Search
Exact matches only
Cari di judul
Cari di Arti & Tafsir
Search in comments
Search in excerpt
Filter by Custom Post Type
Filter berdasar surah
Pilih atau Semua
Abasa
Ad Dukhaan
Adh Dhuhaaa
Adz Dzaariyaat
Al 'Alaq
Al 'Ashr
Al A'laa
Al A'raaf
Al Aadiyaat
Al Ahqaaf
Al Ahzab
Al An 'aam
Al Anbiyaa
Al Anfaal
Al Ankabut
Al Balad
Al Baqarah
Al Bayyinah
Al Buruuj
Al Fajr
Al Falaq
Al Fath
Al Fatihah
Al Fiil
Al Furqaan
Al Ghaasyiyah
Al Haaqqah
Al Hadid
Al Hajj
Al Hasyr
Al Hijr
Al Hujurat
Al Humazah
Al Ikhlas
Al Infithar
Al Insaan
Al Insyiqaaq
Al Israa
Al Jaatsiyah
Al Jinn
Al Jumu'ah
Al Kaafiruun
Al Kahfi
Al Kautsar
Al Lahab
Al Lail
Al Ma'aarij
Al Maa'idah
Al Maa'un
Al Mu'min
Al Mu'minuun
Al Muddatstsir
Al Mujaadilah
Al Mulk
Al Mumtahanah
Al Munafiquun
Al Mursalat
Al Muthaffifin
Al Muzzammil
Al Qaari'ah
Al Qadr
Al Qalam
Al Qamar
Al Qashash
Al Qiyaamah
Al Waaqi'ah
Al Zalzalah
Alam Nasyrah
Ali Imran
An Naazi'at
An Nabaa
An Nahl
An Najm
An Naml
An Nas
An Nashr
An Nisaa'
An Nuur
Ar Ra'd
Ar Rahmaan
Ar Rum
As Sajdah
Ash Shaff
Ash Shaffaat
Asy Shyuura
Asy Syams
Asy Syu'araa
At Taghaabun
At Tahrim
At Takaatsur
At Takwir
At Taubah
At Tin
Ath Thaariq
Ath Thalaaq
Ath Thuur
Az Zukhruf
Az Zumar
Faathir
Fushshilat
Hud
Ibrahim
Luqman
Maryam
Muhammad
Nuh
Qaaf
Quraisy
Saba
Shaad
Thaa Haa
Yaa Siin
Yunus
Yusuf

💡 Ketik [nomer surah]-[nomer ayat], contoh: 2-255 atau albaqarah 255 atau ke www.risalahmuslim.id/2-255

Al Baqarah

Al Baqarah (Sapi Betina) surah 2 ayat 205


وَ اِذَا تَوَلّٰی سَعٰی فِی الۡاَرۡضِ لِیُفۡسِدَ فِیۡہَا وَ یُہۡلِکَ الۡحَرۡثَ وَ النَّسۡلَ ؕ وَ اللّٰہُ لَا یُحِبُّ الۡفَسَادَ
Wa-idzaa tawalla sa’a fiil ardhi liyufsida fiihaa wayuhlikal hartsa wannasla wallahu laa yuhibbul fasaad(a);

Dan apabila ia berpaling (dari kamu), ia berjalan di bumi untuk mengadakan kerusakan padanya, dan merusak tanam-tanaman dan binatang ternak, dan Allah tidak menyukai kebinasaan.
―QS. 2:205
Topik ▪ Pahala Iman
2:205, 2 205, 2-205, Al Baqarah 205, AlBaqarah 205, Al-Baqarah 205
Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al Baqarah (2) : 205. Oleh Kementrian Agama RI

Golongan manusia semacam ini, apabila ia telah berlalu dan meninggalkan orang yang ditipunya itu, ia melaksanakan tujuannya yang sebenarnya.
Ia melakukan kerusakan-kerusakan di atas bumi, tanaman-tanaman dan buah-buahan dirusak dan binatang ternak dibinasakan, apalagi kalau mereka sedang berkuasa, di mana-mana mereka berbuat sesuka hatinya, wanita-wanita dinodai.
Tidak ada tempat yang aman dari perbuatan jahatnya.
Fitnah di mana-mana mengancam, masyarakat merasa ketakutan dan rumah tangga serta anak-anak berantakan karena tindakannya yang salah.

Sifat-sifat semacam ini, tidak disukai Allah subhanahu wa ta’ala sedikit pun.
Dia murka kepada orang-orang yang berbuat demikian, begitu juga kepada setiap orang yang perbuatannya kotor, menjijikkan.
Hal-hal yang lahirnya baik, tetapi tidak mendatangkan maslahat, Allah tidak akan meridainya karena Dia tidak memandang cantiknya rupa dan menariknya kata-kata, tetapi Allah memandang kepada ikhlasnya hati dan maslahatnya sesuatu perbuatan.
Sabda Nabi Muhammad ﷺ:

Sesungguhnya Allah subhanahu wa ta’ala tidak memandang kepada tubuhmu dan juga tidak kepada bentukmu, tetapi Allah (hanya) memandang kepada hatimu.
(H.R Muslim dari Abu Hurairah ra.)

Al Baqarah (2) ayat 205 - dibacakan oleh Shaykh Mishari Alafasy Al Baqarah (2) ayat 205 - dibacakan oleh Syaikh Sa'ad Al-Ghamidi Al Baqarah (2) ayat 205 - dibacakan oleh Syaikh Muhammad Ayyub

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Apabila mereka memegang suatu kekuasaan, mereka tidak mengusahakan perbaikan.
Bahkan mereka menggunakannya untuk merusak dan menghancurkan tanam-tanaman dan binatang ternak.
Allah tidak menyukai orang-orang seperti ini, karena Dia tidak menyukai kerusakan.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Dan apabila ia berpaling) dari hadapanmu (ia berjalan di muka bumi untuk membuat kerusakan padanya dan membinasakan tanam-tanaman dan binatang ternak) untuk menyebut beberapa macam kerusakan itu (sedangkan Allah tidak menyukai kerusakan), artinya tidak rida padanya.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Bila yang bersangkutan keluar dari sisi-mu wahai Rasul, dia berusaha dengan giat dan rajin untuk membuat kerusakan di muka bumi, merusak kebun-kebun masyarakat dan membunuh ternak-ternak mereka, dan Allah tidak menyukai kerusakan

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Dan apabila ia berpaling (dari mukamu) ia berjalan di bumi untuk mengadakan kerusakan padanya, dan merusak tanam-tanaman dan binatang ternak, dan Allah tidak menyukai kebinasaan.

Dengan kata lain, ucapannya selalu menyimpang dan perbuatannya jahat.
Yang pertama tadi adalah mengenai ucapannya, sedangkan yang disebutkan di dalam ayat ini mengenai perbuatannya.
Yakni perkataannya dusta belaka dan keyakinannya telah rusak, perbuatannya semua buruk belaka.

Makna as-sa’yu dalam ayat ini sama dengan lafaz al-qasdu (bertujuan), sebagaimana yang disebutkan di dalam firman lainnya yang menceritakan perihal Fir’aun:

Kemudian dia berpaling seraya berusaha menantang (Musa).
Maka dia mengumpulkan (pembesar-pembesarnya), lalu berseru memanggil kaumnya (seraya) berkata, “Akulah tuhan kalian yang paling tinggi.” Maka Allah mengazabnya dengan azab di akhirat dan azab di dunia.
Sesungguhnya yang demikian ilu terdapat pelajaran bagi orang yang takut (kepada Tuhannya).
(An-Nazi’at: 22-26)

Allah subhanahu wa ta’ala telah berfirman:

Hai orang-orang yang beriman, apabila diseru untuk menunaikan salat pada hari Jumat, maka bersegeralah kalian mengingat Allah.
(Al Jumuah:9)

Yakni segeralah kalian berangkat menuju tempat salat Jumat, karena sesungguhnya pengertian sa’yu secara konkret yakni berlari kecil menuju tempat salat merupakan perbuatan yang bertentangan dengan sunnah Nabi ﷺ yang mengatakan:

Apabila kalian mendatangi salat, janganlah kalian mendatanginya dengan berlari-lari kecil, tetapi datangilah salat dengan langkah yang tenang dan anggun.

Orang munafik yang disebutkan dalam ayat ini adalah orang munafik yang perbuatannya hanyalah membuat kerusakan di muka bumi dan membinasakan tanam-tanaman, termasuk ke dalam pengertian ini persawahan dan buah-buahan, juga ternak, yang keduanya merupakan makanan pokok bagi manusia.

Mujahid mengatakan, “Apabila terjadi kerusakan di muka bumi, karena Allah mencegah turunnya hujan, maka binasalah tanam-tanaman dan binatang ternak.” dan Allah tidak menyukai kebinasaan.
(Al Baqarah:205) Artinya, Allah tidak menyukai orang yang bersifat suka merusak, tidak suka pula kepada orang yang melakukannya.

Informasi Surah Al Baqarah (البقرة)
Surat “Al Baqarah” yang terdiri dari 286 ayat ini turun di Madinah yang sebahagian besar diturun­kan pada permulaan tahun Hijrah, kecuali ayat 281 diturunkan di Mina pada Hajji wadaa’ (hajji Nabi Muhammad ﷺ yang terakhir).
Seluruh ayat dari surat Al Baqarah termasuk golong­an Madaniyyah, merupakan surat yang terpanjang di antara surat-surat Al Qur’an yang di dalamnya terdapat pula ayat yang terpanjang (ayat 282).

Surat ini dinamai “Al Baqarah” karena di dalamnya disebutkan kisah penyembelihan sapi betina yang diperintahkan Allah kepada Bani lsrail (ayat 67 sarnpai dengan 74), dimana dije­laskan watak orang Yahudi pada umumnya, Dinamai “Fusthaathul-Qur’an” (puncak Al Qur­ aan) karena memuat beberapa hukum yang tidak disebutkan dalam surat yang lain.
Dinamai juga surat “alif-laam-miim” karena surat ini dimulai dengan Alif-laam-miim.

Keimanan:

Da’wah lslamiyah yang dihadapkan kepada umat Islam, ahli kitab dan para musyrikin.

Hukum:

Perintah mengerjakan shalat
menunaikan zakat
hukum puasa
hukum haji dan umrah
hukum qishash
hal-hal yang halal dan yang haram
bernafkah di jalan Allah
hukum arak dan judi
cara menyantuni anak yatim, larangan riba
hu­tang piutang
nafkah dan yang berhak menerimanya
wasiyat kepada dua orang ibu­ bapak dan kaum kerabat
hukum sumpah
kewajiban menyampaikan amanat
sihir
hukum merusak mesjid
hukum merubah kitab-kitab Allah
hukum haidh, ‘iddah, thalak, khulu’, ilaa’
hukum susuan
hukum melamar
mahar larangan mengawini wanita musyrik dan sebaliknya
hukum perang.

Kisah:

Kisah penciptaan Nabi Adam a.s.
kisah Nabi Ibrahim a.s.
kisah Nabi Musa a.s, dengan Bani lsrail.

Lain-lain:

Sifat-sifat orang yang bertakwa
sifat-sifat orang munafik
sifat-sifat Allah
per­umpamaan-perumpamaan
kiblat, kebangkitan sesudah mati.


Gambar Kutipan Surah Al Baqarah Ayat 205 *beta

Surah Al Baqarah Ayat 205



Statistik
  • Rating RisalahMuslim

Surah Al Baqarah

Surah Al-Baqarah (Arab: سورة البقرة‎, bahasa Indonesia: "Sapi Betina") adalah surah ke-2 dalam Al-Qur'an.
Surah ini terdiri dari 286 ayat, 6.221 kata, dan 25.500 huruf dan tergolong surah Madaniyah.
Surah ini merupakan surah dengan jumlah ayat terbanyak dalam Al-Qur'an.
Surah ini dinamai al-Baqarah yang artinya Sapi Betina sebab di dalam surah ini terdapat kisah penyembelihan sapi betina yang diperintahkan Allah kepada Bani Israil (ayat 67-74).
Surah ini juga dinamai Fustatul Qur'an (Puncak Al-Qur'an) karena memuat beberapa hukum yang tidak disebutkan dalam surah yang lain.
Dinamai juga surah Alif Lam Mim karena ayat pertama di surah berisi tiga huruf arab yakni Alif, Lam, dan Mim.

Nomor Surah2
Nama SurahAl Baqarah
Arabالبقرة
ArtiSapi Betina
Nama lainFasthath al-Qur’an, Sanam al-Qur’an (Puncak Al-Quran), Al-Zahrawan (Dua yang Cemerlang), Alif Lam Mim
Tempat TurunMadinah
Urutan Wahyu87
JuzJuz 1 (ayat 1-141), 2 (ayat 142-252) dan 3 (ayat 253-286)
Jumlah ruku'40 ruku'
Jumlah ayat286
Jumlah kata6156
Jumlah huruf26256
Surah sebelumnyaSurah Al-Fatihah
Surah selanjutnyaSurah Ali 'Imran
4.5
Rating Pembaca: 4.5 (9 votes)
Sending







Anda perlu login mengelola Bookmark.

📖 Lihat Semua Bookmark-ku