Search
Generic filters
Cari Kategori
🙏 Pilih semua
Quran
Hadits
Kamus
Podcast
Soal Agama
Artikel, Doa, dll.

Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

QS. Al Baqarah (Sapi Betina) – surah 2 ayat 231 [QS. 2:231]

وَ اِذَا طَلَّقۡتُمُ النِّسَآءَ فَبَلَغۡنَ اَجَلَہُنَّ فَاَمۡسِکُوۡہُنَّ بِمَعۡرُوۡفٍ اَوۡ سَرِّحُوۡہُنَّ بِمَعۡرُوۡفٍ ۪ وَ لَا تُمۡسِکُوۡہُنَّ ضِرَارًا لِّتَعۡتَدُوۡا ۚ وَ مَنۡ یَّفۡعَلۡ ذٰلِکَ فَقَدۡ ظَلَمَ نَفۡسَہٗ ؕ وَ لَا تَتَّخِذُوۡۤا اٰیٰتِ اللّٰہِ ہُزُوًا ۫ وَّ اذۡکُرُوۡا نِعۡمَتَ اللّٰہِ عَلَیۡکُمۡ وَ مَاۤ اَنۡزَلَ عَلَیۡکُمۡ مِّنَ الۡکِتٰبِ وَ الۡحِکۡمَۃِ یَعِظُکُمۡ بِہٖ ؕ وَ اتَّقُوا اللّٰہَ وَ اعۡلَمُوۡۤا اَنَّ اللّٰہَ بِکُلِّ شَیۡءٍ عَلِیۡمٌ
Wa-idzaa thallaqtumunnisaa-a fabalaghna ajalahunna faamsikuuhunna bima’ruufin au sarrihuuhunna bima’ruufin walaa tumsikuuhunna dhiraaran lita’taduu waman yaf’al dzalika faqad zhalama nafsahu walaa tattakhidzuu aayaatillahi huzuwan waadzkuruu ni’matallahi ‘alaikum wamaa anzala ‘alaikum minal kitaabi wal hikmati ya’izhukum bihi waattaquullaha waa’lamuu annallaha bikulli syai-in ‘aliimun;
Dan apabila kamu menceraikan istri-istri (kamu), lalu sampai (akhir) idahnya, maka tahanlah mereka dengan cara yang baik, atau ceraikanlah mereka dengan cara yang baik (pula).
Dan janganlah kamu tahan mereka dengan maksud jahat untuk menzalimi mereka.
Barangsiapa melakukan demikian, maka dia telah menzalimi dirinya sendiri.
Dan janganlah kamu jadikan ayat-ayat Allah sebagai bahan ejekan.
Ingatlah nikmat Allah kepada kamu, dan apa yang telah diturunkan Allah kepada kamu yaitu Kitab (Alquran) dan Hikmah (Sunnah), untuk memberi pengajaran kepadamu.
Dan bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.
―QS. Al Baqarah [2]: 231

Daftar isi

And when you divorce women and they have (nearly) fulfilled their term, either retain them according to acceptable terms or release them according to acceptable terms, and do not keep them, intending harm, to transgress (against them).
And whoever does that has certainly wronged himself.
And do not take the verses of Allah in jest.
And remember the favor of Allah upon you and what has been revealed to you of the Book and wisdom by which He instructs you.
And fear Allah and know that Allah is Knowing of all things.
― Chapter 2. Surah Al Baqarah [verse 231]

وَإِذَا dan apabila

And when
طَلَّقْتُمُ kamu mentalak

you divorce
ٱلنِّسَآءَ isteri-isteri

the women
فَبَلَغْنَ maka/lalu dia sampai

and they reach
أَجَلَهُنَّ masanya

their (waiting) term,
فَأَمْسِكُوهُنَّ maka tahanlah/rujuklah mereka

then retain them
بِمَعْرُوفٍ dengan cara yang baik

in a fair manner
أَوْ atau

or
سَرِّحُوهُنَّ ceraikan mereka

release them
بِمَعْرُوفٍ dengan cara yang baik

in a fair manner.
وَلَا dan jangan

And (do) not
تُمْسِكُوهُنَّ kamu tahan mereka

retain them
ضِرَارًا (untuk memberi) kemudharatan

(to) hurt
لِّتَعْتَدُوا۟ karena kamu melewati batas/menganiaya

so that you transgress.
وَمَن dan barang siapa

And whoever
يَفْعَلْ ia berbuat

does
ذَٰلِكَ demikian

that,
فَقَدْ maka sungguh

then indeed,
ظَلَمَ ia menganiaya

he wronged
نَفْسَهُۥ dirinya

himself.
وَلَا dan jangan

And (do) not
تَتَّخِذُوٓا۟ kamu jadikan

take
ءَايَٰتِ ayat-ayat

(the) Verses
ٱللَّهِ Allah

(of) Allah
هُزُوًا permainan

(in) jest,
وَٱذْكُرُوا۟ dan ingatlah

and remember
نِعْمَتَ nikmat

(the) Favors
ٱللَّهِ Allah

(of) Allah
عَلَيْكُمْ atas kalian

upon you
وَمَآ dan apa yang

and what

Tafsir

Alquran

Surah Al Baqarah
2:231

Tafsir QS. Al Baqarah (2) : 231. Oleh Kementrian Agama RI


Ayat ini mengutarakan cara yang mesti dilakukan oleh suami yang telah menjatuhkan talak kepada istrinya sebagai penjelasan ayat-ayat sebelumnya.
Adapun sebab turunnya ayat ini ada dua riwayat.

Pertama, Ibnu Jarir meriwayatkan dari Ibnu ‘Abbas bahwa pada masa Rasulullah ﷺ ada seorang laki-laki yang menalak istrinya, kemudian sebelum masa idah istrinya itu habis, dia merujuknya kembali.
Setelah itu dijatuhkannya talak lagi kemudian rujuk kembali.

Hal ini dilaksanakan untuk menyakiti dan menganiaya istrinya tersebut, maka turunlah ayat di atas.


Riwayat kedua diceritakan oleh as-Suddi bahwa ayat ini diturunkan berkenaan dengan tindakan seorang sahabat dari golongan Ansar yaitu sabit bin Yasar yang telah menalak istrinya.

Setelah masa idah istrinya tinggal dua atau tiga hari lagi ia rujuk kepada istrinya tersebut, kemudian dijatuhkannya talak kembali dengan tujuan untuk menyusahkan istrinya, maka turunlah ayat ini, melarang perbuatan tersebut.


Apabila seorang suami telah menjatuhkan talak kepada istrinya, maka ketika masa idah dari istrinya itu telah hampir berakhir hendaklah ia memilih salah satu dari dua pilihan, yaitu melakukan rujuk atau tetap bercerai dengan cara yang baik.

Dengan habisnya idah maka putuslah perkawinan suami istri, dan bekas istrinya itu bebas memilih jodoh yang lain.


Selanjutnya ayat ini melarang seorang suami melakukan rujuk kepada istrinya dengan tujuan untuk menyakiti dan menganiaya.

Larangan Allah ini selain menggambarkan tingkah laku masyarakat pada masa jahiliah di mana suami menjatuhkan talak kepada istrinya tanpa batas tertentu dan setiap akan mendekati akhir dari masa idah, suami melakukan rujuk kembali dan demikianlah seterusnya.
Juga menjadi penjelasan dari tindakan sahabat Sabit bin Yasar yang telah diuraikan dalam hal sebab turunnya ayat ini.

Suami yang berbuat demikian adalah menganiaya dirinya sendiri, suatu perbuatan yang dapat menimbulkan permusuhan dengan kaum kerabat keluarga istrinya dan juga dibenci oleh masyarakat, dan akhirnya nanti ia tidak luput dari kemurkaan Allah.


Dalam ayat ini Allah melarang manusia mempermainkan hukumhukum-Nya termasuk hukumhukum yang mengatur hubungan suami istri untuk membawa manusia kepada hidup bahagia di dunia dan di akhirat.
Ketentuan-ketentuan itu merupakan suatu nikmat dari Allah yang wajib diingat dan diamalkan sebagai tanda bersyukur kepada-Nya.


Tak ada perselisihan ulama dalam lingkungan mazhab empat tentang sahnya talak yang dijatuhkan oleh suami dengan jalan main-main (tidak sungguh-sungguh).
Hal ini sejalan dengan sabda Rasulullah ﷺ:


Ada tiga masalah, jika dilakukan dengan sungguh-sungguh, maka hal itu akan terjadi sungguh-sungguh, dan jika dilakukan dengan cara main-main, maka hal itu akan terjadi sungguh-sungguh, yaitu:
nikah, talak dan rujuk.
(Riwayat al-Arba’ah kecuali an-Nasa’i dari Abu Hurairah)


Bersetubuh dengan istri yang masih dalam idah raj’i haram hukumnya menurut mazhab Syafi’i, karena sahnya rujuk adalah dengan ucapan (mazhab Hanafi dan Hanbali, persetubuhan dianggap rujuk meskipun tanpa

Tafsir QS. Al Baqarah (2) : 231. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Apabila kalian menjatuhkan talak kepada istri, dan mereka hampir menghabiskan masa idahnya, maka kalian diperbolehkan merujuknya dengan niat menegakkan keadilan, memperbaiki hubungan dan tidak bermaksud jahat.
Kalian diperbolehkan juga membiarkan wanita-wanita itu menghabiskan masa idah dengan tetap memberikan perlakuan baik di masa pisah itu dan tidak dibenarkan berlaku kasar.


Kalian tidak dibenarkan sama sekali merujuk istri yang telah dijatuhi talak dengan maksud mengulur-ulur masa idah atau berbuat sesuatu yang membahayakan wanita.
Barangsiapa melakukan perbuatan yang demikian itu maka ia telah mengharamkan diri sendiri dari kebahagiaan hidup berkeluarga, menghilangkan kepercayaan manusia dari dirinya dan akan mendapat murka Allah.


Janganlah kalian menjadikan tatanan hukum Allah dalam kehidupan berkeluarga yang telah diterangkan oleh ayat-ayat yang berkaitan dengan itu, sebagai bahan ejekan dan permainan, dan menganggapnya sebagai sesuatu yang sia-sia, dengan menjatuhkan talak kepada istri tanpa alasan jelas dan merujuknya kembali dengan niat jahat yang tersembunyi.
Renungkanlah nikmat Allah yang telah menjelaskan normanorma hukum kehidupan berkeluarga dalam satu tatanan yang tinggi, menurunkan kitab berisi penjelasan kerasulan Muhammad, ilmu pengetahuan yang bermanfaat, perumpamaan, dan kisah-kisah yang dapat memberikan pelajaran.


Buatlah penghalang antara diri kalian dan murka Allah.
Ketahuilah bahwa Allah Maha Mengetahui apa yang kalian rahasiakan, apa yang kalian tampakkan dan apa yang kalian niatkan dalam berbuat.


Allah Maha Memberi pahala atas apa yang kalian kerjakan.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Bila kalian mentalak para istri, lalu mereka sudah mendekati masa habisnya iddah, maka silakan merujuk mereka sementara niat kalian adalah menunaikan hak-hak mereka secara baik sejalan dengan kaidah syar’i dan kebiasaan, atau biarkan mereka sehingga mereka menyelesaikan iddah mereka.
Hendaknya maksud merujuk mereka adalah bukan untuk memudharatkan mereka dan melanggar hak-hak mereka.


Barangsiapa melakukan hal itu, maka dia telah menzalimi dirinya sendiri, karena dia berhak mendapatkan hukuman.
Jangan menjadikan ayat-ayat Allah dan hukumhukum-Nya sebagai bahan mainan dan ejekan.


Ingatlah nikmat Allah kepadamu berupa Islam dan penjelasan tentang hukumhukum-Nya secara terperinci.
Ingatlah juga apa yang diturunkan kepadamu berupa Alquran dan sunnah.


Bersukurlah hanya kepada Allah atas nikmat-nikmat yang agung ini.
Allah mengingatkanmu dengan hal ini dan memperingatkanmu agar tidak menyimpang.


Takutlah kepada Allah dan hendaknya kamu selalu merasa diawasi oleh-Nya.
Ketahuilah bahwa Allah Maha Mengetahui segala sesuatu, tiada sesuatu pun yang samar bagi Allah, masing-masing orang akan dibalas sesuatu dengan haknya.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Apabila kamu menceraikan istri-istri, lalu sampai idahnya), maksudnya dekat pada berakhir idahnya


(maka peganglah mereka), artinya rujuklah kepada mereka


(secara baik-baik) tanpa menimbulkan kesusahan bagi mereka


(atau lepaskanlah secara baik-baik pula), artinya biarkanlah mereka itu sampai habis idah mereka.


(Janganlah kamu tahan mereka itu) dengan rujuk


(untuk menimbulkan kesusahan) berfungsi sebagai maf`ul liajlih


(sehingga menganiaya mereka) sampai mereka terpaksa menebus diri, minta cerai dan menunggu lama.


(Barang siapa melakukan demikian, berarti ia menganiaya dirinya) dengan menghadapkannya pada siksaan Allah


(dan janganlah kamu jadikan ayat-ayat Allah sebagai permainan), artinya berolok-olok dengan melanggarnya


(dan ingatlah nikmat Allah kepadamu), yakni agama Islam


(dan apa-apa yang telah diturunkan-Nya padamu berupa Kitab) Alquran


(dan hikmah) artinya hukumhukum yang terdapat padanya


(Allah memberimu pengajaran dengannya) agar kamu bersyukur dengan mengamalkannya


(Dan bertakwalah kamu kepada Allah serta ketahuilah bahwa Allah mengetahui segala sesuatunya) hingga tidak satu pun yang tersembunyi bagi-Nya.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:


Melalui ayat ini Allah memerintahkan kepada kaum lelaki apabila seseorang dari mereka menceraikan istrinya, sedangkan ia berhak merujukinya, hendaklah ia memperlakukannya dengan baik.
Apabila idahnya hampir habis dan yang tinggal hanya sisa waktu yang memungkinkan bagi dia untuk merujukinya, maka adakalanya memegangnya (yakni merujukinya kembali ke dalam ikatan nikah) dengan cara yang makruf.
Hendaklah ia memakai saksi dalam rujuknya itu serta berniat mempergaulinya dengan cara yang makruf.
Atau adakalanya ia melepaskannya, yakni membiarkannya hingga habis masa idahnya serta mengeluarkannya dari rumah dengan cara yang lebih baik, tanpa percekeokan dan tanpa pertengkaran, tanpa saling mencaci.

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

Janganlah kalian rujuki mereka untuk memberi kemudaratan, karena dengan demikian kalian menganiaya mereka.

Ibnu Abbas, Mujahid, Masruq, Al-Hasan, Qatadah, Ad-Dahhak, Ar-Rabi’, dan Muqatil ibnu Hayyan serta lain-lainnya yang bukan hanya seorang telah mengatakan,
"Dahulu ada seorang lelaki yang menceraikan istrinya, apabila masa idahnya hampir habis, maka si lelaki itu merujukinya untuk menimpakan kemudaratan agar si istri tidak terlepas dari tangannya.
Setelah itu ia menceraikannya lagi dan si istri melakukan masa idahnya.
Maka apabila masa idahnya hampir habis, si suami merujukinya kembali, lalu menceraikannya lagi agar masa idahnya bertambah panjang.
Maka Allah subhanahu wa ta’ala melarang mereka berbuat demikian, dan mengancam pelakunya melalui firman-Nya:

Barang siapa berbuat demikian, maka sungguh ia telah berbuat zalim terhadap dirinya sendiri’

karena telah melanggar perintah Allah subhanahu wa ta’ala"


Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Janganlah kalian jadikan hukumhukum Allah permainan.

Sehubungan dengan ayat ini Ibnu Jarir mengatakan:


telah menceritakan kepada kami Abu Kuraib, telah menceritakan kepada kami Ishaq ibnu Mansur, dari Abdus Salam ibnu Harb, dari Yazid ibnu Abdur Rahman, dari Abul Ala Al-Audi, dari Humaid ibnu Abdur Rahman, dari Abu Musa, bahwa Rasulullah ﷺ marah terhadap orang-orang Asy-‘ariyyin.
Lalu Abu Musa datang kepadanya dan berkata,
"Wahai Rasulullah, mengapa engkau marah kepada orang-orang Asy-‘ariyyin?"
Maka Nabi ﷺ menjawab:
Seseorang di antara kalian mengatakan,
"Aku telah menceraikan dan aku telah merujuknya kembali"
hal ini bukanlah talak orang-orang muslim.
Mereka menalak istrinya sebelum masa idahnya.

Kemudian Ibnu Jarir meriwayatkannya pula melalui jalur yang lain dari Abu Khalid Ad-Dallal (yaitu Yazid ibnu Abdur Rahman), tetapi keadaan dirinya masih perlu dipertimbangkan.

Masruq mengatakan, yang dimaksud oleh hadis ini ialah lelaki yang menceraikan istrinya bukan dalam keadaan yang sewajarnya, tujuannya ialah menimpakan mudarat kepada istrinya melalui talak dan rujuk, dengan maksud agar masa idahnya panjang.

Al-Hasan, Qatadah, Ata Al-Khurrasani, Ar-Rabi’, dan Muqatil ibnu Hayyan mengatakan bahwa yang dimaksud ialah seorang lelaki yang menalak istrinya seraya mengatakan,
"Aku hanya bermain-main."
Atau dia memerdekakan atau nikah, lalu mengatakan,
"Aku hanya main-main."
Maka Allah subhanahu wa ta’ala menurunkan firman-Nya:
Janganlah kalian jadikan hukumhukum Allah permainan.
Maka Allah subhanahu wa ta’ala memastikan hal tersebut (yakni talak, merdeka, dan nikahnya dihukumi sah).

Ibnu Murdawaih mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ibrahim ibnu Muhammad, telah menceritakan kepada kami Abu Ahmad As-Sairafi, telah menceritakan kepadaku Ja’far ibnu Muhammad As-Simsar, dari Ismail ibnu Yahya, dari Sufyan, dari Lais, dari Mujahid, dari Ibnu Abbas yang menceritakan bahwa ada seorang lelaki menalak istrinya dengan maksud bermain-main yang pada kenyataannya dia tidak bermaksud menalak istrinya.
Maka Allah subhanahu wa ta’ala menurunkan firman-Nya:
Janganlah kalian jadikan hukumhukum Allah permainan.
Maka Rasulullah ﷺ memastikan talaknya.

Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami Isam ibnu Rawwad, telah menceritakan kepada kami Adam, telah menceritakan kepada kami Al-Mubarak ibnu Fudalah, dari Al-Hasan (yaitu Al-Basri) yang menceritakan bahwa dahulu ada seorang lelaki menalak istrinya, lalu mengatakan,
"Aku hanya bermain-main."
Ia memerdekakan, lalu mengatakan,
"Aku hanya bermain-main."
Dan ia nikah, lalu mengatakan,
"Aku hanya bermain-main."
Maka Allah subhanahu wa ta’ala menurunkan firman-Nya:Janganlah kalian jadikan hukumhukum Allah permainan.
Rasulullah ﷺ bersabda:


Barang siapa yang menjatuhkan talak atau memerdekakan atau nikah atau menikahkan dengan sungguhan dan main-main, maka apa yang dikatakannya adalah sah atas dirinya.

Hal yang sama diriwayatkan pula oleh Ibnu Jarir, dari jalur Az-Zuhri, dari Sulaiman ibnu Arqam, dari Al-Hasan dengan Hadis ini berpredikat mursal.
Akan tetapi, Ibnu Murdawaih meriwayatkannya melalui jalur Amr ibnu Ubaid, dari Al-Hasan, dari Abu Darda secara mauquf sampai kepada Abu Darda.

Ibnu Jarir meriwayatkan pula, telah menceritakan kepada kami Ahmad ibnul Hasan ibnu Ayyub, telah menceritakan kepada kami Ya’qub ibnu Abu Ya’qub, telah menceritakan kepada kami Yahya ibnu Abdul Hamid, telah menceritakan kepada kami Abu Mu’awiyah, dari Ismail ibnu Salamah, dari Al-Hasan, dari Ubadah ibnus Samit sehubungan dengan firman-Nya:
Janganlah kalian jadikan hukumhukum Allah permainan.
Bahwa dahulu di masa Nabi ﷺ ada seorang lelaki mengatakan,
"Aku kawinkan kamu dengan anak perempuanku,"
lalu ia berkata,
"Aku hanya bermain-main."
Ia mengatakan (kepada budaknya),
"Aku merdekakan kamu,"
lalu ia berkata,
"Aku hanya bermain-main."
Maka Allah subhanahu wa ta’ala menurunkan firman-Nya:
Janganlah kalian jadikan hukumhukum Allah permainan.
, Karena itu, Rasulullah ﷺ bersabda:

Ada tiga perkara, barang siapa yang mengatakannya baik secara main-main atau sungguhan, maka semuanya jadi sungguhan atas dirinya, yaitu talak, memerdekakan, (dan) nikah.

Hal yang terkenal mengenai hadis ini diriwayatkan oleh Imam Abu Daud, Imam Turmuzi, dan Imam Ibnu Majah melalui jalur Abdur Rahman ibnu Habib ibnu Adrak, dari Ata, dari Ibnu Mahik, dari Abu Hurairah r.a. yang menceritakan bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda:

Ada tiga perkara yang sungguhan dan main-mainnya dianggap sungguhan, yakni nikah, talak, dan rujuk.

Imam Turmuzi mengatakan bahwa hadis ini hasan garib.


Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

…dan ingatlah nikmat Allah kepada kalian.

Yakni karena Dia telah mengutus seorang rasul yang membawa hidayah dan keterangan-keterangan kepada kalian.

…dan apa yang telah diturunkan Allah kepada kalian, yaitu Al-Kitab dan Al-Hikmah.

Yang dimaksud dengan Al-Kitab ialah Alquran, dan yang dimaksud dengan Al-Hikmah ialah sunnah.

Allah memberi pengajaran kepada kalian dengan apa yang diturunkan-Nya itu.

Yakni Dia memerintahkan kepada kalian, melarang kalian, serta memperingatkan kalian agar jangan melakukan perbuatan-perbuatan yang diharamkan.

Dan bertakwalah kepada Allah.

Yaitu dalam semua amal perbuatan yang kalian kerjakan dan hal-hal yang kalian tinggalkan.

…serta ketahuilah bahwa Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.

Artinya, tiada sesuatu pun yang samar bagi-Nya dari semua urusan kalian, baik yang tersembunyi maupun yang terang-terangan, dan kelak Dia akan memberikan balasannya kepada kalian atas perbuatan tersebut.

Sebab-Sebab Diturunkannya Surah Al Baqarah (2) Ayat 231

Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir dari al-‘Aufi yang bersumber dari Ibnu ‘Abbas.
Bahwa ada seorang laki-laki yang menceraikan istrinya, kemudian merujuknya sebelum habis idahnya, terus menceraikannya lagi dengan maksud menyusahkan dan mengikat istrinya agar tidak bisa kawin dengan yang lain.
Maka turunlah ayat ini (al-Baqarah: 231)

Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir yang bersumber dari as-Suddi.
Bahwa turunnya ayat ini (al-Baqarah: 231) berkenaan dengan Tsabit bin Yasar al-Anshari yang menalak istrinya.
Tetapi setelah hampir habis idahnya, ia merujuknya kembali, lalu menceraikannya lagi, dengan maksud menyakiti istrinya.

Diriwayatkan oleh Ibnu Abi ‘Umar di dalam Musnad-nya dan Ibnu Marduwaih, yang bersumber dari Abud Darda’.
Diriwayatkan pula oleh Ibnul Mundzir yang besumber dari ‘Ubadah bin ash-Shamit.
Diriwayatkan pula oleh Ibnu Jarir yang bersumber dari al-Hasan, yang haditsnya mursal.
Bahwa seorang laki-laki menalak istrinya, kemudian berkata: “Sebenarnya aku hanya main-main saja.” Kemudian ia memerdekakan hambanya, tetapi tidak lama kemudian ia berkata: “Aku hanya main-main saja.” Maka turunlah ayat ini (al-Baqarah: 231) sebagai teguran atas perbuatan seperti itu.

Sumber : Asbabun Nuzul – K.H.Q Shaleh – H.A.A Dahlan dkk.

Kata Pilihan Dalam Surah Al Baqarah (2) Ayat 231

HUZUWAA
هُزُوًا

Asal ulama Kufah.
Sedangkan Hafsah membacanya dengan huzuwan dengan menjadikan al zay berbaris depan dan menukar al hamzah kepada al waw, seperti mashdar (kata dasar/terbitan) yang bermakna ism maf”ul yaitu mahzu’an ( orang yang dipermainkan dan direndahkan)

Al Baqarah (2), ayat 67, 231;
• Al Maa’idah (5), ayat 57, 58;
Al Kahfi (18), ayat 56, 106;
• Al Anbiyaa’ (21), ayat 36;
Al Furqaan (25), ayat 41;
Luqman (31), ayat 6;
• Al Jaatsiyah ( 45), ayat 9 dan 35.
Pada surah Al Baqarah (2), ayat 67 Isra‘il kepada Musa, "Adakah engkau wahai Nabi Musa menjadikan kami tempat untuk diperolok-olok dan engkau mau jadikan kami orang yang dipersendakan dan dipermainkan."

Pada ayat ini, suruhan Musa kepada mereka supaya menyembelih sapi (baqarah) sebagaimana yang diwahyukan kepadanya untuk mengetahui pembunuh seseorang yang berlaku di antara mereka dianggap sebagai huzuwa atau bahan olok-olok.
Awalnya mereka berkeinginan supaya Musa berdoa kepada Allah untuk mengetahui si pembunuh itu.
Namun, apa yang mereka minta lain yang disampaikan oleh Musa.
Oleh karena itu mereka berkata demikian.
Padahal mereka enggan melaksanakan sebagaimana yang diperintahkan oleh Allah melalui Nabi Musa.

Al Qurtubi rnenerangkan, "Kata- kata ini memberikan isyarat tentang larangan mempermainkan dan mempersenda agama Allah dan orang Islam karena perbuatan itu adalah tanda kejahilan dan yang melakukannya akan mendapat azab dan balasan, sebagaimana yang di jelaskan dalam surah Al Jaatsiyah (45), ayat 9

Pada ayat-ayat yang lain, kitab, ayat-ayat Nya, rasulrasul Nya, agama Nya dan sebagainya.
Sebagaimana terdapat dalam surah Al Baqarah (2), ayat 231.
Kedua, larangan bagi orang yang beriman mengikuti orang yang menjadikan agama Allah sebagai bahan persendaan dan gurauan dari Ahli Kitab dan orang kafir (Al Maa ‘idah (5), ayat 57). Seperti ketika kumandang azan untuk mendirikan shalat, maka mereka mempersendanya dan memperolok-oloknya (Al Maa’ idah (5), ayat 58).
Diriwayatkan dari As Suddi, seseorang lelaki dari orang Nasrani di Madinah, tatkala ia mendengar kumandang azan maka ia berkata,
"Bakarlah pendusta ini" Pada suatu malam pembantunya masuk dengan membawa api, sedang ia dan keluarganya dalam keadaan tidur, lalu api itu jatuh dan rumah pun terbakar, maka ia dan keluarganya turut terbakar.

Seperti mempersenda dan mendustakan hujah, dalil dan mukjizat yang didatangkan Allah kepada rasulrasul Nya (Al Kahfi (18), ayat 56).
Seperti mendustakan dan mempersenda kerasulan Muhammad dari kalangan kafir Quraisy seperti Abu Jahl (Al Anbiya‘ (21), ayat 36), (Al Furqan (25), ayat 41).
Seperti menjadikan jalan Allah atau ayat-ayat Allah bahan permainan dan olok-olokkan (Luqman (31), ayat 6), (Al Jaatsiyah ( 45), ayat 9 dan 35).
Ketiga, perkhabaran tentang siksaan yang menimpa ke atas orang yang menjadikan ayat-ayat Allah dan apa saja yang datang darinya sebagai bahan ejekan, sendaan dan olok-olokkan.
Seperti bagi mereka ‘adzaab muhiin yaitu siksaan yang berterusan, selamanya dan menghinakan di hari kiamat.
(Luqman (31), ayat 6) dan (Al Jaatsiyah (45), ayat 9)

Seperti menggugurkan amalan-amalan mereka yang mereka sangka baik dan betul dan tidak memberi sebarang timbangan untuk menilai amal mereka, maka mereka menjadi penghuni neraka jahanam di hari akhirat.
(Al Kahfi (18), ayat 104-106).
Diriwayatkan oleh Al Bukhari dari Abu Hurairah dari Rasulullah dimana Rasulullah bersabda, pada hari kiamat, didatangkan seorang lelaki yang tegap, gemuk, tinggi dan besar.
Namun, Allah tidak menimbang sebarang amalnya walau sebelah sayap seekor nyamuk.

Kesimpulannya, kata huzuwan atau huzuwa mencakup makna sesuatu dijadikan bahan persendaan, ejekan, permainan, sendaan dan yang sinonim dengannya.

Sumber : Kamus Al Qur’an, PTS Islamika SDN BHD, Hal:644-646

Unsur Pokok Surah Al Baqarah (البقرة)

Surat "Al Baqarah" yang terdiri dari 286 ayat ini turun di Madinah yang sebagian besar diturun­kan pada permulaan tahun Hijrah, kecuali ayat 281 diturunkan di Mina pada Hajji wadaa’ (hajji Nabi Muhammad ﷺ yang terakhir).

Seluruh ayat dari surat Al Baqarah termasuk golongan Madaniyyah, merupakan surat yang terpanjang di antara surat-surat Alquran yang di dalamnya terdapat pula ayat yang terpanjang (ayat 282).

Surat ini dinamai "Al Baqarah" karena di dalamnya disebutkan kisah penyembelihan sapi betina yang diperintahkan Allah kepada Bani Israil (ayat 67 sarnpai dengan 74), dimana dijelaskan watak orang Yahudi pada umumnya.

Dinamai "Fusthaathul-Qur’an" (puncak Alquran) karena memuat beberapa hukum yang tidak disebutkan dalam surat yang lain.
Dinamai juga surat "alif-laam-miim" karena surat ini dimulai dengan Alif-laam-miim.

Keimanan:

Dakwah Islamiyah yang dihadapkan kepada umat Islam, ahli kitab dan para musyrikin.

Hukum:

▪ Perintah mengerjakan shalat.
Menunaikan zakat.
Hukum puasa.
Hukum haji dan umrah.
Hukum qishash.
▪ Hal-hal yang halal dan yang haram.
▪ Bernafkah di jalan Allah.
Hukum arak dan judi.
▪ Cara menyantuni anak yatim, larangan riba.
▪ Hutang piutang.
▪ Nafkah dan yang berhak menerimanya.
▪ Wasiyat kepada dua orang ibu bapak dan kaum kerabat.
Hukum sumpah.
▪ Kewajiban menyampaikan amanat.
▪ Sihir.
Hukum merusak masjid.
Hukum merubah kitabkitab Allah.
Hukum haidh, ‘iddah, thalak, khulu’, ilaa’.
Hukum susuan.
Hukum melamar.
Mahar larangan mengawini wanita musyrik dan sebaliknya.
Hukum perang.

Kisah:

▪ Kisah penciptaan Nabi Adam `alaihis salam.
▪ Kisah Nabi Ibrahim `alaihis salam.
▪ Kisah Nabi Musa `alaihis salam dengan Bani Israil.

Lain-lain:

▪ Sifat-sifat orang yang bertakwa.
▪ Sifat-sifat orang munafik.
▪ Sifat-sifat Allah.
▪ Perumpamaan-perumpamaan.
Kiblat.
▪ Kebangkitan sesudah mati.

Audio

QS. Al-Baqarah (2) : 1-286 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 286 + Terjemahan Indonesia



QS. Al-Baqarah (2) : 1-286 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 286

Gambar Kutipan Ayat

Surah Al Baqarah ayat 231 - Gambar 1 Surah Al Baqarah ayat 231 - Gambar 2
Statistik QS. 2:231
  • Rating RisalahMuslim
4.7

Ayat ini terdapat dalam surah Al Baqarah.

Surah Al-Baqarah (Arab: سورة البقرة‎, bahasa Indonesia: “Sapi Betina”) adalah surah ke-2 dalam Alquran.
Surah ini terdiri dari 286 ayat, 6.221 kata, dan 25.500 huruf dan tergolong surah Madaniyah.
Surah ini merupakan surah dengan jumlah ayat terbanyak dalam Alquran.
Surah ini dinamai al-Baqarah yang artinya Sapi Betina sebab di dalam surah ini terdapat kisah penyembelihan sapi betina yang diperintahkan Allah kepada Bani Israil (ayat 67-74).
Surah ini juga dinamai Fustatul Qur’an (Puncak Alquran) karena memuat beberapa hukum yang tidak disebutkan dalam surah yang lain.
Dinamai juga surah Alif Lam Mim karena ayat pertama di surah berisi tiga huruf arab yakni Alif, Lam, dan Mim.

Nomor Surah 2
Nama Surah Al Baqarah
Arab البقرة
Arti Sapi Betina
Nama lain Fasthath al-Qur’an, Sanam al-Qur’an (Puncak Al-Quran), Al-Zahrawan (Dua yang Cemerlang), Alif Lam Mim
Tempat Turun Madinah
Urutan Wahyu 87
Juz Juz 1 (ayat 1-141), 2 (ayat 142-252) dan 3 (ayat 253-286)
Jumlah ruku’ 40 ruku’
Jumlah ayat 286
Jumlah kata 6156
Jumlah huruf 26256
Surah sebelumnya Surah Al-Fatihah
Surah selanjutnya Surah Ali ‘Imran
Sending
User Review
4.7 (21 suara)
Bagikan ke FB
Bagikan ke TW
Bagikan ke WA
Tags:

2:231, 2 231, 2-231, Surah Al Baqarah 231, Tafsir surat AlBaqarah 231, Quran Al-Baqarah 231, Surah Al Baqarah ayat 231

Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa?
Klik di sini sekarang!

Video


Panggil Video Lainnya

Kandungan Surah Al Baqarah

۞ QS. 2:2 Hikmah penurunan kitab-kitab samawi

۞ QS. 2:3 • Allah memiliki kunci alam ghaib • Kewajiban beriman kepada malaikat • Kewajiban dan keutamaan beriman pada kitab-kitab • Kewajiban beriman pada para rasul • Kewajiban beriman pada hari akhir

۞ QS. 2:4 • Kewajiban dan keutamaan beriman pada kitab-kitab • Pengakuan antara satu kitab dengan lainnya • Kewajiban beriman pada hari akhir

۞ QS. 2:5 • Pahala iman • Ar Rabb (Tuhan) • Amal shaleh sebagai pintu kebaikan • Hidayah (petunjuk) dari Allah •

۞ QS. 2:6 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Kebodohan orang kafir

۞ QS. 2:7 • Azab orang kafir • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Penghinaan orang kafir terhadap Allah • Balasan dari perbuatannya • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 2:8 • Sifat orang munafikRiyaa’ dalam berbuat baik • Sikap orang munafik terhadap Islam

۞ QS. 2:9 • Sifat orang munafikRiyaa’ dalam berbuat baik • Sikap orang munafik terhadap Islam

۞ QS. 2:10 • Sifat orang munafik • Siksa orang munafik • Balasan dari perbuatannya

۞ QS. 2:11 • Sifat orang munafik

۞ QS. 2:12 • Sifat orang munafik

۞ QS. 2:13 • Sifat orang munafik • Sikap orang munafik terhadap Islam

۞ QS. 2:14 • Sifat orang munafik • Sikap orang munafik terhadap Islam

۞ QS. 2:15 • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia • Siksa orang munafik • Balasan dari perbuatannya • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat •

۞ QS. 2:16 • Siksa orang munafik • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 2:17 • Siksa orang munafik

۞ QS. 2:18 • Siksa orang munafik • Balasan dari perbuatannya

۞ QS. 2:19 Al Muhith (Maha Mengetahui) • Siksa orang munafik

۞ QS. 2:20 Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Al Qadiir (Maha Penguasa) • Siksa orang munafik

۞ QS. 2:21 Tauhid RububiyyahTauhid UluhiyyahAr Rabb (Tuhan)

۞ QS. 2:22 Tauhid Uluhiyyah • Kesucian Allah dari sekutu dan anak

۞ QS. 2:24 • Memasuki neraka • Sifat neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Azab orang kafir

۞ QS. 2:25 • Pahala iman • Keabadian surga • Sifat surga dan kenikmatannya • Sifat wanita penghuni surga • Makanan dan minuman ahli surga

۞ QS. 2:26 • Kesabaran Allah terhadap kejahatan hamba • Ar Rabb (Tuhan) • Hidayah (petunjuk) dari Allah

۞ QS. 2:27 • Azab orang kafir • Siksa orang kafir • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 2:28 Al MuhyiAl Mumiit (Maha Menghidupkan dan Mematikan) • Manusia dibangkitkan dari kubur • Kebenaran hari penghimpunan • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 2:29 • Keluasan ilmu Allah • Al ‘Alim (Maha megetahui) • Al Qadiir (Maha Penguasa)

۞ QS. 2:30 • Keluasan ilmu Allah • Ar Rabb (Tuhan) • Tugas-tugas malaikat

۞ QS. 2:31 • Keluasan ilmu Allah

۞ QS. 2:32 Al Hakim (Maha Bijaksana) • Al ‘Alim (Maha megetahui)

۞ QS. 2:33 • Keluasan ilmu Allah

۞ QS. 2:36 • Sifat iblis dan pembantunya

۞ QS. 2:37 Ar Rabb (Tuhan) • At Tawwab (Maha Penerima taubat) • Al Rahim (Maha Penyayang)

۞ QS. 2:38 • Kesentosaan orang mukmin di dunia dan di akhirat • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’alaHidayah (petunjuk) dari Allah

۞ QS. 2:39 • Keabadian neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Azab orang kafir

۞ QS. 2:40 • Allah menepati janji

۞ QS. 2:41 • Pengakuan antara satu kitab dengan lainnya

۞ QS. 2:46 Ar Rabb (Tuhan) • Kewajiban beriman pada hari akhir • Kebenaran hari penghimpunan

۞ QS. 2:48 • Mempersiapkan diri menghadapi hari kiamat • Terputusnya hubungan antara sesama pada hari kiamat • Orang kafir menebus dirinya pada hari kiamat • Keadilan Allah dalam menghakimi • Menghitung amal kebaikan

۞ QS. 2:49 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 2:51 Syirik adalah kezaliman

۞ QS. 2:52 • Ampunan Allah terhadap pelaku maksiat

۞ QS. 2:54 At Tawwab (Maha Penerima taubat) • Al Rahim (Maha Penyayang) • Syirik adalah kezaliman

۞ QS. 2:56 • Beberapa ayat yang menjelaskan tentang hari kebangkitan

۞ QS. 2:57 Syirik adalah kezaliman

۞ QS. 2:58 • Ampunan Allah terhadap pelaku maksiat

۞ QS. 2:59 Syirik adalah kezaliman • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 2:61 Ar Rabb (Tuhan) • Azab orang kafir • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 2:62 • Kesentosaan orang mukmin di dunia dan di akhiratAr Rabb (Tuhan) • Kewajiban beriman pada hari akhir • Iman adalah ucapan dan perbuatan • Amal shaleh sebagai pintu kebaikan

۞ QS. 2:63 • Mengerahkan seluruh kemampuan untuk taat kepada Allah

۞ QS. 2:64 • Ampunan Allah terhadap pelaku maksiat

۞ QS. 2:65 • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 2:66 • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 2:68 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 2:69 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 2:70 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 2:72 • Keluasan ilmu Allah

۞ QS. 2:73 • Kekuasaan Allah • Al MuhyiAl Mumiit (Maha Menghidupkan dan Mematikan) • Beberapa ayat yang menjelaskan tentang hari kebangkitan

۞ QS. 2:74 • Kepatuhan segala sesuatu pada Allah Ta’ala • Keluasan ilmu Allah • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 2:75 • Adanya perubahan dalam beberapa kitab samawi

۞ QS. 2:76 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 2:77 • Keluasan ilmu Allah

۞ QS. 2:79 • Mendustai Allah • Adanya perubahan dalam beberapa kitab samawi • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 2:80 • Mendustai Allah • Allah menepati janji

۞ QS. 2:81 • Keabadian neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Azab orang kafir • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat •

۞ QS. 2:82 • Pahala iman • Keabadian surga • Perbuatan baik adalah penyebab masuk surga • Iman adalah ucapan dan perbuatan • Amal shaleh sebagai pintu kebaikan

۞ QS. 2:83 Tauhid Uluhiyyah

۞ QS. 2:85 • Keluasan ilmu Allah • Menghitung amal kebaikan • Menyiksa pelaku maksiat • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat •

۞ QS. 2:86 • Azab orang kafir • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 2:87 • Kewajiban dan keutamaan beriman pada kitab-kitab • Kewajiban beriman pada para rasul

۞ QS. 2:89 • Pengakuan antara satu kitab dengan lainnya

۞ QS. 2:90 Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Azab orang kafir • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat •

۞ QS. 2:91 • Pengakuan antara satu kitab dengan lainnya

۞ QS. 2:92 Syirik adalah kezaliman

۞ QS. 2:93 • Mengerahkan seluruh kemampuan untuk taat kepada Allah

۞ QS. 2:94 • Mendustai Allah • Ketakutan pada kematian

۞ QS. 2:95 Al ‘Alim (Maha megetahui) • Ketakutan pada kematian

۞ QS. 2:96 Al Bashir (Maha Melihat) • Kematian pasti terjadi pada setiap makhluk hidup • Azab orang kafir • Menyiksa pelaku maksiat •

۞ QS. 2:97 • Peranan dan tugas Jibril • Permusuhan antara orang Yahudi dengan Jibril • Pengakuan antara satu kitab dengan lainnya • Hikmah penurunan kitab-kitab samawi

۞ QS. 2:98 • Kewajiban beriman kepada malaikat • Permusuhan antara orang Yahudi dengan Jibril • Kewajiban beriman pada para rasul • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat •

۞ QS. 2:99 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 2:101 • Pengakuan antara satu kitab dengan lainnya

۞ QS. 2:102 • Tugas-tugas malaikat • Kebenaran dan hakikat takdir • Segala sesuatu ada takdirnya • Sifat iblis dan pembantunya • Jin ditundukkan untuk taat kepada nabi Sulaiman as.

۞ QS. 2:103 • Pahala iman

۞ QS. 2:104 • Azab orang kafir • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 2:105 Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Ar Rabb (Tuhan) • Dzul Fadhl (Pemilik keutamaan)

۞ QS. 2:106 • Kekuasaan Allah • Al Qadiir (Maha Penguasa)

۞ QS. 2:107 • Segala sesuatu milik Allah • Malikul Mulk (Maha Pemilik kerajaan) • Al Wali (Maha Pelindung) • An-Nashir (Maha Penolong) •

۞ QS. 2:108 • Azab orang kafir

۞ QS. 2:109 • Kekuasaan Allah • Al Qadiir (Maha Penguasa)

۞ QS. 2:110 Al Bashir (Maha Melihat) • Mempersiapkan diri menghadapi hari kiamat • Mempersiapkan diri menghadapi kematian

۞ QS. 2:111 • Mendustai Allah

۞ QS. 2:112 • Kesentosaan orang mukmin di dunia dan di akhiratAr Rabb (Tuhan) • Perbuatan dan niat • Balasan dan pahala dari Allah • Ikhlas dalam berbuat

۞ QS. 2:113 • Kepastian hari kiamat

۞ QS. 2:114 • Azab orang kafir

۞ QS. 2:115 • Keluasan ilmu Allah • Al ‘Alim (Maha megetahui) • Al Wasi’ (Maha Luas)

۞ QS. 2:116 • Kesucian Allah dari sekutu dan anak • Mendustai Allah • Segala sesuatu milik Allah

۞ QS. 2:117 Sifat Iradah (berkeinginan) • Al Badi’ (Maha Pencipta)

۞ QS. 2:118 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 2:119 • Nama-nama neraka • Azab orang kafir

۞ QS. 2:120 • Al Wali (Maha Pelindung) • An-Nashir (Maha Penolong) • Perintah tidak mengikuti orang musyrikHidayah (petunjuk) dari Allah •

۞ QS. 2:121 • Azab orang kafir

۞ QS. 2:123 • Mempersiapkan diri menghadapi hari kiamat • Terputusnya hubungan antara sesama pada hari kiamat • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan • Keadilan Allah dalam menghakimi • Azab orang kafir

۞ QS. 2:124 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 2:126 • Pahala iman • Tauhid UluhiyyahAr Rabb (Tuhan) • Kewajiban beriman pada hari akhir • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka

۞ QS. 2:127 Ar Rabb (Tuhan) • Al Sami’ (Maha Pendengar) • Al ‘Alim (Maha megetahui) • Balasan dan pahala dari Allah •

۞ QS. 2:128 Ar Rabb (Tuhan) • At Tawwab (Maha Penerima taubat) • Al Rahim (Maha Penyayang)

۞ QS. 2:129 Ar Rabb (Tuhan) • Al Hakim (Maha Bijaksana) • Al ‘Aziz (Maha Mulia) • Hikmah penurunan kitab-kitab samawi

۞ QS. 2:130 Islam agama para nabi

۞ QS. 2:131 Tauhid RububiyyahTauhid UluhiyyahAr Rabb (Tuhan) • Islam agama para nabi •

۞ QS. 2:132 Tauhid UluhiyyahIslam agama yang diterima di sisi Allah • Islam agama para nabi

۞ QS. 2:133 Tauhid UluhiyyahAl Wahid (Maha Esa) • Kewajiban beriman pada para rasulIslam agama para nabi •

۞ QS. 2:134 • Keadilan Allah dalam menghakimi • Amal shaleh menjadi syafaat bagi pelakunya • Menghitung amal kebaikan • Menanggung dosa orang lain •

۞ QS. 2:135 Islam agama para nabi • Perintah tidak mengikuti orang musyrik

۞ QS. 2:136 Tauhid UluhiyyahAr Rabb (Tuhan) • Kewajiban dan keutamaan beriman pada kitab-kitab • Kewajiban beriman pada para rasul • Tiada pengutamaan antara para nabi

۞ QS. 2:137 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’alaAl Sami’ (Maha Pendengar) • Al ‘Alim (Maha megetahui) • Kewajiban beriman pada para rasulIslam agama para nabi

۞ QS. 2:138 Islam agama fitrah • Kewajiban hamba pada Allah

۞ QS. 2:139 Tauhid RububiyyahTauhid UluhiyyahAr Rabb (Tuhan) • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Ikhlas dalam berbuat

۞ QS. 2:140 • Keluasan ilmu Allah • Menghitung amal kebaikan • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 2:141 • Keadilan Allah dalam menghakimi • Amal shaleh menjadi syafaat bagi pelakunya • Menghitung amal kebaikan • Menanggung dosa orang lain •

۞ QS. 2:142 • Segala sesuatu milik Allah • Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Hidayah (petunjuk) dari Allah

۞ QS. 2:143 Al Ra’uf (Maha Kasih) • Al Rahim (Maha Penyayang) • Orang Islam sebagai saksi Allah terhadap manusia • Iman adalah ucapan dan perbuatan • Perbuatan dan niat

۞ QS. 2:144 Ar Rabb (Tuhan) • Menghitung amal kebaikan • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 2:145 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Perintah tidak mengikuti orang musyrik

۞ QS. 2:146 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 2:147 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 2:148 • Kekuasaan Allah • Al Qadiir (Maha Penguasa) • Manusia dibangkitkan dari kubur • Kebenaran hari penghimpunan • Bersegera dalam melakukan kebaikan

۞ QS. 2:149 • Keluasan ilmu Allah • Ar Rabb (Tuhan) • Menghitung amal kebaikan • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat •

۞ QS. 2:152 • Balasan dari perbuatannya

۞ QS. 2:154 • Perbuatan baik adalah penyebab masuk surga

۞ QS. 2:157 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 2:158 Al Syakur (Maha Penerima syukur) • Al ‘Alim (Maha megetahui)

۞ QS. 2:160 At Tawwab (Maha Penerima taubat) • Al Rahim (Maha Penyayang)

۞ QS. 2:161 • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Azab orang kafir

۞ QS. 2:162 • Keabadian neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Azab orang kafir • Balasan dan pahala dari Allah •

۞ QS. 2:163 Tauhid UluhiyyahAl Rahman (Maha Pengasih) • Al Rahim (Maha Penyayang) • Al Wahid (Maha Esa) •

۞ QS. 2:164 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala • Beberapa ayat yang menjelaskan tentang hari kebangkitan

۞ QS. 2:165 Al Qawiy (Maka Kuat) • Azab orang kafirSyirik adalah kezaliman • Siksa orang kafir • Dosa terbesar

۞ QS. 2:166 • Terputusnya hubungan antara sesama pada hari kiamat • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan • Terputusnya hubungan antara orang musyrik dengan tuhan mereka

۞ QS. 2:167 • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan • Terputusnya hubungan antara orang musyrik dengan tuhan mereka • Keabadian neraka • Azab orang kafir • Siksa orang kafir

۞ QS. 2:168 • Sifat iblis dan pembantunya • Menjaga diri dari syetan

۞ QS. 2:169 • Mendustai Allah • Sifat iblis dan pembantunya

۞ QS. 2:170 • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 2:171 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 2:172 • Kewajiban hamba pada Allah

۞ QS. 2:173 • Ampunan Allah yang luas • Al Rahim (Maha Penyayang) • Al Ghafur (Maha Pengampun) • Toleransi Islam • Perbuatan dan niat

۞ QS. 2:174 • Sifat Kalam (berfirman) • Adanya perubahan dalam beberapa kitab samawi • Orang yang tidak diajak bicara oleh Allah pada hari kebangkitan • Balasan dan pahala dari Allah • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 2:175 • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 2:176 • Kewajiban dan keutamaan beriman pada kitab-kitab • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 2:177 Tauhid Uluhiyyah • Kewajiban beriman kepada malaikat • Kewajiban dan keutamaan beriman pada kitab-kitab • Kewajiban beriman pada para rasul • Kewajiban beriman pada hari akhir

۞ QS. 2:178 Ar Rabb (Tuhan) • Menyiksa pelaku maksiat • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 2:181 • Keluasan ilmu Allah • Al Sami’ (Maha Pendengar) • Al ‘Alim (Maha megetahui)

۞ QS. 2:182 • Ampunan Allah yang luas • Al Rahim (Maha Penyayang) • Al Ghafur (Maha Pengampun)

۞ QS. 2:183 Puasa rukun Islam

۞ QS. 2:184 • Toleransi Islam

۞ QS. 2:185 Sifat Iradah (berkeinginan) • Hikmah penurunan kitab-kitab samawi • Toleransi IslamHidayah (petunjuk) dari Allah •

۞ QS. 2:186 • Al Qarib (Maha Dekat) • Keutamaan iman

۞ QS. 2:187 Al ‘Afwu (Maha Pemaaf) • Toleransi Islam

۞ QS. 2:191 • Azab orang kafir

۞ QS. 2:192 • Ampunan Allah yang luas • Al Rahim (Maha Penyayang) • Al Ghafur (Maha Pengampun)

۞ QS. 2:193 • Bersikap keras terhadap orang kafir

۞ QS. 2:194 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala • Balasan dari perbuatannya

۞ QS. 2:196 • Siksaan Allah sangat pedih • Haji rukun Islam

۞ QS. 2:197 • Keluasan ilmu Allah • Haji rukun Islam • Menghitung amal kebaikan

۞ QS. 2:198 Ar Rabb (Tuhan) • Hidayah (petunjuk) dari Allah

۞ QS. 2:199 • Ampunan Allah yang luas • Al Rahim (Maha Penyayang) • Al Ghafur (Maha Pengampun)

۞ QS. 2:200 Ar Rabb (Tuhan) • Mempersiapkan diri menghadapi hari kiamat

۞ QS. 2:201 Ar Rabb (Tuhan) • Mempersiapkan diri menghadapi hari kiamat

۞ QS. 2:202 • Pahala iman • Mempersiapkan diri menghadapi hari kiamat

۞ QS. 2:203 • Mempersiapkan diri menghadapi hari kiamat • Kebenaran hari penghimpunan • Toleransi Islam

۞ QS. 2:204 • Sifat orang munafik • Sikap orang munafik terhadap Islam

۞ QS. 2:205 • Sifat orang munafik

۞ QS. 2:206 • Perlunya saling menasehati antara sesama • Nama-nama neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Sifat orang munafik • Siksa orang munafik

۞ QS. 2:207 Al Ra’uf (Maha Kasih) • Mengerahkan seluruh kemampuan untuk taat kepada Allah

۞ QS. 2:208 • Menjaga diri dari syetan • Mengerahkan seluruh kemampuan untuk taat kepada Allah

۞ QS. 2:209 Al Hakim (Maha Bijaksana) • Al ‘Aziz (Maha Mulia)

۞ QS. 2:210 • Kedahsyatan hari kiamat • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 2:211 • Siksaan Allah sangat pedih • Azab orang kafir • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 2:212 • Pahala iman • Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Al Razzaq (Maha Pemberi rezeki) • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat •

۞ QS. 2:213 Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Hikmah penurunan kitab-kitab samawi • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Allah menggerakkan hati manusia • Islam agama para nabi

۞ QS. 2:214 • Pertolongan Allah Ta’ala kepada orang mukmin

۞ QS. 2:215 • Keluasan ilmu Allah • Al ‘Alim (Maha megetahui) • Menghitung amal kebaikan

۞ QS. 2:216 • Keluasan ilmu Allah • Kebaikan pada pilihan Allah

۞ QS. 2:217 • Keabadian neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Azab orang kafir • Perbuatan orang kafir sia-sia • Iman adalah ucapan dan perbuatan

۞ QS. 2:218 • Pahala iman • Memohon hanya kepada Allah • Ampunan Allah yang luas • Al Rahim (Maha Penyayang) • Al Ghafur (Maha Pengampun)

۞ QS. 2:219 • Larangan menghina perbuatan baik

۞ QS. 2:220 • Keluasan ilmu Allah • Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Al Hakim (Maha Bijaksana) • Al ‘Aziz (Maha Mulia) • Toleransi Islam

۞ QS. 2:221 • Pahala iman • Ampunan Allah yang luas • Keutamaan iman

۞ QS. 2:223 • Pahala iman • Mempersiapkan diri menghadapi hari kiamat • Mempersiapkan diri menghadapi kematian • Kebenaran hari penghimpunan • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 2:224 Al Sami’ (Maha Pendengar) • Al ‘Alim (Maha megetahui)

۞ QS. 2:225 • Ampunan Allah yang luas • Al Halim (Maha Penyabar) • Al Ghafur (Maha Pengampun) • Toleransi Islam • Perbuatan dan niat

۞ QS. 2:226 • Ampunan Allah yang luas • Al Rahim (Maha Penyayang) • Al Ghafur (Maha Pengampun)

۞ QS. 2:227 Al Sami’ (Maha Pendengar) • Al ‘Alim (Maha megetahui)

۞ QS. 2:228 Al Hakim (Maha Bijaksana) • Al ‘Aziz (Maha Mulia)

۞ QS. 2:229 • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 2:231 • Keluasan ilmu Allah • Al ‘Alim (Maha megetahui) • Hikmah penurunan kitab-kitab samawi • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat •

۞ QS. 2:232 • Keluasan ilmu Allah

۞ QS. 2:233 • Keluasan ilmu Allah • Al Bashir (Maha Melihat) • Toleransi Islam • Menghitung amal kebaikan •

۞ QS. 2:234 Al Khabir (Maha Waspada) • Perkabungan wanita dalam Islam • Berbicara saat berkabung

۞ QS. 2:235 • Keluasan ilmu Allah • Ampunan Allah yang luas • Al Halim (Maha Penyabar) • Al Ghafur (Maha Pengampun) • Berbicara saat berkabung

۞ QS. 2:237 Al Bashir (Maha Melihat) • Menghitung amal kebaikan

۞ QS. 2:239 • Toleransi Islam • Melenyapkan kesusahan orang muslim

۞ QS. 2:240 Al Hakim (Maha Bijaksana) • Al ‘Aziz (Maha Mulia)

۞ QS. 2:242 Hikmah penurunan kitab-kitab samawi

۞ QS. 2:243 • Kekuasaan Allah • Dzul Fadhl (Pemilik keutamaan) • Kematian pasti terjadi pada setiap makhluk hidup • Beberapa ayat yang menjelaskan tentang hari kebangkitan • Kebenaran dan hakikat takdir

۞ QS. 2:244 Al Sami’ (Maha Pendengar) • Al ‘Alim (Maha megetahui)

۞ QS. 2:245 • Kebenaran hari penghimpunan • Pelipatgandaan pahala bagi orang mukmin

۞ QS. 2:246 Al ‘Alim (Maha megetahui)

۞ QS. 2:247 Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Al ‘Alim (Maha megetahui) • Al Wasi’ (Maha Luas)

۞ QS. 2:248 Ar Rabb (Tuhan) • Tugas-tugas malaikat

۞ QS. 2:249 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala

۞ QS. 2:250 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 2:251 • Pertolongan Allah Ta’ala kepada orang mukminSifat Masyi’ah (berkehendak) • Dzul Fadhl (Pemilik keutamaan)

۞ QS. 2:253 Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Sifat Iradah (berkeinginan) • Sifat Kalam (berfirman) • Peranan dan tugas Jibril • Segala sesuatu ada takdirnya

۞ QS. 2:254 Malaikat naik kepada Allah • Mempersiapkan diri menghadapi hari kiamat • Terputusnya hubungan antara sesama pada hari kiamat • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan • Azab orang kafir

۞ QS. 2:255 Tauhid Uluhiyyah • Sifat Kamal (sempurna) • Menafikan sifat kantuk dan tidur • Syafaat hak Allah semata • Memperoleh syafaat dengan izin Allah

۞ QS. 2:256 Tauhid Uluhiyyah • Sifat Sama’ (mendengar) • Al Sami’ (Maha Pendengar) • Al ‘Alim (Maha megetahui) • Keistimewaan Islam

۞ QS. 2:257 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’alaAl MuhyiAl Mumiit (Maha Menghidupkan dan Mematikan) • Al Wali (Maha Pelindung) • Keabadian neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka

۞ QS. 2:258 Ar Rabb (Tuhan) • Al MuhyiAl Mumiit (Maha Menghidupkan dan Mematikan) • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafirHidayah (petunjuk) dari Allah •

۞ QS. 2:259 • Kekuasaan Allah • Al Qadiir (Maha Penguasa) • Al MuhyiAl Mumiit (Maha Menghidupkan dan Mematikan) • Beberapa ayat yang menjelaskan tentang hari kebangkitan •

۞ QS. 2:260 Ar Rabb (Tuhan) • Al Hakim (Maha Bijaksana) • Al ‘Aziz (Maha Mulia) • Al MuhyiAl Mumiit (Maha Menghidupkan dan Mematikan) • Beberapa ayat yang menjelaskan tentang hari kebangkitan

۞ QS. 2:261 Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Al ‘Alim (Maha megetahui) • Al Wasi’ (Maha Luas) • Pelipatgandaan pahala bagi orang mukmin • Perbuatan dan niat

۞ QS. 2:262 • Kesentosaan orang mukmin di dunia dan di akhiratAr Rabb (Tuhan) • Perbuatan dan niat

۞ QS. 2:263 Al Halim (Maha Penyabar) • Al Ghaniy (Maha Kaya) • Perbedaan tingkat amal saleh

۞ QS. 2:264 • Azab orang kafir • Sifat orang munafik • Siksa orang munafikRiyaa’ dalam berbuat baik • Perbuatan dan niat

۞ QS. 2:265 Al Bashir (Maha Melihat) • Pelipatgandaan pahala bagi orang mukmin • Perbuatan dan niat

۞ QS. 2:266 • Perbuatan orang kafir sia-sia • Perbuatan dilihat dari akhirnya

۞ QS. 2:267 Al Hamid (Maha Terpuji) • Al Ghaniy (Maha Kaya)

۞ QS. 2:268 • Ampunan Allah yang luas • Al ‘Alim (Maha megetahui) • Al Wasi’ (Maha Luas) • Sifat iblis dan pembantunya •

۞ QS. 2:269 Sifat Masyi’ah (berkehendak)

۞ QS. 2:270 • Keluasan ilmu Allah • Menghitung amal kebaikan • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 2:271 Al Khabir (Maha Waspada) • Amal shaleh sebagai pelebur dosa-dosa kecil • Menghitung amal kebaikan • Pelebur dosa kecil •

۞ QS. 2:272 Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Keadilan Allah dalam menghakimi • Allah menggerakkan hati manusia • Perbuatan dan niat • Kebutuhan muslim terhadap amal saleh

۞ QS. 2:273 Al ‘Alim (Maha megetahui) • Menghitung amal kebaikan

۞ QS. 2:274 • Kesentosaan orang mukmin di dunia dan di akhiratAr Rabb (Tuhan)

۞ QS. 2:275 Ar Rabb (Tuhan) • Keabadian neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Usaha jin untuk menyakiti manusia • Toleransi Islam

۞ QS. 2:276 • Azab orang kafir

۞ QS. 2:277 • Kesentosaan orang mukmin di dunia dan di akhiratAr Rabb (Tuhan) • Shalat rukun IslamZakat rukun Islam • Iman adalah ucapan dan perbuatan

۞ QS. 2:278 • Iman adalah ucapan dan perbuatan

۞ QS. 2:279 • Keadilan Allah dalam menghakimi • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 2:281 • Mempersiapkan diri menghadapi hari kiamat • Mempersiapkan diri menghadapi kematian • Kebenaran hari penghimpunan • Keadilan Allah dalam menghakimi • Menghitung amal kebaikan

۞ QS. 2:282 • Keluasan ilmu Allah • Ar Rabb (Tuhan) • Al ‘Alim (Maha megetahui)

۞ QS. 2:283 • Keluasan ilmu Allah • Ar Rabb (Tuhan) • Al ‘Alim (Maha megetahui)

۞ QS. 2:284 • Segala sesuatu milik Allah • Keluasan ilmu Allah • Ampunan Allah yang luas • Kekuasaan Allah • Sifat Masyi’ah (berkehendak)

۞ QS. 2:285 Tauhid UluhiyyahAr Rabb (Tuhan) • Kewajiban beriman kepada malaikat • Kewajiban dan keutamaan beriman pada kitab-kitab • Kewajiban beriman pada para rasul

۞ QS. 2:286 Ar Rabb (Tuhan) • Al Maula (Maha Penolong) • Keutamaan umat nabi Muhammad • Keadilan Allah dalam menghakimi • Keistimewaan Islam

Ayat Pilihan

Sesungguhnya Kami telah menjelaskan kepada manusia petunjuk kebenaran,
ada yang beriman & ada pula yang ingkar.
QS. Al-Insan [76]: 3

Dan berikan berita gembira kepada orang-orang yang sabar.
(yaitu) orang yang bila ditimpa musibah,
mereka mengucapkan: “Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun”.
(sungguh kita adalah milik Allah & hanya kepada Allah lah kita kembali)
QS. Al-Baqarah [2]: 155-156

Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya,
dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil.
QS. An-Nisa’ [4]: 58

Hadits Shahih

Podcast

Doa

Soal & Pertanyaan

Pembukuan Alquran dilakukan pada masa khalifah ...

Benar! Kurang tepat!

Setiap bencana dan musibah yang menimpa manusia di bumi sudah tertulis dalam kitab ...

Benar! Kurang tepat!

Salah satu contoh hikmah beriman kepada qada bagi siswa adalah ...

Benar! Kurang tepat!

+

Array

Allah Subhanahu Wa Ta`ala tidak akan merubah nasib suatu kaum , sebelum kaum itu sendiri yang merubahnya, arti ayat tersebut terdapat dalam Alquran surah ar-Rad ayat ...

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
'Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri.
Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap suatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya dan tidak ada pelindung bagi mereka selain Dia.'
--QS. Ar Ra'd [13] : 11

Bu Nindi mempersiapkan pakaian bayi, karena bu Nindi tidak lama lagi akan melahirkan bayinya, perilaku bu Nindi termasuk meyakini ... Allah Subhanahu Wa Ta`ala.

Benar! Kurang tepat!

Pendidikan Agama Islam #21
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #21 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #21 2

Belajar lagi yaa...

Bagikan Prestasimu:

Soal Lainnya

Pendidikan Agama Islam #15

Mujahadah berasal dari bahasa Arab, yang berasal dari kata jahada, yang berarti …َبَارَكَ ٱلَّذِى نَزَّلَ ٱلْفُرْقَانَ عَلَىٰ عَبْدِهِۦ لِيَكُونَ لِلْعَٰلَمِينَ نَذِيرًا Dalil di atas adalah nama-nama lain dari Alquran, yaitu إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا ٱلذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُۥ لَحَٰفِظُونَ Dalil di atas adalah nama-nama lain dari Alquran, yaituSalah satu tokoh dalam kisah umat masa lalu yang dapat dipetik pelajaran sebagai teladan yang baik … Tujuan utama diturunkannya Alquran kepada umat manusia adalah …

Pendidikan Agama Islam #5

Berikut ini, yang tidak mengandung moral terpuji, adalah … Orang yang jujur akan senantiasa mengatakan … Lawan kata dari jujur ??adalah … Orang yang suka berbohong adalah orang … Bekerja tepat waktu adalah salah satu ciri orang yang …

Pendidikan Agama Islam #22

Karena rajin belajar maka Afit selalu juara dalam setiap perlombaan antar sekolah, pernyataan tersebut merupakan contoh … Takdir yang bisa diubah dinamakan … Salah satu contoh takdir muallaq (bisa diubah) adalah … Matahari berputar mengelilingi sumbunya, termasuk contoh takdir … Yang tidak termasuk cara beriman kepada qada dan qadar Allah adalah …

Kamus

Kitab Allah

Apa itu Kitab Allah? Kitab Allah (كتاب الله, Kitabullāh) adalah catatan-catatan yang difirmankan oleh Allah kepada para nabi dan rasul. Umat Islam diwajibkan meyakininya, karena mempercayai k...

Mekkah

Di mana itu Mekkah? Mekkah atau Makkah al-Mukarramah (bahasa Arab: مكة المكرمة‎) merupakan sebuah kota utama di Arab Saudi. Kota ini menjadi tujuan utama kaum muslimin dalam menunaikan iba...

Ibnu Sina

Siapa itu Ibnu Sina? Ibnu Sina (980-1037) dikenal juga sebagai
“Avicenna”
di dunia Barat adalah seorang filsuf, ilmuwan, dan dokter kelahiran Persia (sekarang Iran). Ia juga seorang penu...