Al Baqarah (Sapi Betina) – surah 2 ayat 21 [QS. 2:21]

یٰۤاَیُّہَا النَّاسُ اعۡبُدُوۡا رَبَّکُمُ الَّذِیۡ خَلَقَکُمۡ وَ الَّذِیۡنَ مِنۡ قَبۡلِکُمۡ لَعَلَّکُمۡ تَتَّقُوۡنَ
Yaa ai-yuhaannaasuu’buduu rabbakumul-ladzii khalaqakum waal-ladziina min qablikum la’allakum tattaquun(a);

Hai manusia, sembahlah Tuhanmu yang telah menciptakanmu dan orang-orang yang sebelummu, agar kamu bertakwa,
―QS. 2:21
Topik ▪ Takwa ▪ Jalan takwa ▪ Aneka ragam tumbuhan
2:21, 2 21, 2-21, Al Baqarah 21, AlBaqarah 21, Al-Baqarah 21

Tafsir surah Al Baqarah (2) ayat 21

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al Baqarah (2) : 21. Oleh Kementrian Agama RI

Ayat-ayat ini memerintahkan beribadah dan menyembah kepada Allah.
Perintah beribadat dan menyembah Allah saja yang dipahami dari ayat ayat ini, adalah perintah yang telah diharamkan pula oleh Allah subhanahu wa ta’ala kepada seluruh manusia sejak zaman dahulu dengan perantaraan rasul-rasul-Nya.

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Sesungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan), sembahlah Allah (saja) dan jauhilah tagut itu.
(Q.S An Nahl: 36)

Tiap-tiap rasul memulai dakwahnya dengan seruan kepada kaumnya agar menyembah Allah saja.

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

…lalu ia berkata, “Wahai kaumku! Sembahlah Allah, sekali-kali tak ada Tuhan bagimu selain-Nya…
(Q.S Al A’raf: 59)

Beribadat kepada Allah ialah menghambakan diri kepada-Nya dengan penuh kekhusyukan, memurnikan ketaatan hanya kepada-Nya saja karena merasakan bahwa hanya Allah-lah yang menciptakan, menguasai, memelihara dan mendidik seluruh makhluk.
Ibadat seorang hamba sebagai yang disebutkan itu akan dinilai Allah subhanahu wa ta’ala menurut niat hamba yang melakukannya.

Pada ayat ini Allah subhanahu wa ta’ala disebut dengan rabb, kemudian diiringi dengan perkataan …yang telah menciptakan kamu dan orang-orang sebelummu.
Hal ini memberi pengertian bahwa Allah menciptakan manusia mengembang biakkannya, memberi taufik dan hidayah, menjaga dan memelihara, memberi nikmat agar dengan nikmat itu manusia dapat melaksanakan tugas-tugasnya sebagai hamba Allah.
Semua rahmat tersebut diberikan kepada manusia sejak permulaan adanya, sampai akhir kehidupannya, di dunia ini.
Barangsiapa yang mensyukuri nikmat Allah akan ditambahkan-Nya nikmat itu, sebaliknya barang siapa yang mengingkari nikmat Allah akan menerima azab di dunia sebagaimana yang telah ditimpakan-Nya kepada umat-umat yang terdahulu dan di akhirat nanti akan disediakan azab yang pedih.

Dan (ingatlah juga) tatkala Tuhanmu memaklumkan, “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku) maka sesungguhnya azab Ku sangat pedih”.
(Q.S Ibrahim: 7)

Sembahlah Allah sebagaimana yang diperintahkan itu, agar terpelihara dari azab Allah dan agar tercapai derajat yang tinggi lagi sempurna.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Hai manusia, sembahlah Tuhanmu yang telah menciptakan dan memelihara kamu seperti halnya orang-orang sebelum kamu.
Dia adalah Pencipta segala sesuatu.
Semoga dengan begitu jiwa kalian selalu siap untuk mengagungkan Allah dan mengingatnya sehingga menjadi suci, tunduk kepada kebenaran dan takut akan hari pembalasan.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Hai manusia!) Maksudnya warga Mekah, (Sembahlah olehmu) dengan bertauhid atau mengesakan (Tuhanmu yang telah menciptakanmu) padahal sebelum itu kamu dalam keadaan tiada (dan) diciptakan-Nya pula (orang-orang yang sebelum kamu, agar kamu bertakwa), artinya terpelihara dari siksa dan azab-Nya yakni dengan jalan beribadah kepada-Nya.
Pada asalnya ‘la`alla’ mengungkapkan harapan, tetapi pada firman Allah berarti menyatakan kepastian.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Ini adalah panggilan dari Allah Taala kapada seluruh manusia, sembahlah Rabb mu yang telah memuliakan mu dengan nikmat-nikmat-Nya.
Takutlah kepada-Nya dan jangan menyimpang dari agama-Nya, karena Dia telah mengadakan mu dari ketiadaan dan mengadakan orang-orang sebelum mu, agar kamu menjadi orang-orang yang bertakwa kepada Allah Taala ridhai dan mereka juga ridha kepada-Nya.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Lihat tafsir ayat selanjutnya


Informasi Surah Al Baqarah (البقرة)
Surat “Al Baqarah” yang terdiri dari 286 ayat ini turun di Madinah yang sebahagian besar diturun­kan pada permulaan tahun Hijrah, kecuali ayat 281 diturunkan di Mina pada Hajji wadaa’ (hajji Nabi Muhammad ﷺ yang terakhir).
Seluruh ayat dari surat Al Baqarah termasuk golong­an Madaniyyah, merupakan surat yang terpanjang di antara surat-surat Al Qur’an yang di dalamnya terdapat pula ayat yang terpanjang (ayat 282).

Surat ini dinamai “Al Baqarah” karena di dalamnya disebutkan kisah penyembelihan sapi betina yang diperintahkan Allah kepada Bani lsrail (ayat 67 sarnpai dengan 74), dimana dije­laskan watak orang Yahudi pada umumnya, Dinamai “Fusthaathul-Qur’an” (puncak Al Qur­ aan) karena memuat beberapa hukum yang tidak disebutkan dalam surat yang lain.
Dinamai juga surat “alif-laam-miim” karena surat ini dimulai dengan Alif-laam-miim.

Keimanan:

Da’wah lslamiyah yang dihadapkan kepada umat Islam, ahli kitab dan para musyrikin.

Hukum:

Perintah mengerjakan shalat
menunaikan zakat
hukum puasa
hukum haji dan umrah
hukum qishash
hal-hal yang halal dan yang haram
bernafkah di jalan Allah
hukum arak dan judi
cara menyantuni anak yatim, larangan riba
hu­tang piutang
nafkah dan yang berhak menerimanya
wasiyat kepada dua orang ibu­ bapak dan kaum kerabat
hukum sumpah
kewajiban menyampaikan amanat
sihir
hukum merusak mesjid
hukum merubah kitab-kitab Allah
hukum haidh, ‘iddah, thalak, khulu’, ilaa’
hukum susuan
hukum melamar
mahar larangan mengawini wanita musyrik dan sebaliknya
hukum perang.

Kisah:

Kisah penciptaan Nabi Adam a.s.
kisah Nabi Ibrahim a.s.
kisah Nabi Musa a.s, dengan Bani lsrail.

Lain-lain:

Sifat-sifat orang yang bertakwa
sifat-sifat orang munafik
sifat-sifat Allah
per­umpamaan-perumpamaan
kiblat, kebangkitan sesudah mati.

Audio

Qari Internasional

Al Baqarah (2) ayat 21 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Al Baqarah (2) ayat 21 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Al Baqarah (2) ayat 21 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Q.S. Al-Baqarah (2) ayat 21-24 - Anindita Indriyanti (Bahasa Indonesia)
Q.S. Al-Baqarah (2) ayat 21-24 - Anindita Indriyanti (Bahasa Arab)

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Al Baqarah - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full 286 Ayat & Terjemahan


Gambar



Statistik
  • Rating RisalahMuslim

Surah Al Baqarah

Surah Al-Baqarah (Arab: سورة البقرة‎, bahasa Indonesia: "Sapi Betina") adalah surah ke-2 dalam Al-Qur'an.
Surah ini terdiri dari 286 ayat, 6.221 kata, dan 25.500 huruf dan tergolong surah Madaniyah.
Surah ini merupakan surah dengan jumlah ayat terbanyak dalam Al-Qur'an.
Surah ini dinamai al-Baqarah yang artinya Sapi Betina sebab di dalam surah ini terdapat kisah penyembelihan sapi betina yang diperintahkan Allah kepada Bani Israil (ayat 67-74).
Surah ini juga dinamai Fustatul Qur'an (Puncak Al-Qur'an) karena memuat beberapa hukum yang tidak disebutkan dalam surah yang lain.
Dinamai juga surah Alif Lam Mim karena ayat pertama di surah berisi tiga huruf arab yakni Alif, Lam, dan Mim.

Nomor Surah2
Nama SurahAl Baqarah
Arabالبقرة
ArtiSapi Betina
Nama lainFasthath al-Qur’an, Sanam al-Qur’an (Puncak Al-Quran), Al-Zahrawan (Dua yang Cemerlang), Alif Lam Mim
Tempat TurunMadinah
Urutan Wahyu87
JuzJuz 1 (ayat 1-141), 2 (ayat 142-252) dan 3 (ayat 253-286)
Jumlah ruku'40 ruku'
Jumlah ayat286
Jumlah kata6156
Jumlah huruf26256
Surah sebelumnyaSurah Al-Fatihah
Surah selanjutnyaSurah Ali 'Imran
4.7
Ratingmu: 4.5 (21 orang)
Sending

✅ URL singkat halaman ini: https://risalahmuslim.id/2-21







Pembahasan ▪ al baqarah ayat 21 risalah muslim ▪ penjelasan qs 2 :21

Video

Panggil Video Lainnya

RisalahMuslim di  







Email: [email protected]
Made with in Yogyakarta