari Murrah Al-Hamdani, dari Abdullah ibnu Mas’ud yang menceritakan bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda:
Sesungguhnya setan mempunyai dorongan dalam diri anak Adam dan malaikat pun mempunyai dorongan pula (dalam dirinya).
Adapun dorongan dari setan ialah dorongan yang menganjurkan kepada kejahatan dan mendustakan perkara yang hak.
Dan adapun dorongan dari malaikat ialah dorongan yang menganjurkan kepada kebaikan dan percaya kepada perkara yang hak.
Maka barang siapa yang merasakan dalam dirinya hal ini, hendaklah ia mengetahui bahwa yang demikian itu dari Allah, hendaklah ia memuji kepada Allah, dan barang siapa yang merasakan selain dari itu, maka hendaklah ia meminta perlin-dungan (kepada Allah) dari godaan setan.
Kemudian Nabi ﷺ membacakan firman-Nya:

Setan menjanjikan (menakut-nakuti) kalian dengan kemiskinan dan menyuruh kalian berbuat kejahatan, sedangkan Allah menjanjikan untuk kalian ampunan dari-Nya dan karunia., hingga akhir ayat.

Hal yang sama diriwayatkan oleh Imam Turmuzi dan Imam Nasai di dalam kitab tafsir dari kitab sunnah masing-masing, dari Hannad ibnus Sirri.
Ibnu Hibban mengetengahkannya pula di dalam kitab sahihnya dari Abu Ya’la Al-Mausuli, dari Hannad dengan lafaz yang sama, Imam Turmuzi mengatakan bahwa hadis ini hasan garib.
Hadis ini bersumber dari Abul Ahwas (yakni Salam ibnu Salim).
Kami tidak mengenal hadis ini berpredikat marfu‘ kecuali dari hadisnya.

Abu Bakar ibnu Murdawaih meriwayatkan hadis ini di dalam kitab tafsirnya dari Muhammad ibnu Ahmad, dari Muhammad ibnu Abdullah ibnu Mas’ud secara marfu‘ dengan lafaz yang semisal.
Akan tetapi, diriwayatkan oleh Mis’ar dari Ata ibnus Saib, dari Abul Ahwas (yaitu Auf ibnu Malik ibnu Nadlah), dari Ibnu Mas’ud, lalu ia menjadikannya sebagai perkataan Ibnu Mas’ud sendiri.

Makna firman-Nya:

Setan menjanjikan (menakut-nakuti) kalian dengan kemiskinan.

Maksudnya, menakut-nakuti kalian dengan kemiskinan agar kalian kikir dengan harta yang ada di tangan kalian sehingga kalian tidak menginfakkannya ke jalan yang diridai oleh Allah subhanahu wa ta’ala

…dan menyuruh kalian berbuat fahsya (kekejian).

Selain setan mencegah kalian untuk berinfak dengan mengelabui kalian akan jatuh miskin karenanya, dia pun memerintahkan kalian untuk melakukan perbuatan maksiat, dosa-dosa, serta hal-hal yang diharamkan dan hal-hal yang bertentangan dengan akhlak yang mulia.

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

…sedangkan Allah menjanjikan untuk kalian ampunan dari-Nya.

sebagai lawan dari apa yang dianjurkan oleh setan kepada kalian yang mendorong kepada perbuatan-perbuatan yang keji.

…dan karunia.

sebagai lawan dari kemiskinan yang ditakut-takutkan oleh setan kepada kalian.

Dan Allah Mahaluas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.

Kata Pilihan Dalam Surah Al Baqarah (2) Ayat 268

FAQR
فَقْر

Arti kata faqr adalah kefakiran yaitu kebalikan kaya.
Sedangkan orang yang berada dalam keadaan memerlukan dinamakan faqr dan bentuk jamaknya adalah fuqaraa’.
Orang yang fakir biasanya bertumpu kepada tulang punggungnya untuk memenuhi keperluan dan hajatnya.

Kata faqr diulang sekali saja dalam Al Qur’an, yaitu dalam surah Al Baqarah (2), ayat 268. Allah memerintahkan orang beriman untuk menginfakkan sebahagian harta-harta yang baik hasil usaha mereka dan juga sebahagian hasil tanaman yang baik.
Allah melarang orang beriman menginfakkan harta dan hasil tanaman yang buruk.
Kemudian pada ayat ini Allah memerintahkan orang beriman untuk tidak mengikuti bujuk rayu setan yang menakut-nakuti mereka dengan kefakiran faqr apabila mereka menginfakkan harta.

Sedangkan kata faqiir diulang lima dalam Al Qur’an, yaitu dalam surah:
Ali Imran (3), ayat 181;
An Nisa (4), ayat 6, 135;
Al Hajj (22), ayat 28;
Al Qashash (28), ayat 24.
Aturan-aturan Allah selalunya mengedepankan rasa kasih sayang kepada fakir miskin dan memperhatikan hak-haknya.
Hal ini tampak pada surah An Nisaa‘ (4), ayat 6. Ayat ini menerangkan tentang aturan pengurusan harta anak-anak yatim yang masih kecil.
Prinsip dasar yang harus dipatuhi oleh orang yang ditugasi mengelola (wali) harta anak yatim adalah dia tidak boleh mengambil sebahagian harta itu untuk keperluannya sendiri.
Namun apabila orang yang bertanggungjawab mengurus harta tersebut fakir faqiir, maka dia boleh mengambil sebahagian harta tersebut untuk keperluan hidupnya, namun menurut kadar yang sewajarnya.

Begitu juga dengan aturan yang terdapat dalam surah Al Hajj (22), ayat 28. Di awal ayat, Allah menegaskan bahwa binatang ternak adalah rezeki dan anugerah bagi manusia, oleh itu hendaklah manusia mengingat Allah semasa menyembelih binatang-binatang ternak tersebut pada hari-hari fakir miskin ini tidak boleh menyebabkan seseorang kehilangan sikap tegas dan adil dalam menetapkan hukum.
Perkara inilah yang ditekankan oleh Allah dalam surah An Nisa‘ (4), ayat 135, di mana Allah menyuruh orang beriman untuk bertindak adil dalam menghukum seseorang.
Jangan sampai kekayaan dan kefakiran seseorang mempengaruhi keputusan hukuman.
Mengikuti perintah Allah untuk bersikap adil adalah lebih utama dibandingkan mengikuti kehendak hati hanya karena takut kepada orang kaya atau kasihan kepada orang faktr (faqiir).

Sementara itu pada surah Ali Imran (3), ayat 181, diterangkan salah satu sikap kaum Yahudi yang sangat keji, yaitu mereka menuduh bahwa Allah adalah fakir(faqiir) memerlukan bantuan manusia, karena Allah meminta manusia untuk bersedekah.
Ini merupakan perkataan yang sangat keji dan akan mendapat balasan di akhirat nanti.
Perkataan mereka itu sungguh keliru, karena Allah Subhanahu Wa Ta`ala adalah Zat yang Maha Kaya Penguasa alam raya Sedangkan manusia sangat memerlukan bantuan dan anugerah-Nya.

Keyakinan seperti inilah yang semestinya mengakar di dalam hati orang beriman, sepertimana yang dicontohkan oleh Nabi Musa `alaihis salam yang berdoa kepada Allah, "

رَبِّ إِنِّى لِمَآ أَنزَلْتَ إِلَىَّ مِنْ خَيْرٍ فَقِيرٌ

"Ya Tuhanku sesungguhnya aku sangat memerlukan sesuatu kebaikan yang Engkau turunkan kepadaku".
(Al Qashash (28), ayat 24).

Doa ini dibaca Nabi Musa semasa beliau berada di daerah Madyan, setelah beliau lari dari Mesir karena takut kezaliman kaumnya.
Kemahakayaan Allah dan kefakiran manusia kepada-Nya juga ditegaskan dalam firman Allah pada surah Faathir (35), ayat 15; Muhammad (47), ayat 38. Pada kedua ayat tersebut manusia disifatkan dengan al fuqaraa.

Pada surah al-Baqarah (2), ayat 271, 273 diterangkan mengenai cara terbaik memberikan sedekah kepada fakir dan kriteria-kriteria fakir yang berhak mendapat sedekah.

Pada ayat 271 Allah menjelaskan bahwa memberikan sedekah secara umum boleh dilakukan dengan cara terang-terangan dan sembunyi-sembunyi.
Namun ayat ini juga mengisyaratkan bahwa memberikan sedekah khas kepada fakir miskin (al fuqaraa) dengan cara sembunyi-sembunyi adalah lebih baik dari dengan cara terang-terangan.
1 Ini menunjukkan bahwa aturan Allah sangat memihak dan mengambil kira perasaan hati fakir miskin.

Sedangkan pada ayat ke 273 Allah menerangkan enam sifat orang yang paling berhak mendapatkan sedekah.
Enam sifat tersebut adalah:

(1).Fakir (al fuqaraa);

(2).Yang telah menentukan dirinya dengan menjalankan khidmat atau berjuang pada jalan Allah (membela Islam);

(3).Yang tidak mampu mengembara di muka bumi (untuk berniaga dan sebagainya);

(4).Mereka itu disangka sebagai orang kaya oleh orang yang tidak mengetahui halnya, karena mereka menahan diri dari meminta-minta;

(5).Mereka dikenali kefakirannya oleh orang yang pandai dengan sifat-sifat yang dimilikinya;

(6).Mereka tidak meminta kepada orang ramai dengan mendesak-desak.

Pada surah At Taubah (9), ayat 60, Allah juga menyebutkan daftar delapan orang yang berhak mendapatkan sedekah wajib (zakat).
Dan yang pertama adalah orang-orang fakir (al fuqaraa).

Begitu juga pada surah Al Hasyr (59), ayat 8, orang-orang fakir (al fuqaraa) ditetapkan sebagai salah satu dari lima pihak (kelompok) yang mendapatkan bahagian harta Al Fay’.
Dan pada ayat itu orang-orang fakir yang dimaksudkan adalah orang-orang fakir kaum Muhajirin yang meninggalkan rumah dan hartanya karena memenuhi perintah Allah Subhanahu Wa Ta`ala.

Sedangkan pada surah An Nuur (24), ayat 32 menegaskan bahwa jika orang yang menikah itu miskin maka dia akan memberikan kekayaan kepada mereka dari limpahan karunia-Nya karena Allah Maha Luas (rahmat-Nya), lagi Maha Mengetahui.
Oleh karena itu jangan sampai seseorang tidak mau menikah karena khawatir akan fakir sebab tanggungan keluarga akan bertambah.
Kekuatiran akan mejadi fakir ini adalah sama dengan kekuatiran yang dibisikkan oleh setan kepada orang yang bersedekah seperti yang terdapat pada surah Al Baqarah (2), ayat 268 di atas.
Dengan demikian maka ayat ini mengandung anjuran untuk menikah dan juga janji Allah kepada orang-orang yang berkahwin bahwa Dia akan memberi karunia kepada mereka.

Dengan demikian maka bentuk jamak (al fuqaraa) diulang sebanyak tujuh kali dalam Al Qur’an, yaitu dalam surah:
Al Baqarah (2), ayat 271, 273;
At Taubah (9), ayat 60;
An Nuur (24), ayat 32;
Faathir (35), ayat 15;
Muhammad (47), ayat 38;
Al Hasyr (59), ayat 8.

Sumber : Kamus Al Qur’an, PTS Islamika SDN BHD, Hal: 412-414

Unsur Pokok Surah Al Baqarah (البقرة)

Surat "Al Baqarah" yang terdiri dari 286 ayat ini turun di Madinah yang sebagian besar diturun­kan pada permulaan tahun Hijrah, kecuali ayat 281 diturunkan di Mina pada Nabi Muhammad ﷺ yang terakhir).

Seluruh ayat dari surat Al Baqarah termasuk golongan Madaniyyah, merupakan surat yang terpanjang di antara surat-surat Alquran yang di dalamnya terdapat pula ayat yang terpanjang (ayat 282).

Surat ini dinamai "Al Baqarah" karena di dalamnya disebutkan kisah penyembelihan sapi betina yang diperintahkan Allah kepada Bani Israil (ayat 67 sarnpai dengan 74), dimana dijelaskan watak orang Yahudi pada umumnya.

Dinamai "Fusthaathul-Qur’an" (puncak Alquran) karena memuat beberapa hukum yang tidak disebutkan dalam surat yang lain.
Dinamai juga surat "alif-laam-miim" karena surat ini dimulai dengan Alif-laam-miim.

Keimanan:

Dakwah Islamiyah yang dihadapkan kepada umat Islam, ahli kitab dan para musyrikin.

Hukum:

▪ Perintah mengerjakan shalat.
Menunaikan zakat.
Hukum puasa.
Hukum umrah.
Hukum qishash.
▪ Hal-hal yang halal dan yang haram.
▪ Bernafkah di jalan Allah.
Hukum arak dan judi.
▪ Cara menyantuni anak yatim, larangan riba.
▪ Hutang piutang.
▪ Nafkah dan yang berhak menerimanya.
▪ Wasiyat kepada dua orang ibu bapak dan kaum kerabat.
Hukum sumpah.
▪ Kewajiban menyampaikan amanat.
▪ Sihir.
Hukum merusak masjid.
Hukum merubah kitabkitab Allah.
Hukum haidh, ‘iddah, thalak, khulu’, ilaa’.
Hukum susuan.
Hukum melamar.
Mahar larangan mengawini wanita musyrik dan sebaliknya.
Hukum perang.

Kisah:

▪ Kisah penciptaan Nabi Adam `alaihis salam.
▪ Kisah Nabi Ibrahim `alaihis salam.
▪ Kisah Nabi Musa `alaihis salam dengan Bani Israil.

Lain-lain:

▪ Sifat-sifat orang yang bertakwa.
▪ Sifat-sifat orang munafik.
▪ Sifat-sifat Allah.
▪ Perumpamaan-perumpamaan.
Kiblat.
▪ Kebangkitan sesudah mati.

Audio

QS. Al-Baqarah (2) : 1-286 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 286 + Terjemahan Indonesia

QS. Al-Baqarah (2) : 1-286 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 286

Gambar Kutipan Ayat

Surah Al Baqarah ayat 268 - Gambar 1 Surah Al Baqarah ayat 268 - Gambar 2 Surah Al Baqarah ayat 268 - Gambar 3
Statistik QS. 2:268
  • Rating RisalahMuslim
4.8

Ayat ini terdapat dalam surah Al Baqarah.

Surah Al-Baqarah (Arab: سورة البقرة‎, bahasa Indonesia: “Sapi Betina”) adalah surah ke-2 dalam Alquran.
Surah ini terdiri dari 286 ayat, 6.221 kata, dan 25.500 huruf dan tergolong surah Madaniyah.
Surah ini merupakan surah dengan jumlah ayat terbanyak dalam Alquran.
Surah ini dinamai al-Baqarah yang artinya Sapi Betina sebab di dalam surah ini terdapat kisah penyembelihan sapi betina yang diperintahkan Allah kepada Bani Israil (ayat 67-74).
Surah ini juga dinamai Fustatul Qur’an (Puncak Alquran) karena memuat beberapa hukum yang tidak disebutkan dalam surah yang lain.
Dinamai juga surah Alif Lam Mim karena ayat pertama di surah berisi tiga huruf arab yakni Alif, Lam, dan Mim.

Nomor Surah2
Nama SurahAl Baqarah
Arabالبقرة
ArtiSapi Betina
Nama lainFasthath al-Qur’an, Sanam al-Qur’an (Puncak Al-Quran), Al-Zahrawan (Dua yang Cemerlang), Alif Lam Mim
Tempat TurunMadinah
Urutan Wahyu87
JuzJuz 1 (ayat 1-141), 2 (ayat 142-252) dan 3 (ayat 253-286)
Jumlah ruku’40 ruku’
Jumlah ayat286
Jumlah kata6156
Jumlah huruf26256
Surah sebelumnyaSurah Al-Fatihah
Surah selanjutnyaSurah Ali ‘Imran
Sending
User Review
4.4 (16 votes)
Tags:

2:268, 2 268, 2-268, Surah Al Baqarah 268, Tafsir surat AlBaqarah 268, Quran Al-Baqarah 268, Surah Al Baqarah ayat 268

▪ qs 2:268
Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa?
Klik di sini sekarang!

Video


Panggil Video Lainnya

Ayat Lainnya

QS. Al Anfaal (Harta rampasan perang) – surah 8 ayat 5 [QS. 8:5]

Sesungguhnya kemenangan itu bersumber dari Allah, tempat bergantungnya segala urusan. Persengketaan orang-orang beriman menyangkut soal pembagian harta rampasan perang itu mirip keadaan mereka ketika … 8:5, 8 5, 8-5, Surah Al Anfaal 5, Tafsir surat AlAnfaal 5, Quran Al Anfal 5, AlAnfal 5, Al-Anfal 5, Surah Al Anfal ayat 5

QS. Al Ankabut (Laba-laba) – surah 29 ayat 47 [QS. 29:47]

47. Dan sebagaimana Kami telah menurunkan kitab-kitab kepada para rasul sebelum engkau, demikianlah Kami juga turunkan Kitab Al-Qur’an kepadamu. Oleh karena itu, orang-orang yang telah Kami berikan Ki … 29:47, 29 47, 29-47, Surah Al Ankabut 47, Tafsir surat AlAnkabut 47, Quran Al-Ankabut 47, Surah Al Ankabut ayat 47

Hadits Shahih

Podcast

Hadits & Doa

Soal & Pertanyaan Agama

Apa nama peperangan pertama yang berlaku dalam sejarah Islam?

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
Pertempuran Badar (غزوة بدر, / gazwah badr‎), adalah pertempuran besar pertama antara umat Islam melawan musuh-musuhnya. Perang ini terjadi pada 17 Ramadan 2 H (13 Maret 624).
Pasukan kecil kaum Muslim yang berjumlah 313 orang bertempur menghadapi pasukan Quraisy dari Mekkah yang berjumlah 1.000 orang. Setelah bertempur habis-habisan sekitar dua jam, pasukan Muslim menghancurkan barisan pertahanan pasukan Quraisy, yang kemudian mundur dalam kekacauan.

Nama pedang Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam yaitu ...

Benar! Kurang tepat!

Apa warna kesukaan Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam?

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
'Pakailah pakaian putih karena pakaian seperti itu lebih bersih dan lebih baik. Dan kafanilah pula mayit dengan kain putih.'
(HR. An Nasai no. 5324, hadits shahih)

+

Array

Sabda Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam, "Siapa yang berselawat kepadaku sekali, maka Allah akan berselawat kepadanya ... kali."

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ صَلَّى عَلَىَّ وَاحِدَةً صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ عَشْرًا
Barangsiapa yang bershalawat kepadaku sekali, maka Allah akan bershalawat kepadanya sepuluh kali.'
(HR. Muslim, no. 408)

Apa makanan kegemaran Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam?

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
== Cuka ==
Telah menceritakan kepadaku Abdullah bin Abdurrahman Ad Darimi, telah mengabarkan kepadaku Yahya bin Hassan telah mengabarkan kepada kami Sulaiman bin Bilal dari Hisyam bin 'Urwah dari Bapaknya dari Aisyah bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: 'Sebaik-baik lauk pauk adalah cuka.' (HR. Muslim, No: 3823).

== Labu ==
Diriwayatkan oleh Muhammad bin Basyar, dari Muhammad bin Ja'far dan diriwayatkan pula oleh 'Abdurrahman bin Mahdi, keduanya menerima dari Syu'bah dari Qatabah yang bersumber dari Anas bin Malik r.a. menyebutkan 'Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam menggemari labu. Maka (pada suatu hari) beliau diberi makanan itu atau diundang untuk makan makanan itu (labu). Aku pun mengikutinya, maka makanan itu (labu) kuletakkan dihadapannya, karena aku tahu beliau menggemarinya.'

Pendidikan Agama Islam #13
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #13 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #13 2

Belajar lagi yaa...

Bagikan Prestasimu:

Soal Lainnya

Pendidikan Agama Islam #9

Era ketidaktahuan juga disebut zaman … sanawiyah madaniyah abu jahal makiyah jahiliyah Benar! Kurang tepat! Arti hadits maudhu’ adalah …

Pendidikan Agama Islam #16

Al-Lihyaniy berpendapat bahwa Alquran secara etimologi memiliki arti … Petunjuk Bacaan Pedoman Menghimpun Kumpulan Benar! Kurang tepat! Selain berisi kisah-kisah

Pendidikan Agama Islam #18

Berikut ini yang bukan kandungan surah Ad-Dhuha adalah….. Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Allah SWT melindungi Allah SWT tidak

Instagram