Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa?
Klik di sini sekarang!

Generic selectors
Exact matches only
Search in title
Search in content
Search in posts
Search in pages

Tampilkan Lainnya ...

Generic selectors
Exact matches only
Search in title
Search in content
Search in posts
Search in pages

QS. Al Baqarah (Sapi Betina) – surah 2 ayat 244 [QS. 2:244]

وَ قَاتِلُوۡا فِیۡ سَبِیۡلِ اللّٰہِ وَ اعۡلَمُوۡۤا اَنَّ اللّٰہَ سَمِیۡعٌ عَلِیۡمٌ
Waqaatiluu fii sabiilillahi waa’lamuu annallaha samii’un ‘aliimun;
Dan berperanglah kamu di jalan Allah, dan ketahuilah bahwa Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui.
―QS. 2:244
Topik ▪ Para rasul diutus untuk memberi petunjuk
English Translation - Sahih International
And fight in the cause of Allah and know that Allah is Hearing and Knowing.
―QS. 2:244

Alquran Arti Perkata (Indonesia & English)
وَقَٰتِلُوا۟ dan berperanglah kamu sekalian

And fight
فِى di

in
سَبِيلِ jalan

(the) way
ٱللَّهِ Allah

(of) Allah,
وَٱعْلَمُوٓا۟ dan ketahuilah

and know
أَنَّ sesungguhnya

that
ٱللَّهَ Allah

Allah
سَمِيعٌ Maha Mendengar

(is) All-Hearing,
عَلِيمٌ Maha Mengetahui

All-Knowing.

 

Tafsir surah Al Baqarah (2) ayat 244

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Jika kalian telah mengetahui bahwa tiada guna melarikan diri dari kematian, maka berjuanglah dengan seluruh jiwa demi menegakkan agama Allah.
Yakinlah bahwa Allah mendengar apa yang dikatakan orang yang enggan berperang dan orang yang rela berjuang.
Dan Dia mengetahui apa yang tersimpan di dalam hati.
Maka kebaikan akan dibalas dengan kebaikan.
Sebaliknya, kejahatan juga akan dibalas dengan kejahatan.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Dan berperanglah kamu di jalan Allah) maksudnya untuk meninggikan agama-Nya

(dan ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah Maha Mendengar) akan ucapanmu

(lagi Maha Mengetahui) akan keadaanmu, hingga memberi balasan kepadamu.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Perangilah wahai kaum muslimin orang-orang kafir untuk menegakkan agama Allah dan ketahuilah bahwa Allah Maha Mendengar apa yang kalian ucapkan dan Maha Mengetahui apa yang kalian niatkan dan lakukan.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Yakni sebagaimana sikap waspada tiada gunanya dalam menghadapi takdir, demikian pula melarikan diri dari jihad karena menghindarinya tidak dapat memperpendek atau memperpanjang ajal, melainkan ajal itu telah dipastikan serta rezeki telah ditetapkan takaran dan bagiannya masing-masing, tiada yang diberi tambahan, tiada pula yang dikurangi, semuanya tepat seperti apa yang dikehendaki-Nya.
Perihalnya sama dengan makna yang ada dalam ayat lain, yaitu firman-Nya:

Orang-orang yang mengatakan kepada saudara-saudaranya dan mereka tidak turut pergi berperang,
“Sekiranya mereka mengikuti kita, tentulah mereka tidak terbunuh.”
Katakanlah,
“Tolaklah kematian itu dari diri kalian, jika kalian orang-orang yang benar.”
(QS. Ali ‘Imran [3]: 168)

Mereka berkata,
“Ya Tuhan kami, mengapa Engkau wajibkan berperang kepada kami?
Mengapa tidak Engkau tangguhkan (kewajiban perang) kepada kami sampai kepada beberapa waktu lagi?”
Katakanlah,
“Kesenangan di dunia itu hanya sebentar dan akhirat itu lebih baik untuk orang-orang yang bertakwa, dan kalian tidak akan dianiaya sedikit pun.
Di mana saja kalian berada, kematian akan mendapatkan kalian, kendatipun kalian di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh.”
(QS. An-Nisa’ [4]: 77-78)

Telah diriwayatkan kepada kami dari panglima pasukan kaum muslim yang dijuluki ‘Pedang Allah’, yaitu Khalid ibnul Walid r.a., bahwa ia mengatakan ketika sedang menjelang ajalnya,
“Sesungguhnya aku telah mengikuti perang anu dan anu, dan tiada suatu anggota tubuhku yang selamat melainkan padanya terdapat bekas tusukan pedang, panah, dan pukulan pedang.
Tetapi aku kini mati di atas tempat tidurku, seperti unta mati (di kandangnya).
Semoga mata orang-orang yang pengecut tidak dapat tidur,”
maksudnya dia merasa sedih dan sakit karena dirinya tidak mati dalam peperangan, dan ia merasa kecewa atas hal tersebut, mengingat dirinya mati di atas kasur.

Qari Internasional

QS. Al-Baqarah (2) : 244 ⊸ Syekh Mishari Alafasy

QS. Al-Baqarah (2) : 244 ⊸ Syekh Sa’ad Al-Ghamidi

QS. Al-Baqarah (2) : 244 ⊸ Syekh Muhammad Ayyub

Murottal Alquran & Terjemahan Indonesia
QS. Al-Baqarah (2) : 1-286 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 286 + Terjemahan

Ayat 1 sampai 286 + Terjemahan