Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

QS. Al Baqarah (Sapi Betina) – surah 2 ayat 214 [QS. 2:214]

اَمۡ حَسِبۡتُمۡ اَنۡ تَدۡخُلُوا الۡجَنَّۃَ وَ لَمَّا یَاۡتِکُمۡ مَّثَلُ الَّذِیۡنَ خَلَوۡا مِنۡ قَبۡلِکُمۡ ؕ مَسَّتۡہُمُ الۡبَاۡسَآءُ وَ الضَّرَّآءُ وَ زُلۡزِلُوۡا حَتّٰی یَقُوۡلَ الرَّسُوۡلُ وَ الَّذِیۡنَ اٰمَنُوۡا مَعَہٗ مَتٰی نَصۡرُ اللّٰہِ ؕ اَلَاۤ اِنَّ نَصۡرَ اللّٰہِ قَرِیۡبٌ
Am hasibtum an tadkhuluul jannata walammaa ya’tikum matsalul-ladziina khalau min qablikum massathumul ba’saa-u wadh-dharraa-u wazulziluu hatta yaquularrasuulu waal-ladziina aamanuu ma’ahu mata nashrullahi alaa inna nashrallahi qariibun;
Ataukah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) seperti (yang dialami) orang-orang terdahulu sebelum kamu.
Mereka ditimpa kemelaratan, penderitaan dan diguncang (dengan berbagai cobaan), sehingga Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya berkata,
“Kapankah datang pertolongan Allah?”
Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu dekat.
―QS. Al Baqarah [2]: 214

Or do you think that you will enter Paradise while such (trial) has not yet come to you as came to those who passed on before you?
They were touched by poverty and hardship and were shaken until (even their) messenger and those who believed with him said,
"When is the help of Allah?"
Unquestionably, the help of Allah is near.
― Chapter 2. Surah Al Baqarah [verse 214]

أَمْ apakah

Or
حَسِبْتُمْ kamu mengira

(do) you think
أَن bahwa

that
تَدْخُلُوا۟ kamu akan masuk

you will enter
ٱلْجَنَّةَ surga

Paradise
وَلَمَّا padahal belum

while not
يَأْتِكُم datang kepadamu

(has) come to you
مَّثَلُ seperti (halnya)

like (came to)
ٱلَّذِينَ orang-orang yang

those who
خَلَوْا۟ terdahulu

passed away
مِن dari

from
قَبْلِكُم sebelum kalian

before you?
مَّسَّتْهُمُ telah menimpa mereka

Touched them
ٱلْبَأْسَآءُ malapetaka

[the] adversity
وَٱلضَّرَّآءُ dan kesengsaraan

and [the] hardship,
وَزُلْزِلُوا۟ dan mereka digoncangkan

and they were shaken
حَتَّىٰ sehingga

until
يَقُولَ berkata

said
ٱلرَّسُولُ Rasul

the Messenger
وَٱلَّذِينَ dan orang-orang yang

and those who
ءَامَنُوا۟ beriman

believed
مَعَهُۥ bersamanya

with him,
مَتَىٰ bilakah

"When
نَصْرُ pertolongan

[will] (the) help
ٱللَّهِ Allah

(of) Allah (come)
أَلَآ ingatlah

Unquestionably,
إِنَّ sesungguhnya

[Indeed]
نَصْرَ pertolongan

help
ٱللَّهِ Allah

(of) Allah
قَرِيبٌ amat dekat

(is) near.

Tafsir

Alquran

Surah Al Baqarah
2:214

Tafsir QS. Al Baqarah (2) : 214. Oleh Kementrian Agama RI


Ada beberapa pendapat mengenai sebab turunnya ayat ini.
Pertama, pendapat dari Qatadah, as-Suddi, dan kebanyakan ahli tafsir yang mengatakan bahwa ayat ini turun pada waktu perang Khandak ketika kaum Muslimin mengalami bermacam-macam kesulitan dan tekanan perasaan, sehingga mereka merasa gentar dan ketakutan.


Kedua, pendapat lain yang mengatakan bahwa ayat ini turun pada waktu perang Uhud, ketika kaum Muslimin dipukul mundur oleh pasukan musuh.
Dalam peperangan itu, Sayyidina Hamzah tewas dianiaya, dan Nabi pun menderita luka.


Ketiga, pendapat golongan lain, bahwa ayat ini turun untuk menghibur hati kaum Muhajirin ketika mereka meninggalkan kampung halamannya, dan harta kekayaannya dikuasai oleh kaum musyrikin, dan kaum Yahudi memperlihatkan permusuhan kepada Rasulullah ﷺ secara terang-terangan dan kesulitan-kesulitan lain yang dialaminya di Madinah.
Ayat ini secara tidak langsung, memperkuat ayat-ayat sebelumnya, yaitu agar kaum Muslimin selalu tabah dan sabar dalam perjuangan.

Allah ﷻ berfirman:

وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِّنَ الْخَوْفِ وَالْجُوْعِ وَنَقْصٍ مِّنَ الْاَمْوَالِ وَالْاَنْفُسِ وَالثَّمَرٰتِ وَبَشِّرِ الصّٰبِرِيْنَ

Dan Kami pasti akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan.
Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar, (al-Baqarah [2]: 155)


dan firman-Nya:

اَحَسِبَ النَّاسُ اَنْ يُّتْرَكُوْٓا اَنْ يَّقُوْلُوْٓا اٰمَنَّا وَهُمْ لَا يُفْتَنُوْنَ

Apakah manusia mengira bahwa mereka akan dibiarkan hanya dengan mengatakan,
"Kami telah beriman,"
dan mereka tidak diuji?
(al-‘Ankabut [29]: 2)


Makin berat dan makin tinggi cita-cita yang akan dicapai, makin besar pula rintangan dan cobaan yang akan dialami.

Untuk mencapai keridaan Allah dan memperoleh surga, bukan suatu hal yang mudah dan gampang, tetapi harus melalui perjuangan yang gigih yang penuh rintangan dan cobaan sebagaimana halnya orang-orang terdahulu.
Mereka ditimpa malapetaka dan kesengsaraan, nabinya dibunuh, pengikutnya disiksa sampai ada di antara mereka digergaji kepalanya dalam keadaan hidup atau dibakar hidup-hidup.

Oleh karena cobaan dan penderitaan yang dialaminya dirasakan lama, sekalipun mereka yakin bahwa bagaimanapun juga pertolongan Allah akan datang, maka rasul mereka dan pengikut-pengikutnya merasa gelisah lalu berkata,
"Bilakah datang pertolongan Allah,"
pertanyaan itu dijawab oleh Allah,
"Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat."
Pada saatnya nanti mereka akan menang dan mengalahkan musuh, penganiaya dan orang-orang zalim.

Tafsir QS. Al Baqarah (2) : 214. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Apakah kalian mengira akan masuk surga dengan hanya menyatakan keislaman tanpa diuji seperti halnya orang-orang sebelum kalian?
Mereka diuji dan dingoncangkan dengan berbagai cobaan.
Sampai- sampai Rasulullah sendiri dan orang-orang yang bersamanya, berkata,
"Bilakah pertolongan Allah akan tiba?"
Saat itu Allah menepati janji-Nya dan mengatakan kepada mereka bahwa pertolongan itu sudah dekat.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Apakah kalian wahai orang-orang mukmin mengira akan masuk surga padahal kalian belum ditimpa ujian seperti yang telah menimpa orang-orang mukmin sebelum kalian;
berupa kemiskinan, penyakit, rasa takut dan kecemasan.
Mereka digoncang dengan berbagai bentuk ketakutan, sehingga Rasul mereka dan orang-orang beriman yang bersamanya, -karena mereka menginginkan kemenangan cepat dari Allah-berkata,
"Kapan akan datang pertolongan Allah?"
Ingatlah bahwa kemenangan dari Allah itu dekat kepada orang-orang mukmin.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:


Ayat berikut diturunkan mengenai susah payah yang menimpa kaum muslimin:


(Ataukah), maksudnya apakah


(kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga.
Padahal belum) maksudnya belum


(datang kepadamu seperti) yang datang


(kepada orang-orang yang terdahulu sebelum kamu) di antara orang-orang beriman berupa bermacam-macam cobaan, lalu kamu bersabar sebagaimana mereka bersabar?


(Mereka ditimpa oleh), kalimat ini menjelaskan perkataan yang sebelumnya


(malapetaka), maksudnya kemiskinan yang memuncak,


(kesengsaraan) maksudnya penyakit,


(dan mereka diguncang) atau dikejutkan oleh bermacam-macam bala,


(hingga berkatalah) baris di atas atau di depan artinya telah bersabda


(Rasul dan orang-orang yang beriman yang bersamanya) yang menganggap terlambatnya datang bantuan disebabkan memuncaknya kesengsaraan yang menimpa mereka,


("Bilakah) datangnya


(pertolongan Allah) yang telah dijanjikan kepada kami?"
Lalu mereka mendapat jawaban dari Allah,


("Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat") kedatangannya.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:


Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Apakah kalian mengira bahwa kalian akan masuk surga.

Yakni sebelum kalian mendapat cobaan, ujian, dan kesengsaraan seperti apa yang pernah dialami oleh orang-orang sebelum kalian dari kalangan umat terdahulu?
Karena itulah dalam ayat selanjutnya disebutkan:

padahal belum datang kepada kalian (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kalian?
Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan.


Yaitu berupa berbagai macam penyakit, kesengsaraan, musibah, dan malapetaka.

Ibnu Mas’ud, Ibnu Abbas, Abul Aliyah, Mujahid, Sa’id ibnu Jubair, Murrah Al-Hamdani, Al-Hasan, Qatadah, Ad-Dahhak, Ar-Rabi’, As-Saddi, dan Muqatil ibnu Hayyan mengatakan bahwa al-ba-sa-u artinya kemiskinan, sedangkan ad-darra-u artinya penyakit.
Wa-zul zilu artinya takut oleh musuh dengan takut yang sangat.
Mereka mendapat cobaan yang sangat besar, seperti yang disebutkan di dalam hadis sahih dari Khabbab ibnul Art yang telah menceritakan hadis berikut:

Kami berkata,
"Wahai Rasulullah, mengapa engkau tidak meminta pertolongan buat kami, mengapa engkau tidak berdoa kepada Allah untuk kami?"
Maka Rasulullah ﷺ bersabda,
"Sesungguhnya orang-orang sebelum kalian ada seseorang dari mereka yang diletakkan pada ubun-ubunnya sebuah gergaji, lalu ia, dibelah dengan gergaji itu sampai kepada kedua telapak kakinya, tetapi hal itu tidak:
memalingkannya dari agamanya.
Ada pula yang antara daging dan tulangnya disisir dengan sisir besi, tetapi hal tersebut tidak menggoyahkan imannya dari agamanya."
Kemudian Rasulullah ﷺ bersabda:
Demi Allah, sesungguhnya Allah pasti akan menyempurnakan agama ini hingga seorang pengendara berjalan dari San’a ke Hadramaut tanpa merasa takut kecuali kepada Allah dan serigala yang mengancam ternak kambingnya, tetapi kalian ini adalah kaum yang tergesa-gesa.

Allah subhanahu wa ta’ala telah berfirman:

Alif Lam Mim.
Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan,
"Kami telah beriman,"
sedangkan mereka tidak diuji lagi?
Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta.
(QS. Al-‘Ankabut [29]: 1-3)

Sesungguhnya hal seperti itu pernah dialami oleh para sahabat, yaitu cobaan yang sangat besar pada hari menjelang Perang Ahzab.

Sebagaimana yang disebutkan di dalam firman-Nya:

(Yaitu) ketika mereka datang kepada kalian dari atas dan dari bawah kalian, dan ketika tidak tetap lagi penglihatan (kalian) dan hati kalian naik menyesak sampai ke tenggorokan dan kalian menyangka terhadap Allah dengan bermacam-macam purbasangka.
Dan di situlah diuji orang-orang mukmin dan diguncangkan (hatinya) dengan guncangan yang sangat.
Dan (ingatlah) ketika orang-orang munafik dan orang-orang yang berpenyakit dalam hatinya berkata,
"Allah dan Rasul-Nya tidak menjanjikan kepada kami melainkan tipu daya."
(QS. Al-Ahzab [33]: 10-12), dan ayat-ayat selanjutnya.

Ketika Heraklius bertanya kepada Abu Sufyan,
"Apakah kalian mememeranginya?"
Abu Sufyan menjawab,
"Ya."
Heraklius bertanya kembali,
"Bagaimanakah keadaan perang di antara kalian?"
Abu Sufyan menjawab,
"Silih berganti, terkadang dia mengalami kemenangan atas kami, dan adakalanya kami mengalami kemenangan atas dia."
Heraklius menjawab,
"Demikianlah para rasul mendapat cobaan, tetapi pada akhirnya akibat yang terpuji berada di pihak para rasul."

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

…sebagaimana orang-orang yang terdahulu sebelum kalian.


Yakni sebagaimana hukum yang telah berlaku atas mereka.
Perihalnya sama dengan makna yang terkandung di dalam ayat lain, yaitu firman-Nya:

Maka telah Kami binasakan orang-orang yang lebih besar kekuatannya daripada mereka itu (musyrikin Mekah) dan telah terdahulu (tersebut dalam Alquran) perumpamaan umat-umat masa dahulu.
(QS. Az-Zukhruf [43]: 8)

Adapun firman Allah subhanahu wa ta’ala:

…mereka diguncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya,
"Bilakah datangnya pertolongan Allah?"


Artinya, bilakah mereka mendapat kemenangan atas musuh-musuh mereka dan mereka berdoa di saat keadaan sempit dan susah agar pertolongan dan kemenangan disegerakan.

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu dekat.

Seperti makna yang terkandung di dalam firman-Nya:

Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.
(QS. Alam Nasyrah [94]: 5-6)

Yakni sebagaimana ada kesusahan, maka akan diturunkan pula pertolongan yang semisal dengannya.
Karena itulah maka disebutkan:

Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat.

Di dalam sebuah hadis dari Abu Ruzain disebutkan:

Tuhanmu merasa heran dengan keputusasaan hamba-hamba-Nya, padahal saat pertolongan-Nya sudah dekat.
Maka Tuhan memandang mereka yang dalam keadaan putus asa itu seraya tertawa karena Dia mengetahui bahwa jalan keluar mereka sudah dekat.

Sebab-Sebab Diturunkannya Surah Al Baqarah (2) Ayat 214

Diriwayatkan oleh ‘Abdurrazzaq dari Ma’mar yang bersumber dari Qatadah.
Bahwa turunnya ayat ini (al-Baqarah: 214) bersangkutan dengan peristiwa perang Ahzab.
Ketika itu Nabi ﷺ mendapat berbagai kesulitan yang sangat hebat dan kepungan musuh yang sangat ketat.
Ayat ini menunjukkan bahwa perjuangan itu meminta pengorbanan.

Sumber : Asbabun Nuzul – K.H.Q Shaleh – H.A.A Dahlan dkk.

Hadits Shahih Yang Berhubungan Dengan Surah Al Baqarah (2) ayat 214

Telah menceritakan kepada kami Ibrahim bin Musa Telah mengabarkan kepada kami Hisyam dari Ibnu Juraij dia berkata,
Aku mendengar Ibnu Abu Mulaikah berkata,
Ibnu Abbas ra. berkata mengenai firman Allah: Sehingga apabila para rasul tidak mempunyai harapan lagi (tentang keimanan mereka) dan telah meyakini bahwa mereka telah didustakan… (QS. Yusuf: 110). Perlahan-lahan Ibnu Abbas pergi sembil memikirkan ayat itu seraya membaca ayat, Sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: Bilakah datangnya pertolongan Allah? Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat. ( QS. Al Baqarah: 214). Lalu aku bertemu dengan Urwah, maka aku sebutkan tentang ayat tersebut kepadanya, dia pun menjawab,
Aisyah berkata,
demi Allah, tidaklah Allah berjanji kepada Rasul-Nya sedikitpun kecuali hal itu akan diketahui olehnya sebelum dia meninggal. Namun ujian demi ujian bagi para Rasul akan senantiasa ada hingga mereka merasa khawatir orang-orang yang bersama mereka akan ada yang mendustakannya. Aisyah seraya membaca, Mereka (para rasul) itu menyangka mereka akan didustakan.

Shahih Bukhari, Kitab Tafsir Al Qur’an – Nomor Hadits: 4162

Unsur Pokok Surah Al Baqarah (البقرة)

Surat "Al Baqarah" yang terdiri dari 286 ayat ini turun di Madinah yang sebagian besar diturun­kan pada permulaan tahun Hijrah, kecuali ayat 281 diturunkan di Mina pada Nabi Muhammad ﷺ yang terakhir).

Seluruh ayat dari surat Al Baqarah termasuk golongan Madaniyyah, merupakan surat yang terpanjang di antara surat-surat Alquran yang di dalamnya terdapat pula ayat yang terpanjang (ayat 282).

Surat ini dinamai "Al Baqarah" karena di dalamnya disebutkan kisah penyembelihan sapi betina yang diperintahkan Allah kepada Bani Israil (ayat 67 sarnpai dengan 74), dimana dijelaskan watak orang Yahudi pada umumnya.

Dinamai "Fusthaathul-Qur’an" (puncak Alquran) karena memuat beberapa hukum yang tidak disebutkan dalam surat yang lain.
Dinamai juga surat "alif-laam-miim" karena surat ini dimulai dengan Alif-laam-miim.

Keimanan:

Dakwah Islamiyah yang dihadapkan kepada umat Islam, ahli kitab dan para musyrikin.

Hukum:

▪ Perintah mengerjakan shalat.
Menunaikan zakat.
Hukum puasa.
Hukum umrah.
Hukum qishash.
▪ Hal-hal yang halal dan yang haram.
▪ Bernafkah di jalan Allah.
Hukum arak dan judi.
▪ Cara menyantuni anak yatim, larangan riba.
▪ Hutang piutang.
▪ Nafkah dan yang berhak menerimanya.
▪ Wasiyat kepada dua orang ibu bapak dan kaum kerabat.
Hukum sumpah.
▪ Kewajiban menyampaikan amanat.
▪ Sihir.
Hukum merusak masjid.
Hukum merubah kitabkitab Allah.
Hukum haidh, ‘iddah, thalak, khulu’, ilaa’.
Hukum susuan.
Hukum melamar.
Mahar larangan mengawini wanita musyrik dan sebaliknya.
Hukum perang.

Kisah:

▪ Kisah penciptaan Nabi Adam `alaihis salam.
▪ Kisah Nabi Ibrahim `alaihis salam.
▪ Kisah Nabi Musa `alaihis salam dengan Bani Israil.

Lain-lain:

▪ Sifat-sifat orang yang bertakwa.
▪ Sifat-sifat orang munafik.
▪ Sifat-sifat Allah.
▪ Perumpamaan-perumpamaan.
Kiblat.
▪ Kebangkitan sesudah mati.

Audio

QS. Al-Baqarah (2) : 1-286 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 286 + Terjemahan Indonesia

QS. Al-Baqarah (2) : 1-286 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 286

Gambar Kutipan Ayat

Surah Al Baqarah ayat 214 - Gambar 1 Surah Al Baqarah ayat 214 - Gambar 2
Statistik QS. 2:214
  • Rating RisalahMuslim
4.8

Ayat ini terdapat dalam surah Al Baqarah.

Surah Al-Baqarah (Arab: سورة البقرة‎, bahasa Indonesia: “Sapi Betina”) adalah surah ke-2 dalam Alquran.
Surah ini terdiri dari 286 ayat, 6.221 kata, dan 25.500 huruf dan tergolong surah Madaniyah.
Surah ini merupakan surah dengan jumlah ayat terbanyak dalam Alquran.
Surah ini dinamai al-Baqarah yang artinya Sapi Betina sebab di dalam surah ini terdapat kisah penyembelihan sapi betina yang diperintahkan Allah kepada Bani Israil (ayat 67-74).
Surah ini juga dinamai Fustatul Qur’an (Puncak Alquran) karena memuat beberapa hukum yang tidak disebutkan dalam surah yang lain.
Dinamai juga surah Alif Lam Mim karena ayat pertama di surah berisi tiga huruf arab yakni Alif, Lam, dan Mim.

Nomor Surah2
Nama SurahAl Baqarah
Arabالبقرة
ArtiSapi Betina
Nama lainFasthath al-Qur’an, Sanam al-Qur’an (Puncak Al-Quran), Al-Zahrawan (Dua yang Cemerlang), Alif Lam Mim
Tempat TurunMadinah
Urutan Wahyu87
JuzJuz 1 (ayat 1-141), 2 (ayat 142-252) dan 3 (ayat 253-286)
Jumlah ruku’40 ruku’
Jumlah ayat286
Jumlah kata6156
Jumlah huruf26256
Surah sebelumnyaSurah Al-Fatihah
Surah selanjutnyaSurah Ali ‘Imran
Sending
User Review
4.6 (28 votes)
Tags:

2:214, 2 214, 2-214, Surah Al Baqarah 214, Tafsir surat AlBaqarah 214, Quran Al-Baqarah 214, Surah Al Baqarah ayat 214

Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa?
Klik di sini sekarang!

Video


Panggil Video Lainnya

Ayat Lainnya

QS. Al Hajj (Haji) – surah 22 ayat 69 [QS. 22:69]

69. Allah tidak hanya mengetahui perbuatan kamu yang tampak maupun yang tersembunyi, tetapi juga mengadili di antara kamu pada hari Kiamat sehingga terungkap siapa yang salah dan siapa yang benar tent … 22:69, 22 69, 22-69, Surah Al Hajj 69, Tafsir surat AlHajj 69, Quran Al-Haj 69, Alhaj 69, Al Haj 69, Al-Hajj 69, Surah Al Hajj ayat 69

QS. Al Hadid (Besi) – surah 57 ayat 27 [QS. 57:27]

27. Sesudah Nabi Nuh dan Ibrahim, kemudian Kami susulkan rasul-rasul Kami untuk mengikuti jejak mereka, yaitu dengan mengajak umatnya beriman dan mentaati perintah-Nya, dan Kami susulkan pula Isa putr … 57:27, 57 27, 57-27, Surah Al Hadid 27, Tafsir surat AlHadid 27, Quran Al-Hadid 27, Surah Al Hadid ayat 27

Hadits Shahih

Podcast

Hadits & Doa

Soal & Pertanyaan Agama

Bagian tubuh yang tidak ditampakkan sesuai dengan ajaran Islam disebut ...

Benar! Kurang tepat!

Sebelum berpakaian, kita harus ...

Benar! Kurang tepat!

Dalam Islam, pakaian harus ...

Benar! Kurang tepat!

+

Array

Pembatasan aurat wanita adalah ...

Benar! Kurang tepat!

Berikut ini yang bukan termasuk orang-orang pertama yang menyambut ajakan Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam adalah ...

Benar! Kurang tepat!

Pendidikan Agama Islam #3
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #3 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #3 2

Belajar lagi yaa...

Bagikan Prestasimu:

Soal Lainnya

Pendidikan Agama Islam #22

Matahari berputar mengelilingi sumbunya, termasuk contoh takdir … mubram muallaf muallaq mabrur muannas Benar! Kurang tepat! Takdir yang bisa diubah

Pendidikan Agama Islam #23

Al Falaq artinya … waktu pagi manusia demi waktu langit senja waktu subuh Benar! Kurang tepat! Meja, kursi, manusia, hewan

Pendidikan Agama Islam #4

Surah dalam Alquran yang mengatakan larangan untuk melakukan terlalu banyak, makan dan minum adalah … QS. Al A’raf : 34

Instagram