Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

QS. Al Baqarah (Sapi Betina) – surah 2 ayat 245 [QS. 2:245]

مَنۡ ذَا الَّذِیۡ یُقۡرِضُ اللّٰہَ قَرۡضًا حَسَنًا فَیُضٰعِفَہٗ لَہٗۤ اَضۡعَافًا کَثِیۡرَۃً ؕ وَ اللّٰہُ یَقۡبِضُ وَ یَبۡصُۜطُ ۪ وَ اِلَیۡہِ تُرۡجَعُوۡنَ
Man dzaal-ladzii yuqridhullaha qardhan hasanan fayudhaa’ifahu lahu adh’aafan katsiiratan wallahu yaqbidhu wayabsuthu wailaihi turja’uun(a);
Barangsiapa meminjami Allah dengan pinjaman yang baik maka Allah melipatgandakan ganti kepadanya dengan banyak.
Allah menahan dan melapangkan (rezeki) dan kepada-Nyalah kamu dikembalikan.
―QS. Al Baqarah [2]: 245

Who is it that would loan Allah a goodly loan so He may multiply it for him many times over?
And it is Allah who withholds and grants abundance, and to Him you will be returned.
― Chapter 2. Surah Al Baqarah [verse 245]

مَّن siapakah

Who
ذَا orang

(is) the one
ٱلَّذِى yang

who
يُقْرِضُ (dia) memberi pinjaman

will lend
ٱللَّهَ Allah

(to) Allah –
قَرْضًا pinjaman

a loan
حَسَنًا yang baik

good,
فَيُضَٰعِفَهُۥ maka Dia akan melipat gandakannya

so (that) He multiplies it
لَهُۥٓ kepadanya

for him –
أَضْعَافًا lipat ganda

manifolds
كَثِيرَةً yang banyak

many
وَٱللَّهُ dan Allah

And Allah
يَقْبِضُ Dia menyempitkan

withholds
وَيَبْصُۜطُ dan Dia melapangkan

and grants abundance,
وَإِلَيْهِ dan kepadaNya

and to Him
تُرْجَعُونَ kalian dikembalikan

you will be returned.

Tafsir

Alquran

Surah Al Baqarah
2:245

Tafsir QS. Al Baqarah (2) : 245. Oleh Kementrian Agama RI


Diriwiyatkan oleh Ibnu Hibban, Ibnu Abi hatim, dan Ibnu Mardawaih dari Ibnu Umar ketika turun ayat 261 surah al-Baqarah yang menerangkan bahwa orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah nafkahnya itu adalah seperti sebutir benih yang menumbuhkan 7 tangkai;
pada tiap-tiap tangkai berisi seratus biji, maka Rasulullah ﷺ memohon,
"Ya Tuhanku, tambahlah balasan itu bagi umatku (lebih dari 700 kali).


Setelah dikisahkan tentang umat yang binasa disebabkan karena ketakutan dan kelemahan kayakinan, maka dalam ayat ini Allah menganjurkan agar umat rela berkorban menafkahkan hartanya di jalan Allah dan nafkah itu dinamakan pinjaman.

Allah, menamakannya pinjaman padahal Allah sendiri maha kaya, karena Allah mengetahui bahwa dorongan untuk mengeluarkan harta bagi kemaslahatan umat itu sangat lemah pada sebagian besar manusia;
hanya segolongan kecil saja yang rela berbuat demikian.
Hal ini dapat dirasakan di mana seorang hartawan kadang-kadang mudah saja mengeluarkan kelebihan hartanya untuk menolong kawan-kawannya, mungkin dengan niat untuk menjaga diri dari kejahatan atau untuk memelihara kedudukan yang tinggi, terutama jika yang ditolong itu kerabatnya sendiri.

Tetapi jika pengeluaran harta itu untuk mempertahankan agama dan memelihara keluhurannya serta meninggikan kalimah Allah yang di dalamnya tidak terdapat hal-hal yang menguntungkan bagi dirinya sendiri secara langsung di dunia, maka tidak mudah baginya untuk melepaskan harta yang dicintainya itu, kecuali jika secara terang-terangan atau melalui saluran resmi.
Oleh karena itu, ungkapan yang dipergunakan untuk menafkahkan harta benda di jalan Allah itu sangat menarik, yaitu:
"Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, suatu pinjaman yang baik.
"


Pinjaman yang baik itu yang sesuai dengan bidang dan kemanfaatannya dan dikeluarkan dengan ikhlas semata-mata untuk mencapai keridaan Allah ﷻ Allah menjanjikan akan memberi balasan yang berlipat ganda.
Allah memberikan perumpamaan tentang balasan yang berlipat ganda itu seperti sebutir benih padi yang ditanam dapat menghasilkan tujuh tangkai padi, setiap tangkai berisi 100 butir, sehingga menghasilkan 700 butir.

Bahkan, Allah membalas itu tanpa batas sesuai dengan yang dimohonkan Rasulullah bagi umatnya dan sesuai dengan keikhlasan orang yang memberikan nafkah.


Allah ﷻ membatasi rezeki kepada orang yang tidak mengetahui sunatullah dalam soal-soal pencarian harta benda karena mereka tidak giat membangun di pelbagai bidang yang telah ditunjukkan Allah.

Allah melapangkan rezeki kepada manusia yang lain yang pandai menyesuaikan diri dengan sunatullah dan menggarap berbagai bidang usaha sehingga merasakan hasil manfaatnya.
Bila Allah menjadikan seorang miskin jadi kaya atau sebaliknya, maka yang demikian itu adalah sepenuhnya dalam kekuasaan Allah.

Anjuran Allah menafkahkan sebagian harta ke jalan Allah, semata-mata untuk kemanfaatan manusia sendiri dan memberi petunjuk kepadanya agar mensyukuri nikmat pemberian itu karena dengan mensyukuri akan bertambah banyaklah berkahnya.
Kemudian Allah menjelaskan bahwa semua makhluk akan dikembalikan kepada-Nya pada hari kiamat untuk menerima balasan amalnya masing-masing.


Tafsir QS. Al Baqarah (2) : 245. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Berjuang di jalan Allah memerlukan harta, maka korbankanlah harta kalian.
Siapa yang tidak ingin mengorbankan hartanya, sementara Allah telah berjanji akan membalasnya dengan balasan berlipat ganda?
Rezeki ada di tangan Allah.


Dia bisa mempersempit dan memperluas rezeki seseorang yang dikehendaki sesuai dengan kemaslahatan.
Hanya kepada-Nyalah kalian akan dikembalikan, lalu dibuat perhitungan atas pengorbanan kalian.


Meskipun rezeki itu karunia Allah dan hanya Dialah yang bisa memberi atau menolak, seseorang yang berinfak disebut sebagai ‘pemberi pinjaman’ kepada Allah.
Hal itu berarti sebuah dorongan untuk gemar berinfak dan penegasan atas balasan berlipat ganda yang telah dijanjikan di dunia dan akhirat.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Siapa gerangan yang berkenan berinfak di jalan Allah dengan baik dan hanya berharap pahala dari-Nya semata, sehingga Allah melipatgandakan untuknya dengan jumlah yang besar, pahala yang tiada terhitung dan balasan yang tidak terhingga?
Allah menahan dan memberi, maka berinfaklah dan jangan hitung-hitungan, karena Allah adalah Maha Memberi rizki, Dia mempersempit rizki hamba-hamba yang Dia kehendaki dan melapangkannya bagi yang lain.
Milik-Nya hikmah yang mendalam dalam hal itu, hanya kepada-Nya-lah kalian akan kembali setelah mati, lalu Dia akan membalas kalian atas perbuatan-perbuatan kalian.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Siapakah yang bersedia memberi pinjaman kepada Allah) yaitu dengan menafkahkan hartanya di jalan Allah


(yakni pinjaman yang baik) dengan ikhlas kepada-Nya semata,


(maka Allah akan menggandakan) pembayarannya, menurut satu qiraat dengan tasydid hingga berbunyi ‘fayudha’ifahu’


(hingga berlipat-lipat) mulai dari sepuluh sampai pada tujuh ratus lebih sebagaimana yang akan kita temui nanti


(Dan Allah menyempitkan) atau menahan rezeki orang yang kehendaki-Nya sebagai ujian


(dan melapangkannya) terhadap orang yang dikehendaki-Nya, juga sebagai cobaan


(dan kepada-Nya kamu dikembalikan) di akhirat dengan jalan akan dibangkitkan dari matimu dan akan dibalas segala amal perbuatanmu.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:


Allah subhanahu wa ta’ala menganjurkan kepada hamba-hamba-Nya agar menafkahkan hartanya di jalan Allah.
Allah subhanahu wa ta’ala mengulang-ulang ayat ini di dalam Alquran bukan hanya pada satu tempat saja.
Di dalam hadis yang berkaitan dengan asbabun nuzul ayat ini disebutkan bahwa Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Tuhan yang tidak miskin dan tidak pula berbuat aniaya.

Ibnu Abu Hatim mengatakan:


telah menceritakan kepada kami Al-Hasan ibnu Arafah, telah menceritakan kepada kami Khalaf ibnu Khalifah, dari Humaid Al-A’raj, dari Abdullah ibnul Haris, dari Abdullah ibnu Mas’ud yang menceritakan bahwa ketika ayat berikut diturunkan, yaitu firman-Nya:

Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik (membelanjakan hartanya di jalan Allah), maka Allah akan melipatgandakan pembayaran kepadanya.
Maka Abud Dahdah Al-Ansari berkata,
"Wahai Rasulullah, apakah memang Allah menginginkan pinjaman dari kami?"
Nabi ﷺ menjawab,
"Benar, Abud Dahdah."
Abud Dahdah berkata,
"Wahai Rasulullah, ulurkanlah tanganmu."
Maka Rasulullah ﷺ mengulurkan tangannya kepada Abud Dahdah.
Lalu Abud Dahdah berkata,
"Sesungguhnya aku meminjamkan kepada Tuhanku kebun milikku."
Perawi melanjutkan kisahnya, bahwa di dalam kebun milik Abud Dahdah terdapat enam ratus pohon kurma, sedangkan istri dan anak-anaknya tinggal di dalam kebun itu.
Maka Abud Dahdah datang ke kebunnya dan memanggil istrinya,
"Hai Ummu Dahdah."
Ummu Dahdah menjawab,
"Labbaik."
Abud Dahdah berkata,
"Keluarlah kamu, sesungguhnya aku telah meminjamkan kebun ini kepada Tuhanku."

Yang dimaksud dengan firman-Nya:

…pinjaman yang baik.

Menurut apa yang diriwayatkan dari Umar dan lain-lainnya dari kalangan ulama Salaf ialah berinfak untuk jalan Allah.
Menurut pendapat lain, yang dimaksud ialah memberi nafkah kepada anak-anak.
Menurut pendapat yang lainnya lagi ialah membaca tasbih dan taqdis.

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

…maka Allah akan melipatgandakan pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak.

Sama halnya dengan makna yang ada di dalam ayat lain, yaitu firman-Nya:

Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh butir, pada tiap-tiap butir seratus biji.
Allah melipatgandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki.
(QS. Al-Baqarah [2]: 261), hingga akhir ayat.

Tafsir ayat ini akan dikemukakan nanti pada tempatnya.

Imam Ahmad mengatakan:


telah menceritakan kepada kami Yazid, telah menceritakan kepada kami Mubarak ibnu Fudalah, dari Ali ibnu Za’id, dari Abu Usman An-Nahdi yang menceritakan,
"Aku datang kepada sahabat Abu Hurairah r.a., dan kukatakan kepadanya, ‘Sesungguhnya telah sampai kepadaku bahwa engkau pernah mengatakan, sesungguhnya amal kebaikan itu dilipatgandakan pahalanya menjadi sejuta kebaikan.’ Abu Hurairah r.a. berkata, ‘Apakah yang membuatmu heran dari hal ini?
Sesungguhnya aku mendengarnya sendiri dari Nabi ﷺNabi ﷺ telah bersabda:
‘Sesungguhnya Allah melipatgandakan kebaikan sebanyak dua juta kali lipat pahala kebaikan’."

Hadis ini berpredikat garib karena Ali ibnu Zaid ibnu Jad’ah banyak memiliki hadishadis yang munkar.


Akan tetapi, hadis ini diriwayatkan pula oleh Imam Ibnu Abu Hatim dari jalur lain.
Ia mengatakan:


telah menceritakan kepada kami Abu Khallad (yaitu Sulaiman ibnu Khallad Al-Muaddib), telah menceritakan kepada kami Yunus ibnu Muhammad Al-Muaddib, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Uqbah Ar-Rufa’i, dari Ziad Al-Jahssas, dari Abu Usman An-Nahdi yang menceritakan bahwa
"Tiada seorang pun yang lebih banyak duduk di majelis Abu Hurairah selain dari aku sendiri.
Abu Hurairah datang berhaji sebelumku, sedangkan aku datang sesudahnya.
Tiba-tiba penduduk Basrah meriwayatkan asar darinya, bahwa ia pernah mengatakan:
Aku pernah mendengar Rasulullah ﷺ bersabda, ‘Sesungguhnya Allah melipatgandakan pahala suatu kebaikan menjadi sejuta kali lipat pahala kebaikan.” Maka aku berkata, ‘Celakalah kalian.
Demi Allah, tiada seorang pun yang lebih banyak berada di majelis Abu Hurairah selain dari aku, tetapi aku belum pernah mendengar hadis ini.’ Maka aku berangkat dengan maksud untuk menyusulnya, tetapi kujumpai dia telah berangkat berhaji.
Maka aku berangkat pula menunaikan ibadah haji untuk menjumpainya dan menanyakan hadis ini.
Lalu aku menjumpainya untuk tujuan ini dan kukatakan kepadanya, ‘Wahai Abu Hurairah, hadis apakah yang pernah kudengar dari penduduk Basrah, mereka mengatakannya bersumber dari kamu?’ Abu Hurairah bertanya, ‘Hadis apakah itu?’ Aku menjawab, ‘Mereka menduga engkau pernah mengatakan:
Sesungguhnya Allah melipatgandakan pahala suatu kebaikan menjadi sejuta kebaikan.’ Abu Hurairah menjawab, ‘Wahai Abu Usman, apakah yang engkau herankan dari masalah ini, sedangkan Allah subhanahu wa ta’ala telah berfirman:
Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik (menafkahkan hartanya di jalan Allah), maka Allah akan melipatgandakan pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak.
(QS. Al-Baqarah [2]: 245)
Allah subhanahu wa ta’ala telah berfirman pula:
padahal kenikmatan hidup di dunia ini (dibandingkan dengan kehidupan) di akhirat hanyalah sedikit.
(QS. At-Taubah [9]: 38)
Demi Tuhan yang jiwaku berada di dalam genggaman kekuasaan-Nya, sesungguhnya aku pernah mendengar Rasulullah ﷺ bersabda:
Sesungguhnya Allah melipat gandakan pahala suatu kebaikan menjadi dua juta kebaikan’."

Semakna dengan hadis ini adalah hadis lain yang diriwayatkan oleh Imam Turmuzi dan lain-lainnya melalui jalur Amr ibnu Dinar, dari Salim, dari Abdullah ibnu Umar ibnul Khattab, bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda:

Barang siapa yang memasuki sebuah pasar, lalu ia mengucapkan,
"Tidak ada Tuhan selain Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya, bagi-Nya semua kerajaan dan semua pujian, dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu,"
maka Allah mencatatkan baginya sejuta kebaikan dan menghapuskan darinya sejuta keburukan (dosa).

Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abu Zar‘ah, telah menceritakan kepada kami Ismail ibnu Ibrahim ibnu Bassam, telah menceritakan kepada kami Abu Ismail Al-Muaddib, dari Isa ibnul Musayyab, dari Nafi’, dari Ibnu Umar yang mengatakan bahwa ketika diturunkannya firman Allah subhanahu wa ta’ala:
Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh butir.
(QS. Al-Baqarah [2]: 261), hingga akhir ayat.
Maka Rasulullah ﷺ berdoa,
"Wahai Tuhanku, tambahkanlah buat umatku."
Lalu turunlah ayat berikut, yaitu firman-Nya:
Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik (menafkahkan hartanya di jalan Allah), maka Allah akan melipatgandakan pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak.
(QS. Al-Baqarah [2]: 245)
Nabi ﷺ berdoa lagi,
"Wahai Tuhanku, tambahkanlah buat umatku."
Lalu turunlah firman-Nya:
Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.
(QS. Az-Zumar [39]: 10)

Ibnu Abu Hatim meriwayatkan pula dari Ka’b Al-Ahbar, bahwa Ka’b Al-Ahbar pernah kedatangan seorang lelaki, lalu lelaki itu berkata bahwa sesungguhnya ia pernah mendengar seseorang mengatakan,
"Barang siapa yang membaca qul huwallahu ahad sekali, maka Allah akan membangun untuknya sepuluh juta gedung dari mutiara dan yaqut di surga."
Apakah aku harus mempercayai ucapannya itu?
Ka’b Al-Ahbar menjawab,
"Ya, apakah engkau heran terhadap hal tersebut?"
Lelaki itu menjawab,
"Ya."
Ka’b berkata,
"Bahkan dilipatgandakan menjadi dua puluh atau tiga puluh juta, dan bahkan lebih dari itu, tiada yang dapat menghitungnya selain dari Allah sendiri."
Selanjutnya Ka’b membacakan firman-Nya:

Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik (menafkahkan hartanya di jalan Allah), maka Allah akan melipatgandakan pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak.

Istilah ka’sir atau banyak dari Allah berarti tidak terhitung jumlahnya.

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Dan Allah menyempitkan dan melapangkan rezeki.

Dengan kata lain, belanjakanlah harta kalian dan janganlah kalian pedulikan lagi dalam melakukannya, karena Allah Maha Pemberi rezeki, Dia menyempitkan rezeki terhadap siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya, dan Dia melapangkannya terhadap yang lainnya di antara mereka, hal tersebut mengandung hikmah yang sangat bijak dari Allah.

…dan kepada-Nyalah kalian dikembalikan.

Yakni di hari kiamat nanti.

Sebab-Sebab Diturunkannya Surah Al Baqarah (2) Ayat 245

Diriwayatkan oleh Ibnu Hibban di dalam Kitab Shahih-nya, Ibnu Abi Hatim, dan Ibnu Marduwaih, yang bersumber dari Ibnu ‘Umar.
Bahwa ketika turun ayat, matsalul ladziina yungfiquuna amwaalahum fi sabiilillaahi ka matsali habbah…(perumpamaan [nafkah yang dikeluarkan oleh] orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih..) sampai akhir ayat (al-Baqarah: 261), berdoalah Rasulullah ﷺ: “Ya Rabb.
Semoga Engkau melipatgandakan untuk umatku.” Maka turunlah ayat ini (al-Baqarah: 245) yang menjanjikan akan melipatgandakan tanpa batas.

Sumber : Asbabun Nuzul – K.H.Q Shaleh – H.A.A Dahlan dkk.

Unsur Pokok Surah Al Baqarah (البقرة)

Surat "Al Baqarah" yang terdiri dari 286 ayat ini turun di Madinah yang sebagian besar diturun­kan pada permulaan tahun Hijrah, kecuali ayat 281 diturunkan di Mina pada Nabi Muhammad ﷺ yang terakhir).

Seluruh ayat dari surat Al Baqarah termasuk golongan Madaniyyah, merupakan surat yang terpanjang di antara surat-surat Alquran yang di dalamnya terdapat pula ayat yang terpanjang (ayat 282).

Surat ini dinamai "Al Baqarah" karena di dalamnya disebutkan kisah penyembelihan sapi betina yang diperintahkan Allah kepada Bani Israil (ayat 67 sarnpai dengan 74), dimana dijelaskan watak orang Yahudi pada umumnya.

Dinamai "Fusthaathul-Qur’an" (puncak Alquran) karena memuat beberapa hukum yang tidak disebutkan dalam surat yang lain.
Dinamai juga surat "alif-laam-miim" karena surat ini dimulai dengan Alif-laam-miim.

Keimanan:

Dakwah Islamiyah yang dihadapkan kepada umat Islam, ahli kitab dan para musyrikin.

Hukum:

▪ Perintah mengerjakan shalat.
Menunaikan zakat.
Hukum puasa.
Hukum umrah.
Hukum qishash.
▪ Hal-hal yang halal dan yang haram.
▪ Bernafkah di jalan Allah.
Hukum arak dan judi.
▪ Cara menyantuni anak yatim, larangan riba.
▪ Hutang piutang.
▪ Nafkah dan yang berhak menerimanya.
▪ Wasiyat kepada dua orang ibu bapak dan kaum kerabat.
Hukum sumpah.
▪ Kewajiban menyampaikan amanat.
▪ Sihir.
Hukum merusak masjid.
Hukum merubah kitabkitab Allah.
Hukum haidh, ‘iddah, thalak, khulu’, ilaa’.
Hukum susuan.
Hukum melamar.
Mahar larangan mengawini wanita musyrik dan sebaliknya.
Hukum perang.

Kisah:

▪ Kisah penciptaan Nabi Adam `alaihis salam.
▪ Kisah Nabi Ibrahim `alaihis salam.
▪ Kisah Nabi Musa `alaihis salam dengan Bani Israil.

Lain-lain:

▪ Sifat-sifat orang yang bertakwa.
▪ Sifat-sifat orang munafik.
▪ Sifat-sifat Allah.
▪ Perumpamaan-perumpamaan.
Kiblat.
▪ Kebangkitan sesudah mati.

Audio

QS. Al-Baqarah (2) : 1-286 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 286 + Terjemahan Indonesia

QS. Al-Baqarah (2) : 1-286 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 286

Gambar Kutipan Ayat

Surah Al Baqarah ayat 245 - Gambar 1 Surah Al Baqarah ayat 245 - Gambar 2 Surah Al Baqarah ayat 245 - Gambar 3
Statistik QS. 2:245
  • Rating RisalahMuslim
4.9

Ayat ini terdapat dalam surah Al Baqarah.

Surah Al-Baqarah (Arab: سورة البقرة‎, bahasa Indonesia: “Sapi Betina”) adalah surah ke-2 dalam Alquran.
Surah ini terdiri dari 286 ayat, 6.221 kata, dan 25.500 huruf dan tergolong surah Madaniyah.
Surah ini merupakan surah dengan jumlah ayat terbanyak dalam Alquran.
Surah ini dinamai al-Baqarah yang artinya Sapi Betina sebab di dalam surah ini terdapat kisah penyembelihan sapi betina yang diperintahkan Allah kepada Bani Israil (ayat 67-74).
Surah ini juga dinamai Fustatul Qur’an (Puncak Alquran) karena memuat beberapa hukum yang tidak disebutkan dalam surah yang lain.
Dinamai juga surah Alif Lam Mim karena ayat pertama di surah berisi tiga huruf arab yakni Alif, Lam, dan Mim.

Nomor Surah2
Nama SurahAl Baqarah
Arabالبقرة
ArtiSapi Betina
Nama lainFasthath al-Qur’an, Sanam al-Qur’an (Puncak Al-Quran), Al-Zahrawan (Dua yang Cemerlang), Alif Lam Mim
Tempat TurunMadinah
Urutan Wahyu87
JuzJuz 1 (ayat 1-141), 2 (ayat 142-252) dan 3 (ayat 253-286)
Jumlah ruku’40 ruku’
Jumlah ayat286
Jumlah kata6156
Jumlah huruf26256
Surah sebelumnyaSurah Al-Fatihah
Surah selanjutnyaSurah Ali ‘Imran
Sending
User Review
4.5 (21 votes)
Tags:

2:245, 2 245, 2-245, Surah Al Baqarah 245, Tafsir surat AlBaqarah 245, Quran Al-Baqarah 245, Surah Al Baqarah ayat 245

▪ qs 2:245
Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa?
Klik di sini sekarang!

Video


Panggil Video Lainnya

Ayat Lainnya

QS. Al Mu’minuun (Orang-orang mukmin) – surah 23 ayat 3 [QS. 23:3]

3. Dan di antara mereka yang akan memperoleh keberuntungan adalah orang yang menjauhkan diri, atau tidak memberi perhatian secara lahir dan batin, dari perbuatan dan perkataan yang tidak berguna, yait … 23:3, 23 3, 23-3, Surah Al Mu’minuun 3, Tafsir surat AlMuminuun 3, Quran Al Mukminun 3, Al-Mu’minun 3, Surah Al Muminun ayat 3

QS. Asy Syams (Matahari) – surah 91 ayat 9 [QS. 91:9]

9. Sungguh beruntung orang yang membersihkan jiwa itu dan menyucikannya dari segala keko­toran seperti syirik, kufur, takabur, iri, dengki, kikir, tamak, dan sebagainya, lalu menghiasinya dengan sifat … 91:9, 91 9, 91-9, Surah Asy Syams 9, Tafsir surat AsySyams 9, Quran Asy-Syams 9, Surah As Syam ayat 9

Hadits Shahih

Podcast

Hadits & Doa

Soal & Pertanyaan Agama

Surah Al-Insyirah terdiri dari ... ayat.

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
Surah Al-Insyirah adalah surah ke-94 dalam al-Qur'an. Surah ini terdiri atas 8 ayat dan termasuk golongan surah-surah Makkiyah serta diturunkan sesudah surah Ad-Duha.

وَوَضَعْنَا عَنْكَ وِزْرَكَ

Ayat diatas terdapat dalam Alquran surah Al-Insyirah ayat ...

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
وَوَضَعْنَا عَنكَ وِزْرَكَ

wa waḍa'nā 'angka wizrak

'dan Kami telah menghilangkan daripadamu bebanmu,'
--QS. Al-Insyirah [94] : 2

أَلَمْ dalam surah Al-Insyirah berarti ...

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
أَلَمْ نَشْرَحْ لَكَ صَدْرَكَ

a lam nasyraḥ laka ṣadrak

'Bukankah Kami telah melapangkan untukmu dadamu?'
--QS. Al-Insyirah [94] : 1

+

Array

Surah Al-Insyirah turun sesudah surah ...

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
Surah Al-Insyirah adalah surah ke-94 dalam al-Qur'an. Surah ini terdiri atas 8 ayat dan termasuk golongan surah-surah Makkiyah serta diturunkan sesudah surah Ad-Duha.

Surah Al-Insyirah diawali dengan lafal ...

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
أَلَمْ نَشْرَحْ لَكَ صَدْرَكَ

a lam nasyraḥ laka ṣadrak

'Bukankah Kami telah melapangkan untukmu dadamu?'
--QS. Al-Insyirah [94] : 1

Pendidikan Agama Islam #25
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #25 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #25 2

Belajar lagi yaa...

Bagikan Prestasimu:

Soal Lainnya

Pendidikan Agama Islam #19

Tempat berkumpulnya manusia di akhirat di sebut padang … pasir mahsyar rembulan savanna ilalang Benar! Kurang tepat! Hari kiamat di

Pendidikan Agama Islam #27

Proses turunnya wahyu berlangsung selama … tahun. 23 10 22 13 20 Benar! Kurang tepat! Surah yang pertama kali turun

Pendidikan Agama Islam #18

Surah Ad-Dhuha ayat ke-enam menunjukkan salah satu masa Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam yaitu sebagai … seorang yatim fakir

Instagram