Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

QS. Al Baqarah (Sapi Betina) – surah 2 ayat 253 [QS. 2:253]

تِلۡکَ الرُّسُلُ فَضَّلۡنَا بَعۡضَہُمۡ عَلٰی بَعۡضٍ ۘ مِنۡہُمۡ مَّنۡ کَلَّمَ اللّٰہُ وَ رَفَعَ بَعۡضَہُمۡ دَرَجٰتٍ ؕ وَ اٰتَیۡنَا عِیۡسَی ابۡنَ مَرۡیَمَ الۡبَیِّنٰتِ وَ اَیَّدۡنٰہُ بِرُوۡحِ الۡقُدُسِ ؕ وَ لَوۡ شَآءَ اللّٰہُ مَا اقۡتَتَلَ الَّذِیۡنَ مِنۡۢ بَعۡدِہِمۡ مِّنۡۢ بَعۡدِ مَا جَآءَتۡہُمُ الۡبَیِّنٰتُ وَ لٰکِنِ اخۡتَلَفُوۡا فَمِنۡہُمۡ مَّنۡ اٰمَنَ وَ مِنۡہُمۡ مَّنۡ کَفَرَ ؕ وَ لَوۡ شَآءَ اللّٰہُ مَا اقۡتَتَلُوۡا ۟ وَ لٰکِنَّ اللّٰہَ یَفۡعَلُ مَا یُرِیۡدُ
Tilkarrusulu fadh-dhalnaa ba’dhahum ‘ala ba’dhin minhum man kallamallahu warafa’a ba’dhahum darajaatin waaatainaa ‘iisaabna maryamal bai-yinaati wa-ai-yadnaahu biruuhil qudusi walau syaa-allahu maaaqtatalal-ladziina min ba’dihim min ba’di maa jaa-athumul bai-yinaatu walakiniikhtalafuu faminhum man aamana waminhum man kafara walau syaa-allahu maaaqtataluu walakinnallaha yaf’alu maa yuriid(u);
Rasul-rasul itu Kami lebihkan sebagian mereka dari sebagian yang lain.
Di antara mereka ada yang (langsung) Allah berfirman dengannya dan sebagian lagi ada yang ditinggikan-Nya beberapa derajat.
Dan Kami beri Isa putra Maryam beberapa mukjizat dan Kami perkuat dia dengan Rohulkudus.
Kalau Allah menghendaki, niscaya orang-orang setelah mereka tidak akan berbunuh-bunuhan, setelah bukti-bukti sampai kepada mereka.
Tetapi mereka berselisih, maka ada di antara mereka yang beriman dan ada (pula) yang kafir.
Kalau Allah menghendaki, tidaklah mereka berbunuh-bunuhan.
Tetapi Allah berbuat menurut kehendak-Nya.
―QS. Al Baqarah [2]: 253

Those messengers – some of them We caused to exceed others.
Among them were those to whom Allah spoke, and He raised some of them in degree.
And We gave Jesus, the Son of Mary, clear proofs, and We supported him with the Pure Spirit.
If Allah had willed, those (generations) succeeding them would not have fought each other after the clear proofs had come to them.
But they differed, and some of them believed and some of them disbelieved.
And if Allah had willed, they would not have fought each other, but Allah does what He intends.
― Chapter 2. Surah Al Baqarah [verse 253]

تِلْكَ itu

These
ٱلرُّسُلُ RasulRasul

(are) the Messengers
فَضَّلْنَا Kami telah lebihkan

We (have) preferred
بَعْضَهُمْ sebagian mereka

some of them
عَلَىٰ atas

over
بَعْضٍ sebagian lain

others.
مِّنْهُم dari/diantara mereka

Among them
مَّن orang

(were those with) whom
كَلَّمَ berkata-kata

spoke
ٱللَّهُ Allah

Allah,
وَرَفَعَ dan Dia meninggikan

and He raised
بَعْضَهُمْ sebagian mereka

some of them
دَرَجَٰتٍ beberapa derajat

(in) degrees.
وَءَاتَيْنَا dan Kami berikan

And We gave
عِيسَى Isa

Isa,
ٱبْنَ anak

son
مَرْيَمَ Maryam

(of) Maryam,
ٱلْبَيِّنَٰتِ keterangan/mukjizat

the clear proofs
وَأَيَّدْنَٰهُ dan Kami perkuat dia

and We supported him
بِرُوحِ dengan Ruhul/Ruh

with Spirit
ٱلْقُدُسِ Qudus/suci

[the] Holy.
وَلَوْ dan jika

And if
شَآءَ menghendaki

(had) willed
ٱللَّهُ Allah

Allah
مَا tidak

not
ٱقْتَتَلَ saling membunuh

(would have) fought each other
ٱلَّذِينَ orang-orang yang

those who
مِنۢ dari

(came) from
بَعْدِهِم sesudah mereka

after them,
مِّنۢ dari

from

Tafsir

Alquran

Surah Al Baqarah
2:253

Tafsir QS. Al Baqarah (2) : 253. Oleh Kementrian Agama RI


Dalam ayat ini dijelaskan bahwa di antara para rasul ada yang mendapat kesempatan berbicara langsung dengan Allah tanpa perantaraan malaikat Jibril.
Rasul yang dimaksud di sini ialah Nabi Musa `alaihis salam Beliau berbicara langsung dengan Allah ﷻ Pengalaman ini tidak pernah dialami oleh rasulrasul yang lain.

Oleh sebab itu Nabi Musa `alaihis salam disebut
"Kalimullah",
yang berarti,
"Nabi yang diajak berbicara langsung oleh Allah ﷻ".


Ayat selanjutnya menjelaskan bahwa Nabi Isa telah diberi bermacam-macam mukjizat yang tidak diberikan kepada yang lain, misalnya:
Nabi Isa telah dapat berbicara ketika dia masih berada dalam buaian;
dapat menghidupkan kembali orang yang telah mati, serta menyembuhkan orang buta dan orang yang ditimpa penyakit sopak, dengan izin Allah.

Allah menyokongnya pula dengan Rohulkudus, yaitu malaikat Jibril, di samping dia sendiri mempunyai jiwa yang murni.


Akhirnya Nabi Muhammad ﷺ diberi derajat yang lebih tinggi daripada rasulrasul sebelumnya, yaitu:
beliau dinyatakan sebagai nabi dan rasul Allah yang terakhir, untuk seluruh umat manusia, sedang rasulrasul yang lain hanya diutus untuk kaumnya saja.

Agama Islam yang dibawa Nabi Muhammad berlaku untuk seluruh umat sampai akhir zaman.
Alquran yang diterimanya, selain menjadi petunjuk bagi umat manusia, juga merupakan mukjizat terbesar bagi Nabi Muhammad, yang tidak tertandingi sepanjang masa.


Selanjutnya dalam ayat ini diterangkan keadaan umat manusia sepeninggal rasulrasul yang diutus kepada mereka.
Pada umumnya, ketika rasulrasul itu masih hidup, umatnya dapat bersatu padu, akan tetapi sepeninggal rasul mereka berselisih dan bertengkar, bahkan ada yang saling membunuh.

Perbedaan paham dalam masalah agama mendorong mereka untuk saling mencaci, bahkan saling mengafirkan.
Kefanatikan mereka terhadap suatu mazhab atau seorang imam menyebabkan mereka tidak mau menerima kebenaran yang dikemukakan oleh golongan lain.


Berbagai perselisihan itu terjadi, padahal mereka sudah mendapatkan berbagai keterangan yang nyata, dan mereka masih terus berselisih, sehingga sebagiannya beriman dan yang lainnya kafir.
Andaikata Allah menghendaki agar manusia tidak berselisih dan tidak bermusuhan atau berbunuhan, niscaya Allah kuasa berbuat demikian.
Jika Allah berbuat semacam itu tentulah manusia akan menjadi baik semuanya, dan dunia ini akan tenteram dari perselisihan-perselisihan antara manusia.


Tetapi Allah berbuat menurut kehendak-Nya, berdasarkan kepada hikmah dan pengetahuan yang maha tinggi.
Allah memberi manusia tabiat, pikiran, perasaan dan kemauan, agar manusia itu dapat berpikir dan berbuat lebih baik dari makhluk-makhluk yang lain di bumi ini, agar mereka berpikir tentang kekuasaan Allah.
Apabila manusia menggunakan pikiran dan perasaannya dengan sebaik-baiknya, niscaya mereka akan melihat tanda-tanda kekuasaan dan kebesaran Allah dimana-mana, sebab alam yang terbentang luas ini adalah tanda-tanda kekuasaan dan kebesaran-Nya dan semuanya itu adalah ciptaan-Nya.


Allah mengaruniakan agama kepada manusia melalui rasulrasul-Nya, untuk menuntun akal manusia ke jalan yang benar.
Sebab kemampuan akal manusia itu terbatas, apalagi mengenai masalah-masalah yang gaib atau abstrak, seperti sifat-sifat Allah, hal ihwal hari kemudian dan sebagainya.
Sehingga apabila terjadi perselisihan pendapat antara mereka, maka mereka dapat menyelesaikannya dengan petunjuk dari agama tersebut.


Perbedaan pendapat yang terjadi di antara manusia adalah wajar.
Tetapi perbedaan pendapat ini tidak boleh menimbulkan permusuhan yang menyebabkan mereka saling membunuh.


Sejarah telah menunjukkan bahwa kaum Yahudi sepeninggal Nabi Musa telah berselisih dan berpecah-belah.
Demikian pula yang terjadi pada umat Nasrani sepeninggal Nabi Isa sampai masa sekarang ini.
Antara berbagai golongan Nasrani sendiri terjadi pertengkaran yang berlarut-larut, saling menyerang dan saling membunuh.
Golongan yang satu tidak mau beribadah di tempat peribadatan golongan lain, walaupun mereka seagama.


Umat Islam pun tak luput dari perpecahan, padahal ketika Nabi Muhammad masih hidup, mereka telah menjadi umat yang bersatu-padu, dan mempunyai potensi yang besar dalam pembentukan masyarakat yang hidup rukun dan saling menolong.
Tetapi kemudian mereka jadi terkotak-kotak, karena adanya perbedaan paham, ditambah dengan fanatisme mazhab dan golongan, sehingga kekuatan mereka menjadi lemah;
mereka menjadi umat yang terbelakang, dengan perekonomian yang lemah;
serta menjadi bulan-bulanan umat lain.
Padahal Allah telah memberikan petunjuk dalam Alquran:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اَطِيْعُوا اللّٰهَ وَاَطِيْعُوا الرَّسُوْلَ وَاُولِى الْاَمْرِ مِنْكُمْ فَاِنْ تَنَازَعْتُمْ فِيْ شَيْءٍ فَرُدُّوْهُ اِلَى اللّٰهِ وَالرَّسُوْلِ اِنْ كُنْتُمْ تُؤْمِنُوْنَ بِاللّٰهِ وَالْيَوْمِ الْاٰخِرِ ذٰلِكَ خَيْرٌ وَّاَحْسَنُ تَأْوِيْلًا

Wahai orang-orang yang beriman! Taatilah Allah dan taatilah Rasul (Muhammad), dan Ulil Amri (pemegang kekuasaan) di antara kamu.
Kemudian, jika kamu berbeda pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah kepada Allah (Alquran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu beriman kepada Allah dan hari kemudian.
Yang demikian itu, lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.
(an-Nisa’ [4]: 59).

Tafsir QS. Al Baqarah (2) : 253. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Rasulrasul yang telah Kami sebutkan, masing-masing Kami lebihkan satu dari yang lain.
Di antara mereka ada yang Kami ajak bicara tanpa perantara, seperti Musa.


Ada yang derajatnya Kami angkat melebihi yang lain, yaitu Muhammad, yang risalahnya berlaku untuk umum.
Syariatnya sempurna dan sekaligus menjadi penutup semua risalah.


Di antara mereka terdapat ‘Isa putra Maryam yang Kami berikan mukjizat seperti menghidupkan orang mati, menyembuhkan orang yang buta sejak dalam kandungan dan orang yang berpenyakit lepra.
Ia Kami perkuat dengan Jibril, Ruh al-Quddus.


Para rasul tersebut datang dengan membawa petunjuk, agama kebenaran dan beberapa penjelasan.
Maka, sudah semestinya semua manusia beriman, tidak berselisih dan tidak saling memerangi.


Jika Allah menghendaki manusia untuk tidak saling memerangi setelah kedatangan para rasul dengan membawa bukti yang jelas kepada kebenaran, niscaya tidak akan ada peperangan dan perselisihan.
Tetapi Allah tidak menghendaki demikian, maka mereka tetap berselisih.


Di antara mereka ada yang beriman dan ada pula yang kafir.
Kalau Allah menghendaki, mereka tidak akan saling membunuh dan berselisih bahkan mereka akan berada dalam kebenaran.


Akan tetapi Allah melaksanakan kehendak-Nya sesuai dengan hikmah yang Dia tentukan.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Para Rasul yang mulia itu, sebagian dari mereka diunggulkan oleh Allah atas sebagian yang lainnya, menurut apa yang Allah anugerahkan kepada mereka.
Di antara mereka ada yang Allah berbicara langsung kepadanya, yaitu Musa dan Muhammad.


Ini menetapkan sifat kalam bagi Allah sesuai dengan keagungan-Nya.
Di antara mereka ada yang Allah angkat ke derajat-derajat yang tinggi seperti Muhammad dengan keumuman risalah penutup nubuwwah, keunggulan umatnya atas umat-umat yang lain dan sebagainya.


Dan Allah telah memberikan mukjizat-mukjizat yang mengagumkan dan mencengangkan kepada Isa putra Maryam seperti menyembuhkan orang buta bawaan sejak lahir dengan izin Allah, menyembuhkan penderita penyakii sopak dengan izin Allah dan menghidupkan orang mati dengan izin Allah, dan Allah mendukungnya dengan Jibril.
Seandainya Allah berkehendak supaya orang-orang yang datang setelah para Rasul tersebut tidak bertikai setelah datang kepada mereka keterangan dari Allah, niscaya mereka tidak akan bertikai.


Akan tetapi khilaf tetap terjadi di antara mereka;
di antara mereka ada yang tetap teguh diatas imannya, dan diantara mereka ada yang tetap bersikukuh di atas kekufurannya.
Kalau Allah berkehendak, setelah terjadi perselisihan diantara mereka yang membawa kepada pertikaian, niscaya mereka tidak bertikai.


Akan tetapi Allah memberikan taufik-Nya kepada siapa yang Dia kehendaki untuk menaati-Nya dan beriman kepada-Nya, dan membiarkan siapa yang Dia kehendaki sehingga dia mendurhakai-Nya dan kafir kepada-Nya.
Dia melakukan dan memilih sebagaimana yang Dia kehendaki.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Para rasul itu) menjadi mubtada, sedangkan khabarnya adalah


(Kami lebihkan sebagian atas lainnya), yaitu dengan memberi mereka keistimewaan yang tidak diberikan kepada lainnya.


(Di antara mereka ada yang diajak berbicara oleh Allah), misalnya Musa


(dan sebagian ditinggikan-Nya – kedudukannya -), yakni nabi Muhammad ﷺ


(beberapa tingkat) dari yang lainnya, misalnya dengan dakwahnya yang umum, mukjizat yang berlimpah dan keistimewaan yang tidak terhitung banyaknya.


(Dan Kami berikan kepada Isa bin Maryam beberapa mukjizat dan Kami kuatkan ia dengan Roh Kudus), yakni Jibril yang mengiringkannya ke mana pergi.


(Sekiranya Allah menghendaki) tentulah akan ditunjuki-Nya semua manusia dan


(tidaklah mereka akan berbunuh-bunuhan orang-orang yang datang sesudah mereka), yakni sesudah para rasul itu, maksudnya ialah umat-umat mereka


(sesudah datang kepada mereka beberapa macam keterangan) disebabkan pertikaian dan saling menyesatkan di antara mereka.


(Tetapi mereka bertikai) disebabkan kehendak Allah tadi,


(maka di antara mereka ada yang beriman) artinya kuat dan tetap keimanannya


(dan di antara mereka ada pula yang kafir) seperti orang-orang Kristen setelah Almasih.


(Sekiranya Allah menghendaki tidaklah mereka akan berbunuh-bunuhan) sebagai pengukuhan


(tetapi Allah berbuat apa yang dikehendaki-Nya) yaitu menunjuki siapa yang disukai-Nya dan menjatuhkan orang yang dikehendaki-Nya.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:


Allah subhanahu wa ta’ala menceritakan bahwa Dia mengutamakan sebagian rasulrasul atas sebagian yang lain.
Perihalnya sama dengan yang disebutkan di dalam ayat yang lain, yaitu firman-Nya:

Dan sesungguhnya telah Kami lebihkan sebagian nabi-nabi itu atas sebagian (yang lain) dan Kami berikan Zabur kepada Daud.
(QS. Al Israa [17]: 55)

Sedangkan di dalam surat ini disebutkan:

Rasulrasul itu Kami lebihkan sebagian (dari) mereka atas sebagian yang lain.
Di antara mereka ada yang Allah berkata-kata (langsung dengan dia).


Yang dimaksud ialah Nabi Musa dan Nabi Muhammad ﷺ, demikian pula Nabi Adam.
Seperti yang disebutkan oleh sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Ibnu Hibban di dalam kitab sahihnya melalui Abu Zar r.a.
…dan sebagiannya Allah meninggikannya beberapa derajat.

Sebagaimana yang telah disebutkan di dalam hadis Nabi ﷺ bersua dengan para nabi lainnya di langit sesuai dengan perbedaan kedudukan mereka di sisi Allah subhanahu wa ta’ala

Apabila dikatakan, apakah kaitan antara ayat di atas dengan hadis yang disebutkan di dalam kitab Sahihain melalui Abu Hurairah, yaitu sebagai berikut:


Seorang lelaki dari kalangan kaum muslim bertengkar dengan seorang lelaki Yahudi.
Lelaki Yahudi itu berkata dalam sumpah yang diucapkannya,
"Tidak, demi Tuhan yang telah memilih Musa atas semua manusia."
Maka lelaki muslim mengangkat tangannya dan menampar wajah orang Yahudi tersebut seraya berkata,
"Hai orang yang buruk, juga atas Muhammad ﷺ?"
Lelaki Yahudi datang menghadap Nabi ﷺ, lalu mengadukan perihal lelaki muslim tadi.
Maka Rasulullah ﷺ bersabda,
"Janganlah kalian mengutamakan diriku atas para nabi, karena sesungguhnya manusia itu semuanya mati di hari kiamat nanti, dan aku adalah orang yang mula-mula dibangunkan.
Ternyata kujumpai Musa sedang memeluk tiang Arasy.
Aku tidak mengetahui apakah dia terbangun sebelumku ataukah dia telah memperoleh balasannya dengan kematian (sa’iqah) ketika di Bukit Tur?
Karena itu, janganlah kalian mengutamakan diriku atas para nabi."

Menurut riwayat yang lain disebutkan:


Janganlah kalian saling mengutamakan di antara para nabi.

Maka sebagai jawabannya dapat dikatakan seperti berikut:

Pertama, hal ini terjadi sebelum Nabi ﷺ mengetahui keutamaan dirinya atas para nabi lainnya.
Akan tetapi, alasan ini masih perlu dipertimbangkan.

Kedua, sesungguhnya hal ini sengaja dikatakan oleh Nabi ﷺ sebagai ungkapan rasa rendah dirinya.

Ketiga, larangan dalam hadis ini mengandung makna tidak boleh saling mengutamakan dalam keadaan seperti itu, yakni dalam situasi pertengkaran dan persengketaan.

Keempat, larangan ini mengandung pengertian tidak boleh saling mengutamakan hanya berdasarkan pendapat dan fanatisme.

Kelima, manusia tidak berhak saling mengutamakan di antara para nabi, melainkan hal tersebut hanyalah hak Allah subhanahu wa ta’ala semata.
Manusia hanya diharuskan tunduk, berserah diri, dan beriman kepada-Nya.

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Dan Kami berikan kepada Isa putra Maryam beberapa mukjizat.

Yang dimaksud dengan al-bayyinat ialah hujahhujah dan dalildalil yang akurat yang membenarkan apa yang ia sampaikan kepada kaum Bani Israil, bahwa dia adalah hamba dan utusan Allah kepada mereka.

…dan Kami perkuat dia dengan Ruhul Qudus.

Yakni Allah memperkuatnya dengan Malaikat JibrilKemudian Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

Dan kalau Allah menghendaki, niscaya tidaklah berbunuh-bunuhan orang-orang (yang datang) sesudah
rasulrasul itu, sesudah datang kepada mereka beberapa macam keterangan, akan tetapi mereka berselisih, maka ada di antara mereka yang beriman dan ada (pula) di antara mereka yang kafir.
Seandainya Allah menghendaki, tidaklah mereka berbunuh-bunuhan.


Dengan kata lain, hal tersebut terjadi karena keputusan dan takdir Allah.
Karena itulah dalam firman selanjutnya disebutkan:

Akan tetapi, Allah berbuat apa yang dikehendaki-Nya.

Unsur Pokok Surah Al Baqarah (البقرة)

Surat "Al Baqarah" yang terdiri dari 286 ayat ini turun di Madinah yang sebagian besar diturun­kan pada permulaan tahun Hijrah, kecuali ayat 281 diturunkan di Mina pada Nabi Muhammad ﷺ yang terakhir).

Seluruh ayat dari surat Al Baqarah termasuk golongan Madaniyyah, merupakan surat yang terpanjang di antara surat-surat Alquran yang di dalamnya terdapat pula ayat yang terpanjang (ayat 282).

Surat ini dinamai "Al Baqarah" karena di dalamnya disebutkan kisah penyembelihan sapi betina yang diperintahkan Allah kepada Bani Israil (ayat 67 sarnpai dengan 74), dimana dijelaskan watak orang Yahudi pada umumnya.

Dinamai "Fusthaathul-Qur’an" (puncak Alquran) karena memuat beberapa hukum yang tidak disebutkan dalam surat yang lain.
Dinamai juga surat "alif-laam-miim" karena surat ini dimulai dengan Alif-laam-miim.

Keimanan:

Dakwah Islamiyah yang dihadapkan kepada umat Islam, ahli kitab dan para musyrikin.

Hukum:

▪ Perintah mengerjakan shalat.
Menunaikan zakat.
Hukum puasa.
Hukum umrah.
Hukum qishash.
▪ Hal-hal yang halal dan yang haram.
▪ Bernafkah di jalan Allah.
Hukum arak dan judi.
▪ Cara menyantuni anak yatim, larangan riba.
▪ Hutang piutang.
▪ Nafkah dan yang berhak menerimanya.
▪ Wasiyat kepada dua orang ibu bapak dan kaum kerabat.
Hukum sumpah.
▪ Kewajiban menyampaikan amanat.
▪ Sihir.
Hukum merusak masjid.
Hukum merubah kitabkitab Allah.
Hukum haidh, ‘iddah, thalak, khulu’, ilaa’.
Hukum susuan.
Hukum melamar.
Mahar larangan mengawini wanita musyrik dan sebaliknya.
Hukum perang.

Kisah:

▪ Kisah penciptaan Nabi Adam `alaihis salam.
▪ Kisah Nabi Ibrahim `alaihis salam.
▪ Kisah Nabi Musa `alaihis salam dengan Bani Israil.

Lain-lain:

▪ Sifat-sifat orang yang bertakwa.
▪ Sifat-sifat orang munafik.
▪ Sifat-sifat Allah.
▪ Perumpamaan-perumpamaan.
Kiblat.
▪ Kebangkitan sesudah mati.

Audio

QS. Al-Baqarah (2) : 1-286 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 286 + Terjemahan Indonesia

QS. Al-Baqarah (2) : 1-286 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 286

Gambar Kutipan Ayat

Surah Al Baqarah ayat 253 - Gambar 1 Surah Al Baqarah ayat 253 - Gambar 2
Statistik QS. 2:253
  • Rating RisalahMuslim
4.5

Ayat ini terdapat dalam surah Al Baqarah.

Surah Al-Baqarah (Arab: سورة البقرة‎, bahasa Indonesia: “Sapi Betina”) adalah surah ke-2 dalam Alquran.
Surah ini terdiri dari 286 ayat, 6.221 kata, dan 25.500 huruf dan tergolong surah Madaniyah.
Surah ini merupakan surah dengan jumlah ayat terbanyak dalam Alquran.
Surah ini dinamai al-Baqarah yang artinya Sapi Betina sebab di dalam surah ini terdapat kisah penyembelihan sapi betina yang diperintahkan Allah kepada Bani Israil (ayat 67-74).
Surah ini juga dinamai Fustatul Qur’an (Puncak Alquran) karena memuat beberapa hukum yang tidak disebutkan dalam surah yang lain.
Dinamai juga surah Alif Lam Mim karena ayat pertama di surah berisi tiga huruf arab yakni Alif, Lam, dan Mim.

Nomor Surah2
Nama SurahAl Baqarah
Arabالبقرة
ArtiSapi Betina
Nama lainFasthath al-Qur’an, Sanam al-Qur’an (Puncak Al-Quran), Al-Zahrawan (Dua yang Cemerlang), Alif Lam Mim
Tempat TurunMadinah
Urutan Wahyu87
JuzJuz 1 (ayat 1-141), 2 (ayat 142-252) dan 3 (ayat 253-286)
Jumlah ruku’40 ruku’
Jumlah ayat286
Jumlah kata6156
Jumlah huruf26256
Surah sebelumnyaSurah Al-Fatihah
Surah selanjutnyaSurah Ali ‘Imran
Sending
User Review
4.5 (15 votes)
Tags:

2:253, 2 253, 2-253, Surah Al Baqarah 253, Tafsir surat AlBaqarah 253, Quran Al-Baqarah 253, Surah Al Baqarah ayat 253

▪ qs 2 253
Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa?
Klik di sini sekarang!

Video


Panggil Video Lainnya

Ayat Lainnya

QS. Ar Rahmaan (Yang Maha Pemurah) – surah 55 ayat 27 [QS. 55:27]

26-28. Usai menjelaskan anugerah-Nya bagi kelangsungan hidup makhluk di bumi, Allah mengingatkan bahwa semua itu tidak akan membuat mereka kekal. Semua yang ada di bumi itu akan binasa, mati dan menin … 55:27, 55 27, 55-27, Surah Ar Rahmaan 27, Tafsir surat ArRahmaan 27, Quran Ar-Rahman 27, ArRahman 27, Ar Rahman 27, Surah Ar Rahman ayat 27

QS. Al Qamar (Bulan) – surah 54 ayat 11 [QS. 54:11]

11-12. Allah meperkenankan doa Nabi Nuh, lalu Kami bukakan pintu-pintu langit, yaitu awan yang mencurahkan hujan dan membanjiri permukiman kaum Nabi Nuh dengan air yang tercurah deras, dan selain itu … 54:11, 54 11, 54-11, Surah Al Qamar 11, Tafsir surat AlQamar 11, Quran Al-Qamar 11, Surah Al Qomar ayat 11

Hadits Shahih

Podcast

Hadits & Doa

Soal & Pertanyaan Agama

Era ketidaktahuan juga disebut zaman ...

Benar! Kurang tepat!

Berdasarkan bahasa, ijma artinya adalah ...

Benar! Kurang tepat!

Orang yang memiliki kemampuan untuk melakukan infefensi hukum-hukum syariat dari sumber-sumber yang terpercaya disebut dengan ...

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
Mujtahid (bahasa Arab: المجتهد) atau fakih (الفقيه) adalah seseorang yang dalam ilmu fikih sudah mencapai derajat ijtihad dan memiliki kemampuan istinbath (inferensi) hukum-hukum syariat dari sumber-sumber muktabar dan diandalkan.

+

Array

Pengertian ijtihad menurut istilah adalah ...

Benar! Kurang tepat!

Arti hadits maudhu' adalah ...

Benar! Kurang tepat!

Pendidikan Agama Islam #9
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #9 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #9 2

Belajar lagi yaa...

Bagikan Prestasimu:

Soal Lainnya

Pendidikan Agama Islam #5

Orang yang suka berbohong adalah orang … jujur yang suka melarikan diri munafik mukmin kaya Benar! Kurang tepat! Bekerja tepat

Pendidikan Agama Islam #15

Mujahadah berasal dari bahasa Arab, yang berasal dari kata jahada, yang berarti … perlawanan berbahagia kembali suci berkorban bersungguh-sungguh Benar!

Pendidikan Agama Islam #10

Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkhotbah di kota Mekah kurang lebih selama … 10 tahun 23 tahun 13 tahun

Instagram